Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi Penjualan Mobil Bekas Kredit Pada Mobilindo Pratama Ainun Zumarniansyah1. Fani Nurona Cahya2. Rangga Pebrianto3 1,2,3, Universitas Bina Sarana Informatika e-mail: 1ainun. azm@bsi. id , 2fani. foc@bsi. id, 3rangga. pbo@bsi. Diterima 11-03-2025 Direvisi 26-03-2025 Disetujui 10-04-2025 Abstrak - Seiring dengan meningkatnya permintaan kendaraan bermotor, terutama mobil bekas yang dibeli secara kredit, kebutuhan akan sistem informasi yang terstruktur dan efisien menjadi sangat penting. Mobilindo Pratama, sebagai salah satu showroom mobil bekas, masih menggunakan sistem manual dalam pencatatan data dan transaksi, yang berdampak pada keterlambatan pelayanan, risiko kesalahan pencatatan, serta ketidakefisienan dalam pembuatan laporan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem informasi penjualan mobil bekas berbasis komputer dengan menggunakan metode prototype. Metode ini memungkinkan pengguna untuk berinteraksi langsung dengan sistem pada tahap awal, sehingga pengembang dapat memperbaiki dan menyesuaikan sistem berdasarkan masukan yang diberikan. Sistem yang dibangun mencakup fitur pemesanan kendaraan, pengajuan kredit, pelunasan uang muka, pencatatan transaksi, dan pembuatan laporan penjualan. Hasil implementasi menunjukkan bahwa sistem ini dapat membantu mempercepat proses penjualan, meningkatkan akurasi pencatatan data, serta memberikan kemudahan dalam pelaporan. Dengan demikian, sistem informasi ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja operasional dan kualitas pelayanan di Mobilindo Pratama secara keseluruhan. Kata Kunci: Sistem Informasi. Penjualan Mobil Bekas. Metode Prototype Abstract - With the increasing demand for motorized vehicles, especially used cars purchased on credit, the need for a structured and efficient information system is becoming increasingly important. Mobilindo Pratama, as a used car showroom, still uses a manual system for recording data and transactions, which results in delays in service delivery, the risk of recording errors, and inefficiencies in reporting. This study aims to design and build a computer-based used car sales information system using a prototype method. This method allows users to interact directly with the system in the early stages, allowing developers to improve and adjust the system based on the input provided. The system developed includes features for vehicle ordering, credit applications, down payment payments, transaction recording, and sales report generation. Implementation results show that this system can help speed up the sales process, improve data recording accuracy, and facilitate reporting. Thus, this information system is expected to improve operational performance and service quality at Mobilindo Pratama as a whole. Keywords: Information Systems. Used Car Sales. Prototype Method PENDAHULUAN Perkembangan teknologi terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu. Salah satu faktor penting untuk meraih keberhasilan di tengah persaingan global adalah kemampuan individu dalam terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya Dengan demikian, sistem yang dibangun dapat menyajikan informasi secara lebih cepat dan efisien dibandingkan dengan sistem sebelumnya (Desy Ria & Budiman, 2. Penjualan merupakan salah satu aspek krusial dalam kegiatan operasional sebuah perusahaan, sehingga penting bagi perusahaan untuk memberikan pelayanan optimal kepada pelanggan. Sistem ini dirancang agar mampu menghasilkan sistem informasi yang relevan dan berguna bagi manajemen dalam mendukung proses sistem terkomputerisasi pada penjualan mobil bekas ini (Nur. Mobilindo Pratama adalah sebuah perusahaan yang bergerak di bidang penjualan mobil bekas dengan berbagai merek dan tipe. Seiring dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi, saat ini banyak perusahaan otomotif yang tidak hanya menyediakan opsi pembelian secara tunai, tetapi juga menawarkan pembelian secara Bahkan, tren menunjukkan bahwa penjualan secara kredit kini lebih diutamakan dibandingkan dengan sistem pembayaran tunai. Setiap perusahaan umumnya memiliki kebijakan dan persyaratan yang Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. (Ahmad, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia berbeda dalam hal penjualan kredit, mulai dari ketentuan pembayaran uang muka, dokumen persyaratan yang harus dipenuhi, hingga skema angsuran bulanan yang diberlakukan bagi konsumen Oleh karena itu, dibutuhkan sistem yang terstruktur untuk menangani proses penjualan kredit agar pelaksanaannya dapat berlangsung dengan baik (Haditsah Annur, 2. Dalam menjalankan tugasnya, pegawai masih mengelola data produk secara manual, yakni dengan mencatat inforasi produk-produk yang tersedia ke dalam buku besar yang disebut dokumen data produk. Metode ini dinilai kurang efisien karena pembeli harus menunggu pegawai memeriksa informasi mengenai spesifikasi, harga, serta pembaruan produk secara langsung dari buku Begitu pula dalam pencatatan transaksi harian, pegawai mencatat setiap transaksi secara manual ke dalam buku besar yang disebut dokumen transaksi, yang kemudian dijadikan acuan untuk menyusun laporan harian, mingguan, maupun bulanan. Meskipun dokumen tersebut disimpan di rak khusus agar rapi dan mudah ditemukan, tidak jarang terjadi kesalahan pencatatan, dokumen terselip, bahkan hilang. Proses penyusunan laporan bulanan dan tahunan pun menjadi kurang efisien karena sulitnya merekap dan menghitung berbagai jenis produk, jumlah barang, total harga, serta besarnya pendapatan secara akurat. Akibatnya, pegawai sering mengalami kesalahan dalam perhitungan dan menghadapi keterbatasan fleksibilitas dalam pengelolaan data tersebut. Hal diatas merupakan salah satu penyebab menurunnya daya minat calon konsumen untuk melakukan pembelian. sehingga secara tidak langsung dapat mengakibatkan kerugian bagi pihak penjual mobil. METODE PENELITIAN Model Proses yang digunakan adalah model Prototype seperti pada gambar 1. Proses model prototype merupakan pendekatan dalam pengembangan sistem yang menekankan pada pembuatan program secara iteratif dan cepat, agar dapat segera diuji dan dievaluasi oleh pengguna (Meilinda et al. , 2. Prototype merupakan versi awal dari perangkat lunak yang mengeksplorasi berbagai alternatif desain, serta mengidentifikasi dan memahami lebih dalam berbagai permasalahan beserta solusinya (Syarifudin, 2. Prototype selesai menjadi sistem dan sistem siap digunakan. Sumber : (Yunita et al. , 2. Gambar 1 Model Prototype Metode Pengembangan Sistem Pengumpulan Kebutuhan Pada tahap ini Pemilik dan pengembang menentukan format-format yang dibutuhkan untuk perangkat lunak, dan mengindentifikasi semua kebutuhan. Membangun Prototyping Mendesain sistem yang akan digunakan untuk form pelanggan seperti untuk output dan Uji Coba Prototyping Pada tahap ini pengembang memberikan ke pemilik apakah sudah sesuai atau belum dengan alur yang terjadi. jika tidak sesuai maka pengembang akan revisi kembali Desain Setelah tahap pengembangan terpenuhi. Setelah kebutuhan sistem terpenuhi, tahap ini berlanjut pada proses perancangan sistem dan perangkat lunak dengan membagi kebutuhan perangkat lunak menjadi bagian-bagian tertentu (Supiyandi et al. , 2. Fokus utama dari proses ini adalah merancang struktur basis data, yang mencakup penggunaan Unified Modeling Language (UML). Entity Relationship Diagram (ERD), dan Spesifikasi File. ERD berperan penting dalam membangun struktur database yang terintegrasi dan berkesinambungan dalam sistem (Pratiwi et , 2. Dengan perancangan yang sistematis, sistem yang dibangun dapat diimplementasikan secara efisien dan mampu menangani kebutuhan pengelolaan data dalam skala yang lebih (Arribe et al. , 2. Metode Pengumpulan Data Metode Pengamatan Melakukan pengamatan terhadap kegiatan sistem penjualan pada mobiindo pratama dari cara penjualan, syarat-syarat melakukan transaksi dan prosedur pembayarannya. Wawancara untuk mendapatkan informasi secara lengkap maka penulis melakukan suatu metode suatu tanya jawab mengenai semua kegiatan yang berhubungan dengan Penjualan Mobil. Studi Pustaka Selain melakukan kegiatan diatas juga Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. (Ahmad, dk. melakukan studi kepustakaan melalui literatur-literatur atau referensi-referensi Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Purchase Order seperti pada gambar 4. HASIL DAN PEMBAHASAN Prosedur Sistem Berjalan Suatu prosedur atau tahapan-tahapan yang akan dilakukan sebelum memulai kegiatan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan disebut dengan sistem berjalan, maka berikut prosedur sistem berjalan pada Mobilindo Pratama : Pemesanan Kendaraan konsumen datang langsung melakukan pemesanan kepada administrasi, dengan mengisi form pemesanan dan melengkapi persyaratan (Fc KTP. KK. NPWP dan form administrasi akan memproses pemesanan serta mengeluarkan kwitansi Pengajuan Perjanjian Kredit Kendaraan Administrasi akan memproses pemesanan dan kelengkapan persyaratan . c ktp, fc kk. NPWP dan form pemesana. untuk Leasing mengeluarkan PO(Purchase Orde. dan surat (Purchase Orde. untuk diarsipkan. konsumen untuk dilakukannya kembali Pelunasan DP dan Penerimaan Unit Kendraan Konsumen melakukan pelunasan DP Administrasi, administrasi membuat kwitansi pelunasan DP. Pembuatan Laporan Administrasi membuat laporan penjualan berdasarkan data kwitansi yang telah diarsipkan setiap harinya, setelah data lengkap maka administrasi akan membuat laporan bulanan yang akan diserahkan kepada Desain Unified Modeling Language Usecase Diagram Use case diagram adalah bentuk pemodelan yang digunakan untuk menggambarkan perilaku sistem yang akan dikembangkan. Diagram ini menunjukkan interaksi antara satu atau lebih aktor dengan sistem yang dirancang (Kurniasari & Fatmawati, 2. Pada Usecase ini melibatkan empat actor yaitu : Kosumen. Leasing. Administrasi dan Owner. dimana admin mempunyai akses penuh untuk mengelola sistem seperti pada Owner bisa mengakses atau menerima laporan penjualan, sedangkan melakukan pembayaran uang muka dan leasing mempunya akses untuk membuat Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 2. Use Case Diagram Sistem penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 3. Use Case Diagram Admin Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 4. Use Case Diagram Owner Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. (Ahmad, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Tabel 1. Analisa Kebutuhan User Kebutuhan Admin Admin adalah orang yang dapat mengelola data master, admin dapat menambahkan data kendaraan yang baru, dapat mengubah kendaraan yang sudah ada, dan dapat menghapus data kendaraan. Admin dapat melakukan transaksi penjualan, serta admin dapat mencetak Kwitansi dan Tanda terima kendaraan serta mengelola laporan Ae laporan penjualan. Kebutuhan User Owner Owner hanya dapat melihat master data pengguna dan melihat laporan yang sudah dibuatkan oleh admin. Sumber: Hasil Penelitian . Pada tabel 1 menjelaskan bahwa Admin memiliki akses penuh untuk mengelola data di master, melakukan transaksi penjualan, serta mencetak laporan material dan penjualan. Sementara itu, owner hanya dapat melihat master data pengguna dan laporan sudah dibuatkan oleh admin. Activity Diagram Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 6. Activity Diagram Owner Gambar 5 dan gambar 6 activity diagram menggambarkan alur proses aktivitas pada admin dan owner yang dapat dilakukan pada sistem. Entity Relationship Diagram Pada gambar 7 menggambarkan hubungan antara satu entitas dengan entitas lain, user dan transaksi merupakan One to Many . user dapat melakukan beberapa transaks. , transaksi dan detail_transaksi merupakan One to Many. transaksi memiliki banyak detail_transaks. , material dan detail_transaksi merupakan One to Many . material dapat muncul di banyak detail_transaks. , satuan dan material merupakan One to Many . satuan dapat digunakan oleh banyak materia. Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 5. Activity Diagram Admin Sumber : Hasil Penelitian . Gambar 7. Entity Relationship Diagram Penjualan Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. (Ahmad, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia pengelolaan transaksi, material, serta pengguna dalam Hubungan antar tabel dirancang untuk menjaga konsistensi data dan mendukung kinerja sistem secara optimal. Implementasi Berikut hasil dan rancang bangun sistem yang akan digunakan pada aplikasi. Login Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 10. User Interface Login Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 10 adalah user interface login yang digunakan pada actor yang akan melakukan login. Form Data Pengguna Gambar 8. Class Model Penjualan Pada Gambar 8 Class Model kelas untuk penjualan merupakan representasi pemodelan berorientasi objek yang menggambarkan struktur dan hubungan antar kelas dalam sistem penjualan. Model ini mencakup entitas seperti pelanggan, produk, transaksi, dan detail penjualan, serta mendefinisikan atribut dan metode yang dimiliki oleh masing-masing kelas. Logical Record Structure Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 11. Form Data Pengguna Gambar 11 merupakan tampilan form data pengguna yang dilakukan oleh admin. Form Transaksi Penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 9. LRS Sistem Penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Pada gambar 9 LRS dibuat dengan tujuan agar data tersusun secara sistematis dan memudahkan dalam Gambar 12. Form Transaksi Penjualan Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Gambar 12 merupakan tampilan form data transaksi penjualan yang dilakukan oleh admin. Form Data Kendaraan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 16. Interface Laporan Penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 13. Form Data Kendaraan Gambar 16 merupakan tampilan laporan penjualan yang dapat diakses oleh owner. Gambar 13 merupakan tampilan form data kendaraan yang dilakukan oleh admin. Form Tanda Terima Kendaraan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 17. Interface Laporan Penjualan Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 17 merupakan tampilan Laporan data kendaraan yang dapat diakses oleh owner. Gambar 14. Form Tanda Terima Kendaraan KESIMPULAN Gambar 14 merupakan tampilan form Tanda Terima kendaraan yang dilakukan oleh admin. Kwitansi Sumber: Hasil Penelitian . Gambar 15. Kwitansi Gambar 15 merupakan tampilan kwitansi yang akan dicetak oleh admin untuk customer. Penelitian ini berhasil merancang dan membangun sistem informasi penjualan mobil bekas secara kredit pada Mobilindo Pratama dengan menggunakan metode prototype. Sistem ini dikembangkan untuk menggantikan proses manual yang sebelumnya digunakan, yang terbukti tidak efisien dan rentan terhadap kesalahan. Melalui sistem baru ini, seluruh tahapan mulai dari pemesanan kendaraan, pengajuan kredit, pelunasan uang muka, hingga pelaporan penjualan dapat dilakukan secara lebih cepat, akurat, dan terstruktur. Penerapan metode prototype memungkinkan adanya interaksi langsung antara pengguna dan pengembang dalam proses perancangan, sehingga kebutuhan sistem dapat dipenuhi secara lebih tepat. Hasil akhir sistem mencakup berbagai fitur seperti form transaksi, input data kendaraan, kwitansi, laporan penjualan, dan interface pengguna, yang seluruhnya dapat diimplementasikan dan diuji. Penerapan Metode Prototype Rancang Bangun Sistem Informasi PenjualanA (Ainun, dk. Artikel Ilmiah Sistem Informasi Akuntansi (AKASIA) Volume 5 Nomor 1 April 2025, pp. E-ISSN: 2797 - 7277 https://jurnal. id/index. php/akasia Dengan adanya sistem informasi ini. Prototype. INTI Nusa Mandiri, 16. , 15Ae24. diharapkan proses penjualan mobil bekas di https://doi. org/10. 33480/inti. Mobilindo Pratama menjadi lebih efektif, efisien, dan dapat meningkatkan kepuasan pelanggan serta kinerja operasional perusahaan secara keseluruhan. REFERENSI