IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 PENGEMBANGAN USAHA PENGOLAHAN BIJI KARET KEPADA MASYARAKAT PEDESAAN DI DESA TANJUNG MENANG Novita Sari, 2Retno Indri Yustika, 3Eva Susanti, 4Nia Andria Erza Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAI Al-QurAoan Al-Ittifaqiah Indralaya Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAI Al-QurAoan Al-Ittifaqiah Indralaya Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAI Al-QurAoan Al-Ittifaqiah Indralaya Ekonomi Syariah. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. IAI Al-QurAoan Al-Ittifaqiah Indralaya Email Correspondensi : sarinovita202010@gmail. Article History Received : 08/12/2024 Revised : 20/12/2024 Accepted : 30/12/2024 Abstract : Keywords Community Service. Rubber Seeds. Rubber Seed Crackers Relatively few farmers use rubber seeds. This is due to the lack of public knowledge regarding the potential of rubber seeds themselves. Rubber seeds tend to be left scattered on plantation land even though the nutritional content of rubber seeds is quite high, especially carbohydrates, proteins and fats which can be used as food. Tanjung Menang Village. South Prabumulih District. Prabumulih City. South Sumatra. Indonesia is one of the villages whose people's main pursuits are rubber plantations. The implementation method used is Asset Based Community Development (ABCD). During the implementation of this PKM, observation, socialization and practice of processing rubber seeds into crackers and dancing packaging were carried out. Pendahuluan Indonesia produsen karet (Havea brasiliensi. terbesar kedua di dunia setelah Thailand. Tanaman karet merupakan tanaman perkebunan daerah tropis yang mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia. Tanaman karet memiliki perekonomian negara, terutama lateks . yang terdapat pada organ batang yang merupakan hasil utama Karet Angiospermae yang termasuk tanaman dikotil . iji berkeping du. (Maryam & Sari, 2. Selain lateks . tanaman karet juga menghasilkan biji Biji karet merupakan produksi sampingan perkebunan karet, yang secara alamiah jatuh terlontar ke tanah kematangan tertentu. Satu pohon karet IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 dapat menghasilkan minimal 5. 000 biji karet per tahun, sedangkan biji karet yang digunakan sebagai benih hanya sekitar 20% (Rahmawati et al. , 2. Pemanfaatan biji karet masih relatif sedikit dilakukan oleh petani. Hal ini dikarenakan minimnya pengetahuan masyarakat mengenai potensi biji karet itu sendiri. Biji karet cenderung perkebunan padahal kandungan gizi pada biji karet cukup tinggi, terutama karbohidrat, protein, dan lemak yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan Adapun kandungan gizi yang terdapat pada biji karet yaitu 33,9% karbohidrat, 27% protein, dan 32,3% lemak (Maryam & Sari, 2. Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan. Kota Prabumulih. Sumatera Selatan. Indonesia merupkan salah satu desa yang pencarian utama masyarakatnya di perkebunan karet. Tanaman karet menghasilkan buah yang berbentuk unik karena buah terdiri atas ruangruang tertentu. Petani karet di desa Tanjung Menang hanya mengandalkan getah dari pohon karet saja sebagai penghasilan sedangkan biji karet tidak dimanfaatkan dengan baik. Selama ini biji karet tidak mempunyai nilai ekonomis sama sekali dan hanya dimanfaatkan sebagai benih generatif pohon karet saja padahal biji karet memiliki kandungan minyak nabati yang tinggi dan memiliki asam lemak tak jenuh yang tinggi sehingga cocok sebagai bahan baku pembuatan makanan yang sehat. Salah satu alternatif produk olahan yang dapat dibuat dari biji karet adalah krupuk. Namun, petani karet membiarkan biji karet berjatuhan dan membusuk, padahal jika mereka mau mencari biji karet banyak keuntungan yang mereka dapatkan (Hasan et al. , 2. Metode Pelaksanaan Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat pada desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih dilakukan dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD). ABCD merupakan metode pemberdayaan berkelanjutan yang dilandaskan pada aset, kekuatan, dan potensi masyarakat. Akibatnya, dalam bertanggung jawab atas pembangunan tersebut (Setyawan & Nawangsari. Adapun tahapan pelaksanannya adalah sebagai berikut: Sosialisasi Pada tahapan ini bertujuan Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih menyampaikan maksud dan tujuan serta rencana kegiatan PKM pengolahan biji karet menjadi Penyuluhan Tahapan ini untuk memberikan penjelasan mengenai manfaat yang ada di biji karet, bagaimana memilih biji karet yang baik, pengolahan biji karet menjadi produk makanan yang benilai Praktik Kegiatan Pada tahapan ini dilakukan dengan mempraktikkan secara langsung tentang cara membuat IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 krupuk berbahan biji karet sampai pada pengemasan. Hasil dan Pembahasan Pengolahan biji karet menjadi produk makanan bertujuan untuk membuka wawasan masyarakat dalam memanfaatkan potensi biji karet yang Sehingga berpeluan untuk menambah penghasilan bagi masyarakat desa Adapun dalam pelaksanaan yang dilakukan adalah sebagai berikut: Proses Persiapan Kegiatan Pelaksanaan pertama yang dilakukan dengan mengunjungi Desa Tanjung Menang untuk melakukan observasi lapangan mengenai limbah biji karet yang Limbah biji karet dibiarkan membusuk atau dibakar yang dapat menyebabkan masalah lingkungan seperti polusi udara. Proses selanjutnya memberikan sosialisasi kepada masyarakat perihal banyaknya manfaat dari biji karet serta biji karet yang dapat diolah menjadi berbagai produk makanan salah satunya olahan Hal ini bertujuan untuk berpotensi sebagai peluang bisnis. Selain itu pada sosialisasi ini juga dijelaskan tahapan dari olahan biji karet, mulai dari menyiapkan pemasaran secara offline dan Pengolahan Biji Karet Pada pengolahan biji karet yang pertama dilakukan adalah memilih biji karet yang layak untuk diolah dengan cara memilih biji karet yang baru berjatuhan dari pohon karet dengan tekstur kulit cangkang yang masih keras. Setelah terkumpul biji karet yang terpilih, biji karet dicuci dan dipisahkan daging biji karet dengan cangkangnya menggunakan palu atau cobek. Ambil daging biji karet kemudian belah menjadi dua bagian dengan tujuan untuk mengurangi sianida pada biji karet. Setelah cangkangnya rendamlah biji karet selama kurang lebih satu minggu, dengan peragantian air rendaman setiap 6 jam sekali, hal ini dilakukan untuk mengurangi kandungan racun sianida yang ada dalam biji karet. Setelah proses perendaman selesai rebuslah biji karet kurang lebih satu jam lalu tiriskan, biji karet dihaluskan menggunakan blender agar mudah mengolahnya menjadi Proses selanjutnya membuat krupuk dengan bahan utama biji Siapkan bahan pendukung seperti tepung tapioka, sagu, garam, penyedap rasa, dan air. Campurkan bahan utama biji karet yang sudah dihaluskan dengan bahan pendukung lalu aduk adonan hingga tercampur merata. Setelah kemudian potong adonan sesuai dengan selera lalu jamur kerupuk yang sudah dipotong hingga kering dan siap di goreng. Proses Pengemasan Setelah proses selesai krupuk biji karet siap Pada masyarakat diberikan pelatihan pengemasan dan pemberian label. Proses pengemasan ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui bagaimana cara pengemasan yang menarik atau bernilai ekonomis. IJDe : Indonesian Journal of Dedication and Educations Fakultas Ekonomi Universitas Bangka Belitung Volume 3 Nomor 2 Tahun 2024 Kemasan yang digunakan bisa dari plastik bening . yang ujungnya bisa di press atau plastik yang sudah ada perekatnya. Selain itu kemasan bisa di tambahkan sticker label yang di desain khusus dengan tulisan, nama produk dan gambar yang menarik. Saran Saran yang dapat diberikan dari kegiatan PKM ini adalah sebagai Pihak pemerintahan desa melalui Kepala Desa Tanjung Menang agar dapat memberikan fasilitas dan menyemangati masyarakat demi kelompok petani. Adanya kelompok tani dan para pemuda desa untuk memasarkan produk sosial dan ecommerce. Gambar 1. Foto Kegiatan PKM Kesimpulan Pelaksanaan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat dengan tema pemanfaatan Biji karet di Desa Tanjung Menang Kecamatan Prabumulih Selatan Kota Prabumulih mendapat sambutan yang baik dari masyarakat, mereka juga sangat antusias dalam menerima seagala apa yang kita berikan berupa ilmu baru yang menambah wawasan bagi Adapun kesimpulan dari kegiatan ini adalah sebagai beriku: Pemanfaatan biji karet dari limbah menjadi olahan makanan menjadi pengetahuan baru bagi masyarakat sehingga dapat menjadi peluang usaha bagi mereka. Dengan adanya sosialisasi PKM ini pengolahan saja tapi mereka juga diberikan edukasi untuk melakukan pengemasan produk yang menarik untuk dijual. Daftar Pustaka