Jurnal Ilmu Farmasi dan Farmasi Klinik (JIFFK) Vol. No. Desember 2024. Hal. ISSN: 1693-7899 e-ISSN: 2716-3814 EVALUASI KOMPATIBILITAS PENGGUNAAN CAMPURAN SEDIAAN INTRAVENA DI RUANG ICU (INTENSIVE CARE UNIT) DI RUMAH SAKIT ISLAM SULTAN AGUNG DENGAN METODE CROSS SECTIONAL Erna Prasetya Ningrum1,2. Fita Rahmawati3*). Marlyn Dian Laksitorini4. Endang Lukitaningsih5 Doctoral Program in Pharmacy. Faculty of Pharmacy. Gadjah Mada University. Yogyakarta. Indonesia, 55281 Department of Pharmacology & Clinical Pharmacy. Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Yayasan Pharmasi Semarang. Semarang. Indonesia, 50192 Department of Pharmacology & Clinical Pharmacy. Faculty of Pharmacy. Gadjah Mada University. Yogyakarta. Indonesia, 55281 Department of Pharmaceutics. Faculty of Pharmacy. Gadjah Mada University. Yogyakarta. Indonesia, 55281 Department of Pharmaceutical Analytical Chemistry. Gadjah Mada University. Yogyakarta. Indonesia, 55281 *Email: rahmawati_f@ugm. Received:13-05-2024 Accepted: 22-07-2024 Published:31-12-2024 INTISARI Penggunaan sediaan intravena sering digunakan secara bersamaan dalam y-site atau melewati line cateter yang sama. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya perubahan kompatibilitas sediaan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kompatibilitas campuran sediaan intravena (IV) dalam data base. Penelitian ini menggunakan metode observasional cross sectional. Data diambil secara prospektif, yaitu pada waktu berjalannya penelitian berlangsung sehingga peneliti mengamati pemberian obat secara langsung. Didapat 100 campuran sediaan intravena dari 37 pasien selama periode Juni sampai September 2023. Data dievaluasi menggunakan database Lexicomp Online dan Handbook on Injectable Drugs American Society of Health-System Pharmacists tahun 2017. Hasil uji kompatibilitas dari 100 campuran sediaan IV didapat, 68 % kompatibel (K), 19% inkompatibel (I) dan 13% not information (NI). Pemberian obat yang dilakukan secara bersamaan perlu diperhatikan mengingat adanya potensi terjadinya inkompatibilitas. Kata kunci: kompatibilitas. Y-site, sediaan intravena, inkompatibilitas. Not Information ABSTRACT The simultaneous use of intravenous (IV) preparations through Y-site administration or the same catheter line can lead to changes in product compatibility. This study aims to evaluate the compatibility of IV preparation mixtures using a comprehensive database. A cross-sectional observational method was employed, with data collected prospectively as researchers directly observed drug administration during the study. A total of 100 IV dosage mixtures were obtained from 37 patients between June and September 2023. The data were analyzed using the online Lexicomp database and the Handbook on Injectable Drugs in 2017 by American Society of Health-System Pharmacists (ASHP). The compatibility assessment revealed that 68% of the IV mixtures were compatible (C), 19% were incompatible (I), and 13% had no available information (NI). Journal homepage:http:/w. id/Farmasi ISSN: 1693-7899 These findings underscore the importance of careful consideration of potential incompatibilities during concomitant drug administration. Keywords: compatibility. Y-site, intravenous preparations, incompatibility. Not Information *Corresponding author: Nama : Fita Rahmawati Institusi : Gadjah Mada University. Yogyakarta Alamat institusi : Bulaksumur. Caturtunggal. Kec. Depok. Kabupaten Sleman. Daerah Istimewa Yogyakarta E-mail : rahmawati_f@ugm. PENDAHULUAN Penggunaan sediaan obat intravena (IV) banyak digunakan di rumah sakit, khususnya pada ruang ICU . ntensive care uni. Sediaan IV sering digunakan secara bersamaan atau dicampur dengan sediaan IV lainnya (Matdoan dkk. , 2. (Benlabed dkk. , 2. Sebanyak 50 pasien di ICU menggunakan campuran sediaan IV 189 (Maison, 2. Banyaknya penyakit penyerta dapat mempengaruhi penggunaan sediaan IV secara bersamaan (Ramesan & Dharman, 2. Cara meminimalkan efek samping atau ketoksikan dari sediaan IV dapat dilakukan dengan melihat informasi ketercampuran/kompatibilitas sediaan IV di database. Penelitian yang telah dilakukan Dwijayanti, 2016 campuran sediaan IV yang sering digunakan yaitu obat meropenem dengan normal salin sebanyak 18,34% . Penggunaan campuran sediaan IV perlu perhatiaan khusus karena dapat terjadi inkompatibilitas . a Silva C dkk. Fernandez-Pena dkk. , 2021. Pangestika, 2. Kejadiaan terkait inkompatibilitas sediaan IV dipengaruhi salah satunya dari pH sediaan ( Lutfiah dkk. , 2023. Matdoan dkk. , 2. Pencampuran sediaan IV yang memiliki pH yang sangat jauh berbeda dapat menyebabkan terjadinya pengendapan (Maharani dkk. , 2. Pencampuran sediaan fenitoin dengan infus KA-EN 1B diketahui memiliki inkompatibilitas, yaitu terjadi peningkatan kekeruhan 10-20% dan ukuran partikel 2-8 kali pada jam ke-2 hingga 6 (Aqilah dkk. , 2023. Vallye dkk. , 2. Uji kompatibilitas campuran sediaan IV di rumah sakit AoXAy Kota Semarang diketahui sebanyak 43,11% kompatibel, inkompatibel sebanyak 7,3%, not information sebanyak 47,81% (Caecilia dkk. , 2. Pelaporan data inkompatibilitas sediaan IV masih ada, sehingga hal ini perlu perhatian khusus agar tidak terjadi ketoksikan pada Penelitian terdahulu terkait evaluasi campuran sediaan IV hanya menggunakan satu database saja dalam analisis (Syahbarni dkk. , 2. Seiring bertambahnya informasi ketercampuran sediaan intravena dari penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasi, maka peneliti bermaksud menggunakan referensi lebih dari satu untuk melihat kompatibilitas penggunaan sediaan intravena,. sehingga penelitian ini bertujuan untuk menilai kompatibilitas campuran sediaan IV berdasarkan database Lexicomp dan American Society of Health-System Pharmacists (ASHP) Handbook on Injectable Drugs. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan metode observasional cross sectional. Data diperoleh melalui observasi pemberian campuran sediaan IV dan rekam medis pasien ICU di Rumah Sakit Islam Sultan Agung. Semarang. Indonesia. Data dievaluasi berdasarkan Lexicomp dan ASHP Handbook on Injectable Drugs 2017. Rancangan Penelitian Objek penelitian ini berupa campuran sediaan intravena yang diberikan melalui Y-site. Kriteria inklusi pada penelitian yaitu sediaan intravena yang diberikan secara bersamaan dalam satu waktu dan bertemu dalam line cateter yang sama. Kriteria ekslusi pada penelitian ini yaitu penggunaan tunggal sediaan intravena yang diberikan pada pasien ICU. Data yang diambil pada periode Juni Analisis Compatibilitas Penggunaan CampuranA (Ningrum dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 sampai September 2023. Pengambilan data penelitian telah mendapatkan persetujuan Ethical Clearance dari Komite Etik Penelitian Kesehatan Rumah Sakit Islam Sultan Agung Semarang No. 119/KEPK-RSISA/VI/2023. Populasi dan Sampel penelitian Populasi penelitian Populasi dalam penelitian ini adalah sediaan intravena yang diberikan pada pasien ICU dalam periode penelitian Juni-September 2023. Sampel penelitian ini yaitu pemberian sediaan intravena lebih dari satu yang diberikan kepada pasien ICU melalui y-site. Sampel penelitian Sampel penelitian dihitung dengan menggunakan rumus Lemeshow,1997. Berdasarkan perhitungan didapat sebanyak 96,04 sampel penelitian dalam penelitian ini menggunakan 100 sampel. Analisis Hasil Data analisis kompatibilitas sediaan intravena yang digunakan secara bersamaan menggunakan database Lexi-comp dan buku ASHP Handbook on Injectable Drugs. Seluruh data dilihat kesesuaian campuran sediaan IV. Informasi hasil analisis diantaranya didapatkan data kompatibilitas, inkompatibilitas, dan not information. Seluruh data sediaan yang digunakan dipaparkan dalam bentuk persentase. Perhitungan persentase kompatibilitas didapat dari data seluruh obat yang dinyatakan kompatibel dibagi dengan keseluruhan obat yang diuji . ampel penelitia. dikalikan 100 Cara yang sama untuk menghitung data obat inkompatibel dan not information. Jika dituliskan dalam rumus : % Obat kompatibel = Jumlah obat yang dinyatakan kompatibel X 100% Jumlah seluruh obat yang digunakan dalam penelitian HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Pengujian Kompatibilitas Campuran Sediaan Intravena (IV) Pengambilan data dilakukan dengan memperhatikan sediaan intravena yang diberikan ke pasien di ruang ICU yang melewati y-site. Analisis kompatibilitas campuran IV dari 100 sampel menggunakan database Lexi-comp dan ASHP Handbook on Injectable Drugs. Analisis ketercampuran menggunakan database Lexi-comp dengan memasukkan obat yang didapat ke tools dan dari alat tersebut akan memberikan hasil ketercampuran/kompatibilitas dari penggunaan sediaan IV yang bertemu di y-site. Analisis ketercampuran menggunakan database ASHP dengan melihat obat yang digunakan pada informasi data kompatibilitas per obat. Hasil analisis kompatibilitas dapat dilihat pada tabel I dan tabel II. Hasil analisis mengidentifikasi campuran sediaan yang memiliki keterangan tidak sama dalam kedua database, yaitu penggunaan insulin dan dobutamin pada Lexi-comp disebutkan inkompatibel sedangkan menurut ASHP Handbook on Injectable Drugs kompatibel. Hasil identifikasi lainnya yaitu campuran sediaan iv morfin-heparin yang berdasarkan ASHP Handbook on Injectable Drugs termasuk kompatibel (Gerald K. McEvoy, 2. , tetapi menurut Lexi-comp inkompatibel. JIFFK Vol. No. Desember 2024. Hal. ISSN: 1693-7899 CAA CAyoA CAA N/a CAA CAA N/a yoAA CAA CAA UACA CAA yoAA yoACA UAIA yoAA N/a CAA N/a IAA CAA yoAA yoACA IACA CAA N/a CAA UACA IAA N/a CAA CAA N/a UAIA IACA UACA UAIA N/a yoAA yoACA yoACA IACA yoAA N/a yoAA UAIA IACA CAA UACA yoAA yoACA N/a CAA CAA CAA CAA N/a CAA CAA CAA yoAA N/a yoAA yoAA N/a N/a N/a CAA Keterangan tabel I: (I) incompatible, (C) Compatible, (U) Uncertain, . No date available, (N/A) not applicable, database . Lexi-comp, . ASHP Handbook on Injectable Drug Analisis Compatibilitas Penggunaan CampuranA (Ningrum dkk. , 2. Dopamin Midazolam Lansoprazol Acetylcystein Vasopresin Diltiazem Insulin Morfin CAyoA Isosorbit Dinitrat CAA Heparin CAA Furosemida CAA Meropenem CAA Dobutamin N/a CAA CAA CAA Albumin Fentanil Nicardipin Potasium Klorida Norephinefrin Albumin Dobutamin Meropenem Furosemida Heparin Isosorbit Dinitrat Morfin Insulin Diltiazem Vasopresin Acetylcystein Lansoprazol Midazolam Dopamin Norephinefrin Potasium Klorida Nama Obat Fentanil Nicardipin Tabel I. Hasil uji kompatibilitas sediaan IV dengan database ISSN: 1693-7899 Tabel II. Persentase pengujian kompatibilitas sediaan Intravena Keterangan Kompatibilitas sediaan IV Incompatible Compatible No Available Frekuensi (%) Hasil analisis juga didapatkan data penggunaan sediaan IV yang not Information diantaranya penggunaan campuran sediaan norephinefrin dengan albumin, isosorbid dinitrat dengan albumin, dobutamin dengan isosorbid dinitrat, dobutamin dengan acetylcystein, isosorbid dinitat dengan norephinefrin, isosorbid dinitrat dengan morfin, isosorbid dinitrat dengan insulin, dan insulin dengan Hasil penelitian ini memiliki kesamaan dengan hasil penelitian di rumah sakit swasta di Surabaya terkait informasi pencampuran sediaan IV diantaranya data NI 19,68%, inkompatibel 0 %, kompatibel 72, 31%, not applicable 7,48%, not clear 0,53% (Dwijayanti dkk. , 2. Evaluasi Kompatibilitas Sediaan Intravena Hasil uji 100 sampel penggunaan sediaan intravena, diketahui terdapat 27 penggunaan sediaan yang bertemu dalam y-site. Evaluasi dengan menggunakan dua database yaitu Lexi-comp dan ASHP. Hasil evaluasi kompatibilitas sediaan dapat terlihat pada gambar 1-3. Gambar 1. Hasil analisis campuran sediaan IV yang kompatibel JIFFK Vol. No. Desember 2024. Hal. ISSN: 1693-7899 Gambar 2. Hasil analisis campuran sediaan IV yang inkompatibel Gambar 3. Hasil analisis sediaan IV yang not information Penggunaan campuran sediaan IV dari 27 campuran didapat 16 campuran kompatibel, 6 campuran inkompatibel, dan 5 campuran yang not information. Banyaknya campuran sediaan IV dipengaruhi oleh tingkat keparahan, kondisi penyakit, adanya penyakit komplikasi yang pada Analisis Compatibilitas Penggunaan CampuranA (Ningrum dkk. , 2. ISSN: 1693-7899 penelitian ini tidak teramati. Kondisi yang parah atau banyaknya penyakit komplikasi yang diderita pasien akan membutuhkan penggunaan obat dari beberapa golongan untuk menstabilkan kondisi Campuran IV kompatibel terbanyak dalam penelitian ini yaitu norephinefrin dengan dobutamin sebesar 16,2 %, diikuti fentanyl dengan norephinefrin dan fentanyl dengan midazolam sebanyak 11,8%. Penggunaan sediaan norephinefrin IV pada terapi dilarutkan dahulu dalam dekstrosa 5% dan dobutamin dalam infus normal salin 0. 9% (Gray dkk. , 2011. Lacy, 2. Hasil uji inkompatibilitas terbanyak pada penelitian ini yaitu campuran norepinefrin dobutamin furosemide yaitu sebanyak 42, 11%. Hasil data kelarutan sebelumnya antara norephinefrin dengan dobutamin kompatibel, akan tetapi adanya penambahan furosemide dalam penggunaan secara bersamaan mempengaruhi kelarutan sediaan tersebut. Sediaan norephinefrin dan dobutamin memiliki pH asam, dengan pH norephinefrin 3,5-4,5 dan dobutamin 2,5-5,5 sedangkan pH furosemide 8-9,3. Perbedaan pH yang cukup signifikan dapat menyebabkan terjadinya pengendapan sediaan (Hanifah dkk. , 2020. Lacy, 2. Isosorbid dinitrat heparin norephrinefrin morphin dobutamin memiliki hasil inkompatibilitas jika bertemu dalam y-site pada Inkompatibilitas terjadi tidak disebabkan adanya perbedaan pH karena semua sediaan tersebut bersifat asam dengan pH <7. Hasil analisis dari kedua database menyebutkan isosorbid dinitrat heparin yang inkompatibel (Lacy, 2. Inkompatibilitas dapat dicegah dengan membedakan jalur pemberian sediaan yang bersifat asam dan basa (Hanifah, 2. Hal ini perlu perhatian khusus bagi tenaga medis untuk mencegah terjadinya toksisitas pada saat pemberian sediaan obat IV (Lao dkk. , 2. (Valentin dkk. , 2. Hasil penelitian sebelumnya mengungkapkan bahwa insulin merupakan sediaan yang paling banyak digunakan di ICU dan merupakan sediaan yang sering inkompatibel melalui pemberian satu jalur intravena dengan besaran kejadian 6. 82% (Machotka dkk. , 2. Penelitian lainnya mengungkapkan perbedaan konsentrasi dosis insulin pada pemberian yang bersamaan dengan sediaan lain dapat mengakibatkan inkompatibilitas sediaan (Butler dkk. , 2. Inkompatibilitas sediaan dapat mempengaruhi gugus fungsi obat, apabila terjadi interaksi dengan komponen lain yang dapat menyebabkan dekomposisi obat sehingga efek terapi berubah (Qomara dkk. , 2. Keterbatasan penelitian ini hanya mengamati penggunaan obat IV dengan sediaan IV lainnya, tidak dengan pelarutnya, sehingga belum dapat mengungkap inkompatibilitas yang diakibatkan oleh penggunaan pelarut. Kompatibilitas sediaan IV dengan pelarut merupakan hal yang penting untuk dicermati, seperti inkompatibel pada campuran isosorbid dinitrat dengan normal salin dengan angka kejadian sebesar 1,51% . (Dwijayanti dkk. , 2. KESIMPULAN Potensi terjadinya inkompatibilitas sangat besar pada penggunaan lebih dari satu sediaan IV jika melewati y-site yang sama. Data penelitian berhasil mengungkap hasil inkompatibilitas campuran sediaan sebanyak 19%, hal ini tidak kecil sehingga perlu perhatian lebih bagi tenaga kesehatan yang memberikan sediaan IV pada pasien terutama di ruang ICU. UCAPAN TERIMA KASIH Peneliti mengucapkan terima kasih kepada Lembaga Pengelolaan Dana Pendidikan (LPDP) dan (BPPT) yang telah mendanai penelitian ini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada rumah sakit swasta di Semarang. Jawa Tengah. Indonesia yang telah memperkenankan peneliti dalam mengambil data. DAFTAR PUSTAKA