Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol. No. 1 bulan Desember 2025. e-ISSN : 3031-8793 JURNAL KESEHATAN CENDIKIA JENIUS (The Health Journal of a Brilliant Researche. https://jurnal. cendikiajenius-ind. id/index. php/jenius/index Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa The Relationship Between Smartphone Addiction Levels and Sleep Quality Among University Students Slamet Adi Setyawan1*. Ellia Ariesti2. Monika Luhung3 STIKes Panti Waluya Malang . adisetiawan49239@gmail. STIKes Panti Waluya Malang. ellianathanael@gmail. STIKes Panti Waluya Malang . luhungmonika@gmail. disetiawan49239@gmail. ABSTRACT Smartphone addiction is a condition of excessive attachment to mobile phones that can negatively affect health, including causing sleep disturbances. University students are among the groups most vulnerable to decreased sleep quality due to late-night smartphone use. This study aims to determine the relationship between the level of smartphone addiction and sleep quality among undergraduate nursing students at STIKes Panti Waluya Malang. This research used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample consisted of 54 respondents selected through a stratified random sampling technique conducted from May to July 2024. Data were collected using the SASAeSV questionnaire to measure smartphone addiction levels and the PSQI questionnaire to assess sleep quality. Data were analyzed using the Spearman correlation test with a 95% confidence level. The results showed a p-value of 0. 212 and an r-value of 0. indicating no significant relationship between smartphone addiction level and sleep quality among students. In conclusion, sleep quality is not always influenced by smartphone addiction but may be affected by other factors such as stress, illness, and lifestyle. It is recommended that students manage their smartphone usage time to maintain optimal sleep quality. Keywords: Smartphone addiction, sleep quality, nursing students ABSTRAK Kecanduan smartphone merupakan kondisi keterikatan berlebihan terhadap ponsel pintar yang dapat berdampak negatif terhadap kesehatan, termasuk gangguan tidur. Mahasiswa merupakan kelompok yang rentan mengalami penurunan kualitas tidur akibat penggunaan smartphone hingga larut malam. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain cross sectional. Sampel berjumlah 54 responden yang diambil menggunakan teknik stratified random sampling pada MeiAeJuli 2024. Pengumpulan data dilakukan dengan kuesioner SASAeSV untuk mengukur tingkat kecanduan dan PSQI untuk menilai kualitas tidur. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan nilai p = 0,212 dan r = 0,173 yang berarti tidak terdapat hubungan bermakna antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa. Kesimpulannya, kualitas tidur tidak selalu dipengaruhi oleh tingkat kecanduan smartphone, melainkan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti stres, penyakit, dan gaya hidup. Disarankan mahasiswa mengatur waktu penggunaan smartphone agar kualitas tidur tetap optimal. Kata Kunci: Kecanduan smartphone, kualitas tidur, mahasiswa keperawatan PENDAHULUAN Penggunaan smartphone telah menjadi bagian integral dari kehidupan masyarakat modern dan mengalami peningkatan pesat di seluruh dunia. Data International Telecommunication Union (ITU) tahun 2023 menunjukkan bahwa lebih dari 5,4 miliar orang di dunia kini memiliki akses terhadap smartphone, menjadikannya perangkat digital paling dominan secara global. A Penggunaan berlebihan smartphone terbukti A 2025 by the authors. Submitted for possible open access publication under the terms and conditions of the Creative Commons Attribution (CC BY SA) license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-sa/4. 0/). Slamet Adi Setyawan, et al The Relationship Between Smartphone Addiction Levels and Sleep Quality Among University Students Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa berhubungan dengan gangguan tidur melalui mekanisme fisiologis berupa paparan cahaya biru yang menekan sekresi melatonin serta menunda fase tidur. A Penelitian meta-analisis global juga menunjukkan adanya hubungan signifikan antara problematic smartphone use dengan menurunnya kualitas tidur, peningkatan stres, serta gangguan psikologis pada remaja dan dewasa muda. Di tingkat nasional. Indonesia termasuk dalam empat besar negara dengan pengguna smartphone terbanyak di dunia. Laporan DataReportal tahun 2024 mencatat bahwa 68,9% penduduk Indonesia atau sekitar 191 juta orang merupakan pengguna aktif smartphone. A Rata-rata waktu penggunaan smartphone mencapai 5 jam 39 menit per hari, melebihi rekomendasi WHO yang menyarankan durasi ideal di bawah 4 jam per hari. AA Penggunaan smartphone yang berlebihan ini telah dikaitkan dengan meningkatnya prevalensi gangguan tidur di kalangan remaja dan mahasiswa. A Penelitian di berbagai universitas Indonesia menemukan bahwa sekitar 60Ae70% mahasiswa mengalami gangguan tidur ringan hingga sedang akibat penggunaan smartphone sebelum tidur. A Studi oleh Rosdiana et al. menunjukkan bahwa intensitas penggunaan smartphone berlebihan berhubungan signifikan dengan penurunan kualitas tidur pada remaja, sementara penelitian Kusumawardani & Yolanda . memperkuat temuan tersebut pada mahasiswa kesehatan. Secara lokal, fenomena serupa juga terjadi di STIKes Panti Waluya Malang. Hasil observasi pendahuluan menunjukkan bahwa sebagian mahasiswa menggunakan smartphone hingga larut malam untuk bermain media sosial, menonton video, dan bermain game online, yang berdampak pada rasa kantuk di pagi hari dan penurunan fokus belajar. Kondisi ini menunjukkan adanya kesenjangan antara teori dan kenyataan. Secara teoretis, kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh faktor penggunaan smartphone, tetapi juga oleh stres, lingkungan, dan gaya hidup. A Namun, hasil penelitian empiris menunjukkan bahwa penggunaan smartphone yang tinggi sering kali berkorelasi dengan gangguan tidur, sehingga perlu dikaji apakah hubungan tersebut juga berlaku pada mahasiswa keperawatan di Malang. AA Kesenjangan antara teori, data empiris, dan fenomena lapangan ini menunjukkan perlunya penelitian lebih lanjut yang berfokus pada populasi mahasiswa keperawatan. Dengan demikian, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur pada mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. METODE Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan rancangan deskriptif korelasional serta pendekatan cross sectional, yaitu pengambilan data dilakukan pada satu waktu tertentu untuk mengetahui hubungan antara dua variabel, yaitu tingkat kecanduan smartphone dan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Ruang lingkup penelitian mencakup mahasiswa S1 Keperawatan angkatan 2019Ae2023 di STIKes Panti Waluya Malang yang berjumlah 119 orang, dengan sampel sebanyak 54 responden yang dipilih menggunakan teknik stratified random sampling. Bahan dan alat utama dalam penelitian ini meliputi dua instrumen kuesioner, yaitu Smartphone Addiction ScaleAeShort Version (SASAeSV) untuk mengukur tingkat kecanduan smartphone dan Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur responden. Penelitian ini dilaksanakan di STIKes Panti Waluya Malang. Jl. Yulius Usman No. Kasin. Kota Malang. Jawa Timur, pada bulan Mei hingga Juli 2024. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui penyebaran kuesioner secara langsung kepada responden yang memenuhi kriteria inklusi dan kriteria eksklusi. Kriteria inklusi dalam penelitian ini meliputi: . mahasiswa aktif program studi S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang angkatan 2019Ae . mahasiswa yang bersedia menjadi responden dengan menandatangani lembar persetujuan. mahasiswa yang menggunakan smartphone minimal selama satu tahun terakhir. Adapun kriteria eksklusi yaitu: . mahasiswa yang sedang cuti kuliah atau tidak aktif selama masa penelitian. mahasiswa yang mengalami gangguan tidur akibat penyakit tertentu seperti insomnia kronis atau gangguan psikologis. mahasiswa yang tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Slamet Adi Setyawan, et al The Relationship Between Smartphone Addiction Levels and Sleep Quality Among University Students Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Definisi operasional variabel dalam penelitian ini mencakup tingkat kecanduan smartphone yang diukur menggunakan skor total dari kuesioner SASAeSV dengan kategori tinggi apabila skor Ou31 dan rendah jika <31, serta kualitas tidur yang diukur dengan kuesioner PSQI dengan kategori baik apabila skor O5 dan buruk jika >5. Data yang diperoleh dianalisis secara univariat untuk mendeskripsikan karakteristik responden dan secara bivariat menggunakan uji korelasi Spearman Rank dengan tingkat kepercayaan 95% ( = 0,. untuk mengetahui hubungan antara kedua variabel penelitian. HASIL Pada bagian imni menyajikan hasil dari pengolahan dan analisis data yang diperoleh dari penyebaran kuesioner kepada 54 responden mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Data yang ditampilkan mencakup karakteristik responden, gambaran tingkat kecanduan smartphone, kualitas tidur, serta hasil analisis hubungan antara kedua variabel tersebut. Penyajian hasil penelitian dilakukan secara sistematis melalui analisis univariat untuk menggambarkan distribusi frekuensi setiap variabel dan analisis bivariat untuk mengetahui hubungan antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur menggunakan uji korelasi Spearman Rank. Tabel 1. Distribusi frekuensi responden berdasarkan jenis kalamin. Usia. Prodi dan Tingkat Semester Karakteristik Frekuensi . Persentase (%) Jenis kelamin : Laki-laki Perempuan Jumlah Usia : Usia 19Ae20 tahun Usia 21Ae22 tahun Usia Ou 23 tahun Jumlah Tingkat semester : Semester 2Ae4 Semester 6Ae8 Jumlah Prodi Profesi/Ners Jenis kelamin: Laki-laki Jumlah Sebagian besar responden berjenis kelamin perempuan . ,8%) dan berada pada rentang usia 21Ae22 tahun . ,9%). Hal ini menggambarkan bahwa mayoritas mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang berada pada usia produktif dan aktif dalam kegiatan akademik. Tabel 2. Distribusi frekuensi responden berdasarkan tingkat kecanduan Smartphone dan kualitas tidur Kategori Frekuensi . Persentase (%) Tingkat kecanduan Smartphone : Tinggi (Ou. Rendah (<. Jumlah Kualitas tidur : Baik (O. Buruk (>. Jumlah Berdasarkan tabel 2 menunjukkan sebagian besar mahasiswa memiliki tingkat kecanduan smartphone dalam kategori rendah . ,8%), sedangkan 35,2% lainnya tergolong tinggi. Hal ini menunjukkan Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Slamet Adi Setyawan, et al The Relationship Between Smartphone Addiction Levels and Sleep Quality Among University Students Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa bahwa sebagian besar mahasiswa masih dapat mengontrol penggunaan smartphone mereka. Sementara itu Lebih dari separuh responden . ,1%) memiliki kualitas tidur yang buruk. Hasil ini mengindikasikan bahwa sebagian besar mahasiswa belum memiliki kebiasaan tidur yang sehat, yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor seperti stres, tugas akademik, maupun penggunaan smartphone di malam hari. Tabel 3. Tabulasi Silang Tentang Tingkat Kecanduan Smartphone Dengan Kualitas Tidur Mahasiswa Tingkat Kecanduan Kualitas Tdur Total Baik Buruk Rendah Tinggi Total Berdasarkan tabel 3 diatas dapat disimpulkan bahwa dari tabulasi silang antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan dapat diketahui bahwa frekuensi responden yang memiliki tingkat kecanduan rendah dan memiiliki kualitas tidur buruk sebanyak 7 responden dengan Pada reponden yang memiliki tingkat kecanduan smartphone tinggi dan memiliki kualitas tidur yang buruk sebanyak 38 dengan presentase 70. 4% dan responden yang memiliki tingkat kecanduan smartphone tinggi dan memiliki kualitas tidur baik sebanyak 9 dengan presentase 16. Tabel 4. Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa (Uji Spearman Ran. Variabel r hitung p-value Keterangan Tingkat kecanduan smartphone Ii 0,173 0,212 Tidak signifikan Kualitas tidur Berdasarkan tabel 3 Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan nilai p = 0,212 . > 0,. dengan koefisien korelasi r = 0,173, yang berarti tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Artinya, kualitas tidur tidak selalu dipengaruhi oleh tingkat kecanduan smartphone, melainkan dapat disebabkan oleh faktor lain seperti stres, gaya hidup, kondisi kesehatan, lingkungan, dan aktivitas akademik mahasiswa. PEMBAHASAN Penelitian ini menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun penggunaan smartphone tergolong tinggi di kalangan mahasiswa, faktor tersebut tidak selalu berpengaruh langsung terhadap kualitas tidur. Hasil ini tidak sepenuhnya sejalan dengan teori dan sejumlah penelitian terdahulu yang menunjukkan adanya hubungan kuat antara intensitas penggunaan smartphone dan gangguan tidur. Beberapa penelitian terdahulu melaporkan hasil yang berbeda. Studi oleh Alhazmi et al. adanya hubungan signifikan antara kecanduan smartphone dengan menurunnya kualitas tidur pada mahasiswa kedokteran di Arab Saudi, di mana mahasiswa dengan penggunaan intensif memiliki risiko dua kali lipat mengalami gangguan tidurAA. Hasil serupa juga ditemukan oleh Boumosleh & Jaalouk yang menyebutkan bahwa penggunaan smartphone berlebihan berkorelasi positif dengan gejala insomnia, stres, dan penurunan efisiensi tidurAA. Selain itu, penelitian oleh Demirci et al. pada mahasiswa di Turki mengonfirmasi bahwa kecanduan smartphone memiliki dampak signifikan terhadap durasi tidur dan menyebabkan peningkatan latensi tidurAA. Berbeda dari hasil tersebut, penelitian ini tidak menemukan hubungan yang bermakna, yang mungkin disebabkan oleh perbedaan intensitas penggunaan smartphone, durasi waktu sebelum tidur, serta faktor-faktor lain yang turut memengaruhi kualitas tidur. Menurut teori biopsychosocial model, kualitas tidur tidak hanya dipengaruhi oleh kebiasaan penggunaan perangkat elektronik, tetapi juga oleh stres akademik. Jurnal Kesehatan Cendikia Jenius. Vol 3. No 1, 2025 Slamet Adi Setyawan, et al The Relationship Between Smartphone Addiction Levels and Sleep Quality Among University Students Hubungan Tingkat Kecanduan Smartphone dengan Kualitas Tidur Mahasiswa gaya hidup, lingkungan, serta kondisi psikologis individuAA. Mahasiswa keperawatan umumnya memiliki beban akademik yang tinggi, sehingga stres dan kelelahan dapat menjadi variabel yang lebih dominan memengaruhi kualitas tidur dibandingkan penggunaan smartphone itu sendiria. Penelitian lain yang mendukung temuan ini dilakukan oleh Samaha dan Hawi yang menemukan bahwa tidak semua individu dengan kecanduan smartphone mengalami gangguan tidur. sebagian mampu mengatur waktu penggunaan secara adaptif sehingga dampaknya minimalAA. Selain itu, studi oleh Yang et al. di Tiongkok menunjukkan bahwa hubungan antara penggunaan smartphone dan kualitas tidur menjadi signifikan hanya bila individu menggunakan perangkat tersebut lebih dari lima jam per hari, terutama pada malam hariAA. Dalam penelitian ini, sebagian besar responden memiliki tingkat kecanduan rendah, sehingga pengaruhnya terhadap pola tidur mungkin tidak cukup kuat untuk menimbulkan gangguan nyata. Faktor lingkungan juga berperan penting. Menurut survei yang dilakukan oleh Becker et al. , cahaya biru dari layar smartphone dapat menekan sekresi melatonin dan mengganggu ritme sirkadian, namun efek ini dapat diminimalkan jika pengguna mengatur pencahayaan layar atau menggunakan mode malamAA. Dengan demikian, meskipun teori circadian disruption menjelaskan potensi gangguan tidur akibat paparan cahaya biru, hasil penelitian ini menunjukkan bahwa perilaku adaptif mahasiswa terhadap penggunaan smartphone dapat mengurangi dampak negatif tersebut. Selain itu, kebiasaan sosial dan budaya juga berpengaruh. Studi oleh Sohn et al. bahwa hubungan antara smartphone addiction dan kualitas tidur dapat bervariasi antarnegara tergantung pada norma sosial dan durasi rata-rata penggunaan harianA. Mahasiswa di Indonesia cenderung menggunakan smartphone untuk tujuan akademik dan komunikasi keluarga, bukan hanya hiburan, sehingga konteks penggunaan yang berbeda ini dapat mengurangi efek negatifnya terhadap tidurA 9. Berdasarkan temuan ini, dapat disimpulkan bahwa hubungan antara kecanduan smartphone dan kualitas tidur bersifat kompleks dan dipengaruhi oleh banyak faktor lain. Hasil penelitian ini konsisten dengan pandangan bahwa pengaruh smartphone terhadap tidur tidak bersifat universal, melainkan tergantung pada konteks penggunaan, kondisi psikologis, serta kebiasaan tidur individu. Oleh karena itu, penelitian selanjutnya disarankan untuk mengkaji faktor mediasi seperti stres akademik, durasi penggunaan malam hari, serta pola tidur dengan pendekatan longitudinal agar hubungan sebab-akibat dapat lebih dipahami secara komprehensif. SIMPULAN DAN SARAN Penelitian mengenai hubungan tingkat kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa S1 Keperawatan STIKes Panti Waluya Malang menunjukkan: mayoritas mahasiswa memiliki tingkat kecanduan smartphone yang tinggi . %) dan kualitas tidur yang buruk . %). Hasil analisis korelasi Spearman Rho menunjukkan nilai signifikansi 0,212 . > 0,. , sehingga disimpulkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara kecanduan smartphone dengan kualitas tidur mahasiswa. Kesimpulannya, kualitas tidur tidak selalu dipengaruhi oleh tingkat kecanduan smartphone, melainkan dapat dipengaruhi oleh faktor lain seperti stres, penyakit, dan gaya hidup. Disarankan mahasiswa mengatur waktu penggunaan smartphone agar kualitas tidur tetap optimal. DAFTAR PUSTAKA