Volume 10. Nomor 01. Juni 2019 Hal. HEALTH EDUCATION DIET GLUTEN FREE CASEIN FREE TERHADAP KEPATUHAN IBU DAN PERILAKU HIPERAKTIF ANAK AUTIS (Health Education GFCF Diets on Mother Compliance and Hyperactive Behavior of Autis Childre. Retno Twistiandayani*. Elly Ferawati** Program Studi Ilmu Keperawatan dan Ners Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Gresik. Jl Arif Rahman Hakim No 2B Gresik, email korespondensi: retnotwist@gmail. ** Rumah Sakit Grha Husada Gresik. Jl Padi No 3 Komplek Perumahan PT Petrokimia, email : afegoes@gmail. ABSTRAK Anak autis yang disertai dengan hiperaktif tidak hanya aktif dalam gerakan tetapi juga emosi yang naik turun, marah, mengamuk bahkan gangguan tidur. Diet GFCF merupakan salah satu jenis terapi untuk anak autis karena dapat mengurangi hiperaktivitas pada anak autis atau bahkan hilang. Masih banyak oang tua yang tidak mengetahui tentang diet GFCF dan ada juga yang mengetahui tetapi tidak konsisten bahakan tidak diterapkan. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pengaruh health education tentang diet GFCF terhadap kepatuhan ibu dan perilaku hiperaktif anak autis. Metode penelitian yang digunakan adalah pra experimental One Group Pra-Post Test Design, dengan tehnik purposive sampling sebanyak 20 ibu anak autis dengan Variabel independen pada penelitian ini adalah health education tentang diet GFCF sedangkan variabel dependen adalah kepatuhan ibu tentang diet GFCF dan perilaku hiperaktif anak autis. Data dikumpulkan menggunakan observasi dengan lembar Analisa data menggunakan Wilcoxon Sign Rank Test dengan nilai signifikasi <0,05. Hasil uji statistik dengan Wilcoxon Sign Rank Test pada kepatuhan ibu didapatkan p=0,000 yang artinya ada pengaruh healh education tentang diet GFCF terhadap kepatuhan ibu. Sedangkan pada perilaku hiperaktif didapatkan p=0,000 yang artinya ada pengaruh perubahan kepatuhan ibu pada perilaku hiperaktif anak autis. Health education yang diberikan kepada ibu dapat meningkatkan kepatuhan ibu tentang diet GFCF pada anak autis. Sedangkan setelah terjadi perubahan kepatuhan pada ibu tentang diet GFCF sangat berpengaruh positif dengan berkurangnya perilaku hiperaktif pada anak autis. Kata kunci: Diet GFCF. Kepatuhan Ibu. Perilaku Hiperaktif. Anak Autis ABSTRACT Autis children accompanied by hyperactivity are not only active in movement but also emotions that go up and down, angry, rampage and even sleep GFCF diet is one type of therapy for autistic children because it can reduce hyperactivity in children with autism or even disappear. There are still many parents who do not know about the GFCF diet and there are also those who know but are not consistent that it is not implemented. The purpose of this study was to explain the effect of health education on the GFCF diet on maternal adherence and the hyperactive behavior of autistic children. The research method used was a pre-experimental One Group Pre-Post Test Design, with a purposive sampling technique of 20 mothers of autistic children with hyperactivity. The independent variable in this studied was health education about the GFCF diet while the dependent variable was maternal attention about the GFCF diet and the hyperactive behavior of autistic children. Data was collected using observation with questionnaire sheets. Data analyzed using Wilcoxon Sign Rank Test with a significance value of <0,05. The result of statistical tests with the Wilcoxon Sign Rank Test on maternal compliance obtained p = 0,000, which means that there was a significant effect of education on the GFCF diet on maternal compliance. Whereas in hyperactive behavior obtained p = 0,000, which means that there was an influence of changes in maternal adherence to the hyperactive behavior of autistic children. Health education provided to mothers can increase maternal compliance with the GFCF diet in autistic children. Whereas after a change in adherence to mothers about the GFCF diet is very positive effect with reduced hyperactive behavior in children with autism. Keywords: GFCF Diets. Mother Compliance. Hyperactive Behavior. Autis Children PENDAHULUAN Autis merupakan gangguan perkembangan pervasif pada anak yang ditandai adanya gangguan dalam bidang kognitif, bahasa, perilaku, komunikasi dan interaksi Gangguan perkembangan pada fungsi otak yang kompleks ini disertai dengan kurangnya intelektual dan perilaku dalam rentang dan keparahan yang luas (Wong, 2. Salah satu jenis terapi untuk anak autis adalah melalui makanan atau yang disebut terapi diet. Diet Gluten Free Casein Free (GFCF) mengandung protein dalam gluten meningkatkan hiperaktifitas yang bukan hanya gerakan tapi juga emosi seperti marah, mengamuk dan gangguan tidur (Kusumayanti, 2. Orang tua merupakan salah satu faktor yang sangat berpengaruh terhadap penerapan diet GFCF pada anak autis, karena pola makan pada anak autis tidak terlepas dari peran seorang ibu dalam menyediakan makanan yang baik serta bergizi dan sesuai dengan kebutuhannya. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak mengetahui tentang diet GFCF dan ada juga yang megetahui tetapi tidak diterapkan (Sofia, 2. Di klinik tumbuh kembang anak dan ABK Rumah Sakit Grha Husada ketika pertama kali akan dilakukan terapi selalu diberikan edukasi tentang diet yang harus diterapkan untuk anak autis seperti diet rendah gula, pewarna buatan. MSG. GFCF. Berdasarkan hasil wawancara dari 12 orang tua anak autis mengatakan tidak melakukan diet dengan konsisten dengan berbagai alasan seperti tidak mau repot, kesulitan menghadapi anaknya ketika mengamuk minta dituruti, dan juga pengaruh lingkungan yaitu ketika diberikan makanan oleh orang lain diluar rumah. Akibatnya mengandung gluten dan casein menjadi semakin banyak tingkah mudah marah, menggigit, mencakar, menjambak atau menyerang. Data yang didapatkan dari klinik tumbuh kembang anak dan ABK Rumah Sakit Grha Husada Gresik pada tahun 2016 terdapat 47 anak autis 18 diantaanya disertai ADHD. Terjadi jumlahnya pada tahun 2017 yaitu 58 anak autis dan 25 dianaranya disertai ADHD. Pada bulan mei Ae juli 2018 sebesar 67 anak autis dan 28 diantaranya disertai ADHD. Anak-anak dengan gangguan autis memiliki respon sensorik atipikal, kesulitan motorik serta pemenuhan kegiatan sehari-hari (Pratiwi, 2. Menurut Washnieski . , rintangan/hambatan dalam upaya menerapkan diet GFCF diantaranya adanya perlawanan dari anak, pembatasan diet yang membuat anak lingkungan, orang tua tidak tahu bagaimana menyiapkan makanan yang bebas casein dan gluten, tidak tahu dimana harus menemukan sumber yang dapat membantu untuk mengimplementasikan diet. Berdasarkan fenomena di atas penderita autis disarankan untuk diet GFCF, diet gula, diet yeas/ragi dan diet zat aditif sehingga dapat hiperaktifitas dan dapat membantu perbaikan kemampuan bersosialisasi, komunikasi serta kognitif (Amalia and Dieny, 2. Pentingnya informasi tentang diet GFCF sangat dibutuhkan dalam pengawasan dan penyediaan makanan yang baik dan bergizi sesuai dengan kebutuhan anak autis (Sofia, 2. Komitmen ibu juga sangat penting dalam menjalankan diet GFCF anak autis serta dukungan anggota keluarga yang lainnya (Rahmah, 2. Sehingga peneliti tertarik melakukan penelitian pengaruh health education GFCF kepatuhan ibu dan perilaku hiperaktif anak autis di klinik tumbuh kembang anak dan ABK Rumah Sakit Grha Husada. METODE DAN ANALISA Desain menggunakan rancangan penelitian pre-eksperimental: one-group prapost test design. Penelitian ini dilaksanakan di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS Grha Husada. Waktu penelitian dilakukan pada bulan September Ae Oktober Populasi dalam penelitian ini adalah 28 ibu dari anak autis dengan hiperaktif dan 28 anak autis dengan hiperaktif di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK di RS Grha Husada. Penelitian menggunakan purposive sampling, didapatkan responden sebanyak 20 ibu dengan anak autis dan 20 anak autis dengan hiperaktif. Variabel independen dalam penelitian ini adalah intervensi health education tentang diet GFCF. Variabel dependen dalam penelitian ini adalah kepatuhan ibu tentang diet GFCF dan perilaku hiperaktif anak Instrumen pengumpulan data pada penelitian ini adalah untuk HE menggunakan SAP diet GFCF, untuk GFCF Formulir Food Frequency (National Institusi Of Health, 2. Perilaku hiperaktif anak autis menggunakan lembar observasi deteksi GPPH berdasarkan Abbreviated Conners Ratting Scale (Parker, 1. Penelitian mendapatkan ijin penelitian dari RS Grha Husada tertanggal 08 Februari 2019 dengan suratNo. 154/02/NK. 02/RSGH/20 Setelah persetujuan, peneliti melakukan tabulasi data dan uji analisis dengan menggunakan uji statistik Wilcoxon Signed untuk mengetahui perbedaan pre test dan post test pada variabel dependen yaitu kepatuhan ibu tentang diet GFCF sebelum dan sesudah dilakukan health education dan perilaku hiperaktif anak autis sebelum dan sesudah dilakukan health education pada ibu. Apabila nilai p<0,05 maka H0 ditolak dan H1 diterima yang artinya ada pengaruh health education tentang diet GFCF terhadap kepatuhan ibu dan perilaku hiperaktif anak autis. diet GFCF sangat rendah . %) setelah diberikan penyuluhan didapatkan sebagian besar kepatuhan ibu tentang diet GFCF sangat tinggi . %) dan sebagian kecil kepatuhan ibu tentang diet GFCF . %). HASIL DAN PEMBAHASAN Tabel 2 Perilaku hiperaktif anak autis sebelum dan sesudah terjadi tentang diet GFCF. di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS GRAHU pada bulan September Ae Oktober 2018. Kepatuhan Ibu Sebelum dan Setelah Diberikan Education Tentang Diet GFCF Dari tabel 1 dapat dilihat berdasarkan kepatuhan ibu sebelum diberikan Health Education tentang diet GFCF didapatkan sebagian besar kepatuhan ibu tentang diet GFCF sangat tinggi . %) dan sebagian kecil kepatuhan ibu tentang Tabel 1 Kepatuhan Ibu Sebelum dan Setelah Diberikan health Education Tentang Diet GFCF di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS GRAHU pada bulan September Ae Oktober 2018. Kepatuhan Sangat Tinggi Tinggi Sedang Rendah Sangat Rendah Total Sebelum Setelah Perilaku hiperaktif anak autis sebelum dan sesudah terjadi perubahan perilaku ibu tentang diet GFCF. Perilaku Hiperaktif Tidak Total Sebelum Setelah Dari tabel 2 diketahui nilai minimum kepatuhan ibu sebelum diberikan penyuluhan tentang diet GFCF adalah 1, nilai maximum 2, nilai mean 2,00 dan nilai standar deviasi 0,973. Sedangkan untuk nilai minimum kepatuhan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang diet GFCF adalah 2, nilai maximum 5, nilai mean 4,30 dan nilai standart deviasi 0,865. Hasil uji statistik menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test, nilai sig . -taile. adalah p = 0,000 berarti p < 0,05/2 maka H1 diterima artinya ada pengaruh Health Education tentang diet GFCF terhadap kepatuhan ibu. Pengaruh HE terhadap Perubahan kepatuhan ibu tentang diet GFCF Tabel 3 Hasil Uji statistik pada Efek Health education terhadap perubahan kepatuhan ibu tentang diet GFCF di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS GRAHU pada bulan September Ae Oktober Kepatuhan Ibu Kategori Sebelum Setelah Penyuluhan Penyuluhan Min Max Mean 2,00 4,30 0,973 0,865 Wilcoxon test nilai Sig . -taile. = 0,000 Dari tabel 3 diketahui nilai minimum kepatuhan ibu sebelum diberikan penyuluhan tentang diet GFCF adalah 1, nilai maximum 2, nilai mean 2,00 dan nilai standar deviasi 0,973. Sedangkan untuk nilai minimum kepatuhan ibu setelah diberikan penyuluhan tentang diet GFCF adalah 2, nilai maximum 5, nilai mean 4,30 dan nilai standart deviasi 0,865. Hasil uji statistik menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test, nilai sig . -taile. adalah p = 0,000 berarti p < 0,05/2 maka H1 diterima artinya ada pengaruh Health Education tentang diet GFCF terhadap kepatuhan ibu. Di dalam konteks psikologi kepada situasi ketika perilaku seorang individu sepadan dengan tindakan yang dianjurkan atau nasehat yang diusulkan oleh seorang praktisi kesehatan atau informasi yang diperoleh dari suatu sumber informasi lainnya seperti nasehat yang diberikan dalam suatu brosur promosi kesehatan melalui suatu kampanye media massa (Ian & Marcus, 2. Menurut Notoatmojo penelitian terbukti bahwa perilaku yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng daripada perilaku Peran seorang ibu sangatlah penting untuk anak autis dalam menyediakan makanan yang baik serta bergizi dan sesuai dengan kebutuhannya (Sofia, 2. Akan tetapi banyak orang tua yang tidak mengetahui tentang diet GFCF dan ada juga yang megetahui tetapi tidak Adanya ketidak patuhan ibu tersebut maka akan diberikan harapan akan terjadi perubahan perilaku seperti awarness, interest, evaluation, trial, aduption sehingga dapat meningkatkan kepatuhan ibu dalam memberikan diet GFCF pada anak autis. Sebelum penyuluhan, dari hasil pengisian kuesioner ada 2 orang yang berpendidikan SMP yaitu responden 1 dan 14 tingkat kepatuhan sangat rendah. Untuk yang perguruan tinggi dari 7 responden, 4 diantaranya tingkat kepatuhannya sedang hingga tinggi dan 3 diantaranya tingkat kepatuhannya rendah hingga sangat rendah. Pada pendidikan kesehatan tentang diet GFCF diberikan dengan metode SAP sebanyak 2x, pada minggu pertama dan di revew kembali pada minggu ketiga agar dapat menambah pengetahuan responden sehingga meningkatkan kepatuhan dalam memberikan diet GFCF pada anak Setelah dilakukan penyuluhan kepatuhan ibu dalam memberikan diet GFCF semakin meningkat. Dari 2 responden yang berpendidikan SMP tingkat kepatuhannya menjadi sangat baik. Hal itu diduga selain semakin meningkatnya pengetahuan setelah dilakukan penyuluhan juga dipengaruhi faktor lain yaitu kedua responden tersebut jumlah anak dalam keluarga adalah 1 dan juga merupakan ibu rumah tangga, memungkinkan ibu bisa fokus dalam merawat anak hingga menjaga asupan makanan apa saja yang harus dikonsumsi anak termasuk diet GFCF. Untuk berpendidikan SMU dan Perguruan tinggi ada beberapa responden tingkat kepatuhannya sedang. Hal itu diduga jumlah anak dalam keluarga lebih dari 1 dan juga ibu merupakan Sedangkan responden nomer 12 yang setelah kemungkinan disebabkan memiliki anak lebih dari 1 dan lingkungan yang kurang mendukung. Ada juga 1 responden nomer 15 yang memiliki kepatuhan tinggi meskipun belum diberikan penyuluhan kemungkinan dikarenakan tingkat pendidikannya adalah perguruan tinggi. Dari hasil diatas, sesuai dengan pendapat Niven dan Neil . dapat dijelaskan bahwa kepatuhan tersebut dapat dipengaruhi oleh: 1. tingkat pendidikan yaitu semakin tinggi tingkat pendidikan maka semakin baik pola berfikir , 2. Usia . emakin cukup umur maka semakin tinggi tingkat kematangan dalam proses berfikir dan bekerj. , 3. Pengetahuan . yang didasari oleh pengetahuan akan lebih langgeng, 4. lingkungan dan sosial . ukungan sosial dari lingkungan keluarga dan . apat mencapai sesuat. Pengaruh Perilaku Ibu tentang Diet GFCF teradap Perubahan Perilaku Hiperaktif Anak Autis Tabel 4 Hasil Uji statistik pada Efek Perubahan kepatuhan Ibu Terhadap Perilaku Hiperaktif Anak Autis di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS GRAHU pada bulan September Ae Oktober 2018. Perilaku Hiperaktif Anak Autis Kategori Sebelum Setelah Perubahan Perubahan Kepatuhan Kepatuhan Ibu Ibu Min Max Mean 17,70 13,35 3,114 3,815 Wilcoxon test nilai Sig . -taile. = 0,000 Dari tabel 4 diketahui nilai minimum perilaku hiperaktif anak autis sebelum terjadi perubahan kepatuhan ibu adalah 14, nilai maximum 24, nilai mean 17,70 dan 3,114. Sedangkan untuk nilai minimum perilaku hiperaktif anak autis setelah terjadi perubahan kepatuhan ibu adalah 9, nilai maximum 23, nilai mean 13,35 dan nilai standart deviasi 3,815. Hasil menggunakan uji statistik Wilcoxon signed rank test, nilai sig . -taile. adalah p = 0,000 berarti p < 0,05/2 maka H1 diterima artinya ada pengaruh perubahan kepatuhan ibu terhadap perilaku hiperaktif anak Gluten dan casein adalah asam amino pendek atau disebut Adanya leaky gut yaitu mukosa usus pada anak autis memungkinkan peptid ini diabsorbsi, masuk dalam sirkulasi darah menjadi exorfin darah Peptid ini diserap kembali dalam darah dan dibawa ke Di jaringan otak, peptid akan berubah menjadi morfin yang gluteomorfin yang 100 kali lebih jahat dari morfin biasa. Kedua bahan tersebut harus dihindari karena dapat menimbulkan keluhan diare dan meningkatkan hiperaktivitas yang bukan hanya gerakan tetapi juga marah-marah, mengamuk dan mengalami gangguan tidur (Kusumayanti, 2. Zat-zat yang mengandung Gluten Casein mempengaruhi fungsi susunan syaraf pusat sehingga timbul gangguan Dengan diet bebas gluten bebas casein, diharapkan terjadi penurunan dari perilaku hiperaktif serta perbaikan dari keterampilan Anak autis yang orang tuanya patuh menjalankan diet membuat perilaku anak menjadi lebih tenang, emosi lebih stabil dan konsentrasi belajar menjadi lebih fokus (Pratiwi, 2. Sebelum terjadi perubahan kepatuhan ibu tentang diet GFCF didapatkan hasil observasi sebagian besar responden . selalu muncul perilaku seperti pada tabel nomer 1 dan 6 yaitu tidak kenal lelah, aktivitas yang berlebihan, kurang perhatian dan mudah Sebagian besar responden . sering muncul perilaku seperti tabel nomer 2,7,8,9,10 yaitu perilaku yang menggambarkan emosi anak yang berubah-ubah. Setelah terjadi perubahan kepatuhan ibu tentang diet GFCF yang awalnya perilaku pada tabel nomer 1 dan 6 tersebut selalu muncul berkurang menjadi sering dan kadang-kadang. Sedangkan perilaku pada tabel nomer 2,7,8,9 dan 10 yang berkurang menjadi kadang-kadang. Dari hasil diatas, dapat dijelaskan bahwa perilaku hipraktif anak autis diduga dipengaruhi beberapa faktor diantaranya faktor struktur dan fungsi otak yang dapat dipengaruhi oleh konsumsi makanan yang mengandung Gluten dan Casein, juga faktor lingkungan keluarga khususnya ibu yang sangat berperan penting dalam memberikan asupan makanan dan patuh terhadap diet GFCF pada anak autis sehingga anak menjadi lebih tenang, emosi lebih stabil dan konsentrasi belajar menjadi lebih fokus. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian sebelumnya yang dijelaskan bahwa ada hubungan pemilihan makanan dengan perilaku hiperaktif dan ada hubungan frekuensi diet GFCF dengan perilaku Jadi, semakin banyak makanan sumber gluten dan sumber kasein yang dikonsumsi maka semakin sering perilaku hiperaktif pada anak autis yang muncul (Yulianti DA, 2. Hasil penelitian ini juga sesuai dengan teori-teori para ahli tentang diet GFCF sebagai terapi bagi anak autis. Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa sampel anak autis dengan terapi diet GFCF cenderung memiliki perkembangan yang lebih baik daripada anak autis tanpa diet GFCF (Elizabeth S, 2. Para penyandang autis sebaiknya berdiet gluten dan kasein yang dikenal diet GFCF . luten free casein fre. Selain diyakini dapat memperbaiki gangguan pencernaan, juga bisa mengurangi gejala atau tingkah laku autistik anak (Whiteley P, dkk. KESIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Kepatuhan ibu tentang diet GFCF sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar sangat rendah. Kurangnya tentang anak autis dengan hiperaktif serta diet apa yang sesuai dengan kondisi anaknya rendahnya kepatuhan ibu tentang diet GFCF. Sedangkan Perilaku hiperaktif anak autis sebelum terjadi perubahan kepatuhan ibu yaitu keseluruhan hiperaktif. Hal menerapkan diet GFCF sehingga zat yang terkandung dalam gluten dan casein dapat mempengaruhi susunan syaraf pusat sehingga menyebabkan perilaku hiperaktif. Kepatuhan ibu tentang diet GFCF setelah diberikan penyuluhan meningkat sebagian besar sangat Meningkatnya kepatuhan ibu tentang diet GFCF disebabkan karena efek penyuluhan yang sangat berpengaruh menambah ilmu dan pengetahuan ibu tentang diet yang tepat untuk anak autis dengan hiperaktif. Sedangkan Perilaku hiperaktif anak autis kepatuhan ibu terjadi penurunan yaitu sebagian besar tidak Peran ibu sangat makanan, menjaga asupan nutrisi serta patuh terhadap diet GFCF terhadap berkurangnya perilaku hiperaktif pada anak autis, anak menjadi lebih tenang, emosi lebih stabil dan konsentrasi belajar menjadi lebih fokus. Penyuluhan tentang diet GFCF pada anak autis berpengaruh terhadap perubahan kepatuhan ibu ditujukkan dengan peningkatan kepatuhan ibu dalam menerapkan diet GFCF pada anak autis. Perubahan kepatuhan ibu dalam GFCF berpengaruh terhadap perilaku anak autis ditunjukkan dengan berkurangnya perilaku hiperaktif pada anak autis. Saran Bagi RS GRAHU Meningkatkan kualitas SDM terutama terapis di Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK agar lebih kompeten lagi dan update ilmu terbaru dengan cara mengikutkan pelatihan dan Bagi Terapis Kepada para terapis Klinik Tumbuh Kembang Anak dan ABK RS GRAHU bekerjasama untuk mengadakan penyuluhan rutin tentang diet GFCF pada anak autis dan diharapkan para terapis selalu mengingatkan para orang tua agar tetap patuh menjaga diet GFCF. Bagi Ibu Bagi ibu yang memiliki anak autis dengan hiperaktif agar tetap patuh menjaga diet GFCF pada anaknya serta terus menambah wawasan tentang anak berkebutuhan khusus terutama anak autis dengan hiperaktif dengan cara sering ikut penyuluhan dan seminar serta menerapkan ilmu yang didapat perkembangan putra putrinya. Peneliti Selanjutnya Melakukan faktor-faktor yang dapat mengurangi perilaku hiperaktif pada anak autis selain diet GFCF. Ian. Dan Marcus. Psikologi Kesehatan Panduan Lengkap dan Komperehensif Bagi Studi Psikologi Kesehatan Cetakan Yogyakarta: Palmal. KEPUSTAKAAN