ABDIRA Volume 6 Nomor 2 Tahun 2026 Halaman 68-75 JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT Research & Learning in Faculty of Education ISSN: 2798-0847 (Printe. 2798-4591 (Onlin. Peningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pemanfaatan Buku KIA terhadap Deteksi Dini Tumbuh Kembang Anak Usia Dini Revinel1. Dina Sulviana Damayanti2. Aning Subiyatin3 Program Studi Sarjana Kebidanan dan Profesi Bidan Universitas Muhammadiyah Jakarta e-mail: dinasulviana@umj. Abstrak Masa yang sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat agar sedini mungkin dapat terdeteksi apabila terjadi kelainan pertumbuhan dan perkembangan anak adalah usia 0 sampai 5 tahun, masa ini sering juga disebut sebagai fase AyGolden AgeAy. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini meningkatkan pengetahuan, pemahaman dan keterampilan ibu dalam pemanfaatan buku KIA terhadap deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini sehingga dapat menekan angka kejadian stunting. Metode pelaksanan kegiatan ini adalah ceramah tanya jawab dihadiri 18 orang ibu yang mempunyai anak balita di wilayah Puskesmas Kecamatan Kemayoran. Media yang digunakan adalah buku KIA dan banner, indikator keberhasilan dilihat dari hasil pretest dan posttest, dilakukan sebelum dan sesudah pemberian materi. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan kemampuan ibu sebelum diberikan edukasi dan setelah dilakukan edukasi tentang pemanfaatan buku KIA dalam deteksi dini tumbuh kembang pada anak usia dini. Kata Kunci: Pengetahuan. Buku KIA. Deteksi Dini. Tumbuh Kembang. Anak Abstract A very important period to attention for a child's growth and development so that any abnormalities in their growth and development can be detected as early as possible is the age of 0 to 5 years, this period is often also called the "Golden Age" The aim of this community service is to increase mothers' knowledge, understanding and skills in utilizing the KIA book for early detection of early childhood growth and development so as to reduce the incidence of stunting. The event featured a question-and-answer session attended by 18 mothers with toddlers living at the Kemayoran District Community Health Center. The media used are KIA guidebook s and banners, success indicators are seen from the results of the pretest and posttest conducted before and after providing the material. The results of this activity showed an increase in mothers' knowledge and abilities before and after being given education on the use of KIA guidebook in early detection of early childhood growth and development. Kata Kunci: Knowledge. KIA Guidebook. Screening. Growth and Development. Children. PENDAHULUAN Mewujudkan dan mencetak generasi emas 2045 bukan hal mudah, masih menjadi masalah utama adalah tentang gizi bagi bayi dan anak dibawah usia dua tahun di Indonesia. Kondisi tersebut harus segera dituntaskan untuk mewujudkan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 generasi emas yang memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang optimal. Pertumbuhan dan perkembangan mengalami peningkatan yang pesat pada usia 0 sampai 5 tahun yang sering disebut sebagai fase AyGolden AgeAy. Fase ini sangat penting untuk memperhatikan tumbuh kembang anak secara cermat, agar jika ada suatu kelainan dapat sedini mungkin terdeteksi dan teratasi sedini mungkin (DelGiudice, 2017. Ponidjan et al. , 2. Penanganan kelainan tumbuh kembang yang sesuai usianya dapat meminimalisir kelainan bersifat berat dan permanen. Setiap orang tua menginginkan anaknya tumbuh dan berkembang secara sempurna, dan menjadi sumber daya manusia yang berkualitas serta tangguh. Pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, merupakan hasil interaksi berbagai faktor yang saling berkaitan, salah satu ibu dan keluarga dapat melakukan pemanfaatan buku KIA dalam upaya deteksi dini tumbuh kembang anak pada kelas ibu balita (Hening Prastiwi, 2019. Wong. Hockenberry. Wilson. Winkelstein. , 2. Masalah pertumbuhan dan perkembangan pada anak menjadi akar masalah global apabila tidak tertangani dengan tepat. Periode 1. 000 hari pertama kehidupan sebagai penentu tingkat pertumbuhan fisik, perkembangan, kecerdasan dan produktivitas anak di masa depan. Pertumbuhan dan perkembangan di masa ini menjadi penentu keberhasilan pertumbuhan dan perkembangan anak di periode selanjutnya (Chaput et al. , 2020. Kementrian Kesehatan RI, 2023. Likhar & Patil, 2. Masalah developmental, behavioral dan psikososial merupakan Aunew morbidityAy, lebih dari dua dekade ini telah diketahui diranah global. Masalah ini dapat disebabkan oleh adanya perubahan yang sangat pesat di bidang pediatrik dan tingginya prevalensi anak yang mengalami masalah Kualitas seorang anak dapat dinilai dari proses tumbuh kembang sejak dini (Arif Rohman Mansur, 2019. Direktorat Statistik Kesejahteraan, 2. Al Qur'an menggambarkan bayi seperti kertas putih saat dilahirkan. Dalam agama Islam, pendidikan anak dimulai sejak janin. Sebagai contoh, seorang ibu harus membaca dan mendengarkan banyak ayat Al-Qur'an karena hal itu akan mempengaruhi karakter anaknya ketika ia dewasa (Shihab, 2. Hal ini menunjukkan bahwa bayi dalam kandungan memiliki pendidikan yang baik , seperti pada hadits yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah RA: AOaeaIa aIaNaeaOOaIaIaNA a AOaeaOEa aEaOaEa a AOaea aNaOaaIaNaeaOA a AEEaEEaIaO aEaeaOA a aeaaONAUa Artinya: "Setiap anak yang lahir dilahirkan di atas fitrah . Kedua orang tuanyalah yang menjadikannya Yahudi. Majusi, atau Nasrani. " (HR Bukhari dan Musli. Hadist tersebut menunjukkan bahwa anak-anak, terutama anakusia dini yang sedang dalam masa emas pertumbuhannya akan menyerap apapun yang diberikan dan diajarkan oleh kedua orang tuanya, baik itu yang baik maupun yang buruk. Karena itu, orang tua bertanggung jawab untuk memberikan pendidikan dengan sungguh-sungguh dan berlandaskan agama. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Buku KIA merupakan media informasi dan alat komunikasi yang penting bagi tenaga kesehatan, ibu hamil, keluarga dan masyarakat yang berfungsi untuk mengetahui status kesehatan ibu hamil, dokumentasi, deteksi dini, adanya resiko, konseling serta untuk deteksi dini dalam memantau tumbuh kembang balita (Kemenkes, 2. Buku KIA dapat menjadi pedoman untuk memantau kesehatan ibu dan anak secara mandiri. Buku ini juga dapat mendukung tumbuh kembang anak lebih optimal. Sayangnya, masyarakat belum memanfaatkan Buku KIA dengan optimal, untuk itu perlu para ibu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam pemanfaatan buku kia mendeteksi untuk memantau tumbuh kembang, dan bisa dilakukan secara mandiri (Dewi et al. , 2020. Hananda Putri Hapsari & Tahun, 2022. Simatupang & Silalahi, 2. Salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman penggunaan dan pemanfaatan buku KIA diperlukan kegiatan kelas ibu balita. Kelas ibu balita berujuan untuk dapat bertukar pendapat atau diskusi, pengalaman dalam bidang pelayanan kesehatan, gizi, dan stimulasi pertumbuhan perkembangan anak antara ibu-ibu yang memiliki balita yang akan difasilitasi oleh tenaga Kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada Masyarakat akan memberikan informasi untuk Peningkatan pengetahuan ibu dalam pemanfaatan buku KIA terhadap deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini pada kelas ibu balita bebas stunting, dimana pemberian edukasi merupakan salah satu tindakan yang dilakukan dalam miningkatan pengetahuan dalam pemanfaatan buku KIA untuk dapat mendeteksi dini terhadap tumbuh kembang dan menekan kejadian penyimpangan. Dalam indikator keberhasilan program dosen dan mahasiswa dapat memberikan edukasi dalam peningkatan pengetahuan ibu tentang pemanfaatan buku kia, agar dapat melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak usia dini secara mandiri, sehingga anak-anak penurus bangsa dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. METODE Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan pendekatan edukasi partisipatif yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik langsung, dan pendampingan. Tahapan pelaksanaan meliputi persiapan kegiatan, pelaksanaan kegiatan evaluasi dan tindak lanjut. Tahap persiapan dilakukan dengan melakukan koordinasi dengan pihak Puskesmas untuk menentukan lokasi, waktu, dan jumlah peserta. Rekrutmen peserta yaitu ibu-ibu yang memiliki anak usia 0Ae5 tahun dan membawa Buku KIA. Penyusunan materi edukasi berupa: Slide presentasi (PowerPoin. Banner panduan singkat membaca Buku KIA. Penyusunan instrumen evaluasi berupa soal pre-test dan post-test pengetahuan ibu tentang pemanfaatan Buku KIA untuk deteksi dini tumbuh kembang anak. Pada tahap pelaksanana dilakukan mulai dari pembukaan dengan ditandai adanya sambutan dari ketua tim dan perwakilan Puskesmas, penjelasan tujuan, manfaat, dan alur kegiatan yang akan dilaksanakan. Kemudian dilanjutkan dengan pretest terlebih dahulu kepada para peserta untuk mengukur pengetahuan awal ibu tentang pemanfaatan Buku KIA. Dilanjutkan dengan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 penyampaian materi yang disampaikan oleh tim pengabdian masyarakat dari Prodi Sarjana dan Profesi Bidan FKK UMJ yang diwakili oleh salah satu dosen tim pengabdian masyarakat. Sesi demonstrasi dan praktik langsung dilakukan oleh peserta dengan membuka Buku KIA masing-masing dan mempraktikkan pengisian data pertumbuhan/perkembangan dengan panduan fasilitator. Simulasi membaca hasil grafik dan menentukan langkah selanjutnya jika ditemukan kelainan. Setelah itu dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab, peserta diberi kesempatan mengajukan pertanyaan seputar Buku KIA dan pemantauan tumbuh kembang anak. Kemudian dilaksanakan post test untuk mengukur peningkatan pengetahuan peserta setelah mengikuti kegiatan. Dan diakhir kegiatan dilakukan pembentukan grup WhatsApp untuk komunikasi lanjutan, berbagi materi edukasi, dan memantau perkembangan pemanfaatan Buku KIA di rumah. Evaluasi dan tindak lanjut keberhasilan kegiatan ini dilakukan dengan cara membandingkan nilai pre-test dan post-test, serta observasi keterampilan mengisi Buku KIA. komunikasi daring selama 1 bulan setelah kegiatan. Rujukan bagi anak yang ditemukan memiliki keterlambatan tumbuh kembang ke fasilitas kesehatan HASIL DAN PEMBAHASAN Kegiatan pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan pada Selasa, 12 Agustus 2025 di ruang aula lantai 2. Puskesmas Kemayoran. Jakarta Pusat, dengan jumlah peserta 18 orang ibu yang memiliki anak usia 3 bulan sampai 4 tahun dan masing - masing membawa buku KIA, seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan sesuai rencana. Gambar 1. Pembukaan Berdasarkan hasil pengisian kuesioner, menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta tentang fungsi Buku KIA dari 68% sebelum kegiatan menjadi 90,6% setelah kegiatan. Selain itu, praktik pencatatan perkembangan anak di Buku KIA juga mengalami peningkatan dari 96% menjadi 98%. Peningkatan ini menandakan bahwa edukasi langsung dan demonstrasi penggunaan Buku KIA mampu meningkatkan kesadaran ibu untuk memanfaatkan buku tersebut tidak hanya sebagai alat pencatatan, tetapi juga sebagai panduan deteksi dini tumbuh kembang anak. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Gambar 2. Pengisian kuesioner pretest dan posttest pakai kode QR Temuan ini selaras dengan penelitian Ramadhaniati & Kurniati . yang menganalisis pemanfaatan Buku KIA di Kota Bengkulu. Penelitian tersebut menemukan bahwa meskipun kepemilikan Buku KIA tinggi, sebagian besar orang tua hanya menggunakan Buku KIA untuk keperluan Posyandu dan belum memanfaatkannya sebagai panduan stimulasi perkembangan anak di rumah (Ramadhaniati & Kurniati, 2. Orang tua cenderung belum memahami tahapan tumbuh kembang secara optimal sesuai panduan di Buku KIA. Rekomendasi dari penelitian tersebut adalah perlunya edukasi intensif dan berulang oleh tenaga kesehatan agar orang tua mampu mengintegrasikan isi Buku KIA dalam aktivitas stimulasi harian. Gambar 3. Pemberian materi Selain itu, literatur 5 tahun terakhir juga mendukung pentingnya intervensi edukasi seperti yang dilakukan pada kegiatan ini. Oktavia melaporkan bahwa pelatihan penggunaan Buku KIA secara interaktif dapat meningkatkan pengetahuan ibu hingga 25% dan meningkatkan kepatuhan pencatatan tumbuh kembang anak (Oktavia, 2. Febriana juga menunjukkan bahwa keberhasilan pemanfaatan Buku KIA sangat dipengaruhi oleh pendampingan tenaga kesehatan dan keterlibatan aktif orang tua dalam kegiatan Posyandu (Febriana, 2. Gambar 4. praktik langsung Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 Hasil kegiatan ini memberikan bukti bahwa pendekatan edukasi berbasis praktik langsungAidengan memandu ibu mengisi data tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, dan milestone perkembangan anakAidapat menjembatani kesenjangan antara kepemilikan Buku KIA dan pemanfaatannya untuk deteksi Dibandingkan dengan temuan Ramadhaniati & Kurniati . , kegiatan ini menunjukkan perubahan perilaku yang positif karena peserta tidak hanya menerima informasi, tetapi juga mempraktikkannya secara langsung (Ramadhaniati & Kurniati, 2. Gambar 5. Sesi tanya jawab Intervensi yang sudah dilakukan memiliki potensi untuk direplikasi pada kegiatan Posyandu rutin dengan menambahkan sesi singkat edukasi dan simulasi pengisian Buku KIA. Pendekatan ini diharapkan dapat mengubah paradigma penggunaan Buku KIA dari sekadar dokumen pencatatan menjadi alat aktif dalam memantau dan menstimulasi tumbuh kembang anak. Gambar 6. Penutup kegiatan SIMPULAN Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dengan tema AuPeningkatan Pengetahuan Ibu dalam Pemanfaatan Buku KIA untuk Deteksi Dini Tumbuh Kembang AnakAy yang dilaksanakan di Puskesmas Kemayoran. Jakarta Pusat berjalan dengan lancar dan mendapat respon positif dari peserta. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan ibu terkait: Pentingnya penggunaan Buku KIA sebagai panduan pemantauan kesehatan ibu dan anak. Cara membaca dan menginterpretasikan informasi pada Buku KIA, khususnya pada bagian tumbuh kembang anak. Langkah deteksi dini tanda keterlambatan Jurnal Pengabdian Masyarakat (Abdir. Vol. No. 2 Tahun 2026 tumbuh kembang pada balita. Partisipasi aktif peserta, dukungan dari pihak puskesmas, serta metode penyampaian materi yang interaktif berkontribusi pada keberhasilan kegiatan ini. Kegiatan ini diharapkan dapat mendorong ibu untuk memanfaatkan Buku KIA secara optimal dalam memantau kesehatan dan tumbuh kembang anak, serta menjadi kebiasaan baik dalam keluarga. DAFTAR PUSTAKA