Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol. No. Desember. Hal. p-ISSN: 2339-2665, e-ISSN: 2502-8448 DOI: 10. 31293/teknikd Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Arief Novianto Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email: arief_novianto@gmail. Artikel Informasi Riwayat Artikel Diterima, 13/09/2019 Direvisi, 15/10/2019 Disetujui, 22/11/2019 Kata Kunci: Pengerukan. Rencana Anggaran Biaya. Bathimetri Keywords: Dredging. Budget plan. Bathymetry ABSTRAK Sungai Marangkayu terletak di Kecamatan Muara Badak. Kabupaten Kutai Kartanegara. Hulu sungai ini terkendala dalam mengoptimalkan pemanfaatan dermaga, akibat pendangkalan sungai. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan data bathimetri yang digunakan sebagai acuan perhitungan volume material yang akan dikeruk, disesuaikan dengan rencana kapal yang akan melintas dimana volume tersebut nantinya akan digunakan sebagai dasar penyusunan Rencana Anggaran Biaya pengerukan. Metode yang digunakan bersifat Aukuantitatif dan matematisAy yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari hasil pendataan dan pengukuran dilapangan. Dari hasil pengukuran dan perhitungan diketahui kedalaman sungai marangkayu berkisar antara 0. s/d 8. 0 m LWS. Akan direncanakan untuk dilakukan pengerukan sepanjang 8 km, lebar 60 m dan kedalaman 5. 5 m LWS dengan slope yang akan digunakan adalah 1 : 4 didapatkan volume pengerukan sebesar 117,49 m3 dengan luas area sebesar 26. 257,34 m2. Rencana Anggaran Biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan ini adalah sebesar Rp. 000,-. ABSTRACT Marangkayu River is located in Muara Badak District. Kutai Kartanegara Regency. The upstream of this river is constrained in optimizing the utilization of the pier, due to the silting of the river. The purpose of this study is to obtain bathymetric data which is used as a reference for calculating the volume of material to be dredged, adjusted to the plan of the ship that will pass where the volume will later be used as the basis for preparing the Dredging Cost Budget Plan. The method used is Auquantitative and mathematicalAy, namely the collection of data obtained from the results of data collection and field measurements. From the results of measurements and calculations, it is known that the depth of the Marangkayu river ranges from 0. 5 to 8. 0 m LWS. It is planned to carry out dredging for 8 km, 60 m wide and 5. 5 m LWS with a slope that will be used is 1: 4, the dredging volume is 1,297,117. 49 m3 with an area of 26,257. 34 m2. The Budget Plan required to carry out this activity is Rp. 000,-. This is an open access article under the CC BY-SAlicense. Penulis Korespondensi: Arief Novianto Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik Universitas 17 Agustus 1945 Samarinda Email: arief_novianto@gmail. Journal homepage: http://ejurnal. untag-smd. id/index. php/TEKNIKD/index Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Arief Noviant. PENDAHULUAN Sedimentasi di Sungai Marangkayu terjadi setiap saat. Akibat tingginya sedimentasi di muara sungai, arus lalu lintas kapal yang akan masuk/keluar menuju Pelabuhan atau Terminal menjadi kurang lancar. Jenis kapal yang sering melintas di Alur Sungai Marangkayu adalah jenis Tongkang dan Tugboad. Terdapat beberapa pelabuhan atau Terminal di hulu sungai Marangkayu yang terkendala dalam mengoptimalkan pemanfaatan dermaga dikarenakan pendangkalan Sungai. Pada saat kondisi tertentu yakni saat surut terendah kapal tidak bisa merapat di dermaga yang menyebabkan terhambatnya kegiatan proses bongkar muat. Sebagai pintu masuk. Sungai Marangkayu harus mampu dilewati oleh kapal dalam kondisi air pasang maupun surut sekalipun. Karena itu, sangat penting diupayakan mengeruk sedimentasi pada Alur Sungai Marangkayu untuk Keselamatan Pelayaran. Peran serta Hidrografi dalam Pelaksanaan pengerukan salah satunya adalah pada penyajian Peta Batimetri. Peta Batimetri dibuat dengan melakukan serangkaian kegiatan yang disebut dengan Survei Batimetri untuk mendapatkan data kedalaman. Survey Hidrografi meliputi pengamatan pasang surut, pemeruman . dan penentuan posisi horizontal fix perum. Survei Hidrografi (Hidrographic Surveyin. merupakan pengukuran untuk memperoleh gambar permukaan dasar laut dll, selain itu terdapat juga pekerjaan pengukuran untuk mengetahui kecepatan arus sungai dan arus laut. Dalam ilmu hidrografi lebih banyak disinggung tentang pemetaan di daerah perairan secara praktis yang disebut dengan survei hidrografi. Jenis survei hidrografi berdasarkan wilayahnya adalah : A Survei Tepi Pantai A Survei Perairan Pantai A Survei Lepas Pantai Hidrografi . tau geodesi kelautan menurut pandangan awa. adalah ilmu tentang pemetaan laut dan pesisir. Hidrografi menurut International Hydrographic Organization (IHO) adalah ilmu tentang pengukuran dan penggambaran parameter-parameter yang diperlukan untuk menjelaskan sifat-sifat dan konfigurasi dasar laut secara tepat, hubungan geografis dengan daratan , serta karakteristik-karakteristik dan dinamika-dinamika lautan. Survei Batimetri Survei Batimetri . ari bahasa Yunani: IC, berarti AukedalamanAy, dan AEA, berarti AuukuranA. adalah ilmu yang mempelajari kedalaman di bawah air dan studi tentang tiga dimensi lantai samudra atau danau. Sebuah peta batimetri umumnya menampilkan relief lantai atau dataran dengan garis-garis kontur . ontour line. yang disebut kontur kedalaman . epth contours atau isobat. , dan dapat memiliki informasi tambahan berupa informasi navigasi permukaan. Dalam survei batimetri ini ada tiga kegiatan utama yang harus dilakukan, yaitu penentuan posisi, kedalaman, dan pasang surut untuk koreksi kedalaman. Di bawah ini akan dijelaskan masing-masing kegiatan yang harus dilakukan dalam survei batimetri. Pertama. Penentuan posisi digunakan untuk mengetahui posisi titik yang diketahui Biasanya penentuan posisi di laut ini menggunakan GPS. GPS itu sendiri adalah sistem satelit navigasi dan penentuan posisi yang dimiliki dan dikelola oleh Amerika Serikat. GPS didesain untuk memberikan posisi dan kecepatan 3 dimensi serta informasi mengenai waktu, secara kontinyu diseluruh dunia tanpa tergantung waktu dan cuaca, kepada banyak orag secara simultan. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol. No. Desember. Hal. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Prinsip atau konsep dasar penentuan posisi dengan GPS adalah pengukuran jarak . eseksi/ pengikatan kebelakan. ke beberapa satelit yang telah diketahui koordinatnya sekaligus secara simultan. GPS terdiri dari beberapa segmen utama, yaitu. segmen angkasa . pace segemen. yang terdiri dari satelit-satelit GPS, segmen sistem kontrol yang terdiri dari stasiun-stasiun pemonitor dan pengontrol satelit, dan segmen pemakai berupa alat-alat menerima sinyal GPS. Implementasi GPS salah satunya dalam bidang survei hidro-oseanografi terutama yang terkait penentuan posisi titik-titik kontrol di pantai, navigasi kapal survei, penentuan posisi titik-titik perum . Dalam penentuan posisi itu, ada beberapa metoda yang dapat digunakan, antara lain. A Metoda survei GPS untuk penentuan posisi titik kontrol di pantai. A Metoda kinematik deferensial. untuk tahapan lainnya, baik menggunakan data pseudorange untuk aplikasi-aplikasi yang menuntut ketelitian menengah . , maupun menggunakan data fase untuk ketelitian yang lebih tinggi . A Sistem DGPS dan RTK. untuk aplikasi yang menuntut informasi posisi secara instan . eal dimana sistem DGPS umumnya digunakan untuk melayani aplikasi berketelitian menengah dan sistem RTK untuk aplikasi berketelitian lebih tinggi. Kedua. Pengukuran kedalaman, pengukuran kedalaman dalam survei batimetri dilakukan pada titik-titik yang dipilih untuk mewakili keseluruhan daerah yang dipetakan. Pada titik-titik ini juga dilakukan penentuan posisi, titik-titik ini disebut titik fiks perum. Pada titik fiks ini juga dilakukan pencatatan waktu saat pengukuran kedalaman untuk koreksi pasut pada hasil pengukuran. Ada beberapa metoda yang dapat digunakan dalam pengukuran kedalaman, yaitu. metoda mekanik, optik, atau akustik. METODE PENELITIAN Lokasi penelitian terletak di Desa Tanjung Limau. Kecamatan Muara Badak. Kabupaten Kutai Kartanegara. Provinsi Kalimantan timur berada di sebelah timur laut kota Samarinda, muara sungai marangkayu mengarah ke selatan menuju ke arah Selat Makassar terlihat seperti pada gambar berikut ini: Gambar 1. Lokasi Penelitian . umber : Peta Laut Indonesia No. p-ISSN: 2339-2665, e-ISSN: 2502-8448 DOI: 10. 31293/teknikd Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Arief Noviant. Metode yang akan digunakan dalam penelitian ini bersifat :Kuantitatif dan MatematisAy, yaitu pengumpulan data yang diperoleh dari hasil pendataan dilapangan atau di laboratorium (Ismiyati, 2. Dengan metode penelitian tersebut, maka pengumpulan data dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain sebagai berikut : Survey Batimetri, survey ini bertujuan untuk mengetahui bentuk/profil dasar laut yang akan dikeruk. Metode pengukuran posisi horizontal menggunakan GPS dengan metode pengukuran DGPS kepanjangan dari Differential Global Positioning System adalah sebuah system navigasi terkoreksi untuk menentukan posisi pengukuran secara real time. Pengamatan Pasang Surut, tujuan dari pengamatan pasut ini selain untuk menentukan muka surutan juga untuk menentukan koreksi hasil pengukuran kedalaman. Pengambilan data perambatan gelombang suara atau Sound Velocity, data ini berfungsi sebagai koreksi terhadap hambatan atau rintangan perambatan gelombang suara pada saat pemeruman. HASIL DAN PEMBAHASAN Pengamatan Pasang Surut Stasiun Pasang Surut/Palem/papan ukur berada di sekitar lokasi survey terletak pada posisi koordinat 0A12'47. 43"S/117A25'11. 67"BT. Pengamatan dilakukan selama Survey yang dimulai pada pukul 18. 00 WITA tanggal 27 April 2017 s/d pukul 18. 00 WITA tanggal 3 Mei 2017. Interval pengamatan dilakukan setiap 10 menit dengan menggunakan alat pengukur pasang surut automatic Tide Gauge . dengan software Tide Master Exspress. Grafik pengamatan pasang surut sungai marangkayu april s/d 3 mei 2017, 6 har. 07:00 16:00 01:00 10:00 19:00 04:00 13:00 22:00 07:00 16:00 01:00 10:00 19:00 04:00 13:00 22:00 07:00 16:00 Gambar 2. Grafik Pengukuran Ketinggian Muka Air di Sungai Marangkayu Metode penentuan duduk tengah sementara (DTS) dilakukan dengan menggunakan peratarataan aritmatik 3 sesi hasil penentuan DTS metode Admiralty dengan pembobotan pengamatan pada periode 38 jam. Z0 yang digunakan untuk menentukan muka surutan mengunakan nilai Z0 yang ada pada tabel prediksi pasang surut Pushidros daerah perairan terdekat dengan yang letaknya sebesar 14 dm = 140 cm dibawah DT. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol. No. Desember. Hal. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Sketsa Kedudukan Bench Mark Terhadap Nol . Palem Stasiun Pasut Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara Gambar 3. Sketsa kedudukan BM terhadap Nol Palem Pengukuran Sifat Fisik Air Laut Pengukuran akan dilakukan dengan alat CTD profiler. Parameter yang akan diukur adalah salinitas, suhu, konduktifitas, dan pH, besaran harga SOFS rata-rata diset langsung ke alat echosounder untuk mengoreksi pembacaan kedalaman karena perubahan kecepatan rambat bunyi di laut selama penjalaran. Gambar 4. Grafik hasil pengukuran nilai Sound velocity Survey Batimetri Tahapan survey bathimetri diantaranya : Perencanaan Lajur Perum Instalasi Peralatan Pemeruman Instalasi peralatan pemeruman di atas kapal diatur sedemikian rupa sehingga memudahkan dalam pengoperasian di atas kapal. Alat perum gema yang digunakan p-ISSN: 2339-2665, e-ISSN: 2502-8448 DOI: 10. 31293/teknikd Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Arief Noviant. untuk pengukuran kedalaman adalah Singlebeam Echosounder Ceeducer Pro Single Frequency. Persiapan Peralatan Echosounder. Seting waktu totok . Koreksi draft-transducer . Koreksi cepat rambat bunyi di air . Ba-Check Selain setting dan koreksi pada alat echosounder yang akan digunakan, dilakukan juga setting pada software akuisisi data yang akan digunakan terhadap parameter sebagai berikut: Setting interval posisi fix-perum Setting posisi antenna tranducer terhadap antenna GPS . Penentuan posisi kapal survei . ix-peru. akan dilaksanakan dengan DGPS yang ketelitiannya memenuhi kriteria. Pada survei ini digunakan DGPS Veripos. Data posisi titik perum . , disimpan dalam format RAW file bersama-sama dengan data jam serta tanggal pengukuran dan kedalaman. Gambar 5. Peta Batimetri yang dihasilkan Analisa Dari hasil survey batimetri yang telah dilakukan bisa terlihat kedalaman alur cukup bervariasi 5 s/d 8. 0 meter LWS, kondisi kedalaman yang signifikan terdapat pada muara sungai dengan kisaran kedalaman air antara 0. 5 s/d 2. 0 meter LWS. Analisa Desain Alur Pelayaran Tabel 1. Spesifikasi Alur Pelayaran Kapal Kapal Tongkang Besar . Kapal Tongkang Sedang . Kapal Tunda . Lebar Alur Satu Arah Lebar Alur Dua Arah Keterangan Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol. No. Desember. Hal. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Kedalaman Alur Perhitungan Slope Area rencana pengerukan sungai marangkayu dimulai dari muara sungai hingga ke dalam sepanjang lebih kurang A 8 km atau 4. 32 Nautical Mile dengan kedalaman alur 5 meter dan lebar alur 60 meter, rencana kapal / tongkang yang melintas adalah kapal tunda dan tongkang sedang . rencana ini disesuaikan dengan kemampuan Alur tersebut. Dalam perhitungannya slope yang digunakan adalah 1 : 4 karena jenis material yang akan dikeruk adalah tanah liat berlumpur. *) persentase kemiringan Persentase kemiringan (S) = . x 100% S = 1/4 x 100% = 25% *) derajat kemiringan Rumus menghitung derajat kemiringan tan = y/x = tan -1 . tan = 1/4 = tan-1. = 14,030 Gambar 6. Desain penampang keruk Pembagian Station Dalam penelitian ini area keruk Sungai Marangkayu dibagi menjadi 162 station dengan jarak tiap station sebesar 50 m. Gambar 7. Gambar pembagian station p-ISSN: 2339-2665, e-ISSN: 2502-8448 DOI: 10. 31293/teknikd Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Arief Noviant. Pembuatan Cross Secrion Area Dengan menggunakan software Hypack penampang melintang . ross section are. akan terbentuk secara otomatis, untuk selanjutnya dihitung luasannya dan mencatatnya untuk kemudian di hitung nilai volumenya. Berikut ini adalah salah satu contoh cross section area pada station 60 00 Gambar 8. Gambar potongan profil Perhitungan Volume Sedimen Dalam penelitian ini perhitungan volume sedimen dibantu dengan software Hypack didapatkan luas area yang akan di keruk adalah 26. 257,34 m 2 dengan kontur kedalaman 5 meter, didapatkan volume sebagai berikut : - Volume Utama = 901,89 m3 - Volume Slope 215,61 m3 - Total 117,49 m3 Perhitungan Rencana Anggaran Biaya Rancangan biaya pengerukan dan mobilisasi dalam pembahasan ini mengacu dari Informasi salah satu perusahaan yang bergerak dalam desain, fabrikasi, dan jasa pengerukan. Berikut ini adalah hasil perhitungan biaya pengerukan dari kapal dan alat keruk yang Menentukan metode pengerukan yang dapat diterapkan Jenis sedimen yang terdapat di Sungai Marangkayu adalah jenis tanah liat berlumpur. Oleh karena itu untuk analisa selanjutnya metode pengerukan yang dipertimbangkan adalah dengan menggunakan Grab Dredger. Tabel 2. Kemungkinan Operasional Berdasarkan Kondisi Area Keruk dan Jenis Sedimennya Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Vol. No. Desember. Hal. Kurva S: Jurnal Keilmuan dan Aplikasi Teknik Sipil Lokasi Pembuangan Hasil Keruk (Dumping Are. lokasi pembuangan hasil keruk (Dumping Are. berada di laut, pada analisa ini ditentukan jarak dari lokasi pengerukan menuju area pembuangan hasil keruk adalah 7 NM / 12. 964 Km dan bukan merupakan alur pelayaran. Rencana Anggaran Biaya Rancangan biaya yang dijelaskan dalam sub bab ini meliputi rancangan biaya Sewa Grab Dredger. Barge/Ponton, serta Tug Boat. Rancangan biaya pengerukan dan mobilisasi dalam pembahasan ini mengacu dari Informasi pada salah satu perusahaan yang bergerak dalam desain, fabrikasi, dan jasa pengerukan spesialis kapal Grab Dredger selama 5 tahun. Tabel 3. Rekapitulasi Biaya REKAPITULASI BIAYA Kegiatan Kabupaten : Pengerukan Alur Sungai Marangkayu : Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur Tabel 4. 10 Daftar Kuantitas dan Harga DAFTAR KUANTITAS DAN HARGA Kegiatan Kabupaten : Pengerukan Alur Sungai Marangkayu : Kutai Kartanegara Provinsi Kalimantan Timur p-ISSN: 2339-2665, e-ISSN: 2502-8448 DOI: 10. 31293/teknikd Studi Rencana Anggaran Biaya Pengerukan Alur-Pelayaran Sungai Marangkayu Kabupaten Kutai Kartanegara (Arief Noviant. KESIMPULAN Dari analisis yang telah dilakukan, maka dapat ditarik beberapa kesimpulan : Pelaksanaan Survey Hidrografi meliputi : Survey Batimetri, untuk mengukur kedalaman dan mendapatkan kontur dasar Pengukuran posisi menggunakan Differensial Global Positioning Sistem (DGPS), adalah sebuah system navigasi terkoreksi untuk menentukan posisi titik yang diketahui kedalamannya secara real time . Pengukuran Pasang Surut menggunakan Tide Gauge. Pengukuran cepat rambat gelombang suara dengan menggunakan Conduktifity Temperatur and Depth (CTD) Dari hasil analisis sesuai dengan rencana agar Alur-Pelayaran dapat dilalui tongkang 270 feet didapatkan volume pengerukan sebesar 1. 117,49 m3 dengan luas area yang akan dikeruk adalah sebesar 26. 257,34 m2. Rencana anggaran biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan pengerukan adalah sebesar Rp. eratus tiga puluh tujuh miliar enam ratus enam puluh dua juta seratus tujuh puluh ribu rupia. DAFTAR PUSTAKA