Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 HUBUNGAN KEJADIAN ACNE VULGARIS DENGAN TINGKAT KEPERCAYAAN DIRI PADA REMAJA DI KLINIK dr. RISSA BEAUTY CARE GRESIK Hanifah Ekaputri Giyatri1*. Widya Lita Fitrianur2. Wiwik Widiyawati3 1,2,3 Program Studi Ilmu Keperawatan Fakultas Kesehatan Universitas Muhammadiyah Gresik * Koresponden: Hanifah Ekaputri Giyatri Alamat: Perum. Graha Kencana M/8. Gresik. Email: hanifaheg@gmail. Received: 11 agust | Revised: 18 aguts | Accepted: 28 agust Abstrak Latar Belakang: Acne Vulgaris timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu, dada, dan punggung bagian atas, serta lengan atas. AV sering terjadi pada remaja. AV bukan penyakit berbahaya namun jika tidak ditangani dengan tepat dapat memberikan dampak psikologis seperti penurunan kepercayaan diri pada penderitanya. Tujuan: Menganalisis hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Metodologi Penelitian: Penelitian ini menggunakan metode cross sectional. Data yang diambil yakni kejadian Acne Vulgaris dan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik pada bulan Maret 2025. Sampel pada penelitian ini adalah remaja usia 10-19 tahun dengan menggunakan teknik total sampling dengan teknik analisa data menggunakan Uji Chi Square. Hasil: Sebagian besar remaja mengalami Acne Vulgaris derajat ringan sebanyak 28 remaja . %) dan hampir seluruhnya sebanyak 38 remaja . %) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Hasil Uji Chi Square didapatkan p value 0,000 (O0,. yang berarti kejadian Acne Vulgaris memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Kata Kunci: Acne Vulgaris. Remaja. Tingkat Kepercayaan Diri Latar Belakang Acne Vulgaris (AV) didefinisikan sebagai penyakit kulit yang timbul akibat peradangan folikel pilosebasea yang ditandai dengan munculnya komedo, pustule, dan nodule pada wajah, bahu, dada dan punggung bagian atas, serta lengan atas. Secara umum AV dianggap bukan penyakit berbahaya dan mengancam jiwa. AV adalah penyakit kulit yang bersifat self limited (Mandiri et al. , 2. Sebanyak 85% AV didapatkan pada remaja namun AV juga ditemukan pada 20-40% usia dewasa dan didapatkan paling banyak pada perempuan (Teresa, 2. AV jika tak segera ditangani dengan tepat dapat memberikan efek psikologis yang akan menyebabkan penurunan tingkat kepercayaan diri seseorang sehingga dapat memengaruhi kualitas hidupnya (Utama, 2. Penampilan merupakan hal utama dan penting bagi setiap orang, karena penampilan akan mempengaruhi nilai dari seseorang. AV juga dapat menyebabkan rasa tidak nyaman terhadap diri sendiri, kurangnya rasa percaya diri, serta lebih sering membandingkan dirinya sendiri dengan orang lain (Pokhrel. Pada penelitian (Sampelan et al. , 2. didapatkan 64,3% siswa yang berjerawat merasa kurang percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari. AV adalah penyakit tertinggi ke-8 di dunia, dengan prevalensi global sekitar 94% populasi dengan jumlah penderita lebih dari 640 juta orang (Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2024, 2. Pada studi penelitian Global Burden of Disease menunjukkan prevalensi AV sebesar 85%, serta paling umum ditemukan di rentang usia 12-25 tahun (Wetarini, 2. Di Indonesia. AV juga menjadi perhatian penting dalam bidang dermatologi. Kemenkes RI menyebutkan bahwa prevalensi AV di Indonesia mencapai angka 87,5% (Kemeneterian Kesehatan Republik Indonesia. Jerawat mempengaruhi remaja sekitar 85%, sekitar 12% prevalensi jerawat terjadi pada wanita (Chintya et al. Munculnya Acne Vulgaris bisa membuat hidup tidak menyenangkan. AV lebih banyak terjadi di kalangan remaja. Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 dan orang-orang dalam kelompok usia ini adalah yang paling tidak siap menghadapi efek psikologis dari kelainan kulit ini. Penyakit ini bukan merupakan penyakit yang berbahaya namun mempunyai dampak yang besar bagi para penderitanya baik secara fisik maupun psikologis, beberapa kasus bahkan dapat menimbulkan depresi (Meliala & Lubis. AV sering ditemukan pada daerah wajah, yang memiliki dampak besar pada penampilan visual. Pada penelitian (Chintya et al. , 2. menunjukkan bahwa AV mempengaruhi kualitas hidup sebanyak 65%. Acne Vulgaris mempunyai efek yang dapat merusak kepercayaan diri seseorang karena menyerang daerah yang mudah terlihat serta penting bagi penampilan Kepercayaan diri adalah keyakinan jiwa manusia bahwa setiap kesulitan hidup harus dihadapi dengan Penelitian yang dilakukan oleh (Aryani & Riyaningrum, 2. tentang efek psikososial AV pada remaja di India, 88% remaja dengan masalah AV merasa malu dan canggung, yang berdampak negatif pada harga diri dan citra tubuh mereka. Hal ini sesuai dengan intensitas AV yang dialami remaja, semakin besar tingkat keparahannya, semakin harga diri mereka terpengaruh (Aryani & Riyaningrum, 2. AV tidak hanya berdampak negatif pada kulit, melainkan juga terhadap psikologis seseorang yang mengalami AV, yakni dapat menyebabkan depresi sehingga berpengaruh langsung pada kualitas hidupnya menjadi menurun, perasaan malu dan tingkat kepercayaan diri menjadi berkurang (Kristanti & Savira, 2. Pada bulan September-November 2024, terdapat 150 pasien di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik yang mengalami AV dengan ratarata setiap bulannya yaitu 50 pasien. Dari 50 pasien tersebut, peneliti mewawancarai 15 pasien yang mengalami AV, dan dari hasil wawancara didapatkan 12 dari 15 pasien mengalami AV merasa kurang percaya diri dalam melakukan aktivitas sehari-hari terutama jika harus bertemu dengan orang lain. Tidak faktor-faktor mempengaruhi kepercayaan diri akan mengakibatkan kepercayaan diri seseorang semakin rendah. Kepercayaan diri rendah dapat menimbulkan masalah berkurangnya motivasi dalam berprestasi dan bersaing mendapatkan hasil Maka, pemberian edukasi dan informasi tentang acne perlu dilaksanakan dengan tujuan untuk membangun persepsi positif tentang penatalaksanaan acne dan cara pencegahan sehingga langkah ini dapat membantu mengurangi komplikasi akibat Acne Vulgaris. Selain itu, dukungan dari orang tua untuk berperilaku hidup sehat agar AV tidak semakin parah (Agustiningsih et al. , 2. Berdasarkan hal tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian lebih lanjut dengan judul AuHubungan Kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care GresikAy. Tujuan Penelitian Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Hubungan Kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik. Metode Penelitian Desain Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan cross sectional untuk menentukan adanya hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja. Hipotesis Hipotesis dalam penelitian ini adalah: Ada hubungan antara kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik. Populasi dan Sampel Populasi penelitian ini adalah seluruh pasien remaja dengan keluhan Acne Vulgaris di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik dengan jumlah 50 pasien. Pada penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengambilan sampel yaitu total sampling. Total sampling merupakan teknik penentuan sampel dimana jumlah sampel sama dengan jumlah populasi sehingga sampel yang digunakan pada penelitian ini sebesar 50 pasien. Instrumen Pengumpulan Data Instrumen penelitian yang digunakan yaitu berdasarkan variabel yang diteliti yaitu sebagai berikut: Pada variabel kejadian Acne Vulgaris, instrumen penelitian menggunakan form pengkajian Acne untuk menentukan derajat acne yang dialami pasien. Pada variabel tingkat kepercayaan diri, instrumen penelitian yang digunakan yaitu kuisioner GSES (General Self Efficacy Scal. Pengumpulan Data Penelitian ini dilakukan pada tanggal 22 Ae 30 Maret 2025 dengan berlokasi di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik. Analisa Data Penelitian ini menggunakan analisa bivariat untuk menguji dua variabel atau lebih yang diduga saling berhubungan atau berkorelasi. Tujuan dari analisa ini adalah untuk mengetahui hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Beauty Care Gresik. Di dalam analisa bivariat ini menggunakan Uji Korelasi Chi Square dengan dibantu program SPSS (Statistical Product and Service Solutio. yang digunakan untuk mengetahui hubungan serta pengaruh antar dua variabel yang dimana variabel independen berskala ordinal dan variabel dependen berskala nominal. Pertimbangan Etik Setiap penelitian kesehatan yang mengikut sertakan relawan manusia sebagai subjek penelitian wajib didasarkan pada prinsip etik. Penelitian ini telah dilakukan uji etik oleh Komisi Etik Penelitian Universitas Muhammadiyah Gresik dan dinyatakan laik etik dengan nomor 008/KET/II. UMG/KEP/A/2025. Hasil Penelitian Tabel 4. 1 Kejadian Acne Vulgaris pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Derajat Acne Jumlah Persentase (%) Ringan Sedang Berat Sangat Berat TOTAL Berdasarkan tabel 4. 1 menunjukkan bahwa sebagian besar remaja dengan jumlah 28 remaja . %) menderita Acne Vulgaris (AV) derajat ringan, dan sebagian kecil dengan jumlah 1 remaja . %) menderita AV derajat sangat berat. Tabel 4. 2 Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Tingkat Jumlah Persentase (%) Kepercayaan Diri Rendah Tinggi TOTAL Berdasarkan tabel 4. 2 menunjukkan bahwa hampir seluruhnya dengan jumlah 38 remaja . %) memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi. Tabel 4. 3 Hubungan Kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri pada Remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Kejadian Acne Vulgaris * Tingkat Kepercayaan Diri Crossbulation Tingkat Kepercayaan Diri TOTAL Derajat Rendah Tinggi Acne Jml. (%) Jml. (%) Jml. (%) Ringan Sedang Berat Sangat Berat p value Berdasarkan hasil penelitian pada tabel 4. didapatkan bahwa remaja yang mengalami Acne Vulgaris derajat ringan memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi dengan persentase 100%. Pada remaja dengan AV derajat sedang memiliki tingkat kepercayaan diri tinggi dengan persentase 71,5% lebih tinggi dari remaja yang memiliki tingkat kepercayaan diri rendah yaitu sebesar 28. Sedangkan pada remaja dengan AV derajat berat dan sangat berat memiliki persentase masing-masing 100%. Dari hasil analisa data menggunakan uji Chi Square dapat disimpulkan bahwa kejadian Acne Vulgaris dengan Tingkat Kepercayaan Diri memiliki hubungan yang signifikan dengan nilai p 0,000 (O0,. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Agustiningsih et al. , 2. menunjukkan bahwa penampilan fisik memiliki hubungan dengan kepercayaan diri remaja akibat Acne Vulgaris. Remaja yang mengalami acne respon fisiologisnya integritas kulit . runtusan atau bitnik-bintik merah atau abses gumpalan mengidentifikasi kepercayaan diri . danya rasa mal. dan sosial perannya dapat menimbulkan menghindar dari Respon-respon tersebut dapat menimbulkan output atau masalah kepercayaan diri yang rendah akibat timbulnya acne. Selain itu, derajat keparahan acne akan meninggalkan scar atau bopeng pada wajah yang menyebabkan permukaan kulit wajah tidak mulus, pori-pori besar dan wajah berminyak, akibatnya mengganggu penampilan dan terlihat jelek, sehingga seseorang akan mengalami harga diri rendah (HDR), kurang percaya diri enggan begaul dan menutup diri. Penelitian ini juga sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh (Aini & Herdiani, 2. , tingkat kepercayan diri pada remaja dengan adanya pertumbuhan jerawat papula atau gradasi jerawat sedang ke berat membuat penderitanya mengalami tingkat kepercayaan diri Tingkatan pertumbuhan jerawat adalah hal yang paling mempengaruhi ke tingkat kepercayaan diri Hal ini dapat terjadi karna semakin tinggi kelas keparahan jerawat maka semakin sulit dan butuh waktu yang lebih banyak dalam penanganan serta Kulit bagian terluar dan paling terlihat ketika menglami perubahan baik itu warna, tekstur atau keadaan luka. Hal ini menjadikan jerawat memiliki tingkatan yang beragam dengan tingkatan ini membuat penderinya mengalami tingkatan kepercayaan yang berbeda-beda. Volume 11. Nomor 2. April- September 25 ISSN: 2442-501x | E-ISSN: 2541-2892 Tingkat kepercayaan diri remaja di Indonesia yang mengalami acne juga di pengaruhi adanya kebiasaan masyarakat kita dalam mengomentari setiap perubahan penampilan seseorang. Hal ini menjadikan para remaja enggan untuk banyak beraktifitas diluar rumah bila tidak begitu di perlukan. Tingkat kepercayaan diri diperngaruhi oleh tingkat keparahan jerawat. Kondisi seperti itu dapat dicegah dengan memberikan dukungan secara psikis baik itu pengetahuan tentang pengobatan ataupun dengan memberikan motivasi positif dalam menghadapi jerawat. Kejadian Acne Vulgaris memiliki hubungan yang signifikan dengan tingkat kepercayaan diri tinggi karena pada penelitian ini didapatkan sebagian besar remaja mengalami acne derajat ringan hingga sedang yang berarti acne yang dialami dalam batas normal atau hanya terdapat beberapa di wajah sehingga tidak mengganggu penampilannya dan masih tetap percaya diri. Sedangkan pada remaja yang mengalami acne derajat berat hingga sangat berat memiliki tingkat kepercayaan diri rendah. Hal ini sejalan dengan penelitian (Adila et al. , 2. yang menyatakan terdapat korelasi bermakna dan tingkat keeratan korelasi lemah antara kejadian acne dengan tingkat kepercayaan diri. Kulit wajah yang mengalami acne memengaruhi persepsi diri seseorang dan menjadikan pandangan individu beserta lingkungan sekitar terhadap citra tubuh seseorang menjadi berbeda. Faktor lain yang menyebabkan menurunnya tingkat kepercayaan diri pada pasien adalah kurangnya pemahaman mengenai cara mengatasi acne. Remaja yang memahami penanganan AV yang benar akan tetap tenang dan tidak mempengaruhi tingkat percaya dirinya. Sedangkan remaja yang kurang pemahaman tentang acne, ia akan cenderung panik sehingga percaya dirinya menurun dan dapat menyebabkan acne pada wajah semakin bertambah karena salah satu faktor pencetus acne adalah tingkat stress dan kondisi psikologi seseorang. Hal ini sejalan dengan seorang ahli psikologi, yaitu Sigmund Freud bahwa kepercayaan diri merupakan suatu tingkatan rasa sugesti tertentu yang berkembang dalam diri seseorang sehingga merasa yakin dalam berbuat sesuatu. Beberapa penelitian juga menyebutkan bahwa penanganan acne yang tepat dapat mengurangi derajat keparahan acne. Perbaikan kondisi acne dipercaya mampu meningkatkan kepuasan remaja akan dirinya sehingga mampu meningkatkan derajat kepercayaan diri mereka jika dibandingkan dengan kondisi yang sebelumnya. Hal ini sejalan juga sejalan dengan penelitian (Perdana. Ozar. Meher, & Utami, 2. yang menyatakan bahwa remaja yang telah mengetahui cara penanganan acne yang tepat akan cenderung memiliki derajat kepercayaan diri yang tinggi. Ini berkaitan dengan cara pandang yang positif akan keadaan dirinya sehingga mereka tetap merasa nyaman dan akhirnya mempengaruhi derajat kepercayaan dirinya. Kesimpulan Berdasarkan penelitian yang dilakukan mengenai hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik pada tahun 2025, maka dapat disimpulkan sebagai Sebagian besar remaja dengan jumlah 28 remaja . %) mengalami Acne Vulgaris derajat ringan Tingkat kepercayaan diri remaja yang mengalami Acne Vulgaris kepercayaan diri tinggi dengan jumlah 38 remaja . %) Ada hubungan kejadian Acne Vulgaris dengan tingkat kepercayaan diri pada remaja di Klinik dr. Rissa Beauty Care Gresik Referensi