KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. ANALISIS BELANJA PEMERINTAH DAERAH DAN DAMPAKNYA PADA PEMBANGUNAN BIDANG PENDIDIKAN DI NUSA TENGGARA BARAT PADA TAHUN 2016-2023 Muhammad Dzul Fadlli1. Muhamad Bai'ul Hak2. Ali Akbar Hidayat3. Widyatul Jannah4 1,2,3,4 Ekonomi Pembangunan. Universitas Mataram. Mataram. Indonesia email: fadlli@unram. id1, baiulhak. muhamad@unram. Aliakbar. hd@unram. jannahwidyatul111@gmail. ABSTRAK Penelitian ini berupaya untuk melakukan analisa dampak belanja pemerintah daerah terhadap pembangunan pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) pada periode 2016Ae2023. Indikator pembangunan pendidikan yang diukur adalah rata-rata lama sekolah. Pendekatan kuantitatif asosiatif akan dijadikan sebagai metode penelitian. Teknik analisis data memanfaatkan regresi data panel dengan menganalisis 10 kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat pada tahun 2016-2203. Data yang dianalisis berupa data sekunder, yaitu realisasi belanja Pendidikan oleh pemerintah daerah dan rata-rata lama sekolah. Analisis dilakukan dengan model estimasi yaitu Fixed Effect Model (FEM). Secara parsial belanja pendidikan tidak mempunyai pengaruh signifikan pada rata-rata lama sekolah. Temuan penelitian menegaskan kondisi peningkatan belanja pendidikan tidak otomatis mendorong peningkatan capaian pendidikan apabila tidak diikuti dengan pengelolaan anggaran yang Penelitian ini menyarankan perlunya sinergi antara kebijakan belanja pendidikan dengan program pengentasan kemiskinan serta peningkatan daya beli rumah tangga agar pembangunan pendidikan dapat berjalan optimal. Dengan demikian, kebijakan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada penambahan alokasi anggaran, tetapi juga memastikan efektivitas distribusi dan pemanfaatannya untuk mendorong kemajuan kualitas sumber daya manusia di NTB. Kata Kunci: Belanja Pemerintah Daerah. Kebijakan Fiskal. IPM. Pendidikan. Fixed Effect Model. Rata-rata Lama Sekolah AU PENDAHULUAN Pembangunan ekonomi merupakan pertumbuhan ekonomi yang mengarah pada peningkatan kesejahteraan ekonomi segmen penduduk termiskin atau perubahan tingkat pendidikan, distribusi output, dan perubahan struktural ekonomi. (Nafziger, 2. Satu diantara indikator yang dipakai menilai kualitas hidup individu ialah Indeks Pembangunan Manusia (IPM), akan mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan kondisi ekonomi (Riana & Khafid, 2. IPM sendiri merupakan indeks komposit dengan menilai pembangunan sosial ekonomi berdasarkan penggabungan ukuran pendidikan, kesehatan, dan pendapatan riil per kapita yang disesuaikan (Todaro & Smith, 2. IPM dapat dipergunakan sebagai ukuran holistik tingkat hidup dan Pembangunan yang dilakukan. Setidaknya ada tiga bidang yang tercakup pada indeks pembangunan manusia yaitu meliputi pendidikan, kesehatan dan standar hidup yang layak (UNDP, 2. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Tingkat Pendidikan menjadi bagian penting didorong dalam pembangunan. Salah satu komponen mengukur kualitas Pendidikan dalam IPM yakni dengan rata-rata lama Adapun rata-rata tahun sekolah dimaknai dengan jumlah rata-rata tahun pendidikan yang diperoleh orang berusia 25 tahun ke atas (United Nations Development Programme, 2. Dengan semakin tinggi rata-rata lama sekolah menandakan lebih baiknya kualitas Pendidikan. Tingkat pendidikan dapat mewakili kualitas tenaga kerja. Tingkat Pendidikan seseorang akan meningkatkan keterampilannya. Peran pemerintah melalui kebijakan fiskal sangat perlu dilakukan dalam mendorong kemajuan Pendidikan. Kebijakan fiskal memberikan pilihan, seperti siapa dan apa yang harus dikenakan pajak dan di mana harus membelanjakannya (Agyemang, 2. Meskipun kebijakan fiskal pada dasarnya AuhanyaAy mengatur pajak dan pengeluaran pemerintah, aktivitas ini memberikan banyak konsekuensi pada perekonomian. Kebijakan fiskal merupakan instrumen paling kuat yang dimiliki pemerintah untuk menjaga stabilitas makroekonomi untuk pertumbuhan, serta untuk transfer kekayaan intra dan antar generasi dan untuk memperbaiki kegagalan pasar (Lypez et al. , 2. Belanja pendidikan daerah mempunyai efek positif yang signifikan pada rata-rata tahun sekolah, sedangkan rasio pendapatan daerah tidak (Rahmadi, 2. Pengeluaran pemerintah yang menyediakan manfaat/spillover, seperti pengeluaran untuk pendidikan dasar penting untuk kecepatan dan kualitas pertumbuhan. (Lypez et al. Belanja pemerintah untuk pendidikan merupakan investasi dalam meningkatkan IPM (Damanik et al. , 2. Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan berkontribusi pada peningkatan indeks pembangunan Manusia. Hal ini juga dipertimbangkan karena pendidikan adalah investasi dalam sumber daya masa depan (Riana & Khafid, 2. Pengembangan belanja pemerintah berdasarkan tahapan pembangunan ekonomi menjelaskan bahwa saat tahap awal pembangunan ekonomi, porsi dari total investasi pemerintah adalah sangat besar. Karena pada kondisi demikian pemerintah wajib mengadakan infrastruktur, antara lain pendidikan, kesehatan, infrastruktur, transportasi, dan sebagainya (Sofilda et al. , 2. Penelitian tentang dampak belanja pendidikan terhadap indikator pembangunan manusia menunjukkan hasil yang beragam. Meskipun beberapa penelitian menunjukkan bahwa belanja pemerintah memiliki peran pada Pembangunan. Namun, terdapat beberapa permasalahan yang menjadi sorotan bahwa belanja pemerintah tidak menunjukkan hasil memuaskan pada pembangunan manusia. Adanya penelitian Fadlli et al. , . selama periode 2010-2016 menunjukkan bahwa tidak ada pengaruh belanja pemerintah terhadap indeks pendidikan. Selain itu, adanya kondisi pandemic yang membuat realokasi anggaran untuk penanganan pandemic. Pemerintah dianggap sehat secara fiskal jika sumber dayanya memenuhi kewajibannya dan sebalik jika tidak memiliki sumber daya keuangan, maka mungkin mengalami tekanan fiskal (McDonald, 2. Selain itu. Ernita . melaporkan temuan tentang belanja pendidikan tidak mempunyai pengaruh signifikan pada IPM di Kabupaten Kerinci. Temuan tersebut menunjukkan ternyata hubungan dari pengeluaran pendidikan dan hasil Pembangunan bersifat kompleks dan dapat bervariasi. Kondisi ini membuat dampak belanja pemerintah untuk kemajuan Pembangunan bidang patut diragukan. Tidak signifikannya dampak belanja pemerintah untuk pendidikan dan adanya kondisi pandemi yang merelokasi banyak anggaran membuat dampak belanja pemerintah untuk kemajuan bidang Pendidikan cukup diragukan. Padahal penggunaan belanja pemerintah harus memberikan dampak pada Pembangunan Fadlli et al. , . Hal ini menimbulkan pertanyaan penelitian AuBagaimana pengaruh belanja pemerintah daerah terhadap Pembangunan bidang Pendidikan di Nusa Tenggara Barat?Ay. Dengan melakukan penelitian, dikehendaki agar mendapatkan pemahaman tentang pengaruh belanja pemerintah pada Pembangunan di bidang Pendidikan pada kondisi KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. terkini termasuk mencakup kondisi pasca pandemi. Hal ini diharapkan mampu memberikan rekomendasi kebijakan yang tepat bagi berbagai stakeholders. Hasil riset dan rekomendasi kebijakan yang tepat dapat mendorong perbaikan kinerja pemerintah daerah. Hal tersebut melatarbelakangi untuk melakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh belanja daerah di NTB dan dampaknya pada pembangunan pada kondisi terkini. Oleh sebab itu, pada penelitian mengangkat judul AuAnalisis Belanja Pemerintah Daerah Dan Dampaknya Pada Pembangunan Bidang Pendidikan Di Nusa Tenggara Barat Pada Tahun 2016-2023Ay. AU METODE PENELITIAN Penelitian ini mencoba mengadopsi metode kuantitatif asosiatif. Pendekatan tersebut bisa dipergunakan untuk melihat hubungan/pengaruh antar variabel. Metode asosiatif disini akan dimanfaatkan untuk melakukan analisis pengaruh belanja pemerintah terhadap pembangunan dengan memanfaatkan teknik analisis regresi pada data panel. Penelitian ini dilaksanakan pada 10 pemerintah kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat periode 2016-2023. Jenis data yang dipergunakan yakni data sekunder dimana data tersebut berupa hasil publikasi instansi lain. Pengumpulan data yaitu melalui dokumentasi dimana mengambil data dari dokumen yang ada. Data penelitian dipergunakan data belanja pemerintah fungsi pendidikan dan rata-rata lama sekolah sebagai indikator hasil pembangunan bidang pendidikan. Data belanja pemerintah, diperoleh dari DJPK Kementerian Keuangan dalam bentuk data Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) berdasarkan fungsi untuk Pemerintah Daerah di NTB dari tahun 2016 hingga Sementara itu, data mengenai IPM . ata-rata lama sekola. diperoleh dari BPS. Adapun variabel yang akan diuji pada studi ini memiliki variabel independen berupa belanja pemerintah fungsi Pendidikan. Sedangkan variabel dependen pada penelitian ini akan terdiri atas rata-rata lama sekolah. Adapun definisi operasional variabel yang dipergunakan melingkupi: AU Belanja pemerintah fungsi Pendidikan ialah realisasi belanja untuk fungsi pendidikan pada APBD ditujukan mendanai aktivitas pendidikan yang bersifat kewajiban pemerintah daerah, mencakup biaya gaji para pendidik, tetapi tidak termasuk anggaran yang berkaitan dengan kedinasan yang diukur dalam satuan rupiah. AU Rata-rata lama sekolah ialah Jumlah tahun belajar penduduk berumur diatas 15 tahun yang sudah ditamatkan pada pendidikan formal . idak termasuk tahun yang Selain itu variabel diatas, penelitian ini menggunakan bantuan variabel kontrol seperti konsumsi rumah tangga . dan angka kemiskinan yang menjamin model yang digunakan tersebut baik. Variabel kontrol ini penting untuk meminimalisir kesalahan dalam menafsirkan hasil. Dalam kasus di mana prediktor adalah bagian dari persamaan regresi yang juga berisi variabel control (Breaugh, 2. Variabel kontrol disini hanya digunakan untuk pemodelan meskipun tidak menjadi bagian pembahasan. Pembahasan penelitian fokus pada pengaruh belanja pemerintah dan dampaknya pada Pembangunan bidang Pendidikan. AUAdapun spesifikasi model penelitian yang secara lebih lengkap digunakan pada penelitian ini yakni: Y = 0 1 X1 it 2 X2 it 3 X3 it e Keterangan: YAU : Rata-rata lama sekolah X1 itAU AU : Realisasi Belanja Pemerintah Bidang Pendidikan (Rupia. X2 itAU AU : Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Oran. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. X3 itAU AU : Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Juta rupia. : Konstanta 1, 2, 3 AU : Koefisien dari X1. X2 . X3 Adapun analisis data yang dilakukan studi ini memanfaatkan software Stata. Teknik analisis dengan melakukan uji regresi panel akan di awali pemilihan model estimate yang Tahapan ini yang perlu dijalankan guna mengetahui estimasi manakah yang terbaik untuk digunakan. Ada 3 uji yang perlu dilakukan dalam rangka pemilihan model estimasi untuk regresi data panel yaitu: AU Uji Uji Chow dipergunakan untuk mengetahui apakah model yang lebih sesuai adalah Common Effect Model (CEM) atau Fixed Effect Model (FEM). Jika hasil pemilihan model terpilih model fixed effect lebih baik dibandingkan dengan common effect, maka analisis selanjutnya dapat menggunakan FEM. Sebaliknya, apabila hasil uji menunjukkan tidak adanya perbedaan yang signifikan, dengan demikian model yang lebih tepat yakni common effect. AU Uji Hausman dirancang guna mengevaluasi model yang lebih sesuai antara Fixed Effect Model atau Random Effect Model (REM). Prosedur Uji Hausman melibatkan perbandingan antara hipotesis nol (H. , yang berargumen bahwa model Random Effect adalah pilihan yang lebih tepat, dengan hipotesis alternatif (H1, untuk menguji model Fixed Effect adalah opsi yang terbaik. AU Uji Lagrange Multiplier ini dimanfaatkan dalam menentukan metode yang dipergunakan Common Effect Model (CEM) atau Random Effect Model (REM) Setelah melakukan pemilihan metode analisis data untuk regresi panel, terutama untuk selanjutnya dilakukan pengujian berupa: -AU Uji t-statistik -AU Uji F-statistik -AU Uji Koefisien Determinasi (R. AU HASIL DAN ANALISIS Bagian hasil ini akan dipaparkan hasil penelitian dan analisis mendalam terhadap pengaruh belanja pemerintah daerah di Nusa Tenggara Barat terhadap Pembangunan bidang Pendidikan selama periode 2016 hingga 2023. Adapun realisasi belanja Pendidikan yang dilakukan 10 pemerintah daerah kabupaten/kota di Nusa Tenggara Barat ditunjukkan oleh grafik dibawah ini: Grafik 1 Belanja Pendidikan Sumber: DJPK Kemenkeu . KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Grafik belanja pendidikan di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) periode 2016Ae2023 menunjukkan adanya variasi alokasi anggaran antar kabupaten/kota. Secara umum, belanja pendidikan cenderung meningkat pada 2019Ae2020, yang kemungkinan terkait dengan kebutuhan adaptasi sistem pendidikan di masa pandemi COVID-19. Kabupaten Lombok Timur tercatat sebagai daerah dengan alokasi belanja pendidikan Sebaliknya. Kota Bima. Kabupaten Sumbawa Barat, dan Lombok Utara memiliki alokasi belanja pendidikan yang relatif rendah. Perbedaan ini dipengaruhi menggambarkan kapasitas fiskal dan prioritas pembangunan di masing-masing daerah. Secara keseluruhan, pola belanja pendidikan di NTB masih menunjukkan adanya kesenjangan antar daerah, meskipun sektor pendidikan tetap menjadi salah satu fokus utama pembangunan daerah. Adapun keadaan pendidikan Nusa Tenggara Barat berdasarkan pada rata-rata lama sekolah sebagai berikut: Grafik 2 Rata-rata lama sekolah Sumber: BPS . Grafik rata-rata lama sekolah periode 2016Ae2023 menunjukkan tren peningkatan di hampir semua kabupaten/kota. Kota Mataram dan Kota Bima menempati posisi tertinggi, yang mencerminkan akses pendidikan yang lebih baik di wilayah perkotaan. Kabupaten Dompu dan Lombok Barat juga menunjukkan capaian yang cukup tinggi. Sebaliknya. Kabupaten Lombok Utara memiliki rata-rata lama sekolah terendah, meskipun tetap mengalami perbaikan bertahap dari waktu ke waktu. Perbedaan keadaan rata-rata lama sekolah antar wilayah mengindikasikan adanya ketimpangan akses pendidikan di NTB. Daerah perkotaan dengan infrastruktur dan fasilitas pendidikan yang lebih memadai mampu mencapai tingkat pendidikan lebih tinggi dibanding daerah kabupaten. Meski demikian, tren peningkatan di semua daerah menunjukkan adanya progres positif dalam pembangunan pendidikan. Penelitian ini memanfaatkan metode statistik regresi data panel dalam mengevaluasi dampak antara pengeluaran pemerintah terhadap hasil Pembangunan bidang Pendidikan berupa rata-rata lama sekolah yang ada di Nusa Tenggara Barat. Adapun hasil pengujiannya dijabarkan dalam beberapa bagian uraian sebagai berikut: KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU Pemilihan model AU Uji Chow Sebelum menentukan model regresi data panel yang tepat. Hal pertama yang diperlukan yaitu melakukan Uji Chow. Berikut ditampilkan hasil pengujian Chow test dalam penelitian ini: Gambar 1 Hasil Uji Chow Sumber: Stata Dalam analisis uji Chow, didapatkan probabilitas . -valu. mempunyai nilai yaitu Nilai tersebut dibandingkan dengan tingkat signifikansi yang menjadi dasar yakni = 0,05. Dengan p-value yang bernilai dibawah 0,05, maka hipotesis nol (H. yang menguji model Common Effect adalah yang paling sesuai ditolak. Sehingga, model Fixed Effect dianggap lebih tepat sebagai pilihan. Dengan demikian, kesimpulan dari uji Chow disini mengindikasikan model Fixed Effect merupakan model yang paling cocok untuk AU Uji Hausman Setelah diketahui model terbaik dari Common Effect atau Fixed Effect melalui Uji Chow. Tahap berikutnya yaitu melaksanakan Uji Hausman. Dibawah ini disajikan hasil pengujian Hausman test dalam penelitian ini: Gambar 2 Hasil Uji Hausman Sumber: Stata Gambar dari uji tersebut menunjukkan nilai Chi-Square Statistic yakni 4. mempunyai probabilitas (Prob. ) yang tercatat sebesar 0. Karena nilai probabilitas 0356 berada dibawah nilai =0. 05, pada kesimpulannya hipotesis nol (H. Ini mengindikasikan bahwasanya model paling untuk tepat diterapkan pada studi ini yaitu Fixed Effect Model (FEM). Dengan demikian. FEM dianggap lebih sesuai untuk mengevaluasi dampak belanja pemerintah terhadap perkembangan sektor pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama periode 2016 hingga 2023. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. AU Uji Lagrange Multiplier Uji Lagrange Multiplier (LM) digunakan untuk memilih antara Common Effect Model (CEM) dan Random Effect Model (REM). Namun, dalam penelitian ini, proses pemilihan model sudah melalui tahapan Uji Chow yang hasilnya menunjukkan bahwa FEM lebih sesuai dibandingkan CEM. Dan telah dilakukan Uji Hausman yang hasilnya menunjukkan bahwa FEM lebih tepat digunakan. Karena model terbaik sudah ditetapkan sebagai FEM berdasarkan hasil Uji Hausman, maka Uji LM tidak mesti dijalankan lagi. Hal ini disebabkan LM hanya relevan jika kita masih perlu membandingkan CEM dengan REM. Dengan kata lain, pengujian telah berhenti pada Uji Hausman karena sudah jelas bahwa FEM adalah model paling tepat. AU Estimasi model Model yang paling tepat dipergunakan yakni Model Fixed Effect. Pada bagian ini akan dipaparkan hasil estimasi dengan FEM untuk melihat bagaimana belanja pemerintah di bidang pendidikan mempunyai pengaruh pada rata-rata lama sekolah yang merupakan ukuran pembangunan pendidikan di NTB. Berikut hasil pengujian tersebut: Gambar 3 Hasil Regresi Data Panel dengan Metode fixed effect Sumber: Stata Berdasarkan pada hasil tersebut dapat dibuatkan persamaan model sebagai berikut: Y = 6. 0000000000000265 pendidikan -0. 010799 kemiskinan 0. PKRT Keterangan: RLSAU AU : Rata-rata lama sekolah . PendidikanAU : Realisasi Belanja Pemerintah Bidang Pendidikan (Rupia. KemiskinanAU : Jumlah Penduduk Miskin (Ribu Oran. PKRTAU AU : Pengeluaran Konsumsi Rumah Tangga (Juta Rupia. AU Uji t Pengujian secara parsial . memperlihatkan nilai t-statistik untuk variabel belanja pemerintah di sektor pendidikan adalah -0,51, dengan nilai probabilitas . -valu. sebesar 0,613. Dalam analisis ini, p-value dibandingkan pada tingkat signifikansi = 0,05. Nilai yang dicari yakni jika kurang dari nilai yang telah ditetapkan. Apabila nilai p lebih besar dari 0,05, sehingga pengaruh variabel tersebut dianggap tidak signifikan. Kondisi penelitian ini memperoleh nilai p-value yaitu 0,613, dimana memiliki nilai diatas dari 0,05. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Hasil tersebut melebihi ambang batas nilai yang dicari. Dengan demikian, kesimpulan yang dihasilkan yaitu belanja pemerintah fungsi pendidikan tidak punya pengaruh yang signifikan pada rata-rata lama sekolah. AU Uji F Tabel hasil regresi yang menggunakan pendekatan Fixed Effect Model (FEM) menunjukkan bahwa nilai F-statistic tercatat sebesar 35. 12, dengan Prob(F-statisti. Nilai probabilitas ini jelas jauh lebih rendah daripada tingkat signifikansi yang ditetapkan sebesar 5% ( = 0,. Oleh karena itu, hipotesis nol (HCA) yang beranggapan bahwa secara bersama-sama variabel independen tidak ada pengaruhnya terhadap rata-rata lama sekolah dapat ditolak. Dengan kata lain, secara simultan variabel-variabel yang ada pada model ini punya pengaruh signifikan pada rata-rata lama sekolah, yang menjadi ukuran perkembangan di sektor pendidikan. Hasil tersebut menandakan bahwasanya model regresi yang dibangun layak dipergunakan dalam menjelaskan hubungan antara pengeluaran pemerintah dengan capaian pembangunan AU Uji Koefisien Determinasi Bersumber pada hasil estimasi pada pendekatan Fixed Effect Model (FEM), diperoleh nilai RA yaitu 0. Data tersebut memperlihatkan sekitar 61,13% variasi dalam rata-rata lama sekolah mampu menjelaskan peran variabel-variabel independen yang masuk dalam model, termasuk pengeluaran pemerintah. Adapun sisanya, mampu diterangkan variabel lain di luar model. Koefisien RA yang sangat tinggi tersebut bermakna sesungguhnya model regresi mempunyai kemampuan kuat dalam menjelaskan hubungan antara pengeluaran pemerintah dan rata-rata lama sekolah, sehingga model yang digunakan dapat dikatakan cukup baik dalam menggambarkan fenomena pembangunan pendidikan. AU Pengaruh Pengeluaran Pendidikan Terhadap Rata-Rata Lama Sekolah Kebijakan fiskal memiliki dampak signifikan pada berbagai aspek ekonomi dan sosial di Indonesia. Penelitian tentang pengeluaran pemerintah dan pendidikan di Indonesia mengungkapkan pengaruh yang signifikan dari faktor-faktor tersebut dan indikator pembangunan manusia. Pengeluaran pemerintah untuk pendidikan berpengaruh positif pada rata-rata tahun sekolah di Jawa Barat (Wardhana et al. , 2. dan merupakan variabel paling signifikan yang mempengaruhi rata-rata tahun sekolah dan perkiraan tahun sekolah dengan skor Indeks Pembangunan Manusia di bawah rata-rata (Kharisma et al. , 2. Sementara peningkatan pengeluaran pendidikan berkorelasi dengan tingkat pekerjaan yang lebih tinggi, menariknya, rata-rata tahun sekolah yang lebih lama dikaitkan dengan penurunan pekerjaan (Makna, 2. Paradoks ini menunjukkan bahwa tingkat pendidikan tinggi mungkin tidak selalu diterjemahkan secara langsung ke kesuksesan pasar Studi-studi ini secara kolektif menekankan pentingnya investasi pemerintah dalam pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia, meskipun hubungan kompleks antara pendidikan dan pekerjaan menyoroti perlunya kebijakan komprehensif yang menangani pencapaian pendidikan dan keselarasan pasar kerja. Secara umum, kebijakan fiskal berperan penting, namun efektivitasnya bervariasi tergantung pada jenis kebijakan dan implementasinya (Sari et al. , 2. Belanja pembangunan adalah pengeluaran yang dilakukan pemerintah dalam rangka memenuhi kebutuhan Pembangunan yang salah satunya dilakukan melalui pemenuhan kebutuhan dasar, seperti layanan kesehatan, pendidikan, serta penyediaan infrastruktur (Suparno. Peran belanja pemerintah seharusnya mampu mendorong perbaikan Pembangunan yang salah satunya perbaikan bidang Pendidikan. KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. Beberapa literatur dan penelitian sebelumnya memberikan hasil bahwa pengeluaran pemerintah mempunyai peran penting dalam mendorong perbaikan Pendidikan. Analisis pada penelitian ini mempunyai tujuan melakukan analisis pengaruh belanja pendidikan pada rata-rata lama sekolah menggunakan metode FEM data panel. Hasil studi memberikan penjelasan belanja pemerintah bidang pendidikan di Nusa Tenggara Barat (NTB) belum memberikan pengaruh signifikan terhadap rata-rata lama sekolah. Temuan ini ditunjukkan oleh nilai uji t yang tidak signifikan, sehingga memberi kesimpulan yakni peningkatan alokasi anggaran pendidikan tidak serta merta berdampak langsung pada peningkatan rata-rata lama sekolah. Hal ini sejalan dengan beberapa studi sebelumnya seperti Fadlli et al. , . yang mengungkapkan pengeluaran pemerintah tidak berpengaruh terhadap indeks pendidikan. Penelitian tentang pengeluaran pemerintah dan pendidikan di Indonesia menyajikan temuan yang beragam. Penelitian sebelumnya cenderung menunjukkan hasil belanja pemerintah berpengaruh positif. Pada penelitian ini memberikan kesimpulan berbeda. Penelitian ini memberikan hasil yaitu belanja pemerintah bidang Pendidikan tidak mempunyai dampak yang cukup kuat untuk mempengaruhi rata-rata lama sekolah. Hasil serupa didukung pula dari penelitian lain yang menunjukkan hasil yang juga tidak signifikan. Mongan . melaporkan temuan berupa belanja pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Manusia. Demikian pula, (Jasmina, 2. menyimpulkan bahwa pengeluaran pemerintah pusat dan daerah tidak berdampak signifikan pada nilai ujian pendidikan menengah pertama. (Tafalas, 2. menemukan bahwa belanja pendidikan pemerintah di Jawa Timur tidak terkait secara signifikan dengan tingkat pendaftaran untuk pendidikan dasar atau tingkat pendaftaran bersih untuk tingkat SD dan SMA. Studi ini menunjukkan bahwa hubungan antara pengeluaran pendidikan pemerintah dan hasil pendidikan di Indonesia kompleks dan bervariasi di berbagai ukuran dan tingkat pendidikan. Penelitian ini memberikan hasil tidak ada dampak yang signifikan dari belanja Pendidikan terhadap hasil Pembangunan berupa Pembangunan sektor Pendidikan yang diukur dalam rata-rata lama sekolah. Temuan Ernita . juga memberikan hasil berupa belanja pendidikan tidak berpengaruh signifikan terhadap Indeks Pembangunan Adapun pada variabel kontrol berupa kemiskinan tidak signifikan atas Rata-rata Lama Sekolah (RLS) yang dapat dilihat pada nilai probabilitas 0. 123 yang lebih dari =5%. Artinya peningkatan jumlah orang miskin tidak mempunyai dampak signifikan pada rata-rata lama sekolah. Sedangkan variabel kontrol berupa pengeluaran konsumsi rumah tangga termasuk signifikan karena mempunyai probabilitas sebesar 0. 0000 yang dibawah dari =5%. Nilai p-value tersebut masih lebih kecil dari yang dijadikan dasar. Artinya PKRT punya pengaruh yang signifikan pada rata-rata lama sekolah dengan nilai koefisien positif sebesar Hal ini memberikan gambaran yang jelas bahwa peningkatan rata-rata lama sekolah, salah satunya sangat bergantung pada kondisi keuangan rumah tangga. Pengeluaran rumah tangga salah satunya dapat dipergunakan untuk memenuhi kebutuhan untuk biaya pendidikan. Kemampuan keluarga untuk meningkatkan pengeluaran sekolah akan mendorong anggota keluarga untuk semakin meningkatkan tingkat pendidikan . ama Penelitian ini selaras dengan kondisi data yang memperlihatkan kondisi ketidakterkaitan antara belanja pemerintah bidang pendidikan dengan rata-rata lama Meskipun data penelitian menunjukkan terjadinya tren kenaikan rata-rata lama sekolah di semua kabupaten/kota, namun sebenarnya belanja pemerintah bidang pendidikan cenderung berfluktuasi. Hasil pembangunan tidak mengikuti kondisi realisasi belanja pendidikan yang berfluktuatif. Hal ini menandakan adanya kecenderungan tidak KENDALI: Economics and Social Humanities E-ISSN 2962 5459. Volume 4 Number 1, 2025 DOI: https://doi. org/10. 58738/kendali. signifikannya pengaruh belanja pendidikan terhadap hasil pembangunan berupa rata-rata lama sekolah. Penelitian memberikan kontribusi atas beberapa hasil penelitian sebelumnya yang saling bertolak belakang terkait pengaruh belanja pemerintah pada pendidikan. Kesimpulan penelitian ini memberikan penegasan mengenai pengeluaran pemerintah bidang pendidikan tidak signifikan mempengaruhi lama sekolah masyarakat pada kasus kabupaten/kota di NTB. Faktor yang justru punya peran mendorong kenaikan lama sekolah yaitu pengeluaran rumah tangga dalam membiayai pendidikannya. AU KESIMPULAN Berdasarkan pada analisis regresi data panel, penelitian ini menyimpulkan belanja pemerintah fungsi pendidikan di Nusa Tenggara Barat pada periode 2016Ae2023 tidak berpengaruh signifikan terhadap rata-rata lama sekolah. Kondisi tersebut menandakan peningkatan belanja pendidikan belum tentu berdampak nyata pada perpanjangan masa sekolah masyarakat. Penelitian ini menegaskan bahwa peran belanja pendidikan harus dipandang dalam konteks yang lebih luas dan terpadu. Upaya peningkatan rata-rata lama sekolah tidak hanya dapat mengandalkan penambahan belanja pemerintah. Implementasi akan penggunaan anggaran perlu dipastikan berjalan efektif agar memastikan hasil pembangunan tercapai. Hasil ini memberikan implikasi bahwa strategi pembangunan pendidikan di NTB ke depan perlu lebih menekankan pada efektivitas penggunaan anggaran. Berdasarkan pada hasil pengujian dengan variabel kontrol menunjukkan bahwa konsumsi rumah tangga berperan signifikan mendorong peningkatan Pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa akses pada bidang Pendidikan memerlukan modal dukungan keuangan keluarga/rumah tangga. Perbaikan ekonomi keluarga perlu diperhatikan untuk mendorong peningkatan Pendidikan. REFERENSI