Jurnal AGRINIKA. September-2020. : 143-154 Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pendapatan Usahatani Alpukat Wiwiek Andajani1* dan Djoko Rahardjo1 Fakultas Pertanian. Universitas Kadiri. Kota Kediri. Indonesia *Korespondensi: wiwiekand@unik-kediri. Diterima 03 September 2020/Direvisi 12 September 2020/Disetujui 24 September 2020 ABSTRAK Buah alukat adalah salah satu dari 10 macam buah-buahan yang dapat meredakan stress, karena mengandung hormone dan nutrisi yang dapat memberikan efek tenang pada tubuh. Propinsi Jawa Timur adalah salah satu sentra produksi buah-buahan di Indonesia, diantaranya sentra buah alpukat, tepatnya yaitu di Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Sawahan. Desa Ngliman. Namun demikian belum menjamin tingginya pendapatan petani alpukat, yang disebabkan antara lain, fluktuasi harga pada musim panen, belum maksimalnya pengelolaan usahataninya, adanya serangan hama, dan lain sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendapatan usahatani alpukat, dan untuk mengetahui faktor-faktor produksi yang mempengaruhinya, serta untuk mengetahui faktor produksi . mur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani, dan luas laha. yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. Menggunakan metode penelitian deskriptif kuantitatif, dan secara sengaja memilih daerah penelitian di Desa Ngliman, karena merupakan daerah unggulan penghasil buah alpukat di Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk. Pengambilan sampel secara simple random sampling terhadap petani alpukat yang sudah berproduksi lebih dari 10 tahun. Dari hasil analisis dapat diketahui pendapatan petani alpukat dalam satu tahun per hektarnya sebesar Rp9. dan faktor luas lahan saja yang berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. Kata kunci : Alpukat. Analisis. Faktor Produksi. Pendapatan Usahatani ABSTRACT Avocado fruit is one of ten fruits that can relieve stress, because it contains hormones and nutrients that can have a calming effect on the body. East Java Province is one of the centers for fruit production in Indonesia, including avocado fruit center, precisely in Ngliman Village. Sawahan District. Nganjuk Regency. However, this does not guarantee the high income of avocado farmers, which is caused by, among other things, price fluctuations during the harvest season, nonoptimal farming management, pest attacks, and others. The purpose of this study was to determine the farmer income of avocado farming, and the factors that influence it, as well as the factors that most influence the income of avocado farming. Using quantitative descriptive research methods and deliberately choosing the research area in Ngliman Village, the research was conducted in a leading area of avocado farming in Sawahan District. Nganjuk Regency. Sampling method employed a simple random sampling of avocado farmers who have been producing for more than 10 years. From the results of the analysis, it can be seen that the income of avocado farmers in one year per hectare was IDR 9,624,550, and the land area factor affecting the income of avocado farming. Keywords : Analysis. Avocado. Income. Input Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A PENDAHULUAN Buah-buahan pangan yang sangat kaya akan vitamin dan mineral, yang mempunyai manfaat yang sangat besar untuk kesehatan, perkembangan dan pertumbuhan manusia. Bagi kesehatan tubuh manusia, antara lain mampu meredakan stress terutama untuk seorang pekerja keras. Ada 10 macam buah yang bisa meredakan stress karena mengandung hormone dan nutrisi yang memberi efek tenang pada tubuh, di antaranya adalah buah alpukat. Alpukat mengandung kalium yang tinggi, sangat berguna memberikan rasa tenang dan kaya akan glutathione, yaitu zat yang dapat memblokir penyerapan lemak tertentu di dalam usus. Sedangkan daun alpukat tradisional, melaporkan mengandung komponen fitokimia, seperti saponin, tannin, flavonoid dan alkaloid melalui uji Bahkan dari hasil penelitian (Sadwiyanti et al. , 2. menunjukan bahwa daun alpukat mempunyai kandungan antioksidant dan membantu dalam mencegah atau memperlambat stress Indonesia adalah Negara yang terkenal dengan kekayaan alamnya, yaitu kayaakan flora dan faunanya, khusunya dengan berbagai aneka tanaman buahbuahan, yang sangat kaya akan kandungan vitaminnya, yang sangat besar manfaatnya bagi kesehatan tubuh Provinsi Jawa Timur merupakan salah satu propinsi di Indonesia, yang menjadi sentra produksi buah-buahan, antara lain adalah buah alpukat, dan jawa timur merupakan daerah yang ditunjuk sebagai daerah pengembangan alpukat (Ariyanti, 2. Bahwa digemari mulai dari anak-anak sampai pada orang tua, karena manfaatnya yang luar biasa dari buah alpukat, yaitu antara lain: meningkatkan rasa kenyang, dapat meurunkan berat badan . , sebagai pemacu nutrisi, mengurangi resiko . , pencegahan osteoporosis, dan lain sebagainya. Perlu diketahui bahwa ada 8 . jenis alpukat unggulan dengan rasa paling enak dan cocok untuk di budidayakan di Indonesia, yaitu: . Alpukat Wina adalah alpukat lokal, dengan ukuran buahnya besar dengan berat 1,3 kg Ae 1,8 kg/buah. Alpukat Mentega, adalah alpukat unggulan, daging buahnya tebal, padat, dan bertekstur kenyal tidak berair, seperti mentega warnanya. Rata-Rata berat buahnya 600 gram/buah. Alpukat Miki, yaitu alpukat berukuran kecil, ratarata beratnya 400-600 gram/buah, daging buah bertekstur padat dan pulen. Alpukat Kendil, yaitu berbentuk seperti kendil, dengan berat 1-2 kg/buah dan berdaging buah tebal serta dapat langsung di makan karena rasanya lebih . Alpukat Aligator, mempunyai bentuk yang unik, yaitu bulat lonjong, dengan berat 1-1,3 kg/ buah, mempunyai citarasa nikmat, tidak pahit, pulen dan mempunyai aroma yang khas. Alpukat Tanpa Biji, adalah buah alpukat yang sama sekali tanpa biji, semuanya berisi daging buah. Alpukat Hass, mempunyai bentuk buah unik, berwarna coklat kehitaman, kulit bertekstur kasar dan bergerigil. Rasanya nikmat, pulen. Page 144 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A termasuk kualitas internasional dan nilai jualnya tinggi, adanya di supermarket. Alpukat Pluwang atau Green Star, yaitu alpukat unggulan karena ukurannya yang jumbo, dengan berat rata-rata 600-800 gram/buah, bahkan sampai 2 kg beratnya. Tanaman alpukat green star ini, termasuk alpukat jenis genjah, karena dapat berbuah berumur 2-3 tahun setelah penanaman, dan tidak disukai ulat. Berdasarkan data di Badan Pusat Statistik tahun 2016 bahwa produksi buah alpukat di Indonesia, dari tahun ke tahun terus meningkat, di mana pada tahun 2015 dengan luas panen 24,352 Ha, hasil 382,537 Padahal kebutuhan atau permintaan buah alpukat di Indonesia termasuk tinggi, juga, yaitu antara 200-300 ton/hari, tetapi pasokan dari seluruh Indonesia dan impor masih minim, seperti yang disampaikan oleh Ipul Jamaah, anggota Perhimpunan Perkebun Alpukat Indonesia/PPAI, sehingga Indonesia melakukan import alpukat untuk memenuhi kebutuhan pasar, yaitu 7. 401 kg pada tahun 2015 251 kg pada tahun 2016, artinya ini merupakan potensi pasar dalam negeri yang sangat besar di Indonesia atau peluang agribisnis ke depan, khususnya untuk buah alpukat. Artinya usahatani alpukat merupakan usahatani yang dapat dikembangkan, dan menjanjikan. Salah satu daerah penyumbang hasil produksi buah alpukat di Jawa Timur adalah Kabupaten Nganjuk. Perkembangan produksi buah alpukat di Kabupaten Nganjuk dari tahun 2012 hingga tahun 2016 mengalami fluktuasi, misalnya pada tahun 2015 dan tahun 2016, terjadi penurunan di mana produksi alpukat pada tahun 2015 adalah 938,2 ton, sedang pada tahun 2016 sebesar 160,3 ton (Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk, 2. Penurunan ini terjadi disebabkan antara lain, karena masalah cuaca dan serangan hama seperti hama ulat. Kabupaten Nganjuk memiliki potensi sumber daya alam yang besar terutama di sektor pertanian, khususnya bidang holtikultura, termasuk buah-buahan, yaitu sebagai penghasil buah alpukat. Daerah penghasil buah alpukat yang menonjol di Kabupaten Nganjuk, antara lain adalah Kecamatan Sawahan (Badan Pusat Statistik Kabupaten Nganjuk, 2. Kecamatan Sawahan ketinggian A 675 meter diatas permukaan laut, yang terletak di lereng pegunungan Wilis dengan pesona destinasi alam yang hijau dan tanah yang subur, serta berbagai macam tanaman pangan, buahbuahan dan sayuran tumbuh subur di daerah tersebut, sehingga sektor ekonomi akan tumbuh pesat di daerah tersebut (Sulistyohadi, 2. Buah alpukat menjadi sumber pendapatan bagi para pelaku usahatani, tetapi meskipun banyak keunggulan buah alpukat di Desa Ngliman, namun ternyata belum menjamin tingginya pendapatan petani, hal ini antara lain disebabkan: . adanya fluktuasi harga pada waktu musim panen, . pengelolaan usahatani alpukat masih skala kecil atau semi komersial dan . adanya masalah serangan hama dan Dari beberapa masalah tersebut, maka menarik bagi peneliti untuk melakukan suatu kajian tentang usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, dengan rumusan masalah yang ada, yaitu: . berapakah pendapatan dari usahatani Page 145 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A . faktort-faktor produksi apakah yang mempengaruhi pendapatan usahatani alpukat dan . faktor produksi manakah yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. Sedangkan tujuan dalam penelitian ini, adalah: . untuk mengetahui pendapatan dari usahatani alpukat. untuk mengetahui pengaruh faktor-faktor produksi . mur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani dan luas laha. terhadap pendapatan usahatani alpukat. untuk mengetahui faktor produksi . mur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani, dan luas laha. yang paling berpengaruh terhadap pendapatan usahatani alpukat. BAHAN DAN METODE Menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif, dengan melakukan survei untuk mendapatkan informasi atau fakta-fakta dari gejalagejala yang ada, dan mencari keteranganketerangan secara faktual, baik tentang institusi ekonomi, kondisi sosial dari suatu Penentuan lokasi penelitian secara sengaja . dengan pertimbangan tertentu (Sugiyono, 2. , yaitu Desa Ngliman merupakan salah satu daerah unggulan penghasil buah alpukat di Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, dan yang pantas untuk dikembangkan, karena mempunyai peluang ekonomi yang cukup tinggi Pengambilan sampel menggunakan simple random sampling, yaitu secara acak, tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu. Cara demikian ini dilakukan bila anggota populasi dianggap homogen (Sugiyono, 2. Sampel petani yang dipilih adalah petani yang secara intensif berusahatani tanaman alpukat dan telah berproduksi, sebanyak 30 petani alpukat, dengan pertimbangan keterbatasan tenaga, waktu dan adanya asumsi bahwa seluruh populasi seragam atau homogen. Hal ini juga sesuai dengan pernyataan Roscoe dalam Uma Sekaran, bahwa dalam penentuan jumlah sampel sebaiknya di antara 30 sampai dengan 500 elemen (Alitawan & Sutrisna. Dalam sekunder, dan teknik pengumpulan datanya menggunakan daftar kuesioner, yang dilakukan dengan wawancara, serta dokumentasi untuk bukti. Analisis usahatani yang digunakan. Analisis Biaya Usahatani: TC = TFC TVC . Catatan: TC = Total Biaya (R. TFC = Total Biaya Teap (R. TVC = Total Biaya Tidak Tetap (R. Analisis Penerimaa Usahatani, dengan persamaan : TR = Q x P . Catatan: TR = Total Penerimaan (R. Q = Total Produksi . P = Harga Produksi (R. Analisis Pendapatan atau Keuntungan Usahatani, dengan persamaan: = TR Ae TC a . Catatan: = Pendapatan/ Keuntungan (R. TR = Total Penerimaan (R. TC = Total Biaya (R. Page 146 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A Analisis Regresi Linier Berganda, dengan persamaan: Y = a b1X1 b2X2 b3X3 A bnXnA . Catatan: = Variabel Dependen X1 . X2 . X3. Xn = Variabel Independen = Konstanta = Koefisien Regresi Analisis Uji Hipotesis: Analisis Uji-F dengan persamaan: Fhitung = Varian terbessar Varian terkecil A. AA . AA. S =Oo Dengan kriteria pengujian bahwa: Terima Ho jika Fhitung < Ftabel Terima Hi jika Fhitung > Ftabel Analisis Uji-t dengan rumus: Oo( a. Sp=Oo A. Dengan kriteria pengujian: Terima Ho jika thitung < ttabel Terima Hi jika thitung > ttabel Adapun hipotesisnya: Diduga usahatani alpukat memberikan keuntungan, . Diduga faktor produksi umur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani, dan pendapatan usahatani alpukat, . Diduga luas lahan usahatani adalah faktor produksi yang paling terhadap pendapatan usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk. HASIL DAN PEMBAHASAN Karakteristik Responden Petani Alpukat Responden petani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, sebanyak 30 petani Dari hasil pengambilan wawancara secara langsung, sebagai data primer diperoleh data karakteristik, yang juga sekaligus merupakan faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat. Adapun faktor-faktor produksi yang mempengaruhi pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat, yaitu antara lain: . umur responden petani alpukat, bahwa umurnya 93% adalah termasuk umur produktif, yaitu umurnya berada di antara 28 - 64 tahun, di mana menurut Badan Pusat Statistik-Indonesia, pembagian umur produktif tenaga kerja di Indonesia adalah berada di antara 15 Ae 64 tahun, untuk umur kurang dari 14 tahun termasuk usia belum produktif dan umur di atas 65 tahun adalah termasuk usia tidak Untuk melihat data lengkap responden petani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk berdasarkan umur dapat dilihat pada Tabel 1. tingkat pendidikan responden petani alpukat, 57% adalah lulusan Sekolah Dasar dan tertinggi tamatan Sekolah Lanjutan Tingkat Atas. pengalaman atau lama usahatani alpukat, bahwa 70% responden petani alpukat mempunyai pengalaman usahatani alpukat antara 11 Ae 20 tahun. luas lahan usahatani alpukat. Page 147 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A dimana 70% responden petani alpukat 0,10 Ae 0,19 ha. Tabel 1. Data responden petani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk No. Karakter Jumlah Responden Presentase (%) Usia (Tahu. >65 Tingkat Pendidikan Tamat SD Tamat SMP Tamat SMA Pengalaman Usahatani . 0 - 10 11 - 20 21 - 30 >31 Luas Lahan . 05 - 0. 10 Ae 0. > 0. 0,20 Jumlah Sumber: Data primer diolah, 2019 Analisis Usahatani Alpukat Analisis Usahatani Alpukat adalah proses untuk menghitung besarnya seluruh pengeluaran . dan penerimaan yang diperoleh petani dalam berusaha tani alpukat (Tamalia et al. Suatu usahatani dikatakan berhasil apabila dapat memenuhi kewajiban membayar bunga modal, membayar atau alat-alat digunakan, upah tenaga kerja, dan pembelian sarana produksi serta yang lain, termasuk kewajiban terhadap pihak ketiga dan dapat menjaga kelestarian usahanya (Kurniawati & Setiawan, 2013. Noviyanto et al. , 2. Analisis Biaya Produksi Usahatani Alpukat Biaya produksi usahatani alpukat adalah semua biaya yang dikeluarkan selama dalam proses produksi usahatani alpukat, baik biaya tetap dan biaya variabel (Soekartawi et al. , 2. Biaya tetap antara lain meliputi biaya sewa lahan, biaya penyusutan alat-alat, pajak (Kholifah, 2016. Kholis, 2018. Mulyono et , 2. dan biaya variable atau biaya tidak tetap, antara lain meliputi biaya pembelian bibit, dan biaya sarana produksi lainya. Untuk analisis biaya variabel, adalah merupakan biaya proses produksi Page 148 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A yang besar kecilnya selalu berubah-ubah secara proporsional sesuai dengan kegiatan produksi yang dihasilkan, atau biaya yang berhubungan langsung dengan banyaknya produksi suatu barang (Suratiyah, 2. Begitupun dengan usahatani alpukat, ada beberapa biaya variabel yang harus di keluarkan, antara lain: . biaya untuk pembelian sarana produksi dan pemeliharaannya usahatani alpukat, misalnya bibit, pupuk, obatobatan, air, dan lain sebagainy. (Indra. Mardani et al. , 2. upah tenaga kerja, yang dimaksud adalah upah tenaga kerja (Faisal, 2015. Harahap, 2. yang langsung berhubungan dengan proses usahatani alpukat. Adapun rata-rata usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, adalah sebesar Rp6. 525,per hektar pada tiap tahunnya, untuk uraian rinciannya dapat dilihat pada Tabel Tabel 2. Rata-rata biaya variabel usahatani alpukat di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, per Hektar No. Unsur Biaya Bibit Pupuk. enanama perawata. Obat-Obatan . Tenaga Kerja . enanaman perawata. Air . enanaman perawata. Total Jumlah Rata-rata (Rp/H. Sumber: Data primer diolah, 2019 Analisis biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan, yang tidak dipengaruhi pada besar kecilnya kegiatan produksi yang dihasilkan, atau biaya yang tidak tergantung pada perubahan produksi suatu barang. Pada kegiatan usahatani alpukat ini yang termasuk biaya tetap adalah antara lain: biaya penyusutan alatalat pertanian, pajak lahan, sewa lahan dan lain sebagainya (Laksemi et al. , 2016. Siregar, 2. Rata-rata besarnya biaya tetap usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, adalah Rp1. 925,- per hektarnya, untuk tiap tahunnya. Untuk lebih jelasnya biaya tetap usahatani alpukat dapat dilihat pada tabel 3. Dengan demikian maka dapat dihitung besarnya total biaya usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, per hektarnya sebesar Rp7. 450,- untuk tiap tahunnya, hal uraian rinciannya dapat dilihat seperti pada tabel 4. Analisis Penerimaan. Pendapatan, dan Keuntungan Usahatani Alpukat Penerimaan adalah total pemasukan yang diterima oleh petani dari kegiatan produksi yang sudah dilakukan, yang telah menghasilkn uang, tetapi belum dikurang dengan seluruh biaya yang dikeluarkan selama proses produksi (R. Siregar, 2018. Wardani & Abubakar Hamzah, 2. Page 149 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A Tabel 3. Rata-Rata biaya tetap usahatani alpukat, di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, per Hektar Unsur Jumlah (Rp/T. 1 Biaya Pajak 2 Biaya Penyusutan Peralatan Total Biaya Tetap Sumber : Data primer diolah, 2019 Tabel 4. Rata-rata total biaya usahatani alpukat, di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, per Hektar UNSUR BIAYA JUMLAH (R. 1 Rata-Rata Biaya Variabel Produksi 2 Rata-Rata Biaya Tetap Produksi 3 Rata-Rata Total Biaya Produksi Sumber : Data primer diolah, 2019 Rata-rata usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk dalam satu tahun, untuk per Rp16. Pendapatan usahatani adalah selisih antara penerimaan dari usahatani dikurangi atau seluruh biaya usahatani yang telah dikeluarkan (Soekartawi. Dari hasil analisis dapat diketahui bahwa rata-rata pendapatan bersih atau keuntungan dari usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan. Kabupaten Nganjuk dalam satu tahun, untuk per Rp9. 550,-. Untuk lebih jelasnya uraian tentang pendapatan atau keuntungan petani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, dapat dilihat pada Tabel 5 di bawah Tabel 5. Rata-rata pendapatan usahatani alpukat di Desa Ngliman Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk per Hektar. URAIAN JUMLAH (R. Rata-Rata Penerimaan Usahatani Alpukat Rata-Rata Total Biaya Usahatani Alpukat Rata-Rata Pendapatan Usahatani Alpukat Sumber : Data primer diolah, 2019 Analisis Uji Hipotesis Bahwa berdasarkan hasil analisis regresi berganda menggunakan (SPSS), diperoleh hasilnya menunjukan bahwa nilai koefisien determinasinya atau R Square adalah 0,2388 atau sebesar 23,88%, hal ini menunjukkan bahwa ada pengaruh secara simultan semua variable bebas . alau hanya 23,88%) terhadap variabel terikat . en-dapatan atau keuntungan petani alpuka. Sedangkan yang sebagian besar . ,12%) dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diteliti. Untuk jelasnya dapat dilihat pada tabel 6. Berdasarkan analisis uji-F dapat diketahui nilai F-hitung . ,8. , yang lebih kecil dari F-tabel . ,1. , maka hipotesis . diterima bahwa usahatani alpukat meng-untungkan, dan hipotesa ditolak, yang artinya bahwa adanya variable bebas yang secara simultan Page 150 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A bersih atau keuntungan usahatani alpukat ditolak, ditunjukan dengan tabel Tabel 6. Sumarry output dengan menggunakan SPSS Multiple R R Square Adjusted R Square Standard Error Observations 0,488715997 0,238843326 0,11198388 Sumber : Data primer diolah, 2019 Tabel 7. Analisys of varian dengan menggunakan SPSS (Uji-F) Summary Regression 4 1,37207E 19 3,4302E 18 1,8827397 Residual 24 4,37257E 19 1,8219E 18 Total 28 5,74463E 19 Sig F 0,1462056 Sumber : Data primer diolah, 2019 Dan dari uji-t diketahui bahwa thitung: . untuk umur . ,0. lebih kecil dari t-tabel . ,7. , artinya tidak berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat. thitung untuk tingkat pendidikan adalah . ,5. lebih kecil dari t-tabel . ,7. , yang artinya tidak berpengaruh terhadap usahatani alpukat. t-hitung untuk luas lahan adalah sebesar . ,3. lebih besar dari pada t-tabel . ,7. , yang artinya hipotesa diterima, yaitu bahwa luas lahan yang paling berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat. t-hitung untuk lama berusahatani atau pengalaman . ,4. lebih kecil dari t-tabel . ,7. , artinya lama usahatani atau pengalaman tidak berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat (Dewi et al. , 2. Maka dapat dikatakan, bahwa hanya faktor luas lahan usahatani saja yang berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada Gambar 1 di bawah. Gambar 1. Hasil analisis uji-t Sumber: Data primer, 2019 Page 151 of 154 Wiwiek Andajani & Djoko Rahardjo. Analisis Faktor-Faktor A Apabila dibandingkan dengan nilai probabilitasnya . , seperti pada tabel . maka diketahui, p-tabel nya adalah 0,05, sehingga dapat dikatakan bahwa . nilai probabilitas untuk umur 0,2835, artinya . probabilitas untuk tingkat pendidikan 0,5600 artinya ditolak. probabilitas untuk luas lahan 0,028, artinya diterima. probabilitas untuk lama usahatani atau pengalaman 0,1495 artinya ditolak. Maka dapat dikatakan pula bahwa hanya faktor luas lahan sajalah yang berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk. KESIMPULAN Bahwa rata-rata pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawahan. Kabupaten Nganjuk, dalam satu tahunnya sebesar Rp9. 550, per hektarnya. Untuk faktor produksi, yaitu umur, tingkat pendidikan, pengalaman atau lama usahatani dan luas lahan, secara bersama-sama berpengaruh terhadap Dan dari ke empat faktor produksi tersebut, faktor produksi luas lahan lah yang paling berpengaruh terhadap pendapatan atau keuntungan usahatani alpukat di Desa Ngliman. Kecamatan Sawaha. Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini masih bisa dilanjutkan mengingat penelitian hanya mengambil data produksi atau pendapatan sampai 10 tahun setelah penanaman, padahal umur produksi tanaman apukat bisa sampai 1520 tahun, dan juga masih ada kesempatan untuk penelitian lainnya dengan menambah faktor lainnya yang mempengaruhi pendapatan usahatani alpukat, misalnya faktor pemasaran, atau juga faktor sarana produksi usahatani alpukat dan lain sebagainya. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih diberikan kepada . DR. Ir. IGG Heru Marwanto. MM . yang telah membimbing, penelitian ini, . aparat atau pejabat pemerintahan Desa Ngliman Maupun Kecamatan Sawahan Kabupaten Nganjuk, . responden atau petani terlaksananya penelitian ini, . seluruh pejabat dan civitas akademika serta teman dosen sejawat fakultas pertanian, . LP3M dan Lembaga Universitas Kadiri, . semua pihak yang telah membantu kelancaran dan terwujudnya penelitian, serta penyusunan laporan penelitian ini. DAFTAR PUSTAKA