EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 JURNAL SOSIAL HUMANIORA DAN PENDIDIKAN Halaman Jurnal: http://journal. id/index. php/Education Halaman Utama : http://journal. id/index. KONSEP CINTA PADA EMPAT PUISI KARYA HERI ISNAINI: ANALISIS SEMIOTIKA FERDINAND DE SAUSSURE Mochamad Farid Kostawaa. Muhammad Fadhlan Annas Rasyadan b. Muhammad Dzaki Nasrulloh c a Fakultas Pendidikan Bahasa / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, faridmeesho@gmail. IKIP Siliwangi b Fakultas Pendidikan Bahasa/ Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, fadhlan311@gmail. IKIP Siliwangi c Fakultas Pendidikan Bahasa / Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, dzakialb@gmail. IKIP Siliwangi ABSTRAK This article has a research focus on the concept of love contained in four poems by Heri Isnaini. The concept of love that is used as a reference in this study is the concept of love proposed by Erich Fromm which includes human love for humans, human love for nature, and human love for God. The problem that arises in this article is how the concept of love in four poems by Heri Isnaini based on the expressions of Erich Fromm, as well as how the expression of the meaning of the concept of love uses the semiotic theory of Ferdinand De Saussure. Based on these problems, the concept of love will be analyzed through the signs contained in each array of poems. The method used in this study is a qualitative method with four poems by Heri Isnaini which are used as data. The results of this study show that the concept of love in four poems by Heri Isnaini tends to be found at the level of inner structure and physical structure of poetry, especially in the level of diction, imagery, theme, and majas. So that the level of the structure becomes an important part in the process of interpreting the four poems. Keywords: poetry, the concept of love, semiotics. Abstrak Artikel ini memiliki fokus penelitian pada konsep cinta yang terdapat dalam empat puisi karya Heri Isnaini. Konsep cinta yang dijadikan acuan pada penelitian ini adalah konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm yang meliputi cinta manusia terhadap manusia, cinta manusia terhadap alam, dan cinta manusia terhadap Tuhan. Masalah yang muncul dalam artikel ini adalah bagaimana konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini berdasarkan ungkapan Erich Fromm, serta bagaimana pengungkapan makna konsep cinta menggunakan teori semiotika Ferdinand De Saussure. Berdasarkan masalah tersebut, konsep cinta akan dianalisis melalui tanda-tanda yang terdapat pada setiap larik puisi tersebut. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif dengan empat puisi karya Heri Isnaini yang dijadikan sebagai data. Adapun hasil penelitian ini menunjukan bahwa konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini cenderung ditemukan pada tataran struktur batin dan struktur fisik puisi, khususnya dalam tataran diksi, citraan, tema, dan majas. Sehingga tataran struktur tersebut menjadi bagian penting dalam proses memaknai keempat puisi Kata Kunci: puisi, konsep cinta, semiotika. PENDAHULUAN Asriningsari & Umaya . karya sastra sebagai hasil ciptaan yang mengandung nilai keindahan, imaji, dan kreasi menciptakan beragam karakter dan genre sastra, seperti prosa, puisi, dan drama. Kreatifitas menjadi salah satu indikator dalam melihat kapasitas pengarang pada karyanya. Semua itu bersinergi terhadap sastra dalam perkembangannya. (Musliah, dk. menjelaskan bahwa karya sastra merupakan ide dan pengalaman pengarang yang dituangkan dalam bentuk cerita atau narasi dengan menggunakan bahasa sebagai media. Dari paparan di atas, dapat ditarik simpulan bahwa karya sastra adalah ide atau gagasan yang muncul dari pengalaman pengarang yang kemudian dituangkan ke dalam bentuk cerita atau narasi dengan memperhatikan unsur estetika. EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 Pribadi & Firmansyah . puisi merupakan sebuah pengekspresian jiwa melalui kata-kata yang berestetika, puisi juga bisa dimaknai sebagai karya sastra yang memiliki keindahan pada kata-kata di setiap baitnya. Puisi terdiri dari struktur fisik dan batin, serta memiliki beberapa penanda pada kebahasaannya, baik yang memerlukan penafsiran ulang maupun yang tidak. Lafamane . mengungkapkan bahwa puisi adalah ungkapan sang penyair dengan bahasa yang terikat pada irama, matra, rima, penyusunan lirik, dan bait yang dipenuhi dengan makna. Pribadi & Firmansyah . struktur batin puisi meliputi isi, tema, amanat, suasana, dan nada. Sedangkan struktur fisik puisi meliputi tipografi, citraan atau pengimajian, rima, majas, diksi, dan kata konkret. Dari kedua struktur tersebut terdapat tanda-tanda atau simbol yang mengandung makna secara tersirat yang dapat menimbulkan keberagaman pemaknaan dari pembaca, hal itu menunjukkan bahwa puisi merupakan karya sastra yang bersifat prismatis, salah satunya dimaknai dengan konsep cinta. Artikel ini akan membahas bagaimana konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini, yaitu pada puisi yang berjudul AuLaki-laki yang Mencintai Tulang RusuknyaAy. AuSekali Lagi Aku Jatuh CintaAy. AuKita BerduaAy. AuKau Bersama MatahariAy. Konsep cinta yang digunakan pada artikel ini adalah konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Erich Fromm dalam Mustika & Isnaini . mengungkapkan bahwa cinta adalah salah satu seni kehidupan . rt of lif. yakni kesadaran manusia akan rasa cinta kepada manusia, kepada alam, dan cinta kepada Tuhan. Konsep cinta pada artikel ini akan menggunakan analisis semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure. Adung, dkk . mengemukakan bahwa semiotika adalah ilmu yang berkenaan dengan tanda, yaitu mempelajari dan menelaah AutandaAy, artinya segala hal yang berkaitan dengan tanda pada struktur puisi pasti memiliki arti dan makna, pendapat tersebut sejalan dengan teori semiotika yang dikemukakan oleh Saussure dalam Halid . , yaitu semiotika adalah kajian mengenai tanda dalam kehidupan sosial mencakup apa saja tanda tersebut dan hukum apa yang mengatur terbentuknya tanda. Menurut Ferdinand De Saussure seperti yang dikemukakan oleh Talib . ada lima hal dalam semiotika, yaitu . dan signifed . , . form and content . entuk dan is. , . langue and parole . ahasa dan tutu. , . sinkronik dan diakronik, . sintagmatik dan paradigmatik. Signifer . dan signifed . merupakan kesatuan tanda yang saling berkorelasi di mana suatu bentuk penanda dengan sebuah petanda, dengan kata lain penanda merupakan bunyi atau coretan yang memiliki makna, sedangkan petanda adalah unsur eksternal, pikiran, dan konsep yang hadir secara tersirat. Adapun Form and content merupakan dua hal yang berbeda, form atau bentuk dianalogikan sebagai wadah yang bersifat tetap, sedangkan content merupakan isi yang dapat berubah-ubah sehingga memungkinkan terdapat makna yang terbuka bagi setiap apresiator atau pembaca. Langue and parole menurut Talib . langue mempunyai objek studi sistem atau tanda atau kode, maka parole adalah living speech yaitu bahasa yang hidup atau bahasa yang terlihat dalam penggunaannya. Sinkronik adalah studi bahasa yang di dalamnya tidak mempertimbangkan urutan waktu atau peristiwa, sedangkan diakronik adalah studi bahasa yang mempertimbangkan urutan waktu atau peristiwa. Sintagmatik mmerupakan kumpulan tanda yang berurut secara logis, sedangkan paradigmatik adalah hubungan yang bisa saling menggantikan pada suatu tuturan atau kalimat. Berdasarkan penjelasan di atas, artikel ini akan mengklasifikasikan konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini berdasarkan teori Erich Fromm. Konsep cinta terdapat pada struktur fisik dan batin puisi terutama pada diksi, majas, citraan atau pengimajian, dan tema. Kemudian dianalisis menggunakan semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure. TINJAUAN PUSTAKA Hakikat Puisi Septiani . puisi merupakan karya sastra hasil dari ciptaan pemikiran manusia yang berhubungan dengan Kata-kata yang dipilih untuk merangkai lirik puisi merupakan kata-kata indah dan penuh makna, sehingga dapat menimbulkan keindahan, penafsiran yang beragam, dan tanggapan yang khusus. Azizah . , menjelaskan bahwa puisi merupakan salah satu bentuk karya sastra yang memiliki ciri khusus bila dibandingkan dengan karya sastra yang lainnya. Kekhususan tersebut dapat dilihat dari diksi, larik, bait, bunyi, dan makna yang terkandung di dalamnya. EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 Sakinah & Indrayanti . merupakan sebuah struktur yang kompleks, dan untuk memahami dan memaknainya diperlukan analisis sehingga dapat diketahui bagian-bagian serta jalinannya terlihat nyata. Dari paparan di atas, dapat disimpulkan bahwa puisi adalah salah satu karya sastra yang khas dan memiliki ciri khusus, ini dapat ditandai dari diksi, larik, majas, nada, dan makna yang terkandung di dalam puisi. Konsep Cinta Ibn AoArabi dalam Aliffudin . cinta tidak bisa didefinisikan, meskipun keindahan dari cinta dapat Menurutnya, siapapun yang mendefinisikan cinta, maka sebenarnya dia tidak dapat mengenal dan merasakan cinta yang sesungguhnya. Al-Ghazali dalam Aliffudin . menjelaskan bahwa konsep cinta adalah suatu dorongan yang menuntun seseorang ke arah yang ia sukai, dan tingkatan cinta yang paling tinggi adalah cinta kepada Allah atau Tuhan. Menurutnya, cinta tidak akan timbul jika tidak adanya pengenalan dan pengetahuan, maka jika kita mencintai sesuatu, kita harus benar-benar mengenal dan mengetahui hal tersebut. Sigmund Freud dalam Aliffudin . cinta ialah hasrat tentang libido yang ditujukan pada diri sendiri maupun orang lain. Cinta pada diri sendiri merupakan suatu hal yang positif, karena menganggap dirinya dapat menjadi objek cinta bagi orang lain. Berdasarkan penjelasan konsep cinta di atas, maka dapat disimpulkan bahwa sejatinya cinta itu membawa seseorang ke arah yang lebih baik, dan cinta itu meliputi cinta kepada diri sendiri maupun cinta kepada orang Analisis Semiotika Mudiyanto & Nur . semiotika merupakan ilmu tentang tanda-tanda. Semiotika adalah suatu ilmu atau metode analisis untuk mengkaji tanda. Eco dalam Dirgeyasa . semiotika adalah ilmu yang berhubungan dengan tanda di mana sebuah tanda merupakan segala sesuatu yang secara signifikan dapat menggantikan sesuatu yang lain. Bartheis dalam Talib . mengemukakan bahwa semiotika atau semiologi pada prinsipnya hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan . memaknai segala sesuatu. Berdasarkan analisis semiotika yang telah dipaparkan di atas, maka dapat disimpulkan bahwa analisis semiotika merupakan ilmu yang mempelajari mengenai tanda sehingga seseorang dapat memaknai segala sesuatu berdasarkan tanda yang terlihat. METODOLOGI PENELITIAN Objek pada penelitian ini adalah empat puisi karya Heri Isnaini pada buku AuMontase Sepilihan SajakAy . yang terindikasi memiliki konsep cinta. Puisi yang menjadi objek dalam penelitian ini adalah . AuLaki-laki yang Mencintai Tulang RusuknyaAy, . AuSekali Lagi Aku Jatuh CintaAy, . AuKita BerduaAy, . AuKau Bersama MatahariAy. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan teks puisi sebagai data penelitian. Adapun penelitian ini dilakukan melalui empat tahapan, sebagai berikut: . proses pemilihan objek penelitian dalam hal ini empat puisi karya Heri Isnaini didasarkan pada pemaknaan dan kerangka konsep, . data diklasifikasikan berdasarkan struktur fisik dan struktur batin teks puisi, . lalu data dianalisis dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand De Saussure, . konsep cinta dipaparkan dengan menggunakan konsep cinta dari Erich Fromm. HASIL DAN PEMBAHASAN Konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini dianalisis berdasarkan klasifikasi cinta yang diusung oleh Erich Fromm. Pembahasan yang dilakukan peneliti adalah sebagai berikut. Pembahasan - pembahasan pada artikel ini diawali dengan pembahasan struktur fisik dan batin yang memuat tanda-tanda di dalam empat puisi karya Heri Isnaini. Tanda-tanda tersebut kemudian dianalisis berdasarkan teori semiotika yang dikemukakan oleh Ferdinand De Saussure. EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 Pembahasan struktur fisik dan batin puisi memuat tema, diksi, citraan, dan majas. Keempat unsur tersebut merupakan unsur paling dominan yang terdapat pada empat puisi karya Heri Isnaini dibandingkan unsur lainnya yang terdapat pada struktur batin dan fisik puisi. Laki-laki yang Mencintai Tulang Rusuknya Laki-laki itu sangat mencintai tulang rusuknya. Ausangat, mistisAy ucapnya. Dia akan mengingat cerita pohon apel dan seekor ular. Apabila ditanya tentang payudara, dia akan bersemangat bercerita tentang peristiwa purba itu. AuAdam turun ke hutan-hutan, mengabur dalam dongenganAy begitu dia memulai ceritanya. Dan. Pada puisi di atas terlihat nampak jelas adanya unsur tema, diksi, citraan, dan majas yang memiliki indikasi sebagai konsep cinta berdasarkan yang diungkapkan oleh Erich Fromm. Unsur tema, diksi, citraan, dan majas yang memiliki indikasi berdasar pada teori cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm juga terdapat pada puisi berikut. Sekali Lagi Aku Jatuh Cinta Sekali lagi aku jatuh cinta, bukan pada pandangan pertama ini cinta, katamu aku berharap ada juga debaran di hati mengingatmu itu sudah cukup Sekali lagi aku jatuh cinta bukan pada pandangan pertama ini cinta, suci mungkin akan menjadi tulus itu harapanmu semoga! . Dari dua puisi di atas menunjukkan bahwa puisi yang dianalisis sudah memiliki indikasi konsep cinta berdasarkan yang diungkapkan oleh Erich Fromm dilihat dari struktur fisik dan batin puisi. Dengan demikian, puisi tersebut dapat dikerangkai berdasarkan teori semiotika yang diungkapkan oleh Ferdinand De Saussure, yang mana dari struktur batin dan fisik yang telah dipaparkan akan dianalisis berdasarkan konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm yakni cinta manusia terhadap manusia, manusia terhadap alam, dan manusia terhadap Tuhan. Adapun unsur tema yang terkandung dalam empat puisi karya Heri Isnaini memiliki keterkaitan atau korelasi yang sesuai dengan konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Hal itu dapat dilihat dari salah satu judul puisi yang akan dibahas pada artikel ini. Kita Berdua Kita berdua di sini menghitung kerlip bintang yang agung kau tahu, bulan tiada: ia in abcentia ah, terlalu picisan kita berdua di sini berkawan hembusan angin dan tangis gerimis itu saja! . Pada judul puisi di atas dapat dilihat bahwa Aukita berduaAy memiliki makna atau tujuan menyampaikan ungkapan hati seorang insan yang merindukan insan lainnya dalam suatu waktu atau peristiwa. Hal itu EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 menunjukkan konsep cinta manusia terhadap sesama manusia, itu merupakan salah satu konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Sementara itu, penggunaan citraan pada empat puisi karya Heri Isnaini memiliki keterkaitan erat dengan penggunaan diksi dan gaya bahasa pada larik puisi yang dibahas. Dengan kata lain citraan pada empat puisi karya Heri Isnaini tidak terlepas dari diksi-diksi dan gaya bahasa yang digunakan. Pemilihan diksi pada empat puisi karya Heri Isnaini memiliki ciri khas yakni cenderung imajis tetapi terintegrasi, dengan kata lain diksi yang digunakan pada empat puisi karya Heri Isnaini tidak hanya mewakili tentang peristiwa semata tetapi juga melibatkan perasaan dan intelektual yang dibalut dengan estetika. Dari pemilihan diksi pada empat puisi karya Heri Isnaini terdapat pengaruh Sapardi Djoko Damono yang cukup kental hal ini diyakini karena puisipuisi Sapardi Djoko Damono pun memiliki ciri khas cenderung bersifat imaji namun terintegrasi. Kau bersama matahari: mengintip dari bayang-bayang kenangan ada titik goresan pada tajam matamu aku tertusuk sembilu di sudut bibirmu: tersenyum merekah tanda sengitnya cinta kita. Citraan yang terkandung pada bait tersebut cenderung dominan dengan citraan perasaan. Citraan perasaan pada bait tersebut memiliki keterkaitan dengan unsur intelektual, dilihat dari pemilihan diksi pada bait tersebut menunjukkan bahwa citraan perasaan tidak dapat dimaknai secara sendirinya namun memerlukan unsur lain dalam proses memaknainya. Selain citraan perasaan pada bait tersebut terdapat juga citraan penglihatan dan tindakan. Berdasarkan struktur fisik dan batin yang dibahas pada empat puisi karya Heri Isnaini menunjukkan bahwa empat puisi tersebut dapat memuat dan mengacu pada konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Dengan begitu maka penelitian ini dapat dilanjutkan dengan menggunakan konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Pembahasan ini dibagi menjadi tiga konsep cinta sebagai berikut: cinta manusia kepada manusia kepada alam. dan cinta manusia kepada Tuhan. Cinta Manusia Kepada Manusia Konsep cinta manusia kepada manusia merupakan hal yang paling mudah dipahami dan paling umum yang mana semua manusia pasti merasakan cinta kepada manusia. Terlepas siapa yang dicintainya namun pada hakikatnya cinta kepada manusia itu sama, dalam artian memberikan perhatian dan rasa sayang sepenuhnya kepada seseorang baik itu keluarga ataupun lawan jenis. Pada empat puisi karya Heri Isnaini, konsep cinta kepada manusia sangat melekat pada puisi "Laki-laki yang Mencintai Tulang Rusuknya". Pada puisi tersebut mengisahkan sosok Adam yang sangat mencintai Hawa, hal itu digambarkan oleh kalimat atau pemilihan diksi Aulaki-laki itu sangat mencintai tulang rusuknyaAy, potongan larik tersebut menunjukan konsep cinta manusia kepada manusia. Konsep cinta kepada manusia dapat dimaknai sebagai cinta yang romantis. Puisipuisi Heri Isnaini terpengaruh oleh puisi-puisi Sapardi Djoko Damono, hal itu Kembali dapat dilihat dari puisi AuLaki-laki yang Mencintai Tulang RusuknyaAy yang mana latar belakang terciptanya puisi ini tak terlepas dari puisi AuHawa DinginAy karya Sapardi Djoko Damono yang membahas kisah penciptaan Hawa, dengan demikian puisi AuLaki-laki yang Mencintai Tulang RusuknyaAy berdasarkan tanda atau simbol telah menjelaskan konsep cinta manusia terhadap manusia. Cinta Manusia Kepada Alam Menurut Mustika & Isnaini . konsep cinta kepada alam adalah konsep cinta yang memposisikan manusia sebagai penjaga alam dari kerusakan. Dari paparan tersebut dapat dipertegas bahwa rasa cinta manusia kepada alam adalah munculnya rasa memiliki dari seorang insan terhadap lingkungannya dengan cara melestarikan dan menjaga ekosistem di dalamnya. Dalam empat puisi karya Heri Isnaini terdapat konsep alam yang indah dibaur dengan cinta manusia dan dikemas dengan diksi-diksi yang membuatnya memiliki sifat estetika Kita Bedua Kita berdua di sini menghitung kerlip bintang yang agung kau tahu, bulan tiada: ia in abcentia ah, terlalu picisan EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 kita berdua di sini berkawan hembusan angin dan tangis gerimis itu saja! . Puisi tersebut menunjukan konsep kehidupan antara cinta manusia dibaur dengan keindahan alam, yakni suasana malam hari dengan kerlip bintang dan bersama kau. Konsep manusia terhadap alam juga terdapat pada puisi sebagai berikut: Kau Bersama Matahari Kau bersama matahari: mengintip dari bayang-bayang kenangan Ada titik goresan pada tajam matamu Aku tertusuk sembilu di sudut bibirmu: Tersenyum merekah Tanda sengitnya cinta kita Kau bersama matahari: membawaku ke fatamorgana masa depan Ada khirka yang ditinggalkan sang sufi Terikat zunnar menggelora Aku menjelma kupu-kupu yang terbakar cahaya lilin itu Sang sufi lupa Dia lah lilin itu. Pada puisi tersebut terdapat diksi yang menyandingkan alam dengan manusia, hal itu terdapat pada potongan larik AuAku menjelma kupu-kupu yang terbakar cahaya lilin ituAy. Berdasarkan pemaparan di atas, konsep cinta manusia terhadap alam pada puisi karya Heri Isnaini menggambarkan keseimbangan antara manusia dan alam, dengan begitu kelestarian alam akan terjaga karena telah muncul kesadaran dari manusia untuk melestarikan lingkungannya. Cinta Manusia Kepada Tuhan Menurut Mustika & Isnaini . konsep cinta kepada Tuhan ditunjukan dengan konsep yang paling sederhana. Menurutnya. Tuhan sebagai sang pencipta mengharuskan manusia menjelma dalam kecintaan kepada Tuhan, artinya manusia harus menjelma menjadi yang dicintainya dengan tulus. Sekali Lagi Aku Jatuh Cinta Sekali lagi aku jatuh cinta, bukan pada pandangan pertama ini cinta, katamu aku berharap ada juga debaran di hati mengingatmu itu sudah cukup Sekali lagi aku jatuh cinta bukan pada pandangan pertama ini cinta, suci mungkin akan menjadi tulus itu harapanmu semoga! . Pada puisi tersebut konsep cinta kepada Tuhan terdapat pada pemilihan diksi yang digunakan, seperti yang dipaparkan oleh Fromm . bahwa konsep cinta disebut art of life, yakni cinta manusia kepada manusia, manusia kepada alam, dan cinta manusia kepada Tuhan. Konsep tersebut tergambar pada puisi di atas yang mana ditunjukan oleh diksi Ausuci, tulus, dan mengingatmuAy. Cinta yang sederhana digambarkan oleh diksi mengingatmu, yang mana hal itu menunjukan kesederhanaan manusia dalam cinta. Kemudian diksi suci dan tulus memiliki korelasi yang sangat erat, bahwa dengan cinta EDUCATION Vol 2 No. 2 Juli 2022 Ae eISSN: 2828-2612, pISSN: 2828-2620. Hal 40-47 yang suci akan menjadi cinta yang tulus. Hal itu dinamakan proses mengenal Tuhan seperti yang diungkapkan oleh Mustika & Isnaini . bahwa cinta tanpa pamrih, tulus, dan sederhana menjadi konsep untuk mengenal Tuhan. Berdasarkan konsep cinta yang dikemukakan oleh Erich Fromm, empat puisi yang ditulis Heri Isnaini yang dibahas dalam artikel ini memiliki konsep kebermaknaan cinta yang cenderung terdapat pada diksi, majas, tema, dan citraan atau pengimajian, dengan demikian pembahasan selanjutnya adalah analisis empat puisi karya Heri Isnaini dengan menggunakan teori semiotika Ferdinand De Saussure. Pembahasan akan dibagi menjadi lima, yaitu . signifer dan signifed, . form and content, . langue and parole, . sinkronik dan diakronik, . sintagmatik dan paradigmatik. KESIMPULAN DAN SARAN Berdasarkan hasil analisis terhadap konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini yang diklasifikasi berdasarkan teori Erich Fromm didapat hasil bahwa konsep cinta pada puisi karya Heri Isnaini terdapat pada struktur fisik dan struktur batin puisi, terutama pada tema, diksi, majas, dan citraan atau pengimajian. Keempat unsur tersebut berkorelasi dengan teori semiotika Ferdinand De Saussure, yaitu bagian tanda yang di dalamnya ada penanda dan petanda. Sesuai hasil analisis, ditemukan konsep cinta kepada manusia terlihat pada puisi AuLaki-laki yang Mencintai Tulang RusuknyaAy yang memiliki diksi Aulaki-laki dan tulang rusuknyaAy yang mana menggambarkan atau sebagai simbol yang bermakna Adam dan Hawa sebagai manusia pertama. Puisi tersebut merupakan bukti representasi cinta manusia terhadap manusia yang dikemukakan oleh Erich Fromm. Konsep cinta manusia kepada alam secara garis besar adalah segala hal yang berkaitan dengan keindahan alam serta keseimbangan dalam kehidupan. Konsep cinta manusia kepada Tuhan dimaknai sebagai cinta yang tulus dan sederhana. Cinta kepada Tuhan merupakan kesadaran manusia sebagai makhluk ciptaanNya. Berdasarkan penjelasan tersebut, konsep cinta pada empat puisi karya Heri Isnaini merupakan pemaknaan dari tanda-tanda yang terdapat pada struktur batin dan struktur fisik puisi. Saran dari penelitian berkaitan dengan penelitian mengenai "Konsep Cinta Pada Empat Puisi Karya Heri Isnaini: Analisis Semiotika Ferdinand De Saussure" hasil dari penelitian dapat direalisasikan dalam kehidupan yang mana konsep cinta pada sesama manusia, kepada alam, dan kepada Tuhan bisa menciptakan keseimbangan dalam ekosistem kehidupan. Ucapan Terima Kasih Tiada kata yang pantas terucap selain rasa syukur kepada Allah SWT. berkat rahmat dan rida-Nya peneliti mampu menyelesaikan artikel yang berjudul AuKonsep Cinta Pada Empat Puisi Karya Heri Isnaini: Analisis Semiotika Ferdinand De SaussureAy, peneliti juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam proses penulisan artikel ini, terutama kepada Bapak Dr. Heri Isnaini. Hum. selaku dosen pengampu mata kuliah Pembelajaran Keterampilan Bersastra. Peneliti menyadari masih terdapat kesalahan dalam penulisan artikel ini, maka dari itu peneliti mengharapkan kritik dan saran yang membangun agar di kemudian hari dapat diperbaiki serta dapat menulis artikel yang lebih baik. DAFTAR PUSTAKA