Jurnal Pengabdian West Science Vol. No. Desember, 2023, pp. Pelatihan Menghafal Al-QurAoan Menggunakan Metode Kamilah Pada Anak Madrasah Diniyah Sinar Barokah di Desa Sukagalih Aeni Latifah1. Dadang Sahroni2. Tintin Handiyati3. Andi Sukandi4. Ima Muslimatul Amanah5 1,2,3,4,5 Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Sukabumi Corresponding Author* E-mail: aenilatifah@gmail. com1, dadangsahroni2@gmail. Article History: Received: Desember, 2023 Revised: Desember, 2023 Accepted: Desember, 2023 Abstract: Pelatihan Metode Kamilah di Madrasah Diniyah Desa Sukagalih selama 3 hari membawa perubahan positif yang signifikan. Metode observasi digunakan untuk memahami dampak pelatihan ini pada siswa dan siswi Madrasah, serta pihak Madrasah dan masyarakat sekitar. Hasil observasi menunjukkan peningkatan partisipasi siswa dan siswi dalam pembelajaran agama, dengan interaksi yang dinamis seperti diskusi kelompok dan tanya jawab yang merangsang pemahaman yang lebih dalam. Peserta juga menunjukkan antusiasme tinggi terhadap metode kamilah, yang memotivasi mereka untuk terlibat lebih aktif dalam aktivitas keagamaan. Selain itu, pelatihan ini memengaruhi pihak Madrasah, dengan peningkatan dalam metode pembelajaran dan reputasi institusi sebagai pusat pendidikan agama yang berkualitas. Masyarakat sekitar juga mengalami pemberdayaan spiritual dan peningkatan praktik keagamaan dalam kehidupan sehari-hari. Pelatihan Metode Kamilah bukan hanya meningkatkan pemahaman agama dan hafalan QurAoan, tetapi juga memberikan dampak positif pada Madrasah Diniyah dan masyarakat Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk Al-QurAoan menggunakan metode Kamilah kepada anak-anak Madrasah Diniyah Sinar Barokah di Desa Sukagalih. Metode Kamilah telah terbukti efektif dalam membantu anak-anak menghafal Al-QurAoan dengan baik dan efisien. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di lingkungan desa tersebut. Kegiatan ini melibatkan kolaborasi antara lembaga pendidikan dan masyarakat untuk menciptakan dampak positif dalam pembentukan karakter dan peningkatan pengetahuan keagamaan anak-anak. Keywords: Pelatihan. Metode. Kamilah Vol. No. Desember, 2023, pp. Pendahuluan Pendidikan merupakan usaha sadar dalam merancang proses pendidikan dengan tujuan yang telah di tentukan. Ruang lingkup pendidikan sangatlah luas, sesuai dengan kebutuhan dan keinginan yayasan atau pemilik dari pendidikan tersebut akan di bawa ke arah yang mana (Ahmad, 2. Kitab suci umat islam, yaitu Al-Quran merupakan imam bagi umat islam untuk hidup di dunia maupun akhirat. Petunjuk-petunjuk yang lengkap untuk kembali ke jalan yang lurus, yaitu kepada Allah dan Rasulnya. Proses penghafalan Al-QurAoan biasanya jadi hal yang di wajibkan para santri, terkhusus yang fokus pada hafalan. Menurut Putra Issetyadi ( 2010:. mengatakan bahwa faktor pengaruh hafalan terdiri dari faktor internal dan eksternal. Faktor internal terdiri dari kondisi emosi, keyakinan, kebiasaan dan cara memproses stimulus. Sedangkan Faktor eksternal terdiri dari lingkungan belajar dan nutrisi tubuh (Saptadi, 2. Para penghafal Al-QurAoan memiliki keistimewaan di sisi Allah Swt. Menghafal Al QurAoan menjadi salah satu kegiatan yang bertujuan untuk meningkatkan ketakwaan dan keimanan para penghafal atau peserta didik kepada Allah Swt. Menghafal Al-Quran tediri dari 30 juz dan 114 surat yang dimana dalam menghafalnya tidaklah mudah. Terlebih lagi bukan dari orang-orang yang di lahirkan di negara yang menggunakan Bahasa Arab dalam kesehariannya. Tapi dengan tekad yang kuat, ikhlas dan ketekunan serta didukung dengan metode yang tepat dalam membimbingnya yang mengarahkan dan memotivasi para peserta penghafal Al-QurAoan (Mawaddati, 2. Pendidikan dalam menghafal Al-QurAoan memiliki metode-metode yang beragam di dalamnya. Menurut Ahsin Wijaya Al-Hafidz mengemukan bahwa AlQurAoan merupakan kalamullah. Rasulullah SAW sebagai penerima dan pengajar AlQurAoan melalui tulisan dan hafalan. Menjaga kemurnian Al-QurAoan dengan cara menghafal adalah proses awal memahami kandungan Al-QurAoan (Sudarmanyah. Metode menghafal Al-QurAoan merupakan upaya untuk memudahkan seseorang dalam memahami dan mengingat isi-isi yang terkandung dalam AlQurAoan, menjaga keautentikan dan menjadi sebuah amal sholeh bagi umat islam. Allah menjamin seseorang yang penghafal Al-QurAoan dengan janji sebagai orang yang baik di sisi Allah Swt. Al-QurAoan akan menjadi cahaya di kuburan, mengankat derajat orang tersebut dan bahkan orang tuanya pun akan terangkat derajatnya di sisi Allah Swt (Mundiri & Zahra, 2. Metode kamilah hadir bukan untuk merendahkan atau mengatakan metode Vol. No. Desember, 2023, pp. kamilah ini adalah metode yang terbaik untuk menghafal Al-QurAoan. Beberapa menghafal Al-QurAoan seperti metode tikrar, yaqro, semaan atau tasmiAo, kitabah dan lain sebagainya adalah metode yang sangat baik dan dapat di percaya untuk mempermudah menghafal Al-QurAoan. Metode kamilah yang baru ini datang bukan untuk mengantikan metode-metode sebelumnya. Akan tetapi, untuk menambah corak metode dalam menghafal Al-QurAoan. Seperti hal nya sebuah pelangi yang memiliki berbagai warna yang menjadikan indah untuk di pandang. Tidak lepas dari itu, bahwa perbedaan di kalangan ulama adalah Rahmat (Salamah. Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukagalih menjadi pengalaman yang sangat berarti bagi Dosen Pembimbing dan mahasiswa. Salah satu dusun di Desa Sukagalih memiliki pesantren tahfidz. Potensi dalam masyarakat terkhusus anak-anak memiliki ingatan yang bagus dalam menghafal Al-QurAoan. Potensi-potensi yang di lihat menggerakkan mahasiswa untuk membawakan salah satu metode yang bisa membantu dalam menghapal AlQurAoan. Metode tersebut adalah metode kamilah, yaitu metode yang melatih hafalan dengan suara gerakan dan warna. Belajar Al-QurAoan dengan mudah menggunakan metode kamilah bertujuan untuk memperkuat hafalan, membaca, menulis, tajwid dasar dan tahsin dasar. Hasil observasi dan wawancara di Madrasah Diniyah Sinar Barokah, terdapat beberapa masalah yang mendasar. Masalah tersebut adalah guru pengajar di Madrasah Diniyah Sinar Barokah hanya satu orang guru. Semua kelas di ajarkan oleh satu guru dengan cara satu ruangan yang di dalamnya ada beberapa kelas dari kelas satu sampai enam. Guru atau ustadzah tersebut bolak-balik ke kelas satu, dua, tiga dan seterusnya. Metode pembelajaranya juga lebih kepada penulisan dan sedikit penjelasan. Saat meminta izin untuk membawakan metode kamilah ke Madrasah Diniyah Sinar Barokah pimpinan yayasan mempersilahkan. Menurut beliau, akan lebih bagus jika anak-anak mempelajari metode yang beragam untuk di jadikan pembelajaran. Apalagi metode untuk menghafal Al-QurAoan, karena sebagian murid sudah hafal 1-5 juz Al-QurAoan. Dari hasil analisis dan wawancara tersebut membulatkan tekad mahasiswa untuk melaksanakan pelatihan metode kamilah di Madrasah Diniyah Sinar Barokah. Pelaksanaan di lakukan dalam kurung waktu tiga hari, dalam satu minggu. Dalam hasil analisis lapangan, hampir 98% anak memahami metode kamilah. Hanya beberapa anak yang kurang lancar dalam gerakan, nada maupun pengertian dalam menghafal mengunakan warna. Vol. No. Desember, 2023, pp. Metode Pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui serangkaian kegiatan sebagai Persiapan Koordinasi dengan pihak madrasah untuk mendapatkan izin dan dukungan. Pengembangan materi pelatihan berdasarkan metode Kamilah. Pengadaan materi Kegiatan menggunakan metode observasi, yang mana metode ini dilakukan melalui sesuatu pengamatan disertai pencatatan-pencatatan terhadap keadaan atau objek sasaran. Madrasah Diniyah Sinar Barokah yang berada di Desa Sukagalih ini sebenarnya memiliki potensi yang sangat besar untuk bisa dikembangkan, terutama dalam penggunaan metode kamilah dalam sistem penghafalan Al-QurAoannya, hanya saja ketika penulis melakukan observasi masih ditemukan beberapa kelemahan dalam pemanfaatan metode kamilah ini, ada beberapa anak yang pelafalan huruf hijaiyyahnya kurang tepat. Berdasarkan observasi yang terlebih dahulu sudah dilaksanakan, maka penulis memutuskan untuk melakukan pelatihan menghafal AlQurAoan dengan menerapkan metode kamilah pada anak-anak Madrasah Diniyah Sinar Barokah dengan tujuan untuk melatih potensi-potensi yang terlihat di Desa Sukagalih dalam menghafal dan membaca Al-QurAoan serta mempermudah seorang murid untuk menghafal, membaca dan menulis Al-QurAoan dengan warna, nada dan Adapun tahapan-tahapan yang dilakukan, sebagai berikut: Persiapan Observasi . Tujuan Observasi: Dalam rangka mengumpulkan data yang relevan penelitian ini, kami menjalankan metode observasi dengan tujuan utama memahami pelaksanaan Pelatihan Metode Kamilah di Madrasah Diniyah Desa Sukagalih dan dampaknya pada peserta. Variabel yang Diamati: Variabel yang diamati dalam observasi mencakup tingkat partisipasi, interaksi peserta, reaksi peserta terhadap metode Kamilah, dan lain lain. Lokasi dan Waktu Observasi: Observasi dilakukan di Madrasah Diniyah Desa Sukagalih selama pelatihan berlangsung. Pengamatan Langsung . Pengamatan Sistematis: Observasi dilakukan secara sistematis dan rinci selama pelatihan. Pengamatan dicatat menggunakan alat pencatatan yang sesuai. Vol. No. Desember, 2023, pp. Pengamatan Terhadap Instruktur: Dalam memperhatikan cara instruktur memperkenalkan dan mengajarkan metode Kamilah kepada peserta, termasuk demonstrasi, penggunaan bahan pembelajaran, dan interaksi instruktur dengan peserta. Pengamatan Terhadap Peserta: Kami mencatat interaksi antara peserta, diskusi kelompok, tanya jawab, dan kolaborasi dalam . Pengamatan Terhadap Reaksi Peserta: Observasi mencakup reaksi terhadap metode Kamilah, termasuk tingkat keterlibatan, tanda-tanda pemahaman yang meningkat, dan perubahan dalam . Pencatatan dan Analisis Data . Pencatatan Data: Setelah observasi, data kami disusun dengan rapi sesuai variabel-variabel yang telah ditentukan sebelumnya. Analisis Data: Data dianalisis untuk mengidentifikasi pola atau temuan yang muncul dari pengamatan kami. Temuan ini mencakup perubahan perilaku peserta selama pelatihan dan efektivitas metode Kamilah dalam meningkatkan partisipasi dan pemahaman. Penulisan Hasil Observasi dalam Artikel . Dalam artikel ini, kami menyampaikan temuan dari metode observasi Kami menggunakan kutipan atau ilustrasi dari observasi kami untuk mendukung temuan kami. Kami menjelaskan bagaimana pengamatan kami menggambarkan pelaksanaan Pelatihan Metode Kamilah dan dampaknya pada peserta dan pembelajaran. Pelaksanaan . Sosialisasi kegiatan kepada orang tua dan wali murid. Pelaksanaan pelatihan menghafal Al-QurAoan selama tiga hari dengan metode Kamilah: Pelaksanaan pertama di laksanakan hari kamis tanggal 04 September 2021 dari pukul 13:00-15:00. Seperti biasa anak di berikan rangsangan seperti ice breaking dengan tujuan agar mereka fokus pada seorang Setelah itu, di lanjutkan pada pengenalan hurup hijaiyyah dengan nada dan warna yang beragam. Hal ini di ulang berkali-kali Vol. No. Desember, 2023, pp. sampai anak-anak semakin yakin dan hafal mengenai huruf hijaiyyah. Setelah itu, para siswa di ajarakan gerakan dasar di dalam metode Di lihat dari situasi dan kondisi, para siswa sangat antusias dalam memperagakan gerakan dan nada dalam metode kamilah. Saat di perlihatkan warna-warna seperti yang ada dalam warna pelangi, para siswa antusias memperhatikan. Pada hari pertama ini, di temukan beberapa siswa yang masih kebingungan dalam hurup hijaiyyah ketika di acak dan juga dalam penulisan masih ada beberapa siswa yang salah. Setelah tau akan hal tersebut, di rencanakan kembali untuk bagaimana caranya siswa hafal terlebih dahulu huruf-huruf hijaiyyah secara acak dan mengetahui akan penulisannya. Pelaksanaan hari kedua di laksanakan pada tanggal 05 September 2021 pukul 13:00-15:00. Sesuai dengan analisis permasalah hari pertama, metode yang di gunakan adalah mengabungkan angka dengan huruf hijaiyyah dan membuat PR bagi siswa agar menulis dan menghafal huruf hijaiyyah di hari pertama. Ketika di tes, para siswa 99% hafal secara total huruf hijaiyyah secara acak. Sedangkan 1% nya terpatah patah, walaupun bisa menyebutkannya tapi dengan waktu yang lama. Sesudah kegiatan tersebut, para siswa di berikan rangsangan seperti game dan di berikan hadiah ketika benar yang bertujuan agar siswa fokus pada para mahasiswa yang melaksanakan Setelah terlihat cukup, siswa di ingatkan kembali dengan materi hari pertama dan lanjut kepada huruf, nada dan gerakan berikutnya yang ada dalam metode kamilah. Para siswa di berikan arahan untuk bagaimana menghafal surat-surat pendek dengan cara tiap ayat memiliki warnanya masing-masing. Warna yang di ambil yaitu warna lima pelangi, yaitu merah, oren, kuning, hijau dan biru. Ayat AlQurAoan yang di contohkan adalah Al-Ikhlas yang terdiri dari4 ayat. Para siswa sangat antusias ketika ayat tersebut dilakukan secara acakk dan siswa di harapkan mampu lansung ke ayat ke empat, tiga, satu atau . Pelaksanaan hari ketiga di laksanakan pada tanggal 06 September 2021 pada pukul 13:00-15:00. Seperti halnya hari-hari sebelumnya para siswa di berikan rangsangan agar fokus kepada mahasiswa yang melaksanakan kegiatan. Setelah itu para siswa di ingatkan kembali dengan materi hari pertama dan kedua. Selanjutnya pada pembahasan terakhir yaitu cara menghafal surat-surat panjang yang ada dalam Al Vol. No. Desember, 2023, pp. QurAoan. Salah satu surat yang di ambil adalah surat AoAbasa, yang di mana teknisnya adalah nada dan juga warna. Setelah metode kamilah selesai di sampaikan dengan kemampuan mahasiswa yang semaksimal Di lanjutkan dengan kegiatan evaluasi yang dilakukan dengan cara mengetes para siswa satu persatu ke depan untuk memperagakan gerakan, nada dan juga warna dalam menghafal AlQurAoan sesuai dengan metode Kamilah. Monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap perkembangan peserta Evaluasi . Pengumpulan data mengenai efektivitas pelatihan dan perubahan yang terjadi pada peserta. Analisis hasil pelatihan untuk mengevaluasi keberhasilan program. Penyusunan laporan akhir dan pembahasan dengan pihak madrasah. Hasil Madrasah Diniyah adalah pusat pendidikan agama yang memegang peranan kunci dalam membentuk keimanan dan pengetahuan agama di masyarakat. Dalam upaya meningkatkan pemahaman QurAoan dan hafalan QurAoan. Kami sebagai Dosen dan mahasiswa STAI Sukabumi yang tengah menjalankan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Sukagalih telah menyelenggarakan pelatihan Metode Kamilah. Pelatihan ini berlangsung selama 3 hari di Madrasah Diniyah Sinar Barokah dan telah memberikan dampak yang signifikan pada peserta dan masyarakat. Dimana Tujuan Pelatihan : . Meningkatkan pemahaman tentang Quran dan pentingnya hafalan. Mengenalkan metode Kamilah sebagai pendekatan efektif dalam membaca dan menghafal ayatayat Quran. Dan . Memotivasi peserta untuk aktif dalam aktivitas keagamaan dan bekal bagi mereka untuk menjadi hafidz/hafidzah Quran yang Pelatihan ini dilaksanakan selama 3 hari di Madrasah Diniyah, kami menjalankan serangkaian kegiatan yang melibatkan peserta secara aktif: Pada hari pertama pelatihan, fokus utama adalah memberikan pemahaman yang mendalam tentang QurAoan dan pentingnya hafalan dalam agama Islam. Peserta pelatihan dimulai dengan pengenalan QurAoan sebagai kitab suci dalam agama Islam. Ini melibatkan diskusi tentang asal-usul, struktur, dan signifikansi Al-QurAoan dalam Vol. No. Desember, 2023, pp. kehidupan seorang Muslim. Materi ini mencakup sejarah penurunan Al-QurAoan kepada Nabi Muhammad SAW, penggolongan surat dan ayat, serta pentingnya memahami pesan-pesan yang terkandung di dalamnya. Peserta diajak untuk merenungkan makna ayat-ayat QurAoan yang mereka baca. Ini termasuk mengapa pemahaman kontekstual dan makna ayat adalah kunci untuk memahami pesan Allah SWT. Diskusi mendalam tentang ayat-ayat khusus yang berdampak pada kehidupan sehari-hari juga termasuk dalam materi ini, agar peserta merasa terhubung secara pribadi dengan QurAoan. Instruktur menjelaskan pentingnya hafalan dalam Islam dan bagaimana proses hafalan QurAoan dapat membantu menguatkan iman seseorang. Peserta diberikan pemahaman tentang bagaimana memulai proses hafalan pentingnya konsistensi dalam latihan hafalan. Sebagian besar sesi ini adalah praktik langsung dalam membaca ayat-ayat QurAoan dengan benar. Peserta diberikan naskah QurAoan dan diberi panduan dalam membaca dengan tajwid . engucapan yang bena. dan menghafalnya. Instruktur memberikan contoh cara membaca dan mengajarkan peserta untuk melafalkan ayat-ayat tersebut dengan benar. Hari pertama ditutup dengan sesi diskusi kelompok di mana peserta berbagi pemahaman mereka tentang apa yang mereka pelajari. Diskusi ini