Tarjih Agriculture System Journal e-ISSN : 2798-8317 Journal Homepage : https://jurnal-umsi. id/index. php/agriculture Peran Penyuluh Pertanian Terhadap Tingkat Keberhasilan KWT Az-Zahrah (Studi Kasus Di Kelurahan Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassa. The Role Of Agricultural Information On The Success Level Of KWT Az Zahrah (Case Study in Kapasa Raya Village. Tamalanrea District. Makassar Cit. Musdalipah*. Asmah Kurniaty Rachman. Sulfiana Program Studi Agribisnis. Universitas Islam Makassar. Makassar Vol. No 1 : 107 Ae 109, 2022 *e-mail: Musdalipah83@gmail. Abstrak Kerjasama antara penyuluh dengan KWT sangat diperlukan untuk menghasilkan KWT yang baik dan berkualitas, penyuluh dapat mempengaruhi sasaran dalam perannya sebagai fasilitator, motivator, katalisator, dan edukator. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran penyuluh pertanian, mendeskripsikan tingkat keberhasilan usaha, serta menganalisis hubungan peran penyuluh pertanian dengan tingkat keberhasilan KWT di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar. Populasi dalam penelitian ini adalah keseluruhan pengurus dan anggota KWT Az Zahrah yang berada di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sampling jenuh (Sensu. sebanyak 33 orang sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan index 76 % termasuk pada kategori Berperan, sebagai motivator dengan index 85 % termasuk kategori Sangat Berperan, sebagai katalisator dengan index 73 % termasuk pada kategori Berperan. dan sebagai edukator dengan index 88 % termasuk pada kategori Sangat Berperan. Tingkat keberhasilan KWT AZ Zahrah . 18 responden. Motivator 27 responden. Katalisator 17 responden, eduktor 30 responden. Adanya hubungan antara peran penyuluh dengan tingkat keberhasilan, dimana didapatkan hasil berperan dan sangat berperan maka output dan outcome tinggi sehingga arah hubungan ini menjadi searah Kata Kunci : Peran. Penyuluh Pertanian. KWT Az Zahrah Pendahuluan Eksistensi pertanian dalam mencerdaskan kehidupan petani dan pelaku usaha di bidang pertanian Cuktuatif dari masa ke masa di Indonesia, sangat bergantung pada Pemerintah dan Pimpinan Lembaga yang mewadahi Kehadiran penyuluh tidak serta merta dapat digantikan oleh sistem informasi / intermediary inovasi yang tersedia di media komunikasi digital. Hal ini terjadi ketika di Kementan, sekitar tahun 2005 Cyber Extension atau penyuluhan berbasis media cyber, yang saat itu banyak yang fungsi penyuluh. Faktanya justru kehadiran cyber extension menyebabkan semakin dibutuhkannya kehadiran penyuluh atau Agur Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 yang berperan sebagai penyuluh. Hal ini terjadi karena tidak semua masyarakat pertanian serta merta mampumencerna informasi yang mengandung pesan inovasi dan solusi permasalahan pertanian yang ada di media komunikasi digital, media elektronik atau media cetak. Sejak wewenang pusat ke daerah melalui otonomi daerah yang dimulai tahun 1999 dan mengalami revisi terakhir tahun 2014 sampai saat ini, arah pembangunan pertanian daerah sangat beragam. Ada daerah mengalami kemajuan dan tidak sedikit daerah yang mengalami hal sebaliknya. Sebagian wewenang pusat terhadap sektor pertanian juga tidak terarah seiring bergantinya pucuk Jakarta. Berbagai petimbangan dan kepentingan arah kebijakan sektor pertanian dengan mudah berubahubah, akibatnya telah terjadi kebingungan semua kalangan diantaranya pelaku utama dan pelaku usaha karena ketidakpastian masa depan usahanya. Kalangan investor enggan menanam modal jangka panjang karena hal yang sama. Permasalahan tersebut terus terjadi sehingga kondisi saat ini infrastruktur pertanian terbatas dan terabaikan, nilai tambah dan harga produk pertanian rendah, ketersediaan sumber daya manusia pengelola pertanian terbatas, struktur pasar yang monopsonis dan penguasaan/akses teknologi pertanian lemah (Gaffar. , 2. Kerjasama kelompok tani sangat diperlukan untuk menghasilkan petani yang baik dan Oleh karena itu, penyuluh berperan melakukan pembinaan kelompok tani yang diarahkan pada penerapan sistem agribisnis, peningkatan peran. Peran serta petani dan penyuluh dengan menumbuh kembangkan kerja sama antar petani dan Selain kelompok tani diharapkan dapat membantu menggali potensi, memecahkan masalah usaha tani anggotanya secara lebih efektif dan memudahkan dalam mengakses informasi pasar, teknologi, permodalan dan sumber daya lainnya (Permentan, 2. Salah satu program pemerintah untuk kesejahteraan para petani adalah dengan program Kelompok Wanita Tani (KWT). Adapun tujuan dibentuknya KWT adalah mengembangkan kemampuan petani dan keluarganya sebagai subjek pembangunan pertanian melalui pendekatan kelompok agar lebih berperan dalam pembangunan. KWT dikatakan berkembang apabila memiliki karakteristik yang berciri sebagai berikut : . Saling mengenal, akrab dan saling percaya diantara sesama anggota, . Mempunyai pandangan dan kepentingan yang sama dalam berusaha tani, . Memiliki kesamaan dalam tradisi atau pemukiman, hamparan usaha, jenis usaha, status ekonomi maupun sosial, bahasa, pendidikan dan ekologi, . Ada pembagian tugas dan tanggung jawab sesama anggota berdasarkan kesepakatan bersama (Kementan, 2. KWT Az-Zahrah yang beralamat di jalan Batu Doing No. 9 Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar yang akan menjadi lokasi penelitian, terdiri dari 3 orang pengurus yakni Ketua. Sekretaris dan Bendahara dengan anggota berjumlah 30 orang berlatar belakang sebagai ibu rumah Kegiatan pembinaan di KWT AzZahrah mulai berjalan di akhir tahun 2016. Pada awal pembentukan kelompok ini adalah Kelompok Lorong Garden, kemudian berkembang menjadi Kelompok Tani Lorong (Poktanron. yang merupakan program andalan Pemerintah Kota Makassar, dan pada awal tahun 2017 dikukuhkan menjadi KWT Az-Zahrah. Keberadaan kebun bibit di area perkotaan menjadi salah satu pendukung terwujudnya pemenuhan kebutuhan pangan sehari-hari bagi masyarakat khususnya bagi anggota KWT Az-Zahrah. Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 Metode Penelitian Populasi dan Sampel Populasi pengurus dan anggota KWT Az Zahrah yang berada di Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Adapun jumlah populasi secara keseluruhan adalah sebanyak 33 orang responden yang terdiri dari Ketua. Sekretaris. Bendahara dan 30 anggota KWT Az Zahrah. Sedangkan Pengambilan sampel dalam penelitian ini dilakukan secara sampling jenuh (Sensu. dengan memilih seluruh populasi yang ada sebanyak 33 orang sampel ditambah 1 orang informan penyuluh. Pengumpulan Data Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini terdiri dari data primer dan data Data primer diperoleh secara langsung melalui wawancara kepada responden dengan menggunakan daftar pertanyaan yang dibuat terlebih dahulu. Data sekunder diperoleh dari BPS. Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar. Kantor Kelurahan Kapasa Raya dan Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Sulawesi Selatan. Data pada penelitian ini adalah Data kualitatif adalah data yang bukan merupakan bilangan, atau bisa diartikan data berupa ciri-ciri, sifat-sifat, keadaan, atau gambaran dari kualitas objek yang Data kuantitatif adalah data yang berupa bilangan, nilainya bisa berubah-ubah atau bersifat variatif. Sumber data yang digunakan pada penelitian ini adalah : Data primer yaitu data yang didapat dari sumber informan pertama yaitu individu wawancara yang dilakukan oleh penulis. Data ini akan diperoleh melalui wawancara dengan informan yang menjadi subyek dalam penelitian ini yaitu kelompok wanita tani Az Zahrah. Data sekunder, yaitu data yang sudah tersedia sehingga kita tinggal mencari dan mengumpulkan. Data sekunder perpustakaan. Dinas Ketahanan Pangan. Badan Pusat Statistik, kantor-kantor pemerintah dan sebagainya. Data yang diamati pada penelitian ini adalah peran penyuluh pertanian terhadap keberhasilan KWT Az Zahrah di Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar dalam satu tahun terakhir yaitu pada Tahun 2019. Pada tujuan pertama yaitu menganalisis peran penyuluh pertanian pada KWT Az Zahrah, dianalisis dengan menggunakan Skala Likert melalui beberapa tahapan sebagai berikut: Penentuan Total Skor dengan Rumus : ts = t x pn t = jumlah responden pn = pilihan angka skala likert Penentuan Skor Maksimal sm = jumlah total responden x angka tertinggi skala likert Penentuan Indeks (Persentas. Total Skor Indeks = Skor Max Mencocokkan nilai Indeks dengan interval penilaian kategori Skala Likert Variabel yang dinilai terbagi atas 4 yaitu : Peran penyuluh sebagai Fasilitator . Peran penyuluh sebagai Motivator . Peran penyuluh sebagai Katalisator . Peran penyuluh sebagai Edukator Keterangan : Kriteria : STB = Sangat Tidak Berperan TB = Tidak Berperan CB = Cukup Berperan B = Berperan SB = Sangat Berperan Interval Keterangan 0 % - 19. Sangat Tidak Berperan 20 % - 39. Tidak Berperan 40 % - 59. Cukup Berperan 60 % - 79. 80 % - 100 % Berperan Sangat Berperan Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 Pada tujuan kedua yaitu mendeskripsikan dilaksanakan KWT Az Zahrah. dengan kemampuan bekerja dan persepsi petani dalam menilai peran penyuluh Adapun tingkat umur responden di KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar dapat dilihat pada di bawah ini. Penilaian : Tinggi =4Ae5 Sedang Rendah =1Ae2 Pada tujuan ketiga yaitu menganalisis Tabel 1. Umur Responden di KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, 2021 Umur Jumlah Persentase (Tahu. (Oran. (%) 22 Ae 27 12,12 28 Ae 33 12,12 34 Ae 39 15,15 40 Ae 45 9,10 46 Ae 51 30,30 52 Ae 57 21,21 Total 100,00 hubungan tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah dengan peran penyuluh pertanian dengan menggunakan Tabulasi Silang. Hasil dan Pembahasan Karakteristik Responden Karakteristik responden dianggap sebagai salah satu unsur penting yang Karakteristik ini dijelaskan dengan peubah umur, tingkat pendidikan, pengalaman berusahatani, dan jumlah tanggungan Sumber. Data Primer Diolah, 2021 Umur Umur merupakan tingkatan nilai usia yang dimiliki seseorang. Dengan umur kita dapat melihat kualitas kerja manusia. Dalam bidang pertanian, tingkatan umur merupakan faktor penting. Semakin muda umur seseorang maka kekuatan untuk dapat berproduksi akan lebih maksimal dan cara berpikir akan lebih mudah untuk menerima pengetahuan dari luar. Sehingga umur dapat mempengaruhi produktivitas, baik dalam bentuk produk maupun jasa. Umur seseorang menentukan prestasi kerja atau kinerja seseorang, sehingga umur sangatlah menentukan tingkat produktivitas kerja dari seorang terutama petani. Banyaknya kegiatan yang dilakukan seseorang tergantung pada umur yang dia miliki. Semakin tua umur seseorang maka akan membatasi ruang Umur mempengaruhi tingkat kekuatan dan kesehatan seseorang, dengan kata lain seperti yang telah dipaparkan sebelumnya produktivitas manusia. Hal ini berhubungan Tabel di atas menunjukkan bahwa umur responden tertinggi adalah umur 46 Ae 51 tahun sebanyak 10 responden . ,30%) dan yang terendah adalah umur 40 Ae 45 tahun sebanyak 3 responden . ,10%). Rata-rata umur responden masih tergolong usia produktif sehingga dapat dikategorikan bahwa responden di KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar memiliki responsif yang tinggi terhadap inovasi baru yang diberikan oleh penyuluh pertanian. Hal ini sesuai dengan pendapat Mosher . dalam Sari . yang mengatakan bahwa umur seseorang menentukan dalam kegiatan mencari nafkah, artinya ada kecenderungan jika umur seseorang masih muda, kemampuan untuk mencari nafkah lebih tinggi dibanding orang yang sudah berumur relatif tua. Tingkat Pendidikan Pendidikan mempengaruhi cara berpikir seseorang utamanya terhadap respon hasil dari ilmu pengetahuan yang diketahui. Kecenderungan Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 yang ada semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang, maka semakin tinggi rasional dan semakin tinggi tingkat kepeduliannya terhadap inovasi baru sehingga dengan demikian maka tidak dapat dipungkiri bahwa hubungannya dalam hal pengambilan pengelolaan usahanya yang pada akhirnya akan mempengaruhi pendapatan yang diperoleh dari usahanya tersebut. Kegiatan penyuluhan yang bertujuan untuk melakukan perubahan perilaku . ikap, keterampilan dan pengetahua. petani, tentunya bukanlah hal yang mudah sebab pada dasarnya petani telah memiliki pengetahuan dasar tentang tata cara bertani yang diperoleh secara turun temurun, oleh karena itu seorang agen penyuluhan harus memperhatikan aspek pendidikan sebagai salah satu faktor penunjang keberhasilan suatu penyuluhan. Pendidikan mempengaruhi cara berfikir petani dan turut mempengaruhi berjalannya suatu program Pendidikan petani yang relatif tinggi menyebabkan petani akan lebih dinamis menilai kinerja dari setiap pelaksana Pendidikan yang dimaksud adalah lamanya pendidikan formal yang pernah diikuti oleh responden. Tabel 2. Tingkat Pendidikan Responden KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, 2021 Tingkat Jumlah Persentase Pendidikan (Oran. (%) Formal 45,45 SMP 27,27 SMA 18,18 9,10 Total 100,00 Berdasarkan Tabel 2 dapat dilihat bahwa sebagian besar responden di KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar memiliki tingkat pendidikan yang masih tergolong rendah. Hal ini dapat dilihat berdasarkan data diatas yang menunjukkan bahwa tingkat pendidikan dari 33 responden yang ada di KWT Az Zahrah terdapat 45,45% yang hanya bisa menempuh pendidikan sampai jenjang Sekolah Dasar (SD) dan yang paling sedikit sebanyak 3 rensponden yang mampu menempuh pendidikan hingga jenjang S1 sehingga hal ini menunjukkan bahwa tingkat penerimaan inovasi responden di KWT Az Zahrah belum bisa dikatakan tinggi karena pendidikan dianggap dapat mempengaruhi sikap hidup seseorang terhadap lingkungannya. Pengalaman Berusahatani di KWT Pengalaman berusahatani merupakan salah satu faktor penentu dalam keberhasilan Semakin lama berusahatani yang dilakukan maka semakin banyak pengalaman yang diperoleh. Semakin banyak pengalaman maka petani semakin banyak memiliki kemampuan dalam mengelola usahataninya sehingga dapat meningkatkan produktivitas usahatani yang sedang dikembangkan. Pengalaman berusahatani yang dimaksud adalah terhitung sejak melepaskan diri dari Tabel Pengalaman Berusahatani Responden KWT Az Zahrah Kelurahan Kapasa Raya Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar, 2021 Pengalaman Jumlah Persentase Berusahatani (Oran. (%) (Tahu. 0Ae1 3,03 2Ae3 6,06 4Ae5 90,91 Total 100,00 Sumber. Data Primer Diolah, 2021 Sumber . Data Primer Diolah, 2021 Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 Tabel pengalaman berusahatani responden di KWT Az Zahrah tertinggi adalah 4 Ae 5 tahun sebanyak 30 responden . ,91%) dan terendah adalah 0 Ae 1 tahun sebanyak 1 responden . ,03%). Dari data tersebut dapat dijelaskan bahwa seluruh anggota KWT Az Zahrah memiliki lama berusahatani di KWT Az Zahrah rata-rata 5 tahun tetapi ada 3 responden yang keluar dari KWT dan digantikan oleh masing-masing anaknya. anggota KWT Az Zahrah mampu menerapkan teknologi tersebut. Peran penyuluh pertanian sebagai katalisator indikatornya adalah penghubung antara KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah dan penyuluh pertanian menyampaikan kebijakan dan peraturan di bidang pertanian. dan Peran penyuluh pertanian sebagai edukator indikatornya adalah meningkatkan pengetahuan KWT terhadap ide baru untuk pengembangan usaha dan penyuluh pertanian memiliki kemampuan dalam melatih KWT dalam mengembangkan usaha KWT Az Zahrah. Tabel 4. Peran Penyuluh Pertanian Pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar, 2021 Nilai Kategori Peran Index Skala Likert Penyuluh (%) Fasilitator Berperan Motivator Sangat Berperan Katalisator Berperan Edukator Sangat Berperan Peran Penyuluh Pertanian pada KWT Az Zahrah Penyuluh pertanian harus memiliki kemampuan dalam melaksanakan pekerjaan yang kompleks dengan dasar kemampuan yang professional meliputi keterampilan kegiatan, memecahkan masalah dengan rasa tanggung dan memiliki keterampilan serta mengikuti perkembangan pengetahuan dan Peran penyuluh dalam penelitian ini sangat penting untuk bisa mengubah perilaku seluruh anggota kelompok wanita tani (KWT) Az Zahrah agar tingkat keberhasilan usaha yang dilaksanakan selama ini bisa Peran penyuluh dalam penelitian melihat dari 4 aspek yaitu penyuluh sebagai fasilitator, penyuluh sebagai motivator, penyuluh sebagai katalisator dan penyuluh sebagai edukator. Peran penyuluh pertanian dalam penelitian ini dinilai dengan beberapa Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator indikatornya adalah penyuluh pertanian melayani/memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan anggota KWT Az Zahrah dan penyuluh pertanian memberikan sarana prasarana ke KWT agar menunjang kegiatan usahatani KWT Az Zahrah. Peran penyuluh pertanian sebagai motivator indikatornya adalah memotivasi agar anggota KWT Az Zahrah mau menerapkan inovasi teknologi dan penyuluh pertanian sering mengajarkan dan mempraktekkan inovasi teknologi agar Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021 Tabel 4 menunjukkan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan nilai index 76% (Lampiran . termasuk dalam kategori Berperan. Dari hasil wawancara di lapangan, responden menyatakan bahwa KWT memfasilitasinya, penyuluh pertanian selalu melayani dan memfasilitasi kebutuhankebutuhan yang diperlukan oleh anggota KWT diantaranya buku induk anggota yang berisikan nama-nama anggota KWT, buku tamu, buku notulen rapat, buku kegiatan kelompok, buku produktivitas dan hasil produksi, buku agenda surat masuk dan keluar, buku kas, buku iuran anggota, buku inventaris, buku penjualan, buku pembelian, buku kepemilikan sarana prasarana anggota Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 KWT Az Zahrah. Dalam menunjang kegiatan usahatani KWT, maka penyuluh memberikan sarana prasarana yang dibutuhkan seperti alat-alat dan mesin produksi membuat pupuk organik, papan nama KWT sebagai identitas KWT, papan data, stempel dan lainnya. Disamping memberikan sarana prasarana dan melayani kebutuhan anggota KWT, penyuluh pertanian juga selalu mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan anggota KWT selama kegiatan berlangsung. Dari uraian di atas menunjukan bahwa banyak hal yang sudah terfasilitasi oleh penyuluh pertanian, dimana hal tersebut merupakan hal yang penting dalam kelangsungan kegiatan KWT. Oleh karena itu secara keseluruhan peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam KWT sudah terlaksana dengan baik sehingga berada dalam kategori berperan. Peran penyuluh pertanian sebagai motivator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan nilai index 85% (Lampiran . termasuk dalam kategori Sangat Berperan. Dari hasil wawancara dilapangan diketahui bahwa pada dasarnya upaya penyuluh pertanian sudah baik, karena penyuluh pertanian melakukan pendekatan personal dengan memberikan motivasi agar semua anggota KWT Az Zahrah mau menerapkan inovasi teknologi seperti cara membuat pupuk organik dari kotoran ayam yang difermentasi, sehingga semua anggota KWT termotivasi untuk mempraktekkan dan menerapkan inovasi teknologi tersebut. Hal ini sudah memotivasi anggota KWT untuk ikut kegiatan penyuluhan serta melaksanakan anjuran penyuluh pertanian. Disamping memotivasi anggota KWT agar mengikuti kegiatan dengan membangkitkan semangat pribadi anggota KWT, penyuluh pertanian juga meluaskan pemikiran anggota KWT dengan adanya penyuluhan yang dimuati penyampaian-penyampaian KWT bersemangat dalam mengikuti kegiatan kelompok wanita tani. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai motivator pada KWT Az Zahrah sudah terlaksana secara maksimal sehingga berada dalam kategori sangat Peran penyuluh pertanian sebagai katalisator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan nilai index 73% (Lampiran . termasuk dalam kategori Berperan. Peran penyuluh pertanian sebagai katalisator dalam kategori berperan mengindikasikan bahwa tugas-tugas penyuluh pertanian sebagai katalisator pada tingkat keberhasilan KWT sudah berjalan dengan baik. Dari hasil wawancara dilapangan bahwa penyuluh pertanian menjadi penghubung antara KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah seperti Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makasar, dan Dinas Tanaman Pangan. Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan, penyuluh membantu para anggota KWT dalam membuat proposal permintaan benih sayuran, tanaman hias dan tanaman buah, membantu membuatkan rencana kebutuhan dan kegiatan anggaran kelompok, serta menyampaikan kebijakankebijakan dan peraturan-peraturan dibidang pertanian seperti Permentan No. 82 tahun 2013 tentang kelembagaan petani dimana KWT merupakan salah satu kelembagaan petani yang memberdayakan peran wanita dalam program pembangunan pertanian. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai katalisator pada KWT Az Zahrah di Kelurahan Kapasa Raya sudah terlaksana dengan baik sehingga dapat masuk dalam kategori Berperan. Peran penyuluh pertanian sebagai edukator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan nilai index 88% (Lampiran . termasuk dalam kategori Sangat Berperan. Dari hasil wawancara dilapangan diketahui meningkatkan pengetahuan semua anggota KWT terhadap ide baru untuk pengembangan Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 usaha seperti membuat kemasan pada usaha kripik KWT agar menarik konsumen untuk Penyuluh pertanian juga melatih KWT dalam mengembangkan usaha KWT seperti bekerjasama dengan koperasi pada Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar untuk memasarkan usaha kripik KWT. Peran penyuluh pertanian sebagai edukator adalah penyuluh memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan KWT Zahrah pengembangan kelompok wanita tani, memberikan informasi dalam penggunaan ide baru, memberikan semangat kepada kelompok, serta mengetahui atau mengenal baik sistem dalam usaha kelompok. Hal ini dapat mengindikasikan bahwa peran penyuluh pertanian sebagai edukator pada KWT Az Zahrah di Kelurahan Kapasa Raya sudah terlaksana dengan baik sehingga dapat masuk dalam kategori sangat berperan. Tabel 5. Tingkat Keberhasilan KWT Az Zahrah Penilaian (Responde. Tingkat Keberhasilan KWT Az Zahrah Output Fasilitator Terfasilitasinya kebutuhan dan adanya sarana prasarana KWT Zahrah Motivator Termotivasinya anggota KWT Zahrah Katalisator Terhubungnya anggota KWT Zahrah dengan lembaga pemerintah dan anggota KWT Zahrah Tingkat Keberhasilan KWT Az Zahrah Tingkat keberhasilan pada KWT Az Zahrah merupakan suatu usaha atau upaya untuk mengubah perilaku anggota KWT Az Zahrah dan keluarganya, agar mereka mengetahui dan mempunyai kemauan serta mampu memecahkan masalahnya sendiri kegiatan-kegiatan meningkatkan hasil usahanya dan tingkat Oleh karena itu dibutuhkan penyuluh pertanian agar membantu anggota KWT Az Zahrah dalam pengambilan keputusan yang baik dan menjadikan KWT Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan, berikut dijelaskan tingkat keberhasilan usaha pada KWT Az Zahrah dengan indikator tingkat keberhasilan output dan indikator tingkat keberhasilan outcome di Kelurahan Kapasa Kecamatan Tamalanrea Kota Makassar. Outcome Tin Sed Ren Meningkatnya kebutuhan dan prasarana KWT Zahrah Meningkatnya anggota KWT Zahrah menerapkan dan Meningkatnya anggota KWT Zahrah dengan lembaga pemerintah dan anggota KWT Zahrah Menigkatnya anggota KWT Zahrah n usaha KWT Edukator Terlatihnya anggota KWT Zahrah n usaha KWT Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021 Tabel 5 menunjukkan bahwa indikator tingkat keberhasilan yaitu penyuluh pertanian melayani/ memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan anggota KWT Az Zahrah dan penyuluh pertanian memberikan sarana prasarana ke KWT agar menunjang kegiatan usahatani KWT Az Zahrah. Memotivasi agar anggota KWT Az Zahrah mau menerapkan Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 inovasi teknologi dan penyuluh pertanian sering mengajarkan dan mempraktekkan inovasi teknologi agar anggota KWT Az Zahrah mampu menerapkan teknologi sebagai penghubung antara KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah dan penyuluh pertanian menyampaikan kebijakan dan peraturan di bidang pertanian. meningkatkan pengetahuan KWT terhadap ide baru untuk pengembangan usaha dan penyuluh pertanian memiliki kemampuan dalam melatih KWT dalam mengembangkan usaha KWT Az Zahrah. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah . dengan penilaian responden adalah tinggi sebanyak 18 responden, penilaian sedang adalah 12 responden serta penilaian rendah adalah 3 Indikator terfasilitasinya kebutuhan yang diperlukan oleh semua anggota KWT Az Zahrah seperti fasilitas administrasi diantaranya buku induk anggota yang berisikan nama-nama anggota KWT, buku tamu, buku notulen rapat, buku kegiatan kelompok, buku produktivitas dan hasil produksi, buku agenda surat masuk dan keluar, buku kas, buku iuran anggota, buku inventaris, buku penjualan, buku pembelian, buku kepemilikan sarana prasarana anggota KWT Az Zahrah dapat terpenuhi dengan baik oleh penyuluh pertanian sehingga dapat menunjang kegiatan-kegiatan usahatani semua anggota KWT Az Zahrah, dan indikator outcome meningkatnya kebutuhan yang diperlukan oleh semua anggota KWT Az Zahrah serta sarana prasarana maka kebutuhan dan sarana prasarana semua anggota KWT Az Zahrah menjadi meningkat seperti alat dan mesin produksi membuat pupuk organik yang awalnya hanya 1 buah menjadi 2 buah, papa data yang awalnya hanya dipasang di bagian sekretariat menjadi bertambah dipasang juga di depan rumah Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah . dengan penilaian responden adalah tinggi sebanyak 27 responden, penilaian sedang adalah 6 responden, dan tidak ada penilaian rendah. Indikator output semua anggota KWT Az Zahrah termotivasi untuk dapat menerapkan inovasi teknologi dan mempraktekkan inovasi teknologi tersebut, misalnya cara membuat pupuk organik dari kotoran ayam yang difermentasi, sehingga semua anggota KWT termotivasi untuk mempraktekkan dan menerapkan inovasi teknologi tersebut. Indikator outcome meningkatnya motivasi semua anggota KWT Az Zahrah untuk menerapkan inovasi teknologi yang diajarkan dan dipraktekkan oleh penyuluh pertanian. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah . dengan penilaian responden adalah tinggi responden, penilaian sedang adalah 11 responden serta penilaian rendah adalah 5 Indikator terhubungnya semua anggota KWT Az Zahrah dengan lembaga-lembaga pemerintah seperti Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar. Dinas Tanaman Pangan. Hortikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. Dinas Koperasi dan UKM Kota Makassar, penyuluh membantu semua anggota KWT untuk membuat proposal permintaan benih sayur, tanaman hias dan tanaman buah, membantu membuatkan rencana kebutuhan dan kegiatan anggaran kelompok, serta semua anggota KWT Az Zahrah disampaikan kebijakan-kebijakan dan peraturan di bidang pertanian. Indikator outcome adalah meningkatnya hubungan anggota KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah dan tersampaikannya kebijakankebijakan dan peraturan di bidang pertanian. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah . dengan penilaian responden adalah tinggi sebanyak 30 responden dan penilaian sedang adalah 3 Indikator output adalah anggota KWT Az Zahrah mendapatkan pengetahuan akan ide-ide baru untuk pengembangan usahatani seperti membuat kemasan pada usaha kripik KWT agar dapat menarik Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 konsumen untuk membelinya dan terlatihnya kemampuan semua anggota KWT Az Zahrah dalam mengembangkan usaha KWT tersebut. Indikator outcome adalah meningkatnya kemampuan semua anggota KWT Az Zahrah terhadap ide-ide baru untuk pengembangan usahatani dan meningkatnya kemampuan semua anggota KWT Az Zahrah dalam mengembangkan usaha KWT. Hubungan Peran Penyuluh Pertanian dengan Tingkat Keberhasilan KWT AZ Zahrah Hasil penelitian menunjukkan bahwa untuk melihat hubungan peran penyuluh pertanian dengan tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah di lokasi penelitian dapat dilihat pada Tabel 8 berikut. Tabel 6. Hubungan Peran Penyuluh Pertanian dan Tingkat Keberhasilan KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar. Peran Penyuluh Tingkat Keberhasilan Fasilitator Motivator Katalisator Edukator Output Tinggi Berperan . %) Sangat Berperan . %) Berperan . %) Sangat Berperan . %) Outcome Tinggi Berperan . %) Sangat Berperan . %) Berperan . %) Sangat Berperan . %) Sumber : Data Primer Setelah Diolah, 2021 Tabel 6 menunjukkan bahwa hubungan peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator di KWT Az Zahrah Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan tingkat keberhasilan output adalah Tinggi dalam kategori Berperan . %) dan tingkat keberhasilan outcome Tinggi dalam kategori Berperan . %). Hal ini dikatakan bahwa peran penyuluh sebagai fasilitator adalah Berhasil karena membantu semua anggota KWT dalam melayani/memfasilitasi kebutuhan yang diperlukan semua anggota KWT diantaranya buku induk anggota yang berisikan nama-nama anggota KWT, buku tamu, buku notulen rapat, buku kegiatan kelompok, buku produktivitas dan hasil produksi, buku agenda surat masuk dan keluar, buku kas, buku iuran anggota, buku inventaris, buku penjualan, buku pembelian, buku kepemilikan sarana prasarana anggota KWT Az Zahrah. Penyuluh memberikan sarana prasarana ke KWT agar menunjang kegiatan usahatani KWT seperti alat-alat dan mesin produksi membuat pupuk organik, papan nama KWT sebagai identitas KWT, papan data, stempel dan lainnya, sehingga kelompok wanita tani Az Zahrah mampu tumbuh dan berkembang dengan maju dan meningkatkan kesejahteraan setiap anggota KWT. Indikator keberhasian output Tinggi karena terfasilitasinya kebutuhan semua anggota KWT Az Zahrah dan adanya sarana prasarana yang diberikan oleh penyuluh pertanian kepada semua anggota KWT Az Zahrah agar dapat menunjang kegiatan KWT, penyuluh pertanian juga selalu mengikuti seluruh kegiatan yang dilakukan anggota KWT selama kegiatan berlangsung, sehingga secara keseluruhan peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dalam KWT sudah Indikator keberhasilan outcome Tinggi karena semua fasilitas kebutuhan KWT Az Zahrah dan sarana prasarana dapat meningkat, sehingga dapat dikatakan bahwa fungsi penyuluh memberikan jalan keluar atau kemudahankemudahan, baik dalam menyuluh atau proses belajar mengajar, maupun fasilitas dalam memanjukan usahataninya. Peran penyuluh pertanian sebagai motivator di KWT Az Zahrah Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan tingkat keberhasilan output adalah Tinggi dalam kategori Sangat Berperan . %) dan tingkat keberhasilan outcome adalah Tinggi dalam kategori Sangat Berperan . %). Hal ini menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai motivator adalah Berhasil Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 karena mampu memotivasi agar semua anggota KWT mau menerapkan inovasi teknologi tentang cara membuat pupuk organik dari kotoran ayam yang difermentasi, sehingga semua anggota KWT termotivasi untuk mempraktekkan dan menerapkan inovasi teknologi tersebut dan sekaligus mengajarkan dan mempraktekkan inovasi teknologi sehingga anggota KWT Az Zahrah mampu menerapkan teknologi inovasi Indikator keberhasilan output Tinggi karena adanya kemauan anggota KWT Az Zahrah dalam memotivasi dirinya untuk lebih giat menerapkan dan Disamping memotivasi anggota KWT agar mengikuti kegiatan dengan membangkitkan semangat pribadi anggota KWT, penyuluh pertanian juga meluaskan pemikiran anggota KWT dengan adanya penyuluhan yang penyampaian-penyampaian informasi sehingga anggota KWT semakin bersemangat dalam mengikuti kegiatan kelompok wanita tani. Indikator keberhasilan outcome Tinggi karena anggota KWT Az Zahrah yang meningkat motivasinya untuk mau menerapkan dan mempraktekkan inovasi teknologi yang diajarkan dan dipraktekkan oleh penyuluh pertanian, hal ini bahwa pentingnya motivasi adalah untuk menyalurkan dan mendukung perilaku manusia, supaya mau bekerja dengan giat dan antusias mencapai hasil yang optimal. Peran penyuluh pertanian sebagai katalisator di KWT Az Zahrah Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan tingkat keberhasilan output adalah Tinggi dalam kategori Berperan . %) dan tingkat keberhasilan outcome adalah Tinggi dalam kategori Berperan . %). Hal ini menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai katalisator menjadi penghubung antara KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah membuat proposal permintaan benih sayuran, tanaman hias dan tanaman buah, membantu membuatkan rencana kebutuhan dan kegiatan anggaran kelompok, serta menyampaikan kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan dibidang pertanian seperti Permentan No. tahun 2013 tentang kelembagaan petani dimana KWT merupakan salah satu kelembagaan petani yang memberdayakan peran wanita dalam program pembangunan pertanian, sehingga dapat membantu petani dalam memperoleh kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan di bidang pertanian. Penyuluh memberikan informasi secara jelas tentang hal-hal yang berkaitan dengan pembinaan KWT Az Zahrah dan kegiatan usahatani seperti terhubungnya semua anggota KWT Az Zahrah dengan lembaga pemerintah misalnya Dinas Perikanan dan Pertanian Kota Makassar dan dinas-dinas lainnya serta adanya informasi tentang kebijakan dan peraturan di bidang pertanian. Indikator keberhasilan output Tinggi karena semua anggota KWT Az Zahrah mau terhubung dengan lembaga pemerintah dan semua anggota KWT Az Zahrah mengetahui kebijakan-kebijakan dan peraturan-peraturan di bidang pertanian. Indikator keberhasilan outcome Tinggi karena semua anggota KWT Az Zahrah meningkat hubungannya dengan lembaga pemerintah dan semua anggota KWT Az Zahrah yang meningkat kebijakankebijakan dan peraturan-peraturan di bidang Hal ini dapat dikatakan bahwa seorang penyuluh membantu para petani dalam menyampaikan kebijakan dan peraturan tentang pertanian, baik produksi meningkatkan kesejahteraan mereka. Peran penyuluh sebagai edukator di KWT Az Zahrah Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan tingkat keberhasilan output adalah Tinggi dalam kategori Sangat Berperan . %) dan tingkat keberhasilan outcome adalah Tinggi dalam kategori Sangat Berperan . %). Hal ini menunjukkan bahwa peran penyuluh sebagai edukator adalah Berhasil karena memberikan edukasi dan meningkatkan pengetahuan Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 anggota KWT Az Zahrah melalui usaha pengembangan kelompok wanita tani seperti membuat kemasan pada usaha kripik KWT agar menarik konsumen untuk membelinya, memberikan informasi dalam penggunaan ide baru, memberikan semangat kepada kelompok, serta mengetahui atau mengenal baik sistem dalam usaha kelompok, baik dalam meningkatkan pengetahuan anggota KWT Az Zahrah terhadap ide-ide baru untuk pengembangan usaha KWT Az Zahrah maupun kemampuan anggota KWT Az Zahrah dalam mengembangkan usaha KWT Az Zahrah. Indikator keberhasilan output Tinggi karena semua anggota KWT Az memiliki pengetahuan terhadap ide-ide baru untuk pengembangan usahataninya dan terlatihnya kemampuan semua anggota Az Zahrah dalam mengembangkan usaha KWT. Indikator keberhasilan outcome Tinggi karena meningkatnya pengetahuan semua anggota KWT Az Zahrah terhadap ide-ide baru untuk pengembangan usahatninya dan meningkatnya kemampuan semua anggota KWT Az Zahrah dalam mengembangkan usaha KWT. Hal ini dapat dikatakan bahwa peran penyuluh sebagai edukator dapat mendorong terjadinya perubahan- perubahan dalam merubah pola pikir semua anggota KWT, sehingga dapat melaksanakan dan menerapkan perubahan tersebut dalam kehidupan maupun usahataninya. Penutup Peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator pada KWT Az Zahrah di Kel. Kapasa Raya Kec. Tamalanrea Kota Makassar dengan index 76 % termasuk pada kategori berperan karena penyuluh memfasilitasi kebutuhan dan sarana yang diperlukan KWT, sebagai motivator dengan index 85 % termasuk pada kategori sangat berperan karena motivasi agar semua anggota KWT mau menerapkan inovasi teknologi, sebagai katalisator dengan index 73 % termasuk pada kategori berperan karena penyuluh pertanian menjadi penghubung antara KWT dengan lembaga pemerintah, dan sebagai edukator dengan index 88 % termasuk pada kategori sangat berperan meningkatkan pengetahuan semua anggota KWT terhadap ide baru. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah (Fasilitato. penilaian responden adalah tinggi sebanyak 18 responden dengan indikator keberhasilan output Tinggi dan outcome Tinggi. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah (Motivato. penilaian responden adalah tinggi sebanyak 27 keberhasilan output Tinggi dan outcome Tinggi. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah (Katalisato. responden adalah tinggi sebanyak 17 keberhasilan output Tinggi dan outcome Tinggi. Tingkat keberhasilan KWT Az Zahrah (Edukato. penilaian responden adalah tinggi sebanyak 30 responden dengan indikator keberhasilan output Tinggi dan outcome Tinggi. Hubungan peran penyuluh pertanian sebagai fasilitator dengan tingkat keberhasilan output dan outcome adalah tinggi dalam kategori berperan . %) adalah berhasil, sebagai motivator dengan tingkat keberhasilan output dan outcome adalah tinggi dalam kategori sangat berperan . %) adalah berhasil, sebagai katalisator dengan tingkat keberhasilan output dan outcome adalah tinggi dalam kategori berperan . %) adalah berhasil, dan sebagai edukator dengan tingkat keberhasilan output dan outcome adalah tinggi dalam kategori sangat berperan . %) adalah Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 Indraningsih. AuStrategi Diseminasi Inovasi Pertanian dalam Mendukung Pembangunan PertanianAy. Forum Penelitian Agro Ekonomi 35. : 107-123. Inten. Sekar, 2017. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Peningkatan Pendapatan Petani Komoditas Padi Kecamatan Tanjungselor Kabupaten Bulungan Kalimantan Utara. Jurnal Agrifor Vol 16 Nomor. Maret 2017 Jahi. dan A. Leilani. Peran Penyuluh Pertanian di Beberapa Kabupaten Provinsi Jawa Barat. Jurnal Penyuluhan Vol. Institut Pertanian Bogor. Bogor. Kamus Besar Bahasa Indonesia, 2019. Arti Kata Peran. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Peraturan Menteri Pertanian Tahun No 8 2017 Tentang Pedoman Teknis Optimalisasi Pemanfaatan lahan Pekarangan Melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari. Jakarta: Kementerian Pertanian. Kementerian Pertanian Republik Indonesia. Petunjuk Teknis Optimalisasi Pemanfaatan Lahan Pekarangan Melalui Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL). Jakarta: Badan Ketahanan Pangan. Khairunisa Rangkuti. Mailina Harahap, dan Wien Rezeki, 2018. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Kopi (Caffe. (Studi Kasus: di Desa Jongok Raya Kec. Bandar Kab. Bener Meria. Journal of Agribusiness Sciences. Vol. 01 No. Fakultas PertanianUMSUMedan. Kirana Y. Peranan Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Dalam Mewujudkan Desa Agrowisata Sungai Langka Kecamatan Gedong Tataan Kabupaten Pesawaran Provinsi Lampung. [Skrips. Universitas Lampung. Lampung Koampa. Olfie. Sendow. dan V. Montiaga. Partisipasi kelompok tani dalam kegiatan penyuluhan pertanian di Desa Kanonang Lima. Kecamatan Kawangkoan Barat. Penyuluhan. : 19-32. Fadhilah. Eddy dan S. Gayatri, 2018. Pengaruh Tingkat Pengetahuan. Sikap Dan Keterampilan Penerapan Sistem Agribisnis Terhadap Produksi Pada Petani Padi Di Kecamatan Cimanggu Kabupaten Cilacap. Jurnal Sosial Ekonomi Pertanian. : 3949. Mei 2018. Marbun. Satmoko dan S. Gayatri. Peran penyuluh dalam pengembangan kelompok tani tanaman hortikultura di Kecamatan Siborongborong. Kabupaten Tapanuli. Ekonomi Pertanian dan Agribisnis. : 537- 546. Daftar Pustaka Abdul Gaffar Karim, 2016. Kompleksitas Persoalan Otonomi Daerah di Indonesia. Yogyakarta:Pustaka Pelajar. Adedevi. Konsep Peran Menurut Beberapa Ahli. http://carapedia. com/ pengertian definisi peran info 2184. pdf diakses tanggal 12 Juni 2020 pukul 17. 00 WITA. Alif. Partisipasi petani dalam komunikasi penyuluhan . tudi pada Kelompok Tani Sumber Murni Kelurahan Landasan Ulin Utara Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbar. Komunikasi. : 155168. Anzar. Mariani dan M. Husaini. Kepuasan petani terhadap kinerja penyuluh pertanian di Kelurahan Guntung Manggis Kecamatan Landasan Ulin Kota Banjarbaru. Frontier Agribisnis. : 8-14. Arifin. Analisis tingkat kepuasan petani terhadap kinerja pelayanan penyuluh pertanian . tudi kasus di BP3K Kalibawang. Kab Kulon Progo. Yogyakart. Agrica Ekstensia. : 40-49. Asa Afrida dan Trisna Insan Noor. Analisis Pendapatan dan Tingkat Kesejahteraan Rumah Tangga Petani Padi Sawah Berdasarkan Luas Lahan. Jurnal Ilmiah Mahasiswa AGROINFO GALUH. Desy Natasha V. Marbun. Sriroso Satmoko, dan Siwi Gayatri. Peran Penyuluh Pertanian Dalam Pengembangan Kelompok Tani Tanaman Hortikultura di Kecamatan Siborongborong. Kabupaten Tapanuli. Jurnal Ekonomi Pertanian dan Agribisnis (JEPA). Volume 3. Nomor 3 . : 537546. Effendy. Lukman dan Yetsi Apriani. Motivasi Anggota Kelompok Tani Dalam Peningkatan Fungsi Kelompok. Bogor: STPP Bogor Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. Enti Sirnawati, 2020. Urgensi Penyuluhan Pertanian Baru di Indonesia. Badan Penelitian Dan Pengembangan Pertanian. IAARD Press 2020. xv, 79 hlm, 21 cm. Fauziyah. Partisipasi Anggota Kelompok Wanita Tani Dalam Program Kawasan Rumah Pangan Lestari. [Skrips. Bogor. Institut Pertanian Bogor. Hidayat. Batubara dan R. Kurniawan. Peran penyuluhan pertanian lapangan dalam mendampingi kelompok tani padi di Kecamatan Lalan Kabupaten Musi Banyuasin. Societa. : 30-37. Musdalipah,. dkk/ Agriculture System Journal Vol. 02 No. 107 - 109 Nurida, 2014. Pengembangan Kelembagaan Kelompok Wanita Tani. Materi disampaikan pada Diklat Diversifikasi Pangan. BPP Lampung 22-29 Mei 2014. Okta Saputra, 2019. Peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan Tingkat Produktivitas Padi di Wilayah UPT BPP Kecamatan Jati Agung Kabupaten Lampung Selatan. Fakultas Pertanian Universitas Lampung Bandar Lampung 2019. Peraturan Menteri Pertanian Nomor 03 Tahun Tentang Penyelenggaraan Penyuluhan Pertanian Sairi. Peran petugas penyuluh pertanian dalam mengembangkan budidaya padi di Desa Sumber Sri Kecamatan Loa Kulu Kabupaten Kutai Kartanegara. Ilmu Komunikasi. : 150-164. Saputri. Anantanyu, dan A. Wijanto. Peran penyuluh pertanian lapangan dengan tingkat perkembangan kelompok tani di Kabupaten Sukoharjo. Agrista. :341-352. Sarlito Wirawan Sarwono, 2015. Teori-Teori Psikologi Sosial, (Jakarta: Rajawali Pers, 2. Hlm. Sitepu. , dan D. Chalil. Peran penyuluh dan sikap petani dalam pengembangan kelompok di Kecamatan Barusjahe. Sosial Ekonomi Pertanian. :239-242. Soekanto. Soerjono. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Rajawali Pers. Sugianto. Peranan penyuluh pertanian lapangan . sebagai komunikator pembangunan terhadap kelompok tani. Lensa Mutiara Komunikasi. :1-10. Sukino, 2013. Membangun Pertanian dengan Pemberdayaan Masyarakat Tani. Pustaka