I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Diterima Pada 21 1Januari Mei 2021 Disetujui Pada 15 September 3 Mei 20212022 Vol. No. 2, 2022 E-ISSN : Halaman P-ISSN : E-ISSN PEMBELAJARAN IRINGAN TARI GABOR STYLE DESA BATUBULAN DI SANGGAR ANGGA NATA BATUBULAN I Made Egar Switrama1. I Gede Mawan2 I Made Dwi Andika Putra3 1,2,3 Pendidikan Seni Pertunjukan. Fakultas Seni Petunjukan Institut Seni Indonesia Denpasar switramaegar@gmaill. Abstrak Penelitian ini membahas tentang pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, serta bertujuan untuk mengenalkan dan melestarikan tradisi iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang sudah dilaksanakan oleh para leluhur dan sangat penting dipelajari untuk generasi muda. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang membahas tiga aspek yakni, karakteristik iringan tari Gabor, proses pembelajaran serta faktor penghambat dan pendukung dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, menggunakan empat tahapan pembelajaran, yaitu: tahap persiapan . , tahap penyampaian . , tahap pelatihan . , dan tahap penampilan . Metode yang digunakan dalam pembelajaran iringan tari Gabor yaitu, metode ceramah, demonstrasi, latihan bersama teman dan diskusi. Faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, yakni adanya faktor pendukung dan faktor penghambat. Faktor pendukung internal yang meliputi minat siswa, motivasi belajar, dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor dari guru, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor penghambat, yaitu faktor siswa juga dapat menghambat terjadi proses pembelajaran, dimana siswa membuat peneliti tidak bisa mengatasi melaksanakan proses pembelajaran pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan kurungarya disiplin saat proses belajar mengajar menjadi faktor penghambat dalam penelitian. Kata Kunci: Pembelajaran. Karakteristik, iringan tari Gabor PENDAHULUAN Pembelajaran adalah proses interaksi peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada suatu lingkungan belajar yang merupakan bantuan pendidik agar dapat proses perolehan ilmu dan Untuk membantu peserta didik agar dapat belajar dengan baik, proses pembelajaran dialami sepanjang hayat seorang manusia serta dapat berlaku di manapun dan kapanpun. Ada tujuan yang ingin dicapai dalam proses pembelajaran, yaitu pembelajaran . merupakan akumulasi dari konsep mengajar . dan konsep belajar . Penekanannya terletak pada perpaduan antara keduanya, yakni kepada penumbuhan aktivitas subjek didik, sehingga dalam sistem belajar ini terdapat komponen-komponen siswa atau peserta didik, tujuan, materi untuk mencapai tujuan, fasilitas, dan prosedur serta alat atau media yang harus (Suardi, 2018:7-. Pembelajaran kegiatan proses belajar yang di dalamnya terdapat interaksi antara peserta didik I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Belajar akan lebih bermakna jika kita menghayati makna dari proses belajar itu sendiri dan ingin menggali potensi yang ada dalam diri (Suardi, 2021:. Proses belajar bisa dilakukan melalui seni, salah satunya adalah seni pertunjukan. Seni pertunjukan pada umumnya menuntut keterlibatan tiga Pertama, pelaku seni, yaitu kreator kemampuan dalam hal olah seni yang ditawarkan kepada masyarakat untuk Bila sudah mencapai tahap profesional, kemampuan tersebut ditukar dengan harga tertentu. Kedua, penanggap seni, yaitu pribadi, keluarga, atau lembaga yang menghadirkan dan memberi ruang ekspresi kepada pelaku seni. Ruang ekspresi Oleh karena itu, lazimnya diselenggarakan dalam ruang terbuka agar dapat dinikmati siapapun yang berminat. Ketiga, penikmat seni, yaitu anggota internalisasi nilai estetis memiliki ikatan rasa merasakan adanya keindahan, kesenangan, dan katarsis (Anoegrajekti, 2016:. Sebagai daerah yang terkenal dengan kebudayaan. Bali memiliki beragam pertunjukan yang tidak terlepas dari karakter kehidupan masyarakat sehari-hari. Seni pertunjukan yang ada di Pulau Bali yaitu, seni karawitan, seni wayang, seni drama, dan seni tari seperti tari Gabor style Desa Batubulan. ini diiringi dengan alat musik tradisional Bali yaitu gamelan Gong Kebyar yang tergolong ke dalam seni karawitan Bali. Tari Gabor style Desa Batubulan adalah kesenian asli dari Desa Batubulan yang memiliki keunikan tersendiri. Tari ini bukanlah tari penyambutan seperti tari Gabor pada umunya, melainkan tarian yang tergolong kedalam seni tari wali yang berfungsi sebagai persembahan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa. Tari Gabor style Desa Batubulan dipersembahkan dalam tatanan upacara piodalan, pujawali di Pura Kahyangan Tiga Desa Batubulan. Tari Gabor Sanggar ini merupakan sanggar yang mengajarkan di bidang seni, khusunya yaitu seni karawitan. Kemudian sanggar ini di kembangkan menjadi tempat belajar beberapa kesenian Bali yang memiliki pembelajaran, baik dari peserta didik dan instrumen yang dimiliki. Instrumen yang dimiliki sanggar ini antara lain. Baleganjur. Gender Wayang. Gamelan Semar Pagulingan. Gamelan Geguntangan dan Seni karawitan merupakan istilah yang dinamakan untuk musik tradisional Bali. Karawitan berasal dari kata rawit yang artinya halus . , mendapatkan awalan ka dan akhiran an, menjadi karawitan yang berarti seni suara instrumental dan vokal yang menggunakan laras . angga nad. pelog dan slendro (Bandem, 2013:. Karawitan memiliki beberapa fungsi sebagai pelengkap atau pengiring penyajian seni. Fungsi karawitan terdiri atas fungsi karawitan mandiri, dan digunakan untuk membantu keperluan lain, seperti tari, teater, upacara dan karawitan pakeliran (Supanggah. Rahayu 2002 dalam Oktriyadi, 2019: . Salah satunya adalah iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Iringan tari Gabor ini memiliki keunikan tersendiri yang membedakan dengan iringan tari Gabor pada umumnya. Karena dalam iringan tari ini menggunkaan gending yang memiliki ciri khas tersendiri di Desa Batubulan, yang akan dijelaskan dipembahasan dalam penelitian ini. Iringan tari ini biasanya melaksanakan latihan disetiap banjar dan sanggar yang ada di Desa Batubulan untuk keperluan upacara agama. Salah satu sanggar seni yang ada di Desa Batubulan adalah Sanggar Angga Nata Batubulan yang beralamat di Jalan Raya SMKI Br. Denjalan Desa Batubulan Sukawati Gianyar. I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Gong Kebyar. Untuk materi pembelajaran yang belum pernah diajarkan kepada peserta didik/anggota di sanggar ini, yaitu iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Ketertarikan peneliti untuk mengangkat pembelajarn iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, dikarenakan situsai pandemi Covid-19 yang membatasi gerak peneliti, maka penelitian dilaksakan di lokasi yang berdekatan dengan rumah peneliti. Sanggar ini juga dapat mewadahi kegiatan generasi Desa Batubulan disediakannya gamelan Gong Kebyar. Kemudian melestarikan tradisi iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang sudah dilaksankan oleh para leluhur dan sangat penting dipelajari untuk generasi muda, maka iringan tari ini dikenalkan kepada generasi muda yang ada di Sanggar Angga Nata Batubulan. Berdasarkan latar belakang di atas, pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan menggunakan media gamelan Gong Kebyar tepat dijadikan fokus penelitian untuk meningkatkan minat dan bakat generasi muda di bidang seni dan METODE Penelitian dilakukan menggunakan metode pendekatan kualitatif. Pada pendekatan kualitatif, penelitian dilakukan pada objek yang alamiah. Dengan maksud objek yang berkembang apa adanya, tidak dimanipulasi oleh peneliti dan kehadiran peneliti tidak begitu mempengaruhi dinamika pada objek Peneliti harus memiliki bekal teori dan wawasan yang luas, sehingga mampu bertanya, menganalisa dan mengkonstruksi situasi sosial yang diteliti menjadi lebih jelas dan bermakna (Sugiyono, 2014: . Penelitian pembelajaran iringan tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Penelitian ini dapat berupa tulisan, rekaman secara lisan, gambar, pertunjukan kesenian, dan berbagai bentuk data yang dapat ditransposisikan sebagai Data tersebut dapat bersumber dari hambatan dan hasil evaluasi pembelajaran iringan tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Iringan Tari Gabor Style Desa Batubulan Karakteristik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mempunyai sifat khas sesuai dengan perwatakan tertentu (KBBI, 2017:. Jika dikaitkan dalam dengan penelitian ini karakteristik merupakan elemen terpenting untuk dideskripsikan dalam iringan tari Gabor style desa Batubulan. Karakteristik tari Gabor style Desa Batubulan memiliki ciri khas halus yang menggambarkan kecantikan dalam tari Gabor ini. Kemudian dalam iringan tari Gabor ini memiliki ciri khas yang membedakan dengan iringan tari Gabor pada umumnya yaitu, menggunakan gending legod bawa. Dimana pada bagian struktur gending dimainkan pada bagian pengawak dalam iringan tari Gabor ini. Iringan tari Gabor ini merupakan iringan yang digunkan untuk mengiringi tari Gabor style desa Batubulan, dalam tatanan upacara piodalan, pujawali di Pura Kahyangan Tiga Desa Batubulan. Berdasarkan wawancara dengan bapak I Ketut Sudana. Sn, yang merupakan seniman tari di Desa Batubulan I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra mengatakan bahwa. November AuPada saat melaksanakan kegiatan upacara agama yaitu upacara Dewa Yadnya pada piodalan tertentu atau piodalan besar di Desa Batubulan, terdapat sebuah prosesi yang dilaksanakan yaitu upacara mekecan-kecan. Upacara mekecan-kecan diiringi dengan tabuh yang dinamai tabuh Tabuh gegaboran ini menimbulkan spontanitas dari warga setempat yang ingin ikut serta ngaturang ayah menari yang diiringi dengan tabuh gegaboran. Dari sana muncul adanya tari Gabor yang secara turun temurun diwarisi dan dilestarikan hingga sekarang. Namun tari Gabor ini tidak ada yang mengetahui tahun terciptannya tari gabor style Batubulan dan dikatakan bahwa tari Gabor ini juga tidak diketahui pencetus pertama tari Gabor ini atau disebut dengan Tari Gabor memiliki jenis-jenis tari Gabor yang jarang atau langka dipentaskan selama adanya upacara atau piodalan di Pura. Adapun jenis tari Gabor yang ada di Desa Batubulan, yaitu Gabor Ileh-Ileh. Gabor Prabangsa. Gabor Mearasarasan, dan Legod Bawa namun yang paling sering digunakan yaitu Gabor Legod Bawa. Jenisjenis tari Gabor ini hadir berdasarkan gending atau tabuh yang digunakan, sehingga nama pada jenis tari Gabor ini sesuai dengan nama tabuh/gending yang digunakan. Uniknya di desa Batubulan juga melaksakan tradisi yaitu memberikan nasi ujung untuk penari yang akan ngaturang ayah . di Pura. Hal ini bertujuan agar penari tersebut melaksanakan ngaturang ayah . sebelum hari piodalan. Maka dari itu tradisi ini masih dilaksanakan, sehingga tari Gabor ini memiliki kestimewaan yang diberikan dalam bentuk makanan dan hingga sekarang pun tradisi tetap dilaksanakan dengan baikAy. Dengan demikian di Desa Batubulan Ngabor atau Gabor merupakan sebuah tarian yang digunakan sebagai pertunjukan dalam tatanan upacara piodalan, pujawali yang tergolong kedalam seni tari wali. Bentuk tari Gabor style Batubulan, merupakan kebudayaan yang sudah dilaksankan oleh para leluhur di Desa Batubulan. Dikatakan demikian karena memiliki bentuk yang dapat dipentaskan ketika upacara piodalan di Pura, juga memiliki fungsi dan makna yang begitu mendalam bila dikaitkan dengan upacara Dapat dilihat bahwa pada upacara piodalan dilangsungkan tari Gabor ini adalah sebagai sarana sebuah kegitan upacara keagamaan yang ada di Pura Kahyangan Tiga Desa Batubulan. Berdasarkan wawancara dengan bapak I Nengah Susila S. Skar pada tanggal 15 November 2021 memberikan penjelasan mengenai karakteristik iringan tari Gabor style desa Batubulan yaitu. AuYang dimaksud dengan iringan tari Gabor style Desa Batubulan adalah iringan khusus untuk mengiringi tari Gabor dalam prosesi upacara keagamaan, bukan tari gabor dalam artian tari lepas/tari balih-balihan. Kalua bicara masalah karakter iringan tari Gabor yang ditunjukan sebagai prosesi upacara keagamaan, dari segi karakternya adalah halus dan gembira. Fungsi iringan tari Gabor ini secara simbolis untuk menyambut turunnya para dewa, karena dalam kesempatan itu kita akan menghaturkan sesajen dan disambut dengan tari Gabor style desa Batubulan. Iringan tari Gabor style desa Batubulan tabuh/gending Legod Bawa. Penggunaan tabuh Legod Bawa ini digunakan pada bagian pengawak iringan tari Gabor style desa Batubulan. Yang dimaksud dengan tabuh/gending Legod Bawa dalam iringan tari gabor ini adalah pola dan teknik permainan pukulan kendang yang di mainkan dalam iringan tari Gabor ini. Tetapi sering dikatakan tabuh/gending Legod Bawa dalam iringan tari Gabor ini, sedangkan Legod Bawa adalah pola dan teknik permainan pukulan kendangAy. Berdasarkan wawancara tersebut dapat dipahami iringan tari Gabor style Desa Batubulan adalah untuk mengiringi tari Gabor dalam prosesi upacara keagamaan yang ada di Desa Batubulan. Tari Gabor ini menggunakan tabuh/gending Legod Bawa pada bagian pengawak yang memiliki ciri khas tersendiri yang membedakan dengan tari gabor pada umumnya. Legod Bawa adalah nama dari salah satu bentuk gending yang biasanya digunakan pada perangkat gamelan Gong Kebyar. Bentuk gending Legod Bawa memiliki struktur sebagai Dalam satu gongan terdiri dari 16 pukulan jublag, 4 pukulan jegogan, 1 pukulan kenong, dan 2 pukulan kempul. I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Pelaksanaan sajian gending Legod Bawa adalah sebagai berikut, baris pertama disajikan oleh instrumen giying/ugal yang juga merupakan bagian kawitan gending, bagian pukulan jublag terakhir pada baris pertama diikuti oleh semua instrument (Sukerta, 1998:. Karakteristik iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang diajarkan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Berdasarkan wawancara dengan bapak I Nengah Susila S. Skar pada tanggal 15 November 2021 memberikan penjelasan mengenai sturktur gending dan ciri khas iringan tari Gabor style desa Batubulan yaitu. AuDari struktur gending/lagu khusus untuk iringan tari Gabor dalam prosesi upacara keagaaman ada hubungan dengan gending/lagu sebelumnya. Sebelum tari Gabor dimulai ada yang dinamakan gending igel mileh yang sudah baku dengan style di desa Batubulan. Fungsi dari gending igel mileh adalah untuk mengiringi para Pemangku . mengelilingi Pelinggih . angunan suc. di Pura dalam prosesi kegiatan upacara keagamaan sebanyak tiga kali. Setelah selesai mengelilingi sebanyak tiga kali, kemudian gending igel mileh ditransisikan dengan iringan tari Gabor style Desa Batubulan dalam bentuk batel gegaboran yang memiliki karakter halus. Transisi dari gending igel mileh ke iringan tari Gabor ini yang berbentuk batel gegaboran sekaligus pepeson dari tari Gabor style desa BatubulanAy. Berdasarkan hasil wawancara di atas adalah bentuk struktur dari iringan tari Gabor style Desa Batubulan terdiri dari Pepeson. Pengawit. Pengawak dan Pekaed. Pepeson adalah bagian pertama dalam struktur tari Bali sebagai pengenalan karakter seorang tokoh dengan gerakan bertempo sedang. Selanjutnya Pengawit adalah bagian awal atau awalan dari sebuah susunan atau kompisisi karawitan Bali. Kemudian pada bagian Pengawak adalah bagian tengah dari sebuah komposisi karawitan Bali, dan pada bagian terakhir adalah Pekaed merupakan bagian terakhir dalam struktur tari Bali. Berdasarkan wawancara dengan bapak I Nengah Susila S. Skar pada tanggal 15 November 2021 memberikan penjelasan mengenai sturktur gending dan ciri khas iringan tari Gabor style desa Batubulan AuDari struktur gending/lagu khusus untuk iringan tari Gabor dalam prosesi upacara keagaaman ada hubungan dengan gending/lagu sebelumnya. Sebelum tari Gabor dimulai ada yang dinamakan gending igel mileh yang sudah baku dengan style di desa Batubulan. Fungsi dari gending igel mileh adalah untuk mengiringi para Pemangku . mengelilingi Pelinggih . angunan suc. di Pura dalam prosesi kegiatan upacara keagamaan sebanyak tiga kali. Setelah selesai mengelilingi sebanyak tiga kali, kemudian gending igel mileh ditransisikan dengan iringan tari Gabor style Desa Batubulan dalam bentuk batel gegaboran yang memiliki karakter halus. Transisi dari gending igel mileh ke iringan tari Gabor ini yang berbentuk batel gegaboran sekaligus pepeson dari tari Gabor style desa BatubulanAy. Berdasarkan hasil wawancara di atas adalah bentuk struktur dari iringan tari Gabor style Desa Batubulan terdiri dari Pepeson. Pengawit. Pengawak dan Pekaed. Pepeson adalah bagian pertama dalam struktur tari Bali sebagai pengenalan karakter seorang tokoh dengan gerakan bertempo sedang. Dalam iringan tari Gabor ini diawali dengan motif batel gegaboran yang dimaninkan seluruh instrumen Gong Kebyar seperti kendang, kecek, ceng-ceng kopyak, ugal, pemade, kantilan, kajar, gong, kempur, kemong, reyong, penyacah, jublag, jegogan. Setelah penari memasuki kalangan . i halaman pur. , kemudian gending batel gegaboran ini Selanjutnya Pengawit adalah bagian awal atau awalan dari sebuah susunan atau kompisisi karawitan Bali. Dalam iringan tari Gabor ini pada bagian pengawit yaitu bentuk gending legod bawa. Diawali instrumen ugal kemudian diikuti dengan instrumen jegogan dan kendang wadon dengan menggunakan motif kendang tunggal gupekan. Setelah itu semua instrumen secara bersamaan dipukul I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra dengan nada yang sama kecuali instrumen kajar, kemong dan kempur. Kemudian pada bagian Pengawak adalah bagian tengah dari sebuah komposisi karawitan Bali. Memasuki bagian pengawak pada iringan tari gabor ini terdapat gending legod bawa dengan struktur gending yang panjang yaitu 8x4 ketukan. Instrumen pemade, kantilan, reyong bermain dengan teknik pukulan norot, kemudian pada instrumen kendang bermain dengan menggunakan motif kendang tunggal gupekan. Instrumen kecek memainkan pola pukulan dengan ritme yang sama dengan pola pukulan kendang, instrumen kajar memainkan Pada bagian pengawak dimainkan dengan pengulangan sebanyak tiga kali, kemudian ngeseh dalam bentuk tempo sedang dan kembali lagi ke tempo awal pengawak, dan pada bagian terakhir adalah Pekaed merupakan bagian terakhir dalam struktur tari Bali. Bagian pekaed dalam iringan tari Gabor ini kembali dengan motif batel gegaboran yang dimaninkan seluruh instrumen Gong Kebyar seperti kendang, kecek, ceng-ceng kopyak, ugal, pemade, kantilan, kajar, gong, kempur, kemong, reyong, penyacah, jublag, jegogan. Setelah penari keluar dari kalangan . i halaman pur. , kemudian gending batel gegaboran ini berhenti. Sebelum tari Gabor dimulai ada yang dinamakan gending igel mileh dengan style di desa Batubulan. Kemudian gending igel mileh ditransisikan dengan iringan tari Gabor style Desa Batubulan dalam bentuk batel gegaboran. Batel adalah nama dari salah satu bentuk gending yang bisa ditemukan pada jenis gending-gending Pengarjaan. Bebarongan. Pegambuhan. Gegandrungan. Gender Wayang. Petopengan. Selain itu, batel juga merupakan salah satu jenis gending Kala Ganjur. Bentuk gending batel ini dapat disajikan pada perangkat gamelan yang berlaras slendro atau pelog. Adapun ciricirinya adalah sebagai berikut: . Irama/temponya . Tidak menggunakan tungguhan melodi kecuali . Kalau menggunakan melodi terbatas hanya . Terdapat pengulangan-pengulangan (Sukerta, 1998:. Transisi dari gending igel mileh ke iringan tari Gabor ini yang berbentuk batel gegaboran sekaligus pepeson dari tari Gabor style desa Batubulan. Proses Pembelajaran Iringan Tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan Proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan, melalui beberapa tahapan yaitu tahapan persiapan . , tahap penyampaian . , tahap pelatihan . , tahap penampilan . Adapun tahapan-tahapan pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan sebagai Tahap Persiapan (Preparatio. Tahap ini adalah awal dari sebuah proses pembelajaran yaitu merencanakan hal-hal yang akan dilakukan pada waktu proses belajar mengajar. Pada proses pembelajaran ini peneliti bertugas sebagai pengajar atau guru, maka perlu persiapan yang matang terutama tentang strategi pembelajaran. Terlebih dahulu yang perlu disiapkan pada proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan yaitu, mempersiapkan tempat latihan, peserta didik, sumber pembelajaran, menyelesiakan penelitian ini. I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra membuat angsel-angsel, mengendalikan dan menghentikan lagu. Selanjutnya guru melatih instrument yang lain seperti kecek, ceng-ceng kopyak, pemade, kantilan, kajar, gong, kempur, kemong, reyong, penyacah, jublag, jegogan. Gambar 1. Lokasi Penelitian (Sumber: Dok. I Made Egar Switrama 2. Tahap Penyampaian (Presentatio. Pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan penyampaian yaitu kegiatan awal, kegiatan inti dan kegiatan akhir. Dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan, digunakan empat metode untuk membantu kelancaran pembelajran tersebut. Seperti: metode ceramah, demonstrasi, latihan bersama teman, dan diskusi. Tahap Pelatihan (Practic. Setelah mempersiapkan segala sesuatu yang selanjutnya dilanjutkan dengan tahap latihan pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan dilakukan secara bertahap. Sebelum memulai latihan atau belajar menabuh pertama-tama guru memberikann penjelasan mengenai karakteristik iringan tari Gabor style Desa Batubulan, kepada siswa agar memiliki bayangan materi maupun wawasan tambahan. Selanjutnya guru memulai menuangkan materi secara bertahap dari instrument satu ke instrumen Pertama-tama instrument ugal dimana dalam iringan tari Gabor ini diawali dengan kawitan dari instrument ugal kemudian guru melatih isntrumen kendang, karena dalam iringan tari Gabor ini kendang sangat penting sebagai pemimpin yang memulai sebuah lagu, menghubungkan ruas-ruas lagu. Tahap Penampilan (Performanc. Tahap penampilan adalah tahap terakhir yang diarahkan oleh guru kepada siswa untuk menampilkan hasil selama mereka mengikuti proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan. Melalui tahap penampilan ini guru bisa menilai atau mengevaluasi siswa dari segi penguasaan kemampuan siswa disaat pentas, selain itu juga proses pembelajaran untuk memahami seberapa jauh kemampuan siswa untuk menerima materi yang diberikan di Sanggar Anga Nata Batubulan. Suasana pada saat latihan dan pentas sangat berbeda, hal itu dikarenakan adanya faktor yang menyebabkan yaitu disaat pentas siswa akan merasa diperhatikan, dinilai sehingga berusaha untuk tampil maksimal. Dari hal tersebut bisa mempengaruhi mental, konsentrasi serta rasa percaya diri menjadi hilang, oleh sebab itu tahap penampilan sangatlah penting dilaksankan untuk melatih siswa untuk tampil melatih Gambar 2. Tahap Penampilan (Sumber: Dok. I Made Egar Switrama 2. Tahap penampilan iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Batubulan dilaksanakan pada pertemuan ke 12, hari minggu tanggal 12 Desember 2021. Sebelum tahap penampilan dimulai ada kegiatan persemnahyangan bersma di Padmasana . empat suc. yang berada di Sanggar Anga Nata Batubulan agar diberi kelancaran pada saat tahap penampilan Mengingat iringan tari Gabor ini fungsinya sebagai persembahan kepada Ida Sanghyang Widhi Wasa dalam tatanan upacara piodalan, pujawali di Pura Kahyangan Tiga Desa Batubulan. Jadi penampilan memakai pakain adat ke Pura sesuai dengan konsep dan karaktersistik iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Faktor Pendukung Dan Penghambat Dalam Proses Pembelajaran Iringan Tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan Faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan terdapat dua faktor yaitu internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang berasal dari dalam diri sendiri . sedangkan faktor eksternal merupakan segala faktor yang terdapat di luar diri Sebagai pendidik hendaknya kita mengetahui serta menemukan faktor pendukung dan penghambat dalam proses Hal ini sangat penting diketahui agar permasalahan dalam proses dapat dipecahkan dicarikan solusi. Faktor Pendukung Proses Pembelajaran Iringan Tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan Faktor Internal Minat Siswa Berdasarkan wawancara dilakukan dengan salah satu siswa Bernama I Nyoman Septeyana pada tanggal 2 Desember 2021 terkait dengan minat siswa mengikuti pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan sebagai berikut. AuSaya sangat senang mengikuti pembelajaran iringan tari Gabor Batubulan, selain dapat menambah wawasan saya dalam megambel tari Gabor ini, saya berkesempatan bermain instrumen Kajar, walaupun dalam permainan instrumen Kajar jarang yang mau memaikan tetapi dalam kesempatan ini saya belajar bagaimana merasakan lagu/gending, karena instrument ini memegang kendali atau tempo dalam sebuah gending dalam bermain gamelan. Jadi hasil wawancara dengan siswa yang memiliki keinginan maupun minat yang kuat untuk mempelajari iringan tari tari Gabor ini, pembelajaran semakin mudah untuk diserap dan dipahami oleh peserta Minat yang kuat dapat mendorong peserta didik untuk berusaha dan berkonsentrasi mempelajari suatu materi yang diajarkan. Motivasi Belajar Wawancara dilakukan dengan salah satu siswa yang bernama I Wayan Arya Putra Pratama pada tanggal 2 Desember 2021 terkait motivasi belajar sebagai faktor pendukung dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor yaitu sebagai berikut. AuMotivasi saya di dalam mempelajari iringan tari Gabor ini yaitu agar nantinya pembelajaran yang sudah diberikan di sanggar mampu saya terapkan di masyarakat, selain mengikuti pembelajaran iringan tari Gabor di Banjar saya juga ikut di dalam komunitas sekaa gong banjar dan nantinya pembelajaran iringan tari Gabor ini bisa saya jadikan acuan kedepannya. Motivasi peserta didik dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor ini sangat baik, dapat diamati dari semangat peserta didik yang antusias mengikuti pembelajaran iringan tari Gabor dengan baik. Rasa Percaya Diri I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra Peneliti dapat melakukan wawancara dengan salah satu siswa yang Bernama I Nyoman Damara Krisna Dipa pada tanggal 2 Desember 2021 dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor sebagai berikut. AuRasa percaya diri saya dapatkan pada saat saya sudah menguasai materi yang diajarkan, selain itu pengalaman saya yang sudah sering mengikuti kegiatan menabuh di masyarakat sehingga mendorong saya bisa semakin percaya diri saat membawakan ringan tari gabor iniAy. Rasa percara diri siswa sangat baik dengan menunjukan sikap tidak ragu-ragu dalam mempelajari iringan tari Gabor ini. Dalam hal ini peran guru sebagai mengatur, mengarahkan, menciptkan suasana belajar yang mendorong siswa untuk lebih percara Faktor Eksternal Faktor Guru Dalam proses pembelajaran guru memiliki peran penting di dalam menyampaikan materi pembelajaran, dalam pembelajaran guru menyiapkan metode yang akan diajarkan agar peserta didik tidak merasa bosan, dan materi yang disampaikan dapat diterima dengan baik. Selama proses pembelajaran berlangsung peserta didik sangat antusias mengikuti pembelajaran. Disamping itu guru berusaha melakukan pendekatan kepada peserta didik, agar peserta didik merasa lebih nyaman dan berani mengenai hal yang kurang dipahami selama proses pembelajaran berlangsung. Hal ini dapat mendukung keberhasilan dalam proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan. Faktor Sarana Dan Prasarana Sarana dan segala sesuatu yang mendukung secara langsung terhadap kelancaran proses pembelajaran, alat-alat pembelajaran, dan perlengkapan pembelajaran. Sedangkan prasarana adalah esegala sesuatu yang secara tidak langsung dapat mendukung keberhasilan proses pembelajaran, misalnya jalan menuju sekolah, penerangan sekolah, kamar kecil dan lainsebagainya (Sanjaya dalam Arsana, 2021:. Sanggar Angga Nata Batubulan memiliki balai atau gedung yang biasanya dipakai untuk latihan bermain gamelan. Balai tersebut biasanya dipakai khusu latihan Gong Kebyar. Peneliti memakai balai tersebut dan gamelan Gong Kebyar sebagai sarana pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan yang diberikan pada siswa atau amggota sanggar. Dengan adanya memudahkan siswa untuk belajar dan memahami materi yang diajarkan. Sarana dan prasarana di Sanggar Angga Nata Batubulan yang tersdia sangat mendukung proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Faktor Penghambat Proses Pembelajaran Iringan Tari Gabor Style Desa Batubulan di Sanggar Anga Nata Batubulan Dalam setiap pembelajaran tentunya tidak bisa terlepas dan hal-hal yang dapat menghambat proses pembelajaran. Tidak dapat menutup kemungkinan bahwa faktor penghambat dapat berasal dari dalam diri siswa yang sedang belajar. Pada proses pembelajaran teknik dasar bermain gamelan Gong Kebyar pada Sanggur Batur Sari Desa Batuan, terdapat beberapa faktor yang menghambat proses pembelajaran teknik dasar bermain gamelan Gong Kebyar. iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Peneliti dapat melakukan wawancara dengan salah satu peserta didik yung bernama I Wayan Angga Agus Tevana pada tanggal 5 Desember 2021 terkait dengan pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan yaitu sebagai berikut. I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra AuSaya terkadang merasa heran kepada beberapa teman saya memiliki kebiasaan yang buruk, yaitu kebiasaan datang terlambat hingga 30 menit, sampai 1 jam dari jadwal pembelajaran yang sudah ditentukan. Jadi saya merasa bosan menunggu teman yang belum hadir menjadi menghapat proses pembelajaran, karena tidak satu atau dua orang saja yang terlambat hampir setengah teman saya yang mengikuti pembelajaran juga terlambatAy. Faktor siswa juga dapat menghambat terjadi membuat peneliti tidak bisa mengatasi pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan kurungarya disiplin saat proses penghambat dalam penelitian, tentunya hal ini berdampak bagi siswa tersebut dan berpengaruh terhadap siswa lainnya tentunya berpengaruh terhadap penuangan materi yang dilakukan oleh guru karena proses penuangan gending yang dilakukan oleh guru haruslah berhasil menyangkut Sehingga keberhasilan tahapan tersebut, tentu sulit menuju tahapan berikunya. PENUTUP Berdasarkan analisis data yang telah diuraikan di atas pada hasil dan pembahasan, maka pada penutup akan menyampaikan kesimpulan dan saran-saran yang dapat diuraikan sebagai berikut. Simpulan Pembelajaran seni budaya di Bali, khususnya di bidang seni karawitan sekolah atau organisasi seni seperti Sanggar Angga Nata Batubulan, materi dasar yang diberikan adalah materi yang menggunakan instrumen gamelan Gong Kebyar. Pada proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan sasarannya ditunjukan kepada generasi muda yang ada di Sanggar Angga Nata Batubulan yang berjumlah 24 Media pembelajaran yang digunakan yaitu instrumen gamelan Gong Kebyar. Penggunaan isntrumennya tidak secara keseluruhan atau satu barungan melainkan memakai instrumen yang memang di perlukan dalam iringan tari Gaabor ini, kantilan, sepasang penyacah, sepasang jublag, sepasang jegogan, satu instrumen reong, satu buah kendang wadon, ceng-ceng kecek, ceng-ceng kopyak, kempur dan gong. Dengan materi yang diberikan adalah iringan tari Gabor style Desa Batubulan. Karakteristik iringan tari Gabor Style Desa Batubulan memiliki ciri khas halus yang menggambarkan kecantikan dalam tari Gabor ini. Kemudian dalam iringan tari Gabor ini memiliki ciri khas yang membedakan dengan iringan tari Gabor pada umumnya yaitu, menggunakan gending legod bawa. Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi proses pembelajaran iringan tari Gabor style Desa Batubulan di Sanggar Angga Nata Batubulan, yakni adanya faktor pendukung dan faktor Faktor pendukung internal yang meliputi minat siswa, motivasi belajar, dan rasa percaya diri. Sedangkan faktor eksternal meliputi faktor dari guru, serta faktor sarana dan prasarana. Faktor kedua adalah faktor penghambat, yaitu siswa yang Siswa membuat peneliti tidak bisa mengatasi proses pembelajaran iringan tari Gabor ini kurungarya disiplin saat proses belajar mengajar menjadi faktor penghambat dalam penelitian. Tentunya hal ini berdampak bagi siswa tersebut dan berpengaruh terhadap siswa lainnya tentunya berpengaruh terhadap penuangan materi yang dilakukan oleh guru karena proses penuangan gending yang dilakukan oleh guru haruslah berhasil menyangkut seluruh instrumen. Sehingga I Made Egar Switrama. I Gede Mawan. I Made Dwi Andika Putra tanpa keberhasilan tahapan tersebut, tentu sulit menuju tahapan berikunya. Saran