Vol. 3 No. 1, 2024, page: 17 Ae 23 ISSN 2961-8134 . ISSN 2962-4150 . PENGGUNAAN MEDIA RODA PUTAR DALAM MENINGKATKAN MINAT DAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA PADA SISWA Nur Haliza Irham1*. Andi Mulawakkan Firdaus2. Wahyuddin3 1Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia. 2Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia. 3Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Muhammadiyah Makassar. Indonesia. * Korespondensi Penulis. E-mail: nurhalizairham@gmail. A 2024 PRISMA (Jurnal Penalaran dan Riset Matematik. Abstrak: Kegiatan pembelajaran matematika pada siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya masih berjalan monton, dan kurang variatif dalam menyampaikan materi. hal ini mengakibatkan minat belajar siswa, aktivitas belajar siswa dan hasil belajar siswa belum maksimal. Tindakan yang dilakukan untuk memecahkan masalah tersebut dengan menerapkan media pembelajaran roda putar. Penelitian ini dilakukan pada tanggal 23 februari-4 april 2024 di UPT SPF SD Inpres Jongaya. Subjek penelitian yaitu kelas V yang berjumlah 28 siswa. pengumpulan data yaitu data minat belajar siswa, data hasil belajar siswa, data aktivitas belajar siswa dan data aktivitas guru. Jenis data yang digunakan berupa data kualitaif dan data kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata kelas saat pre test mencapai 27,14. Nilai rata-rata pada hasil tes siklus 1 mencapai 62,14 meningkat pada siklus II sebesar 81,42. Minat belajar siswa pra tindakan mencapai 73,15 setelah tindakan meningkat menjadi 82,91. Dapat disimpulkan bahwa penggunaan media roda putar dapat meningkatkan minat dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya. Disarankan guru dapat menggunakan media roda putar dalam kegiatan pembelajaran disekolah untuk meningkatkan minat dan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Kata kunci: Media Roda Putar. Minat. Hasil Belajar. Abstract: Mathematics learning activities in class V UPT SPF SD Inpres Jongaya students are still running monton, and lack of variety in delivering material. this results in student interest in learning, student learning activities and student learning outcomes are not optimal. Actions taken to solve these problems by applying rotary wheel learning media. This research was conducted on February 23-April 4, 2024 at UPT SPF SD Inpres Jongaya. The subject of the study was class V which amounted to 28 students. This type of research is classroom action research (PTK). Data collection techniques are student interest data, student learning outcomes data, student learning activity data and teacher activity data. The types of data used are qualitative data and quantitative data. The results showed that the class average value during the pre-test reached 27. The average value in cycle 1 test results reached 62. 14, increasing in cycle II by 81. Pre-action student learning interest reached 73. 15 after the action increased to 82. It can be concluded that the use of rotary wheel media can increase interest and learning outcomes in mathematics in class V UPT SPF SD Inpres Jongaya. It is recommended that teachers can use the rotary wheel media in learning activities at school to increase student interest and learning outcomes in mathematics subjects. Keywords: Spin Wheel Media. Interest. Learning Outcomes. Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus Pendahuluan Masyarakat Indonesia sangat memperhatikan yang namanya pendidikan untuk menciptakan generasi penerus masa depan. Pendidikan mempunyai peranan yang sangat penting untuk menciptakan generasi muda yang memiliki kemampuan potensial, kecerdasan emosional yang baik serta dapat memperoleh berbagai keterampilan. akses terhadap pendidikan merupakan salah satu hak yang harus diperoleh putra putri bangsa dan merupakan sumber daya manusia bagi kemajuan bangsa. Menurut Pristiwanti dkk, . 2:7. pendidikan adalah usaha sadar selain itu terencana agar mewujudkan suasana pembelajaran atau belajar agar menyenangkan supaya siswa dapat aktif dalam mengembangkan potensi yang dimilikinya untuk memiliki spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, ahlak mulia serta keterampilan yang dimilikinya dan masyarakat. Menurut Ahmadi & Hamidulloh, . Pendidikan sangat penting diajarkan untuk membangun karakter dan meningkatnya kualitas sumber daya manusia (SDM) dan harus dimaksimalkan pada usia sekolah dasar. Potensi yang baik sebenarnya sudah dimiliki manusia sejak lahir, namun potensi tersebut masih perlu dibina dan dikembangkan melalui sosialisasi keluarga, sekolah dan masyarakat. Di sekolah dasar ini siswa diajarkan oleh guru untuk mengasah dan membangun potensi dan keterampilan yang baik agar mampu mengembangkan bakatnya. Pelajaran matematika merupakan salah satu pelajaran di sekolah dasar yang berguna dalam memecahkan masalah. Pembelajaran matematika tidak hanya digunakan di lingkungan sekolah saja tetapi digunakan juga dalam kehidupan sehari-hari. Matematika digunakan untuk melatih perkembangan serta kecerdasan otak, untuk menyelesaikan sesuatu masalah (Nurfadhillah dkk, 2021:. Matematika memberikan bekal kompotensi yang baik untuk memadai studi lanjut maupun untuk memasuki dunia kerja (Marselina & Kristiantari, 2. Banyak pekerjaan yang biasanya menggunakan matematika misalnya seseorang harus bisa berhitung untuk pekerjaan seperti kasir yang ada didalam suatu toko ataupun jual beli di pasar yang membutuhkan kepandaian menghitung berbagai macam hal. Itu sebabnya matematika sangat penting diajarkan disekolah dasar. Mengingat pentingnya pembelajaran matematika, sehingga penting dipelajari ditingkat sekolah dasar. Namun kenyataanya banyak permasalahan terkait pembelajaran Pelajaran matematika masih dirasakan sebagai mata pelajaran yang menakutkan dan dianggap sulit oleh siswa indonesia (Sriyanti & Kurniati 2. Masalah ini terjadi di UPT SPF SD Inpres Jongaya hal ini berdasarkan hasil observasi pada tanggal 29 November 2023 mulai pukul 09. 50 di UPT SPF SD Inpres Jongaya pada saat mengamati proses pembelajaran matematika dikelas VA, peneliti melihat guru kurang variatif dalam menyampaikan materi. Sehingga membuat siswa merasa bosan dalam pembelajaran, dan tidak bisa menjawab pertanyaan dari guru terkait materi yang baru dijelaskan sehingga hasil belajar matematika sangat rendah dibuktikan dari 28 siswa hanya 13 siswa yang tuntas dan 15 siswa yang belum tuntas dengan nilai rata-rata kelas 60,71. Selain itu, tidak sebagian siswa ada yang melamun, mengantuk, berbicara dengan teman sebangkunya dan hanya sedikit siswa yang memperhatikan gurunya pada saat pembelajaran berlangsung hal itu dipengaruhi karena kurannya rasa minat belajar Lalu peneliti melakukan wawancara bersama guru terhadap permasalahan yang terjadi kepada siswa saat pembelajaran berlangsung untuk mengetahui kebenaran dari permasalahan kepadasiswa yang peneliti amati. Berdasarkan permasalahan yang ditemukan peneliti mencarikan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. salah satu solusi yang akan diterapkan untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan penggunaan media pembelajaran. mengumukakan bahwa media pembelajaran adalah alat yang dapat menyalurkan pesan dari Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus sumber secara terencana sebagai upaya untuk menciptakan proses belajar yang efektif dan Media pembelajaran yang menarik dapat dijadikan sebagai alat bantu guru. Menurut Ekayani . media pembelajaran menempati posisi yang sangat penting dalam Media pembelajaran yang menarik dapat dijadikan sebagai alat bantu guru agar proses pembelajaran berjalan efektif dan efisien. Salah satu jenis media pembelajaran yang menarik dan cocok diterapkan dalam meningkatkan hasil belajar matematika yaitu media roda putar. Media roda merupakan putar salah satu media yang menarik dan dapat mengalihkan perhatian siswa saat pembelajaran sehingga membuat siswa tidak merasa jenuh atau bosan saat belajar. Berbagai penelitian terdahulu yang menemukan bahwa media roda putar dapat meningkatkan hasil belajar diantaranya Nengtyas, dkk. dimana pada pra-siklus ratarata hasil belajar peserta didik secara keseluruhan adalah 37,03%, namun terjadi peningkatan di siklus 1 menjadi 62,96% dan pada siklus 2 meningkat menjadi 81,48%. Selain itu Solichah, dkk. merumuskan bahwa meningkatnya hasil belajar matematika dilihat dari nilai rata-rata sebelum menggunakan media roda putar pretest= 47,81 dan sertelah menggunakan media roda putar postest= 65,45 jadi selisih dari rata-rata pretest dan postest adalah 121,83%. Berdasarkan hasil penelitian sebelumnya. Penerapan media roda putar dalam pembelajaran menjadi media yang inovatif dan edukatif. Penggunaan media ini membuat pembelajaran semakin menyenangkan dan memicu peningkatan hasil belajar siswa. Berdasarkan latar belakang diatas maka peneliti mengankat judul AuPenggunaan Media Roda Putar untuk Meningkatkan Minat dan Hasil Belajar Siswa UPT SPF SD Inpres JongayaAy. Metode Penelitian ini menggunakan jenis penelitian tindakan kelas (PTK) dengan model penelitian kelas dari Kemmis dan Mc. Taggart. Penelitian ini dilakukan di UPT SPF SD Inpres Jongaya kec. Tamalate Kota Makassar. Subjek penelitian ini merupakan siswa kelas VA yang berjumlah 28 siswa yang terdiri dari 16 siswa laki-laki dan 12 siswa perempuan. Peneliti mengambil peneltian di UPT SPF SD Inpres Jongaya dikarenakan kurangnya aktivitas belajar siswa saat pembelajaran berlangsung dan pembelajaran masih monton. Penelitian ini dilakukan dengan dua siklus yaitu siklus 1 dan siklus 2 dimana setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi dan tahap refleksi. Instrumen penelitian yang digunakan terdiri dari lembar observasi dan tes belajar. Data yang diperoleh dalam PTK, dan dianalisis melalui deskriptif kualitatif analisis data dilakukan pada tiap data yang dikumpulkan, baik data kuantitatif maupun data kualitatif. Data kualitatif dianalisis dengan cara kuantitatif sederhana, yakni dengan presentase (%), dan data kualitatif dianalisis dengan membuat penilaian-penilaian kualitatif . Hasil dan Pembahasan Pratindakan Angket minat siswa terhadap mata pelajaran matematika terdiri dari 15 indikator dari 5 aspek yaitu aspek persaan senang, pemusatan perhatian dan pikiran, kemauan untuk belajar, kemauan untuk aktif, dan upaya untuk mereleasikan pembelajaran. Hasil pengisian angket minat belajar siswa terhadap mata pelajaran matematika dapat dikategorikan melaui lima aspek dan diapaprkan pada tabel berikut ini: Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus Tabel 1. Style dan Fungsinya Aspek Perasaan senang Pemusatan perhatian dan pikiran Kemauan untuk belajar Kemauan untuk aktif Upaya untuk mereleasikan kegiatan belajar Jumlah keseluruhan Skor perolehan Respon (%) 75,44 74,10 71,72 75,89 72,02 73,15 Kriteria Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Cukup Siklus I Adapun persentase hasil hasil belajar matematika siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya setelah dilakukan Siklus I setelah menggunakan media roda putar ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 2. Presentase Ketuntasan Hasil Belajar Matematika pada Siklus I Kategori Rentang Nilai Tuntas Frekuensi Siswa Jumlah Nilai Persentase (%) > 75 Jumlah rata-rata 62,14 Tidak Tuntas Pada tabel 2. 22 menunjukkan nilai rata-rata pada siklus I belum memenuhi KKM yang ditetapkan oleh UPT SPF SD Inpres Jongaya. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh siswa masih di bawah 75, yaitu hanya sebesar 62,14. Ketuntasan belajar siswa juga belum mencapai 80%. Siswa yang telah mencapai nilai KKM hanya 7 siswa dari 28 siswa. persentase ketuntasan belajar pada siklus 1 hanya mencapai 25%. Secara diagram ketuntasan hasil belajar siklus I dapat dilihat pada gambar berikut: Hasil Belajar Siklus I Siswa yang tuntas Siswa yang tidak Tuntas Gambar 1. Diagram Ketuntasan Belajar Siklus I Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus Siklus II Adapun persentase hasil hasil belajar matematika siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya setelah dilakukan Siklus II dengan menggunakan media roda putar ditunjukan pada tabel berikut : Tabel 3. Data hasil belajar siklus II Kategori Tuntas Rentang Frekuensi Jumlah Persentase Nilai Siswa Nilai (%) 85,71 > 75 14,29 Jumlah Tidak Tuntas rata-rata 81,42 Tabel 3 menunjukkan nilai rata-rata pada siklus II sebesar 81,42 dan sudah memenuhi KKM yang telah ditetapkan oleh UPT SPF SD Inpres Jongaya. Ketuntasan belajar klasikalnya dapat dikatakan berhasil karena rata-rata tuntas belajar klasikal siklus II mencapai 85,71% dan telah mencapai indikator keberhasilan yaitu minimal 80% siswa yang Hasil Belajar siklus II 85,71 Siswa yang tuntas Siswa yang tidak 14,29 Gambar 2. Diagram Ketuntasan Belajar Siklus II Berdasarkan hasil analisis data pelaksanaan tindakan siklus II, pembelajaran sudah dikatakan berhasil karena telah mencapai target dengan ketuntasan belajar yang ditetapkan yaitu 80% dari jumlah siswa dengan hasil belajar Ou80. Dalam artian bahwa hasil belajar matematika siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya dapat ditingkatkan melalui media roda putar. Pasca Tindakan Pasca tindakan dilakukan untuk mengetahui seberapa besar minat belajar siswa setelah menggunakan media roda putar pada pembelajaran matematika. Data hasil angket minat belajar siswa dapat dipaparkan pada tabel berikut: Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus Tabel 4. Hasil Angket Minat Belajar Siswa Aspek Skor Respon (%) Kriteria 85,26% 85,71% Sangat tinggi Sangat tinggi Perasaan senang Pemusatan perhatian dan pikiran Kemauan untuk belajar Kemauan untuk aktif Upaya untuk mereleasikan kegiatan belajar 82,73% 85,71% 77,97% Sangat tinggi Sangat tinggi Sangat tinggi Jumlah keseluruhan 82,91% Sangat tinggi Pada tabel 4 hasil angket minat siswa pasca tindakan menunjukkan bahwa semua aspek termasuk kategori sangat tinggi. Secara keseluruhan, minat siswa terhadap mata pelajaran matematika mencapai 82,91% dengan kriteria sangat tinggi. Berdasarkan hasil angket minat siswa termasuk kriteria sangat tinggi, maka terlihat juga pengaruh media pembelajaran roda putar terhadap minat belajar siswa pada mata pelajaran matematika. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang telah diuraikan dapat disimpulkan bahwa penggunaan media roda putar dalam meningkatkan minat dan hasil belajar matematika pada siswa kelas V UPT SPF SD Inpres Jongaya dapat disimpulkan sebagai Minat belajar siswa Sebelum penggunaan media roda putar dalam pembelajaran minat belajar siswa pada pembelajaran matematika hanya 73,15% dengan keriteria cukup. Setelah peenggunaan media roda putar terhadap pembelajaran matematika minat siswa meningkat sebesar 82,91% dengan kriteria sangat tinggi. Ini terjadi peningkatan sebesar 9,76%. Hasil belajar siswa Nilai rata-rata kelas pada saat pre test hanya 27,14. Nilai rata-rata kelas meningkat sebesar 35 pada siklus I menjadi 62,14. Nilai rata-rata pada siklus I belum memenuhi KKM yang telah ditetapkan. Siklus II nilai rata-rata kelas mengalami peningkatan sebesar 19,28, yaitu menjadi 81,42 dan telah memenuhi KKM. Ketuntasan belajar pada siklus I hanya 25%. Pada siklus II ketuntasan belajar sebesar 85,71%. Hal ini menunjukkan bahwa terjadi peningkatan pada ketuntasan belajar siswa sebesar 60,71%. Daftar Rujukan Ahmadi. , & Hamidulloh. Media Literasi Sekolah. CV. Pillar Utama. Faradila. , & Pratiwi. Pengaruh Penggunaan Media Pembelajaran Roda Putar terhadap Minat dan Hasil Belajar Siswa Kelas V pada Mata Pelajaran Matematika di UPTD SDN Pejagan 4. JagoMIPA: Jurnal Pendidikan Matematika dan IPA, 4. , 97-104. Hermayanti. Rondli. , & Riswari. HASIL BELAJAR PENDIDIKAN PANCASILA MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STAD BERBANTUAN MEDIA RODA PUTAR PADA SISWA KELAS IV. Pendas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 8. Nur Haliza Irham. Andi Mulawakkan Firdaus Juhaeni. Amalia. Zein. Chusnah. Fadila. , & Wijayanti. Pengaruh Media Pembelajaran Roda Berputar Terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Keliling dan Luas Lingkaran pada Siswa Madrasah Ibtidaiyah. Journal of Instructional and Development Researches, 2. , 210-216. Kdise. Urath. Rangotwat. , & Ratuanik. Peningkatan Hasil Belajar Siswa Melalui Media Pembelajaran Kreatif Roda Pada Materi Segiempat Di Kelas VII SMP Kristen Batuputih. Jurnal Pendidikan Indonesia, 2. , 2013-2027. Kurnia Dewi. Penggunaan Media Roda Putar Puzzle Pintar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa SD. Jurnal Teknodik, 79-89. Marselina. , & Kristiantari. Pengaruh Pendekatan Pembelajaran Matematika Realistik Berbasis Portofolio Terhadap Kompetensi Pengetahuan Matematika. Journal of Education Technology, 3. , 81. https://doi. org/10. 23887/jet. Nengtyas. , & Salwah. Novembe. Penggunaan Media Roda Putar untuk Meningkatkan Hasil Belajar Peserta Didik Kelas I pada Mata Pelajaran Matematika di SDN Krian 4 Sidoarjo. In PROSIDING NATIONAL CONFERENCE FOR UMMAH (Vol. No. Neni Isnaeni, & Dewi Hildayah. Media Pembelajaran Dalam Pembentukan Interaksi Jurnal Syntax Transformation, 1. Belajar Siswa. 148Ae156. https://doi. org/10. 46799/jst. Nurfadhillah. Ramadhanty Wahidah. Rahmah. Ramdhan. Claudia Maharani, , & Muhammadiyah Tangerang. Penggunaan Media Dalam Pembelajaran Matematika Dan Manfaatnya Di Sekolah Dasar Swasta Plus Ar-Rahmaniyah. EDISI : Jurnal Edukasi Dan Sains, 3. , 289Ae298. https://ejournal. id/index. php/edisi Nurrita. Kata Kunci : Media Pembelajaran dan Hasil Belajar Siswa. 03, 171Ae187. Pristiwanti. Badariah. Hidayat. , & Dewi. Jurnal Pendidikan dan Konseling. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 4. , 7911Ae7915. Solichah. Hartatik. , & Ghufron. Meta-Analisis Pengaruh Penggunaan Media Roda Putar Terhadap Hasil Belajar Matematika di Sekolah Dasar. Wahana Sekolah Dasar, 28. , 51-59. Sriyanti. , & Kurniati. Bimbingan Belajar Berbasis Gaya Belajar Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Mata Pelajaran Matematika. International Virtual Conference on Islamic Guidance and Counseling, 1. , 175Ae190. https://doi. org/10. 18326/iciegc. Supriyono. Pentingnya Media Pembelajaran Untuk Meningkatkan Minat Belajar Siswa. Pendidikan Dasar. II, 43Ae48.