Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 Pages 228-235 ISSN: 2830-5868 (Onlin. ISSN: 2614-7831 (Printe. Journal Homepage: http://ejournal. stit-alkifayahriau. id/index. php/arraihanah Pengaruh Permainan Tradisional Ular Naga Terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Nabila Mahdia1. Rusmayadi2. Rika Kurnia3. Faradillah Rusliana4 Info Artikel Abstract Keywords: Traditional Games. Snake Dragon. Social Emotional Development. Early Childhood. Social-emotional development in early childhood is a crucial foundation for shaping children's character and interpersonal skills in the future. However, learning activities that lack collaborative social interaction often hinder this This study aims to examine the effect of the traditional game Ular Naga (Dragon Snak. on the social-emotional development of children aged 5Ae6 years at TK Insan Masagena. The research employed a quantitative approach with a quasi-experimental design using a pretestposttest control group model. The sample consisted of 16 children selected through purposive sampling, with 8 children in the experimental group and 8 in the control group. Data were collected through observation, testing, and documentation. Data analysis was conducted using descriptive statistics and the non-parametric Wilcoxon Signed Rank Test. The results showed an Asymp. Sig . -taile. value of 0. 012 < 0. 05, indicating a significant difference before and after treatment in the experimental group. Thus, the Ular Naga game has a positive and significant impact on children's social-emotional development. These findings imply that incorporating traditional games into early childhood education can be an effective strategy for enhancing childrenAos social and emotional skills in an engaging and natural way. The main contribution of this study lies in strengthening the literature on integrating local cultural elements into holistic and contextual learning approaches in early childhood education, while also promoting the revitalization of traditional games as developmental tools. Kata kunci: Permainan Tradisional. Ular Naga. Perkembangan Sosial Emosional. Anak Usia Dini. Abstrak Perkembangan sosial emosional anak usia dini merupakan fondasi penting dalam pembentukan karakter dan keterampilan interpersonal anak di masa Namun, pembelajaran yang kurang melibatkan aktivitas sosial kolaboratif sering kali menghambat perkembangan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh permainan tradisional ular naga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5Ae6 tahun di TK Insan Masagena. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia Email: nabilahmahdiyyah@gmail. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia Email: rusmayadi@unm. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia Email: rikakurnia@unm. Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini. Universitas Negeri Makassar. Makassar. Indonesia Email: faradillahrusliana@unm. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 quasi experimental tipe pretest-posttest control group design. Sampel terdiri atas 16 anak yang dipilih melalui teknik purposive sampling, dengan pembagian 8 anak sebagai kelompok eksperimen dan 8 anak sebagai kelompok kontrol. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, tes, dan Analisis data menggunakan statistik deskriptif dan uji nonparametrik Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil menunjukkan nilai Asymp. Sig . -taile. = 0,012 < 0,05, yang mengindikasikan adanya perbedaan signifikan sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen. Dengan demikian, permainan ular naga terbukti berpengaruh positif dan signifikan terhadap perkembangan sosial emosional anak. Temuan ini menyiratkan bahwa penerapan permainan tradisional di lingkungan pendidikan anak usia dini dapat menjadi strategi efektif dalam mengoptimalkan aspek sosial dan emosional anak secara alami dan Kontribusi utama dari penelitian ini adalah memperkuat literatur mengenai integrasi budaya lokal ke dalam pendekatan pembelajaran yang holistik dan kontekstual di PAUD, serta mendorong revitalisasi permainan tradisional sebagai media stimulasi perkembangan Artikel Histori: Disubmit: Direvisi: Diterima: Dipublish: 24 Juni 2025 29 Juli 2025 08 Agustus 2025 11 Agustus 2025 Cara Mensitasi Artikel: Mahdia. Rusmayadi. Kurnia. , & Rusliana. Pengaruh Permainan Tradisional Ular Naga terhadap Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini . Jurnal Ar-Raihanah, 5 . , 228-235, https://doi. org/10. 53398/arraihanah. Korenpondensi Penulis: Nabila Mahdia, nabilahmahdiyyah@gmail. DOI : https://doi. org/10. 53398/arraihanah. PENDAHULUAN Anak usia dini merupakan fase perkembangan yang sangat krusial dalam kehidupan seseorang. Masa ini sering disebut sebagai zaman keemasanatau masa keemasan. Oleh karena itu, memberikan perhatian secara optimal terhadap anak pada usia dini merupakan suatu keharusan. Bentuk perhatian tersebut dapat diwujudkan melalui pemberian pendidikan yang tepat, baik secara langsung oleh orang tua maupun melalui lembaga pendidikan anak usia dini. Pendidikan anak usia dini merupakan suatu proses pembelajaran yang dirancang secara sistematis untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal. Pendidikan ini fokus pada pengembangan seluruh aspek perkembangan anak, yang meliputi perkembangan fisik, kognitif, sosial, emosional, dan moral (Rusmayadi, 2. Perkembangan sosial pada anak usia dini merupakan proses penting dalam pembentukan kemampuan anak untuk menyesuaikan diri dengan norma, nilai, tradisi, serta moral yang berlaku di lingkungan sekitarnya. Proses ini terjadi melalui interaksi sosial yang dilakukan anak dalam kehidupan sehari-hari. Perkembangan sosial yang baik akan mendukung anak dalam menjalin hubungan sosial secara terarah dan terkelola, yang pada akhirnya memberikan dampak positif terhadap berbagai aktivitas kesehariannya (Rusmayadi & Herman, 2. Kemampuan ini menjadi dasar dalam membentuk perilaku sosial yang sesuai dengan harapan masyarakat. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak diantaranya ialah faktor intrinsik dan faktor ekstrinsik. Faktor intrinsik meliputi temperamen, kematangan biologis, emosi, kecerdasan emosional, dan sifat bawaan dari orang tua. Faktor ekstrinsik meliputi keluarga . ola asuh dan perhatian orang tu. pengasuhan cerdas yang diberikan orang tua Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 maupun orang dewasa sangat penting dalam memenuhi setiap kebutuhan anak, dapat memberikan perlindungan, dan membimbing anak dalam kehidupan sehari-hari agar dapat mencapai perkembangan yang optimal (Kurnia, dkk. , 2. , teman sebaya yang melatih sosialisasi, bermain bersama dengan teman sebaya dapat melatih dan mengembangkan kemampuan sosialisasi anak (Fitriya & Indriani, 2. , penggunaan gadget yang perlu diawasi (Kurnia dkk. , 2. , kondisi sosial ekonomi keluarga Lingkungan sekolah hubungan anak dengan pendidik PAUD, kurikulum sekolah dan teman sebayanya, masyarakat, pengalaman sosial berpengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak (Jimatul Rizki, 2. , serta lingkungan pendidikan yang mendukung interaksi dan pembelajaran anak Pengembangan perangkat pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak pada era saat ini merupakan aspek penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan anak usia dini. (Hajerah dkk. Semua faktor ini saling berperan dalam membentuk perkembangan sosial emosional anak. Salah satu pendekatan yang dapat digunakan adalah pemanfaatan permainan tradisional sebagai media pembelajaran yang kontekstual dan menyenangkan. Permainan tradisional, seperti permainan ular naga, memiliki peran penting dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak. Melalui permainan ini, anak dapat belajar bekerja sama, mengembangkan kemampuan kepemimpinan, serta melatih pengendalian emosi dalam suasana yang positif dan interaktif. Namun demikian, saat ini permainan tradisional semakin tergeser oleh dominasi permainan digital yang cenderung bersifat Anak-anak lebih sering bermain sendiri dan mengalami penurunan dalam interaksi sosial dengan teman sebaya maupun lingkungan sekitar (Azizah, 2. Kondisi ini tentu mempengaruhi proses perkembangan sosial emosional anak secara keseluruhan. Permainan tradisional, seperti ular naga, merupakan salah satu media pembelajaran yang terbukti efektif dalam mendukung perkembangan sosial emosional anak usia dini. Permainan ini melatih berbagai keterampilan penting, antara lain kemampuan bekerja sama, kepemimpinan, serta pengendalian emosi, yang dilakukan dalam suasana bermain yang menyenangkan dan penuh interaksi (Aulia & Sudaryanti, 2. Hasil penelitian sebelumnya juga menunjukkan bahwa permainan ular naga dapat meningkatkan perilaku prososial serta mendukung perkembangan sosial emosional anak secara signifikan (Pebriani & Hesni, 2. Perkembangan sosial emosional pada anak usia dini merupakan aspek fundamental yang perlu mendapat perhatian serius, karena sangat berpengaruh terhadap pembentukan kepribadian dan keberhasilan anak di masa yang akan datang. Dalam konteks ini, permainan ular naga menjadi sarana yang tepat untuk menstimulasi perkembangan sosial emosional sesuai dengan tahap perkembangan Melalui permainan ini, anak belajar berinteraksi dengan teman sebaya, memahami dan mematuhi aturan, mengelola emosi, serta mengembangkan kesadaran diri. Mengacu pada karakteristik dunia anak yang identik dengan aktivitas bermain, permainan tradisional seperti ular naga merupakan pilihan yang relevan dan efektif untuk diterapkan dalam lingkungan pendidikan anak usia dini. Dengan demikian, pemanfaatan permainan tradisional tidak hanya berfungsi sebagai pelestarian budaya, tetapi juga sebagai strategi pendidikan yang mendukung perkembangan sosial emosional anak secara Kebaruan dari penelitian ini terletak pada penggunaan desain quasi eksperimental yang berfokus pada permainan tradisional ular naga sebagai intervensi langsung untuk mengukur dampak nyata terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di lingkungan PAUD, yang belum banyak dikaji secara empiris. Penelitian ini memberikan dasar empiris bagi pendidik dan praktisi PAUD untuk mengintegrasikan permainan tradisional sebagai strategi pembelajaran efektif dalam meningkatkan kemampuan sosial emosional anak. Serta memperkaya perkembangan sosial emosional anak dengan menekankan pentingnya permainan tradisional sebagai media edukasi yang sekaligus sarana pelestarian budaya lokal. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Berdasarkan penejelasan diatas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sebagai berikut: Bagaimana gambaran penerapan permainan ular naga pada anak usia 5-6 tahun di TK Insan Masagena? Bagaimana gambaran perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Insan Masagena sebelum dan sesudah diterapkan permainan ular naga? Apakah terdapat pengaruh yang signifikan dari permainan tradisional ular naga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5-6 tahun di TK Insan Masagena? METODE Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen, serta menerapkan desain kuasi eksperimen . uasi-experimental desig. tipe nonequivalent control group Penelitian kuantitatif merupakan metode yang berlandaskan pada paradigma positivistik dan digunakan untuk mengkaji suatu fenomena pada populasi atau sampel tertentu secara objektif dan Menurut (Sugiyono, 2. populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek dengan karakteristik tertentu yang telah ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Adapun populasi dalam penelitian ini adalah seluruh anak usia 5Ae6 tahun yang berjumlah 17 orang di TK Insan Masagena. Penentuan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, yaitu teknik pengambilan sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan tujuan penelitian. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini berjumlah 16 anak. Indikator pada penelitian ini adalah kemampuan bermain dengan teman sebaya, kemampuan menaati aturan main, kemampuan mengendalikan emosi, dan kemampuan bersikap mengatur diri sendiri. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini meliputi observasi, tes, dan dokumentasi. Observasi dilakukan dengan menggunakan instrumen yang telah diuji validitas dan reliabilitasnya untuk menjamin keabsahan data (Sugiyono, 2. Tes digunakan sebagai alat untuk mengumpulkan data mengenai pengetahuan dan keterampilan anak, serta sebagai media untuk membandingkan kondisi sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen (Abdullah dkk. , 2. Penelitian ini dilaksanakan dengan 1 kali pretest dan 6 kali treatment serta 1 kali posttest. Dokumentasi digunakan untuk melengkapi data yang diperoleh selama proses penelitian. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis statistik. Penelitian ini menggabungkan analisis statistik deskriptif untuk menggambarkan data secara umum, serta analisis statistik non-parametrik untuk menguji signifikansi pengaruh permainan tradisional ular naga terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh melalui hasil penilaian terhadap perkembangan sosial emosional anak, yang diukur melalui dua tahap, yaitu sebelum dan sesudah pemberian perlakuan. Tahap pertama adalah tes awal . , yang dilakukan sebelum anak diberikan perlakuan berupa permainan tradisional ular naga. Tahap kedua adalah tes akhir ( posttes. , yang dilakukan setelah perlakuan tersebut diberikan. Perbandingan antara hasil pretest dan posttest pada kelompok eksperimen digunakan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh permainan tradisional ular naga terhadap perkembangan sosial emosional anak. Adapun pengkategorian nilai perkembangan sosial emosional anak meliputi, kategori Kurang. Cukup Baik. Baik, dan Sangat Baik. Rata-rata perkembangan sosial emosional anak pada kelompok eksperimen sebelum dan setelah diberi perlakuan Permainan Tradisional Ular Naga dapat dilihat pada tabel berikut ini: Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Table 1. Data Analisis Pre-Test dan Post-Test Perkembangan Sosial Emosional Anak pada Kelompok Eksperimen Std. Minimum Maximum Mean Deviation Pre Test 2,62 Post Test 3,78 Valid N . Berdasarkan data pada tabel di atas diperoleh bahwa rata-rata skor perkembangan sosial emosional anak pada kelompok eksperimen sebelum diberikan perlakuan ( pretes. adalah sebesar 14,5. Setelah diberikan perlakuan berupa permainan tradisional ular naga ( posttes. , skor rata-rata meningkat menjadi 25,5. Dengan demikian, terjadi peningkatan rata-rata sebesar 11 poin pada kelompok eksperimen. Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa kegiatan bermain menggunakan permainan tradisional ular naga memberikan pengaruh yang positif terhadap perkembangan sosial emosional anak usia dini. Selanjutnya, rata-rata skor perkembangan sosial emosional pada kelompok kontrol, baik sebelum maupun sesudahnya diberikan perlakuan berupa kegiatan lain, dapat dilihat pada tabel berikut: Table 2. Data Analisis Pre-Test dan Post-Test Perkembangan Sosial Emosional Anak pada Kelompok Kontrol Std. Minimum Maximum Mean Deviation Pre Test 12,625 2,20 Post Test 15,25 2,87 Valid N . Berdasarkan tabel diatas diperoleh nilai rata-rata kelompok kontrol sebelum diberi perlakuan yaitu sebesar 12,6 sedangkan setelah diberi perlakuan nilai rata-ratanya menjadi 15,2. Dengan demikian telah terjadi peningkatan rata-rata pada pada kelompok kontrol yaitu sebesar 2,6. Adapun Hasil uji Wilcoxon terhadap perkembangan sosial emosional anak pada kelompok eksperimen menunjukkan nilai sebesar -2,524 dengan nilai sig . -taile. sebesar 0,012. Karena nilai signifikansi tersebut lebih kecil dari 0,05 . ,012 < 0,. , maka dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara skor perkembangan sosial emosional anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa permainan tradisional ular naga. Sementara itu, hasil uji Wilcoxon pada kelompok kontrol menunjukkan sebesar -2,375 dengan nilai sig . -taile. sebesar 0,018. Nilai ini juga lebih kecil dari 0,05 . ,018 < 0,. , sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam perkembangan sosial emosional anak sebelum dan sesudah diberikan perlakuan berupa kegiatan lain. Berdasarkan hasil uji Wilcoxon pada kedua kelompok tersebut, dapat disimpulkan bahwa perlakuan yang diberikan, baik pada kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol, memberikan pengaruh terhadap perkembangan sosial emosional anak. Namun demikian, perlakuan berupa permainan tradisional ular naga pada kelompok eksperimen terbukti memberikan dampak yang lebih positif dan efektif dalam meningkatkan perkembangan sosial emosional anak usia 5Ae6 tahun. Berdasarkan hasil uji statistik menggunakan Wilcoxon Signed Rank Test, diperoleh nilai Asymp. Sig. -taile. sebesar 0,012 < 0,05, yang menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor perkembangan sosial emosional anak sebelum dan sesudah perlakuan pada kelompok eksperimen. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Dengan kata lain, permainan tradisional ular naga memberikan pengaruh signifikan terhadap peningkatan perkembangan sosial emosional anak usia 5Ae6 tahun di TK Insan Masagena. Temuan ini mendukung pandangan Rusmayadi & Herman . bahwa perkembangan sosial anak terjadi melalui interaksi sosial dalam kehidupan sehari-hari. Permainan ular naga secara langsung menciptakan ruang interaksi sosial yang intens antar anak. Selama permainan, anak-anak belajar bekerja sama, mengikuti aturan, berperan secara bergantian, serta menyelesaikan konflik kecil yang muncul secara mandiri. Proses ini membentuk kemampuan menyesuaikan diri dengan norma sosial, seperti menunggu giliran, mematuhi aturan kelompok, dan menghormati peran orang lain, sebagaimana dijelaskan dalam teori perkembangan sosial tersebut. Selain itu, hasil penelitian ini juga dapat dikaitkan dengan faktor ekstrinsik yang mempengaruhi perkembangan sosial emosional anak seperti yang dikemukakan oleh Kurnia dkk. dan Jimatul Rizki . , yaitu pentingnya lingkungan pendidikan yang mendukung interaksi dan pengalaman Permainan ular naga menyediakan pengalaman belajar berbasis aktivitas sosial nyata, berbeda dengan permainan digital yang cenderung individualistik dan pasif. Anak yang terlibat dalam permainan ini memperoleh stimulus sosial yang lebih kaya, sehingga meningkatkan kemampuan mereka dalam merespon secara emosional dan sosial terhadap situasi yang muncul selama bermain. Dengan demikian, penelitian ini menunjukkan bahwa integrasi permainan tradisional dalam proses pembelajaran anak usia dini dapat menjadi strategi konkret untuk mengatasi tantangan perkembangan sosial emosional yang muncul akibat berkurangnya interaksi sosial langsung di era Permainan ular naga tidak hanya berfungsi sebagai alat permainan yang menyenangkan, tetapi juga sebagai media edukatif yang mampu mengembangkan aspek-aspek sosial emosional anak secara menyeluruh dan alami. Pembahasan Penerapan permainan ular naga pada penelitian ini dilakukan dalam enam kali pertemuan pada kelompok eksperimen. Setiap pertemuan, peneliti merancang skenario permainan dengan tingkat kesulitan yang meningkat secara bertahap. Pada tahap awal, anak-anak diperkenalkan pada aturan dasar permainan dan diberikan contoh langsung oleh peneliti. Selanjutnya, anak mulai diberi kesempatan untuk mengambil keputusan sendiri, seperti memilih kelompok, mengekspresikan emosi, dan bekerja sama dalam kelompok. Indikator perkembangan sosial emosional yang diamati meliputi: mampu bermain dengan teman sebaya, menaati aturan main, mampu mengendalikan emosi, dan mampu bersikap mengatur diri sendiri Sebelum diberikan perlakuan berupa permainan ular naga, hasil tes awal pada kelompok eksperimen menunjukkan bahwa dari 8 anak yang diamati, terdapat 3 anak . ,5%) dengan perkembangan sosial emosional dalam kategori kurang. Anak-anak dalam kategori ini belum mampu menunjukkan empat indikator utama, yaitu bermain dengan teman sebaya, menaati aturan main, mampu mengendalikan emosi, dan mampu bersikap mengatur diri sendiri. Selain itu, terdapat 5 anak . ,5%) yang berada pada kategori cukup. Anak-anak dalam kategori ini sudah mulai menunjukkan keempat indikator tersebut, namun masih membutuhkan bantuan dan arahan dari peneliti atau guru. Pada tahap ini, tidak ada anak yang masuk kategori baik maupun sangat baik, yang artinya belum ada anak yang mampu menunjukkan kemandirian sosial emosional secara optimal tanpa bantuan. Setelah diterapkan permainan ular naga selama beberapa kali pertemuan, terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada perkembangan sosial emosional anak. Pada tes akhir, tidak ada lagi anak yang berada pada kategori kurang. Hanya terdapat 1 anak . ,5%) yang masih berada pada kategori cukup, di mana anak tersebut masih memerlukan bantuan peneliti atau guru untuk menunjukkan keempat indikator sosial emosional. Sementara itu, sebanyak 4 anak . %) sudah masuk dalam Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 kategori baik, yang berarti mereka mampu bermain dengan teman sebaya, menaati aturan main, mengendalikan emosi, dan mengatur diri sendiri tanpa bantuan. Bahkan, terdapat 3 anak . ,5%) yang mencapai kategori sangat baik, di mana selain mampu menunjukkan keempat indikator secara mandiri, anak juga dapat membantu teman yang lain dalam proses bermain. Berdasarkan data yang diperoleh dari uji hipotesis menggunakan uji statistik deskriptif dan nonparametrik, terlihat adanya peningkatan signifikan dalam perkembangan sosial emosional anak pada kelompok eksperimen setelah diberikan perlakuan menggunakan permainan tradisional Ular Naga. Nilai rata-rata perkembangan sosial emosional anak meningkat dari 14,5 pada Pretest menjadi 25,5 pada Posttest, dengan peningkatan sebesar 11 poin. Nilai Asymp. Sig . -taile. sebesar 0,012 menunjukkan bahwa peningkatan tersebut signifikan secara statistik. KESIMPULAN Penerapan permainan tradisional ular naga memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak usia 5Ae6 tahun di TK Insan Masagena. Anak-anak menunjukkan peningkatan dalam hal kepercayaan diri, kemampuan bekerja sama, ketaatan pada aturan, serta keterampilan dalam mengelola emosi dan mengatur diri sendiri. Beberapa anak juga mulai menunjukkan perilaku prososial, seperti empati dan kesediaan membantu teman. Interaksi langsung dalam konteks permainan kelompok memberikan pengalaman nyata yang memungkinkan anak belajar menghadapi konflik kecil, membangun hubungan sosial, serta merespons emosi orang lain secara lebih adaptif. Hal ini berkontribusi signifikan terhadap aspek emosional anak, termasuk kemampuan mengenali, mengekspresikan, dan mengendalikan perasaan, serta meningkatkan rasa percaya diri. Temuan ini menguatkan teori perkembangan sosial emosional yang menyatakan bahwa aktivitas bermain yang melibatkan kolaborasi dan interaksi sosial intensif merupakan media efektif dalam mendukung perkembangan anak usia prasekolah. Implikasi praktis dari penelitian ini menunjukkan bahwa permainan tradisional, khususnya ular naga, dapat diintegrasikan secara strategis ke dalam kurikulum pendidikan anak usia dini sebagai sarana untuk menstimulasi aspek sosial emosional anak secara kontekstual dan menyenangkan. Pendidik PAUD dapat memanfaatkan permainan ini sebagai pendekatan pembelajaran aktif yang tidak hanya memperkaya pengalaman bermain anak, tetapi juga memperkuat keterampilan sosial dan emosional yang menjadi dasar bagi kesiapan belajar selanjutnya. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, di antaranya jumlah sampel yang relatif kecil dan terbatas pada satu lembaga pendidikan, sehingga hasilnya belum dapat digeneralisasikan secara Selain itu, pengukuran perkembangan sosial emosional masih mengandalkan instrumen observasi yang bersifat subjektif, meskipun telah menggunakan pedoman yang sistematis. Sebagai arah penelitian lanjutan, disarankan untuk melakukan studi dengan cakupan sampel yang lebih besar dan melibatkan beberapa lembaga pendidikan di lokasi yang berbeda guna meningkatkan validitas Penelitian selanjutnya juga dapat mengeksplorasi perbandingan antara berbagai jenis permainan tradisional atau antara permainan tradisional dengan permainan digital interaktif, guna melihat efektivitas relatif dalam menstimulasi aspek perkembangan sosial emosional anak secara lebih Penggunaan metode campuran . ixed method. juga disarankan untuk menggali data kualitatif yang lebih mendalam terkait dinamika emosional dan sosial selama proses bermain DAFTAR KEPUSTAKAAN Abdullah. Jannah. Aiman. Hasda. Fadilla. Taqwin. Ardiawan. , & Sari. Metodologi penelitian kuantitatif. Yayasan Penerbit Muhammad Zaini, 3. Jurnal Ar-Raihanah: Pendidikan Islam Anak Usia Dini Volume 5 Nomor 2 Desember 2025 E-ISSN: 2830-5868 P-ISSN: 2614-7831 Aulia. , & Sudaryanti. Peran Permainan Tradisional dalam Meningkatkan Sosial Emosional Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , 7. https://doi. org/10. 31004/obsesi. Azizah. Peningkatan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Pada Anak Usia Dini. Jurnal Lentera Anak, 3. Fitriya. , & Indriani. Konsep perkembangan sosial emosional anak usia dini di RA Tarbiyatussibyan Ploso Karangtengah Demak. Jurnal Raudhah, 10. Hajerah. Kurnia. , & Islami. Forum Group Discussions (FGD) Development Of The Latest Curriculum Learning Tools. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Patikala, 4. , 1223Ae Jimatul Rizki. Teori Perkembangan Sosial dan Kepribadian dari Erikson (Konsep. Tahap Perkembangan. Kritik & Revisi, dan Penerapa. Epistemic: Jurnal Ilmiah Pendidikan , 1. , 153Ae Kurnia. Lismayani. , & Ilyas. Peran Orang Tua dalam Membentuk Karakter Anak Di Era Digital. Jurnal Hasil-Hasil Pengabdian Dan Pemberdayaan Masyarakat, 3. , 36Ae40. Kurnia. Lismayani. Musi. Amriani. , & Rizkintha. Workshop Parenting Membentuk Karakter Anak Bangsa. Ininnawa: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 2. , 6Ae10. Pebriani. , & Hesni. Meningkatkan Kemampuan Perilaku Prososial Melalui Permainan Ular Naga Pada Anak Usia Dini 5-6 Tahun. Jurnal Multidisiplin Dehasen (MUDE), 2. , 155Ae158. Rusmayadi. Pengaruh Kecerdasan Interpersonal. Keterampilan Sosial terhadap Kemandirian Anak Usia Dini. Early Childhood Education Journal of Indonesia, 2. , 23Ae30. Rusmayadi. , & Herman. The Effect of Social Skill on ChildrenAos Independence. Journal of Educational Science and Technology (EST), 5. , 159Ae165. Sugiyono. Metode Penelitian Kuantitatif. Kualitatif, dan R&D. Kualitatif Dan R&D.