Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 TAMAN REKREASI TEPIAN AIR DENGAN PENDEKATAN PLACEMAKING DI KOTA MANADO Yericho C. Tamamengka1. Noorwahyu Budhyowati2. Grace Katuuk. A Program Studi Arsitektur. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Manado Kampus UNIMA Tondano E-mail: yerichotamamengka@gmail. ABSTRACT Recreational Waterfront Park Design, is Context Park that can serve the activity of economy, social, and public environment as well as Succeed Index Tourism of Manado City, through Placemaking approach that has well relevance with vision aspect of the city development of Manado City that is Waterfront Development, and Strengthening City Identity. Manado City, in this matter implementing the development vision with development orientation at waterfront areas, like the sea, and the river, because of natural potency of Manado that has magnificence sea, so as can attract the tourist to do activities at waterfront area of Manado City. Placemaking approach will become catalyst in designing a place that can impress and giving a good tourism experience to tourist by raising the unique and potency of Manado City that synergized and connected with around environment design. So as, this design can be benchmarks to development vision of Manado City, that is not only focusing on build the space, but that can create interaction of the public, so as this design more alive because of it. Keywords: Recreational Waterfront Park. Placemaking. Development. Identity. Manado City. ABSTRAK Perancangan Taman Rekreasi Tepian Air, merupakan konteks taman yang dapat melayani aktivitas ekonomi, sosial, dan lingkungan masyarakat serta kepariwisataan Kota Manado yang berhasil dalam indeks kepariwisataan, melalui pendekatan Placemaking yang memiliki relevansi kuat dengan aspek visi pembangunan kota yang diusung Kota Manado yaitu Waterfront Development, serta penguatan akan identitas kota. Kota Manado, dalam hal ini melaksanakan visi pembangunan dengan orientasi pengembangan pada area tepian air, seperti laut dan sungai, karena potensi alamiah dari Kota Manado yang memiliki keindahan laut, sehingga dapat menarik minat dari para wisatawan untuk beraktivitas pada area tepian air di Kota Manado. Pendekatan Placemaking akan menjadi katalisator dalam merancang sebuah tempat yang memberi kesan dan pengalaman yang baik dalam aktivitas pariwisata bagi para wisatawan yang berkunjung dengan mengangkat keunikan dan potensi dari Kota Manado, yang bersinergi dan terkoneksi dengan lingkungan sekitar lokasi perancangan. Sehingga, dari perancangan ini dapat menjadi tolok ukur terhadap visi pembangunan/pengembangan di Kota Manado, yang dimana tidak hanya berfokus pada pembangunan suatu ruang saja, tetapi dapat menciptakan interaksi daripada masyarakat, sehingga perancangan ini dapat sangat hidup Kata Kunci: Taman Rekreasi Tepian Air. Placemaking. Pembangunan. Identitas. Kota Manado. Mahasiswa Program Studi S1 Arsitektur Universitas Negeri Manado Dosen Program Studi Arsitektur Universitas Negeri Manado (Pembimbing 1&. Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 PENDAHULUAN Latar Belakang Laju pertumbuhan penduduk pada suatu kabupaten/kota, merupakan suatu permasalahan yang wajib diperhatikan bagi perkembangan suatu kota. Dalam hal ini pertumbuhan kota akan terus semakin tinggi seiring pula dengan laju pertumbuhan penduduk tiap tahunnya, dan peningkatan akan kebutuhan primer dari pada penduduk itu sendiri, sehingga lama Ae kelamaan akan mengakuisisi peruntukan lahan yang seharusnya diperuntukan bagi Ruang Terbuka Hijau pada suatu Kota. Seiring perkembangan zaman suatu kota memang harus berubah, apakah pembangunan secara tampilan visual maupun strukturalnya, yang menandakan bahwa kota tersebut mengalami perubahan wajah kota atau perkembangan. (Katuuk, 2. Pertumbuhan penduduk pula berdampak pada perkembangan aktivitas ekonomi, maupun sosial lingkungan. Seperti yang telah diamati oleh penulis pada suatu taman yang terdapat di Kota Manado, terlihat pada dokumentasi dibawah (Gambar . Permasalahan Ae permasalahan terjadi pada fasilitas Ae fasilitas publik yang ada pada taman tersebut, sehingga menimbulkan pengalaman yang kurang memuaskan bagi para pengunjung didalamnya. Gambar 1. Perusakan fisik fasilitas taman Selain perusakan fasilitas fisik di taman tersebut, terdapat banyak permasalahan, yang mengurangi minat pengunjung untuk berkunjung pada taman tersebut, seperti aksesibilitas yang kurang memadai dalam menghubungkan berbagai fasilitas didalamnya, serta penempatan fasilitas yang tidak sesuai, sehingga dapat mengganggu fasilitas sekitarnya (Gambar . , dan mengurangi minat pengunjung untuk berkunjung Gambar 2. Fasilitas taman yang sudah tidak terawat Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Kota Manado sejatinya memiliki visi Manado Pariwisata Dunia, dengan melakukan pengembangan sektor pariwisata sebagai ekowisata berbasis lingkungan laut, sehingga dapat menciptakan identitas dan citra Kota Manado sebagai pintu gerbang destinasi wisata dunia, serta mewujudkan lingkungan kota menyenangkan yang tertuang pada tersedianya Ruang Terbuka Hijau (RTH). Taman, maupun pedestrian yang dapat berfungsi ganda sebagai arena rekreasi, hiburan, dan tempat bersosialisasi. Ketersediaan Ruang Terbuka Hijau Publik pada Kota Manado mempunyai target yang belum tercapai dari standar minimum yaitu 20%. Pada (Budhyowati, 2. Proporsi RTH lebih didominasi pada RTH privat yang mencapai angka 9825,14 Ha . ,47%), berbanding jauh dari RTH Publik yang hanya mencapai 2283,25 Ha . ,51%). Maka dari itu untuk menyeimbangkan proporsi lingkungan Kota Manado dibutuhkan RTH Publik, berupa Taman Rekreasi Tepian Air yang juga untuk mewadahi ruang rekreasi yang aktif bagi para pengunjung dengan mengupayakan potensi pesisir laut Kota Manado. Dalam hal ini juga, konteks taman yang dapat melayani aktivitas ekonomi, sosial maupun lingkungan memiliki relevansi yang kuat dengan Pendekatan Placemaking, yang akan menjad katalisator dalam merespons sebuah tempat yang dapat memberi kesan & pengalaman yang baik bagi para pengunjung Taman Rekreasi Tepian Air di Kota Manado. Sehingga dari jabaran permasalahan tersebut, dikemukan perancangan AuTaman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota ManadoAy sebagai satu solusi responsif terhadap penjabaran tersebut. METODE PERANCANGAN Metode perancangan yang digunakan dalam perancangan ini, mengusung dari Teori Feedback yang dikemukakan oleh John Ziesel, bahwa dalam proses desain terdapat suatu proses berulang dan terus Ae menerus (Cyclical/Spira. , untuk mendapatkan satu solusi responsif yang dapat diterapkan pada model desain, sehingga desain menjadi optimal sesuai dengan maksud dan tujuan perancangan. (Barus, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Analisis Perancangan Penetapan Lokasi Lokasi yang ditetapkan dalam merancang Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado, terletak pada Jl. Novena. Kel. Wenang Selatan. Kec. Wenang. Kota Manado. Sulawesi Utara. Indonesia. Lokasi tapak berada pada Kawasan Reklamasi, yang dipilih berdasar peruntukan area Pusat Pelayanan Kota (PPK) Kota Manado. Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 3. Pertimbangan Pemilihan Lokasi Ukuran Tapak Luasan tapak adalah 56. 020 mA 5,6 Ha, dengan luasan efektif yang dapat terbangun 709 mA 3,67 Ha, dengan mempertimbangkan sempadan pada batas Ae batas seputaran tapak mencapai 19. 310 mA 1,93 Ha, dengan dasar rumusan dari Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Manado tahun 2014-2034. Citra pada Tapak Lokasi perancangan menyajikan panorama pemandangan yang menarik ketika apabila kita berkunjung, tetapi terdapat hal yang kurang meremajakan mata pengunjung, pada sisi timur dari titik lokasi pandang terdapat mess container megamas. Pada sisi utara dan barat merupakan area favorit dari para pengunjung ketika dating, karena pengunjung disuguhkan keindahan matahari terbenam pada sore hari. (Gambar Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 4. View dari dalam Tapak Analisis Fungsional Aktivitas rekreasi yang terjadi ketika penulis mengadakan pengamatan pada tapak perancangan, menunjukan bahwa area tepian air lebih dominan terjadi aktivitas rekreasi, seperti yang terlihat pada indikasi pada (Gambar . Pengunjung pada lokasi perancangan didominasi oleh kaula muda, serta tidak hanya pengunjung domestik yang berada pada area tapak, tetapi terdapat juga pengunjung dari Gambar 5. Intesitas aktivitas pada area tapak Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Pengelompokan Jenis Aktivitas Pengelompokan jenis aktivitas pada Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado, seperti: (Tabel . Table 1. Pengelompokan Jenis Aktivitas Zona Komersial Penunjang Aktivitas Kebutuhan Ruang Memarkir Kendaraan Makan dan Minum, sajian lokal Mengawas Membeli souvenir/oleh Ae oleh Buang Air Besar/Kecil (BAB/BAK) Menyusui Anak Maintenance Membersihkan Area Taman Tempat Parkir (Parking Are. - Parkir Bus - Parkir Disabilitas - Parkir Mobil - Parkir Motor UMKM Area Toko Souvenir Ruang CCTV Toilet Toilet Portable Ruang Laktasi Ruang ME Ruang Tangki/Pompa Ruang Cleaning Service Bermain dengan alam Berkumpul bersama kerabat pada alam terbuka Menonton pertunjukan pada alam terbuka Berolahraga Bersantai Bersosialisasi Taman Picnicking area Berolahraga air Memancing Menikmati Pemandangan Menonton Pertunjukan pada tepian air Waterplay Kolam Renang Apron Aksesibilitas Promenade Berorientasi Menikmati Pertunjukan Bersantai Berswafoto Menikmati Pemandangan Bersosialisasi Plaza Waterstage Waterwalk Jalur Kendaraan Jalur Difabilitas Jalur Pejalan Kaki Olahraga Berolahraga Bersantai Berkumpul bersama komunitas BMX Park Skatepark Hijau Air dan Apron Bentuk Kawasan Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Pengolahan bentuk kawasan taman rekreasi tepian air, berangkat dari permasalahan penumpukan titik aktivitas yang hanya sekadar pada sisi utara dan selatan tapak saja, sehingga aliran aktivitas tidak terdistribusi dengan baik keseluruh tapak, dan menyebabkan terciptanya ruang Ae ruang kosong tanpa aktivitas yang terjadi. Gambar 6. Pengolahan Bentuk (Step . Hal tersebut disebabkan oleh penutupan akses masuk kendaraan kedalam kawasan, sehingga pengguna secara heterogen memarkir kendaraan lebih dekat dengan batas penutup massif kawasan, ini menyebabkan aktivitas sekitarnya akan terganggu jika volume pengguna yang memarkir kendaraan semakin bertambah, dan akan memenuhi area sekitarnya. Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 7. Pengolahan Bentuk (Step . Maka dari itu pengolahan bentuk dikembangkan dengan membuka jalur alir parkir kendaraan kedalam zona tertentu pada tapak, sehingga dapat meminimalisir volume aliran masuk kedalam kawasan yang dapat berdampak pada area sekitar, dan dapat mendistribusi kumpulan pengguna kedalam zona zona tertentu yang dicanangkan sesuai dengan ketertarikan beraktivitas pada area tapak tersebut. Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 8. Pengolahan Bentuk (Step . Ketika kumpulan pengguna menuju tapak telah teraliri dengan baik, maka dibuka akses masuk bagi para kumpulan pengguna tersebut untuk dapat mengaliri tapak dengan aktivitas Ae aktivitas yang akan dilakukan, sehingga kawasan taman rekreasi tepian air hidup karenanya. Zona berdasar Sifat Ruang Sifat ruang dikelompokan berdasarkan kriteria pada pendekatan Placemaking, yaitu aksesibilitas, keamanan, kenyamanan, dan kesenangan yang tertuang kedalam Zona Publik. Zona Semi-Publik, dan Zona Service. (Gambar . Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 9. Zona berdasar Sifat Ruang Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Pola Aktivitas Sirkulasi Pengunjung Gambar 10. Pola Aktivitas Sirkulasi Pengunjung Pola aktivitas sirkulasi pengunjung pada perancangan terkoneksi satu sama lain antar fasilitas yang ada pada tapak, pengunjung dilayani terlebih dahulu dengan area parkir kendaraan untuk melanjutkan orientasi kedalam kawasan, terdapat 3 titik alir aktivitas yang dapat diakses tergantung kebutuhan dari para pengunjung dalam berkunjung, yaitu UMKM Area. Sculpture, dan Zona Olahraga. (Gambar . Material Permukaan Tapak Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Gambar 11. Material Permukaan Tapak Material yang diaplikasikan pada permukaan tapak, diolah dengan mempertimbangkan kriteria Aksesibilitas. Aktivitas. Kenyamanan. Keamanan. Kesenangan, dimana material permukaan tapak tidak dipilih sembarang untuk estetika dari permukaan tapak saja, seperti pada Zona Olahraga, material beton yang diplester halus untuk menunjang aktivitas dari para pengunjung yang berolahraga, dan juga untuk material jalur aksesibilitas dari pejalan kaki dan difabilitas dibedakan sehingga difabilitas dapat mengakses seluruh bagian tapak dengan nyaman karena material permukaan diaplikasikan beton non-plester yang teksturnya tidak ditimbulkan, sedangkan jalur pejalan kaki, diaplikasikan material paving beton dengan join pasir, sehingga meminimalisir terjadinya genangan pada promenade, karena join tersebut Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 dapat mendistribusi air genangan kedalam tanah, sehingga tidak menggenang pada permukaan promenade. (Gambar . Hasil Rancangan Siteplan Gambar 12. Siteplan Potongan Tapak Gambar 13. Potongan Tapak A-A Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 Perspektif Kawasan Gambar 14. Perspektif Kawasan Taman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota Manado Jurnal Ilmiah DeSciArs Volume 2. No. Desember 2022 ISSN 2829 - 7237 PENUTUP Kesimpulan AuTaman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota ManadoAy yang berlokasi pada Jl. Novena. Kelurahan Wenang Selatan. Kecamatan Wenang. Kota Manado. Provinsi Sulawesi Utara. Indonesia merupakan fasilitator dalam mewadahi publik untuk berinteraksi sosial dengan nyaman dan aman pada area tepian air, serta dapat menjadi titik tolok pengembangan area tepian air di Kota Manado. Melalui pendekatan Placemaking, berupaya dalam menciptakan kualitas sebuah tempat yang dapat mengundang ketertarikan orang untuk tinggal, bekerja, bermain dan belajar didalam perancangan Taman Rekreasi Tepian Air di Kota Manado, melalui fasilitas Ae fasilitas yang dapat mewadahi aktivitas publik pada area tepian air, serta memaksimalkan potensi Ae potensi yang terdapat pada lokasi perancangan. Saran Didasari dalam proses penyusunan tulisan ini, sebagai mahkluk ciptaan Tuhan, penulis menyadari bahwa keseluruhan susunan skripsi yang dibuat ini belum seutuhnya sempurna, maka dari itu perlu adanya masukan atau saran untuk mengembangkan perancangan lebih baik lagi. Dengan ini penulis berharap AuTaman Rekreasi Tepian Air dengan Pendekatan Placemaking di Kota ManadoAy, dapat menjadi katalisator perancangan tepian air yang berfokus pada peningkatan kualitas sebuah tempat, serta menjadi studi literatur dan kajian dalam bidang arsitektur, sehingga dapat saling melengkapi, dan memberi manfaat untuk para pembaca dalam berwawasan arsitektural. DAFTAR PUSTAKA