Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni 2025 https://doi. org/10. 52060/mp. E-ISSN 2621-0703 P-ISSN 2528-6250 IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN IPA DENGAN PENDEKATAN STEM UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DAN NUMERASI SISWA SEKOLAH DASAR Siti RofiAoah1. Siti Patonah2. Sukamto3 Fakultas Ilmu Pendidikan. Univeritas PGRI Semarang. Indonesia1,2,3. e-mail : rrofik368@gmail. com , sitifatonah@upgris. id , sukamto@upgris. ABSTRAK Penelitian ini mengkaji penerapan metode pembelajaran IPA yang mengintegrasikan sains, teknologi, teknik, dan matematika atau yang disebut dengan STEM pada siswa kelas V yang mempelajari mengenai gelombang bunyi dan cahaya. Tujuan utama adalah untuk mengetahui dampak pendekatan ini terhadap kemampuan Literasi dan Numerasi siswa di SD N 1 Penganten kabupaten Grobogan. Metode yang diterapkan ialah metode pre-test, post test, serta pra eksperimen melalui pola one shoot case study design. Sesudah diberi perlakuan dengan metode pembelajaran eksperimen hasil rata-rata nilai post-test siswa ialah berpengaruh signifikan yakni 85,55 dan nilai pre-test siswa dengan rata-rata 43,66 dengan menggunakan metode pembelajaran PjBL. Hasil penelitian ini memperlihatkan bahwa adanya perbedaan antara hasil pre-test dan post-test yang diterapkan dalam mengukur kemampuan Literasi dan Numerasi dengan pendekatan STEM dan model pembelajaran PjBL. Hasil uji t untuk dua sampel dependen menunjukkan bahwa sig < 0,05 atau 0,000<0,05. Yang artinya siswa kelas V di SD N 1 Penganten ini nilai literasi dan numerasi mereka meningkat karena menerapkan pendekatan STEM Kata Kunci : STEM. Literasi. Numerasi. Gelombang Bunyi dan Cahaya ABSTRACT This study examines the application of science learning methods that integrate science, technology, engineering, and mathematics or what is called STEM in grade V students who study sound and light waves. The main objective is to determine the impact of this approach on the Literacy and Numeracy skills of students at Public Elementary School 1 Penganten. Grobogan Regency. The method applied is the pre-test, post test, and pre-experiment method through the one shoot case study design pattern. After being treated with the experimental learning method, the average post-test score of students is significantly influential, namely 85. 55 and the pre-test score of students with an average of 43. 66 using the PjBL learning method. The results of this study show that there is a difference between the pre-test and post-test results applied in measuring Literacy and Numeracy skills with the STEM approach and the PjBL learning model. The results of the t-test for two dependent samples show that sig <0. 05 or 000 <0. Which means that grade V students at Public Elementary School 1 Penganten have increased their literacy and numeracy scores because they apply the STEM approach Keywords: STEM , literacy,numeracy, sound and light waves PENDAHULUAN Pada abad ke-21, prasyarat kecakapan hidup ialah keterampilan literaasi yang tumbuh kembangnya melalui Pendidikan terintegrasi yang bagus termasuk dari kehidupan Masyarakat. Yang termasuk dari keterampiln literasi, masing-masing individu perlu memiliki literasi numerasi (Nastiti Meiliya & Dwiyanti Aris, 2. Di Indonesia, literasi diperlukan sebab memiliki nilai bagi pertumbuhan kemampuan literasi yang dilihat memiliki peranan penting untuk kompetisi serta pertumbuhan intelektual masing-masing orang. Pada penerapannya pada pendidikan, hadir Gerakan Literasi Sekolah (GLS) dengan Peraturan Menteri Pendidikan Kebudayaan Nomor 23 Tahun 2015 tentang Penumbuhan Budi Pekerti (Bustomi et al. Secara ketat, masyarakat menghadapi tantangan, demikian harus adanya perubahan paradigma pada sistem pendidikan yang ada, di mana bisa menghadirkan berbagai keterampilan guna menghadapi tantangan dunia oleh peserta didik pada abad ke 21 (Pratiwi et al. , 2. Dari banyak studi mengenai karakteristik serta konsep dari pendidikan pada abad 21, dalam menjalankan pembelajaran adanya tuntutan juga tantangan luar biasa yang dirasakan guru. Seorang guru harus menyeimbangkan tuntutan pada abad 21 baik suka ataupun tidak, setuju atau tidak, serta mau ataupun tidak harus melaksanakan hal Tercapainya pembangunan sebuah negara sebab dampak dari adanya pendidikan sains yang memiliki kualitas. Di masing-masing negara pendidikan sains tergantung daripada Dengan adanya pendidikan sains, siswa bisa ikut serta terhadap dampaknya sains pada kehidupan sehari-hari serta peranan siswa di masyarakat. Di era abad ke 21, dengan harapan siswa di negara Indonesia bisa menyelesaikan berbagai persoalan pada kehidupan real-nya melalui https://ejournal. id/index. php/mp This is an open access article under the cc-by license | 53 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . pengimplementasian konsep sains pada pendidikan sains Salah satu tantangan utama adalah rendahnya Literasi dan Numerasi siswa dalam memahami konsep-konsep sains yang abstrak, seperti gelombang bunyi dan cahaya. Hal ini diperparah dengan metode pembelajaran yang masih konvensional serta siswa tidak terlibat secara maksimal. Padahal, kemampuan Literasi dan Numerasi sains merupakan fondasi penting untuk menghadapi tantangan di era yang semakin kompleks ini. Sejalan dengan hal tersebut, pendekatan pembelajaran STEM dinilai merupakan suatu cara yang sesuai dalam peningkatan kualitas pembelajaran sains (Syadiah & Hamdu, 2. Adanya peningkatan cara berpikir secara kritis sebab dari pembelajaran yang memunculkan soal-soal melalui pendekatan STEM yang Pada akhirnya, peserta didik yang dihasilkan unggul dengan cara berpikir kritis serta kemampuannya (Prasetya et al. , 2. Dengan adanya pendekatan STEM peserta didik bisa memecahkan berbagai masalah yang terdapat di kehidupan sehari-hari berdasarkan dari tuntutan kerja sekarang (Widya et al. , 2. Dengan melalui pendekatan STEM diharapkan peserta didik dengan mudah mempelajari pembelajaran IPA. Pendekatan STEM ini cocok digunakan pada kurikulum Merdeka karena dapat menciptakan siswa yang mampu dan memiliki kemampuan kritis (Aulia Savitri et al. , 2. Materi gelombang bunyi dan cahaya ialah suatu materi yang cukup sulit dimengerti oleh siswa kelas V SD. Konsep-konsep abstrak seperti frekuensi, amplitudo, serta panjang gelombang sering kali membingungkan siswa. Selain itu, keterbatasan fasilitas dan media pembelajaran yang mendukung pemahaman konsep-konsep tersebut juga menjadi kendala. Maka demikian, harus dilaksanakan upaya dalam mencari alternatif pembelajaran yang lebih efektif serta menarik supaya siswa bisa memahami materi gelombang bunyi dan cahaya dengan lebih baik. Berdasarkan hasil observasi awal di SDN Penganten, permasalahan terkait dengan pembelajaran IPA, khususnya materi gelombang bunyi dan Siswa masih kesulitan dalam membedakan antara gelombang bunyi dan cahaya serta menjelaskan sifat-sifatnya. Sedangkan, siswa juga kurang aktif untuk berpartisipasi dalam kegiatan pembelajaran. Maka, menandakan bahwa harus adanya inovasi dalam pembelajaran IPA untuk mengatasi permasalahan tersebut. E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 Mengingat pentingnya Literasi dan Numerasi sains serta potensi pendekatan STEM pembelajaran, maka penelitian ini memiliki pembelajaran IPA dengan pendekatan STEM pada materi gelombang bunyi dan cahaya di kelas V SDN 1 Penganten dengan model pembelajaran PjBL. Diharapkan melalui penelitian ini. Literasi dan Numerasi siswa dalam memahami konsep gelombang bunyi dan cahaya dapat meningkat. Selain itu, penelitian ini diharapkan juga bisa berkontribusi pada pengembangan model pembelajaran IPA yang lebih efektif serta menyenangkan bagi METODE Metode yang digunakan ialah pre-test, post-test, serta pre-eksperimental eksperimen melalui pola one shoot case study. Subyek penelitian ini ialah kelas V SDN 1 Penganten kecamatan Klambu, kabupaten Grobogan Jawa Tengah yang terdiri dari satu kelas saja. Jumlah siswa di setiap kelas sama, yaitu sebanyak 29 siswa dengan rata-rata usia siswa kelas V SD N 1 Penganten yaitu 12 sampai 13 Siswa laki-laki dengan jumlah 15 orang sementara siswa Perempuan jumlahnya 14 orang dan Penelitian dilakukan pada bulan November 2024/2025 dengan yang pertama kali kami lakukan yaitu test kemampuan Literasi dan Numerasi siswa dengan 5 soal di fase C kelas V. Instrumen menggunakan observasi, angket kemampuan Literasi dan Numerasi guru, test tertulis siswa . re-test dan post-tes. serta dokumentasi di SD N 1 Penganten. Untuk soal pre-test serta post-test ini peneliti menyiapkan 35 soal pilihan Pada penelitian ini peneliti menyertakan foto dokumentasi sebagai penguat dan bukti saat melaksanakan penelitian di SD N 1 Penganten dengan menggunakan Pendekatan STEM pada pembelajaran IPA. Teknik analisis data yang diterapkan pada penelitian ini berupa uji prasyarat berupa uji normalitas serta uji t dua sampel dependen . aired-samplest-tes. HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Penelitian mendapati hasil termasuk dari nilai pre-test serta post-test guna mengukur kemampuan Literasi serta Numerasi siswa kelas V SD N 1 Penganten kecamatan Klambu. Kabupaten Grobogan ini dengan materi gelombang bunyi dan Cahaya melalui STEM pembelajaran PjBL. Analisis data pre dan post- https://ejournal. id/index. php/mp | 54 Jurnal Muara Pendidikan Vol. 10 Issue 1. Juni . E-ISSN: 2621-0703 P-ISSN: 2528-6250 test melalui test tertulis yang terdapat 35 soal berupa pilihan ganda Data pre-test dan post-test Dari hasil pre-test dan post-test yang sudah dijalankan oleh kelas V SD N 1 Penganten ini dengan pembelajaran IPA melalui pendekatan STEM untuk meningkatkan Literasi dan Numerasi materi gelombang bunyi dan Cahaya dengan model pembelajaran PjBL 35 soal pilihan ganda. Hasil rata-rata nilai pre-test kelas V ialah di angka 43,66 dan mengalami peningkatan pada post-test yaitu 85,55. Hasil pengujian Normalitas bisa terlihat pada Tabel 2. Tabel 2. Uji Normalitas Data Tests of Normality Kolmogorov-Smirnova Statistic df Sig. Hasil_Belajar Pretest . Postest . This is a lower bound of the true Lilliefors Significance Correction Faktor Dengan hasil output SPSS di atas dihasilkan uji normalitas pre-test dan post-test dengan rumus Shapiro Wilk berbantu SPSS versi 25 diperoleh nilai Sig 0,115 untuk pre-testdan nilai untuk 0,125. Data berdistribusi normal atau menerima H0 jika nilai , dan tidak berdistribusi normal jika nilai. Berdasarkan output di atas diperoleh Nilai Pre-test dan Post-test berdistribusi normal. Dari perhitungan data tersebut bisa ditarik kesimpulannya bahwa nilai pre-test dan post-test berdistribusi normal serta bisa diteruskan ke uji t melalui statistik parametrik. Deskripsi Hasil Kemampuan Literasi dan Numerasi pembelajaran IPAS kelas V. Berdasarkan kemampuan Literasi dan Numerasi menggunakan IBM SPSS versi 23 dapat sesudah dan menerapkan pendekatan STEM melalui model pembelajaran PjBL . roject based learnin. bisa dilihat pada Tabel 1. Tabel 1. Deskripsi Data Kelas V Descriptive Statistics Minimum Maximum Mean Std. Deviation Ngain_Score Ngain_Persen Valid N . Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat pada sebelum adanya perlakuan dengan pendekatan STEM dan model PjBL hasil pretest siswa kelas V terendah ada di angka 28, sedangkan nilai tertinggi adalah 54. Rata-rata dari nilai tertinggi dan terendah adalah 43,66. Lalu untuk nilai post-test kelas v terendah adalah 75, sedangkan nilai tertinggi 100. Ratarata dari nilai post-test yaitu 85,55. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat perubahan yang signifikan dengan menggunakan pendekatan STEM melalui model pembelajaran PjBL pada pembelajaran IPAS materi gelombang bunyi dan Cahaya kelas V SD N 1 Penganten. Uji Prasyarat Uji Normalitas Uji Normalitas data dilaksanakan melalui bantuan IBM SPSS 25, penentuan normal ataupun tidak suatu distribusi skor ialah melalui Shapiro-Wilk dikarenakan sampel kurang dari 30. Untuk menyatakan data berdistribusi normal dapat dilihat pada asymp sig>alpha 5%. Jika sig