Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 PERANAN PIMPINAN PONDOK PESANTREN AR – RAUDHAH DALAM MENGHADAPI TANTANGAN PROFESI GURU PADA ERA DIGITAL 4.0 Lety Febriana1, Imam Ahmad Amin2, Muhammad Dicky Khoirullah3 Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu, Bengkulu, Indonesia 1 letyfebriana@umb.ac.id, 2imamahmad@umb.ac.id, 3dickykhoirullah@gmail.com ABSTRACT This research aims to describe the challenges faced by Islamic Religious Education teachers in dealing with the changes in the era of global technological globalization 4.0 at Ar-Raudhah Islamic Boarding School. The research method used is descriptive qualitative and refers to a case study. Data collection is carried out through observation, interviews, and documentation. For data validity, techniques and source triangulation are used. The results of the research show that the challenges faced by Islamic Religious Education teachers in the era of global technological globalization 4.0 at Ar-Raudhah Islamic Boarding School include several challenges. One of them is that teachers are required to be digitally literate, where they must improve their understanding and knowledge of technology in order to implement this knowledge in the teaching process. Another challenge faced by Islamic Religious Education teachers is the need to innovate their teaching methods in accordance with the existing developments. In addition to challenges from teachers, other challenges come from students, where the erosion of students' morals is due to the changes in global technological globalization, and there is also a decline in students' social actions towards their environment, not only among students but also the emergence of indifference to their responsibilities as learner Keywords : Islamic Boarding School, Teaching Profession, Digital Era 4.0 ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tantangan guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi perubahan era globalisasi industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dan mengacu pada studi kasus. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi, wawancara dan dokumentasi. Untuk keabsahan data menggunakan ketekunan pengamatan, Trianggulasi teknik dan sumber. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa tantangan yang dihapi guru PAI dalam perubahan era globalisasi industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantrern Ar-Raudhah, terdapat beberapa tantangan yaitu salah satunya guru harus dituntut untuk melek digital dimana guru harus meningkatkan pemahaman dan pengetahuannya dalam teknologi agar bisa mengimplementasikan pengetahuan tersebut dalam proses mengajar, tantangan yang lain yang dihadapi guru PAI ialah guru harus mampu berinovasi dalam metode mengajarnya sesuai dengan perkembangan yang ada. Selain dari guru tantang lainnya datang dari murid, dimana terkikisnya moral siswa akibat adanya perubahan globalisasi teknologi tersebut, dan terkikis pula aksi sosial murid terhadap lingkungannya, tidak hanya pada antar murid namun juga muncul sikap cuek pada tanggung jawabnya sebagai pelajar. Kata Kunci : Pondok Pesantren, Profesi guru, Era Digital 4.0. 98 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 I. PENDAHULUAN Profesi keguruan merupakan profesi yang terus berkembang. Pemikiran tentang profesi keguruan kerap kali diperbincangkan. Bagi seorang guru, pengetahuan tentang profesi keguruan harus benar-benar dimiliki untuk dapat meningkatkan profesionalitas dalam melaksanakan tugas. Perkembangan profesi keguruan harus melihat perkembangan era yang terus berkembang di tengah kehidupan manusia. Era demi era telah dilalui oleh manusia secara sadar mapun tidak. Karena perkembangan era dalam kehidupan manusia terlihat dan dapat dirasakan oleh sebagian manusia yang terbuka diri untuk selalu mempelajari atau update mengenai perkembangan teknologi informasi yang dapat mempermudah kerja manusia itu sendiri. Pada era globalisasi, pondok pesantren dihadapkan pada beberapa perubahan sosial budaya yang tidak terelakkan, pondok pesantren tidak dapat melepaskan diri dari perubahanperubahan. Kemajuan teknologi informasi dapat menembus benteng budaya pondok pesantren. Dinamika sosial ekonomi telah mengharuskan pondok pesantren untuk tampil dalam persaingan dunia pasar bebas (free market), belum lagi sejumlah perkembangan lain yang terbungkus dalam dinamika masyarakat yang juga berujung pada pertanyaan tentang resistensi (ketahanan), responsibilitas (tanggung jawab), kapabilitas (kemampuan), dan kecanggihan pondok pesantren dalam tuntutan perubahan besar. Usaha mencari alternative jawaban itu relatif akan ditemukan bila. diketahui dan dipahami secara persis antropologi internal dan eksternal pondok pesantren. Upaya ini meniscayakan penelanjangan yang jujur dan rela melepaskan diri dari segala asumsi negatif dan sikap apriori terhadap pondok pesantren. Pesantren merupakan suatu sistem pendidikan unik sekaligus khas yang ada di Indonesia dimana mayoritas penduduknya beragama Islam. Dikatakan khas karena pendidikan model pesantren hanya berkembang pesat di Indonesia dan pendidikan seperti ini tidaklah mudah didapatkan di Negara lain. Sedangkan yang dimaksud unik, karena pesantren memiliki karakteristik khusus yang tidak dimiliki secara lengkap oleh sekolah-sekolah umum, seperti kyai, santri, pondok, kitab kuning, dan masjid. Pesantren ini juga pendidikan Islam asli produk Indonesia, di samping memiliki keunikan dan kekhasan. Perkembangan era saat ini menjadi tantangan tersendiri bagi dunia pendidikan saat ini, termasuk pendidikan islam. Para guru mau tidak mau mempersiapkan diri untuk menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Kompleksitas tantangan tersebut harus di barengi dengan kemampuan yang memadai yang dimiliki oleh guru maupun seluruh komponen masyarakat. Oleh karena itu masyarakat harus berpendidikan karena pendidikan merupakan bagian yang 99 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 tidak terpisahkan dengan hidup dan kehidupan manusia. Hal ini sejalan dengan pendapat John Dewey yang menyatakan bahwa pendidikan merupakan salah satu kebutuhan hidup. Salah satu fungsi sosial, sebagai bimbingan dan sebagai pertumbuhan yang mempersiapkan dan membukakan serta membentuk disiplin hidup. Fungsi pendidikan ini dapat dicapai melalui transmisi, baik dalam bentuk (pendidikan) formal maupun non formal. Rumusan masalah penelitian ini bagaimana peranan, kesiapan dan faktor pendukung serta penghambat pimpinan pondok pesantren Ar - Raudhah dalam menghadapi tantangan profesi guru pada era digital 4.0. II. LANDASAN TEORI A. Pondok Pesantren Kata pondok berasal dari funduq (bahasa arab) yang artinya ruang tidur, asrama atau wisma sederhana, karena pondok memang sebagai tempat penampung sederhana dari para pelajar/santri yang jauh dari tempat asalnya. Pesantren merupakan bagian dari pendidikan nasional yang memiliki kekhasan, keaslian (indegeneous) Indonesia. Dengan kemandirian yang dimiliki, pesantren akan menjadi lembaga pendidikan yang otonom, baik dari sistem pembelajaran maupun pendanaan. Jadi, pondok pesantren dapat diartikan yaitu tempat tinggal sekaligus tempat para santri menimba ilmu khususnya ilmu agama. Pesantren merupakan sistem pendidikan tertua saat ini dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang indigenous. Pendidikan ini muncul sejak abad ke 13. Beberapa abad kemudian penyelenggaraan pendidikan ini semakin teratur dengan munculnya tempat-tempat pengajian.Bentuk ini kemudian berkembang dengan pendirian tempat-tempat menginap bagi para pelajar (santri), yang kemudian disebut pesantren. a. Tujuan Pondok Pesantren Adapun tujuan dibentuknya pondok pesantren adalah: 1. Mencetak ulama yang menguasai ilmu-ilmu agama 2. Mendidik muslim yang dapat melaksanakan syariat agama 3. Mendidik agar objek memiliki keterampilan dasar yang relevan dengan terbentuknya masyarakat beragama b. Fungsi Pondok Pesantren Pondok pesantren memiliki bebagai fungsi yang unik misalkan di jaman penjajahan sampai sekarang tetap eksis meskipun dengan bentuk yang sangat sederhana. Oleh karena itu perkembangan masyarakat sekitarnya tentang pemahaman keagamaan (Islam) lebih jauh 100 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 mengarah pada nilai-nilai normatif, edukatif, progresif. Nilai-nilai normatif pada dasarnya meliputi kemampuan masyarakat dalam mengerti dan mendalami ajaran-ajaran Islam dalam arti ibadah sehingga masyarakat menyadari akan pelaksanaan ajaran agama yang selama ini dipupuk. B. Pengertian Santri Istilah pesantren merupakan penggalan kata yang berasal dari istilah santri dengan menggunakan awalan pe- dan akhiran an yang artinya tempat tinggal santri, menurut penuturan Zamakhasyari Dhofier, dengan penuturan itu, John E. menyebut istilah “santri” berasal dari bahasa Tamil, yang berarti guru ngaji. Istilah santri itu berasal dari kata “cantrik” diartikan seseorang yang selalu mennyertai guru kemana guru pergi dan menetap. Istilah Santri dalam kamus bahasa Indonesia adalah seseorang yang berusaha mendalami agama islam dengan sungguh-sungguh atau serius. Di sisi lain, menurut Nurkolish Majid, etimologi kata “Santri” dapat dilihat dari dua perspektif. Pendapat pertama menyatakan bahwa “santri” berasal dari “sastri”, kata yang berasal dari bahasa Sansekerta, yang berarti “melek huruf”'. Menurut Nurcholish Madjid, komentar tersebut tampaknya didasarkan pada kelas literasi Jawa di mana para santri berusaha mendalami agama melalui buku-buku yang tertulis dalam berbahasa Arab gundul seperti kitabkitab kuning. Selain itu, Zamakhsyari Dhofier menegaskan bahwa dalam bahasa India istilah santri mengandung arti seseorang yang mengetahui kitab suci Hindu, atau sarjana kitab suci Hindu. Yang secara umum dapat diartikan sebagai kitab suci, kitab agama, atau kitab ilmu pengetahuan. C. Era digital 4.0 Di Abad ke-21 ini, bangsa-bangsa di dunia sedang berlomba-lomba mengembangkan berbagai teknologi strategis. Dampak pengembangan teknologi ini menyebabkan kompetisi perekonomian di satu sisi menjadi semakin tajam dan di sisi lain semakin meluas. Keadaan tersebut sebagai akibat dari cepatnya perkembangan teknologi informasi dan transportasi yang menyebabkan makin mudahnya bagi negara-negara untuk mengakses informasi bisnis, industri dan teknologi. Perkembangan teknologi yang semakin canggih dan arus modal yang semakin cepat berputar dan meluas memungkinkan banyak orang memiliki, membeli dan menggunakannya, walaupun masih belum mampu menguasai atau mengembangkan sendiri teknologi tersebut. 101 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Kesempatan memanfaatkan dan menguasai teknologi dan bisnis juga bisa diraih oleh negara-negara berkembang termasuk Indonesia. Sejak dasawarsa 1980-an, kemajuan teknologi dan pertumbuhan industri yang begitu pesat di berbagai bidang telah berdampak dan secara dramatis mengubah pengertian konseptual kita tentang jarak, waktu, budaya, gaya hidup dan perilaku. D. Pengertian Tentang Profesi Guru 1. Propesi Guru Suatu pekerjaan dapat menjadi profesi guru harus memiliki kriteria atau persyaratan tertentu yang melekat dalam pribadinya sebagai tuntutan melaksanakan profesi tersebut. 2. Definisi Profesionalisme Guru Istilah profesionalisme guru terdiri dari dua suku kata yang masing-masing mempunyai pengertian tersendiri, yaitu kata Profesionalisme dan Guru. Istilah profesionalisme berasal dari profession. III. METODE PENELITIAN Penelitian ini merupakan suatu pendekatan kualitatif deskriptif yang menggambarkan keadaan yang sebenarnya dari kenyataan objek yang diteliti yaitu berupa hasil dari pengamatan dan wawancara terhadap orang lain yang bersangkutan terkait dengan situasi dan kondisi fakta yang ada dilapangan. Metode kualitatif mengacu pada strategi penelitian, seperti observasi penelitian, wawancara mendalam, partisipasi total kedalam aktivitas yang diselidiki, kerja lapangan dan sebagainya, yang memungkinkan peneliti memperoleh informasi dari tangan pertama mengenai masalah sosial empiris yang hendak dipecahkan dalam penelitian ini. Metodologi kualitatif memungkinkan peneliti mendekati data sehingga mampu menggabungkan anatar komponen-komponen keterangan yang analitis, konseptual dan kategori dari data itu sendiri Penelitian ini dilakukan di Unnamed Road, Lubuk Kebur, Kec. Seluma, Kab. Seluma, Bengkulu. Waktu penelitian ini di bulan Januari 2023. Untuk mengumpulkan data peneliti menggunakan teknik observasi dan wawancara. Pada teknik observasi peneliti melakukan atau menelusuri terlebih dahulu tempat penelitian. Dan selanjutnya adapun teknik wawancara yaitu peneliti melakukan wawancara kepada Staff Guru Pondok Pesantren Ar – Raudhah. IV. HASIL PENELITIAN Berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti. Terlihat bahwa di Pondok Pesantren Ar-Raudhah guru Pendidikan Agama Islam mendapatkan 102 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 tantangan dalam melakukan proses pembelajaran karena disebabkan oleh perubahan globalisasi industri teknologi 4.0. di Pondok Pesantren Ar-Raudhah juga mengalami perubahan akibat revolusi globalisasi. Globalisasi adalah suatu proses yang menjadikan sesuatu (benda atau perilaku) sebagai ciri dari setiap individu di dunia ini tanpa dibatasi oleh wilayah. Globalisasi Saat ini kita diambang revolusi teknologi yang secara fundamental akan mengubah cara kita hidup, bekerja, dan berhubungan satu sama lain. Kehadiran globalisasi tentunya membawa pengaruh bagi kehidupan termasuk di lingkungan Pondok Pesantren Ar-Raudhah. Pengaruh tersebut meliputi dua sisi yaitu pengaruh positif dan pengaruh negatip. Adapun pengaruh positif dalam dunia pendidikan berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti di Pondok Pesantren ArRaudhah ialah, pertama dengan adanya kecanggihan alat transportasi seperti sepeda motor memudahkan siswa berangkat dan pulang kesekolah, kedua dengan adanya HP memudahkan para guru untuk menghubungi siswa dan orang tua siswa juga memberikan materi saat ini, ketiga adanya peningkatan sarana dan prasarana berbasis teknologi di Pondok Pesantren ArRaudhah ini yang akan memudahkan guru dalam mengajar contohnya Lcd dan Infocus keempat perubahan globalisasi ini menuntut guru untuk tidak monoton dalam mengajar artinya guru diharuskan menginovasi cara mengajarnya mengikuti perubahan zaman, kelima perubahan globalisasi ini memberikan dampak yang positif bagi guru dalam media dan alat pembelajaran. Pengaruh negatif yang terjadi akibat perubahan globalisasi industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah berdasarkan hasil wawancara dan pengamatan yang telah dilakukan oleh peneliti adalah, dengan kecanggihan alat tranportasi membuat anak menjadi suka balapan, adanya HP membuat anak tidak bijak dalam menggunakannya sehingga membentuk akhlak anak yang buruk, sifat dan moral anak menjadi tidak baik akibat mengikuti arus perubahan yang salah. Tantangan yang dihadapi pendidikan Islam saat ini jauh lebih berat dibandingkan tantangan dihadapi pendidikan Islam dimasa lalu. Era globalisasi dengan berbagai kecenderungannya sebagai mana tersebut di atas, mengakibatkan semakin terkikisnya akhlak murid, guru Agama lah yang memiliki peran membina dan membentuk akhlak murid di sekolah seperti yang dikutip dari Susana ia menyatakan bahwa Guru agama adalah seorang guru biasa disebut ustadz, mu’allim, murabbiy, mursyid, mudarris, dan muaddib, yang artinya orang yang memberikan ilmu pengetahuan dengan tujuan mencerdaskan dan membina akhlak peserta didik agar menjadi orang yang berkepribadian baik. Dari pengertian diatas jelas bahwa Guru 103 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 Pendidikan Agama Islam berarti orang pilihan yang pekerjaannya mengajarkan ilmu agama Islam dengan memiliki pengetahuan serta perilaku yang dapat dipercaya dan diyakini kebenarannya juga menjadi suri teladan bagi peserta didiknya. Bedasarkan hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan peneliti ada beberapa tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam menghadapi perubahan globalisasi industri 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah, adapun tantangan tersebut ialah melek digital, inovasi metode, perkembangan IPTEK, krisis moral, krisis sosial. V. PENUTUP A. KESIMPULAN 1. Tantangan yang dihadapi guru PAI dalam menghadapi perubahan globalisasi industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah Berdasarkan hasil wawancara, pengamatan dan pembahasan di atas dapat peneliti simpulkan bahwa tantangan yang dihadapi guru Pendidikan Agama Islam dalam perubahan industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah, berbagai macam. Tantangan tersebut diantaranya adalah: a) Guru di tuntuntut untuk melek digital b) Guru juga harus mengikuti perkembangan ilmu pendidikan teknologi c) Guru dituntut untuk menginovasi metode mengajarnya sesuai dengan perkembangan zaman d) Adanya perubahan moral yang tidak baik pada murid 2. Upaya guru PAI dalam menghadapi perubahan globalisasi industri teknologi 4.0 di Pondok Pesantren Ar-Raudhah Adapun upaya yang dilakukan guru Pendidikan Agama Islam di Pondok Pesantren ArRaudhah untuk menghadapi tantangan tersebut adalah: a. Guru harus selalu berusaha meningkatkan kompetensi guru, baik itu kemampuan, pengetahuan, pemahaman, keahlian. Kompetensi yang di maksud di sini adalah kemampuan dan pengetahuan guru terhadapi teknologi. b. Guru juga harus selalu berusaha menginovasi metode mengajarnya agar sesuai dengan perkembangan zaman dimana anak-anak cenderung mengikuti perubahan zaman, guru juga selalu menanamakan kepada murid agar bijak dalam menggunakan teknologi. c. Guru harus selalu berusaha menanamkan kepada murid untuk bijak menggunakan digital. B. Saran 1. Mudir Pondok Pesantren Ar-Raudhah agar mencukupi fasilitas sarana dan prasarana untuk proses kegiatan belajar-mengajar dikelas dan di asrama 104 Jurnal El-Ta’dib Program Studi Pendidikan Agama Islam Universitas Muhammadiyah Bengkulu Volume. 03 Nomor. 2 Oktober 2023 E-ISSN: 2775-5533 2. Kepada guru PAI untuk lebih meningkatkan kualitas pengajarannya baik dari segi metode, media, pendekatan, serta model pembelajaran agar peserta didik dapat memperoleh prestasi yang lebih bagus dari sebelumnya. 3. Untuk para murid agar lebih giat dalam belajar, pergunakanlah kemajuan teknologi yang ada untuk hal-hal yang positiif, serta meningkatkan kembali prestasi belajarnya dan meningkatkan kembali Ibadahnya kepada Allah SWT DAFTAR PUSTAKA Abdul Kholiq Syafa‟at, Strategi Pengembangan Pondok Pesantren Dalam Era Globalisasi Di Kabupaten Banyuwangi, (Surabaya, Juni 2014), INFERENSI, Jurnal Penelitian Sosial Keagamaan, Vol. 8, No. 1, h. 246-247. Adnan Mahdi, 2013. Sejarah Dan Peran Pesantren Dalam Pendidikan Di Indonesia, Jurnal Islamic Review 2, No. 1, h.3 John Dewey, 1916. Democracy and Education: An Introduction to The Philosophy of Education, h. 3. Muhammad Nurul Huda dan Muhammad Turhan Yani, “Pelanggaran Santri terhadap Peraturan Tata Tertib Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah Kranji Lamongan”, Jurnal Kajian Moral dan Kewarganegaraan, Vol 02 Nomer 03 Tahun 2015, 740-753,(Surabaya: Fakultas Ilmu Sosial, Universitas Negeri Surabaya, 2015), hal 743 Pannen P, 2005, Perkembangan Pesantren Di Era Teknologi, (Tulungagung, 2013), Vol. XXVIII No. 2, h. 116 Sulthon Masyud ,Manajemen Pondok Pesantren, Dipa Pustaka, Jakarta, 2005, h.1. Zulhimma, 2013. Dinamika Perkembangan Pondok Pesantren Di Indonesia, (Padang: sidimpuan,Jurnal Darul „Ilmi Vol. 01, No. 02 105