Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari1. Irma Dwi Tantri2 UIN Prof. Saifuddin Zuhri Purwokerto1, 2 Email: widyawiwit12931@gmail. P-ISSN : 2745-7796 E-ISSN : 2809-7459 Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran orang tua yang berprofesi petani dalam pencapaian prestasi belajar Pendidikan Agama Islam siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Banjarnegara. Penelitian ini dilakukan selama tiga bulan dari bulan April sampai Juni tahun 2025 mulai dari persiapan sampai penyusunan laporan penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi berjumlah 375 siswa, dengan sampel 100 siswa yang orang tuanya berprofesi petani, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner . untuk mengukur peran orang tua dan dokumentasi nilai rapor PAI siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran orang tua yang berprofesi petani dalam mendukung prestasi belajar PAI siswa bervariasi. Peran sebagai motivator . ,35%), role model . ,7%), dan supervisor . ,5%) berada dalam kategori "baik". Sementara itu, peran fasilitator . ,16%), mediator . ,55%), dan evaluator . ,8%) berada dalam kategori "cukup", mengindikasikan adanya upaya namun masih memerlukan peningkatan optimalisasi. Peran sebagai partner/mitra sekolah . ,7%) tergolong "kurang baik", menunjukkan rendahnya komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah. Data prestasi belajar PAI siswa menunjukkan nilai yang bervariasi, dengan rata-rata nilai yang cukup baik. Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa meskipun orang tua petani telah menunjukkan peran yang baik sebagai motivator, role model, dan supervisor, terdapat potensi peningkatan yang signifikan pada peran fasilitator, mediator, evaluator, dan terutama partner/mitra sekolah, guna mendukung pencapaian prestasi belajar PAI siswa secara lebih menyeluruh. Disarankan agar orang tua meningkatkan komunikasi dengan sekolah dan pendampingan belajar, sedangkan sekolah diharapkan dapat memberikan sosialisasi dan menjalin kemitraan yang lebih intensif dengan orang tua. Kata Kunci: Peran orang tua. Petani. Prestasi Belajar. Pendidikan Agama Islam. http://jurnal. id/index. php/aujpsi DOI : https://doi. org/10. PENDAHULUAN Pendidikan adalah fondasi utama bagi kemajuan dan kebahagiaan manusia, berperan dalam membentuk individu yang dewasa, bertanggung jawab, dan pembelajar sepanjang hayat. Sejalan dengan tujuan pendidikan nasional Indonesia, pendidikan bertujuan mencerdaskan warga negara dan membina individu secara holistik, termasuk dalam hal ketakwaan, akhlak mulia, ilmu, emosional, kesehatan, serta tanggung jawab kewarganegaraan dan sosial (Anwar dkk. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 112 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri Secara umum, keyakinan beragama pendidikan, pengalaman hidup, serta pembiasaan yang diperolehnya sejak masa kanak-kanak (Astuti, 2. Pendidikan agama sejak usia dini memiliki peranan yang sangat strategis dalam membentuk karakter dan pandangan hidup seseorang terhadap nilai-nilai spiritual. Lingkungan religius, termasuk orang tua yang menjalankan ajaran agama, teman sebaya yang aktif dalam kegiatan keagamaan, serta pendidikan agama sistematis di rumah, sekolah, dan masyarakat, secara tidak langsung menanamkan nilainilai agama yang kuat. Dalam konteks ini. Pendidikan Agama Islam (PAI) memiliki spiritualitas peserta didik. Sekolah berbasis Islam dan peran orang tua dalam mendampingi pembelajaran agama menjadi kunci sinergi untuk membentuk generasi berakhlakul karimah dan memiliki kesadaran beragama yang tinggi. Keterlibatan orang tua merupakan salah satu faktor paling signifikan yang memengaruhi prestasi akademik siswa. Tugas orang tua lebih dari sekadar memberikan pengasuhan, orang tua berperan aktif dalam pengajaran, pengarahan, dan bimbingan untuk perkembangan kognitif, emosional, dan moral anak sejak dini (Wardani, 2. Peran orang tua sebagai pendidik pertama sangat memengaruhi perkembangan dan pencapaian belajar anak. Dukungan moral, perhatian, dan stimulasi intelektual dari orang tua menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang optimal. Sayangnya, tergolong banyak para orang tua yang belum sepenuhnya memahami bahwa keterlibatan mereka tidak hanya bersifat pelengkap, tetapi justru menjadi bagian penting dalam menentukan keberhasilan pendidikan anak di lingkungan keluarga maupun sekolah (Siahan, 1. Dalam realitas sosial ekonomi yang memengaruhi dukungan pendidikan. Petani, misalnya, sering menghadapi berbagai tantangan, termasuk keterbatasan waktu akibat pekerjaan di ladang dan kondisi ekonomi yang tidak stabil. Hal ini dapat mengakibatkan kurangnya perhatian dan dukungan terhadap pendidikan anak. Sejumlah keterlibatan orang tua memiliki korelasi positif terhadap pencapaian akademik anak. Dalam konteks keluarga petani, dukungan sering terhambat oleh keterbatasan waktu, energi, dan akses sumber daya. Tak jarang pula orang tua merasa cukup dengan membiayai kebutuhan pendidikan formal tanpa terlibat aktif dalam aktivitas belajar anak di rumah, yang berdampak pada kurangnya bimbingan dan penurunan hasil belajar siswa. proses aktivitas belajar anak di Padahal, peran orang tua tidak hanya sebatas pemenuhan kebutuhan material, tetapi juga sentral dalam memberikan pemahaman nilai- nilai agama. Mayoritas orang tua berharap anak-anak mereka berprestasi tinggi, namun harapan ini sering tidak diiringi dengan tindakan nyata dan pendampingan yang memadai, terutama jika orang tua memiliki keterbatasan pengetahuan dan kemampuan. Akibatnya, potensi anak untuk berkembang secara maksimal tidak dapat terfasilitasi dengan baik di lingkungan Pencapaian yang didapatkan oleh siswa setelah menyelesaikan proses belajar yang melibatkan penguasaan komponen kognitif, psikomotorik, dan emosional dikenal dengan istilah hasil belajar. Partisipasi aktif dan dukungan orang tua adalah variabel penting yang berkontribusi pada pencapaian ini, dengan keterlibatan orang tua secara terusmenerus menjadi faktor terpenting dalam akademis anak (Ningsih, 2. Keterlibatan orang tua dalam bentuk perhatian, pemberian motivasi, serta penyediaan fasilitas belajar peningkatan keberhasilan akademik siswa. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 113 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri Khususnya dalam PAI, di mana orang tua berperan krusial dalam dukungan emosional, dorongan semangat belajar, dan bimbingan nilai keagamaan. Berdasarkan hasil observasi awal yang dilakukan peneliti di MTs Muhammadiyah Sarwodadi, ditemukan bahwa salah satu elemen penting yang berkontribusi terhadap MTs Muhammadiyah Sarwodadi, orang tua siswa yang berprofesi sebagai petani belum memberikan perhatian yang optimal terhadap pendidikan anaknya. Terlihat dari kurangnya kepedulian terhadap jadwal ulangan, ujian semester, atau perkembangan pelajaran agama, yang berdampak pada prestasi akademik siswa yang masih perlu Mengingat latar belakang pendidikan dan status pekerjaan orang tua memengaruhi prestasi akademik siswa, penting untuk meneliti sejauh mana tua petani meningkatkan prestasi akademik anak-anak mereka, khususnya dalam PAI di MTs Muhammadiyah Sarwodadi Pejawaran Banjarnegara. Memperoleh wawasan tersebut sangat penting untuk merumuskan strategi yang lebih efektif guna memperkuat keterlibatan orang tua dalam proses Sejalan dengan hal tersebut, penelitian ini dipandang penting untuk menganalisis AuAnalisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Siswa di MTs Muhammadiyah Sarwodadi Pejawaran BanjarnegaraAy, guna mengetahui peran apa saja yang diberikan orang tua yang profesinya petani dalam pencapaian prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam. METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis survei deskriptif. Populasi penelitian adalah seluruh siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi berjumlah 375 siswa, dengan sampel 100 siswa yang orang menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner . untuk mengukur peran orang tua dan dokumentasi nilai rapor PAI siswa. Instrumen angket diuji validitasnya melalui penilaian ahli (Indeks Aiken V) dan uji empiris, serta uji reliabilitas (CronbachAos Alph. Analisis data dilakukan secara deskriptif menggunakan persentase, dengan rumus yang digunakan yaitu: Dengan kategori penilaian baik, cukup, kurang baik, dan buruk. Kategorisasi ini diperoleh dari skor persentase yang dihitung dari data kuesioner responden. Rentang persentase yang sesuai dengan setiap kategori adalah sebagai berikut: (Arikutno, 2. Persentase dalam rentang 76%-100% diklasifikasikan sebagai kategori AubaikAy. Persentase antara 56%-75% termasuk dalam kategori AucukupAy. Persentasepada interval 40U% dianggap sebagai kategori Aukurang baikAy. Persentase yang berada di bawah 40% dikategorikan sebagai Autidak baikAy HASIL DAN PEMBAHASAN Penelitian mengenai peran orang tua yang berprofesi sebagai petani dalam peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) MTs Muhammadiyah Sarwodadi. Penelitian ini melibatkan 100 siswa yang orang tuanya berprofesi sebagai petani, diambil dari 10 kelas reguler. Data dikumpulkan melalui Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 114 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri angket yang mengukur tujuh indikator peran orang tua, serta data nilai prestasi belajar PAI Sebelum analisis data, instrumen penelitian divalidasi secara komprehensif. Uji validitas Aiken V menunjukkan bahwa seluruh 35 butir instrumen memiliki validitas "TINGGI" dengan nilai rata-rata 0,85. Namun, hasil uji validitas empiris lebih lanjut menunjukkan bahwa 9 butir dinyatakan tidak valid . < r. ), sehingga hanya 26 butir yang valid yang digunakan untuk analisis deskriptif. Setelah membuang butir yang tidak valid, uji reliabilitas ulang terhadap 26 butir yang tersisa menghasilkan nilai Cronbach's Alpha sebesar 0,926, menegaskan bahwa instrumen ini sangat reliabel dan konsisten untuk mengukur peran orang tua. Data nilai prestasi belajar PAI siswa (Qur'an Hadis. Akidah Akhlak. Fikih. Sejarah Kebudayaan Isla. menunjukkan variasi yang signifikan di antara responden. Meskipun nilai individu berbeda, secara keseluruhan, data ini memberikan dasar untuk memahami tingkat capaian prestasi belajar PAI di populasi sampel. Dalam penelitian ini, data dikumpulkan dengan menggunakan instrumen kuesioner. Setelah pengumpulan dan pengolahan data selesai, temuan disajikan sesuai dengan masing-masing Penilaian setiap item dalam menggunakan rumus berikut: Contoh penghitungan pernyataan no 1 Kategori Jawaban Jumlah Responden Skor Selalu Sering Kadang- Skor x Jarang Tidak Total Untuk pernyataan nomor 2, 3 sampai nomor 26 cara penghitungannya sama seperti . Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai motivator Indikator ini terdapat 4 item pernyataan dengan perolehan skor dari setiap item yaitu 455, 403, 358, dan 391 serta rata-rata dari setiap item adalah 4,55. 4,03. 3,91. Secara keseluruhan, perolehan skor pada aspek motivasi belajar yang diberikan oleh orang tua adalah 1. 607 dari skor ideal 2. Perhitungan skor ideal ini didasarkan pada skor tertinggi . dikalikan jumlah item . dan jumlah responden . Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai motivator adalah 80,35%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 76% hingga 100%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai motivator bagi anak- anaknya tergolong "baik. Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai fasilitator Pada Indikator yang kedua ini terdapat 5 item pernyataan dengan perolehan skor dari setiap item yaitu 412, 357, 370, 175 dan 240 serta rata-rata dari setiap item adalah 4,12. 3,57. 1,75. 2,40. Secara keseluruhan, perolehan skor pada aspek fasilitas belajar yang diberikan oleh orang tua adalah 1. dari skor ideal 2. Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai role model adalah 62,16%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 56% hingga 75%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai fasilitator bagi anak- anaknya tergolong "cukup. Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 115 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri . Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai contoh atau panutan . ole mode. Indikator yang ketiga ini terdapat 2 item pernyataan dengan perolehan skor dari setiap item yaitu 451 dan 446 dengan rata-rata 4,51 dan 4,46. Perolehan skor pada aspek orang tua sebagai role model adalah 897 dari skor Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai role model adalah 89,7%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 76% hingga 100%, maka dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai role model bagi anak-anaknya tergolong "baikAy. Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai mediator atau perantara Indikator ini terdapat 4 item pernyataan dengan perolehan skor dari masing-masing item yaitu 283, 345, 234, dan 309 serta ratarata dari setiap item adalah 2,83, 3,45, 2,34 3,09. Perolehan skor pada aspek mediator belajar yang diberikan oleh orang tua adalah 1. 171 dari skor ideal 2. Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai mediator adalah 58,55%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 56% hingga 75%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai fasilitator bagi anak-anaknya tergolong "cukup. Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai evaluator Indikator ini terdapat 5 item pernyataan dengan perolehan skor dari masing-masing item yaitu 237, 284, 329, 277 dan 293 dengan rata-rata 2,37. 2,84. 3,29. 2,77 dan 2,93. Perolehan skor pada aspek orang tua sebagai evaluator adalah 1. 420 dari skor ideal Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai evaluator adalah 56,8%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 56% sampai 75%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai evaluator bagi anakanaknya tergolong "cukupAy. Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai partner/mitra Pada indikator ini terdapat 2 item pernyataan dengan perolehan skor dari masing-masing item yaitu 264 dan 203 dengan rata-rata 2,64 dan 2,03. Perolehan skor pada aspek orang tua sebagai partner/mitra adalah 467 dari skor ideal 1. Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai partner/mitra 46,7%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 40% sampai 55%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai partner/mitra tergolong "kurang baikAy. Peran orang tua berdasarkan indikator sebagai supervisor Indikator yang terakhir ini terdapat 4 item pernyataan dengan perolehan skor dari item yaitu 431, 419, 379 dan 321 dengan rata-rata 4,31. 4,19. 3,79 dan 3,21. Perolehan skor pada aspek orang tua sebagai supervisor 550 dari skor ideal 2. Dari data tersebut, dapat dihitung bahwa persentase peran orang tua sebagai supervisor adalah 77,5%. Dengan persentase ini, yang berada dalam kisaran 76% sampai 100%, dapat disimpulkan bahwa peran orang tua petani sebagai supervisor bagi anak-anaknya tergolong "cukupAy. Penelitian ini mengkaji peran orang tua yang berprofesi sebagai petani dalam pencapaian prestasi belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) MTs Muhammadiyah Sarwodadi. Data dikumpulkan melalui angket yang mencakup tujuh indikator peran orang tua: motivator, fasilitator, role model, mediator, evaluator, partner/mitra, dan supervisor, serta data nilai prestasi belajar siswa. Peran Orang Tua Sebagai Motivator Peran orang tua sebagai motivator menunjukkan hasil yang AubaikAy dengan persentase 80,35% . kor total 1. 607 dari skor Rata-rata skor item berkisar antara 3,58 hingga 4,55. Ini berarti orang tua petani secara aktif mengingatkan siswa untuk Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 116 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri belajar agama . ata-rata 4,. , memotivasi partisipasi dalam kegiatan keagamaan . atarata 4,. , memberikan semangat saat siswa stres . ata-rata 3,. , dan memberikan pujian atas usaha dalam PAI . ata-rata 3,. Peran ini krusial karena motivasi dari orang tua dapat meningkatkan semangat, kepercayaan diri, dan fokus belajar siswa, yang berdampak positif pada prestasi. Hasil ini sejalan dengan penelitian Adelia dan Tri . yang juga menguatkan bahwa peran motivator orang tua berpengaruh besar terhadap motivasi belajar anak, bahkan di tengah kesibukan seperti bertani, karena kualitas interaksi dan dukungan emosional lebih berdampak daripada kuantitas waktu. Peran Orang Tua sebagai Fasilitator Indikator fasilitator menunjukkan hasil AucukupAy dengan persentase 62,16% . kor 554 dari skor ideal 2. Rata-rata skor item bervariasi antara 1,75 hingga 4,12. Orang tua cukup sering menyediakan sumber daya belajar PAI . ata-rata 4,. dan berusaha menciptakan lingkungan belajar yang nyaman . ata-rata 3,. Namun, terdapat kelemahan dalam membantu mencari guru les . ata-rata 1,. dan membantu membuat jadwal belajar seimbang . atarata 2,. Keterbatasan kemungkinan besar disebabkan oleh faktor ekonomi dan kurangnya pengetahuan orang tua petani, yang sejalan dengan penelitian Emi dkk . bahwa status sosial ekonomi keluarga petani memengaruhi pendidikan formal dan prestasi anak. Peran Orang Tua sebagai Role Model Peran orang tua sebagai role model berada dalam kategori AubaikAy dengan persentase tinggi sebesar 87,1% . kor total 897 dari skor ideal 1. Rata-rata skor item sangat tinggi, yaitu 4,51 untuk sikap jujur dan bertanggung jawab, serta 4,46 untuk sikap sabar. Ini menunjukkan bahwa orang tua petani sangat sering menjadi contoh positif dalam kejujuran, tanggung jawab, dan kesabaran. Keteladanan ini penting untuk membentuk karakter dan motivasi belajar anak, karena anak cenderung meniru perilaku orang tua. Hasil ini diperkuat oleh penelitian Rusdiana dkk. yang menegaskan peran orang tua sebagai teladan utama melalui perilaku positif, dialog terbuka, dan pembiasaan nilai moral. Peran Orang Tua sebagai Mediator Pada indikator mediator, peran orang tua tergolong AucukupAy dengan persentase 58,55% . kor total 1. 171 dari skor ideal 2. Ratarata skor item berkisar antara 2,34 hingga 3,45. Orang tua cukup sering memberikan contoh materi PAI dalam kehidupan seharihari . ata-rata 3,. dan kadang membantu menghubungkan PAI dengan pelajaran lain . ata-rata 3,. Namun, mereka masih jarang menjelaskan materi PAI yang tidak dimengerti anak . ata-rata 2,. dan kurang mendampingi saat mengerjakan PR/tugas . ata-rata 2,. Artinya, pendampingan dan bimbingan orang tua belum optimal. Hal ini sejalan dengan studi Intan dan Erna . yang menunjukkan bahwa pendampingan aktif orang tua sangat berpengaruh terhadap peningkatan motivasi belajar anak. Peran Orang Tua sebagai Evaluator Peran orang tua sebagai evaluator juga masuk kategori AucukupAy dengan persentase 56,8% . kor total 1. 420 dari skor ideal 2. Rata-rata skor item berkisar antara 2,37 hingga 3,29. Orang tua jarang memeriksa hasil PR/tugas anak . ata-rata 2,. , jarang berdiskusi tentang kemajuan belajar PAI . ata-rata 2,. , kurang membantu menilai kekuatan dan kelemahan dalam memahami ajaran Islam . ata-rata 3,. , jarang membahas materi ujian PAI . ata-rata 2,. , dan jarang berdiskusi tentang strategi belajar PAI yang efektif . ata-rata 2,. Kualitas evaluasi ini masih perlu ditingkatkan agar anak lebih terarah dalam proses belajar, seperti yang dijelaskan oleh Gunadi Kadir . bahwa keterlibatan orang tua dalam evaluasi dan diskusi strategi belajar dapat memperbaiki proses belajar anak. Peran Orang Tua sebagai Partner/Mitra Peran orang tua sebagai partner/mitra tergolong Aukurang baikAy dengan persentase Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 117 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri 46,7% . kor total 467 dari skor ideal 1. Rata-rata skor item menunjukkan orang tua jarang berkomunikasi dengan guru/wali kelas tentang perkembangan belajar PAI . ata- rata 2,. dan jarang menghubungi sekolah jika ada kendala pembelajaran PAI . ata-rata 2,. Ini mengindikasikan partisipasi orang tua dalam kegiatan sekolah masih rendah, menyebabkan banyak yang tidak mengetahui perkembangan belajar PAI anaknya. Temuan ini menegaskan pentingnya keterlibatan aktif orang tua sebagai mitra pendidik, sejalan dengan penelitian Siti dkk . , untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi dengan pihak sekolah. Peran Orang Tua sebagai Supervisor Pada indikator supervisor, peran orang tua termasuk kategori AubaikAy dengan persentase 77,5% . kor total 1. 550 dari skor Rata-rata skor item berkisar antara 3,21 hingga 4,31. Orang tua cukup aktif memantau penggunaan waktu anak untuk belajar, beribadah, dan bermain . atarata 4,. , sering memperhatikan pergaulan anak . ata-rata 4,. , cukup baik membatasi penggunaan gadget . ata-rata 3,. , dan cukup sering memberikan konsekuensi jika anak melanggar aturan agama atau tidak belajar . ata-rata 3,. Pengawasan ini perlu terus ditingkatkan untuk kedisiplinan belajar dan pengamalan ajaran agama, sejalan dengan hasil penelitian Nais dkk . tentang pentingnya peran supervisor untuk meningkatkan kedisiplinan belajar. Keterkaitan Peran Orang Tua dengan Prestasi Belajar Data nilai prestasi belajar PAI siswa menunjukkan variasi yang cukup baik, dengan beberapa siswa mencapai nilai tinggi. Peran orang tua yang baik sebagai motivator, role model, dan supervisor diduga memberikan kontribusi signifikan terhadap prestasi ini. Namun, dengan peran fasilitator, mediator, dan evaluator yang masih dalam kategori cukup, serta partner/mitra yang kurang baik, terdapat potensi besar untuk meningkatkan prestasi belajar PAI jika orang tua dapat mengoptimalkan peran-peran tersebut secara lebih menyeluruh. KESIMPULAN Berdasarkan pembahasan dapat disimpulkan bahwa peran orang tua yang berprofesi petani di MTs Muhammadiyah Sarwodadi menunjukkan Pendidikan Agama Islam (PAI) siswa. Secara umum, peran orang tua sebagai motivator . ,35%), role model . ,1%), dan supervisor . ,5%) berada dalam kategori "baik". Ini menunjukkan orang tua petani cukup efektif dalam mendorong, memberikan teladan, dan mengawasi aktivitas belajar Namun, peran sebagai fasilitator . ,16%), mediator . ,55%), dan evaluator . ,8%) berada dalam kategori "cukup". Ini mengindikasikan adanya upaya dukungan yang memadai, namun masih membutuhkan peningkatan untuk mencapai optimalisasi. Peran yang paling memerlukan perhatian adalah sebagai partner/mitra sekolah . ,7%), yang tergolong "kurang baik". Hal ini menyoroti perlunya peningkatan komunikasi dan kolaborasi yang signifikan antara orang tua dan pihak sekolah. Meskipun demikian, data prestasi belajar PAI siswa secara keseluruhan menunjukkan rata-rata nilai yang baik. Hal ini mengisyaratkan bahwa dengan optimalisasi peran orang tua petani, pendampingan, evaluasi, dan kemitraan dengan sekolah, pencapaian prestasi belajar PAI siswa dapat lebih ditingkatkan. Berdasarkan beberapa saran penting dapat diberikan kepada pihak-pihak terkait: Untuk Orang Tua: Bangun komunikasi yang lebih baik dengan guru atau wali kelas untuk memantau perkembangan belajar anak dan mencari solusi bersama atas kendala yang ada dan berusaha untuk mendampingi anak mengerjakan PR atau tugas PAI, bahkan hanya dengan menanyakan kesulitan yang dihadapi atau mendiskusikan materi secara Serta upayakan menciptakan Al-Ubudiyah: Jurnal Pendidikan dan Studi Islam. Vol. No. 2, pp. 112-119, 2025 | 118 Analisis Peran Orang Tua yang Berprofesi Petani dalam Pencapaian Prestasi Belajar PAI Siswa MTs Muhammadiyah Sarwodadi Wiwit Widya Lestari. Irma Dwi Tantri suasana rumah yang tenang dan nyaman untuk belajar, misalnya dengan mengurangi kebisingan atau menyediakan area khusus untuk belajar. Untuk Sekolah: Selenggarakan sosialisasi dan pelatihan bagi orang tua, khususnya petani, mengenai pentingnya peran mereka dalam mendukung prestasi belajar anak, terutama pada aspek fasilitasi dan mediasi pembelajaran dan jalin komunikasi yang lebih intensif dengan orang tua untuk bersama- sama memantau dan mendukung perkembangan belajar siswa secara berkelanjutan. Untuk Peneliti Selanjutnya: Lakukan penelitian lebih lanjut dengan melibatkan orang tua dari profesi yang berbeda untuk prestasi belajar PAI dan Mengembangkan instrumen penelitian yang lebih mendalam untuk menggali faktor-faktor lain yang mempengaruhi peran orang tua dalam pendidikan anak. DAFTAR PUSTAKA