Vol. No. Tahun 2025 e-ISSN 2723-0120 p-ISSN 2828-3511 ANALISIS SWOT DAN MARKETING MIX 7P PADA LAYANAN HAJI DAN UMROH DI BIRO PERJALANAN XYZ Tantan Tandiansyah a,*. Sulaksono Mahesa Putra b. Melinda Cryselia Limbong c. Yani Iriani. a,b,c,d Program Studi Teknik Industri. Fakultas Teknik. Universitas Widyatama. Bandung. Indonesia tandiansyah@widyatama. ABSTRACT The 7P marketing mix is one of the key instruments for enhancing competitiveness in service institutions, including Hajj and Umrah tour agencies. This study examines the application of the 7P marketing mix in a Hajj and Umrah tour agency in Bandung City using a SWOT analysis. The research background highlights the growing demand for Hajj and Umrah services in Indonesia, accompanied by intense competition among travel agencies. A qualitative descriptive approach was employed, using interviews, observations, and secondary data from internal documents and relevant publications. The findings reveal that the agency holds several strengths, including official PPIU licensing, diverse pilgrimage packages, comprehensive facilities, active digital promotions, and experienced staff. However, weaknesses were identified in the absence of PIHK licensing, relatively high premium package prices, and inconsistent service quality across branches. Externally, opportunities arise from the increasing number of pilgrims, supportive government regulations, and the development of digital platforms, while threats include strong competition, currency fluctuations, and infrastructure limitations. The SWOT analysis produced a score of 3. 47, indicating that the agency is relatively strong in leveraging opportunities and managing market Keywords: Marketing Mix 7P. SWOT Analysis. Hajj and Umrah Tours ABSTRAK Bauran pemasaran 7P menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing Biro Perjalanan XYZ jasa, termasuk Biro Perjalanan XYZ. Penelitian ini mengkaji penerapan bauran pemasaran 7P pada Biro Perjalanan XYZ dengan menggunakan analisis SWOT. Latar belakang penelitian ini berfokus pada meningkatnya permintaan ibadah haji dan umroh di Indonesia yang diikuti dengan persaingan ketat antar biro perjalanan. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui wawancara, observasi, serta data sekunder dari dokumen internal dan publikasi ilmiah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Biro Perjalanan XYZ memiliki sejumlah kekuatan, seperti legalitas resmi PPIU, variasi paket ibadah, fasilitas lengkap, promosi digital aktif, serta tenaga pendamping berpengalaman. Namun, terdapat kelemahan pada keterbatasan izin PIHK, harga paket premium yang relatif tinggi, dan perbedaan kualitas pelayanan di cabang tertentu. Dari sisi eksternal, peluang utama muncul dari tren peningkatan jamaah, dukungan regulasi pemerintah, serta perkembangan media digital, sementara ancaman berasal dari Tax and Business Journal Tantan Tandiansyah, et al. Analisis Swot dan Marketing Mix. Hal: 436-445 DOI: https://10. 40/jpb. persaingan ketat, fluktuasi kurs, dan keterbatasan infrastruktur. Analisis SWOT menghasilkan skor sebesar 3,47, yang menunjukkan bahwa Biro Perjalanan XYZ cukup kuat dalam memanfaatkan peluang serta menghadapi ancaman pasar. Kata Kunci: Marketing Mix 7P. Analisis SWOT. Biro Perjalanan Haji dan Umroh. PENDAHULUAN Indonesia sebagai negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia memiliki potensi pasar yang sangat luas bagi layanan haji dan umroh. Dalam beberapa tahun terakhir, permintaan terhadap paket umroh terus meningkat secara Misalnya, jumlah jamaah umroh asal Indonesia melonjak sekitar 68 % dalam kurun waktu lima tahun terakhir, hampir dua kali lipat dibandingkan periode Pada tahun 2024, tercatat lebih dari 1,467 juta orang Indonesia melaksanakan umroh . eningkat dari 1,370 juta pada 2. , sedangkan kuota haji nasional mencapai rekor tertinggi, yaitu 241. 000 orang. Kondisi ini menunjukkan bahwa potensi pasar untuk jasa perjalanan ibadah sangat besar dan terus Sumber: https://haji. Gambar 1. Perkembangan Jamaah Umroh dan Kuota Haji Indonesia Di sisi lain, menurut (Wulan Wahyuni et al. , 2. pertumbuhan jumlah penyelenggara biro perjalanan haji dan umroh juga cenderung meningkat, sehingga persaingan dalam industri ini menjadi makin ketat. Menurut kajian di PT. Sela Express Tour Kota Pekanbaru, persaingan antar biro perjalanan mendorong perusahaan untuk terus menyempurnakan strategi pemasaran agar tetap kompetitif dan menarik jamaah (Afidah & Romli, 2. Selain itu, dalam konteks pasar jasa . , aspek kualitas pelayanan, transparansi, dan kepercayaan menjadi sangat krusial dalam memikat calon jamaah (Noviyanti, 2. Perkembangan teknologi dan transformasi digital, strategi pemasaran tradisional saja tidak lagi cukup. Digitalisasi pemasaran dan layanan menjadi sebuah Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 keharusan agar biro perjalanan dapat tetap relevan. Trend digitalisasi layanan dalam industri haji dan umroh telah diidentifikasi sebagai salah satu pendorong utama perubahan manajemen dan pemasaran jasa di bidang ini (Aulia et al. , 2. Banyak travel telah mulai memanfaatkan media sosial, iklan digital, platform daring, serta kerja sama kemitraan Biro Perjalanan XYZ keagamaan atau komunitas masjid untuk menjangkau calon jamaah. Namun demikian, adopsi strategi pemasaran yang efektif termasuk integrasi antara aspek produk, harga, distribusi, promosi, orang . , proses, dan bukti fisik . hysical evidenc. masih menjadi tantangan. Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa penerapan bauran pemasaran 7P . arketing mix 7P) dalam travel umroh dapat meningkatkan minat jamaah, loyalitas, dan citra merek (Syamsiyah, 2. Penelitian mengenai penerapan bauran pemasaran 7P pada industri jasa, khususnya di sektor perjalanan haji dan umroh, telah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Secara umum, penelitian-penelitian tersebut menegaskan bahwa strategi pemasaran yang tepat mampu meningkatkan minat jamaah, memperluas pangsa pasar, serta memperkuat citra perusahaan di mata konsumen (Andiyawan et , 2. Elemen utama seperti produk, harga, promosi, dan kualitas pelayanan terbukti menjadi faktor yang paling berpengaruh terhadap keputusan jamaah dalam memilih biro perjalanan (Andiyawan et al. , 2. Selain itu, dengan berkembangnya teknologi digital, biro semakin terdorong untuk mengoptimalkan media sosial, website, dan platform daring lainnya sebagai sarana promosi yang efektif dan efisien. Kesamaan dalam penggunaan kerangka bauran pemasaran 7P, masing-masing penelitian memiliki konteks, metode, dan fokus analisis yang berbeda. Beberapa studi menitikberatkan pada peningkatan jumlah jamaah, sementara yang lain lebih menyoroti efektivitas promosi digital maupun pelayanan sebagai faktor penentu Oleh karena itu, kajian terdahulu memberikan landasan penting sekaligus ruang untuk penelitian lebih lanjut, khususnya dalam mengkaji hubungan penerapan strategi 7P dengan pertumbuhan penjualan pada biro perjalanan haji dan umroh. Penelitian yang dilakukan oleh (Muslim et al. , 2. berjudul AuStrategi Marketing Mix Paket Haji dan Umrah dalam Meningkatkan Daya Tarik Masyarakat di PT ABA Tour and Travel Kota SukabumiAy menggunakan metode penelitian lapangan dengan pendekatan primer dan sekunder melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa strategi bauran pemasaran 7P, khususnya pada aspek produk, harga, dan pengemasan paket ibadah, berperan penting dalam menarik minat masyarakat lokal untuk menggunakan layanan perjalanan haji dan umroh. Penelitian tersebut menitikberatkan pada strategi peningkatan daya tarik pasar lokal di Sukabumi, sementara penelitian ini difokuskan pada penerapan analisis SWOT terhadap marketing mix 7P di Biro Perjalanan XYZ. Fokus penelitian ini juga lebih menyoroti integrasi strategi digital dan promosi daring sebagai langkah adaptif dalam menghadapi dinamika persaingan dan perubahan perilaku konsumen di era modern. Penelitian lain yang dilakukan oleh (Siti Aisyah, 2. berjudul AuStrategi Pemasaran Umrah pada PT. Sinai Tour & Travel dalam Meningkatkan Minat Jamaah BeribadahAy menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek harga dan fasilitas menjadi elemen paling berpengaruh dalam menarik minat jamaah, sementara aspek lokasi dan pelayanan menjadi faktor Tax and Business Journal Tantan Tandiansyah, et al. Analisis Swot dan Marketing Mix. Hal: 436-445 DOI: https://10. 40/jpb. yang perlu ditingkatkan untuk memperkuat kepercayaan pelanggan. Penelitian tersebut menegaskan pentingnya kombinasi strategi harga, promosi, dan pelayanan dalam membentuk daya saing biro perjalanan. Perbedaan mendasar dengan penelitian ini terletak pada pendekatan yang digunakan, di mana penelitian ini mengombinasikan analisis SWOT dan marketing mix 7P secara komprehensif untuk menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi efektivitas strategi pemasaran biro perjalanan XYZ. Penelitian dan laporan menekankan perlunya strategi pemasaran komprehensif dan terstruktur agar biro perjalanan dapat mengoptimalkan posisi pasar dan meningkatkan pertumbuhan penjualan di tengah kompetisi yang ketat. Dengan menggunakan pendekatan analisis SWOT dan bauran pemasaran 7P sebagai kerangka strategi, diharapkan Biro Perjalanan XYZ dapat memperkuat posisi pasar, menarik lebih banyak calon jamaah, serta meningkatkan kepercayaan dan kepuasan Oleh sebab itu, penelitian ini berupaya menggali bagaimana penerapan strategi 7P pada produk haji dan umroh di Biro Perjalanan XYZ serta sejauh mana strategi tersebut dapat mendongkrak pertumbuhan penjualan. METODE PENELITIAN Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif Analisis ini dilakukan dengan tiga tahapan utama, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan (Anwar et al. , 2. Proses reduksi data dilakukan melalui pemilihan, pemusatan perhatian, dan penyederhanaan data hasil wawancara, observasi, serta dokumentasi. Selanjutnya, data yang telah direduksi disajikan dalam bentuk narasi dan kategorisasi berdasarkan elemen bauran pemasaran 7P, sehingga memudahkan peneliti dalam mengidentifikasi pola dan hubungan antar faktor. Pada tahap akhir, peneliti menarik kesimpulan dengan menafsirkan bagaimana penerapan masing-masing elemen 7P berkontribusi terhadap pertumbuhan penjualan di Biro Perjalanan XYZ. Pemilihan metode ini didasarkan pada tujuan penelitian yang berfokus untuk menggali fenomena secara mendalam, bukan semata mengukur hubungan antar variabel sebagaimana pendekatan kuantitatif. Analisis kualitatif memungkinkan peneliti memahami makna dari perspektif subjek penelitian, baik dari sisi manajemen perusahaan maupun jamaah sebagai konsumen. Dengan demikian, peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih holistik mengenai strategi pemasaran yang diterapkan (Patton, 2. Pendekatan ini juga sejalan dengan (Creswell, 2. yang menekankan bahwa penelitian kualitatif bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman, persepsi, dan makna yang terkandung di balik data empiris. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pertumbuhan penjualan produk haji dan umroh di Biro Perjalanan XYZ melalui penerapan strategi pemasaran yang efektif dan berdaya saing. Metode yang digunakan adalah analisis SWOT dan bauran pemasaran 7P (Product. Price. Place. Promotion. People. Process, dan Physical Evidenc. Analisis SWOT digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman yang memengaruhi kinerja biro perjalanan. Sementara itu, analisis 7P berfungsi menilai penerapan strategi pemasaran pada setiap elemen agar sesuai dengan kebutuhan dan harapan jamaah. Marketing Mix 7P Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Bauran pemasaran . arketing mi. telah mengalami perkembangan dari 4P ke 7P yang dianggap lebih relevan untuk industri jasa, termasuk layanan perjalanan haji dan umrah. Dalam konteks ini, strategi pemasaran tidak hanya mengandalkan aspek produk dan harga, tetapi juga mencakup distribusi, promosi, orang, proses, dan bukti fisik yang mampu memengaruhi kepuasan serta loyalitas jamaah, yang pada akhirnya mendorong pertumbuhan penjualan (Othman & Harun, 2. Pengaruh service marketing mix . ermasuk product, price, place, promotion, people, process, physical evidence, serta marketing communication dan after-sale servic. terhadap kepuasan dan loyalitas pelanggan pada agen perjalanan Umroh di Malaysia. Hasilnya menunjukkan bahwa semua variabel tersebut berpengaruh signifikan terhadap kepuasan, yang kemudian memengaruhi loyalitas (Hughes & Nelson, 2. Elemen 7P masih relevan dalam kondisi pasca pandemi dan berpengaruh pada loyalitas pelanggan dalam industri travel . ermasuk umro. di Oman (Abdulaziz et , 2. Dalam konteks jasa perjalanan haji dan umroh, model 7P menjadi sangat relevan karena keberhasilan bisnis tidak hanya ditentukan oleh kualitas produk . aket ibada. dan harga yang kompetitif, tetapi juga oleh kualitas pelayanan, proses administrasi yang transparan, serta bukti fisik yang mampu meningkatkan kepercayaan calon jamaah (Othman & Harun, 2. Produk (Produc. : Produk dalam layanan umroh mencakup paket ibadah akomodasi, transportasi, manasik, layanan tambahan sebagai nilai inti yang Kombinasi paket yang fleksibel, kualitas fasilitas, dan layanan tambahan yang khas menjadi pembeda di antara biro perjalanan (Othman & Harun, 2. Harga (Pric. : Harga jasa umroh harus mempertimbangkan berbagai biaya operasional, kurs valuta asing, dan nilai yang dipersepsikan jamaah. Elastisitas harga dan fleksibilitas cara pembayaran menjadi strategi penting (Othman & Harun, 2. Tempat (Plac. : Distribusi pelayanan dalam umroh harus melibatkan digital platform pemesanan online, aplikasi biro, kanal media sosial untuk menjangkau jamaah lintas wilayah (Pusvitasari et al. , 2. Promosi (Promotio. : Promosi tidak hanya iklan konvensional, tetapi elemen komunikasi digital seperti testimoni, konten edukatif, storytelling, kolaborasi influencer (Pusvitasari et al. , 2. Orang (Peopl. : Staf biro, pembimbing manasik, pendamping di lapangan semua orang yang berinteraksi langsung dengan jamaah memainkan peran kunci dalam pengalaman layanan. Faktor people merupakan bagian integral dari mix jasa yang diuji terhadap kepuasan. (Othman & Harun, 2. Proses (Proces. : Proses pelayanan umroh meliputi registrasi, administrasi visa, pendampingan manasik, logistik keberangkatan/pulang. Dalam literatur pelayanan umroh, operasi layanan . ervice operation. dan kualitas proses menjadi variabel penting dalam membentuk nilai pelanggan dan komitmen (Rahmawati et , 2. Bukti Fisik (Physical Evidenc. : Bukti fisik meliputi tampilan kantor biro, materi promosi cetak & digital, aplikasi, website, fasilitas keberangkatan, branding visual. Bukti fisik memberikan sentuhan nyata terhadap layanan yang tak kasat mata dan membantu mengurangi ketidakpastian calon jamaah. Dalam penelitian umroh. Tax and Business Journal Tantan Tandiansyah, et al. Analisis Swot dan Marketing Mix. Hal: 436-445 DOI: https://10. 40/jpb. elemen visual & materi komunikasi sering dijadikan indikator physical evidence dalam mix jasa (Othman & Harun, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis SWOT dilakukan dengan cara mengidentifikasi strength . , weakness . , opportunities . , dan threats . yang dimiliki oleh bisnis. Analisis SWOT bertujuan untuk menganalisis dan mengevaluasi secara sistematis untuk menentukan perencanaan strategi perusahaan. Analisis SWOT didasarkan pada logika yang dapat memaksimalkan kekuatan dan peluang serta pada saat yang sama dapat meminimalkan kelemahan dan ancaman (Zahra et al. , 2. Dengan menganalisis faktor eksternal dan internal perusahaan berdasarkan pada data yang dikumpulkan secara teratur, matriks IFE, matriks EFE, dan matriks EFE akan dikembangkan untuk mengidentifikasi keunggulan bisnis kita dibandingkan pesaing (Ben-Abdallah et al. , 2. Analisis Matriks Internal Factor Evaluation (IFE) Analisis ini memanfaatkan perspektif faktor internal yang mencakup identifikasi menyeluruh terhadap kekuatan dan kelemahan yang dimiliki oleh Biro Perjalanan Haji dan Umroh. Identifikasi kekuatan dilakukan untuk mengungkap potensi unggul yang dapat dioptimalkan dalam meningkatkan daya saing dan kinerja layanan biro, sedangkan analisis kelemahan diarahkan untuk mengidentifikasi berbagai keterbatasan yang berpotensi menghambat peningkatan kualitas kinerja. Dari hasil analisis SWOT dapat dilihat bahwa faktor kekuatan lebih besar dibandingkan faktor kelemahan yang dimiliki Biro Perjalanan Haji dan Umroh XYZ. Hasil SWOT marketing mix 7P Biro Perjalanan Haji dan Umroh pada variabel produk. Biro Perjalanan XYZ ini memiliki kekuatan seperti perizinan dari PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umro. sehingga tidak menjadi illegal Disamping itu Biro Perjalanan XYZ belum mendapatkan izin resmi dari PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusu. sehingga jika ada jamaah yang hendak berangkat haji maka Perusahaan ini harus bergabung dengan pihak ketiga yang sudah memiliki izin resmi PIHK. Selain itu. Biro Perjalanan XYZ menyediakan paket umroh yang bervariatif seperti Umrah Reguler. VIP. Plus (Turki. Dubai. Mesir. Uzbekista. sesuai kebutuhan jamaah. Variasi paket premium membuat harga lebih tinggi dibanding kompetitor Biro Perjalanan XYZ juga menawarkan Haji Reguler . uota pemerinta. dan Haji Khusus/Plus . otel dekat Masjidil Haram & Nabawi, masa tunggu singka. Dalam paket Haji Maupun Umroh, setiap jamaah mendapatkan Fasilitas lengkap seperti tiket pesawat, hotel berbintang, katering halal, pembimbing ibadah, perlengkapan Rabbani . oper, mukena, seraga. Pada variabel harga. Biro Perjalanan XYZ ini menetapkan harga paket yang beragam seperti Umrah reguler Rp30Ae35 juta. VIP/Plus Rp40Ae50 juta. Haji Reguler Rp70Ae80 juta. Haji Plus Rp150Ae300 Dikarenakan pilihat paket haji yang bervariatif, harga Haji Plus relatif mahal sehingga segmen terbatas dan mungkin biaya bisa naik mengikuti kurs dolar & kebijakan maskapai. Kemudian untuk para jamaah yang memiliki minat yang tinggi untuk melaksanakan Umroh maupun Haji. Biro Perjalanan XYZ ini juga menyediakan tabungan haji/umroh dan terdapat cicilan yang fleksibel. Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Pada variabel Lokasi. Biro Perjalanan XYZ ini berpusat di Bandung (Jl. Diponegor. dengan lokasi yang sangat strategis berada ditengah kota. Biro Perjalanan XYZ ini memiliki agen atau cabang yang tersebar di beberapa kota lain di Jawa barat. Daerah yang tidak terjangkau mungkin dapat melakukan pendaftaran secara online melalui website. WhatsApp, maupun media sosial lainnya. Pada variabel promosi. Biro Perjalanan XYZ ini aktif menggunakan media website resmi. Instagram. Facebook. YouTube. TikTok dengan menampilkan promo diskon early bird, promo keluarga/rombongan, referral. Tetapi untuk kompetitor sudah mulai bersaing dengan promosi offline seperti menggunakan spanduk, billboard, atau radio. Mungkin dapat ditingkatkan di sektor offline seperti menampilkan gambar testimoni jamaah, dokumentasi keberangkatan, dan liputan media sebagai bukti kredibilitas. Selain itu Biro Perjalanan XYZ ini aktif dalam seminar manasik & kajian religi sebagai bagian promosi soft selling. Pada variabel orang. Biro Perjalanan XYZ ini memiliki pekerja yang bersertifikat kementrian agama dan juga memiliki tour leader yang berpengalaman agar pelayanan yang diberikan bersifat professional dan Amanah serta dapat komunikatif dan responsif. Tetapi hambatan terkait pelayanan dapat terjadi pada tour leader itu sendiri maupun ketika jamaah tergolong kepada paket yang besar yang idealnya ditangani oleh beberapa tour leader. Pada variabel proses. Biro Perjalanan XYZ ini bersifat transparan berupa proses dokumen jamaah, manasik haji, maupun update keberangkatan yang di informasikan pada grup WhatsApp dan media sosial resmi yang dapat terus di update. Jamaah juga di jamin mendapatkan nomor porsi resmi yang dikeluarkan SISKOHAT kementrian Akan tetapi dengan adanya transparansi dan memiliki induk pada pemerintah maka masa tunggu haji reguler sangat lama (>20 tahun, sesuai aturan Kemudian update keberangkatan maupun pengurusan administrasi pada media sosial menjadi hambatan juga untuk jamaah yang sudah lanjut usia. Pada variabel bukti fisik. Biro Perjalanan XYZ ini sudah secara professional mengelola dari Lokasi, website resmi, hingga aktif bersosial media untuk update perjalanan haji atau umroh. Hambatan yang dirasakan oleh jamaah yaitu tidak semua kantor cabang atau agen memiliki fasilitas yang sama baiknya dan tampilan kantor pada setiap kota dapat berbeda, sehingga pengalaman jamaah menjadi tidak Analisis Matriks External Factor Evaluation (IFE) Analisis EFE dilakukan dengan mempertimbangkan berbagai faktor eksternal yang berpotensi memengaruhi kinerja Biro Perjalanan XYZ, khususnya yang berkaitan dengan peluang dan ancaman yang muncul di lingkungan industri perjalanan haji dan umroh. Analisis ini mencakup penelaahan terhadap dinamika regulasi pemerintah, kondisi pasar, perkembangan teknologi, serta perubahan preferensi jamaah yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap keberlangsungan operasional biro. Analisis kekuatan dan kelemahan Biro Perjalanan XYZ dapat diamati pada Tabel 2. Tabel 1. Hasil Perhitungan IFE Tax and Business Journal Tantan Tandiansyah, et al. Analisis Swot dan Marketing Mix. Hal: 436-445 DOI: https://10. 40/jpb. Sumber : Pengolahan Data Hasil analisis SWOT untuk faktor eksternal yang memiliki kekuatan terbesar yaitu tren permintaan haji atau umroh, izin resmi dari kementrian agama yang terfokus pada izin PIHK (Penyelenggara Ibadah Haji Khusu. Selain itu Persaingan produk paket travel sejenis, fluktuasi kurs rupiah dan biaya maskapai itu menjadi hal yang harus diperhatikan dikarenakan nilai tukar rupiah yang masih tidak stabil menyebabkan biaya maskapai maupun persaingan terhadap harga produk menjadi tidak tetap. Faktor lain yang tidak kalah penting yaitu perkembangan promosi melalui platform media sosial seperti Instagram dan Tiktok dapat di coba di Analisis Matriks External Factor Evaluation (IFE) memiliki output nilai skor tertimbang dengan total skor mencapai 3,47 dari maksimal 5,0 atau dapat diartikan Perusahaan cukup kuat dalam memanfaatkan peluang dan dapat menghadapi Copyright A 2025 pada penulis Jurnal Pajak dan Bisnis Volume 6. Nomor 2. Tahun 2025 Analisis SWOT menggunakan metode IFE dapat menguntungkan bagi Biro Perjalanan XYZ dikarenakan dapat mendukung pertumbuhan dan menarik jamaah sehingga Biro Perjalanan XYZ dapat berkembang secara pesat dan mampu bersaing dengan Biro Perjalanan lainnya yang bergerak di bidang yang sama. SIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa penerapan bauran pemasaran 7P pada Biro Perjalanan XYZ memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan penjualan dan daya saing. Kekuatan utama yang dimiliki Biro Perjalanan XYZ, seperti variasi produk yang sesuai kebutuhan jamaah, legalitas resmi, fasilitas lengkap, serta promosi berbasis digital, mampu menjadi faktor pendorong dalam menarik minat dan meningkatkan loyalitas jamaah. Sementara itu, kelemahan yang ada, seperti harga premium, keterbatasan izin PIHK, serta inkonsistensi pelayanan cabang, perlu segera diatasi agar tidak mengurangi kepercayaan konsumen. Dari sisi eksternal, peluang berupa pertumbuhan permintaan, dukungan regulasi, dan perkembangan digital marketing perlu dimaksimalkan, disertai upaya antisipasi terhadap ancaman persaingan, fluktuasi kurs, dan keterbatasan Dengan skor SWOT sebesar 3,47. Biro Perjalanan XYZ berada pada posisi yang cukup kuat untuk berkembang, asalkan strategi pemasaran 7P terus ditingkatkan melalui inovasi layanan, perluasan jaringan, serta penguatan promosi offline maupun digital secara seimbang. REFERENSI