Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Peningkatan Kapasitas Kader Kesehatan Dalam Deteksi Dini Tanda Bahaya Kehamilan di Wilayah Puskesmas Kelurahan Cipayung. Kecamatan Cipayung. Kota Jakarta Timur. Provinci Dki Jakarta Yuli Mulyanti*1. Sri Djuwitaningsih2. Syafdewiyani3. Omi Haryati4 1,2,3 Politeknik Kesehatan Kemenkes Jakarta i *e-mail: yulimulyanti01@gmail. Abstrak Komplikasi kehamilan seperti perdarahan dan hipertensi selama kehamilan, masih merupakan salah satu factor yang dapat meningkatkan angka kematian ibu di Indonesia. Komplikasi ini bila diketahui secara dini, dapat diberikan penanganan yang tepat bagi ibu hamil. Oleh karena itu penting diketahuinya tandatanda adanya bahaya selama kehamilan, agar ibu hamil dapat membuat keputusan yang tepat untuk mendapatkan pertolongan. Kader Kesehatan adalah orang yang paling dekat dengan masyarakat, perlu dibekali dengan pengetahuan tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Kegiatan pengabdian mayarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi peran kader dalam mengenal tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Metode Kegiatan dilaksanakan diawali dengan mengisi pre tes . uesioner tentang pengetahuan mengenal tanda-tanda bahaya kehamila. , setelah itu dengan memberikan edukasi tentang mengenal tanda-tanda bahaya selama kehamilan. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab. Diakhiri dengan mengisi pos tes. , serta pendampingan kader. Sasaran Kegiatan pengabdian Masyarakat adalah kader Kesehatan di wilayah Puskesmas kelurahan Cipayung, kecamatan Cipayung. Kota Jakarta Timur. Provinci DKI Jakarta. Pelaksanaan Kegiatan pada tanggal 23 Juni Kegiatan ini dihadiri oleh 19 orang kader Kesehatan kelurahan Cipayung. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat, berdasarkan hasil pre dan pos tes terdapat peningkatan rata-rata pengetahuan peserta sebesar Kegiatan berikutnya pendampingan kader Kesehatan, pelaksanaan kegiatan bersamaan dengan kegiatan posyandu. Dengan demikian dapat disimpulkan edukasi dan pendampingan kader dalam mengenal tanda bahaya kehamilan efektif dapat meningkatkan pengetahuan kader. Implikasi dari kegiatan ini diharapkan kader dapat secara dini mengindentifikasi tanda-tanda bahaya selama kehamilan, sehingga dapat merujuk ke puskesmas terdekat, sehingga mencegah komplikasi kehamilan yang lebih parah. Kata Kunci: Kehamilan. Pengetahuan. Tanda Bahaya Kehamilan Abstract Pregnancy complications such as bleeding and hypertension during pregnancy remain a major contributing factor to the increase in maternal mortality in Indonesia. Early detection of these complications can lead to appropriate treatment for pregnant women. Therefore, it is crucial to recognize the signs of danger during pregnancy so that pregnant women can make informed decisions about seeking help. Health cadres, as the people closest to the community, need to be equipped with knowledge about danger signs during This community service activity aims to empower the community by optimizing the role of cadres in recognizing danger signs during pregnancy. The activity method begins with completing a pre-test . questionnaire on knowledge of danger signs during pregnanc. , followed by providing education on recognizing danger signs during pregnancy. Education is carried out using lecture and question-and-answer methods, ending with completing a post-test. The target of the community service activity is health cadres in the Cipayung Community Health Center area. Cipayung District. East Jakarta City. DKI Jakarta Province. The activity was implemented on June 23, 2025. This activity was attended by 19 health cadres from Cipayung subdistrict. The results of the community service activity, based on the results of the pre- and post-tests, showed an average increase in participant knowledge of 17%. The next activity was mentoring health cadres, the implementation of the activity was carried out simultaneously with integrated health post (Posyand. Thus, it can be concluded that education and mentoring cadres in recognizing danger signs of pregnancy can effectively increase cadre knowledge. The implication of this activity is that cadres are expected to be able to early identify danger signs during pregnancy, so they can refer to the nearest health center, thereby preventing severe pregnancy complications. Keywords: Danger Signs During Pregnancy. Knowledge. Pregnancy P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. PENDAHULUAN Angka kematian ibu melahirkan masih berada di kisaran 300 per 100. 000 kelahiran hidup, dan merupakan angka kematian ibu tertinggi di ASEAN. Kematian ibu di Indonesia tetap didominasi oleh tiga penyebab utama kematian yaitu perdarahan, hipertensi dalam kehamilan dan infeksi. Diindentifikasi 20% kehamilan adalah kehamilan yang berisiko pada masa pre natal dan 55% hasil akhir kehamilan yang buruk (Lowdermilk, et al, 2. Kehamilan yang berisiko dapat terjadi karena beberapa faktor mencakup kemiskinan, nutrisi yang tidak adekuat, infeksi, penyakit menular seksual (PMS), penggunaan zat-zat seperti alcohol, dan napza. Bagi ibu pengalaman melahirkan sebelumnya, neonates dan keluarga, juga dapat berpengaruh terhadap kehamilan berisiko. Masih rendahnya pengetahuan ibu hamil dalam mengenal tanda dan bahaya selama kehamilan sekitar 22-66% (Yosef & Tesfaye, 2. Keadaan ini menyebabkan ibu hamil terlambat dalam mengambil keputusan dan mencari pertolongan, sehingga menyumbang pada tingginya angka kematian ibu dan bayi. Kader kesehatan adalah anggota masyarakat yang dipilih, dipercaya, dan dilatih untuk membantu petugas kesehatan dalam melaksanakan kegiatan pelayanan kesehatan di masyarakat. Menurut Kementerian Kesehatan RI . , kader kesehatan merupakan Autokoh masyarakat yang secara sukarela bersedia dan mampu berperan aktif dalam kegiatan kesehatan untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di lingkungannya. Ay Menurut Emiati et al, 2018, menyatakan bahwa walaupun kader telah cukup memiliki pengetahuan, namun masih membutuhkan pelatihan khusus sebagai penguatan melalui Pendidikan yang terstruktur. Oleh karena itu penting bagi kader untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan dalam mengenal tanda dan bahaya kehamilan, melalui kegiatan pelatihan. Pelatihan ini penting, pengalaman dan pelatihan terbaru berhubungan dengan pengetahuan lebih tinggi tentang tanda bahaya kehamilan dan neonatal (Sholikah et al. , 2. Kader kesehatan memiliki peran penting sebagai penghubung antara masyarakat dan petugas kesehatan, serta menjadi ujung tombak dalam pelaksanaan berbagai program kesehatan di tingkat komunitas , termasuk diantaranya adalah dalam pelayanan Kesehatan ibu dan anak adalah membantu petugas Kesehatan dalam pelayanan KIA dalam kunjungan ke rumah ibu hamil. Alasan kami mengambil Kelurahan Cipayung, diantaranya karena Kelurahan Cipayung memiliki karakteristik wilayah yang dinamis dengan pertumbuhan penduduk yang cukup pesat. Tingginya jumlah kelompok rentan, seperti ibu hamil, balita, dan lansia di wilayah padat penduduk, menuntut perhatian ekstra dari institusi pendidikan maupun organisasi sosial untuk memberikan edukasi kesehatan dan pendampingan. Secara geografis. Cipayung merupakan wilayah yang strategis namun memiliki kantongkantong pemukiman yang masih membutuhkan akses informasi kesehatan yang lebih merata. Kedekatan lokasi dengan institusi Pendidikan penyelenggara juga memastikan keberlanjutan program . agar pemantauan dapat dilakukan secara berkala. Selain itu, keaktifan kader masyarakat ini menjadi alasan kuat karena mereka berperan sebagai jembatan efektif untuk menyalurkan program pengabdian agar tepat sasaran dan berdaya guna secara jangka panjang. Kegiatan pengabdian mayarakat ini bertujuan untuk pemberdayaan masyarakat melalui optimalisasi peran kader dalam mengenal tanda-tanda bahaya selama kehamilan pada ibu hamil yang berada di lingkungannya. Luaran yang diharapkan dari kegiatan pengabdian masyarakat ini meliputi: meningkatnya pengetahuan kader dalam mengenal tanda-tanda bahaya selama kehamilan dan Modul tentang Mengenal tanda dan bahaya selama kehamilan. METODE Kegiatan dilaksanakan dengan memberikan edukasi tentang komplikasi selama kehamilan, diharapkan terdapat peningkatan pengetahuan kader serta dapat mengindentifikasi tanda-tanda bahaya kehamilan. Edukasi dilakukan dengan metode ceramah dan tanya jawab, serta dengan media video edukasi dan Modul. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Kegiatan pengabdian Masyarakat telah dilaksanakan pada tanggal 23 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh 19 orang kader Kesehatan di wilayah puskesmas kelurahan Cipayung, juga dihadiri oleh bidan dari puskesmas kelurahan Cipayung, ketua PKK dan petugas kelurahan Cipayung. Lokasi kegiatan dilaksanakan di Aula kantor kelurahan Cipayung. Jakarta Timur. Adapun kegiatan yang dilaksanakan sebagai berikut: Tahap persiapan Pada tahap persiapan melakukan koordinasi dengan pihak puskesmas kelurahan Cipayung tentang rencana pelaksanaan kegiatan. Menentukan Lokasi dan waktu yang akan di gunakan selama kegiatan. Menentukan sasaran kegiatan serta mengindentifikasi jumlah kader yang akan mengikuti kegiatan. Persiapan lain adalah menyiapkan materi, membuat video edukasi dan modul tentang tanda dan bahaya kehamilan. Tim melakukan rapat pembagian tugas pelaksanaan dan menyiapkan kuesioner ( 15 pertanyaan tentang tanda-tanda bahaya selama kehamila. Kegiatan ini juga melibatkan 2 orang mahasiswa untuk berpartisipasi dalam kegiatan pengabdian Tahap pelaksanaan kegiatan Setelah memberikan arahan kepada peserta, diberikan pre tes. Setelah pre tes dilaukan pelaksanaan Pendidikan Kesehatan tentang tanda-tanda bahaya selama kehamilan serta mengobservasi kemampuan kader dalam mengukur tekanan darah. Penyampaian materi menggunakan ppt. LCD, video edukasi dan modul. Kemudian dilakukan diskusi dan tanya jawab. Kemudian dilakukan pos tes. Kegiatan berikutnya di waktu yang berbeda dilakukan pendampingan kepada kader, yang dilakukan di dua posyadu, di wilayah puskesmas kelurahan Cipayung. Tahap Monitoring dan Evaluasi Dengan mengukur pre tes dan pos tes untuk mengukur pengetahuan peserta sebelum dan seudah pemberian edukasi tentang mengenal tanda dan bahaya kehamilan. Selain kegiatan pelatihan, kegiatan selanjutnya adalah melakukan pendampingan pada kader, apakah pengetahuan yang sudah dimiliki dapat di terapkan di Masyarakat. Kegiatan pendampingan dilakukan di dua posyandu yaitu posyandu Anggrek dan Melati. Kegiatan dilaksanakan bersamaan dengan kegiatan posyandu dilokasi wilayah puskesmas kelurahan Cipayung. HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian Masyarakat dihadiri oleh kader Kesehatan perwakilan dari tiap-tiap RW, kelurahan Cipayung sebanyak 19 orang. Kegiatan berjalan tertib dan lancar. Kegiatan diawali dengan pre tes, untuk mendapatkan gambaran awal pengetahuan kader tentang tanda-tanda bahaya kehamilan, kemudian pemberian materi tentang komplikasi kehamilan dan pengukuran tekanan darah. Penyampaian materi dengan metode ceramah dan video edukasi. Setelah itu peserta diberikan kesempatan untuk diskusi dan tanya jawab. Kegiatan diakhiri dengan pos tes. Kegiatan berikutnya adalah melakukan pendampingan di dua lokasi posyandu, yaitu posyandu Melati dan Posyandu Anggrek. Berdasarkan hasil pos tes dan pos tes kemudian dilakukan pengolahan data. Berdasarkan rata-rata hasil pre dan pos tes, kami kategorikan dalam tiga kategori, yaitu kurang, cukup dan tinggi, skala nilai maksimalnya adalah 10, kategori rentang nilai Baik jika > 8, cukup 6,07,9 dan kurang jika skore < 6,0. Berdasarkan hasil pengolahan data, didapatkan hasil sebagai Tabel 1. Hasil pre dan pos tes Pengetahuan kader tentang Mengenal Tanda-tanda Bahaya Kehamilan P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Kategori Pre test . Post test . Baik Cukup Kurang Sebelum mengikuti edukasi, sebagian besar peserta sudah berada dalam kategori baik, yaitu 11 orang atau 57%, tetapi masih ada 1 orang yang kurang yaitu 5%. Setelah mengikuti edukasi, semua peserta mencapai minimal kategori cukup, dan jumlah peserta yang berada dalam kategori baik meningkat menjadi 14 orang atau 74%. Nilai rata-rata juga meningkat dari 8,0 menjadi 9,0, yang menunjukkan peningkatan pengetahuan peserta. Berikut grafik batang yang memperlihatkan perbandingan kategori Baik. Cukup, dan Kurang antara Pre-Test dan Post-Test. Gambar 1. Grafik Batang perbandingan kategori Baik. Cukup, dan Kurang antara Pre-Test dan Post-Test Terlihat jelas bahwa jumlah peserta dengan kategori Baik meningkat, sedangkan kategori Kurang menurun menjadi nol setelah kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan secara umum. Peningkatan pengetahuan kader pada kegiatan pengabdain masyarakat ini , sesuai dengan (Thalib et al. , 2. Pemberdayaan kader berbasis Buku KIA juga meningkatkan pengetahuan dan keterampilan deteksi komplikasi kehamilan. Hapsari et al, 2018, pelatihan kader dengan metode ceramah dan diskusi pada kelompok sebaya meningkatkan skor pengetahuan kader tentangt anda bahaya kehamilan, nifas, dan bayi baru lahir dari median 66,7Ae75 menjadi 100 dengan perbedaan yang bermakna . =0,. Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat melalui video edukasi dan modul efektif dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam deteksi dini tanda dan bahaya kehamilan (Hidayah et al. Demikian halnya dengan Noviyanti et al, 2022, bahwa pelatihan dengan modul dan video edukasi efektif dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan kader dalam deteksi dini risiko dan tanda bahaya kehamilan serta kemampuan dalam memberikan edukasi kepada ibu hamil. Sejalan dengan Yulianingsih et al. , 2023, bahwa program penyegaran materi deteksi dini faktor resiko kehamilan bagi kader meningkat dibuktikan dengan peningkatan skor 29 menjadi 97. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Program self education untuk pencegahan kehamilan resiko tinggi dapat meningkatkan pengetahuan kader dalam memberikan penyuluhan kesehatan (Prasetyorini & Prihati, 2. Hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini sesuai dengan hasil penelitian Kurniawan. Sistiarani. Gamelia, 2023 didapatkan bahwa terdapat peningkatan pengetahuan, sikap dan motivasi dalam deteksi dini komplikasi kehamilan. Sedangkan hasil penelitian Nurmish, 2025. Edukasi berbasis praktik ini terbukti efektif memberdayakan kader dalam mendukung upaya penurunan risiko pada ibu hamil Edukasi berbasis praktik ini terbukti efektif memberdayakan kader dalam mendukung upaya penurunan risiko pada ibu hamil. Demikian halnya hasil penelitian Suryanti, 2023 menunjukan bahwa terdapat pengaruh edukasi tentang pengetahuan deteksi komplikasi kehamilan pada ibu hami. Sedangkan hasil penelitian Komariah dan Nugroho, 2019 menyebutkan bahwa terdapat hubungan pengetahuan, usia dan paritas terhadap kejadian komplikasi kehamilan. Kegiatan pelatihan lainnya adalah memberikan pelatihan cara mengukur tekanan darah. Kader dilatih cara mengukur tenakan darah pada ibu hamil. Disampaikan juga materi tentang klasifikasi tekanan darah: rendah, normal, tinggi. Sehingga apabila didapati tekanan darah ibu hamil, maka ibu hamil tersebut dapat disarankan untuk berobat ke puskesmas guna pemeriksaan lebih lanjut. Kegiatan pengabdian Masyarakat selanjutnya adalah memberikan pendampingan pada kader bersamaan dengan kegiatan posyandu, sebelumnya kami telah berkoordinasi dengan bidan puskesmas akan melakukan kunjungan ke posyandu. Tujuan kegiatan pendampingan adalah untuk mengetahui sejauh mana pengetahuan yang telah didapatkan selama pelatihan dapat diterapkan kepada masyarakat, apakah kader dapat melakukan pemeriksaan tanda-tanda bahaya pada ibu hamil, misalnya dengan menanyakan apakah ada riwayat perdarahan, mengamati adanya Kemudian melakukan pendampingan kepada kader tentang cara mengukur tekanan darah yang benar, dan hasil pengamatan kami kader dapat melakukan cara mengukur tekanan darah dengan benar. Apabila ada ibu hamil yang menunjukan tanda dan bahaya kehamilan, dapat segera melakukan pemeriksaan lebih lanjut di pelayanan kesehatan, seperti puskesmas atau rumah sakit terdekat. Implikasi kegiatan pengabdian masyarakat ini, pertama terdapat hasil peningkatan pengetahuan kader di Cipayung konsisten dengan pola peningkatan pada berbagai kegiatan pelatihan kader tentang tanda dan bahaya kehamilan (Yulianingsih et al. , 2023. Anita & Diana. Prasetyorini & Prihati, 2023. Astuti et al, 2. Kedua, kombinasi metode pre-post test, ceramah, diskusi dan praktik pengukuran tekanan darah dan pendampingan terbukti sebagai pendekatan efektif (Yulianingsih et al. , 2023. Anita & Diana, 2025. Olii et al. , 2022. Kurniati, 2022. Astuti et al. , 2024. Lailiyana et al. , 2. Ketiga Peningkatan kapasitas Kader kesehatan diharapkan dap. t melakukan deteksi dini tanda bahaya kehamilan dan pengelolaan faktor risiko . eperti hipertens. , serta dapat merujuk tepat waktu untuk mencegah komplikasi yang lebih berat berat (Yulianingsih et al. , 2023. Anita & Diana, 2025. Olii et al. , 2022. Sugiharti et al. , 2023. Nurseha et al. , 2025. Anita et al. , 2022. Astuti et , 2. Berikut ini kami lampirkan beberapa dokumentasi selama kegiatan pengabdian masyarakat, peningkatan kapasitas kader kesehatan di wilayah puskesmas kelurahan Cipayung. P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Gambar 2. Kegiatan saat edukasi tentang Tanda-tanda Bahaya kehamilan Gambar 3. Kegiatan edukasi Pengukuran tekanan darah P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. Gambar 4. Penyerahan Alat pengukur tekanan darah kepada ketua Posyandu Gambar 5. Foto Bersama Kader Kesehatan, ketua PKK dan penanggung jawab dari Puskesmas kelurahan Cipayung KESIMPULAN DAN SARAN Pelaksanaan kegiatan Masyarakat tentang edukasi tentang mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan di wilayah puskesmas kelurahan Cipayung berjalan lancar dan tertib. Target sasaran adalah kader Kesehatan di wilayah puskesmas kelurahan Cipayung, peserta yang hadir sebanyak 19 orang kader Kesehatan. Lokasi kegiatan ini dilaksanakan di Aula kantor kelurahan Cipayung. Jakarta Timur Hasil kegiatan pengabdian Masyarakat, berdasarkan hasil pre dan pos tes terdapat perubahan seluruh peserta mencapai minimal kategori "Cukup", dan jumlah peserta dengan kategori "Baik" meningkat dari 11 orang . %) menjadi 14 orang . %). Disimpulkan terdapat peningkatan pengetahuan peserta sebesar 17%. Pengetahuan kader Kesehatan meningkat melalui Edukasi tentang mengenal tanda-tanda bahaya kehamilan. Implikasi dari kegiatan pengabdian Masyarakat ini terdapat peningkatan pengetahuan kader dalam mengenal tanda dan bahaya kehamilan. Kemampuan kader meningkat dalam P-ISSN 2807-6605 | E-ISSN 2807-6567 Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) https://jamsi. jurnal-id. Vol. No. Mei 2026. Hal. DOI: https://doi. org/10. 54082/jamsi. mengidentifikasi tanda bahaya secara dini dan merujuk ibu hamil ke puskesmas tepat waktu guna mencegah komplikasi kehamilan yang lebih berat. Kegiatan pengabdian Masyarakat dengan memberikan Pendidikan Kesehatan kepada kader kesehatan masih diperlukan agar kader Kesehatan memiliki pengetahuan yang cukup dalam memberikan edukasi Kesehatan kepada Masyarakat, khusunya dalam mengenal tanda bahaya kehamilan, sehingga komplikasi selama kehamilan dapat terdeteksi sedini mungkin dan mencegah komplikasi kehamilan yang semakin berat. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terimakasih kami sampaikan kepada Direktur Poltekkes Kemenkes Jakarta i, dan juga kepada Kepala Puskesmas kelurahan Cipayung dan staf yang telah memfasilitasi kami dalam pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Ucapan terimakasih juga kami sampaikan kepada ibu-ibu kader Kesehatan, ketua PKK dikelurahan Cipayung yang telah mengikuti kegiatan pengabdian masyarakat ini. Kegiatan pengabdian Masyarakat ini tidak mendapatkan dana DAFTAR PUSTAKA