Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam Vol 2. No 1, 9-12. Januari 2024 https://journal. id/index. php/Abdi-Dharma/ Pendampingan Jamaah Masjid Desa Sriwangi Melalui Khutbah Jumat Edukatif Berbasis Kearifan Lokal Sholeh Hasan1. Ahmad Sodikin2. Azis Purwanto3 Universitas Nurul Huda OKU Timur E-mail: 1sholehhasan@unuha. id, 2 sodikin@unuha. id 3 azis09280@gmail. Info Artikel Abstrak Article history: Available online DOI: 10. 30599/AbdiDharma. Abstrak Pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan jamaah Masjid Desa Sriwangi melalui pendampingan dalam penyampaian khutbah Jumat yang edukatif dan mengintegrasikan kearifan lokal. Metode pelaksanaan meliputi pelatihan bagi para Khatib, pendampingan penyusunan materi khutbah, serta implementasi dan evaluasi khutbah. Pelatihan berfokus pada teknik komunikasi efektif dan integrasi nilai-nilai kearifan lokal Sunda seperti silih asah, silih asih, silih asuh . aling mengasah, mengasihi, dan mengasu. ke dalam pesan keagamaan. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman dan keterampilan para Khatib. Survei kepuasan jamaah juga menunjukkan respon yang sangat positif, dengan 92% jamaah menyatakan materi khutbah menjadi lebih relevan dengan kehidupan sehari-hari dan mudah dipahami. Program ini tidak hanya memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban tetapi juga melestarikan nilai-nilai luhur budaya lokal yang selaras dengan ajaran Islam. Kegiatan ini menyimpulkan bahwa pendekatan khutbah berbasis kearifan lokal efektif dalam meningkatkan pemahaman keagamaan masyarakat dan memperkuat identitas budaya. Kata kunci: Khutbah Jumat. Kearifan Lokal. Pendampingan. Jamaah Masjid How to cite (APA): Hasan. Sodikin. , & Purwanto. Pendampingan Jamaah Masjid Desa Sriwangi Melalui Khutbah Jumat Edukatif Berbasis Kearifan Lokal. Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam 2. , 9-12. ISSN x-x This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4. 0 International License Abstract This community service initiative aims to empower the congregation of the Sriwangi Village Mosque through mentoring in the delivery of educational Friday sermons that integrate local wisdom. The implementation methods included training for the preachers (Khati. , mentoring in sermon material preparation, as well as implementation and evaluation of the sermons. The training focused on effective communication techniques and the integration of Sundanese local wisdom values, such as *silih asah, silih asih, silih asuh* . utual sharpening, loving, and nurturin. , into religious messages. Evaluation results showed a significant improvement in the preachers' understanding and skills. A congregant satisfaction survey also indicated a highly positive response, with 92% of congregants stating that the sermon material had become more relevant to daily life and easier to understand. This program not only strengthens the role of the mosque as a center of civilization but also preserves the noble values of local culture that are in harmony with Islamic teachings. The activity concludes that a local wisdombased sermon approach is effective in enhancing the religious understanding of the community and strengthening cultural identity. Keywords: Friday Sermon. Local Wisdom. Mentoring. Mosque Congregationyle. Pendampingan Jamaah Masjid Desa Sriwangi Melalui Khutbah Jumat Edukatif Berbasis Kearifan Lokal Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 2. , 2024 PENDAHULUAN Masjid memegang peran sentral tidak hanya sebagai tempat ibadah tetapi juga sebagai pusat peradaban, pendidikan, dan pemberdayaan masyarakat Islam (Hakim, 2. Salah satu sarana strategis untuk menjalankan fungsi edukatif masjid adalah melalui khutbah Jumat. Khutbah Jumat memiliki posisi yang sangat penting karena didengarkan oleh jamaah dari berbagai latar belakang usia, pendidikan, dan sosial ekonomi secara rutin. Namun, seringkali terjadi kesenjangan antara materi khutbah yang disampaikan dengan realitas dan kebutuhan sehari-hari jamaah. Materi khutbah yang bersifat normatif-tekstual dan kurang kontekstual dapat mengurangi efektivitasnya dalam membimbing dan memberdayakan masyarakat (Syahputra, 2. Desa Sriwangi, lokasi pengabdian ini, merupakan masyarakat yang kaya akan kearifan lokal Sunda. Nilai-nilai seperti silih asah, silih asih, silih asuh . aling mengasah, mengasihi, dan mengasu. , hormat ka kolot . ormat kepada orang tu. , dan lestari lingkungan . estari lingkunga. telah hidup dan dipraktikkan secara turun-temurun. Kearifan lokal ini sesungguhnya memiliki keselarasan yang erat dengan nilai-nilai universal Islam, seperti prinsip ta'awun . olong-menolon. , birrul walidain . erbakti kepada orang tu. , dan khalifah fil ardh . enjaga bum. (Iskandar, 2. Integrasi antara ajaran Islam dengan kearifan lokal ini dapat menjadi formula yang powerful untuk membuat pesan-pesan keagamaan menjadi lebih membumi, relevan, dan mudah diterima oleh Berdasarkan observasi awal, para Khatib di Desa Sriwangi masih menghadapi kendala dalam menyusun materi khutbah yang kreatif, kontekstual, dan mampu mengaitkan ajaran Islam dengan kearifan lokal setempat. Materi khutbah cenderung repetitif dan kurang menyentuh persoalan aktual yang dihadapi masyarakat. Oleh karena itu, pengabdian masyarakat ini hadir untuk menjawab tantangan tersebut melalui program AuPendampingan Jamaah Masjid Desa Sriwangi melalui Khutbah Jumat Edukatif Berbasis Kearifan LokalAy. Program ini dirancang untuk meningkatkan kapasitas para Khatib dalam menyusun dan menyampaikan khutbah yang tidak hanya sah secara syar'i tetapi juga mencerahkan, aplikatif, dan memperkuat identitas kultural masyarakat. METODE PELAKSANAAN Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada 27 Agustus 2023 di Masjid Al-Mukaromah. Desa Sriwangi. Peserta kegiatan terdiri dari 15 orang Khatib yang aktif di Masjid Al-Mukaromah dan masjidmasjid kecil di sekitar Desa Sriwangi. Metode pelaksanaan dirancang secara partisipatif dan Kegiatan dilaksanakan dalam tiga tahap utama: Tahap Persiapan: Meliputi observasi dan koordinasi dengan takmir masjid dan para Khatib, serta penyusunan modul pelatihan yang berisi pedoman integrasi kearifan lokal Sunda dalam materi khutbah. Tahap Pelaksanaan: Pelatihan bagi Khatib: Dilaksanakan selama satu hari penuh, membahas teknik komunikasi efektif, struktur khutbah yang baik, dan praktik mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal . eperti silih asah, silih asuh, silih asi. dengan tema-tema keislaman . ontoh: ukhuwah islamiyah, birrul walidain, hijra. Pendampingan Penyusunan Materi: Tim pengabdi mendampingi para Khatib secara berkelompok dan individu untuk menyusun draft materi khutbah untuk 4 tema yang berbeda. Tahap Implementasi dan Evaluasi:Implementasi: Para Khatib menyampaikan khutbah hasil pendampingan pada empat Jumat berturut-turut di bulan Agustus 2023. Evaluasi Dilakukan melalui dua cara: . Observasi langsung oleh tim pengabdi terhadap penyampaian khutbah, dan . Penyebaran angket kepuasan kepada 100 orang jamaah untuk mengukur relevansi, kejelasan, dan dampak materi khutbah. Pendampingan Jamaah Masjid Desa Sriwangi Melalui Khutbah Jumat Edukatif Berbasis Kearifan Lokal Jurnal Abdi Dharma Pendidikan Islam, 2. , 2024 HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Program pendampingan ini berhasil meningkatkan kapasitas 15 orang Khatib dalam menyusun dan menyampaikan khutbah. Hasil evaluasi menunjukkan: Peningkatan Keterampilan Khatib: Sebelum pelatihan, 80% Khatib mengaku kesulitan mencari referensi dan meramu materi yang kontekstual. Setelah pelatihan dan pendampingan, seluruh Khatib . %) mampu menghasilkan draft khutbah yang mengintegrasikan nilai Islam dan kearifan lokal. Respon Jamaah: Berdasarkan angket yang disebar, respon jamaah sangat positif. Sebanyak 92% jamaah menyatakan bahwa materi khutbah selama bulan Agustus terasa lebih relevan dengan kehidupan mereka. Sebanyak 89% jamaah menyampaikan bahwa pesan khutbah lebih mudah dipahami karena menggunakan contoh dan analogi dari budaya dan kearifan lokal yang mereka kenal sehari-hari. Sebanyak 95% jamaah merasa termotivasi untuk mengamalkan nilai-nilai khutbah dalam kehidupan sosial mereka. Pembahasan Keberhasilan program ini membuktikan bahwa pendekatan kontekstualisasi melalui kearifan lokal adalah kunci efektivitas dakwah. Integrasi nilai silih asah, silih asih, silih asuh dalam khutbah tentang ukhuwah Islamiyah, misalnya, membuat konsep persaudaraan yang abstrak menjadi sesuatu yang konkret dan telah dipraktikkan oleh nenek moyang mereka (Amiruddin et al. , 2. Hal ini sejalan dengan teori komunikasi dakwah yang menekankan pentingnya menggunakan bahasa dan budaya audiens sebagai medium untuk menyampaikan pesan agar lebih mudah dicerna (Mulyana. Respon positif jamaah menunjukkan bahwa masyarakat merindukan materi keagamaan yang tidak hanya menuntun pada kesalehan individu tetapi juga kesalehan sosial. Khutbah yang menyentuh isu-isu aktual seperti gotong royong . otong royon. , menjaga lingkungan, dan menghormati tetua, dengan sudut pandang Islam dan budaya lokal, memberikan panduan yang komprehensif bagi jamaah. Temuan ini memperkuat penelitian Nasruddin . yang menyatakan bahwa pendekatan kultural dalam dakwah dapat memperkuat resonansi pesan keagamaan dan membangun ketahanan masyarakat. Program ini juga berhasil memperkuat peran masjid sebagai pusat peradaban yang memayungi seluruh aspek kehidupan masyarakat, tidak hanya ritual. Dengan khutbah yang edukatif dan kontekstual, masjid kembali menjadi magnet yang menarik partisipasi aktif jamaah dan menjadi sumber solusi bagi masalah masyarakat. SIMPULAN Program pendampingan penyusunan khutbah Jumat berbasis kearifan lokal bagi para Khatib di Desa Sriwangi telah terbukti efektif dalam meningkatkan kualitas khutbah dan keterlibatan jamaah. Integrasi antara nilai-nilai Islam dengan kearifan lokal Sunda berhasil membuat pesan dakwah menjadi lebih relevan, mudah dipahami, dan aplikatif dalam kehidupan sehari-hari. Untuk menjaga keberlanjutan, direkomendasikan agar takmir masjid membentuk forum rutin bagi para Khatib untuk berbagi pengalaman dan materi, serta mendokumentasikan materi khutbah berbasis kearifan lokal sebagai refer bersama. UCAPAN TERIMAKASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada seluruh jamaah dan masyarakat desa Sriwangi atas kerja sama dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. LPPM Universitas Nurul Huda yang memberikan dukungan penuh. Dukungan tersebut sangat berarti dalam mewujudkan pelatihan yang berkualitas dan berdampak nyata bagi masyarakat. DAFTAR PUSTAKA