Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal PENGARUH TERAPI BERMAIN PLASTISIN DENGAN PERKEMBANGAN MOTORIK HALUS ANAK USIA PRESCHOOL DI TK GPID 1 PALU Cornelia Lingit. Siti Yartin. Wendi Muh. Fadhli Universitas Widya Nusantara . mail: cornellngtt@gmail. com, no: 082194487. ABSTRAK Anak Ae anak berusia 5 hingga 6 tahun dikenal sebagai usia preschool dan termasuk dalam usia emas, salah satu aspek perkembangan yang sangat penting untuk dikembangkan pada usia ini adalah kemampuan motorik halus, stimulasi yang dapat diberikan untuk mengembangkan motorik halus adalah dengan terapi bermain plastisin. Studi pendahuluan mengatakan dengan bermain plastisin atau playdough dapat meningkatkan kemampuan motorik halus pada anak. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre- exsperimental. Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK GPID 1 Palu yang berjumlah 23 anak, dengan total sampling. Menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test. Hasil penelitian terhadap 23 responden menunjukan bahwa ada pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu, dengan hasil uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan nilai p value 0,01. Ada pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Saran bagi TK GPID 1 Palu agar dapat memanfaatkan media bermain plastisin untuk meningkatkan perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Kata kunci : Plastisin. Motorik Halus. Anak Preschool. ABSTRACT Children aged 5 to 6 years are known as preschool age and still in the golden age, the soft motor skills is one of development aspect that need to build, the stimulation that can be given to develop the soft motor skills by plasticine play therapy. Preliminary studies obtained that playing with plasticine or playdough could improve the soft motor skills of children. The purpose of this study was to analyze the impact of plasticine play therapy on the soft motor development of preschool children at GPID 1 Kindergarten. Palu. The type of research is quantitative research using pre-experimental The total of population in this study were 23 students at GPID 1 Kindergarten. Palu, sample taken by using the total sampling technique and using Wilcoxon Sign Rank Test. The results of the study of 23 respondents showed that there is an impact of plasticine play therapy with soft motor development of preschool children at GPID 1 Kindergarten. Palu with the results of the Wilcoxon Sign Rank Test obtained a p-value = 0. There is an impact of plasticine play therapy with soft motor development of preschool children at GPID 1 Kindergarten. Palu. Suggestions for GPID 1 Kindergarten. Palu to utilize the plasticine play media in improving the soft motor development of preschool children at GPID 1 Kindergarten. Palu. Keywords : Plasticine. Soft Motor. Preschool Children. Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal PENDAHULUAN Anak-anak berusia 5 hingga 6 tahun dikenal sebagai usia preschool. Usia ini termasuk dalam usia emas, karena mereka perkembangan yang sangat cepat yang tidak akan terulang lagi di masa depan. Selain itu, anak-anak di usia ini memiliki keinginan yang luar biasa untuk belajar. Untuk perkembangan anak, orangtua serta guru, dan lingkungannya harus memberikan stimulus yang tepat, diantaranya adalah perkembangan fisik motorik halus untuk perkembangan anak yang optimal (Idhayanti. Shalihah. Masini. Menurut data World Health Organization (WHO), terdapat beberapa negara di dunia yang menghadapi berbagai masalah Prevalensi keterlambatan motorik di dunia mencapai 23,5%, di Amerika Serikat sebesar 1216%. Thailand sebesar 24%. Argentina sebesar 22%, dan di Indonesia sebesar 1318%. Menurut data Departemen Kesehatan RI menyatakan bahwa terdapat 0. 4 juta . %) balita Indonesia mengalami gangguan perkembangan motorik halus, berkurang dan terlambat bicara. Data kesehatan nasional menunjukkan bahwa BBLR di Sulawesi tengah mencapai 16,3%. Dari semua kelahiran, bahwa BBLR perkembangan motorik halus anak usia Berdasarkan hasil studi pendahuluan yang dilakukan di TK GPID 1 Palu, melalui wawancara dengan beberapa orang guru, mengatakan bahwa belum menerapkan terapi bermain plastisin pada anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Faktor perkembangan motorik halus anak antara Vol. 10 No. 1 Juni 2025 lain kurangnya stimulus atau terapi. Anak yang banyak mendapatkan keterampilan atau stimulasi akan lebih cepat berkembang daripada anak yang kurang atau bahkan tidak mendapatkan stimulasi (Muthmainah. Dampak dari terlambatnya perkembangan motorik halus adalah anak menjadi kurang aktif dan sulit beradaptasi dengan emosional, dan mempengaruhi prestasi di sekolah maupun di luar sekolah, serta mempengaruhi psikososial anak. Seorang anak yang mengalami keterlambatan motorik halus akan mengalami sikap minder, malu, atau iri dengan anak lain, yang dapat menyebabkan ketergantungan pada orang lain, sehingga anak sulit mengembangkan keterampilannya serta kemampuan sosialnya (Anggraini. Fetriyah. Nito. Salah satu cara untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak, yaitu dengan terapi permainan edukatif seperti memberikan anak-anak terapi bermain lilin plastisin yang aman. Dengan menggunakan terapi ini, anak-anak diharapkan dapat membuat sesuatu yang baru dengan menggunakan ide dan kreativitas mereka sendiri (Prasetyanti. , dan Aminah. METODE PENELITIAN Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan metode pre-exsperimental one group pretest Populasi dalam penelitian ini adalah semua anak di TK GPID 1 Palu, dengan total sampling. Menggunakan uji analisis Wilcoxon Sign Rank Test. HASIL Distribusi frekuensi responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pendidikan wali Penelitian ini telah dilaksanakan di TK GPID 1 Palu tanggal 17 Juli sampai dengan 22 Juli 2024. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah 23 anak. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal Tabel Distribusi karakteristik responden berdasarkan umur, jenis kelamin, dan pekerjaan wali responden di TK GPID 1 Palu. Karakteristik Responden Frekuensi . Pressentase (%) Umur : 5 Tahun 6 Tahun JK : Laki Ae Laki Perempuan Pekerjan Wali : IRT Wiraswasta Berdasarkan tabel 4. 1 diatas dapat di jelaskan bahwa karakteristik responden dari 23 responden yang berumur 6 tahun sebanyak 13 responden . ,5%), yang berjenis kelamin perempuan sebanyak 15 responden . ,2%) dan pekerjaan wali responden atau pekerjaan ibu yaitu IRT sebanyak 15 responden . ,2%). Tabel 4. 2 Perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu sebelum diberikan terapi bermain Pretest Perkembangan Motorik Halus Frekuensi Presentase (%) BSB BSH Total Sumber : Data Primer 2024 Berdasarkan tabel 4. 2 data pretest yang diperoleh dari 23 responden didapatkan hasil motorik halus Belum Berkembang (BB) sebanyak 23 responden . %). Tabel 4. 3 Perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu setelah diberikan terapi bermain Vol. 10 No. 1 Juni 2025 Posttest Perkembangan Motorik Halus Frekuensi Presentase (%) BSB BSH Total Sumber: Data primer 2024 Berdasarkan tabel 4. 3 data posttest yang diperoleh dari 23 responden didapatkan hasil motorik halus Berkembang Sangat Baik (BSB) sebanyak 15 responden . ,2%) dan Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 8 responden . ,8%). Tabel 4. 4 Pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Median (Min Ae Ma. Pretest motorik halus . Posttest motorik halus . 0,01 40 . Sumber: Uji Wilcoxon, 0 responden menurun, 0 responden tetap, dan 23 responden meningkat. Berdasarkan tabel 4. 4 diatas dapat dilihat bahwa terdapat perbedaan perkembangan motorik halus anak saat pretest dengan nilai median 10 dan pada saat posttest dengan nilai median 40. Berdasarkan hasil analisis uji bivariat dengan menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank Test didapatkan nilai p value 0,01 sehingga dapat disimpulkan bahwa terapi bermain plastisin dapat motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 Palu. Jurnal Kesehatan Ilmiah Indonesia ( Indonesian Health Scientific Journal PEMBAHASAN demikian bermain plastisin dapat melatih otot Ae otot tangan dan koordinasi mata anak. Berdasarkan hasil analisis uji statistik pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik halus anak usia 5. KESIMPULAN DAN SARAN preschool di TK GPID 1 Palu dengan Dalam penelitian ini tentang AuPengaruh terapi menggunakan uji Wilcoxon Sign Rank bermain plastisin dengan Test diperoleh nilai p value sebesar 0,01 motorik halus anak usia preschool di TK GPID yang dimana p value < 0,05 yang berarti 1 PaluAy, dapat disimpulkan bahwa : ada pengaruh terapi bermain plastisin Belum terdapat perkembangan motorik halus anak usia preschool di TK GPID 1 dengan perkembangan motorik halus anak Palu sebelum diberikan terapi bermain usia preschool di TK GPID 1 Palu. Penelitian ini juga di dukung oleh Terdapat perkembangan motorik halus (Syaputri. , dan Simaremare. anak usia preschool di TK GPID 1 Palu Peneliti berasumsi bahwa bahwa dengan setelah diberikan terapi bermain plastisin. terapi bermain plastisin yang diberikan Terdapat pengaruh terapi bermain plastisin pada anak usia preschool dapat dengan perkembangan motorik halus anak meningkatkan perkembangan motorik usia preschool di TK GPID 1 Palu. Melalui terapi bermain plastisin Adapun saran Ae saran yang dapat diberikan anak akan mendapatkan stimulasi, yang dimana stimulasi merupakan salah satu Bagi Institusi Diharapkan hasil penelitin ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan perkembangan motorik halus anak, karena mahasiswa keperawatan Universitas Widya dengan stimulasi yang diberikan pada Nusantara Palu khususnya di bidang anak akan memperkuat otot Ae otot tangan. kesehatan dalam pemberian terapi bermain Penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan (Soraya. , dan Suwanti, perkembangan motorik halus anak usia 2. terdapat pengaruh terapi bermain plastisin dengan perkembangan motorik Bagi Orang Tua dan Guru halus anak. Media permainan plastisin Diharapkan orang tua dan guru lebih dapat memanfaatkan media bermain plastisin perkembangan motorik halus anak usia motorik halus anak. preschool, karena teksturnya yang lunak Bagi Peneliti Selanjutnya sehingga mudah dibentuk menyerupai Diharapkan benda yang diinginkan anak. Diperkuat dikembangankan lebih lanjut dengan juga dengan penelitian yang dilakukan variabel yang berbeda serta dapat (Lumbantobing. Shalihat. , dan Dao, mengembangkan metode dan media yang 2. tentang AuPengaruh Bermain telah di inovasi dengan jumlah sampel Playdough terhadap Kemampuan Motorik yang lebih banyak sehingga hasil akan Halus Anak Usia 4-5 Tahun di TK Swasta lebih akurat. Kristen Kalam Kudus 2 MedanAu yang REFERENSI