Strategi Program Padat KaryaA STRATEGI PROGRAM PADAT KARYA OLEH DINAS SUMBER DAYA AIR DAN BINA MARGA KOTA SURABAYA (STUDI PROYEK PADAT KARYA PAVING TAMBAKSARI SURABAYA) Yoan Wandan Sari S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya 20079@mhs. Meirinawati S1 Ilmu Administrasi Negara. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Universitas Negeri Surabaya meirinawati@unesa. Abstrak Program Padat Karya Kota Surabaya merupakan program pemberdayaan masyarakat sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi kemiskinan dan pengangguran di Surabaya. DSDABM Surabaya menjalankan program ini melalui produksi dan pemasangan paving. Program ini merupakan program yang banyak disoroti media online karena kesuksesannya mampu meraup omzet sebesar 6-7juta rupiah perbulan bagi pelaku usaha, namun pendapatan tersebut menurun seiring waktu. Tidak adanya target produksi dari DSDABM menjadi salah satu faktor penurunan pendapatan karena pelaku usaha merasa bebas dalam produksi dan menjadi lalai. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan manajemen strategi Program Padat Karya oleh DSDABM Surabaya menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Fokus penelitian berdasarkan teori proses manajemen strategi Rahajeng Widya, meliputi merumuskan strategi, menerapkan strategi, dan mengevaluasi strategi. Lokasi penelitian ini berlokasi di Kantor DSDABM dan tempat produksi paving di Tambaksari dengan melibatkan subjek penelitian, yaitu staff DSDABM dan pelaku usaha. Data yang didapat melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, akan dianalisis melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan DSDABM Surabaya telah memaksimalkan Program Padat Karya produksi paving melalui kekuatan yang dimiliki dengan memberikan pelatihan, pendampingan, bantuan dana, bantuan sarana dan prasarana, serta fasilitas pelayanan kepada pelaku usaha. Namun, terdapat kendala seperti mentalitas pelaku usaha, tidak adanya target produksi, kurang memadainya alat/mesin, kurangnya sosialisasi, serta minimnya pemasaran. Saran yang diberikan meliputi: . Mengadakan sosialisasi rutin, . Menetapkan target minimum produksi, . Melakukan kerjasama dengan instansi lain dan perusahaan swasta, . Menggalakkan sanksi, . Memaksimalkan penggunaan website Padat Karya. Kata Kunci: Manajemen Strategi. Kemiskinan. Program Padat Karya Paving. Abstract Padat Karya Surabaya City Program is is a community empowerment program as a government effort to overcome poverty and unemployment in Surabaya. DSDABM Surabaya runs this program through paving production and installation. This program is a program that is widely highlighted by online media because of its success in being able to reap a turnover of 6-7 million rupiah per month for business actors, but this income decreases over time. The absence of production targets from DSDABM is one of the factors in the decline in income because business actors feel free in production and become negligent. This research aims to describe the strategic management of the Padat Karya Program by DSDABM Surabaya using descriptive qualitative research The research focus is based on Rahajeng Widya's strategic management process theory, including formulating strategies, implementing strategies, and evaluating strategies. The location of this research is located at the DSDABM Office and the paving production site in Tambaksari by involving research subjects, namely DSDABM staff and business actors. Data obtained through observation, interviews, and documentation will be analyzed through data collection, data reduction, data presentation, and conclusion drawing. The results showed that DSDABM Surabaya has maximized the Padat Karya Program for paving production through its strengths by providing training, mentoring, financial assistance, facilities and infrastructure assistance, and service facilities to business actors. However, there are obstacles such as the mentality of business actors, the absence of production targets, inadequate tools/machines, lack of socialization, and lack of marketing. Suggestions include: . Hold regular socialization, . Setting a minimum production target, . Collaborating with other agencies and private companies, . Promoting sanctions, . Maximizing the use of the Padat Karya websit Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 Keyword: Strategic Management. Proverty. Padat Karya Paving Program. menganggur adalah mereka yang bekerja tapi tidak PENDAHULUAN secara optimal dan bekerja kurang dari 35 jam Kemiskinan menurut Cahyat dan Gonner . Pengangguran terselubung merupakan merupakan situasi dimana individu atau rumah tangga seorang pekerja dengan produktivitas yang rendah, mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan dasar. sedangkan pengangguran terbuka merupakan individu Kebutuhan dasar tersebut bisa meliputi sandang, pangan, yang tidak memiliki pekerjaan dan/atau sedang mencari dan pakan. Menurut KBBI . , kebutuhan sandang adalah bahan pakaian yang digunakan oleh manusia Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) Kota untuk melakukan aktifitas sehari-hari yang berfungsi Surabaya, pada tahun 2020 angka pengangguran terbuka melindungi tubuh dari udara yang dingin, sinar matahari, di Surabaya mengalami kenaikan sebesar 4,03% dari debu, maupun kotoran. Sedangkan kebutuhan pangan tahun 2019, yang mulanya pada tahun 2019 berada pada adalah segala sesuatu yang dapat dimakan, selain angka 5,76% meningkat menjadi 9,79%. Meningkatnya makanan, yang menjadi kebutuhan pokok manusia angka pengangguran di Surabaya merupakan salah satu adalah minum. Dengan makan dan minum energi dampak dari adanya pandemi Covid-19 pada tahun manusia akan terjaga sehingga dapat melakukan aktifitas 2020, dimana terjadi PHK massal dikarenakan dengan normal. Sedangkan kebutuhan papan yaitu banyaknya hotel, pertokoan, dan pusat perbelanjaan tempat tinggal. Dengan tempat tinggal ini, manusia akan yang tutup baik sementara maupun permanen sehingga terlindungi dari panas, hujan, udara yang dingin, mengharuskan pengurangan tenaga kerja dan binatang buas, dan lainnya. Menurut Suryawati . , menimbulkan peningkatan pada angka pengangguran. ciri-ciri kemiskinan dapat dilihat dari kelompok Dengan meningkatnya pengangguran sangat berdampak penduduk sebagai berikut. Adanya tingkat pada perekonomian dan kehidupan masyarakat. pendidikan yang rendah, . Rata-rata memiliki usaha Beberapa dampak pengangguran pada perekonomian sendiri atau bekerja dalam sektor informal yang sifatnya antara lain menurunnya pendapatan perkapita, kecil, . Tidak memiliki faktor produksi sendiri seperti menurunnya daya beli di masyarakat, menambah hutang tanah, peralatan dalam menunjang pekerjaan, dan negara, dan sebagainya. Sedangkan dampak keterampilan, . Kurangnya bantuan fasiltas umum. pengangguran bagi masyarakat antara lain hilangnya Kemiskinan dapat terjadi karena beberapa faktor, sumber pendapatan, menurunnya daya beli masyarakat, diantaranya tidak memadahinya upah minimum, kurang meningkatnya jumlah kriminalitas, serta terjadinya baiknya taraf hidup masyarakat, meningkatnya angka pengangguran tanpa diimbangi dengan lapangan Berdasarkan Undang-Undang Dasar Republik Menurut Zurisdah . , pengangguran Indonesia 1945 pada pasal 34 ayat . yang berbunyi adalah penduduk dengan usia produktif bekerja yang AuFakir miskin dan anak-anak terlantar dipelihara oleh tidak memiliki pekerjaan. Sedangkan menurut Sukirno negaraAy dan pasal 27 ayat . yang berbunyi AuTiap-tiap . , pengangguran adalah kondisi dimana individu warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang tergolong dalam angkatan kerja tetapi belum yang layak bagi kemanusiaanAy. Dengan pasal-pasal memperoleh pekerjaan. Dapat disimpulkan bahwa tersebut mewajibkan pemerintah Indonesia untuk pengangguran merupakan keadaan dimana seseorang memberikan kehidupan yang layak bagi masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan pada usia produktif miskin dengan memberikan beberapa bantuan. Terdapat Beberapa faktor penyebab terjadinya beberapa bantuan yang diberikan oleh pemerintah mulai pengangguran diantaranya adanya kemajuan teknologi, dari bantuan pangan, kesehatan, pendidikan, perumahan, tidak menyeimbangkan antara tenaga kerja kota dengan peningkatan keterampilan, modal usaha, dan daerah, kurangnya keterampilan masyarakat, rendahnya perlindungan keamanan. Bantuan pangan yang telah tingkat pendidikan, dan besarnya angkatan kerja yang pemerintah berikan, yaitu bansos. Bantuan Langsung tidak diimbangi oleh lapangan dan kesempatan kerja. Tunai. Bantuan Pangan Non Tunai. Bantuan kesehatan Jenis pengangguran berdasarkan lama waktu bekerja dari pemerintah, yaitu dengan adanya program BPJS menurut Ritonga dan Firdaus . dibedakan menjadi Kesehatan dan juga Program Keluarga Harapan. tiga, yaitu setengah menganggur, pengangguran Bantuan pendidikan yang diberikan oleh pemerintah terselubung, dan pengangguran terbuka. Setengah berupa dana operasional sekolah. Kartu Indonesia Pintar. Strategi Program Padat KaryaA Program Indonesia Pintar, dan bantuan subsidi upah. Bantuan perumahan oleh pemerintah, yaitu dengan program bedah rumah atau rumah tidak layak huni. Bantuan peningkatan keterampilan, yaitu dengan memberikan beberapa edukasi untuk meningkatkan keterampilan masyarakat agar dapat dimanfaatkan dalam mencari pekerjaan. Dalam meningkatkan keterampilan dan menambah lapangan pekerjaan, pemerintah juga telah memberikan wadah bagi masyarakat untuk mencari dan mengembangkan keterampilan masyarakat, contohnya dengan Program Padat Karya. Program Padat Karya dicetuskan pertama kali oleh Presiden Indonesia ke-6, yaitu Susilo Bambang Yudhoyono pada tahun 2005. Program Padat Karya ini diinisiasi sebagai upaya pemerintah dalam mengatasi pengangguran dan meningkatkan pembangunan infrastruktur pada tiap daerah di Indonesia dengan melibatkan penganggur, setengah penganggur, dan warga miskin. Kota Surabaya merupakan salah satu kota yang turut menggerakkan Program Padat Karya. Program Padat Karya Surabaya yang dicetuskan oleh Walikota Surabaya, yaitu Eri Cahyadi, telah diresmikan pada 25 Maret 2022. Meskipun Program Padat Karya yang dicetuskan oleh Susilo Bambang Yudhoyono dengan Program Padat Karya Surabaya yang dicetuskan oleh Eri Cahyadi merupakan inisiatif yang berbeda, tetapi memiliki kesamaan tujuan dalam Program Padat Karya, yaitu menciptakan lapangan pekerjaan guna mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. Program Padat Karya Surabaya yang dicetuskan oleh Eri Cahyadi akan lebih fokus pada kebutuhan dan kondisi khusus Kota Surabaya, dengan melibatkan proyek infrastruktur lokal, peningkatan lingkungan, serta kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan Kota Surabaya. Dengan adanya perbedaan lingkup, skala, serta fokus tersebut dapat tercipta variasi dalam peraturan, penerapan, serta dampak yang berbeda. Berdasarkan Peraturan Walikota Surabaya No. Tahun 2022 tentang Perubahan atas Peraturan Walikota Surabaya No. 40 Tahun 2021 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Surabaya Tahun 2022 menjelaskan bahwa pemulihan ekonomi di Surabaya dapat dilakukan melalui penyerapan tenaga kerja melalui Program Padat Karya. Selain itu terdapat Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2023 tentang Program Padat Karya di Surabaya yang dimaksudkan sebagai acuan berjalannya Program Padat Karya. Tujuan utama program padat karya ini, yaitu untuk meningkatkan pendapatan dan memberikan lapangan pekerjaan bagi masyarakat miskin dan pengangguran, terutama masyarakat yang mengalami kehilangan penghasilan dan pekerjaan tetap. Selain itu. Program Padat Karya Surabaya bertujuan untuk memulihkan perekonomian Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya dengan memanfaatkan potensi warga dan aset Pemerintah Kota Surabaya. Pada bulan Oktober 2022. Eri Cahyadi. Kementrian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) angka kemiskinan di Surabaya mencapai 200 ribu Kartu Keluarga. Dengan adanya hal ini. Eri Cahyadi selaku Walikota Surabaya, semakin gencar menggerakkan Program Padat Karya untuk mengurangi angka kemiskinan di Surabaya dengan melibatkan MBR di Surabaya. Mekanisme pelibatan MBR pada program Padat Karya, yaitu Organisasi Perangkat Daerah (OPD) membuat program atau kegiatan padat karya yang berlokasi di beberapa kecamatan. Setelah itu, pihak kecamatan menawarkan program atau kegiatan padat karya kepada MBR usia produktif yang ada pada database MBR Pemerintah Kota Surabaya. Jika terdapat MBR yang bersedia mengikuti akan dilibatkan pada kegiatan padat karya tersebut. Setelah itu, camat dan MBR membuat perjanjian yang berisi hak dan kewajiban masing-masing pihak yang terlibat dalam pelaksanaan Program Padat Karya. Program Padat Karya meliputi pelatihan barang/jasa, pemasaran produk, fasilitas bantuan pinjaman modal, serta fasilitas lokasi atau lahan usaha dengan memanfaatkan aset Bekas Tanah Kas Desa (BTKD) Pemerintah Kota Surabaya. Namun, setelah beberapa bulan diresmikannya Program Padat Karya di Surabaya, terdapat berita dari com pada bulan Oktober 2022 dengan judul berita AuDPRD nilai Program Padat Karya di Surabaya belum maksimalAy, dengan adanya berita tersebut terlihat bahwa DPRD Kota Surabaya menilai program padat karya di Surabaya masih belum maksimal. Menurut Zuhro. Komisi B DPRD Kota Surabaya mengatakan ketidakmaksimalan Program Padat Karya dikarenakan belum adanya pendampingan yang serius. AuKetidakmaksimalan jalannya Program Padat Karya di Surabaya dikarenakan belum adanya pendampingan yang serius kepada MBR yang menjadi pelaku usaha Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 program padat karya di SurabayaAy (Antaranews. Oktober 2. Oleh karena itu. DPRD Kota Surabaya meminta para dinas penanggungjawab untuk memaksimalkan program tersebut terlebih pada sektor UMKM untuk menggerakkan stakeholder yang ada bersama dengan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah dan Perdagangan Budidaya Budidaya pertanian Budidaya Jahit seragam, hijab, dan vermak Cuci helm Cuci sepatu Stand kosong SWK Sliper Toko kelontong Dinas Lingkungan Tanaman hias Hidup Dinas Perindustrian dan Service AC Tenaga Kerja Dinas Perumahan Penyerapan pekerja Rakyat dan pada kegiatan Kawasan perbaikan Rumah Pemukiman serta Tidak Layak Huni Pertahanan (RUTILAHU) Dinas Sosial Perawat lansia Dinas Sumber Produksi paving Daya Air dan Bina Pemasangan paving Marga Sumber: BPBJAP, 2023 Dalam pelaksanaan Program Padat Karya ini. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) merupakan salah satu dinas yang bertanggungjawab dalam pelaksanaan Program Padat Karya. Jenis program yang diampu oleh DSDABM pada Program Padat Karya adalah produksi paving. Tidak hanya DSDABM saja yang turut menggerakkan Program Padat Karya di Surabaya, tetapi sembilan dinas lainnya juga turut menggerakkan Program Padat Karya di Surabaya. Namun, yang menjadi perbedaan pelaksanaan Program Padat Karya DSDABM Surabaya dengan dinas lainnya bahwa jenis program produksi paving yang diampu oleh DSDABM Kota Surabaya mengalami kemajuan berupa omzet sebesar 6-7 juta rupiah perbulan untuk setiap pelaku usaha. Padat Karya produksi paving sendiri telah berada di sepuluh kecamatan kota Surabaya, yaitu Kecamatan Tambaksari. Kenjeran. Mulyorejo. Sukolilo. Gunung Anyar. Gubeng. Wonocolo. Sukomanunggal. Benowo, dan Pakal serta akan direncanakan bertambah dibeberapa kecamatan lainnya. Kecamatan Tambaksari merupakan salah satu lokasi kecamatan di Surabaya yang menggerakkan Gambar 1. 1 Bukti Media Online Menyoroti Kesuksesan Program Padat Karya Sumber: Kompas. com, 2023 Namun, pada Agustus 2023, beberapa media online menyoroti kesuksesan program Padat Karya di Surabaya. Kesuksesan tersebut dapat dilihat dari pengangguran terbuka (TPT) di Kota Surabaya. Berdasarkan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya, angka pengangguran terbuka pada 2019 sebesar 5,76 persen, lalu mengalami kenaikan pada tahun 2020 menjadi 9,79 persen. Namun, pada tahun 2022 angka pengangguran terbuka turun menjadi 7,62 Selain itu berdasarkan data internal Pemkot Surabaya, pada awal 2022 jumlah warga miskin di Surabaya mencapai 1,3 juta jiwa dan angka tersebut turun drastis pada akhir tahun 2022 menjadi 219. Berdasarkan berita di atas dapat disimpulkan, bahwa Program Padat Karya telah berhasil menurunkan angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya. Tabel 1. 1 Jenis Program Padat Karya Berdasarkan Dinas Penenggungjawab Dinas No. Jenis Program Penanggungjawab Badan Pengelolaan a. Cafe atau barista Keuangan dan Aset b. Cuci mobil Derah Cuci motor Dinas Kebudayaan, a. Potong rambut Kepemudaan, dan Rumah batik Olahraga serta Jahit sepatu Pariwisata Laundry Dinas Kesehatan Perawat bayi Strategi Program Padat KaryaA Program Padat Karya produksi paving. Menururt BPS Kota Surabaya . Kecamatan Tambaksari merupakan kecamatan dengan jumlah populasi penduduk terbesar di Kota Surabaya. Kecamatan Tambaksari sendiri merupakan lokasi pertama dibentuknya Program Padat Karya produksi paving. Selain itu. Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari Surabaya merupakan salah satu lokasi pelaku usaha Padat Karya produksi paving yang berhasil meraup omzet sebesar 6-7 juta rupiah perorangnya dalam setiap bulan. standar juga pelaku usaha Padat Karya produksi paving tidak dapat bersaing dengan pabrik paving lainnya. Selain itu. DSDABM selaku penanggungjawab jalannya Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari juga tidak memberikan target dan produksi yang tetap kepada pelaku usaha, sehingga pendapatan pelaku usaha didapat sesuai dengan jumlah pesanan dan banyaknya produksi paving setiap bulannya. AuGaji 6juta perbulan tiap orang itu dulu. Mbak, waktu awal-awal saja. Sekarang, tiap bulannya paling, ya, 2 juta tiap Karena gaji dibagi sesuai dengan banyaknya jumlah pekerja. Semakin banyak pekerja, maka semakin sedikit gaji yang diterima. Tetapi jika pekerjanya sedikit juga kita ngga ngatasi untuk produksi banyak. Mbak. Jadi kalau bisa, antara pekerja dengan jumlah produksi sama rata dengan diimbangi alat dan bahan yang kualitasnya baik. Ay (Kutipan wawancara awal, 25 November Berdasarkan uraian dan kutipan wawancara tersebut, peneliti tertarik untuk meneliti bagaimana peran Pemerintah Kota Surabaya bersama dengan dinas terkait, yaitu Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya dalam mengelola . anajemen strateg. Program Padat Karya sebagai upaya pengentasan kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya. Adapun penelitian terdahulu yang berhubungan dengan penelitian ini, yaitu penelitian oleh Kesuma . tentang Manajemen Strategi Program GERTAK sebagai Upaya Penanggulangan Kemiskinan di Kab. Trenggalek dengan hasil menunjukkan bahwa Tim Koordinasi telah telah berusaha keras dalam melaksanakan program GERTAK, untuk mengatasi masalah kemiskinan di Kabupaten Trenggalek, namun masih terdapat beberapa kekurangan atau kendala yang harus diselesaikan. Selain itu, penelitian yang dilakukan oleh Putricia dan Prathama . tentang Pemberdayaan Masyarakat melalui Program Padat Karya Viaduct by Gubeng di Kota Surabaya juga memiliki keterkaitan dengan topik yang peneliti Hasil dari penelitian Putricia dan Prathama menjelaskan bahwa Program Padat Karya telah berhasil mewujudkan beberapa perbaikan, namun masih belum berhasil dalam mewujudkan perbaikan kehidupan masyarakat Surabaya. Gambar 1. 2 Bukti Media Online Menyoroti Kesuksesan Program Padat Karya Produksi Paving Tambaksari Sumber: Warta Transparansi, 2022 Berdasarkan gambar di atas menjadi bukti bahwa keberhasilan Program Padat Karya produksi paving mampu meraup penghasilan sebesar 6-7 juta rupiah tiap pelaku usahanya. Keberhasilan progam ini juga tidak lepas dari bantuan Pemkot Surabaya yang turut memfasilitasi kelompok padat karya paving mulai dari memberikan pelatihan hingga modal hasil dari kerjasama dengan BPR Surya Artha Utama sebesar 15 juta rupiah yang digunakan untuk membeli bahan pembuatan paving. Alat dan bahan sendiri juga disediakan oleh Pemkot Surabaya hasil Corporate Social Responsibility (CSR). Namun, berdasarkan hasil wawancara peneliti dengan ketua kelompok padat karya produksi paving di Tambaksari Surabaya. Djafar Sidiq, mengatakan bahwa pendapatan dari bulan ke bulan kian Bahkan, pada bulan Agustus dan September 2023 pendapatan tiap anggota berkisar sebesar 1,5-2 juta Hal tersebut dapat dibuktikan melalui gambar slip gaji yang diberikan pelaku usaha kepada peneliti. Menurunnya pendapatan pelaku usaha padat karya produksi paving di Tambaksari dikarenakan mesin pembuat dan kualitas bahan paving yang diberikan oleh DSDABM berada di bawah standar, sehingga kurangnya minat pembeli karena kualitas yang dihasilkan masih di bawah standar. Dengan kualitas yang masih di bawah Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 Pada indikator ini terdapat dua kegiatan utama. Mengkaji ulang faktor internal dan eksternal Melakukan kekurangan kinerja untuk mencapai keberhasilan di masa yang akan datang. Subjek pada penelitian ini meliputi Kepala Bidang Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya. Ketua Tim Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DSDABM Surabaya. Staff Anggota Tim Kerja Pemeliharaan Jalan dan Jembatan DSDABM. Staff Kecamatan Tambaksari, serta ketua dan anggota kelompok Program Padat Karya paving Tambaksari. Sumber data pada penelitian ini bersumber dari data primer dan sekunder. Dimana pada data primer didapatkan melalui kegiatan wawancara dan observasi. Sedangkan pada data sekunder didapat melalui literatur, artikel, jurnal, situs internet, dokumentasi, serta rekaman Instrumen penelitian ini menggunakan tiga instrumen, seperti pedoman wawancara, catatan lapangan, dan peneliti sendiri. Sedangkan teknik analisis data pada penelitian ini dengan melalui beberapa tahap, seperti pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Menurut Ismail . , manajemen strategi merupakan suatu metode yang melahirkan berbagai keputusan dan tindakan strategis yang dapat menunjang pencapaian tujuan. Menurut Meirinawati dan Niswah . terdapat tiga proses manajemen strategi meliputi perumusan strategi, penerapan strategi, dan evaluasi Adapun menurut Widya . , terdapat tiga tahap dalam proses manajemen strategi, yaitu diawali dengan merumuskan strategi, menerapkan strategi, dan mengevaluasi strategi. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulakan bahwa manajemen strategi merupakan suatu metode yang melahirkan keputusan dan tindakan strategis guna menunjang pencapaian tujuan suatu organisasi dengan melalui tiga tahap proses manajemen strategi, yaitu merumuskan strategi, menerapkan strategi, serta mengevaluasi strategi. METODE Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif guna menghasilkan data deskriptif yang berupa kalimat tertulis dari seseorang yang telah diamati. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya serta lokasi produksi paving Program Padat Karya yang terletak di Jalan Tambaksari No 11 Surabaya. Fokus penelitian ini menggunakan teori proses manajemen strategi oleh Widya . yang terdiri dari beberapa indikator. HASIL DAN PEMBAHASAN Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya merupakan instansi pemerintah Kota Surabaya yang bertanggungjawab atas pengelolaan sumber daya air dan pembangunan pada bidang infrastruktur. Dalam pelaksanaan tugasnya. Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya terlibat dalam beberapa proyek, seperti pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, sistem drainase, dan manajemen sumber daya air guna mendukung perkembangan Kota Surabaya. Dengan menyediakan dan meuwjudkan sistem jaringan jalan yang terpercaya dan berwawasan lingkungan akan menumbuhkan kemakmuran Kota Surabaya sehingga dapat mencapai efisiensi dan efektifitas transportasi Bidang Jalan dan Jembatan bertanggungjawab penuh dalam pelaksanaan Program Padat Karya yang diampu oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya, yaitu produksi dan pemasangan paving. Program Padat Karya Kota Surabaya merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat Surabaya yang Masyarakat Berpenghasilan Rendah/Keluarga Miskin yang berusia produktif dalam rangka mengurangi kemiskinan dan pengangguran di Merumuskan Strategi Pada indikator ini merupakan proses dalam emnentukam langkah terbaik guna mencapai tujuan suaru organisasi. Dalah indikator ini terdapat beberapa hal yang perlu diperhatika, seperti: Pengembangan visi dan misi Analisis SWOT Menentukan dan menetapkan tujuan jangka Menentukan strategi alternatif Menerapkan Strategi Pada indikator ini, strategi yang telah ditetapkan akan diterapkan dengan melalui beberapa pengembangan, seperti: Pengembangan Program Pengembangan Anggaran Pengembangan Prosedur Mengevaluasi Strategi Strategi Program Padat KaryaA Surabaya serta meningkatkan pendapatan serta mempertahankan daya beli masyarakat. Pada penelitian ini, proses manajemen strategi Program Padat Karya oleh DSDABM Surabaya menggunakan teori Widya . , dengan melalui tiga indikator, yaitu: Merumuskan Strategi Dalam merumuskan strategi, melalui beberapa tahap Pengembangan Visi dan Misi Program Padat Karya tidak memiliki visi dan misi tersendiri, namun berangkat dari Perubahan RKPD Kota Surabaya Tahun Anggaran 2022 juga terbitlah Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2023 tentang Program Padat Karya di Kota Surabaya. Program Padat Karya memiliki beberapa tujuan yang sejalan dengan visi dan misi Kota Surabaya 2022-2026, dimana pada tujuan Program Padat Karya antara lain, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat dalam membangun Surabaya, hal tersebut sejalan dengan visi Kota Surabaya 2022-2026. Selain itu, tujuan Program Padat Karya menciptakan lapangan kerja melalui Program Padat Karya, hal tersebut sejalan dengan misi Kota Surabaya Selain itu, sejalan dengan visi dan misi DSDABM Surabaya, yaitu memantapkan jaringan jalan, utilitas, dan sistem drainase yang terpadu dan selaras dengan infrastruktur tata ruang kota yang terpadu dengan melalui beberapa misi, diantaranya mewujudkan keberlanjutan pembangunan infrastruktur jalan, jembatan, dan sistem drainase. meningkatkan jaringan utilitas yang terpadu, memantapkan tata kelola pemerintahan yang baik. Dengan sejalannya visi dan misi perubahan RKPD dengan DSDABM Surabaya beserta tujuan dari Program Padat arya produksi paving dalam meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam melakukan pembangunan daerah serta mendayagunakan sumber daya, terutama MBR/Keluarga Miskin dalam pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving, dapat menjadi alasan kuat Program Padat Karya produksi paving oleh DSDABM dijalankan. Analisis SWOT Pada SWOT mengidentifikasi faktor-faktor secara sistematis guna merumuskan strategi suatu organisasi. Adapun beberapa hal yang ditemukan dalam proses analisis SWOT, meliputi . Strength . Pelatihan dan Pendampingan Pemkot Surabaya melalui DSDABM Surabaya telah memberikan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok usaha Program Padat Karya produksi paving. Dalam fasilitator/mentor yang berkompeten dalam pembuatan paving, yaitu Tim dari Insititut Teknologi Sepuluh Nopember. Dengan melakukan pelatihan dan pendampingan kepada kelompok usaha Padat Karya pengetahuan, meningkatkan keterampilan, memperbaiki kinerja kelompok usaha, selain itu dapat membantu kelompok usaha mengatasi tantangan yang akan dihadapi. Selain itu, karena adanya perbedaan latar belakang pekerjaan dari para pelaku usaha, pelatihan yang diberikan oleh Pemkot Surabaya melalui DSDABM diharapkan mampu memberikan pengetahuan baru bagi para pelaku usaha. Bantuan Dana Salah satu kekuatan yang paling penting dalam pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving adalah bantuan dana. Pemerintah Kota Surabaya DSDABM Surabaya turut memberikan bantuan pendanaan guna kelancaran jalannya Program Padat Karya produksi paving. Pembiayaan Program Padat Karya ini bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Selain bersumber dari APBD, bantuan dana juga diberikan oleh PT. BPR Surya Artha Utama sebagai pinjaman modal usaha kepada kelompok usaha Padat Karya produksi paving sebesar 15juta yang digunakan untuk pelatihan dan membeli bahan baku pembuatan paving. Bantuan Sarana dan Prasarana Kekuatan lainnya berada pada dukungan berupa bantuan sarana dan prasarana oleh Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 DSDABM Surabaya. Sarana dan prasarana tersebut meliputi lahan serta alat/mesin pembuatan paving. Pemkot Surabaya melalui DSDABM Surabaya ialah mesin press dan mesin penggiling . Pada kelompok usaha Padat Karya Paving Tambaksari masing-masing alat yang diberikan oleh DSDABM berjumlah 2 buah. Sedangkan lahan yang diberikan salah satunya berlokasi pada Jl. Tambaksari No. 11 (Area Kantor Satgas DSDABM). Bantuan Fasilitas Pelayanan Selain memberikan dukungan dana, sarana dan prasarana. DSDABM memberikan bantuan fasilitas pelayanan berupa uji tes kekuatan paving oleh Intitut Teknologi Sepuluh Nopember, pembuatan Nomor Induk Berusaha, dan pendampingan pendaftaran perlindungan keamanan kerja dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan. Dengan memberikan dukungan fasilitas tersebut, kelompok usaha juga merasa tidak terbebani oleh biaya sewa tanah setiap Kelompok usaha juga merasa diuntungkan karena mendapat bantuan berupa alat/mesin pembuat paving secara gratis dari Pemkot melalui DSDABM Surabaya . Tidak Adanya Target yang Ditentukan oleh DSDABM Selama berjalannya Program Padat Karya. DSDABM Kota Surabaya tidak memberikan target produksi yang tetap kepada kelompok usaha Padat Karya produksi paving. Dengan adanya hal tersebut, pendapatan kelompok usaha tidak menentu setiap bualannya. Pendapatan kelompok usaha didapat sesuai dengan banyaknya jumlah paving yang diproduksi setiap orangnya . Kurang Memadahinya Alat dan Mesin Alat/mesin yang diberikan oleh Pemkot melakui DSDABM kepada kelompok usaha Padat Karya produksi paving kurang memadahi sehingga dalam memproduksi paving jumlah yang dihasilkan sangat . Kurangnya Sosialisasi Rutin kelemahan lain yang ditemukan ialah kurangnya sosialisasi secara rutin baik untuk MBR/Keluarga Miskin yang tergabung pada Program Padat Karya maupun yang belum Dengan adanya sosialisasi, masyarakat akan mengetahui gambaran Program Padat Karya, mengenalkan Program Padat Karya kepada seluruh masyarak di Surabaya, terutama MBR/Keluarga Miskin agar dapat bergabung pada Program Padat Karya. Selain itu, pengetahuan kepada MBR/Keluarga Miskin yang telah bergabung pada Program Padat Karya produksi paving mengenai cara mengelola pendapatan serta pelaku usaha memiliki motivasi pada pekerjaannya. Dalam pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving, sosialisasi tidak dilakukan secara rutin, namun baru dilakukan satu kali pada awal pembentukan program. Hal tersebut menjadi kelemahan Program Padat Karya produksi paving baik bagi MBR yang telah bergabung maupun yang belum bergabung pada Program Padat Karya produksi paving. Kurangnya Pemasaran Kelemahan lainnya berasal dari kurang maksimalnya pemasaran pada produksi paving baik dari pihak kelompok usaha . Weakness . Mentalitas Kelompok Usaha Setiap anggota kelompok usaha Padat Karya produksi paving memiliki karakter yang berbeda-beda. Dalam hal ini, kelompok usaha Padat Karya produksi paving di Tambaksari masih memiliki cara berpikir yang malas bekerja dan kurangnya motivasi dalam diri. Pola pikir tersebut dapat mempengaruhi produktivitas dan kualitas pekerja. Kelompok usaha Padat Karya produksi paving akan sering datang terlambat dan tidak memotivasi diri untuk memproduksi lebih banyak paving Dalam hal ini dapat diketahu bahwa kelemahan utama berasal dari mental SDM . elompok usaha Padat Karya produksi pavin. yang enggan bekerja keras dalam meningkatkan jumlah produksi paving Strategi Program Padat KaryaA maupun DSDABM. Pemasaran produk baru dilakukan dari mulut ke mulut saja. Sedangkan saat ini jaman sudah mulai kelompok uasaha Padat Karya produksi paving dapat bersaing dengan pabrik paving lainnya, seperti memasarkan di media sosial, membagikan brosur, atau mendaftarkan usaha pada website belanja pemerintahan, seperti eKatalog. meningkatkan kualitas pavingnya, maka usaha paving akan terancam. Selain itu, jika tidak memperluas pasar dan target pembeli juga besar kemungkinan usaha paving akan mengalami ketidakmajuan. Cuaca Hujan yang Berkepanjangan Jika memasuki musim hujan, kelompok usaha Padat Karya produksi paving akan mengalami Datangnya hujan atau cuaca yang mendung akan menghambat dan menunda produksi paving karena kesulitan dalam proses pengeringan paving . Pengunduran Diri Secara Sepihak Dengan mendapat tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan kepada kelompok usaha, maka besar kemungkinan kelompok usaha akan keluar dan mengundurkan diri secara sepihak dari Program Padat Karya produksi paving ini. Opportunity . Memberikan dan Meningkatkan Lapangan Pekerjaan Peluang dari pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving, yaitu meningkatkan dan memberi lapangan pekerjaan untuk MBR/Keluarga Miskin serta pengangguran yang sedang mencari pekerjaan. Dengan meningkatkan lapangan pekerjaan akan mengurangi tingkat pengangguran di Kota Surabaya . Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) Peluang lain dari pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving, yaitu untuk menambah pendapatan masyarakat terutama Masyarakat Berpenghasilan Rendah/Keluarga Miskin di Kota Surabaya. Dengan masyarakat juga daya beli, taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat akan meningkat. Mengurangi Angka Kemiskinan dan Pengangguran Selain bertambah dan meningkatkannya lapangan pekerjaan serta pendapatan Masyarakat Berpenghasilan Rendah/Keluarga Miskin, peluang dari berjalannya Program Padat Karya produksi paving lainnya adalah mengurangi tingkat kemiskinan dan pengangguran. Menentukan dan Menetapkan Tujuan Jangka Panjang Menurut Widya . , tujuan jangka panjang merupakan hasil spesifik dimana suatu organisasi merumuskan tujuan jangka panjang pada misi dasar suatu organisasi. Dalam merumuskan strategi diperlukan menentukan tujuan jangka panjang suatu program. Begitupula dengan Program Padat Karya produksi paving oleh DSDABM Kota Surabaya juga telah menetapkan tujuan jangka panjang dari adanya Program Padat Karya. Tujuan jangka panjang tersebut diantaranya menambah pendapatan MBR/Keluarga Miskin serta memberikan dan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran akibat pandemi Covid-19. Selain itu, tujuan jangka panjang Program Padat Karya juga telah tertuang baik pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 119 Tahun 2022 maupun pada Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2023. Tujuan tersebut meliputi, memupuk rasa kebersamaan, gotong royong, dan partisipasi masyarakat dalam membangun Kota Surabaya. meningkatkan akses Keluarga Miskin pada pelayanan dasar berbasis pemberdayaan menciptakan lapangan pekerjaan. membangkitkan kegiatan sosial ekonomi masyarakat surabaya. mengurangi jumlah keluarga miskin di Surabaya, serta meningkatkan . Threats . Persaingan dengan Pabrik Lain Ancaman yang akan terjadi pada Program Padat Karya produksi paving adalah adanya persaingan dengan pabrik paving di luar sana. Jika kelompok usaha Padat Karya produksi Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 pendaptan Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di Surabaya di setiap daerah di Surabaya dapat mengurangi adanya pemukiman kumuh. Pada konsep DSDABM melibatkan MBR/Keluarga Miskin agar pendapatan MBR dapat meningkat dan memberikan lapangan pekerjaan bagi para Pada konsep rencana lokasi kegiatan dan jumlah MBR yang bersedia mengikuti Program Padat Karya produksi paving sebelumnya juga telah ditetapkan target lokasi dan jumlahnya. Namun rencana lokasi dan jumlah yang telah ditargetkan tidak memenuhi, sehingga Program Padat Karya produksi paving hanya dibuka di dua kecamatan, yaitu Kecamatan Tambaksari dan Kenjeran dengan masing masing kecamatan berjumlah 10-12 anggota. Menerapkan Strategi Pada tahap menerapkan strategi, strategi yang telah dirumuskan sebelumnya akan diterapkan pada suatu program. Pada tahap ini pula akan menempatkan strategi yang telah dirumuskan sebelumnya menjadi tindakan yang nyata. Menurut Hunger dan Wheelen . , adapun yang perlu dipertimbangkan dalam implementasi strategi, yaitu program, anggaran, dan prosedur. Hal tersebut juga sejalan dengan Widya . bahwa dalam melakukan pengembangan program, anggaran, dan prosedur untuk mendukung jalannya suatu strategi yang telah ditentukan manajer harus melakukan kerjasama dan berkoordinasi dengan rekan kerja Program Program Padat Karya dilaksanakan diberbagai Kecamatan di Surabaya dimana Masyarakat Berpenghasilan Rendah/Keluarga Miskin di Kota Surabaya. Menurut Hunger dan Wheelen . alam Siahaan dan Sadad, 2. program dalam implementasi strategi merupakan uraian kegiatan menyelesaikan rencana sekali pakai. Terkait dengan Program Padat Karya produksi paving yang diampu oleh DSDABM Kota Surabaya pembentukan usaha. Pada usulan pembentukan usaha diadakan sosialisasi yang dihasiri oleh MBR/Keluarga Miskin yang terdata oleh Dinas Sosial dan Kecamatan. Dalam sosialisasi ini akan dijelaskan bagaikama konsep dari Program Padat Menentukan Strategi Alternatif Tabel 1. 2 Tujuan. Sasaran. Strategi, dan Arah Kebijakan oleh DSDABM Surabaya Sumber: Renstra DSDABM Surabaya 20212026, 2022 Dalam menentukan strategi. DSDABM Kota Surabaya tertuang pada dokumen Rencana Strategis DSDABM Kota Surabaya periode Dalam dokumen renstra tersebut, terdapat salah satu tujuan misi, yaitu menyediakan infrastruktur sarana dan prasarana yang terintegrasi, sehingga diperlukan strategi mempermudah akses antar wilayah, strategi tersebut dinamakan pavingisasi. Dengan adanya pavingisasi tersebut. DSDABM mengarahkan pada kebijakan membangun jaringan jalan serta meningkatkan partisipasi kerjasama dengan masyarakat dalam pembangunannya. Kebijakan tersebut sejalan dengan Program Padat Karya produksi paving, dimana MBR/Keluarga Miskin turut berpartisipasi pada Program Padat Karya produksi paving untuk membangun jaringan jalan Kota Surabaya. Selain itu, dalam Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2023 terdapat rumusan rencana dalam pelaksanaan Program Padat Karya produksi paving oleh DSDABM Surabaya, yang meliputi jenis kegiatan, gambaran rencana kegiatan, rencana lokasi kegiatan, data jumlah MBR yang bersedia mengikuti Program Padat Karya, kebutuhan sarana dan prasarana, serta jumlah anggaran yang Pada jenis kegiatan produksi dan pemasangan paving oleh kelompok usaha Program Padat Karya dikarenakan dengan memproduksi dan meratakan penggunaan paving Strategi Program Padat KaryaA Karya. Selanjutnya akan dilakukan survey kesediaan kepada MBR/Keluarga Miskin, jika MBR/Keluarga Miskin bersedia mengikuti Program Padat Karya. MBR/Keluarga Miskin melakukan pendaftaran kepada Perangkat Daerah dengan melampirkan dokumen pendukung sesuai dengan syarat dan ketentuan yang telah Setelah MBR/Keluarga Miskin telah memenuhi syarat dan ketentuan yang terlampir, akan diadakannya rapat koordinasi beserta survey lokasi. Selanjutnya. MBR/Keluarga Miskin akan menandatangani surat pernyataan bermaterai yang berisikan kesanggupan dalam mengikuti Program Padat Karya dan bersedia mematuhi segala ketentuan yang telah diatur. Tahap selanjutnya ialah pendirian usaha, pada tahap ini akan dibentuk kelompok usaha dengan jumlah anggota 10-12 orang. Setelah terbentuk kelompok akan dilakukan pendampingan pendaftaran NIB serta pendaftaran keikutsertaan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS Ketenagakerjaa. Tahap selanjutnya ialah operasional usaha, pada tahap ini DSDABM memberikan kemudahan kepada kelompok usaha Program Padat Karya produksi paving dengan memberikan pendampingan dan fasilitas pendukung jalannya Program Padat Karya produksi paving, yang meliputi peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia, akses pemodalan, sarana dan prasarana, pemasaran produk, serta pembelian dan pemanfaatan hasil DSDABM kepada pelaku usaha dilakukan selama dua bulan. Pelatihan ini bekerjasama dengan perguruan tinggi Institut Teknologi Sepuluh Nopember sebagai pihak yang berkompeten dalam pembuatan paving. Gambar 1. 4 Pemberian Bantuan Pinjaman Modal oleh PT. BPR Surya Artha Utama Sumber: YouTube DSDABM Surabaya, 2023 Pada akses pemodalan. DSDABM juga bekerjasama dengan PT. BPR Surya Artha Utama sebagai pemberi pinjaman modal usaha kepada pelaku usaha Padat Karya produksi paving sebesar 15 juta rupiah yang akan digunakan untuk pelatihan dan membeli bahan baku pembuatan Pinjaman modal tersebut akan dikembalikan setelah penghasilan pelaku usaha Pinjaman modal tersebut telah berhasil dikembalikan pada dua bulan setelah Program Padat Karya produksi paving Gambar 1. 5 Mesin/Alat Bantuan dari Pemkot Surabaya Melalui DSDABM Sumber: Dokumentasi Peneliti, 2024 Gambar 1. 3 Pelatihan Kelompok Usaha Padat Karya Bersama Tim ITS Sumber: YouTube DSDABM Surabaya, 2023 Sarana dan prasarana yang diberikan oleh DSDABM kepada pelaku usaha Program Padat Karya produksi paving meliputi alat/mesin dan juga lahan untuk pembuatan paving. Alat/mesin yang diberikan berupa mesin press dan mixer yang masing-masing berjumlah dua buah. Pada peningkatan kompetensi SDM. DSDABM memberikan fasilitas kepada pelaku usaha melalui pendidikan dan pelatihan. Pelatihan dan pendidikan yang diberikan oleh Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 Pemasaran produk baru dilakukan dari mulut ke mulut saja, sedangkan pada Peraturan Walikota Surabaya nomor 83 Tahun 2023 pemasaran produk bisa dilakukan melalui eKatalog. Namun, berdasarkan hasil wawancara baik dari pelaku usaha maupun staff DSDABM mengatakan bahwa pemasaran melalui e-Katalog masih belum dilaksanakan dan akan segera langsung sesuai dengan jumlah nominal material bahan baku pembuatan paving yang sebelumnya telah digunakan/dipinjam. Namun, setelah ditetapkannya Perwali Surabaya Nomor 83 Tahun 2023, mewajibkan seluruh Program Padat Karya untuk bermitra dengan koperasi guna memudahkan perhitungannya. Koperasi yang bekerjasama akan memberikan bantuan berupa pinjaman dana kepada pelaku usaha untuk keperluan bahan atau material pembuatan paving. Pinjaman dana dari koperasi tersebut, secara langsung akan dipotong oleh pihak koperasi dari hasil pendapatan pelaku usaha. Prosedur Terkait dengan prosedur atau SOP (Standar Operasional Prosedu. , berdasarkan hasil wawancara yang telah dipaparkan sebelumnya dapat diketahui bahwa Walikota Surabaya telah membentuk Perwali Surabaya Nomor 119 Tahun 2022 tentang Penyelenggaraan Program Padat Karya pada Urusan Pemerintahan di Bidang Pekerjaan Umum. Lalu, pada tahun 2023 juga telah ditetapkan Perwali Surabaya Nomor 83 Tahun 2023 tentang Program Padat Karya di Kota Surabaya. Mengevaluasi Strategi Tahap evaluasi strategi merupakan tahap akhir dari proses manajmen strategi yang terdapat dua kegiatan pokok dalam evaluasi strategi. Mengkaji Ulang Faktor Internal dan Eksternal Setelah melakukan penerapan strategi, tahap selanjutnya ialah mengkaji ulang faktor internal dan eksternal dari Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari. Strategi yang telah ditetapkan oleh DSDABM Surabaya, yaitu mempermudah akses antar wilayah, strategi melibatkan MBR/Keluarga Miskin pada Program Padat Karya produksi paving. Berangkat dari Peraturan Walikota Surabaya Nomor 119 Tahun 2022 dan Peraturan Walikota Surabaya Nomor 83 Tahun 2023, dalam menyusun rencana jalannya Program Padat Karya paving di Tambaksari juga terdiri dari enam konsep yang harus dipahami dan Keenam konsep yang perlu disiapkan meliputi nama/jenis kegiatan, gambaran rencana kegiatan, rencana lokasi Gambar 1. 6 Pemanfaatan Paving oleh DSDABM Melalui Program Pavingisasi Sumber: Instagram dsdabmsby, 2024 Selain itu, operasional usaha yang dilakukan oleh DSDABM kepada pelaku usaha Program Padat Karya produksi paving yaitu dengan melakukan pembelian dan pemanfaatan hasil produk. Pembelian dan pemanfaatan hasil produk paving dari pelaku usaha Program Padat Karya digunakan oleh DSDABM untuk menyediakan infrastruktur sarana dan prasarana yang terintegrasi di Kota Surabaya dengan prgram pavingisasi. Dengan adanya pembelian dan pemanfaatan hasil produk paving akan menimbulkan simbiosis mutualisme bagi pelaku usaha. DSDABM, dan masyarakat Surabaya. Anggaran Selain pelaksanaan program, hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan strategi ialah Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, bahwa pelaksanaan program Padat Karya produksi paving melibatkan berbagai stakeholder lintas sektor. Untuk anggaran sarana dan prasarana pendukung pelaku usaha Program Padat Karya produksi paving berasal dari APBD. Sedangkan untuk modal awal pembentukan kelompok usaha menggunakan bantuan pinjaman modal baik dari koperasi maupun pihak lain yang terlibat, seperti PT. BPR Surya Artha Utama. Modal tersebut nantinya akan dipotong secara Strategi Program Padat KaryaA paving Padat Karya tidak hanya dilakukan pada dalam Kota Surabaya saja, melainkan perlu menjalin kerjasama dengan daerah lain guna memperluar pemasaran produk paving Padat Karya. Selain itu, upaya menggalakkan sanksi dan larangan kepada kelompok usaha merupakan cara yang tepat agar kelompok usaha tidak mudah melanggar aturan yang telah ditetapkan. Memberikan reward kepada pelaku usaha yang kompeten juga akan memberikan motivasi untuk pelaku usaha agar lebih giat dalam bekerja. Dengan lebih giatnya pelaku usaha memproduksi paving, akan menambah jumlah produksi paving dan pendapatan pelaku usaha tersebut. kegiatan, data jumlah MBR yang bersedia mengikuti Program Padat Karya produksi paving, kebutuhan sarana dan prasarana, anggaran yang Namun, dari beberapa rencana yang dijalankan masih belum berjalan secara maksimal, hal tersebut dapat dilihat dari kelemahan-kelemahan yang telah diuraikan sebelumnya, yaitu kurangnya mengadakan sosialisasi secara rutin dengan masyarakat luas mengenai manfaat dan tujuan dari adanya Program Padat Karya, alat/mesin yang diberikan kurang memadahi, serta kurangnya pemasaran baik dari DSDABM. Koperasi yang bermitra, maupun pelaku usaha Program Padat Karya produksi paving sendiri. UCAPAN TERIMAKASIH Ibu Dra. Meirinawati. AP selaku dosen Ibu Eva Hany Fanida. AP. AP. dan Bapak Trenda Aktiva Oktariyanda. AP. AP selaku dosen penguji. Ibu Dr. Suci Megawati. IP. Si selaku DPA. Dosen-dosen Program Studi S1 Ilmu Admnistrasi Negara yang telah mengajarkan banyak hal serta memberikan pengalaman berharga untuk penulis. Pihak-pihak yang tidak dapat penulis sebutkan satu Terimakasih karena telah memberikan banyak dukungan kepada penulis. Melakukan Upaya Perbaikan Setelah mengkaji ulang faktor internal dan eksternal pada Program Padat Karya oleh DSDABM Kota Surabaya, dilakukan upaya perbaikan guna memaksimalkan jalannya Program Padat Karya. Upaya perbaikan yang diberikan oleh DSDABM Surabaya antara lain, mengadakan sosialisasi secara rutin, memberikan target produksi kepada kelompok usaha, memperbarui alat/mesin pembuat paving, melakukan perluasan pemasaran, menggalakkan sanksi dan memberikan reward kepada kelompok Pada pelaksanaan sosialisasi secara rutin diharapkan akan mengubah pola pikir kelompok usaha Padat Karya produksi paving agar dapat memotivasi diri dan tidak bermalas-malasan dalam bekerja. Selain itu, sosialisasi yang diberikan kepada masyarakat luas yang belum tergabung pada Program Padat Karya diharapkan dapat mengetahui manfaat dan tujuan dari adanya Program Padat Karya. Dengan memberikan target produksi kepada kelompok usaha Padat Karya produksi pendapatan yang menjanjikan bagi kelompok usaha Padat Karya produksi paving. Pada upaya melakukan perluasan pemasaran produksi paving Program Padat Karya, akan menambah jaringan bisnis baik dengan pihak swasta maupun instansi Perluasan pemasaran produk PENUTUP Simpulan Berdasarkan hasil analisis mengenai Manajemen Strategi Program Padat Karya oleh Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya pada Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari, dapat disimpulkan DSDABM Kota Surabaya telah berusaha keras dalam menjalankan Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari yang bertujuan menciptakan lapangan pekerjaan, mengurangi jumlah keluarga miskin Surabaya, dan meningkatkan pendapatan MBR/Keluarga Miskin di Surabaya. Namun, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan atau kendala yang harus diselesaikan. Hal tersebut dapat dibuktikan Dalam proses analisis SWOT yang dilakukan oleh DSDABM Kota Surabaya telah membuahkan hasil, yaitu dengan memaksimalkan kekuatan yang dimiliki berupa pelatihan dan pendampingan, bantuan dana, bantuan sarana dan prasarana, serta bantuan fasilitas Dengan adanya beberapa kekuatan tersebut maka dapat meningkatkan kinerja yang baik pada Program Padat Karya produksi paving di Tambaksari. Publika. Volume 12 Nomor 3. Tahun 2024, 292-307 Sedangkan kelemahan yang dimiliki adalah mentalitas pelaku usaha yang masih bermalas-malasan dalam memproduksi paving, tidak adanya target produksi yang ditentukan oleh DSDABM, kurang memadahinya alat dan mesin yang diberikan, kurangnya sosialisasi serta kurangnya pemasaran. Dengan adanya kekuatan dan kelemahan dapat diketahui ancaman berupa persaingan dengan pabrik paving, cuaca yang tidak mendukung, dan mendapatkan tawaran pekerjaan yang lebih menjanjikan. Selain itu, dalam pelaksanaan Program Padat Karya yang diampu oleh DSDABM juga terdapat peluang, diantaranya memberikan dan meningkatkan lapangan pekerjaan, meningkatkan pendapata MBR/Keluarga Miskin, mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Kota Surabaya. Program Padat Karya sukses memberikan dan meningkatkan lapangan pekerjaan bagi para pengangguran di Kota Surabaya. Namun. Program Padat Karya produksi paving belum berhasil dalam meningkatkan pendapatan MBR/Keluarga Miskin, hal tersebut dapat dibuktikan dari menurunnya pendapatan pelaku usaha Program Padat Karya produksi paving Tambaksari. Karya memiliki nilai minimal yang tetap. Namun, pelaku usaha juga tetap bisa memproduksi lebih dari target yang ditentukan oleh DSDABM. Saran tersebut dapat memberikan dampak positif bagi pelaku usaha agar lebih giat memproduksi paving sesuai dengan target yang telah ditentukan atau lebih. DSDABM perlu melakukan kerjasama baik dengan instansi lain dan juga pihak swasta untuk memanfaatkan hasil produksi paving dari pelaku usaha Program Padat Karya. Bentuk kerjasama tersebut tidak hanya dilakukan di satu daerah saja, melainkan di luar daerah surabaya guna memaksimalkan kerjasama tersebut. Dengan adanya kerjasama tersebut secara tidak langsung DSDABM telah melakukan promosi/pemasaran produksi paving dari Program Padat Karya. DSDABM juga perlu menggalakkan sanksi administrasi dan denda kepada setiap pelaku usaha yang mengundurkan diri secara sepihak. Saran ini diberikan karena berdasarkan fakta di lapangan, terdapat beberapa pelaku usaha yang mengundurkan diri secara sepihak dari Program Padat Karya. Pengunduran diri secara sepihak tersebut juga tidak dilakukan sesuai dengan Peraturan Walikota yang Jika DSDABM menggalakkan sanksi tersebut, maka pelaku usaha juga akan mempertimbangkan pengunduran diri secara Memaksimalkan penggunaan website Padat Karya guna melihat perkembangan masing-masing Program Padat Karya. Saran ini diberikan karena penggunaan website Padat Karya yang dibuat oleh Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya tidak dimaksimalkan dengan baik, website tersebut hanya dapat diakses oleh Dinas penanggungjawab Program Padat Karya saja. Isi dan informasi dari website Padat Karya juga belum dilakukan pembaharuan, sehingga informasi pada website belum terperbarui. Oleh karena itu, baik Dinas Komunikasi dan Informatika maupun Dinas penanggungjawab Program Padat Karya lainnya juga turut memaksimalkan penggunaan website Padat Karya agar informasi yang diberikan merupakan informasi terbaru. Saran Dalam Manajemen Strategi Program Padat Karya oleh DSDABM Kota Surabaya sudah dapat dikatakan baik, meskipun masih terdapat kendala dan kekurangan yang harus diselesaikan. Sehingga peneliti memberikan saran yang bersifat membangun dan dapat dijadikan bahan petimbangan bagi Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga Kota Surabaya dalam meningkatkan kinerja pada Program Padat Karya produksi paving. DSDABM perlu mengadakan sosialisasi untuk MBR/Keluarga Miskin yang belum tergabung pada Program Padat Karya mengenai konsep Program Padat Karya serta memberikan manfaat dan dampak positif atas adanya Program Padat Karya kepada Saran ini diberikan karena pada fakta di lapangan. DSDABM masih belum kembali melakukan sosialisai untuk para MBR/Keluarga Miskin Kota Surabaya yang belum tergabung pada Program Padat Karya, khususnya pada jenis program produksi paving. DSDABM perlu memberikan target minimum produksi kepada pelaku usaha agar pelaku usaha termotivasi dalam memproduksi paving, sehingga penghasilan pelaku usaha dalam Program Padat DAFTAR PUSTAKA