Ahad: Multidisciplinary Journal of Islamic Studies Vol . No. 2025 :112-119. ISSN . 3110-2271 https://journal. id/index. php/ahad/ DOI: https://doi. org/10. 64131/ahad. Uji Validitas dalam Penelitian Kualitatif Sholikhul HudaA. Mochamad Nur SalimA. Bakhrudin All Habsyi3 A23Universitas Negeri Surabaya Email author 24011355011@mhs. id, 2mochamadnursalaim1968@gmail. bakhrudinhabsyi@unesa. Submitted: 20 juli 2025 Accepted: 29 agustus 2025 Published: 15 september 2025 Abstract Assessing the quality of research findings, whether quantitative or qualitative, requires a discussion of the validity . and reliability of the data. Traditionally, validity and reliability assessments in quantitative research have been standardized, referring to the content and usability of the measuring instruments used to obtain the data. However, in qualitative research, these two aspects of assessment remain controversial, particularly when questioning the scientific nature of the method's findings. Based on the author's experience, the validity and reliability aspects can explain various operational techniques that support the rigor . of data generated in qualitative research, namely credibility, dependability, confirmability, and transferability. Keywords: Qualitative research. Validitas This is an open access article under the CC BY-SA license. Copyright A 2025 by Author INTRODUCTION Penelitian kualitatif, secara sederhana dapat dipahami sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik dan lebih pada bagaimana peneliti memahami dan menafsirkan makna peristiwa, interaksi, maupun tingkah subjek dalam situasi tertentu menurut perspektif penelitinya. Berikut adalah beberapa defini penelitian kualitatif yang didefinisikan secara beragam oleh para ahli. Menurut (Moleong, 2. mendefinisikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang dimaksudkan untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian misalnya pelaku, persepsi, motivasi, tindakan dan lain-lain secara holistik dan dengan cara deskriptif dalam bentuk kata-kata dan bahasa pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah. Menurut (Mulyana, 2. mendeskripsikan penelitian kualitatif sebagai penelitian yang menggunakan metode ilmiah untuk mengungkapkan suatu fenomena dengan cara mendeskripsikan data dan fakta melalui katakata secara menyeluruh terhadap subjek penelitian. Penelitian kualitatif salah satu penelitian yang dilakukan untuk mendapatkan dan menggali kedalaman suatu informasi. Hasil penelitian kualitatif dapat menjelaskan angka-angka yang diperoleh dari suatu penelitian kuantitatif sehingga keberadaan penelitian kualitatif AyhadirAy untuk menjawab arti angka-angka yang diperoleh dari hasil penelitian kuantitatif. Sebagai contoh hasil Riskesdas 2018 melaporkan bahwa proporsi pemeriksaan kehamilan K4 pada perempuan umur 10-54 tahun di Indonesia mengalami penurunan dari 74% . menjadi 70% . (Riskesdas, 2. Sama dengan penelitian kuantitatif, penelitian kualitatif harus bisa memberikan hasil yang absah. Bila dalam penelitian kuantitatif, keabsahan ditekankan pada validitas dan reliabilitas, sementara pada penelitian kualitatif, keabsahan tidak semata melihat seberapa valid dan reliabel suatu hasil penelitian tetapi juga melihat seberapa objektif hasil penelitian tersebut. Bisa dipahami mengapa objektifitas menjadi penting dalam penelitian kualitatif karena alat ukur atau instrumen pada penelitian ini adalah para pewawancara yang bisa menyimpulkan suatu hasil wawancara secara subjektif. ( Lukman Waris, 2. Faktor pertama yang menyatakan keabsahan suatu penelitian adalah validitas. Validitas adalah suatu tingkatan ketepatan antara data . yang sesungguhnya terjadi pada populasi penelitian dengan data yang diperoleh dari hasil penelitian. Semakin valid maka semakin tepat mewakili data populasi. Faktor kedua yang menyatakan keabsahan suatu penelitian adalah reliabilitas. Reliabilitas dapat diartikan secara sederhana adalah AykonsistenAy Faktor yang ketiga dalam keabsahan penelitian kualitatif adalah objektivitas. METHOD Penelitian ini termasuk jenis penelitian kajian literatur dengan mencari referensi teori yang relevan dengan kasus atau permasalahan yang Menurut Creswell. John. menyatakan bahwa Kajian literatur adalah ringkasan tertulis mengenai artikel dari jurnal, buku, dan dokumen lain yang mendeskripsikan teori serta informasi baik masa lalu maupun saat ini mengorganisasikan pustaka ke dalam topik dan dokumen yang dibutuhkan. RESULT AND DISCUSSION Konsep Dasar Penelitian Kualitatif Validitas dan reliabilitas data hasil penelitian kuantitatif diukur dari alat ukur . yang akan dipakai, artinya yang diuji adalah alat ukur. Alat ukur tersebut terlebih dahulu di uji validitas dan reliabilitas. Dalam penelitian kualitatif yang diuji bukan alat ukur tetapi informasi, sehingga ada pendapat yang mengatakan bahwa penelitian kuantitaif lebih menekankan pada aspek reliabilitas sedangkan kualitatif pada aspek validitasnya (Stanback, 1. Keabsahan hasil penelitian kuantitaf dan kualitatif pada dasarnya mempunyai persamaan prinsip yaitu menghasilkan hasil penelitian yang benar-benar sesuai dengan yang terjadi di populasi. Dalam pelaksaanaan penelitian kedua metode tersebut meskipun mempunyai prinsip yang sama, namun memakai istilah yang berbeda. Uji keabsahan kedua penelitian tersebut dapat dimengerti dari perbedaan istilah yaitu: validitas internal . vs credibilitas . , validitas eksternal . , . dan objektivitas . vs confirmability . Agar lebih jelas perbedaan istilah yang dipakai pada penelitian kuantitatif dan kualitatif dapat dilihat sebagaimana pada tabel 1. Table 1 Perbedaan Istilah Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif Aspek Penelitian Kualitatif Kuantitatif Nilai Kebenaran Validitas Internal Kredibiltas . Penerapan Konsistensi Validitas Eksternal Transferability . Reliabilitas Auditability Naruralitas Objektivitas Confirmability . Sumber Data Responden Informan Alat Ukur Instrumen Alat ukur Pedoman wawancara Bahan Analisis Data Informasi Tulisan ini akan membahas lebih rinci tentang elemen-elemen validitas dan reliabilitas dalam penelitian kualitatif, yaitu: kredibilitas, transfibilitas, dependabilitas, dan konfirmabilitas. Berbagai cara untuk meningkatkan validitas dan reabilitas penelitian kualitaitf juga dibahas dalam tulisan ini. Kredibilitas Dalam penelitian kuantitatif ada dua macam validitas yaitu validitas internal dan eksternal. Validitas internal pada penelitian kuantitatif disebut uji kredibilitas . pada penelitian kualitatif. Validitas internal adalah ketepatan sebuah alat ukur . sejauh mana dapat mengukur apa yang akan diukur, atau suatu alat ukur valid apabila alat ukur tersebut dapat mengukur secara akurat mengukur sesuatu yang sedang diukur. Uji kredibilitas pada penelitian kualitatif bertujuan untuk mengetahui tingkat kepercayaan data yang dihasilkan dari suatu penelitian, apakah data tersebut dapat dipercaya atau tidak. Tranferbilitas Sebagaimana sudah dijelaskan sebelumnya bahwa dalam penelitian kuantitaif, validitas ada dua yaitu validitas internal dan eksternal. Validitas internal adalah ketepatan sebuah alat ukur . sejauh mana dapat mengukur apa yang akan diukur, atau suatu alat ukur valid apabila alat ukur tersebut dapat mengukur secara akurat sesuatu yang sedang diukur. Validitas eksternal pada penelitian kuantitatif adalah hasil pengukuran pada populasi sampel dapat mewakili hasil pengukuran populasi dimana sampel tersebut diambil atau populasi yang sedang diukur. Berbeda dengan penelitian kuantitatif, validitas ekternal di sebut keteralihan . pada penelitian kualitatif. Keteralihan berkaitan dengan sejauh mana penelitian dapat diterapkan atau digunakan dalam situasi Agar suatu hasil penelitian memenuhi kaidah transferability, maka hasil penelitian harus memberikan uraian secara rinci, jelas, sistematis dan kredibel sehingga peneliti lain dapat memahami hasil penelitian dan dapat memutuskan apakah hasil penelitian tersebut dapat diterapkan atau tidak diterapkan ditempat dan situasi lain. Keputusan yang akan diambil oleh peneliti lain dapat dilakukan hanya apabila laporan penelitian memberikan gambaran yang jelas atau memenuhi standar transferability (Faisal. Sanafiah. Dependbilitas Reliabilitas pada penelitian kualitatif disebut dependability atau Dependability bertujuan untuk melihat kredibilitas informasi dengan melakukan audit terhadap keseluruhan proses penelitian. Apabila ditemukan terdapat informasi namun tidak ada proses penelitian misalnya tidak dilakukan wawancara atau wawancara dilakukan bukan pada informan yang tepat maka informasi dikatakan tidak AyreliabelAu atau dependable. Uji dependable dilakukan untuk melihat metode penelitian. Uji dilakukan dengan menilai apa yang dilakukan oleh peneliti sejak menentukan masalah/fokus, kegiatan lapangan, menentukan informan, melakukan analisis informasi atau data, uji keabsahan informasi sampai dengan menarik Semua proses ini harus sistematis dan ilmian dan ditunjukan oleh peneliti. Jika salah satu proses tidak terlewati atau tidak dengan kaidah ilmiah maka depenibilitas penelitian tersebut tidak diyakinkan kredibilitasnya (Faisal. Sanafiah, 1. Metode penelitian kualitatif yang di lakukan uji dependeable meliputi apa jenis penelitiannya . nografi, studi kasus, grounded theory. Participatory Action Research (PAR). Rapid Assessment Prosedure (RAP) atau mix method. , kerangka teori, metode pengumpulan informasi . umber informasi, . awancara mendalam, diskusi kelompok terarah/FGD, observas. , tahapan pengumpulan informasi, analisa data . ematik, konten, discourse, semioti. , tahapan analisis . ranskrip, koding, pembuatan matriks dan analisi. dan penyajian hasil penelitian (Panduan Peelitian dan Pelaporan Penelitian Kualitatif. Konfirmabilitas Uji objektivitas dalam penelitian kuantitatif, identik dengan uji konfirmabilitas pada penelitian kualitatif. Apabila dalam penelitian kuantitatif uji objektivitas dilakukan untuk menghindari subjektivitas peneliti maka dalam penelitian kualitatif dilakukan dengan menyepakati informasi oleh banyak orang. Uji konfirmabilitas memiliki karaktek yang sama dengan uji dependable yaitu berkaitan dengan proses penelitian sehingga pengujian tahap ini bisa dilakukan bersamaan dengan uji dependable. Hasil penelitian yang telah sesuai dengan asas fungsi dan proses penelitian makan penelitian disebut telah memenuhi standar konfirmabilitas sehingga semua informasi yang ada dalam penelitian merupakan hasil dari proses penelitian. CONCLUSION Validitas dan reliabilitas data suatu penelitian merupakan suatu syarat yang harus dilakukan untuk menilai kualitas suatu hasil penelitian. Istilah validitas dan reliabilitas pada penelitian kuantitatif maupun kualitatif memiliki unsur kesamaan dalam prinsip-prinsip/standar umum. Namun, terdapat beberapa perbedaan dalam implikasi pengujiannya. Kredibilitas dalam penelitian kualitatif identik dengan validitas internal dalam penelitian transferabilitas identik dengan aspek validitas eksternal dalam penelitian kuantitatif. dependabilitas identik dengan reliabilitas. konfirmabilitas identik dengan objektivitas. Terdapat berbagai langkah atau cara yang dapat dilakukan oleh para peneliti untuk memperoleh keabsahan dan reabilitas data dalam penelitian kualitatif sehingga hasil temuan mereka dapat diyakini kebenarannya dan memiliki kekuatan dalam hal keakuratan data yang diperoleh. Penilaian validitas dan reabilitas dalam penelitian kualitatif meliputi penilaian, kredibilitas, dependabilitas, transfermabilitas, dan konfirmabilitas. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pembelajaran bahasa Arab di era digital memerlukan sinergi antara kompetensi linguistik, penguasaan teknologi, dan kemampuan berpikir kritis dalam memilih serta memanfaatkan sumber belajar digital. Inovasi dan literasi digital menjadi kunci keberhasilan pembelajaran, sehingga lembaga pendidikan Islam perlu terus meningkatkan kapasitas guru dan memperkuat ekosistem pembelajaran berbasis teknologi. BIBLIOGRAPHY