UNES Journal of Education Scienties Volume 7. Issue1. May 2023 P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Open Access at: https://ojs. org/index. php/UJES PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN GROUP INVESTIGASI TERHADAP TINGKAT INTERAKSI ANTARA PESERTA DIDIK DENGAN GURU DI SMP NEGERI 2 KOKAS KAMPUNG DEGEN DISTRIK TELUK PATIPI THE EFFECT OF THE INVESTIGATION GROUP LEARNING MODEL ON THE LEVELS OF INTERACTION BETWEEN STUDENTS AND TEACHER AT SMP NEGERI 2 KOKAS KAMPUNG DEGEN. PATIPI TELUK DISTRICT Nikodemus Yafet Tuturop1 . Rahmatia Ewa2 123 Program Studi Pendidikan Geografi. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Nuuwar Fakfak (STKIP Nuuwar Fakfa. Email: niko210814@gmail. INFO ARTIKEL ABSTRAK Koresponden Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh m odel pembelajaran group investigasi terhadap tingkat interaksi peserta didik dengan guru Smp Negeri 2 Kokas. Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode Penelitian Tindakan Kelas dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa Kelas ViB Smp Negeri 2 Kokas dengan jumlah 27 orang siswa. Pengumpulan data dengan menggunakan observasi dan tes . Guru memiliki peran yang sangat penting dalam meningkatkan kemampuan intelektual peserta didik. Da l am dunia pendidikan di dapati bahwa masih banyak siswa yang kurang berminat dalam pembelajaran. Masalah tersebut juga di temukan di Smp Negeri 2 Kokas Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fakfak Provinsi Papua Barat. Pada masa sekarang ini metode ceramah dan mencatat sudah tidak bisa memberikan dampak yang positif dalam meningkatkan pemahaman siswa, karena itu dibutuhkan metode yang Salah satu metode yang tepat digunakan adalah model Group Investigasi. Dengan menggunakan Model Group Investigasi siswa semakin mudah memahami materi yang Penggunaan model group investigasi juga membantu siswa semakin aktif didalam kelas. Dengan demikian penulis menyimpulkan bahwa metode pembelajaran dengan menggunakan Model group investigasi dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Nikodemus Yafet Tuturop niko210814@gmail. Kata kunci Pengaruh Group Investigasi. Open Access at: https://ojs. org/inde php/UJES Hal: 103 - 120 Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 ARTICLE INFO ABSTRACT Corresponden This study aims to determine the effect of the investigative group learning model on the level of interaction between students and teachers of SMP Negeri 2 Kokas. Teluk Patipi District. Fakfak Regency. The method used in this study is the Classroom Action Research method and the sample in this study were Class ViB students of SMP Negeri 2 Kokas with a total of 27 students. Data collection using observation and tests. Teachers have a very important role in improving the intellectual abilities of students. In the world of education, it is found that there are still many students who are less interested in learning. This problem was also found in SMP Negeri 2 Kokas. Teluk Patipi District. Fakfak Regency. West Papua Province. At the present time the lecture and note-taking methods can no longer have a positive impact in increasing student understanding, therefore the right method is needed. One of the appropriate methods to use is the Group Investigation model. By using the Investigation Group Model, it is easier for students to understand the material provided. The use of the investigative group model also helps students to be more active in the classroom. Thus the authors conclude that the learning method using the investigative group model can improve student learning outcomes. Nikodemus Yafet Tuturop niko210814@gmail. Keyword Influence of the Investigation Group. Open Access at: https://ojs. org/inde php/UJES page: 103 - 120 Copyright A 2023 UJES. All rights reserved. PENDAHULUAN Pendidikan adalah usaha sadar untuk menumbuh kembangkan potensi sumber daya manusia peserta didik dengan cara mendorong dan memfasilitasi kegiatan belajar mereka secara detail. Peran guru sebagai motivator dan fasilator dalam hal ini sangat menentukan pencapaian tujuan pendidikan, oleh karna itu guru perlu memilih strategi atau model pembelajaran yang efektif dan efisien. Peningkatan mutu pendidikan di Indonesia sudah lama di laksanakan oleh Berbagai inovasi telah dilakukan, antara lain dengan menyempurnakan kurikulum, menyusun bahan ajar, peningkatan mutu guru dan tenaga kependidikan lainnya melalui berbagai pelatihan dan seminar, meningkatkan kualitas pendidikan serta melalui kegiatan kelompok kerja guru. Proses pembelajaran seharusnya disesuaikan dengan situasi dan kondisi, para pendidik dengan mudah untuk mencari informasi dari berbagai sumber dengan teknologi yang ada, sehinga memudahkan pelaku pendidikan untuk mencari informasi secara mandiri sehingga dapat mendukung keberhasilan tujuan pendidikan nasional yang tercantum dalam pendidikan AuUndang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 yang akan tercapai bila didukung oleh komponen-komponen pilar pendidikan yang meliputi motivasi UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 belajar peserta didik, materi pembelajaran, proses pembelajaran dan tujuan pembelajaranAoAo Semua pilar pendidikan tersebut saling berkaitan, apabila penyampaian materi oleh guru disampaikan dengan cara yang menarik dan menggunakan metode yang tepat dalam proses pembelajaran maka akan berpengaruh positif terhadap motivasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran. Sebaliknya jika dalam proses pembelajaran penyampaian materi oleh guru menggunakan metode yang tidak tepat dan monoton maka tidak akan tercapai tujuan pembelajaran yang diharapkan. Masalah tersebut juga di temukan di Smp Negeri 2 Kokas. Kampung Degen Distrik Teluk Patipi Kabupaten Fak-fak Propinsi Papua Barat berdasarkan hasil wawancara diperoleh data bahwa nilai rata-rata peserta didik kelas Vib 59,30 sedangkan standar ketuntasan belajar yang ditetapkan sekolah adalah 70,00. Informasi yang di peroleh dari Smp Negeri 2 Kokas, peserta didik kelas ViB yang berjumlah 27 peserta didik, terdapat 10 orang peserta didik yang hasil belajarnya dibawah standar yang ditentukan, ini berarti masih terdapat 37,03% peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar. Dan dari observasi awal tersebut diketahui dalam proses pembelajaran, guru menggunakan model pembelajaran konversional dengan model ceramah, merupakan metode yang sering diterapkan oleh sebagian besar guru. Pada model pembelajaran ini pendekatan pembelajaran berpusat pada pendidik, sehingga peserta didik dalam pembelajaran cenderung hanya menerima dan tidak aktif sehingga tujuan belajar tidak tercapai. Berdasarkan pembelajaran diatas pembelajaran merupakan sebuah kelompok strategi pengajaran yang melibatkan siswa bekerja secara berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Pembelajaran disusun dalam sebuah usaha untuk meningkatkan partisipasi siswa dengan pengalaman sikap kepemimpinan dan membuat keputusan dalam kelompok, serta memberikan kesempatan pada siswa untuk berinteraksi dan belajar bersama-sama siswa yang berbeda latar Group Investigation merupakan salah satu model pembelajaran, dalam implementasi tipe investigasi kelompok guru membagi kelas menjadi kelompok-kelompok dengan anggota 5 sampai 6 siswa yang heterogen. Kelompok disini dapat dibentuk dengan mempertimbangkan keakraban persahabatan atau minat yang sama dalam topik tertentu. Dalam pembelajaran menggunakan model Group Investigation siswa terlatih memiliki kemampuan yang baik dalam berkomunikasi. Semua kelompok menyajikan presentasi yang menarik dari materi yang mereka pilih dan pelajari. Model Group Investigation mampu menumbuhkan kehangatan hubungan antar pribadi, kepercayaan, rasa hormat terhadap harkat dan martabat orang lain. Penerapan model Group Investigation ini untuk proses pembelajaran bagi sisw a diyakini penting untuk dilakukan serta memberi manfaat langsung bagi siswa dalam menggali pengalaman belajar mereka. Dengan model Group Investigation siswa dapat berdialog dengan guru maupun sesama teman, semua anggota kelompok berinteraksi saling berhadapan dengan menerapkan keterampilan bekerja sama untuk menjalin hubungan sesama anggota P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 METODE PENELITIAN Rancangan Penelitian Berdasarkan tujuan penelitian maka jenis penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK). Penelitian Tindakan Kelas (PTK) merupakan ragam penelitian pembelajaran yang berkonteks kelas yang dilaksanakan oleh guru memperbaiki mutu dan hasil pembelajaran dan mencoba hal-hal baru pembelajaran demi meningkatkan mutu dan hasil pembelajaran. Sedangkan metode penelitian yang di gunakan adalah penelitian kualitatif. Penelitian kualitatif adalah penelitian tentang riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis. Proses dan makna lebih ditonjolkan dalam penelitian kualitatif. Variabel Penelitian Variabel penelitian adalah segala sesuatu yang berbentuk apa saja yang di tetapkan oleh peneliti untuk dipelajari sehingga diperoleh informasi tentang hal tersebut, peneliti menggunakan dua variable yaitu Variabel Bebas . dan Variabel Terikat . Variabel bebas . adalah yang mempengaruhi atau sebab perubahan timbulnya variable terikat . Dalam penelitian variable bebasnya adalah Group investigasi. Variabel terikat . adalah variable yang dipengaruhi, akibat adanya variable bebas. Dalam penelitian ini variable terikat adalah Interaksi antara Peserta Didik dengan Guru. Model Penelitian Model penelitian yang digunakan terdiri dari dua siklus, dan masing-masing siklus menggunakan empat komponen tindakan yaitu : Perencanaan. Pelaksanaan. Observasi, dan Refleksi. Adapun alur pelaksanaan tindakan kelas dapat digambarkan sebagai berikut: Gambar 1. Alur tindakan kelas siklus I dan II (Arikunto dkk, 2009:. Komponen sebagai langkah dalam siklus, sehingga dapat menyatukan komponen pelaksanaan dan pengamatan sebagai satu kesatuan. Hasil dari pengamatan kemudian di jadikan dasar sebagai langkah berikut yaitu, refleksi. Subyek Penelitian Subyek dalam penelitian ini adalah siswa di Smp Negeri 2 Kokas Kelas ViB yang berjumlah 27 orang yang terdiri dari 16 orang siswa laki-laki dan 11 orang siswa perempuan. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Waktu Penelitian Waktu penelitian ini dilakukan dalam jangka waktu 3 . bulan yaitu pada bulan Januari sampai dengan Maret. Lokasi Penelitian Perencanaan penelitian ini di lakukan di Smp Negeri 2 Kokas Kampung Degen. Distrik Teluk Pattipi. Kabupaten Fakfak. Gambar 2. Peta Wilayah Kampung Degen Prosedur Penelitian Untuk mencapai hasil penelitian sesuai dengan yang diharapkan, maka prosedur dalam penelitian tindakan kelas dibuat melalui beberapa tahapan. Tahapan tersebut meliputi: Tahap pengenalan masalah Kegiatan dalam tahapan ini, peneliti melakukan : Mengidentifikasi permasalahan, menganalisa permasalahan secara mendalam dengan berpedoman pada teori - teori yang relevan. Instrumen Penelitian Instrumen penelitian yang digunakan dalam penelitian ini antara lain sebagai Wawancara Wawancara adalah teknik mengumpulkan data dengan menggunakan bahasa lisan baik secara tatap muka ataupun melalui saluran media tertentu. Dalam penelitian ini wawancara dilakukan dengan guru mengenai pelaksanaan pembelajaran dengan model pembelajaran Group Investigasi dan wawancara dengan siswa mengenai aktivitas siswa terhadap penerapan model pembelajaran Group Investigasi. Lembar observasi Lembar observasi merupakan catatan yang menggambarkan tingkat aktivitas siswa dalam proses pembelajaran. Observasi dilakukan dengan melakukan pengamatan dan pencatatan mengenai kegiatan guru dan siswa selama penelitian berlangsung dengan menggunakan model pembelajaran Group Investigation. Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini sebagai berikut: Perencanaan Tahap awal yaitu peremcanaan, dilakukan pengamatan pembelajaran IPS kelas ViB Smp Negeri 2 Kokas. Dari hasil pengamatan selama peneliti melaksanakan proses belajar mengajar pra siklus di temukan adanya masalah siswa kurang P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 berminat dalam mengikuti pelajaran IPS dan hal ini mempengaruhi terhadap rendahnya hasil belajar yang diperoleh siswa dari masalah tersebut, maka peneliti membuat sebuah perencanaan yaitu: A Menentukan materi pembelajaran IPS, yaitu kegiatan ekonomi. A Menentukan tujuan pembelajaran. A Merancang langkah-langkah pembelajaran IPS berupa Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP). A Menyiapkan media pembelajaran dan lembar soal. A Merancang instrument sebagai pedoman observasi dalam pelaksanaan Tindakan Tindakan merupakan tahap kedua dari perencanaan. Tindakan dipandu oleh perancanaan yang di buat. Tindakan direncanakan dengan membahas materi kegiatan ekonomi melalui pembelajaran. Selama pembelajaran guru menerapkan langkah-langkah pembelajaran yang telah di buat. Observasi Observasi hakikatnya merupakan kegiatan dengan menggunakan panca indra, bisa penglihatan, penciuman, dan pendengaran, untuk memperoleh informasi yang diperlukan dan untuk menjawab masalah penelitian. Hasil observasi berupa aktivitas, kejadian, peristiwa, objek, kondisi atau suasana tertentu, dan perasaan emosi seseorang. Observasi dilakukan untuk memperoleh gambaran suatu peristiwa atau kejadian. Observasi dilakukan secara langsung di dalam kelas ViB dengan jumlah siswa 27 orang yang berada di dalam kelas apakah bisa berpengaruh oleh sistem yang diajukan atau oleh sistem yang sudah Refleksi Dari hasil observasi yang telah dilakukan, peneliti mengadakan refleksi terhadap proses dan hasil pembelajaran yang telah di capai pada tindakan. Kemudian berdasarkan refleksi yang telah dilakukan, peneliti dapat menentukan hal-hal yang akan dilakukan pada siklus. Hal ini dilakukan untuk tercapainya hasil pembelajaran yang di inginkan. Menghentikan atau melanjutkan siklus disesuaikan dengan hasil-hasil dari siklus yang di peroleh. Siklus dihentikan jika pembelajaran yang dilakukan sudah sesuai dengan yang direncanakan dan telah mampu meningkatkan hasil belajar Hasil belajar yang dipeoleh 70% siswa sudah memenuhi Kreteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 75. Siklus akan dilanjutkan apa bila 75% siswa belum memenuhi KKM. Teknik Analisis Data. Data yang didapatkan merupakan hasil dari pengamatan selama proses belajar mengajar, dan juga hasil belajar yang di dapatkan oleh siswa. Analisis data PTK merupakan kegiatan mencermati dan menguraikan dan juga mengaitkan setiap informasi yang terkait kondisi awal, yaitu proses belajar dan juga hasil pembelajaran untuk mendapatkan kesimpulan tentang keberhasilan dari tindakan perbaikan pembelajaran. Berikut adalah teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian : Analisis data kualitatif UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Untuk mengetahui keefektifan suatu metode dalam kegiatan pembelajaran perlu dilakukan analisis data. Pada analisis data ini di gunakan data kualitatif. Data kualitatif ini dari pengamatan guru kepada siswa pada saat pembelajaran sedang berlangsung. Kemudian di persentasikan untuk peningkatan pencapaian siswa pada setiap pertemuan siklus I dan siklus II Analisis data adalah upaya yang dilakukan peneliti untuk merangkum secara akurat data yang dikumpulkan dalam bentuk yang dapat dipercaya dan benar. Sehubungan dengan itu maka analisis data dilakukan dengan cara memilih, memilah, mengelompokkan data yang ada merangkumnya, kemudian menyajikannya dalam bentuk yang mudah di baca atau dipahami. Penyajian hasil analisis data kualitatif dapat dibuat dalam bentuk uraian singkat, bagan alur, atau tabel sesuai hakikat data yang di analisis. Data kualitatif dianalisis dengan statistic deskriptif untuk menemukan presentase, dan nilai rata-rata. Penyajian hasil analisis dapat dilakukan dengan tabel distribusi atau HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Gambaran Hasil Penelitian Penelitian ini di laksanakan di kelas ViB SMP NEGERI 2 KOKAS. Jenis penelitian yang digunakan yaitu tindakan kelas, dan ini bertujuan untuk meningkatkan minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS khususnya materi Pengaruh Keunggulan Lokasi terhadap Kegiatan Ekonomi dengan menerapkan media pembelajaran dalam bentuk group untuk proses belajar mengajar. Yang menjadi subjek dari penelitian ini adalah siswa kelas ViB. Tindakan penelitian ini dilaksanakan dalam 2 siklus. Adapun hasil penelitian dapat di gambarkan sebagai berikut : Prasiklus (Kondisi Awa. Pra tindakan dilaksanakan pada hari Senin tanggal 22 Februari 2021 di Smp Negeri 2 Kokas Kelas ViB yang diikuti oleh 27 siswa. Pada tahap pra tindakan ini di lakukan untuk mendapatkan data awal mengenai minat belajar siswa pada mata pelajaran IPS, sebelum diadakan tindakan. Data yang di peroleh pada tahap pra tindakan ini di peroleh melalui observasi dan pra tes, dari hasil tes data yang di peroleh berupa angka-angka mengenai nilai yang di peroleh masing-masing siswa. Berdasarkan hasil pengamatan dari penelitian, pembelajaran di laksanakan dengan metode ceramah dan Tanya jawab. Disini guru yang selalu aktif dalam Pada saat menjelaskan materi guru hanya memberikan penjelasan secara singkat, dan memberikan contoh. Guru masih belum menggunakan media Cara seperti ini membuat siswa menjadi cepat bosan dan jenuh. Keadaan akademik siswa sebagai tingkat pemahaman siswa pada mata pelajaran IPS belum diadakan proses perbaikan pembelajaran dapat di lihat pada tabel Tabel 4. 1 Data Nilai Prasiklus Pelajaran IPS Nilai IPS Prasiklus Nama Siswa Agustinus Iha Arnolda Sisilia I. Tuturop KKM 70 Ketuntasan Tidak Oo P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Nilai IPS Prasiklus Nama Siswa KKM 70 Amelia Samalo Anthoneta Hindom Eksan Patiran Ehud Buh Kiryama Hindom Enjel Tirsa Kabes Fince Ema Hindom Hans Yofran Tuturop 10 Idul Adha Kabes 11 Jekfik Son Mury 12 Gervasus Kewetare 13 Mateus Tuturop 14 Meylani Hindom 15 Nelta Hindom 16 Padi Maran Hindom 17 Rivaldi Brian Hindom 18 Risky Demons Tuturop 19 Hawa Patiran 20 Safira Resya Putri Aljokja 21 Siti Afni Sagas 22 Siti Mulyati Iha 23 Febiana Kabes 24 Yakob Abatnego Hindom 25 Yoris Reja Tuturop 26 Yester Tuturop 27 Stanli A. Bahamba Jumlah Keseluruhan Nilai Siswa Nilai tertinggi siswa Nilai terendah siswa Rata-rata nilai keseluruhan Nilai Ou 70 Nilai O 70 Ketuntasan Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo 7 Orang 20 Orang Berdasarkan tabel di atas dari 27 siswa hanya 7 yang tuntas . ,9 %), sedangkan 20 orang siswa belum tuntas . ,1 %). Nilai pra tindakan tergambar dengan grafik sebagai berikut : UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Grafik 1. Presentase Ketuntasan Prasiklus Siswa yang tuntas Siswa yang belum Berdasarkan tabel grafik Nilai IPS dan ketuntasan siswa sebelum perbaikan, maka dapat ditujukkan pada tabel Kriteria Keberhasilan siswa dari terendah ke tertinggi adalah sebagai berikut : Tabel 1. Kriteria Keberhasilan Siswa Pada Prasiklus Pelajaran IPS Tingkat Predikat Persentase Keberhasilan No Nilai Frekuensi Keberhasilan Keberhasilan Siswa 40 Ae 55 % Cukup 40 Ae 55 % Cukup 56 - 70 % Cukup Baik 56 - 70 % Cukup Baik Jumlah Berdasarkan tabel di atas ada 2 siswa yang mendapat nilai terendah yakni 40 dan 7 siswa yang mendapat nilai tertinggi yakni 70. Sementara itu, nilai 60 adalah nilai yang paling banyak di peroleh siswa yakni 14 orang siswa. Hal ini dapat di tunjukkan pada grafik berikut : Grafik 1. Presentase Rentang Nilai Terendah Ae Tertinggi Prasiklus Nilai 40 Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Refleksi Keadaan nilai pada masa prasiklus memberikan gambaran bahwa masih banyak siswa yang memiliki keterbatasan pemahaman pada materi Pengaruh Keunggulan Lokasi Terhadap Kegiatan Ekonomi. Hal ini mengharuskan untuk diadakan proses perbaikan dalam pembelajaran. Setelah peneliti melihat kenyataan dari hasil akademi siswa dan proses pembelajaran sebelumnya, maka peneliti merasa perlu mengadakan perbaikan pembelajaran. Perbaikan pembelajaran dimaksudkan untuk meningkatkan tingkat pemahaman siswa agar menjadi lebih baik lagi dari sebelumnya. Dilain pihak cara guru P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 dalam memberikan materi yang bersifat ceramah ternyata tidak memberikan dampak yang positif sehingga perlu di ganti dengan model yang lebih baik dan Siklus I Proses penelitian tindakan kelas (PTK) siklus I dilakukan dalam empat tahap yaitu, perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Perencanaan Langkah- langkah perencanaan tindakan kelas yang akan dilakukan sebagai A Mengidentifikasi masalah A Menganalisa dan merumuskan masalah A Merancang model pembelajaran A Mempersiapkan perangkat pembelajaran A Menyusun lembar kerja siswa A Pertemuan teknis dengan guru bidang studi IPS A Menyiapkan lembar observasi A Menyusun soal teks akhir siklus I Pelakasanaan Sesuai dengan perencanaan yang telah disusun, maka pada tanggal 1 Maret 2021 proses pelaksanaan siklus I dilaksanakan. Selanjutnya pembelajaran berlangsung sesuai dengan rencana kegiatan belajar mengajar yang telah di rencanakan. Langkah-langkah dalam pelaksanaan adalah sebagai berikut: Guru menjelaskan materi tentang Pengaruh Keunggulan Lokasi Siswa di minta untuk berbagi menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5-6 orang siswa perkelompok, sambil mendengarkan penjelasan Guru membagikan buku paket tentang materi yang akan di jelaskan kepada masing Aemasing kelompok. Guru menjelaskan tentang pengaruh keunggulan lokasi . Setiap siswa dari masing Ae masing kelompok di minta untuk menjelaskan Pengaruh Keunggulan Lokasi yang menguntungkan Guru bertanya kepada siswa. Kemudian materi IPS tentang pengaruh keunggulan lokasi di akhiri dengan pelaksanaan teks, penilaian, dan analisis nilai yang hasilnya terlampir pada laporan penilaian ini. Tabel 2. Data Nilai Pelajaran IPS Siklus I Nilai IPS Prasiklus Nama Siswa KKM 70 Agustinus Iha Arnolda Sisilia I. Tuturop Amelia Samalo Anthoneta Hindom Eksan Patiran Ehud Buh Kiryama Hindom Enjel Tirsa Kabes Ketuntasan Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Nilai IPS Prasiklus Nama Siswa KKM 70 Fince Ema Hindom Hans Yofran Tuturop 10 Idul Adha Kabes 11 Jekfik Son Mury 12 Gervasus Kewetare 13 Mateus Tuturop 14 Meylani Hindom 15 Nelta Hindom 16 Padi Maran Hindom 17 Rivaldi Brian Hindom 18 Risky Demons Tuturop 19 Hawa Patiran 20 Safira Resya Putri Aljokja 21 Siti Afni Sagas 22 Siti Mulyati Iha 23 Febiana Kabes 24 Yakob Abatnego Hindom 25 Yoris Reja Tuturop 26 Yester Tuturop 27 Stanli A. Bahamba Jumlah Keseluruhan Nilai Siswa Nilai tertinggi siswa Nilai terendah siswa Rata-rata nilai keseluruhan Ketuntasan Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo 11 Orang . ,7%) Nilai Ou 70 16 Orang . ,3%) Berdasarkan tabel di atas dari 27 siswa hanya 11 yang tuntas . ,7%), sedangkan 16 orang siswa belum tuntas . ,3%). Nilai tindakan tergambar dengan grafik sebagai berikut : Grafik 2. Presentase Ketuntasan Siklus I Nilai O 70 Siswa yang tuntas Siswa yang belum P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Berdasarkan tabel grafik Nilai IPS dan ketuntasan siswa sebelum perbaikan, maka dapat ditujukkan pada tabel Kriteria Keberhasilan siswa dari terendah ke tertinggi adalah sebagai berikut: Tabel 3. Kriteria Keberhasilan Siswa Pada siklus I Pelajaran IPS Nilai Jumlah Frekuensi Tingkat Predikat Keberhasilan Keberhasilan 40 Ae 55 % 56 - 70 % 56 - 70 % 71 Ae 85 % Persentase Keberhasilan Siswa Cukup Cukup Cukup Baik Baik Berdasarkan tabel di atas ada 5 siswa yang mendapat nilai terendah yakni 50 dan 2 siswa yang mendapat nilai tertinggi yakni 80. Sementara itu, nilai 60 adalah nilai yang paling banyak di peroleh siswa yakni 11 orang siswa. Hal ini dapat di tunjukkan pada grafik berikut : Grafik 3. Presentase Rentang Nilai Terendah Ae Tertinggi siklus I Nilai 50 Nilai 60 Nilai 70 Nilai 80 Observasi Observasi di lakukan selama pembelajaran berlangsung. Dari hasil pengamatan di peroleh hal-hal sebagai berikut : Siswa masih pasif dalam pembelajaran dan kurang memberikan perhatian pada pelajaran Siswa masih belum sepenuhnya aktif dalam pembelajaran berlangsung dan kurang adanya interaksi antara siswa dengan siswa. Guru kurang memotivasi dan berinteraksi dengan siswa dalam proses pembelajaran sehingga pertanyaan guru kurang di respon oleh siswa. Hasil tes siswa masih kurang memuaskan karena peserta didik memiliki nilai yang kurang baik sehingga berdampak pada ketuntasan siswa. Refleksi Siklus I sebagai upaya dalam peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Pengaruh Keunggulan Lokasi Terhadap Kegiatan Ekonomi dalam pelajaran IPS. Pada pembelajaran siklus I ada 16 . ,3 % ) orang siswa yang memperoleh nilai di bawah KKM dan 11 . ,7 % ) orang siswa yang memperoleh nilai diatas KKM. UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Berdasarkan hasil pengamatan pada aktivitas guru, jangan terlalu terburu Aeburu dalam memberikan materi pembelajaran dan juga penguasaan kelas juga sangat penting untuk di tingkatkan dengan cara meberikan teguran kepada siswa yang tidak fokus di kelas. Hasil pengamatan pada siswa di temukan adanya kelemahan Aekelemahan aktivitas siswa pada siklus I yaitu ada siswa yang tidak memperhatikan guru ketika menjelaskan materi pambelajaran. Sisw a kelihatan tidak fokus dan nampak kebingungan dengan penjelasan dari guru, hal ini disebabkan karena guru terlalu cepat memberikan penjelasan sehingga siswa masih belum memahami betul materi Pengaruh keunggulan lokasi terhadap kegiatan ekonomi. Walaupun hasil yang di peroleh pada siklus I adalah seperti di atas namun setidaknya sudah lebih baik dari hasil pada prasiklus dan bisa memberikan gambaran bahwa menggunakan model pembelajaran Group Investigasi dapat membantu siswa memiliki pemahaman yang lebih baik. Siklus II Seperti pada siklus I proses penelitian tindakan kelas siklus II dilakukan dalam empat tahap yaitu : Perencanaan. Pelaksanaan. Observasi. Refleksi. Perencanaan Berdasarkan hasil refleksi siklus I, maka perlu di adakan tindakan selanjutnya yakni siklus II dengan tujuan agar hasil yang di peroleh siswa dapat memenuhi kreteria keberhasilan yang di tetapkan yaitu sekurang Aekurangnya 75% dari jumlah siswa mendapatkan nilai Ou 70 dan nilai rata-rata kelas Ou 70. Kegiatan yang dilaksanakan pada siklus II adalah sebagai berikut : Mengidentifikasi masalah pada siklus I Menganalisa dan merumuskan masalah berdasarkan siklus I Merancang model pembelajaran Mempersiapkan perangkat pembelajaran Menyusun lembar kerja siswa, serta menyusun alat evaluasi Pelaksanaan Sesuai dengan perencanaan yang telah disusun maka pada tanggal 1 Februari 2021 proses pelaksanaan sesuai dengan rencana perbaikan pembelajaran siklus I. Selanjutnya kegiatan pembelajaran berlangsung sesuai dengan kegiatan belajar mengajar yang di laksanakan. Langkah Ae langkah dalam pelaksanaan perbaikan pembelajaran pada siklus II adalah sebagai berikut : Guru menjelaskan materi minggu lalu menenai keunggulan lokasi Guru membagi siswa menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5 sampai 6 orang siswa. Guru membagi buku paket IPS ke setiap kelompok. Siswa di minta mengamati setiap gambar mengenai Kegiatan Ekonomi. Guru menjelaskan mengenai Kegiatan Ekonomi yang di lakukan oleh Siswa bertanya mengenai materi pembelajaran. Masing-masing kelompok di minta untuk menjelaskan Kegiatan Ekonomi yang ada pada buku paket IPS. Kegiatan pembelajaran IPS dengan materi Kegiatan Ekonomi diakhiri dengan pelaksanaan tes kelompok, penilaian analisis nilai hasilnya telampir pada laporan ini. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Tabel 4. Data Nilai Pelajaran IPS Siklus II Nilai IPS Prasiklus Nama Siswa KKM 70 Agustinus Iha Arnolda Sisilia I. Tuturop Amelia Samalo Anthoneta Hindom Eksan Patiran Ehud Buh Kiryama Hindom Enjel Tirsa Kabes Fince Ema Hindom Hans Yofran Tuturop 10 Idul Adha Kabes 11 Jekfik Son Mury 12 Gervasus Kewetare 13 Mateus Tuturop 14 Meylani Hindom 15 Nelta Hindom 16 Padi Maran Hindom 17 Rivaldi Brian Hindom 18 Risky Demons Tuturop 19 Hawa Patiran 20 Safira Resya Putri Aljokja 21 Siti Afni Sagas 22 Siti Mulyati Iha 23 Febiana Kabes 24 Yakob Abatnego Hindom 25 Yoris Reja Tuturop 26 Yester Tuturop 27 Stanli A. Bahamba Jumlah Keseluruhan Nilai Siswa Nilai tertinggi siswa Nilai terendah siswa Rata-rata nilai keseluruhan Ketuntasan Tidak Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo Oo 25 Orang . ,6%) Nilai Ou 70 2 Orang . ,4%) Berdasarkan tabel di atas dari 27 siswa terdapat 25 siswa yang tuntas . ,6 %), sedangkan 2 orang siswa belum tuntas . ,4%). Nilai siklus II pembelajaran tergambar dengan grafik sebagai berikut Nilai O 70 UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 Grafik 4. Presentase Ketuntasan Siklus II Siswa yang tuntas Siswa yang belum Berdasarkan tabel grafik Nilai IPS dan ketuntasan siswa sebelum perbaikan, maka dapat ditujukkan pada tabel Kriteria Keberhasilan siswa dari terendah ke tertinggi adalah sebagai berikut: Tabel 5. Kriteria Keberhasilan Siswa Pada siklus II Pelajaran IPS Persentase Tingkat Predikat Keberhasilan Nilai Frekuensi Keberhasilan Keberhasilan Siswa 40 Ae 55 % Cukup 56 - 70 % Cukup Baik 71 - 85 % Baik 86 Ae 100 % Sangat baik Jumlah Berdasarkan tabel di atas ada 2 siswa yang mendapat nilai terendah yakni 50 dan 10 siswa yang mendapat nilai tertinggi yakni 90. Sebagian besar siswa yakni 12 orang mendapat nilai 80 dan 2 siswa mendapat nilai 70. Hal ini dapat di tunjukkan pada grafik berikut : Grafik 5. Presentase Rentang Nilai Terendah Ae Tertinggi siklus II Nilai 50 Nilai 70 Nilai 80 Nilai 90 Observasi Observasi di lakukan selama pembelajaran berlangsung. Dari hasil pengamatan di peroleh hal-hal sebagai berikut : P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 Metode yang di lakukan sudah efektif Siswa sudah fokus terhadap pembelajaran . Keaktifan dan interaksi antara siswa dengan siswa sudah baik. Siswa sudah kurang bermain saat pelajaran berlangsung Guru dengan siswa sudah saling berinteraksi dalam proses pembelajaran. Refleksi Siklus II sebagai upaya untuk menyempurnakan terhadap siklus I dalam peningkatan pemahaman siswa terhadap materi Keunggulan Lokasi Terhadap Kegiatan Ekonomi. dalam pelajaran IPS. Setelah diterapkan media pembelajaran Group Investigasi, hasil belajar siswa sudah mulai meningkat. Berdasarkan hasil observasi pada siklus II ada beberapa aspek yang sebelum pada siklus I masih kategori Cukup, dan pada siklus II sudah menjadi kategori baik yaitu guru menjelaskan mengenai materi pembelajaran dengan baik dan sudah menerapkan media pembelajaran dengan Guru sudah mulai memperhatikan hal-hal kecil seperti penguasaan materi dan menguasai kondisi kelas. Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sudah mulai membaik di banding pelaksanaan pra siklus dan siklus I. Semangat belajar siswa pun sudah mulai meningkat, semangat ingin tahu dan mencoba media pembelajaran sangat Hasil tes pada akhir pembelajaran menunjukan perubahan yang sangat baik terhadap nilai hasil belajar siswa. Pembahasan persiklus Berdasarkan data-data di atas terlihat adanya peningkatan pemahaman siswa pada pembelajaran siklus II. Peningkatan dapat diuraikan sebagai berikut : Pada pembelajaran siklus I dari 27 siswa hanya 11 siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau 40,7 % sedangkan 16 siswa atau 59,3 % belum tuntas belajar Pada perbaikan pembelajaran siklus II, dari 27 siswa terdapat 25 siswa yang mencapai ketuntasan belajar atau 92,6%, sedangkan 2 siswa atau 7,4% belum tuntas belajar. Pemahaman siswa terhadap materi pembelajaran sebagai perbandingan dari siklus I dibanding setelah perbaikan pembelajaran siklus II mengalami peningkatan yang cukup baik. Dari 40,7 % menjadi 92,6 %. Pelaksanaan pembelajaran siklus II sudah memberikan hasil yang memuaskan terhadap hasil belajar siswa. Siswa sudah mulai lebih aktif dalam pembelajaran. Semangat ingin tahu dan ingin mencoba media pembelajran sangat besar. Bahkan tak jarang ada siswa yang berebutan untuk menjawab pertanyaan dari kelompok lain. Kelas pun tampak ramai karena siswa sudah saling berinteraksi dan aktif. Bahkan siswa pun tak jarang berinteraksi dengan guru mengenai materi pembelajaran. Hasil tes formatif yang diberikan diakhir pembelajaran mulai menunjukan Hasil tes yang di peroleh siswa pada siklus I ada 2 siswa . ,4%) yang memperoleh nilai di atas KKM dan 25 siswa . ,6%) yang memperoleh nilai di bawah KKM, setelah mengadakan perbaikan pembelajaran pada siklus II berubah menjadi 25 siswa . ,6%) yang memperoleh nilai di atas KKM dan 2 siswa . ,4%) yang memperoleh nilai di bawah KKM. Sebuah prestasi yang sangat Hal ini menegaskan bahwa dengan menggunakan metode UNES Journal of Education Scienties (UJES). Vol. Issue 1. May 2023: 103-120 pembelajaran Group Investigasi bisa membantu siswa memiliki pemahaman yang lebih baik. Tingkat pemahaman siswa bisa dikatakan meningkat atau menurun diukur dari sejauh mana kemampuan siswa menguasai materi pelajaran yang telah disampaikan guru. Oleh karena itu, untuk mengetahui kemajuan belajar yang di miliki oleh siswa dalam proses pembelajaran perlu di adakan tes formatif. Tes ini di berikan sesudah satu kegiatan atau unit belajar diselesaikan yang bertujuan untuk mengumpulkan data atau informasi tentang kekuatan dan kelemahan siswa dalam pelajaran. Setelah diadakan pembelajaran dari siklus I dan siklus II maka telah terlihat adanya peningkatan dari setiap pembelajaran. Setelah model pembelajaran Group Investigasi diterapkan, dan hasilnya cukup memuaskan, walaupun masih ada siswa yang masih mendapatkan nilai di bawah standar. Kemudian pada pembelajaran siklus II pembelajaran berjalan lancar sehingga memberikan hasil evaluasi yang memuaskan. Dari pembahasan tersebut maka dapat disimpulkan bahwa Model Pembelajaran Group Investigasi dapat mempengaruhi hasil belajar siswa yang sangat baik dan Dan cenderung dapat mewujudkan tujuan-tujuan pembelajaran. SIMPULAN DAN SARAN Kesimpulan Berdasarkan hasil pengamatan yang di amati, peneliti menyimpulkan beberapa hal sebagai berikut : Penggunaan Model Pembelajaran Group Investigasi yang tepat dan contoh-contoh yang konkret dapat meningkatkan minat belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran dan metode yang sesuai dengan karateristik materi pembelajaran menjadi lebih menarik dan proses pembelajaran menjadi lebih menyenangkan. Keterlibatan siswa dan interaksi antara siswa secara langsung dalam proses pembelajaran membuat siswa menjadi lebih aktif dan kreatif. Adanya sikap interaksi antara guru dengan siswa dapat mendorong siswa untuk mau menjawab pertanyaan guru yang singkat dan jelas. Saran Saran berpijak pada pengalaman peneliti melakukan penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan hasil kesimpulan peneliti menyarankan beberapa hal yang dapat dilakukan guru dalam meningkatkan hasil pembelajaran IPS yaitu : Guru hendaknya selalu berusaha mencari faktor penyebab ketidak berhasilan dalam kegiatan pembelajaran. Guru dalam memilih model pembelajaran hendaknya disesuaikan dengan materi pembelajaran. Guru harus selalu memberikan pujian pada siswa, sehingga pada dirinya muncul rasa kepuasan diri sebagai akibat sukses yang di Guru harus selalu memberikan motivasi kepada siswa untuk lebih berani dan percaya diri dalam mengungkapkan ide atau gagasan siswa. Guru harus mengelola kelas dengan baik agar tercipta situasi pembelajaran yang konduktif. P-ISSN 2598-4985 E-ISSN 2598-4993 DAFTAR PUSTAKA