CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020 ANALISIS KUAT TEKAN BETON K175 DENGAN CAMPURAN SERBUK KAPUR DAN SERBUK BATU BATA UNTUK PENGHEMATAN SEMEN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DASAR Johanes da Cruz. Yatna Supriatna. Program Studi Teknik Sipil. Universitas Komputer Indonesia Jl. Dipatiukur No. Bandung, 40132. Indonesia diterima: 8 Februari 2020 dipublikasi: 6 April 2020 ABSTRAK Sejauh ini penggunaan semen terutama semen portland (PCC) masih merupakan alternatif dalam bahan pengikat utama dalam pembuatan beton. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisa terhadap kuat tekan beton normal yang dibandingkan dengan kuat tekan beton yang dicampur dengan serbuk kapur dan serbuk batu bata, sebagai bahan pengikat lain selain semen yang dapat dicampur dengan bahan campuran dalam pembuatan beton. Pada prinsipnya pelaksaan dari penelitian ini adalah membuat beton dengan mutu K-175 yang dibagi dalam dua jenis pembuatan yaitu beton normal dan beton dengan campuran 5% kapur dan serbuk batu bata, 10% kapur dan serbuk batu bata, 20% kapur dan serbuk batu bata, dan 30% kapur dan serbuk batu bata, di mana setiap campuran semen diganti dengan kapur sebesar 70% dari persen pembuatan campuran beton dan 30% dari serbuk batu bata. Dari pengujian kuat tekan beton yang dicampur dengan bahan campuran berupa kapur dan serbuk batu bata tersebut dapat maksimal atau optimum dari kuat tekan beton normal sehingga dapat dimanfaatkan dalam pembuatan beton di kemudian hari. Kata kunci: Bahan sederhana, kualitas optimum dengan mensubstitusikan semen terhadap kapur dan serbuk batu bata. Untuk penghematan penggunaan semen dalam pembuatan beton Memanfaatkan bahan dasar material yang selain lebih murah dan mudah untuk didapat. Pendahuluan Karena semakin menigkatnya penggunaan beton dalam pembangunan suatu struktur yang tidak terbatas maka dibutuhkan inovasi pembuatan beton yang secanggih mungkin dan diharapkan juga dapat Canggihnya pembuatan beton dapat ditingkatkan pada kualitas yang baik, sedangakan biaya dari bahan pembuatan beton dapat ditekan sehemat mungkin terutama pada bahan pengikat dasar . Penghematan tersebut dilakukan dengan cara bahan beton akan dicampur dengan komposisi dari bahan dasar agregat kasar dan agregat halus yang ditambah dengan serbuk kapur dan serbuk batu bata serta semen Portland yang dikurangi proporsinya tiap 1m3. Tujuan dari penelitian yang dilakukan adalah sebagai berikut. Melakukan perbandingan kuat tekan beton antara beton normal dan beton dengan campuran tambahan kapur dan serbuk batu Mengajukan bahan campuran tambahan baru dalam pembuatan beton selain semen, agregat . gregat halus dan agregat kasa. dan air yang lazim digunakan. https://ojs. id/index. php/crane Dari tujuan yang akan dicapai seperti uraian diatas maka dibuatlah benda uji dengan campuran sebagai berikut. Benda uji yang akan dipakai dalam pengujian ini berupa benda uji kubus 15x15x15 cm. Benda uji akan dibuat dalam dua tipe yaitu. Beton Normal Beton dengan campuran berupa agregat kasar . Agregat halus . Air dan Semen Portland. Beton dengan campuran kapur dan serbuk batu bata sebesar 70% dan 30 % dengan komposisi sebagai berikut: Beton berupa agregat kasar . Agregat halus . , serbuk kapur, serbuk batu bata, air serta Akan tetapai penggunaan semen pada campuran ini akan dikurangi sebesar 5%, 10%, 20% dan 30%. Johanes da Cruz/CRANE/2020 CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020 Studi Pustaka 1 Bahan Pembuatan Beton 1 Semen Semen merupakan salah satu bahan perekat yang jika dicampur dengan air mampu mengikat bahan-bahan padat seperti pasir dan batu menjadi suatu kesatuan kompak. Sifat pengikatan semen ditentukan oleh susunan kimia yang dikandungnya. Adapun bahan utama yang dikandung semen adalah kapur (CaO), silikat (SiO. , alumunia (Al2O. , ferro oksida (Fe2O. , magnesit (MgO), serta oksida lain dalam jumlah kecil. Massa jenis semen yang diisyaratkan oleh ASTM adalah 3,15 gr/cm3, pada kenyataannya massa jenis semen yang diproduksi berkisar antara 3,03 gr/cm3 sampai 3,25 gr/cm3. Variasi ini akan berpengaruh pada proporsi campuran semen dalam Gambar 1 Klasifikasi Agregat Berdasarkan Sumber Material 3 Air Penggunaan air dalam pembuatan beton adalah untuk memicu proses kimiawi dari semen. Senyawa yang terkandung dalam air akan mempengaruhi kualitan dari beton, untuk itu diperlukan standar yang baik untuk kualitas air. Syarat mutu air menurut British Standart (BS. Berikut beberapa kriteria yang harus dipenuhi dalam penggunaan air sebagai bahan campuran beton. Garam anorganik Penggunaan air dengan tingkat kandungan garam anorganik yang masih diijin kan adalah dibawah 500 ppm NaCl dan sulfat. Konsentrasi NaCl atau garam dapur sebesar 20000 pada umumnya masih diijinkan. Asam, penggunaan air dengan konsentrasi asam yang diijinan hanya dibawah 3. 00 Ph, apabila lebih dari 3. 00 Ph maka harus Air biasa, apabila kosentrasi lebih tinggi memepengaruhi kekuatan beton. Air gula Apabila kadar gula dinaikan hingga 2% dari berat semen maka waktu pengikatan biasanya akan lebih cepat akan tetapi apabila kandungan gula 25% dapat mempengaruhi kekuatan beton. Minyak Apa bila penggunaan air dengan konsentrasi minyak mineral atau minyak tanah didalamnya dengan kosentrasi sebesar 2% berat semen maka akan Tabel 1 Tipe Semen dengan Kandungan Unsur Kimia Menurut Standar ACI 225 (American Concrete Institut. 2 Agregat Agregat didifinisikan sebagai bahan pengisi yang akan menentukan mortar suatu beton. Agregat dibedakan menjadi dua yaitu agregat kasar . dan agregat halus . Dalam perencanaan beton menurut SK. SNI-T15-1990-03. agregat yang digukanan harus memenuhi syarat. jenis agregat dapat ditentukan berdasarkan sumbernya, yakni batuan alam atau batuan buatan/pecah. https://ojs. id/index. php/crane Johanes da Cruz/CRANE/2020 CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020 mempengaruhi kekuatan beton hingga Zat-zat organic, lanau dan bahan-bahan Lempung terapung atau bahan-bahan halus yang berasal dari batuan hanya diijinkan hanya sebesar 2000 PPm Pencemaran limbah industry atau air Air yang tercemar akibat limbah industry tidak diijinkan untuk digunakan sebagai bahan campuran beton karena akan mempengaruhi kekuatan beton. pertambahan kekuatan kuat tekan setelah mencapai umur 28 hari yang dapat dijadikan sebagai standar. Tabel 3 Kalasifikasi NHL dan HL menurut BS EN 459-1:2001 Sumber : Analisis beton K175 dengan campuran serbuk kapur untuk mengurangi semen. Sitti N. Syamsiyyah UNIKOM. Tabel 4 Kandungan Kimia dalam Kapur 4 Batu Bata Standar bata merah di Indonesia oleh Y. no NI-10 menetapkan suatu ukuran standart untuk bata merah sebagai berikut. Panjang 240mm, lebar 115mm, tebal Panjang 230mm, lebar 110mm, tebal Tabel 2 Klasifikasi Kekuatan Bata sumber: Analisis beton K175 dengan campuran serbuk kapur untuk mengurangi semen. Sitti N. Syamsiyyah UNIKOM. Kapur yang akan digunakan dalam campuran pembuatan beton pada penelitian ini adalah jenis kapur tohor. Kapur tohor merupakan jenis kapur yang dihasilkan dari pembakaran batuan kapur. Sifat Kimia Batu Bata Sifat kimia dalam senyawa lempung adalah. Silika (SiO) Alumina (AIO. Fe2O3 Kapur (CaO) MgO K2O & Na2O Organic Metode Analisis Metode perhitungan mix desain yang digunakan dalam penulisan ini adalah metode SNI03-1974-1990 (Tata cara Pembuatan rencana campuran beton norma. Berikut adalah langkahlangka secara garis besar dalam perencanaan campuran beton menurut SNI 03-1974-1990. 5 Kapur Ada dua macam kapur yang dikenal yaitu hydraulic lime (HL) dan natural hydraulic lime (NHL). Dari kedua macam kapur ini yang merupakan bahan yang terdapat di alam yang mengandung kapur berlempung atau silika. Kedua bahan ini telah klasifikasikan kedalam kelas dan kekuatan masing-masing yang dicapai pada umur 28 hari seperti material yang berbahan dasar semen. BS EN 459-1:2001 telah melakukan pengidentifikasian tiga hal pengklasifikasian NHL dan HL seperti pada Tabel 3 yang memperlihatkan https://ojs. id/index. php/crane Tabel 5 Tabel Proporsi Campuran Beton untuk 1mA Hasil dan Pembahasan Data Pengujian adalah sebagai berikut : Johanes da Cruz/CRANE/2020 CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020 Tabel 6 Data hasil uji kuat tekan Gambar 3 Grafik nilai Kuat Tekan Optimum untuk Variasi Campuran pada Umur 28 hari Penutup Dari kegiatan penelitian yang telah dilakuakan maka kesimpulan yang diambil oleh peneliti adalah: Nilai kuat tekan dari trial mix beton normal dengan menggunakan tipe semen PCC pada umur 28 hari ( nilai acua. dicapai sebesar 234,5 kg/cm2 . Variasi subtitusi semen yang digantikan oleh kapur sebesar 70% dan bubuk bata merah sebesar 30% akan mempengaruhi hasil nilai kuat tekan yang diperoleh pada usi 28 hari . sia beton yang menjadi patokan Kriteria penerimaan beto. Hasil trial mix terlihat, beton dengan subtitusi semen sebesar 10 % memiliki nilai kuat tekan yang optimum di semua pengamatan ( 3,7,14 dan 28 har. Beton dengan campuran 10% kapur dan bubuk bata merah dapat digunakan sebagai bahan untuk banguan struktural karene memiliki kuat tekan yang optimal dibanding dengan beton normal. Beton dengan campuran tambahan kapur dan bata merah sebesar 20% juga dapat digunakan sebagai bahan bangunan struktural nilai kuat tekan dari beton tersebut masi berada di atas kuat tekan beton normal. Gambar 2 Grafik Nilai tekan Vs usia benda uji untuk variasi campuran Dari hasil pengujian menunjukan bahwa nilai kuat tekan beton dengan campuran kapur dan serbuk batu bata menghasilkan kuat tekan diatas rata-rata kuat tekan beton normal. Hal ini dapat dilihat pada grafik beton dengan campuran 10% dimana kuat tekan rata-rata yang dihasilkan lebih tinggi dari pada kuat tekan rata-rata beton normal. Untuk lebih jelas dapat di lihat pada grafik nilai kuat tekan optimum untuk variasi campuran pada umur 28 hari dibawah ini. Dari hasil kesimpulan yang telah diuraikan diatas maka penulis menyarankan kepada semua pihak baik kalangan akademis maupun praktisi terutama masyarakat pada umumnya bahwah hasil penelitian yang telah diuraikan di atas penulis menyarankan untuk: Pada saat pembuatan beton dengan campuran tambahan seperti yang dilakuakn pada skripsi https://ojs. id/index. php/crane Johanes da Cruz/CRANE/2020 CRANE: Civil Engineering Research Journal Volume 1 Nomor 1 Edisi April 2020 ini harus memperhatikan Faktor air semen, sebab pada penelitian ini capuran tambahan pada pembuatan beton K-175 yaitu campuran 5%, 10%,20% dan sampai 30% terjadi penurunan nilai slum yang sangat drastis ( dimana campuran menjadi lebih kenta. Hal ini disebabkan daya serap air yang di hasilkan oleh campuran tambahan tersebut sangat Pada kehalusan dari kapur dan bubuk bata merah diupayakn sama dengan kehalusan dari bubuk semen agar didapat hasil pencampuran yang harapkan hal ini dilakuakan melalui proses penumbukan dan melakukan ayakan. Perlu di adakan lagi suatu pengujian terhadap kapur dan batu bata yang akan digunakan dalam pembuatan beton dengan campuran serbuk kapur dan serbuk batu bata agar mengetahui sifat-sifat dari baha-bahan Daftar Pustaka