BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal Volume 1 Nomor 1, 2021 E-ISSN: 2807-7857. P-ISSN: 2807-9078 Penerapan Metode Bermain dalam Menstimulasi Kemampuan Sosial Amalia Nur Aini1. Marniati Kadir2. Masliyana3* 1,2,3 UIN Sultan Aji Muhammad Idris Samarinda Received: September 1st, 2021. Revised: September 10th, 2021 Accepted: September 15th, 2021. Published: September 24th, 2021 Abstrak Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak kelompok B. Jenis metode penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan Hasil dari penelitian ini berkaitan dengan penerapan metode bermain yang dilakukan guru dalam menstimulasi kemampuan sosial anak yakni pelaksanaan pembelajaran melalui metode bermain dilaksanakan sesuai dengan RPPH yang telah dibuat guru. Langkah-langkah pelaksanaan metode bermain dimulai dari persiapan, pelaksanaan hingga penutup yang menghubungkan pengalaman bermain anak dengan kehidupan sehari-hari agar empat indikator kemampuan sosial anak yakni bersikap koperatif, bertanggung jawab, menunjukkan sikap empati dan saling menghargai anak berkembang sangat baik melalui metode bermain game level up, bermain peran, mencari gambar dan bermain kertas. Adapun faktor pendukung dari penerapan metode bermain ini yakni sarana dan prasarana yang disediakan sekolah. Sedangkan yang menjadi faktor penghambatnya yakni dari sikap anak yang suka bercanda mengakibatkan ketidak tertiban dalam proses kegiatan bermain. Kata Kunci: metode bermain, menstimulasi, kemampuan sosial Abstract The purpose of this study was to determine the application of the play method in stimulating the social skills of children in group B. The type of this research method was descriptive qualitative research with data collection techniques through observation, documentation and interviews. The results of this study relate to the application of the play method by the teacher in stimulating children's social skills, namely the implementation of learning through the play method carried out in accordance with the RPPH that has been made by the teacher. The steps for implementing the playing method start from preparation, implementation to closing which connects children's playing experiences with everyday life so that the four indicators of children's social abilities, namely being cooperative, being responsible, showing empathy and mutual respect, develop very well through the method of playing games. level up, role play, look for pictures and play paper. The supporting factors of the application of this playing method are the facilities and infrastructure provided by the school. Meanwhile, the inhibiting factor is the attitude of children who like to joke resulting in disorder in the process of playing activities. Keywords: play method, stimulation, social skills Copyright . 2021 Amalia Nur Aini. Marniati Kadir. Masliyana * Correspondence Address: Email Address: masliyana1999@gmail. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 1, 2021 Amalia Nur Aini. Marniati Kadir. Masliyana Pendahuluan Pendidikan merupakan dasar dalam pembangunan dan peningkatkan kesejahteraan suatu Pendidikan dijalankan berdasarkan fungsi dan tujuannya untuk mencapai hasil yang Sejalan dengan hal ini, pendidikan harus dimulai sejak dini agar terbentuk generasi yang berkualitas, kreatif, dan berkepribadian kuat. Mengingat pada enam tahun pertama kehidupan, pendidikan berperan penting dalam menentukan kualitas hidup dimasa depan. Berdasarkan hal tersebut, pendidikan anak usia dini adalah waktu yang tepat untuk dilakukan pendidikan, dalam rangka membimbing dan memaksimalkan keterampilan dan potensi yang ada pada anak. Pendidikan diberikan kepada anak usia dini sebagai upaya untuk memaksimalkan kemampuan dan keterampilan anak agar anak memiliki kesiapan memasuki jenjang pendidikan dasar. Pemberian dilakukan melalui lembaga PAUD atau sekolah seperti Kelompok Bermain. Taman Kanak-Kanak. Raudhatul Athfal dan lain sebagainya. Jenjang pendidikan tersebut mengemban tugas untuk membantu tumbuh kembang anak secara menyeluruh dengan memberikan rangsangan bagi 6 aspek perkembangan anak meliputi nilai agama, moral, fisik motorik, kognitif, bahasa, seni, emosional dan sosial. Perkembangan sosial menjadi salah satu perkembangan yang tidak dapat terlepas dari kehidupan anak. Perkembangan sosial berhubungan dengan perilaku anak dalam menyesuaikan diri dengan aturan-aturan yang ada didalam masyarakat atau lingkungannya. Sejalan dengan pendapat Hurlock yang mengatakan bahwa perkembangan sosial merupakan perolehan kemampuan seseorang dalam berperilaku yang sesuai dengan syarat 2 Perkembangan ini menjadi proses belajar anak untuk beradaptasi, berkolaborasi, dan berinteraksi dengan orang-orang disekitarnya. Ditandai dengan anak-anak yang suka bermain, saling membantu dan tidak dalam suasana hati yang buruk. Namun, tidak semua anak usia dini dapat beradaptasi dan berinteraksi dengan orangorang disekitarnya. Anak hanya fokus untuk mementingkan dirinya sendiri dan belum mampu bersosialisasi dengan baik. Kurangnya kesempatan anak untuk berinteraksi, berkomunikasi atau bersosialisasi secara baik dengan orang lain juga dapat menjadi faktor penghambat dalam perkembangan sosialnya. Sehingga penting adanya pengalaman sosial yang diperkenalkan sejak dini, agar anak kelak dapat belajar bertanggung jawab, bekerjasama, menghargai orang lain, mau berbagi serta menunjukkan rasa empati dan Pengalaman sosial ini dapat diberikan kepada anak melalui kegiatan metode bermain sebagai salah satu bentuk stimulus yang diberikan oleh guru untuk anak pada proses pembelajaran. Metode bermain merupakan metode yang bentuk penerapannya melalui permainan dengan mengajak anak-anak melakukan secara bersama-sama atau kelompok. Metode yang dapat membawa anak berada dalam suasana yang menyenangkan dan menjadi kebutuhan Ketika anak sedang bermain bersama teman sebayanya, anak dapat mengembangkan sebuah kemampuan terkait memahami perasaan, ide, dan kebutuhan orang lain yang merupakan dasar dari ilmu kemampuan sosial. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti, selama observasi awal di sekolah terlihat guru telah menerapkan metode bermain untuk mengoptimalkan kemampuan sosial anak dalam Pola perilaku anak-anak terlihat antusias dalam mengikuti proses pembelajaran yang diadakan oleh guru dan juga anak-anak dalam bergaul antar teman sebaya memiliki keakraban. Sekolah ini telah memiliki program melalui metode bermain Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional. Musyarofah. AuPengembangan Aspek Sosial Anak Usia Dini di Taman Kanak-Kanak ABA IV Mangli Jember Tahun 2016Ay dalam Jurnal Interdisciplinary Journal of Communication. Vol. No. 1, . : h. https://media. com/media/publications/223896-pengembanganaspek-sosial-anak-usia-dini. pdf, diakses pada tanggal 8 Januari 2022. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 1, 2021 Penerapan Metode Bermain dalam Menstimulasi Kemampuan Sosial Anak untuk menstimulasi kemampuan sosial anak yang mana metode ini sangat cocok dimainkan oleh anak usia 5-6 tahun, karena anak dapat mengasah kemampuan bersosialnya sesuai dengan standar pencapaian kompetensi dasar anak. Adanya kegiatan metode bermain ini anak dapat belajar bersikap tanggung jawab, bekerjasama, empati, saling menghargai dan kemampuan sosial lainnya. Berdasarkan pemaparan yang dituliskan pada paragraph-paragraf sebelumnya, maka penelitian ini bermaksud untuk mengetahui penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak berserta faktor pendukung dan penghambatnya. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif deskriptif, yang menjadikan guru, anak dan kepada sekolah sebagai informan. Subjek dalam penelitian ini adalah anak kelompok B di Raudhatul Athfal MaAoarif NU Plus 001 Kota Samarinda. Penelitian dilakukan dengan menggunakan tiga teknik dalam pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara dan dokumentasi. Pengumpulan data dilakukan dengan memperhatikan instrumen penelitian berupa pedoman observasi dan pedoman wawancara. Data yang dikumpulkan akan dianalisis sampai memungkinkan dapat diketahui mengenai penerapan metode bermain pada kemampuan sosial anak menggunakan langkah kerja Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dan Pembahasan Kegiatan pembelajaran melalui metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak meliputi beberapa tahapan yaitu dimulai dari persiapan, pelaksanaan hingga tindak lanjut. Pertama persiapan dilakukan guru dengan menyiapkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran Harian (RPPH) sesuai dengan topik atau materi yang ingin diterapkan. Setelah itu guru melakukan persiapan alat dan bahan yang akan digunakan dalam melaksanakan kegiatan metode bermain sesuai dengan tema pembelajaran. Guru menyiapkan alat dan bahan yang mudah ditemukan di sekolah dan menyenangkan bagi anak seperti menggunakan alat peraga, kertas, dan video. Tahapan selanjutnya yang kedua pelaksanaan yaitu guru menjelaskan dan mendemonstrasikan terkait kegiatan metode bermain yang akan dilakukan oleh anak. Guru membagi alat dan bahan kepada anak dan guru juga membagi anak-anak secara berkelompok maupun individu. Setelah itu anak mengerjakan kegiatannya masing-masing tetap dengan pengawasan dan bimbingan guru. Guru memberikan bimbingan kepada anak yang masih belum paham terkait kegiatan bermain yang diberikan. Pelaksanaan metode bermain terlihat guru lebih sering mengajak anak bermain menggunakan permainan sensori motor . yang permainnya menggunakan segala indranya saat melakukan permainan dan permainan lambang yaitu bermain dengan gambar seperti anak mencocokan atau mempasangkan benda, menebak dan menyebutkan gambar, anak bermain dengan membuat kreasi dari kertas origami seperti membuat tas dokter dan topi chef. Selain itu guru juga menggunakan metode bermain sosial yang mengajarkan anak untuk mengajak temannya dalam melakukan sebuah interaksi sosial seperti bermain peran dimana seorang anak mempergakan sebagai seorang petani dan seorang koki. Berdasarkan hasil pengamatan peneliti ada terdapat empat jenis metode bermain yang dilaksanakan dalam kegiatan pembelajaran selama penelitian berlangsung, yaitu game level up, permainan mencari gambar, bermain melipat kertas, dan bermain peran. Game level up merupakan permainan melalui video yang mengajak anak menyelesaikan sebuah tantangan. Langkah-langkah dalam permainan ini yaitu anak membuat barisan sebanyak 3-4 baris, setelah video game level up diputar anak-anak harus memperhatikan aturan yang diberikan sebelum permainan dimulai misalnya, ketika ada BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 1, 2021 Amalia Nur Aini. Marniati Kadir. Masliyana burung yang terbang melintasi anak-anak, maka mereka harus menunduk, apabila ada batu anak-anak harus melompat dan anak-anak dan apabila ada angin kencang yang mendekati mereka, maka harus berputar-putar seolah tertiup angin, setelah aturan dibacakan, permainan pun dimulai dan anak-anak harus mengikuti setiap gerakan dan tantangan yang ada di layar. Setelah anak-anak berhasil melewati beberapa rintangan sampai menemukan angin yang berputar kencang mendekati mereka, maka anak harus mengekpresikan dirinya dengan berputar-putar seolah tertiup angin, kemudian setelah anak berhasil menemukan angin maka anak dinyatakan berhasil menyelesaikan rintangan level pertama dan melanjutkan ke level berikutnya sampai pada level 4 anak dinyatakan selesai dan permainan pun berakhir. Permainan mencari gambar merupakan permainan yang mengajak anak untuk mencari gambar yang teracak di dalam sebuah keranjang yang disediakan oleh guru. Anak bermain dengan dibagi menjadi 2 orang dalam setiap kelompoknya dan maju secara bergantian ke tempat bermain yang sudah disediakan. Masing-masing anak mencari 5 gambar yang sudah ditentukan guru. Bermain melipat kertas atau dikenal dengan origami merupakan sebuah permainan dengan mengenalkan lipatan yang sangat sederhana kepada anak menjadi sebuah hasil karya seni sesuai dengan bentuk/tema yang ingin diajarkan guru. Selain bahannya mudah, bermain ini dapat mengasah otak dan kemampuan sosial anak. Dimana anak akan dituntut menyelesaikan tantangan dan teka-teki berupa arah lipatan yang benar, agar hasil dari lipatan kertas tersebut sempurna. Bermain peran menjadi suatu metode bermain yang melibatkan anak secara langsung untuk memerankan suatu karakter pada kehidupan nyata. Bermain peran yang penerapannya anak menjelaskan perasaan, sikap, tingkah laku, nilai dan berbagai strategi pemecahan masalah. Guru menerapkan metode bermain ini untuk mengenalkan profesi petani dan peralatan yang digunakan dengan mengajak anak secara langsung memperagakan seorang petani yang sedang mencangkul, membersihkan rumput dengan menggunakan alat peraga yang tersedia di sekolah. Selain memerankan profesi petani, terlihat juga guru melakukan metode ini pada profesi seorang koki, dimana anak setelah membuat sebuah topi koki diajak memerankan seorang penjual makanan dan pembeli. Guru melakukan evaluasi terlihat pada saat recalling dengan berdiskusi bersama anak-anak mengenai kegiatan pembelajaran yang sudah dilakukan. Guru menanyakan kesulitan apa yang dialami anak pada saat proses kegiatan berlangsung. Hal ini bermanfaat untuk guru kedepannya dalam memperbaiki kegiatan pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik serta kemampuan anak. Sehingga akan terbangun juga kemampuan anak dalam bersosialisasi atau berinteraksi langsung dengan orang lain ketika adanya diskusi antar guru dan anak. Setelah guru melakukan penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak, hal-hal yang perlu dipersiapkan dimulai dari menyiapkan RPPH, peralatan dan bahan, serta melakukan pengkondisian anak. 3 Pelaksanaan yang pertama guru menjelaskan terlebih dahulu alur pelaksanaan dalam kegiatan bermain dan membagi anak baik secara individu maupun secara berkelompok untuk bermain. Sebelum menjelaskan tahapan permainannya, guru terlebih dahulu membahas mengenai hari, tanggal, tema atau topik yang akan dibahas, dan tak lupa untuk mengabsen anak. Terlihat juga dalam pelaksanaannya guru mengajak anak dengan menggunakan beberapa macam permainan seperti permainan sensori motor, permainan lambang, permainan sosial dan konstruktiv. Ahmad Saefudin. AuPenerapan Metode Bermain Menggunakan Kartu Kosakata dalam Pembelajaran Bahasa Inggris Siswa Kelas V SDAy, dalam Jurnal Kalam Cendekia PGSD Kebumen. Vol. No. 2, . : h. https://jurnal. id/index. php/pgsdkebumen/article/view/284/166, diakses pada tanggal 28 Maret 2022. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 1, 2021 Penerapan Metode Bermain dalam Menstimulasi Kemampuan Sosial Anak Setelah guru menjelaskan kepada anak tahapan bermainnya, guru membagi anak menjadi beberapa kelompok. Guru membimbing anak dalam proses bermain berlangsung karena guru memiliki kewajiban untuk mendidik, mengajar, memberikan bimbingan, membantu dan mengarahkan, menilai serta mengevaluasi aspek perkembangan anak. Jika terlihat ada anak yang mengalami kendala atau kesulitan dalam menyelesaikan tugasnya, maka guru memberikan bimbingan dan arahan agar anak dapat lebih mudah serta tidak kebingungan dalam melakukan kegiatan metode bermain. Terlihat dari persiapan hingga pelaksanaan yang dilakukan guru memiliki persamaan dengan hasil penelitian Fandy. Tindak lanjut yang dilakukan guru dengan menilai beberapa aspek perkembangan anak menggunakan lembar penilaian ceklis dan penilaian anekdot. Guru berkomunikasi dengan anak menanyakan kesulitan apa saja yang anak alami. Hal ini akan bermanfaat bagi guru dalam memperbaiki dan menyiapkan kegiatan pembelajaran berikutnya agar lebih baik lagi dan tujuan pembelajaran dapat berjalan secara optimal. Hasil komunikasi antara guru dan anak dapat membuat guru mengetahui penerapan metode bermain anak melalui alat yang digunakan dan sarana prasarana yang tersedia disekolah menjadi faktor pendukung dalam menstimulasi kemampuan sosial anak. Alat dan bahan bermain yang menarik akan memancing perhatian dan ketertarikan anak dalam kegiatan bermain dan kemampuan sosial anak akan terstimulus dengan optimal. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor pendukung guru dalam menerapkan metode bermain agar terstimulus dengan optimal dan penghambat yang dialami guru, karena sikap anak yang suka bercanda mengakibatkan keributan dan ketidak tertiban anak dalam melaksanakan kegiatan bermain. Berdasarkan hasil penerapan metode bermain yang dilakukan guru menunjukan adanya kemajuan terhadap kemampuan sosial anak, diantaranya pada game level up dapat menstimulasi sikap koperatif dan bertanggung jawab karena kegiatan bermain yang dilakukan secara bersama-sama menyelesaikan setiap rintangan dan tantangan yang terdapat pada video game level up serta anak dapat mematuhi setiap aturan yang diberikan dan mengikuti permainan hingga selesai yakni dari level 1-4. Sementara itu, pada kegiatan bermain melipat kertas dapat menstimulasi sersikap koperatif dan menunjukkan rasa empati melalui aktivitas bermain secara kelompok yang terdiri dari 2 anak dan masingmasing mencari 5 gambar peralatan dokter yang teracak di dalam keranjang. Setiap anak saling bekerjasama dan saling membantu menyelesaikan permainan. Pada kegiatan bermain melipat kertas dapat menstimulasi sikap bertanggung jawab dan saling menghargai melalui kegiatan mengikuti setiap arahan guru dalam membuat tas dokter hingga selesai dengan antusias dan sabar menunggu temannya yang lain untuk melipat kertas pada tahap selanjutnya. Selain itu juga anak dapat menghargai hasil karya masingmasing dan dengan bangga anak ingin membawa pulang kerumah tas dokter buatannya. Selanjutnya, aktivitas bermain peran dapat menstimulasi sikap koperatif, bertanggung jawab, sikap saling menghargai dan sikap empati anak melalui kegiatan bermain di halaman mempraktekan pekerjaan seorang petani dengan menggunakan alat peraga seperti cangkul, sabit, garuk tanah yang dilakukan secara bergantian yang terbagi menjadi 2 Anak saling menghargai untuk menunggu gilirannya, dan memilih sendiri alat peraga yang di praktekkan dan melakukkannya hingga selesai dengan aturan-aturan yang disampaikan guru. Selain itu guru juga menekankan rasa empati anak agar menghargai pekerjaan petani dengan menghargai setiap makanan. BOCAH: Borneo Early Childhood Education and Humanity Journal. Volume 1 Nomor 1, 2021 Amalia Nur Aini. Marniati Kadir. Masliyana Kesimpulan Berdasarkan hasil penelitian tentang penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak kelompok B, maka peneliti menarik kesimpulan bahwa dalam penerapan metode bermain yang sering diterapkan guru yakni permainan sensori motor, bermain collecting gambar, bermain melipat kertas dan bermain sosial. Langkah-langkah pelaksanaan penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak dalam pembelajaran yang pertama guru melakukan persiapan peralatan dan bahan serta pengkondisian anak agar penerapan metode bermain dalam menstimulasi kemampuan sosial anak berjalan sesuai dengan harapan, yang kedua pelaksanaan guru memberikan arahan dan bimbingan selama kegiatan bermain, dan yang ketiga guru menghubungkan pengalaman bermain anak dengan kehidupan sehari-hari agar empat indikator kemampuan sosial anak dapat tertanam di dalam diri anak. Penyediaan sarana dan prasarana yang memadai menjadi faktor pendukung guru dalam menerapkan metode bermain agar terstimulus dengan optimal. Namun ada juga penghambat yang dialami guru, karena sikap anak yang suka bercanda dan mengakibatkan keributan. Sehingga mengakibatkan ketidak tertiban anak dalam melaksanakan kegiatan bermain. Referensi