P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PENENTUAN KARYAWAN TETAP MENGGUNAKAN METODE ANALITYCHAL HIERARCHY PROCESS Rustam1. Dwi Marisa Efendi2. Sigit Mintoro3. Supriyanto4. Intan Oktaria5 ITBA Dian Cipta Cendikia1234 . Universitas Mitra Indonesia5 Jl. Cut Nyak Dien No. 65 Durian Payung Palapa Bandar Lampung E-mail : rustam@dcc. id, dwimarisa@dcc. id, sigitmintoro@dcc. supriyanto@dcc. id, intanoktaria@umitra. ABSTRAK Pengambilan Keputusan dalam penerapan sistem pendukung keputusan penentuan karyawan tetap menggunakan metode AHP. Hal ini di dasarkan memiliki keunggulan dari segi proses pengambilan keputusan untuk aribut-atribut baik kuantitatif maupun kualitatif. Selain itu dari sistem pengambilan keputusan AHP menghasilkan hasil yang lebih baik dan konsisten metode lainnya serta sistem dengan metode ini mudah di pahami dan mudah digunakan. Tujuan dari penelitian ini adalah membuat sebuah sistem pendukung keputusan yang dapat digunakan oleh PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK Kotabumi dengan metode AHP (Analitychal Hierarchy Proces. sehingga dapat membantu pihak PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK Kotabumi dalam pengambilan keputusan penentuan karyawan tetap. Menggunakan meode Waterfall sebagai penyelesaian yang dilakukan pada saat penenuan. Hasil yang diperoleh ialah penentuan karyawan tetap yang diperoleh dari perhitungan. Kata Kunci : (SPK). Metode AHP (Analitychal Hierarchy Proces. Waterfall. Delphi 7. ABSTRACT Decision Making in the application of a decision support system for determining permanent employees uses the AHP method. This is based on having advantages in terms of the decision-making process for both quantitative and qualitative attributes. In addition, the AHP decision-making system produces better and more consistent results than other methods and the system with this method is easy to understand and easy to use. The purpose of this study is to create a decision support system that can be used by PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK Kotabumi with the AHP (Analytical Hierarchy Proces. method so that it can help PT. Sumber Alfaria Trijaya TBK Kotabumi in making decisions about determining permanent Using the Waterfall method as a solution carried out at the time of determination, the results obtained are the determination of permanent employees obtained from calculations. Keywords: (SPK). AHP (Analytical Hierarchy Proces. Method. Waterfall. Delphi 7. melakukan pengambilan keputusan dengan lebih cepat dan akurat. PENDAHULUAN Perkembangan teknologi semakin hari semakin canggih masih sangat sulit dilakukan dalam penyeleksian jumlah penentuan karyawan tetap dan persyaratan yang harus dimiliki oleh karyawan tersebut. Penggabungan beberapa teknik pengambilan keputusan ke dalamnya. Integritas dari perangkat keras, perangkat lunak, dan proses pengambilan keputusan tersebut menghasilkan sistem pendukung keputusan (SPK) yang memungkinkan pengguna untuk Karyawan Tetap adalah aset utama perusahaan yang menjadi perencana dan pelaku aktif dari aktivitas organisasi. Karyawan adalah seorang pekerja yang bekerja dibawah perintah orang lain dan mendapat kompensasi serta jaminan (Hasibuan, 2. Undang-undang RI No. Tahun 2003 tentang Ketenaga kerjaan dalam pasal 1 ayat 3 menyebutkan bahwa pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja 125 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. METODE PENELITIAN 1 Metode Pengumpulan Data Pada saat ini banyak sekali PT-PT atau Perusahaan yang pegawainya atau pekerjanya masih berstatus kontrak atau tidak menjadi karyawan tetap. Karyawan kontrak dalam membantu pekerjaan dalam perusahaan tersebut tetapi tidak bisa dipastikan bagaimana Penentuan karyawan tetap saat ini masih terlihat kurang tepat dan membutuhkan waktu, karena penilaan dan perhitungan hasil penentuan karyawan tetap dilakukan secara tidak efektif seperti penyeleksi berkas, tes lisan dan tertulis, wawancara, dan lamanya menjadi karyawan ,dll. Sehingga memungkinkan kesalahan dalam hasil akhir dari penerima karyawan tetap sering tidak memenuhi kriteria yang dibutuhkan perusahaan dan menghambat kinerja perusahaan. Alasan penggunaan AHP ini karena bisa digunakan untuk melakukan proses perangkingan prioritas setiap kriteria dengan matriks perbandingan. Keberadaan Sistem Pendukung Keputusan (SPK) dapat digunakan sebagai daya dorong pengguna untuk mencari dan mendapatkan informasi yang cepat, akurat, saling terintegrasi mengenai informasi penunjang keputusan penentuan karyawan kontrak agar lebih Selain informasi spasial dan non spasial, selain itu dapat digunakan sebagai sarana pendukung dalam pengambilan tindakan di lingkup perencanaan untuk penentuan karyawan tetap. 1 Tujuan dari penelitian ini adalah sebagai Untuk Mengetahui Sistem Pendukung Keputusan dengan Metode Analytical Hierachy Process (AHP) Sehingga dapat digunakan untuk mengatasi kelemahan sistem manual saat ini dan pelayanan dengan Bahasa Pemrograman Delph 7 Untuk Mengetahui Perancangan delphi 7 karyawan tetap. Adapun Metode dilakukan yaitu : Wawancara Dalam hal ini peneliti melakukan tanya jawab secara langsung dengan pihak yang terkait berhubungan dengan peneliti. Observasi Dalam hal ini peneliti melakukan penelitian secara langsung untuk memperoleh data dari pihak yang bersangkutan. Studi Literatur Dalam hal ini peneliti melakukan pencarian referensi relevan yang berkaitan dengan permasalahan yang sedang diteliti oleh penulis. 2 Metode Pengembangan Sistem Adapun Tahap-Tahapan Metode digunakan adalah sebagai berikut : Perencanaan Sistem Pada tahap ini penulis merencanakan kapan sistem akan dibuat, untuk apa sistem terebut, siapa pengguna sistem dengan mengidentifikasi permasalahan yang ada. Analisis Pada tahap ini penulis melakukan analisis dokumen meliputi arsip berkas karyawan Desain Sistem Pada tahap desain secara umum yang dilakukan adalah mendesain tampilan, sehingga pemakai mudah dalam menggunakan. Adapun desain yang akan dirancang meliputi : tampilan input. Tampilan form menu utama, tampilan rekrutmen . enentuan karyawan teta. , kriteria, tampilan output meliputi : tampilan form proses 126 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 secara lengkap untuk bisa menghasilkan desain yang lengkap. Pengkodean Tahap ini meneterjemahkan hasil proses perancangan menjadi sebuah bentuk program komputer yang dapat dimengerti oleh mesin Uji Coba Program Tahap ini penulis melakukan pengujian kelayakan program dalam mengambil keputusan pengrekrutan karyawan tetap, yang meliputi : pengujian input data karyawan, pengujian hasil proses, pengujian data base, kemudian mengecek sistem untuk menemukan kesalahan kesalahan dan menampilkan output sesuai dengan keinginan. Penerapan Tahap ini menyeleksi semua kebutuhan yang diperlukan oleh sistem yang akan dibangun, seperti perangkat keras dan perangkat lunak. Pemeliharaan Tahap ini melakukan pemeliharaan terhadap software yang telah digunakan kepada pengguna. Dan melakukan perubahan atau penambahan sesuai dengan pengguna. Desain Sistem Spesifikasi kebutuhan dari tahap sebelumnya akan dipelajari dalam fase ini dan desain sistem Desain Sistem membantu dalam menentukan perangkat keras. dan sistem persyaratan dan juga membantu dalam mendefinisikan arsitektur sistem secara Penulisan Kode Program . Pada tahap ini, sistem pertama kali dikembangkan di program kecil yang disebut unit, yang terintegrasi dalam tahap selanjutnya. Setiap unit dikembangkan dan diuji untuk fungsionalitas yang disebut sebagai unit testing. Testing (Penguj. Seluruh unit yang dikembangkan dalam tahap implementasi diintegrasikan ke dalam sistem setelah pengujian yang dilakukan masingmasing unit. Setelah integrasi seluruh system diuji untuk mengecek setiap kegagalan maupun Perawatan 3 Metode Pengembangan Sistem Metode Waterfall AuPerbandingan Model Waterfall Prototyping Untuk Pengembangan Sistem InformasiAy menyatakan Model waterfall adalah model pengembangan perangkat lunak yang paling sering digunakan. Model pengembangan pengembangan system yaitu tahap perencanaan sampai tahap akhir pengembangan system yaitu tahap pemeliharaan. Tahapan dan Uraian Metode Waterfall : Analisa Kebutuhan Sistem Mengumpulkan kebutuhan secara lengkap kemudian di analisis dan didefinisikan kebutuhan yang harus dipenuhi oleh program yang akan dibangun. Fase ini harus dikerjakan Tahap akhir dalam model waterfall. Perangkat lunak yang sudah jadi, dijalankan serta dilakukan pemeliharaan. Pemeliharaan termasuk dalam memperbaiki kesalahan yang tidak ditemukan pada langkah sebelumnya. Perbaikan implementasi unit sistem dan peningkatan jasa sistem sebagai kebutuhan baru Jenis Penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dimana penelitian kuantitatif adalah penelitian yang sistematis terhadap bagianbagian dan hubungan- hubungan yanga ada dalam suatu tempat. Penelitian kuantitatif ini menggunakan model-model matematis, teoriteori atau hipotesis. HASIL DAN PEMBAHASA 1 Sumber Data 127 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Data Karyawan : Id karyawan. Induk karyawan adalah nomor berupa primary key yang hanya dimiliki oleh satu karyawan. Nama Karyawan. Nama karyawan adalah nama-nama karyawan kontrak yang akan dinilai untuk penentuan karyawan tetap. dengan jumlah kolom, kemudian jumlahkan setiap barisnya. X=Nilai kolom / Jumlah Kolom C1 = 1 / 0,3333 =0,2586 Tabel 3 Normalisasi matriks perbandingan Data Kriteria pengangkatan karyawan : Absensi. Kualitas Pekerjaan. Inisiatif. Kejujuran. Sikap. Kerja sama tim. Kehandalan. Tanggung Jawab. Masa kerja. Disiplin. 2 Perhitungan AHP Membuat Matriks perbandingan berpasangan Penilaian perbandingan antara satu kriteria dengan kriteria yang lain. Tabel 1 Skala penilaian perbandingan Elemen yang satu lebih penting dari pada lainnya Satu elemen jelas lebih mutlak penting dari pada elemen lainnya Satu elemen mutlak penting dari pada elemen lainnya 2,4,6,8 Nilai-nilai yang berdekatan Kemudian menjumlahkan setiap baris nilai normalisasi kriteria. baris C1 = ( 0,2586 0,4592 0,3214 0,2400 0,2093 0,1782 0,1636 0,1579 0,1463 0,1. =2,3013 Intensitas Kepentingan Keterangan Kedua elemen sama Elemen sedikit lebih penting dari pada lainnya Tabel 4 Jumlah Baris Tabel 2 Perbandingan Kriteria Normalisasi Matriks Tahap ini membagi setiap kolom matriks Perhitungan matriks bobot nilai antar kriteria dan prioritas. Tahap ini menentukan prioritas diperoleh dari pembagian nilai dari masing-masing jumlah baris nilai normalisasi dengan jumlah kriteria. baris/n dengan jumlah n = jumlah kriteria 128 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 X=baris Keterangan : =Bobot Prioritas =Jumlah Kriteria X=baris = 2,3013 = 0,2303 dan seterusnya N 10 Pada tahap ini memasuki nilai prioritas setiap karyawan dari masing-maing kriteria K1 Absensi = Nilai prioritas K1 pada kriteria Absensi K1 Absensi =0,105 Maka diperoleh tabel seperti berikut : Tabel 7 Prioritas Global Tabel 5 Matriks bobot nilai antar kriteria dan Hasil Perankingan Menghitung Uji Konsisteni Setelah diperoleh bobot kriteria kita bisa menghitung konsistensi rasio apakah nilai tersebut konsiten atau tidak. Langkah dalam menentukan konsitensi rasio adalah sebagai Menghitung nilai eigen Nilai eigen diperoleh dari hasil perkalian nilai prioritas dengan jumlah kolom. CI =0,09 Proses pencarian nilai untuk ranking adalah dengan menjumlahkan hasil perkalian antara prioritas global dengan prioritas kriteria. Berikut Hasil Ranking yang diperoleh : Tabel 8 Ranking dan nilai eror Dari hasil tabel di atas maka didapat bahwa Karyawan 8 (K. Mendapatkan nilai tertinggi yaitu 0,041 Mendapat rank ke-1. Dari hasil di atas juga memperoleh hasil eror dengan nilai 0,001475. 3 Hasil Program yang diuji Tampilan Menu Awal Menghitung konsistensi indeks yuIycoycaycuOeycu CI= Tahapan ini akan menampilkan pilihanpilihan yang dapat digunakan oleh admin ycuOe1 Tabel 6 Konsisten Hasil Perhitungan Hasil Prioritas Global 129 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Form Data Karyawan Tampilan Form Penilaian Karyawan Pada form ini admin dapat menambahkan data dari setiap karyawan dan akan masuk kedata Pada form ini admin dapat melakukan penilaian calon karyawan Form Input Nilai Karyawan Tampilan Form Cetak Pada form ini admin dapat melakukan proses cetak hasil penilaian dan ranking para calon karyawan tetap. Tampilan Set AHP Pada kolom ini adamin dapat menampilkan nilai bobot masing-masing kriteria. KESIMPULAN Penulis dapat membuat sebuah sistem metode Analytical Hierarchy Process (AHP) mendapatkan hasil karyawan 1 (K. dengan ranking 3 dengan nilai 0,098 dan karyawan 2 (K. dengan nilai 0,084 dengan ranking 7. Penulis dapat merancang Borland Delphi 7 yang mampu menampilkan hasil calon karyawan tetap menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) sehingga meningkatkan keakuratan dalam penilaian calon karyawan tetap. 130 | I T B A D i a n C i p t a C e n d i k i a P-ISSN: 2337-8344 E-ISSN: 2623-1247 Jurnal informasi dan Komputer Vol: 13 No:2 2025 Dari Hasil perhitungan makan di temukan untuk nilai rangking 1 diperoleh dengan karyawan kode 8, dan mendapat nilai error dengan 0,001475. DAFTAR PUSTAKA