Resensi Buku Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Volume 1 Nomor 1 (Oktober 2. Submitted: 22 September 2025 Accepted: 22 November 2025 Published: 30 Desember 2025 Pendidikan yang Kristiani Mempraktikkan Iman di Ruang Kelas Judul buku terjemahan : Pendidikan yang Kristiani: Mempraktikkan Iman di Ruang Kelas Judul buku orisinal : On Christian Teaching: Practicing Faith in the Classroom Penulis : David I. Smith Bahasa terjemahan : Indonesia Bahasa orisinal : Inggris ISBN terjemahan : 978-602-6609-37-3 ISBN orisinal : 978-0-8028-7360-6 Terbit terjemahan : 2018 Terbit orisinal : 2018 Tebal terjemahan : vii 254 halaman Tebal orisinal : 172 halaman Penerbit terjemahan : Kalam Hidup Penerbit orisinal : William B. Eerdmans Publishing Company PAULUS EKO KRISTIANTO Universitas Kristen Duta Wacana. Yogyakarta paulusekokristianto12@gmail. DOI: 10. 21460/aradha. Resensi Buku Volume 5 Nomor 3 (September-Desember 2. Buku bidang Pendidikan Kristiani yang terkategori terjemahan dari Bahasa Inggris ke Bahasa Indonesia telah beredar di Indonesia, sekurangnya yaitu Dasar Pendidikan Kristen (Berkhof and Til 2. Dinamika Pendidikan Kristen (Cully 2. Pendidikan Kristiani Kontekstual (Antone 2. Memetakan Pendidikan Kristiani: Pendekatan-Pendekatan Melalui Pembelajaran Jemaat (Seymour 2. Kini, daftar buku tersebut tidak hanya demikian. Ada kehadiran berikutnya yakni Pendidikan yang Kristiani: Mempraktikkan Iman di Ruang Kelas. Buku Pendidikan yang Kristiani membahas pengajaran dan apa yang terjadi selama guru sedang membantu semua pelajar belajar dalam kerangka PK. Buku ini terarah pada peran iman dalam membentuk pendekatan pedagogis yang digunakan (Smith 2018b:iv, 2018a:. Harapannya, iman dapat memengaruhi, menginspirasi, menjadi suluh, atau memberi prinsip-prinsip dasar bagi pedagogi (Smith 2018b:iv, 2018a:. Buku ini terdiri atas sebelas bahasan. Pertama, kesenjangan pedagogis . he pedagogy ga. (Smith 2018b:1Ae21, 2018a:7Ae. Bahasan ini menunjukkan adanya peringatan bahwa model PK yang hanya berfokus pada kebenaran dari apa yang diajarkan, yang gagal menyampaikan makna yang terkandung di dalamnya melalui bagaimana muatan itu diajarkan dan dipelajari, merupakan model pendidikan yang tidak utuh (Smith 2018b:6Ae7, 2018a:10Ae Mengikuti Brueggemann. Smith mengingatkan bahwa pendidikan merupakan rumah tempat para guru dan pelajar tinggal untuk sementara waktu, tempat para pelajar disambut sebagai tamu, tempat mereka dapat berkembang. Maka layaknya rumah tangga, pendidikan melibatkan berbagai sumber daya dan pola interaksi, baik yang direncanakan maupun yang tidak, yang memengaruhi perkembangan orang-orang di dalamnya dan cara mereka berimajinasi tentang dunia (Smith 2018b:19, 2018a:. Berkenaan bahasan di bagian ini, peresensi sepakat dengannya sebagaimana selaras dengan gagasan hospitalitas (Pohl 1999, 2. dan homemaking dalam PK (Caldwell 2. Pemahaman demikian mendorong proses pembelajaran yang melahirkan makna yang kaya. Kedua, sembilan menit penuh . he whole nine minute. (Smith 2018b:23Ae45, 2018a:20Ae. Smith mengingatkan bahwa partisipatif aktif mengandung tindakan memperkenalkan diri merupakan tindakan yang relevan dengan pelajaran, bahwa kita harus menjadi penatalayanan waktu dan energi yang ada pada kita untuk memaksimalkan pembelajaran, juga bahwa mendengarkan orang lain, membangun relasi dengan sesama, dan saling menghargai merupakan unsur-unsur yang penting dalam karya bersama (Smith 2018b:42, 2018a:. Berkenaan bahasan di bagian ini, peresensi sepakat dengannya sebagaimana selaras dengan partisipasi dalam PK sebagai suara yang selalu perlu dipraktikkan (Brelsford 2001. Campen 2. Ketiga, pola-pola yang penting . atterns that matte. Smith mengingatkan pilihanpilihan pedagogis menjadi bagian dari pembentukan karakter pelajar. Pilihan-pilihan itu Paulus Eko Kristianto Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies mengenalkan mereka pada bagaimana berelasi satu sama lain, mengarahkan mereka pada topik utama yang dibahas, pengajar, mereka sendiri, dan dunia yang lebih luas, yang di dalamnya tertanam pengajaran (Smith 2018b:68, 2018a:. Pengenalan itu dipelihara dan diperkuat melalui pola praktik sehari-hari. Pada bahasan ini, peresensi menimbang pola ini dapat diintegrasikan dengan pendekatan-pendekatan di PK (Seymour 2. Pendekatan PK dapat memperkuat pola-pola pembelajaran. Keempat, gerakan jiwa . he motivated of the sou. Smith mengingatkan pendidikan merupakan seperangkat praktik, kebijakan, dan ideologi yang dibentuk untuk perubahan (Smith 2018b:75, 2018a:. Perubahan bukan didasar pada siapa mereka tetapi ibadah yang tertuang pada praktik pedagogis (Smith 2018b:79, 2018a:. Ini terlihat dari gagasan Smith bahwa ibadah adalah lawan dari kasih terhadap diri sendiri, suatu tindakan keluar, kepada orang lain. Dalam hal ini, kita menghormati mereka menurut nilai kemanusiaan yang setara dengan diri sendiri (Smith 2018b:88, 2018a:. Peresensi menimbang bahasan ini menjadi pengingat mendorong PK senantiasa terarah pada transformasi sosial (Schipani Dengan kata lain, orientasi PK tidak hanya ke dalam diri, melainkan ke luar diri . ereja dan masyaraka. Kelima, desain berbasis motivasi . otivated desig. Smith mengingatkan pertanyaan reflektif bahwa bagaimana iman Kristen bisa membantu membingkai ulang praktik pedagogi, bukan bagaimana cara memunculkan hasil pedagogi yang unik (Smith 2018b:93, 2018a:. Smith mengingatkan mendesain proses belajar mengajar yang berkaitan keramahtamahan pada orang asing bisa dilakukan dengan membuka ruang keramahtamahan dalam diri kita terhadap bahasa dan budaya orang lain (Smith 2018b:94, 2018a:. Berkenaan dengan manusia. Smith mengingatkan jika ingin mengadakan diskusi tentang keramahtamahan yang substantif, perjumpaan dengan karakter-karakter manusia yang dipelajari dalam kurikulum harus meninggalkan kesan mendalam (Smith 2018b:95, 2018a:. Berkaitan cerita. Smith mengingatkan jika ingin belajar sesuatu dari orang lain, model-model bahasa yang dijumpai harus melampaui aspek transaksional. Artinya, kita harus mempertimbangkan berbagai macam teks dan pembicaraan yang akan digunakan dalam kelas. Narasi yang mempunyai potensi kaya guna menyingkapkan diri dan inspirasi harus dipertimbangkan. Belajar mendengarkan cerita tentang orang lain sama pentingnya dengan belajar menyuarakan permintaan (Smith 2018b:95, 2018a:. Berkenaan signifikasi moral. Smith mengingatkan apabila ingin merealisasikan penekanan pada belajar dari orang lain dan memandang mereka sebagai manusia sepenuhnya, guru perlu mengajarkan gerakan-gerakan yang memunculkan afeksi dan tantangan moral serta spiritual (Smith 2018b:96, 2018a:. Peresensi menimbang bahasan ini jelas senada dengan hospitalitas sebagaimana sudah disebutkan di bahasan pertama. Resensi Buku Volume 5 Nomor 3 (September-Desember 2. Keenam, melihat, terlibat, dan bentuk ulang . ee, engage, reshap. Smith mengingatkan iman Kristen dapat menjadi dasar mendesain proses belajar mengajar (Smith 2018b:113, 2018a:. Bagaimana caranya? Smith menjelaskannya melalui upaya mengingat kembali yang dipahami sebagai upaya melibatkan imajinasi yang dimunculkan dari stimulasi secara sengaja (Smith 2018b:115Ae19, 2018a:73Ae. Kemudian, memilih keterlibatan dipahami sebagai upaya mendesain pelajar dapat terlibat dalam pembelajaran berdasarkan tugas-tugas dan pengalaman di luar kelas (Smith 2018b:119Ae22, 2018a:75Ae Kemudian, membentuk ulang praktiknya dipahami sebagai upaya menyinergiskan visi dan keterlibatan dalam pembelajaran (Smith 2018b:122Ae24, 2018a:76Ae. Ketiga proses tersebut dikonkritkan melalui teknik push-pass. Teknik ini berkenaan dengan perubahan yang dibuat meliputi visi yang disiratkan oleh retorika guru, cara-cara konkrit yang di dalamnya para pelajar terlibat satu sama lain, dan praktik-praktik spesifik yang digunakan (Smith 2018b:127, 2018a:. Peresensi menimbang bahasan ini bisa terintegrasi dengan buku Reshaping Religious Education: Conversation on Contemporary Practices yang ditulis oleh Maria Harris dan Gabriel Moran, khususnya di bagian ke empat . oward a wider worl. (Harris and Moran 1. Ketujuh, karya imajinasi . he work of imaginatio. Smith mengingatkan perlunya melibatkan karya imajinasi dalam pembelajaran. Ini dikarenakan imajinasi tidak muncul begitu saja, melainkan perlu dipupuk dan dipertahankan melalui latar belakang praktik sosial yang berkesinambungan (Smith 2018b:139, 2018a:. Imajinasi bisa berangkat dari pengalaman di sekitar, contohnya fotosintesis (Smith 2018b:141Ae43, 2018a:89Ae. , tsunami (Smith 2018b:144Ae46, 2018a:90Ae. , roti, kebun, dan rumah (Smith 2018b:153Ae 58, 2018a:96Ae. Peresensi menimbang imajinasi ini menjadi hal penting dalam PK guna pengembangan praksisnya. Bahasan ini akan makin terlengkapi dari buku Teaching & Religious Imagination: An Essay in the Theology of Teaching (Harris 1. dan Teaching and Christian Imagination (Smith and Felch 2. Kedelapan, kehidupan bersama . ife togethe. Smith mengingatkan kehidupan berkenaan keterlibatan. Keterlibatan berarti mengajak guru dan pelajar merefleksikan jenis partisipasi seperti apa yang diharapkan (Smith 2018b:161, 2018a:. Smith mendorong partisipasi dalam kehidupan bersama bisa direfleksikan sebagaimana yang telah dilakukan oleh Boenhoeffer (Smith 2018b:163Ae73, 2018a:101Ae. Hal menarik yang bisa dikembangkan dari Boenhoeffer yaitu persekutuan (Smith 2018b:175Ae77, 2018a:107Ae . , perayaan hari bersama (Smith 2018b:177Ae80, 2018a:109Ae. , lectio continua (Smith 2018b:180Ae85, 2018a:111Ae. Peresensi menimbang bahasan ini berpotensi diintegrasikan dengan pendekatan komunitas iman dalam PK (OAoGorman 2. Paulus Eko Kristianto Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies Kesembilan, mendesain ruang dan waktu . esigning space and tim. Smith mengingatkan unsur mengajar tidak hanya berbicara, tetapi juga bahasa tubuh, volume, nada suara, kontak mata, posisi, postur, pencahayaan, suara, penataan kursi, rapat renggangnya jarak antar orang, berbagai gambar, simbol, laju, ritme, keheningan, rangkaian, dan sebagainya (Smith 2018b:189, 2018a:. Semua hal ini terkait dengan lingkungan pembelajaran, khususnya ruang dan waktu. Ini bisa dikerjakan dengan memperhatikan hati dan tubuh (Smith 2018b:189Ae94, 2018a:116Ae. , ruang-ruang dalam mengajar (Smith 2018b:194Ae 98, 2018a:119Ae. , waktu (Smith 2018b:198Ae204, 2018a:121Ae. , pemaknaan sabat dan berkat (Smith 2018b:204Ae9, 2018a:124Ae. , dan padang belantara (Smith 2018b:209Ae11, 2018a:127Ae. Peresensi menimbang bahasan ini turut berpotensi diintegrasikan dengan pendekatan komunitas iman dalam PK, khususnya berkenaan dengan konteks. Kesepuluh, pedagogi dan komunitas . edagogy and communit. Smith mengingatkan bahwa praktik-praktik pedagogi akan menjadi unik secara Kristiani ketika dijalankan dalam pengakuan iman Kristen meskipun praktik-praktik itu dapat menjadi ekspresi suatu postur Kristiani sekalipun tidak dinyatakan secara langsung olehnya (Smith 2018b:217, 2018a:. Smith memperjelasnya bahwa praktik ini membutuhkan dukungan (Smith 2018b:217Ae21, 2018a:132Ae. , mempraktikkan iman (Smith 2018b:222Ae26, 2018a:135Ae. , mencari komunitas (Smith 2018b:226Ae28, 2018a:138Ae. Peresensi menimbang bahasan ini turut berpotensi diintegrasikan dengan pendekatan komunitas iman dalam PK, khususnya berkenaan dengan proses pendidikan. Kesebelas, kondisi kecendekiaan Kristen . he state of Christian scholarshi. Smith menilai para cendekiawan Kristen terlalu mengabaikan pedagogi, tidak menjadikannya sebagai salah satu variabel dalam laporan mereka tentang pendidikan tinggi Kristen (Smith 2018b:230, 2018a:. Oleh karenanya. Smith mencoba menimbang kembali pentingnya lanskap kecendekiaan Kristen (Smith 2018b:230Ae34, 2018a:140Ae. , memetakan kesenjangan tersebut (Smith 2018b:234Ae40, 2018a:143Ae. , dan dampaknya terhadap dosen (Smith 2018b:240Ae41, 2018a:146Ae. Tidak hanya itu. Smith juga mempertanyakan alasan pengajaran banyak diabaikan yaitu berkenaan penghargaan (Smith 2018b:242Ae43, 2018a:. , pelatihan (Smith 2018b:243Ae44, 2018a:148Ae. , kebiasaan berpikir (Smith 2018b:244Ae45, 2018a:. , kesendirian (Smith 2018b:245, 2018a:149Ae. , komunikasi (Smith 2018b:245Ae46, 2018a:. , konteks (Smith 2018b:246Ae49, 2018a:150Ae. Peresensi menimbang bahasan ini turut berpotensi diintegrasikan dengan pendekatan komunitas iman dalam PK, khususnya berkenaan dengan guru atau fasilitator. Bagaimana pendapat para ahli lain terhadap buku ini? Dale E. Soden menunjukkan kekuatan buku ini yaitu ketajaman Smith menguraikan refleksi mendalam berkenaan: . Resensi Buku Volume 5 Nomor 3 (September-Desember 2. Apa artinya memperlakukan pelajar dari perspektif Kristen. Apa artinya memandang materi pelajaran dari sudut pandang yang didasarkan oleh nilai-nilai Kristen. Bagaimana jadinya jika seorang guru lebih tekun dalam menciptakan apa yang dapat digambarkan sebagai komunitas yang didasari oleh nilai-nilai Kristen. Empatinya terhadap pengalaman belajar pelajar terlihat berulang kali (Soden 2019:. Kemudian bagi Soden. Smith memberikan cukup banyak contoh guna menghidupkan gagasannya yang terkadang abstrak tentang ajaran Kristen. Smith menawarkan ilustrasi dari disiplin ilmu lain untuk membantu pembaca membayangkan bagaimana wawasannya dapat diterapkan pada berbagai mata pelajaran akademis (Soden 2019:. Bagi Soden, setiap bab yang ditawarkan Smith memiliki pertanyaan untuk refleksi dan dorongan bagi pembaca untuk mencatat refleksi mereka tentang gagasan yang diungkapkan dalam bab tersebut. Para guru akan menganggap saran-sarannya bermanfaat dan terkadang menantang. Lembaga yang berkomitmen pada pengembangan pendidikan akan menganggap hal ini sebagai dorongan yang bermanfaat untuk membahas praktik-praktik Kristen yang lebih intensional (Soden 2019:. Jason A. Miller menunjukkan sebagai seorang profesor pelayanan Kristen. Smith sungguh menyegarkan sekaligus mendalam untuk mempertimbangkan pedagogi Kristen di luar ranah teologi klasik. Karena percakapan semacam itu sering kali terbatas pada ranah-ranah yang murni berkonten Kristen, pertimbangan sesuatu yang tampaknya secara teologis tidak berbahaya seperti mengajarkan bahasa sebagai tindakan yang inheren Kristen menumbuhkan imajinasi untuk pedagogi Kristen dalam semua ranah (Miller 2021:. Bagi Miller, teks ini tidak secara khusus membahas perbedaan gender, ras, dan kelas, tetapi berupaya menyusun dirinya agar sesuai dengan konteks terlepas dari demografi pendidik dan pelajar. Meskipun sengaja praktis, pertanyaan yang diajukan dan prinsip-prinsip yang diidentifikasi diteliti dengan baik dan didukung semaksimal mungkin (Miller 2021:. Karen A. Wrobbel memberikan catatan kritis bahwa ia memikirkan dengan saksama target pembaca buku ini. Buku ini memang bernuansa pendidikan tinggi, hal yang tidak mengherankan, mengingat Smith sendiri mengajar di tingkat universitas dan mengambil banyak contoh dari pengajarannya sendiri. Namun, ia dapat membayangkan diskusi buku ini yang bermanfaat dengan para guru sekolah Kristen jenjang dasar dan menengah, yang pasti akan mampu menerapkan gagasan-gagasannya dalam konteks mereka (Wrobbel 2019:. Lebih lanjut, meskipun fokusnya adalah pada ruang kelas, para pendidik gereja juga akan mendapat manfaat dari memikirkan bagaimana mereka mengajarkan Alkitab dan menciptakan lingkungan yang ramah untuk belajar (Wrobbel 2019:. Berpijak pada uraian buku yang ditulis Smith dan ditanggapi oleh para ahli (Dale E. Soden. Jason A. Miller. Karen A. Wrobbe. , peresensi sepakat dengan hal yang disampaikan Paulus Eko Kristianto Journal of Divinity. Peace and Conflict Studies para ahli lain berkenaan karya Smith. Smith memang memberikan terobosan dan inspirasi mengemas PK. Peresensi menilai gagasan Smith menjadi kekhasan PK yang membedakan dengan pendidikan umum. Kekhasan ini telah diuraikan mulai dari hal prinsip hingga praktik. Ini tentu menjadi modal merumuskan praksis PK. Peresensi menimbang Smith memang menggunakan konteks perguruan tinggi sebagai lokus mengonstruksi PK. Oleh karenanya bila gagasannya hendak dikontekstualisasi ke sekolah, peresensi dan pembaca hanya bisa mengambil prinsip dasar perbedaan antara PK dan pendidikan umum. Adapun, komponen-komponennya dan contoh-contohnya perlu disesuaikan kembali sesuai konteks. Ini selaras dengan penilaian Wrobbel terhadap karya Smith sebagaimana telah dituangkan di bagian sebelumnya. Peresensi menilai buku ini perlu dilengkapi dengan karya berikutnya Smith bersama Patrick R. Manning dalam buku Be Still and Know: Contemplative Practices for Christian Schools and Educators. Buku Be Still and Know menyatakan bahwa tujuan PK sangat unik yaitu membantu pelajar berkembang menjadi manusia yang terintegrasi dengan baik dan pelajar yang setia. Namun, sekolah-sekolah Kristen dihadapkan pada banyak tantangan yang sama yang melanda hampir semua sekolah saat ini, contohnya budaya distraksi dan kesehatan mental yang memburuk, terkikisnya ikatan komunitas dan sosial, belum lagi meluasnya disfiliasi dari lembaga-lembaga keagamaan tradisional. Berdasarkan penelitian terkini di bidang psikologi, ilmu saraf, pendidikan, dan spiritualitas, buku Be Still and Know menyajikan tradisi Kristen kontemplatif sebagai sumber daya yang belum dimanfaatkan untuk mengatasi tantangan-tantangan ini dan membantu sekolah-sekolah Kristen untuk lebih baik dalam memenuhi misi mereka (Manning and Smith 2. Bagi peresensi, buku Be Still and Know telah mengisi kerumpangan buku Pendidikan yang Kristiani yang belum banyak membahas misi sekolah melalui PK. Pada akhirnya, peresensi menilai buku ini sangat direkomendasikan bagi dosen, mahasiswa, dan praktisi PK. Sekurangnya, pembaca memperoleh pemahaman komprehensif dari gagasan yang ditawarkan Smith. Kini, peresensi dapat mengatakan. AuSelamat membaca!Ay Daftar Pustaka