Vol. 13 No. 2 Desember 2024 Jurnal Ilmiah Hospitality 327 a. STUDI REGENERATIVE TOURISM: PERSPEKTIF INDUSTRI PARIWISATA DAN MASYARAKAT LOKAL DI TAMAN HUTAN RAYA (TAHURA) I GUSTI NGURAH RAI. BALI Oleh I Wayan Putra Aditya1 & Retno Juwita Sari2 Institut Pariwisata dan Bisnis Internasional. Bali. Indonesia Email: 1putraaditya@ipb-intl. id & 2retnojuwita@ipb-intl. Abstrak Pariwisata regeneratif, juga dikenal sebagai pariwisata regeneratif, merupakan pendekatan pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan dampak positif yang berkelanjutan sambil meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya. Berbeda dengan pariwisata berkelanjutan yang fokusnya pada pengelolaan sumber daya alam dan sosial secara bertanggung jawab, pariwisata regeneratif memiliki tujuan yang lebih ambisius, yaitu memulihkan dan meningkatkan kondisi lingkungan dan sosial. Lokasi penelitian ini dilakukan di Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai. Tujuan penelitian ini adalah untuk . Mengidentifikasi persepsi masyarakat lokal dan industri pariwisata lokal terhadap pariwisata regeneratif di Tahura I Gusti Ngurah Rai serta . Menganalisis kesenjangan . ap analysi. persepsi lokal masyarakat dan industri pariwisata dalam pengembangan Taman Hutan Raya I Gustri Ngurah Rai. Metode penelitian akan melibatkan pengumpulan data melalui observasi dan studi dokumentasi, dengan analisis yang menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Analisis digunakan dengan cara pendekatan analisis kesenjangan menggunakan software NVivo. Kata Kunci: Pariwisata regeneratif. Persepsi. Industri Pariwisata. Masyarakat Lokal. PENDAHULUAN Pariwisata regeneratif atau lebih sering dikenal dengan dalam kalangan akademisi yaitu regenerative tourism. Regenerative tourism merupakan sebuah pendekatan dalam industri pariwisata yang bertujuan untuk tidak hanya meminimalkan dampak dampak negatif terhadap lingkungan dan budaya, namun juga berkelanjutan . Pariwisata regeneratif telah muncul sebagai pendekatan yang berfokus pada keberlanjutan, tanggung jawab sosial, dan pemulihan lingkungan. Pariwisata regeneratif adalah jenis pariwisata yang bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, menjaga kelestarian lingkungan, dan memulihkan ekosistem . Pariwisata berkelanjutan dan pariwisata regeneratif sama-sama bertujuan untuk mengembangkan pariwisata yang tidak merusak lingkungan dan memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Namun, terdapat beberapa perbedaan mendasar antara kedua konsep tersebut. Pariwisata berkelanjutan berfokus pada pengelolaan sumber daya alam dan sosial secara bertanggung jawab. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan pariwisata tidak menyebabkan kerusakan lingkungan atau sosial dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sedangkan pariwisata regeneratif memiliki tujuan yang lebih ambisius daripada pariwisata Pariwisata regeneratif tidak hanya bertujuan untuk menghindari kerusakan, tetapi juga untuk meningkatkan kondisi lingkungan dan sosial . Pariwisata regeneratif dapat dicapai dengan menerapkan prinsip-prinsip . Regenerasi ekologi yakni kegiatan pariwisata harus memulihkan atau meningkatkan kualitas lingkungan, . Kesejahteraan Masyarakat Lokal, yakni kegiatan pariwisata harus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal, dan . Peningkatan keanekaragaman yakni kegiatan pariwisata harus meningkatkan keanekaragaman hayati dan budaya . P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 328 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. Konsep ini berfokus pada pemulihan dan pembaruan sumber daya alam dan budaya yang terlibat dalam pariwisata. Berbeda dengan model pariwisata konvensional yang sering menyebabkan degradasi lingkungan, kehilangan keanekaragaman hayati, kerusakan budaya, dan penggusuran masyarakat lokal atau beberapa contoh lainnya, regenerative tourism berusaha untuk memperkuat dan menghidupkan kembali sumber daya alam dan budaya yang digunakan oleh industri pariwisata . Prinsip-prinsip tersebut memang sudah sepatutnya diterapkan dalam pengembangan pariwisata di Bali, mengingat Bali telah menjadi destinasi pariwisata di dunia dengan populasi sekitar 4 juta jiwa. Pulau Bali menjadi pulau favorit bagi wisatawan dari berbagai negara yang ingin menikmati keindahan alam serta budaya yang kental dengan nuansa Hindhu Bali. Kombinasi yang harmonis antara pesona alam dan warisan budaya memberikan pengalaman yang mengesahkan kepada wisatawan. Bagian selatan Pulau Bali memiliki salah satu wilayah yang berada di pesisir selatan Teluk Benoa yaitu Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai, yang merupakan satu-satunya hutan raya di Bali. Lebih sering Tahura tersebut dikenal dengan Kawasan Hutan Mangrove Bali. Bentuk representatif dalam model regeneratif tourism telah diterapkan di Bali yaitu Kawasan Wisata Hutan Mangrove Kawasan Hutan Mangrove merupakan salah satu kawasan yang pernah dijadikan kunjungan saat KTT G20 yang berlangsung di Bali pada tahun 15-16 November 2022. Kawasan Hutan Mangrove memiliki beragam flora dan fauna yang melengkapi keanekaragaman hayati di dalamnya, termasuk hutam mangrove, berbagai burung, dan hewan air. Terdapat 33 jenis mangrove yang tumbuh di kawasan ini. Jenis Soneratia alba menjadi yang paling Pohon-pohon mangrove yang jumlah ribuan tumbuh subur dan membentuk lanskap yang hijau dan juga berfungsi sebagai benteng alami bagi pesisir selatan Pulau Bali. Pengunjung juga dapat menikmati wisata edukasi dan petualangan alam di Tahura Ngurah Rai dengan menjelajahi kawasan konservasi ini. Di sini, mereka dapat melintasi jalan kayu selama 1,8 kilometer dan lebar 2 meter yang berada sekitar 2-3 meter di atas permukaan udara. Jalan kayu ini membentang di sepanjang kawasan Tahura dan berakhir di sebuah menara pandang setinggi sekitar 20 meter yang memberikan pemandangan yang Berdasarkan kondisi dan fakta kekayaan alam di Taman Hutan Raya tersebut, maka penting untuk mengkaji perspektif industri pariwisata dan masyarakat dalam menciptakan pariwisata regeneratif, untuk mengetahui pengetahuan masyarakat tentang pentingnya pariwisata yang berkelanjutan dan memberikan dampak positif. Perspektif industri pariwisata sangat penting dalam pengembangan pariwisata regeneratif untuk pengelolaan kawasan wisata mangrove karena industri pariwisata memiliki peran besar dalam membentuk praktik-praktik berkelanjutan dan mempengaruhi dampak lingkungan serta sosial dari aktivitas pariwisata. Ada beberapa alasan yang mendasar misalnya Pengelolaan berkelanjutan. Keterlibatan dalam konservasi. Pendidikan dan kesadaran. Dengan kajian ini bisa menjadi pengingat bahwa pariwisata regeneratif menjadi salah satu tujuan utama yang perlu dilakukan oleh pelaku pariwisata keberlangsungan pulau Bali. Pendekatan Pemecahan Masalah Berdasarkan pada latar belakang di atas, dalam penelitian ini menggali dua regeneratif di Taman Hutan Raya (Tahur. Bali yaitu dari perspektif industri pariwisata dan masyarakat lokal. Dalam pariwisata regeneratif terdapat prinsip yang merupakan konsep yang digunakan dalam penelitian. Konsep regeneratif tourism ini diambil berdasarkan penelitian dari . , yaitu Menghormati dan melindungi lingkungan alam . espect on natur. , ini melibatkan praktek-praktek seperti penggunaan energi a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 329 a. terbarukan, pengelolaan limbah yang bijaksana, dan konvensional habitat alami. Menghargai dan mendukung budaya lokal . espect on local people, ini melibatkan partisipasi masyarakat lokal dalam keputusan pariwisata, promosi dan memberdayakan komunitas lokal secara Memberikan manfaat ekonomi yang adil dan berkelanjutan . ustainable economic benefi. , ini dimaksudkan adanya distribusi manfaat pariwisata secara adil terhadap komunitas lokal, mendukung bisnis lokal, dan mengurangi ketimpangan ekonomi. Mendorong kesadaran dan tanggung jawab wisatawan (Tourist awareness dan responsibilt. , ini melibatkan pendidikan dan promosi perilaku wisatawan yang bertanggung jawab terhadap lingkungan dan budaya lokal yang dikunjungi. LANDASAN TEORI Terdapat beberapa penelitian yang sebelumnya yang dilakukan di Kawasan Hutan Manggrove. Suwung Bali. Strategi Keberlanjutan Hutan Mangrove di Tahura Ngurah Rai . Lalu penelitian berikutnya terdapat Analisa Vegetasi Hutan Mangrove Di Taman Hutan Raya (Tahur. Bali yang dilakukan oleh Martiningsih yaitu penelitian tersebut mengidentifikasi vegetasi apa saja yang dimiliki oleh Tahura Bali . Tahun 2018 juga pernah dilakukan penelitian tentang Persepsi dan perilaku masyarakat sekitar hutan mangrove terhadap pelestarian mangrove di kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali . Penelitian-penelitian tersebut hanya menyoroti Taman Hutan Raya Bali dari perspektif lingkungan, dan tidak melihat bagaimana kontribusi dan dampak dari adanya pengelolaan kawasan wisata dari Taman Wisata raya tersebut. Sehingga kehadiran dibutuhkan dalam pengembangan Tahura Gambar 1 Regenerative Tourism Model Sumber:https://w. eu/marketinformation/tourism/regenerative-tourism Pendekatan konsep regeneratif sangat memungkinkan dikembangkan di Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai Bali. Mengingat bahwa regenerative tourism merupakan suatu model yang bertujuan untuk menciptakan dampak positif terhadap lingkungan setelah dilakukan pengembangan Mengutip salah satu konsep yang dipublikasi oleh Kosmos Journal dikutip dari w. bahwa regenerative tourism is beyond sustainability (Seperti pada gambar . Artinya, pariwisata regeneratif merupakan konsep di atas keberlanjutan. METODE PENELITIAN Tahapan memudahkan alur penelitian dalam mencapai tujuan umum riset ini, yaitu mengidentifikasi persepsi industri pariwisata dan masyarakat lokal dalam pengembangan pariwisata regeneratif di Tahun Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai. Tujuan penelitian ini juga untuk mengetahui kesenjangan dari dua pelaku pariwisata tersebut . ap analysi. Analisis yang digunakan dengan metode kualitatif dan dibantuk visualisasi menggunakn softwore Nvivo. Penelitian ini difokuskan pada mengeksplorasi hal-hal yang berkaitan dengan regenerative tourism berdasarkan tanggapan dan wawasan masyarakat lokal yang ditelusurkan berdasarkan data sekunder berupa laporan ilmiah, buku dan hasil Nvivo digunakan dalam melakukan analisis ini karena praktis, interface yang relatif mudah dipahami, dan proses reduksi a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 330 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. data yang lebih mudah. HASIL DAN PEMBAHASAN Dalam penelitian terkait dengan Studi Regenerative Tourism: Perspektif Industri Pariwisata dan Masyarakat Lokal di Taman Wisata Raya (Tahur. I Gusti Ngurah Rai. Bali ini, menggunakan beberapa sumber data yaitu berupa artikel terkait dengan topik mangrove di lokasi tersebut. Artikel-artikel tersebut diantaranya Persepsi Dan Perilaku Masyarakat Sekitar Hutan Mangrove Terhadap Pelestarian Mangrove di Kawasan Taman Hutan Raya Ngurah Rai Bali (Setiastri et al, 2019. Christiani et al, 2014. Gorda et al, 2020. Gunarsa et al, 2016. Mursyid et al, 2022. Lestari, 2018. Lugine et al, 2017. Winia & Widnyana. Saputra & Suniantara 2023. Sutiarso, et al, 2023. Wahyuni & Sunarta. Wijaatmaja & Utami, 2. Artikel-artikel ini penting untuk melihat sejauh mana persepsi para penulis tersebut terkait dengan Mangrove di Tahura I Gusti Ngurah Rai yang akan dikaitkan dengan topik pariwisata regerative di daerah tersebut. Pada diagram hasil analisis Nvivo yang ditampilkan, terdapat beberapa variabel dan indikator utama yang berperan dalam mengukur keberhasilan pariwisata regeneratif di Tahura I Gusti Ngurah Rai. Bali. Variabelvariabel ini mencakup aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi, yang menjadi pilar utama berkelanjutan serta regeneratif. Masingmasing variabel dilengkapi dengan indikator yang menunjukkan bagaimana pengaruh dan dampaknya terhadap lingkungan, masyarakat lokal, serta perekonomian setempat. Variabelvariabel dan indikator yang ditemukan berdasarkan analisis Nvivo tersebut, berkaitan dengan, diantaranya. Pemulihan dan Konservasi Lingkungan Variabel utama pertama dalam pariwisata regeneratif adalah pemulihan dan konservasi lingkungan. Tahura I Gusti Ngurah Rai memiliki ekosistem mangrove yang sangat penting, sehingga pengembangan wisata regeneratif. Indikator- indikator yang terkait dengan variabel ini meliputi: . Keanekaragaman hayati: Perlindungan terhadap flora dan fauna lokal, serta upaya pelestarian spesies yang hidup di ekosistem mangrove dan sekitarnya. Keanekaragaman hayati menjadi landasan penting dalam menjaga keseimbangan . Kualitas udara dan sumber daya daya udara yang hilang: Upaya untuk menjaga kualitas udara di kawasan Tahura, termasuk kontaminasi, menjadi indikator penting dalam Selanjutnya . Peningkatan kualitas udara dan pengelolaan polusi: Kualitas udara juga menjadi perhatian Pengurangan emisi karbon dan upaya menekan polusi udara dari aktivitas wisata menjadi bagian dari strategi pelestarian . Penurunan jejak karbon: Pengurangan emisi gas rumah kaca melalui pengelolaan aktivitas wisata yang ramah lingkungan, seperti penggunaan energi terbarukan atau pemanfaatan teknologi hijau, menjadi indikator penting dalam upaya mengurangi dampak pariwisata terhadap perubahan iklim. Variabel berikutnya yang ditemukan dalam penelitian ini adalah Pendidikan dan Kesadaran Pengunjung Variabel kedua yang muncul adalah pendidikan dan kesadaran pengunjung terhadap pentingnya menjaga Pendidikan lingkungan berperan dalam meningkatkan kesadaran wisatawan akan praktik-praktik berkelanjutan. Indikatorindikator untuk variabel ini mencakup: . Tingkat kesadaran dan pemahaman tentang praktik berkelanjutan: Edukasi yang diberikan kepada wisatawan mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta cara-cara untuk mengurangi dampak negatif dari aktivitas wisata, seperti tidak membuang sampah sembarangan atau mengurangi penggunaan . Dukungan dan kontribusi pengunjung terhadap inisiatif pariwisata berkelanjutan: Kontribusi pengunjung aktif, seperti partisipasi dalam kegiatan penanaman mangrove atau donasi untuk program a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 331 a. konservasi, menjadi indikator keberhasilan dalam menciptakan kesadaran akan tanggung jawab lingkungan. Kemudian dalam penelitian ini juga ditemukan variabel terkait dengan Dampak Sosial Variabel dampak sosial merupakan aspek penting dalam pariwisata regeneratif yang mengukur bagaimana pariwisata memberikan manfaat bagi masyarakat lokal. Indikator terkait variabel ini meliputi: . Peningkatan akses dan manfaat sosial bagi masyarakat lokal: Program-program yang memfasilitasi akses masyarakat lokal terhadap pendidikan, kesehatan, dan fasilitas lainnya melalui pendapatan dari pariwisata. Manfaat sosial ini termasuk perbaikan infrastruktur yang dirasakan oleh masyarakat setempat. Peningkatan kualitas hidup: Peningkatan taraf hidup masyarakat yang berkelanjutan sebagai hasil dari peningkatan akses terhadap layanan publik dan program-program sosial yang didukung oleh pariwisata regeneratif. Pada penelitian ini juga diulas terkait Dampak Ekonomi Variabel lain yang sangat penting adalah dampak ekonomi yang diciptakan oleh pariwisata regeneratif. Keberhasilan pariwisata tidak hanya diukur dari aspek lingkungan dan sosial, tetapi juga dari dampaknya terhadap perekonomian lokal. Indikator untuk variabel ini antara lain: . Peningkatan pendapatan dan kesejahteraan Wisata masyarakat lokal melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan rumah tangga, serta pengembangan bisnis lokal yang terkait dengan pariwisata. Diversifikasi ekonomi lokal dengan pengembangan sektor nonpariwisata: Selain pariwisata, sektor-sektor ekonomi lainnya juga berkembang, seperti pertanian, perikanan, dan kerajinan tangan. Diversifikasi ini penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap satu sektor ekonomi dan menciptakan kestabilan ekonomi jangka . Keberlanjutan Pariwisata regeneratif bertujuan untuk menciptakan perekonomian lokal yang berkelanjutan, pendapatan dari sektor pariwisata tidak hanya dinikmati secara langsung, tetapi juga diinvestasikan kembali kesehatan untuk jangka panjang. Gambar 2. Hasil Cycle Map Hasil Pariwisata Regeneratif di Tahura Bali Penelitian ini juga ditemukan yaitu pemberdayaan komunitas juga merupakan Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan pariwisata sangat penting untuk memastikan bahwa memiliki peran aktif dan mendapatkan manfaat langsung dari Indikator-indikator untuk variabel ini adalah: . Partisipasi dan keterlibatan Keterlibatan masyarakat dalam proses pengelolaan wisata, seperti menjadi pemandu wisata, mengelola homestay, atau ikut serta dalam program Partisipasi ini tidak hanya memberikan manfaat ekonomi, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan masyarakat terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Perlindungan dan promosi budaya lokal: Pemberdayaan komunitas juga mencakup mempromosikan budaya lokal. Tradisi dan kearifan lokal menjadi daya tarik wisata yang unik, dan pariwisata melalui regeneratif, budaya lokal tersebut dilestarikan dan a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 332 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. Pendidikan dan kesadaran masyarakat lokal tentang praktik berkelanjutan: Masyarakat lokal juga dididik dan diberdayakan melalui program-program pelatihan mengenai praktik Pendidikan ini penting agar dapat mengelola sumber daya alam secara bijak dan memastikan kelestarian lingkungan untuk generasi mendatang. Dampak positif Pemberdayaan komunitas berakhir pada Dengan terlibat dalam pariwisata, masyarakat lokal dapat meningkatkan pendapatan, yang pada gilirannya berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup secara Hasil analisis Nvivo terhadap penelitian mengenai pariwisata regeneratif di Taman Hutan Raya (Tahur. I Gusti Ngurah Rai. Bali, beberapa tema utama muncul dan memberikan gambaran tentang bagaimana pariwisata regeneratif dapat berjalan selaras dengan upaya pelestarian lingkungan serta memberdayakan masyarakat lokal. Kata kunci yang sering muncul seperti mangrove, konservasi, dan ekosistem (Gambar . mengindikasikan bahwa fokus utama dari kajian ini berkisar pada ekosistem mangrove, keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan sumber daya alam, serta dampak pariwisata terhadap masyarakat lingkungan dan sekitar. Mangrove sebagai Komponen Utama Wisata Regeneratif Ekosistem Mangrove sebagai Komponen Wisata Regeneratif Ekosistem utama di Tahura I Gusti Ngurah Rai memiliki. Mangrove memiliki peran yang sangat penting dalam menjaga keseimbangan lingkungan di kawasan pesisir. Dari hasil analisis Nvivo, kata AumangroveAy menonjol sebagai fokus utama dalam Mangrove di Tahura tidak hanya berfungsi sebagai penyangga alam terhadap abrasi dan tempat tinggal bagi berbagai spesies, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang sangat diminati oleh wisatawan yang tertarik pada pariwisata alam dan ekowisata. Sebagai bagian dari wisata regeneratif, ekosistem mangrove di Tahura menjadi salah satu kawasan yang harus dilestarikan dan dikelola dengan bijaksana. Pelestarian mangrove meliputi tindakan konservasi aktif seperti penanaman kembali hutan mangrove yang rusak serta pelestarian ekosistem yang berkelanjutan untuk memastikan kepunahan Gambar 3. Hasil Analisis Word Cloud dari Kumpulan Artikel Mengenai Mangrove Taman Hutan Raya I Gusti Ngurah Rai Bali Hasil analisis juga menunjukkan bahwa masyarakat lokal memainkan peran yang sangat signifikan dalam mendukung konsep pariwisata regeneratif di Tahura. Istilah AumasyarakatAy sering muncul dan mengindikasikan pentingnya partisipasi lokal dalam kegiatan wisata dan konservasi. Salah satu bentuk keterlibatan bisa melalui pengelolaan wisata berbasis komunitas, di mana masyarakat setempat berperan sebagai pengelola dan pemandu wisata, serta menjaga kelestarian hutan mangrove. Program pemberdayaan masyarakat yang meliputi pendidikan dan pelatihan tentang ekowisata dan pengelolaan sumber daya alam berkelanjutan turut memperkuat posisi sebagai penjaga lingkungan dan pelaku utama dalam ekosistem pariwisata regeneratif. Selain itu, masyarakat lokal mendapatkan manfaat ekonomi dari pariwisata regeneratif melalui partisipasi dalam industri pariwisata yang Dengan menyediakan layanan seperti tur ekowisata, penyediaan makanan tradisional, dan produk kerajinan tangan, a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 333 a. pendapatan tambahan yang berkelanjutan. Pendekatan ini tidak hanya mengurangi ketergantungan pada sumber daya alam yang dapat merusak ekosistem, tetapi juga memajukan model pengelolaan yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. Gambar 4. Hasil Persentase Respon Industri dan Masyarakat Berdasarkan Penelusuran dengan NVivo Peran Wisatawan dan Industri Pariwisata dalam Pelestarian Alam Peran Wisatawan dan Industri Pariwisata dalam Pelestarian Alam Dari wisatawan, hasil analisis menunjukkan bahwa menjadi komponen penting dalam mendukung pariwisata regeneratif. Istilah "wisatawan" sering dikaitkan dengan edukasi mengindikasikan pentingnya peran wisatawan dalam memastikan bahwa aktivitas tidak berkontribusi pada pelestariannya. Dalam konsep pariwisata regeneratif, wisatawan diharapkan tidak hanya menikmati keindahan alam, tetapi juga berpartisipasi aktif dalam kegiatan konservasi seperti penanaman mangrove, pembersihan pantai, atau edukasi lingkungan yang disediakan oleh pengelola Industri pariwisata sendiri, yang tercermin melalui tema seperti "pengelolaan" dan "ekowisata", memiliki peran besar dalam mendukung pelestarian alam. Pihak-pihak yang terlibat dalam industri pariwisata dapat merancang program-program wisata yang tidak hanya fokus pada keuntungan ekonomi, tetapi juga memastikan bahwa wisatawan terlibat dalam kegiatan yang mendukung regenerasi ekosistem. Hal ini mencakup penyediaan fasilitas yang ramah lingkungan, pengelolaan sampah yang baik, dan operasional wisata. Keseimbangan Antara Pelestarian Alam dan Pengelolaan Wisata Berkelanjutan Keseimbangan Antara Pelestarian Alam dan Pengelolaan Wisata Berkelanjutan Analisis juga menunjukkan bahwa konsep pariwisata regeneratif di Tahura memerlukan keseimbangan antara upaya pelestarian alam dan pemanfaatan ekonomi. Istilah seperti "pengelolaan", "pelestarian", "berkelanjutan" mencerminkan pentingnya perencanaan yang matang untuk menjaga ekosistem mangrove sekaligus memaksimalkan manfaat pariwisata Keterlibatan masyarakat lokal dalam pengelolaan yang terpadu sangat diperlukan untuk memastikan bahwa Tahura dapat terus menjadi destinasi wisata yang berkelanjutan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak. Dari hasil analisis Nvivo, dapat disimpulkan bahwa pariwisata regeneratif di Tahura I Gusti Ngurah Rai. Bali, perlu melibatkan beberapa elemen penting, yaitu konservasi ekosistem mangrove, partisipasi aktif masyarakat lokal, peran wisatawan dalam mendukung kegiatan konservasi, serta kontribusi industri pariwisata dalam menyediakan fasilitas dan program wisata yang berkelanjutan. Kolaborasi antara berbagai pihak ini menjadi kunci dalam memastikan bahwa pariwisata di Tahura tidak hanya mendukung perekonomian lokal, tetapi juga menjaga ekosistem lingkungan alam untuk generasi mendatang. Analisis Komparasi Masyarakat dan Industri terkait dengan Regeratif di Tahura Bali Analisis komparasi yang dihasilkan oleh Nvivo pada gambar di bawah menggambarkan interaksi antara perspektif industri dan pariwisata masyarakat lokal dalam konteks pariwisata regeneratif di Taman Wisata Raya (Tahur. I Gusti Ngurah Rai, a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH 334 Jurnal Ilmiah Hospitality Vol. 13 No. 2 Desember 2024 a. Bali. Diagram ini mengidentifikasi beberapa tema utama yang mencakup kontribusi dari kedua pihak, yaitu industri pariwisata dan masyarakat lokal, serta hubungan dengan aspek lingkungan, sosial, dan ekonomi. Dari analisis ini, kita dapat memahami bagaimana peran industri dan masyarakat dalam menciptakan ekosistem pariwisata yang berkelanjutan serta regeneratif. Peran Industri Pariwisata Pariwisata Regeneratif Dari sisi industri, terlihat bahwa industri memiliki kontribusi besar dalam mendukung praktik-praktik regeneratif yang mengedepankan masakan. Salah satu indikator utama yang muncul adalah keterlibatan industri dalam pemulihan dan konservasi Industri pariwisata, seperti operator hotel, penyedia jasa wisata, dan restoran, diharapkan memainkan peran aktif dalam meminimalkan dampak negatif terhadap lingkungan. Dalam konteks Tahura I Gusti Ngurah Rai, industri tersebut dapat berkontribusi melalui pengelolaan limbah yang lebih baik, program penanaman mangrove, serta pengurangan emisi karbon dari aktivitas operasional. Industri keterlibatan dan pemberdayaan komunitas lokal, di mana dapat menciptakan peluang kerja dan mendorong keterlibatan masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Programprogram CSR (Corporate Social Responsibilit. sering kali menjadi sarana bagi industri untuk memberdayakan masyarakat keterampilan, dan partisipasi dalam proyek Selanjutnya, perlindungan dan promosi budaya lokal juga menjadi salah satu poin penting dalam kontribusi industri. Industri melestarikan tradisi dan budaya setempat dengan cara mempromosikan acara-acara budaya, seperti festival lokal atau pameran seni, yang melibatkan masyarakat setempat. Hal ini tidak hanya menguntungkan masyarakat secara ekonomi, tetapi juga mendukung pelestarian warisan budaya yang Selain itu, industri juga berperan dalam peningkatan kualitas hidup masyarakat Peningkatan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur dasar sering kali merupakan dampak positif dari aktivitas industri pariwisata. Dengan adanya peningkatan pendapatan dari sektor ini, masyarakat dapat merasakan manfaat yang lebih luas, seperti tersedianya lebih banyak peluang ekonomi dan peningkatan kualitas lingkungan hidup. Gambar 5. Hasil Kompararsi Masyrakat dan Industri Regenerative Tourism Peran Masyarakat Lokal dalam Pariwisata Regeneratif Dari sisi masyarakat lokal, keterlibatan sangat penting dalam menciptakan regenerasi ekosistem dan ekonomi yang berkelanjutan. Keberlanjutan ekonomi menjadi salah satu indikator yang paling signifikan. Masyarakat lokal tidak hanya menjadi penerima manfaat dari pariwisata, tetapi juga berperan sebagai pelaku utama dalam pengelolaannya. Misalnya, banyak anggota masyarakat yang terlibat dalam usaha mikro seperti homestay, kerajinan tangan, dan pemandu wisata, yang memberikan dampak positif terhadap Dalam konteks kualitas udara dan kehausan sumber daya air, masyarakat lokal memiliki peran penting dalam menjaga sumber daya alam ini. Keberlanjutan udara merupakan salah satu elemen kunci dalam ekosistem mangrove, dan masyarakat lokal sering kali menjadi penjaga ekosistem Masyarakat dilibatkan dalam kegiatan pelestarian udara, seperti pengelolaan limbah rumah tangga dan pengawasan a. P-ISSN: 2088-4834 E-ISSN : 2685-5534 http://stp-mataram. e-journal. id/JIH Vol. 13 No. 1 Juni 2024 Jurnal IlmiahHospitality 335 a. terhadap polusi yang disebabkan oleh kegiatan Selain itu, keanekaragaman hayati di kawasan Tahura sangat bergantung pada keterlibatan masyarakat lokal. Masyarakat lokal tidak hanya berperan dalam pelestarian flora dan fauna yang ada, tetapi juga dalam menjaga ekosistem yang sehat melalui praktikpraktik tradisional yang berkelanjutan, seperti penangkapan ikan secara ramah lingkungan atau sistem pertanian yang menjaga keseimbangan alam. Indikator lain yang juga penting adalah dampak positif ekonomi pada masyarakat lokal. Dengan adanya regenerasi pariwisata yang berkelanjutan, masyarakat pendapatan secara langsung. Hal ini tidak hanya berasal dari pekerjaan di sektor pariwisata, tetapi juga dari diversifikasi ekonomi lokal, dimana masyarakat dapat mengembangkan usaha non-pariwisata yang mendukung keinginan jangka panjang. Dari analisis komparasi Nvivo tersebut, jelas terlihat bahwa industri pariwisata dan masyarakat lokal memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung konsep pariwisata regeneratif di Tahura I Gusti Ngurah Rai. Industri pariwisata, dengan kekuatan sumber daya dan jangkauannya, dapat memberikan kontribusi signifikan dalam hal pelestarian lingkungan dan pemberdayaan Di sisi lain, masyarakat lokal memiliki pengetahuan dan kearifan lokal yang keberlangsungan ekosistem di kawasan Kolaborasi antara kedua pihak ini, didukung oleh regulasi dan kebijakan yang tepat, dapat menciptakan model pariwisata regeneratif yang berkelanjutan. Melalui upaya bersama. Tahura I Gusti Ngurah Rai dapat menjadi contoh destinasi wisata regeneratif peningkatan kesejahteraan sosial, dan keinginan ekonomi bagi semua pihak yang PENUTUP Kesimpulan Pariwisata regenerative merupakan pendekatan yang bertujuan untuk memulihkan dan menjaga kelestarian alam melalui interaksi yang positif antara wisatawan dan lingkungan. Dalam konteks Hutan Mangrove Taman Hutan Raya (Tahur. Bali, pariwisata regenerative dapat berperan penting dalam mendukung pelestarian ekosistem mangrove, yang memiliki fungsi vital dalam perlindungan pantai, peningkatan biodiversitas, dan penyerapan karbon. Selain itu juga dapat lingkungan, pengelolaan yang berkelanjutan, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal dalam kegiatan pariwisata. Secara regenerative di Hutan Mangrove Tahura Bali berpotensi besar dalam menjaga kelestarian ekosistem mangrove, memperkuat ekonomi lokal, serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya konservasi alam. Pendekatan ini menguntungkan antara manusia dan alam, sekaligus menjadi model untuk pariwisata berkelanjutan di Indonesia. DAFTAR PUSTAKA