JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Evaluasi Implementasi One Click Claim di RSUD Kota Yogyakarta Ciptani Permata Sari1. Nurvita Wikansari1. Rawimiharti1 Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo ciptani87@gmail. com, nurvita. wikansari@gmail. com, r4wimiharti@gmail. Keywords: Hospital Management Information System. One Click Claim. EUCS. User Satisfaction Kata Kunci SIMRS, One Click Claim. EUCS. Kepuasan Pengguna ABSTRACT The implementation of the Hospital Management Information System (HMIS) through the One Click Claim feature at RSUD Kota Yogyakarta aims to simplify and accelerate the BPJS claim process. However, its implementation still faces several technical and operational challenges that require systematic evaluation. This study aims to evaluate user satisfaction with the One Click Claim feature using the End User Computing Satisfaction (EUCS) model, which includes five dimensions: content, format, accuracy, timeliness, and ease of use. This study employed a mixed-methods approach with a descriptive design. Quantitative data werw collected using an EUCS-based quesionare, while qualitative data were obtained through interviews, observations, and Focus Group Discussions (FGD) onvolving eight users from the hospitalAos insurance unit. Qualitative data were analyzed descriptively, while qualitative data were analyzed using thematic analysis. The results indicate that the system is perceived as helpful, particularly in terms of content and ease of use. However, significant issues remain in accuracy and timeliness, including incomplete data, system errors, and slow response times. In conclusion, while the One Click Claimfeature improves efficiency in the BPJS claim process, improvements im system accuracy, data integration, and system performance are required to optimize its ABSTRAK Pemanfaatan Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS) melalui fitur One Click Claim di RSUD Kota Yogyakarta bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses klaim BPJS. Namun, dalam implementasinya masih ditemukan berbagai kendala teknis dan operasional yang memerlukan evaluasi secara sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepuasan pengguna terhadap fitur One Click Claim berdasarkan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS) yang meliputi lima dimensi, yaitu content, format, accuracy, timeliness, dan ease of use. Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan Data kuantitatif dikumpulkan melalui kuesioner berbasis EUCS, sedangkan data kualitatif diperoleh melalui wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) terhadap delapan petugas pengguna fitur di Instalasi Penjaminan RSUD Kota Yogyakarta. Data kuantitatif dianalisis menggunakan pendekatan tematik untuk memperkuat interpretasi hasil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa One Clikck Claim dinilai membantu dalam mempercepat dan mempermudah proses klain, terutama pada dimensi content dan ease of use. Namun demikian, masih terdapat permasalahan pada dimensi accuracy dan timeliness, seperti ketidaklengkapan data, kesalahan sistem, serta waktu respons yang lambat. Kesimpulannya, implementasi fitur One 32585/jmiak. 7597 | 94 JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Click Claim telah memberikan konstribusi positif terhadap efisiensi proses klaim BPJS, tetapi optimalisasi masih diperlukan melalui peningkatan akurasi data, integrasi sistem, dan perfoma teknologi agar sistem dapat berjalan secara lebih efektif dan berkelanjutan. Korespondensi Penulis: Submitted : 29-11-2025. Accepted : 29-04-2026. Nurvita Wikansari Published : 01-06-2026 Program Studi Sarjana Terapan Manajemen Informasi Kesehatan. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Akbidyo Email: nurvita. wikansari@gmail. Copyright . 2024 The Author . This article is distributed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. 0 International License (CC BY-SA PENDAHULUAN Perkembangan teknologi informasi di era digital telah memberikan dampak besar terhadap peningkatan mutu dan efisiensi pelayanan kesehatan. Salah satu inovasi penting di bidang pelayanan rumah sakit adalah Sistem Informasi Manajemen Rumah Sakit (SIMRS). SIMRS adalah sistem informasi terpadu yang dirancang untuk mengelola seluruh proses manajemen rumah sakit. Ini mencakup layanan diagnosis dan tindakan pasien, rekam medis, apotek, gudang farmasi, penagihan, manajemen, logistik, penggajian karyawan, proses akuntansi, hingga pengendalian oleh manajemen . Penerapan SIMRS yang efektif diharapkan dapat mengurangi kesalahan administrasi, mempercepat pelayanan, dan mendukung pengambilan keputusan berbasis data. Namun, keberhasilan implementasi sistem tidak hanya bergantung pada aspek teknis, tetapi juga pada tingkat penerimaan dan kepuasan pengguna . ser satisfactio. Semakin tinggi kualitas informasi yang dihasilkan suatu sistem informasi manajemen rumah sakit, maka akan semakin meningkatkan kepuasan pemakai . Salah satu metode evaluasi yang banyak digunakan untuk menilai keberhasilan sistem informasi dari perspektif pengguna adalah End User Computing Satisfaction (EUCS) yang dikembangkan oleh Doll dan Torkzadeh. Metode ini menilai kepuasan pengguna melalui lima dimensi, yaitu content . , format . , accuracy . , timeliness . etepatan wakt. dan ease of use . emudahan Metode ini dinilai efektif karena secara langsung menilai pengalaman pengguna terhadap sistem yang telah diimplementasikan . Sejak tahun 2021. RSUD Kota Yogyakarta telah mengembangkan SIMRS dengan brand AuSMARTAAy serta mengimplementasikan fitur One Click Claim, yang bertujuan untuk menyederhanakan dan mempercepat proses klaim pelayanan BPJS Kesehatan. Fitur ini berfungsi mengintegrasikan data pasien, tindakan medis, dan biaya pelayanan secara otomatis dengan sistem INA-CBGAos dan Virtual Claim milik BPJS. Dengan sistem ini, proses klaim dapat dilakukan hanya dengan satu kali klik tanpa harus melakukan entri manual berulang-ulang. Namun, dalam pelaksanaannya masih dijumpai kendala seperti data pasien yang belum terintegrasi penuh, error sistem, serta waktu pemrosesan . yang lama, terutama pada jam Kondisi ini menimbulkan pertanyaan sejauh mana fitur tersebut telah memenuhi harapan dan kebutuhan pengguna di lapangan. Meskipun berbagai penelitian telah mengevaluasi kepuasan pengguna SIMRS menggunakan metode EUCS. Sebagian besar penelitian berfokus pada sistem secara umum, bukan pada fitur spesifik yang terintegrasi dengan sistem klaim BPJS seperti One Click Claim. Selain itu, belum banyak penelitian yang mengombinasikan pendekatan kuantitaif dan kualitatif untuk memperoleh Gambaran yang lebih komprehensif mengenai pengalaman pengguna. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi 32585/jmiak. 7597 | 95 JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ tingkat kepuasan pengguna terhadap fitur One Click Claim berdasarkan pendekatan End User Computing Satisfaction (EUCS) yang meliputi lima dimensi, yaitu content, format, accuracy, timeliness, dan ease of use. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan desain mixed-methods dengan pendekatan deskriptif untuk memperoleh Gambaran komprehensif mengenai kepuasan pengguna terhadap fitur One Click Claim. Penelitian dilakukan di Instalasi Penjaminan RSUD Kota Yogyakarta pada bulan Juli Agustus 2025 dengan melibatkan delapan responden yang dipilih menggunakan Teknik purposive sampling berdasarkan kriteria pengguna aktif fitur One Click Claim dan memiliki pengalaman menggunakan minimal 6 bulan. Teknik pengumpulan data meliputi kuesioner . , wawancara, observasi, dan Focus Group Discussion (FGD) sebagai bentuk triangulasi teknik dan Instrumen penelitian terdiri dari instrument kuantitatif dan instrument kualitatif. Instrumen kuantitatif berupa kuesioner EUCS yang terdiri dari lima dimensi . ontent, format, accuracy, timeliness, dan ease of us. dengan skala likert 1-5. Instrumen kualitatif terdiri dari pedoman wawancara semi-terstruktur, checklist observasi, dan panduan FGD. Data kuantitatif dianalisis secara deskriptif . sedangkan data kualitatif dianalisis tematik yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan untuk menggambarkan tingkat kepuasan pengguna berdasarkan lima dimensi End User Computing Satisfaction (EUCS), yaitu content, format, accuracy, timeliness, dan ease of use . HASIL DAN PEMBAHASAN 1 Penggunaan Fitur One Click Claim di RSUD Kota Yogyakarta Fitur One Click Claim merupakan bagian dari SIMRS yang terhubung dengan sistem INACBGAos dan Virtual Claim BPJS Kesehatan. Fitur ini memungkinkan proses pengajuan klaim dilakukan secara otomatis setelah seluruh data pelayanan terinput dengan benar di SIMRS. Berdasarkan hasil wawancara dengan delapan petugas penjaminan, mayoritas menyatakan bahwa fitur ini sangat membantu mempercepat alur klaim dibandingkan metode manual sebelumnya. Data pasien, tindakan medis, serta tarif pelayanan dapat diintegrasikan secara langsung tanpa perlu pengisian ulang. Selain itu, sistem juga menampilkan status klaim secara real time. Namun, ditemukan kendala teknis yang cukup sering terjadi, seperti loading lama, error grouping, dan data SEP atau NIK yang tidak terinput otomatis. Beberapa petugas menyebutkan bahwa gangguan tersebut biasanya muncul saat server rumah sakit mengalami beban tinggi. Dalam Focus Group Discussion (FGD). Kepala Instalasi IT mengonfirmasi bahwa beban sistem meningkat setiap kali ada pembaruan fitur tambahan dalam SIMRS, yang berdampak pada performa One Click Claim. Secara keseluruhan, fitur ini dianggap telah membantu efisiensi pekerjaan, namun stabilitas jaringan dan kapasitas server perlu ditingkatkan agar sistem bekerja Jika dianalisis menggunakan model kesuksesan sistem informasi, maka kepuasan pengguna dapat dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu system quality, information quality, dan service quality. Pada masalah ketidaklengkapan data (NIK. SEP, hasil penunjan. menunjukkan adanya kendala pada information quality. Sementara itu, keluhan terkait kecepatan akses dan eror sistem lebih berkaitan dengan system quality. Kendala pada kedua aspek ini berimplikasi pada rendahnya kepuasan pengguna . 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Temuan penelitian ini juga sejalan dengan teori End User Computing Satisfaction (EUCS), yang menilai kepuasan pengguna dari lima dimensi, yaitu content, accuracy, format, timeliness, dan ease of use . Hasil penelitian menunjukkan bahwa dimensi timeliness dan accuracy masih menjadi kelemahan utama, yang terlihat dari hasil wawancara terhadap seluruh responden. Dengan demikian, meskipun fitur One Click Claim dinilai telah membantu mempercepat proses klaim, masih diperlukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan agar sistem dapat berjalan sesuai dengan konsep idealnya. Upaya perbaikan dapat difokuskan pada penguatan kualitas sistem, peningkatan akurasi data, serta optimalisasi layanan teknologi informasi. Keberhasilan implementasi Sistem Informasi Manajemen (SIM) sangat dipengaruhi oleh empat komponen utama, yaitu pemahaman kebutuhan pengguna, integrasi data yang efektif, dukungan manajemen, serta pelatihan yang memadai . 2 Dimensi Content (Isi Informas. Tabel 1. Hasil Analisis Dimensi Content (Isi Informas. Item Pernyataan Sangat Puas Ragu- Tidak Sangat Puas Tidak Puas Isi dari informasi pada fitur One Click Claim sesuai kebutuhan Anda Isi dari informasi pada fitur One Click Claim mudah dipahami Isi dari informasi pada fitur One Click Claim sudah lengkap Isi dari informasi pada fitur One Click Claim sangat jelas 62,5% 12,5% 87,5% 12,5% Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden menyatakan puas terhadap isi informasi yang ditampilkan pada fitur One Click Claim, terutama pada aspek kesesuaian kebutuhan . % pua. dan kemudahan dipahami . % pua. Namun, pada butir mengenai kelengkapan informasi, terdapat lima responden AupuasAy, dua menjawab Auragu-raguAy, dan satu Autidak puasAy. Berdasarkan hasil wawancara, ketidakpuasan tersebut didasarkan pada belum lengkapnya informasi terkait data sosial pasien. Nomor Induk Kependudukan (NIK), serta hasil penunjang yang dibutuhkan sebagai bukti klaim. AuBelum semua informasi dapat ditampilkan disini, seperti kelengkapan data sosial yaitu alamat pasien. Ay Responden A Hal ini menunjukkan bahwa variable content berpengaruh signifikan terhadap kepuasan Hal ini menunjukkan bahwa kesesuaian isi sistem dengan kebutuhan pengguna menjadi faktor utama dalam membentuk kepuasan, karena sistem yang memberikan informasi tepat dan dibutuhkan akan meningkatkan kenyamanan dalam penggunaan . Dalam FGD. Kepala Instalasi Rekam Medis menyatakan bahwa ketidaklengkapan informasi sebagian besar disebabkan tidak adanya laporan dari pengguna. Kepala Instalasi IT menambahkan bahwa update fitur membutuhkan usulan formal dari pengguna. Temuan ini 32585/jmiak. 7597 | 97 JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ menunjukkan bahwa mekanisme umpan balik . eedback loo. antara pengguna dan pengembang masih lemah. dan kelengkapan informasi merupakan salah satu aspek yang paling berpengaruh terhadap kepuasan pengguna sistem pendaftaran online berbasis web. Artinya, kendala yang ditemukan pada penelitian ini konsisten dengan penelitian sebelumnya . 3 Dimensi Format (Tampila. Tabel 2. Hasil Analisis Dimensi Format (Tampila. Item Pernyataan Sangat Puas Ragupuas Desain tampilan antarmuka fitur One Click Claim memiliki pengaturan warna yang menarik Desain tampilan antarmuka fitur One Click Claim memiliki tata letak yang memudahkan pengguna Desain tampilan fitur One Click Claim memiliki struktur menu yang mudah dipahami Tidak Puas 87,5% 12,5% Sangat Tidak Puas 62,5% 12,5% Mayoritas responden menilai tampilan fitur One Click Claim sudah cukup baik, dengan 87,5% menyatakan puas pada aspek warna pada tampilan antarmuka dan 75% pada struktur menu. Namun, pada tata letak menu, lima responden AupuasAy, dua AuraguAy, dan satu Autidak puasAy. Dari hasil wawancara, ketidakpuasan tersebut terkait tata letak yang dinilai terlalu kompleks, terdapat item isian yang tidak relevan, dan perlu disederhanakan. AuKalau tentang tata letak itu seperti lompat-lompat, jadi ada isian yang harus diisi seperti nomor SITB. HD . euse atau single us. , jumlah kantong darah, berat lahir, padahal tidak semua harus diisi. Ay Responden B Aspek format untuk mengukur kepuasan pengguna dalam menilai tampilan dan estetika dari antarmuka sistem. Tampilan yang menarik serta kemudahan dalam memahami dan menggunakan antarmuka dapat meningkatkan kepuasan pengguna. Penyederhanaan tampilan menu dan memastikan bahwa sistem dapat menangani semua kategori pasien dengan baik akan membantu mengurangi beban kerja adminstratif, mengurangi kemungkinan kesalahan, dan mempercepat proses klaim. Hal ini menunjukkan bahwa tampilan antarmuka bukan hanya persoalan estetika, tetapi juga berhubungan langsung dengan efektivitas kerja pengguna. Dengan demikian, penyederhanaan tata letak dan penghapusan item yang tidak relevan menjadi langkah penting untuk meningkatkan kepuasan sekaligus produktivitas pengguna . Hasil FGD pun memperkuat temuan ini, dimana permintaan perbaikan tata letak sebenarnya sudah pernah diajukan oleh pengguna, tetapi belum ditindaklanjuti karena prioritas tim IT lebih diarahkan pada masalah yang dianggap lebih krusial. Kondisi ini menunjukkan bahwa manajemen perubahan sistem belum berjalan optimal, sehingga perlu adanya mekanisme yang 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ lebih jelas dalam menindaklanjuti masukan pengguna agar perbaikan sistem dapat dilakukan secara 4 Dimensi Accuracy (Keakurata. Tabel 3. Hasil Analisis Dimensi Accuracy Item Pernyataan Sangat Puas Ragupuas Fitur One Click Claim sudah menampilkan informasi yang benar dan akurat Setiap menu di fitur One Click Claim yang Anda klik menampilkan halaman yang sesuai Fitur One Click Claim tidak pernah terjadi error Tidak Puas 37,5% 37,5% Sangat Tidak Puas 37,5% 12,5% Pada dimensi ini, ketidakpuasan lebih banyak ditemukan. Sebanyak dua responden AupuasAy, tiga AuraguAy, dan tiga Autidak puasAy pada butir keakuratan informasi. Masalah utama adalah nomor SEP dan NIK sering kosong, perbedaan kelas perawatan dengan hak kelas, serta ketidakakuratan biaya top up. Bahkan pada butir Aufitur tidak pernah errorAy, enam responden menjawab Autidak puasAy dan dua menjawab Ausangat tidak puasAy. AuJadi kenapa saya memilih puas, karena saya koder rawat jalan, untuk klaim top up pada One Click Claim ketika kita klik itu sudah sesuai dengan yang ada di aplikasi INACBG, kemudian untuk hak kelas kalau di rawat jalan tidak ada hak kelas 1,2,3 hanya ada kelas 3 jadi itu tidak berpengaruh dari One Click Claim itu sendiri kemudian kalau untuk nomor SEP nya sudah hampir semua lengkap, paling hanya yang pasien IGD, kalau dari IGD itu kan mungkin karena SEP nya pembuatannya di saat itu juga jadi tidak langsung Ay Responden C AuMemang kadang saya menemukan kelas perawatan yang tidak sesuai dengan hak kelas apalagi saat pasien turun kelas atau naik kelas, seharusnya disesuaikan saja dengan hak kelas pada lembar SEP nya. Saya lebih fokus untuk verifikasi berkas klaim sehingga jarang melakukan entry pada fitur One Click Claim. Ay Responden D FGD menguatkan bahwa masalah ini disebabkan oleh bug pada sistem anjungan mandiri, kurangnya sinkronisasi biaya plafon, dan keterbatasan programmer internal yang masih dalam proses pembelajaran. Hal ini menunjukkan bahwa infrastruktur IT dan SDM pengembang belum sepenuhnya siap. Keakuratan data sangat menentukan manfaat nyata sistem . Jika data tidak akurat, maka manfaat sistem menjadi berkurang. Keakuratan serta ketepatan pada sistem, merupakan keberhasilan sistem dalam memproses sebuah data, jarang terjadinya bug atau error, dan ketepatan fungsi menu sistem tersebut . 32585/jmiak. 7597 | 99 JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ 4 Dimensi Timeliness (Ketepatan Wakt. Tabel 4. Hasil Analisis Dimensi Timeliness Item Pernyataan Sangat Puas Ragupuas Fitur One Click Claim mampu menyediakan informasi yang Anda butuhkan secara cepat dan tepat Fitur One Click Claim selalu menampilkan informasi yang terbaru . p to dat. Tidak Puas 12,5% 62,5% Sangat Tidak Puas 87,5% 12,5% Hasil penelitian menunjukkan satu responden AupuasAy, dua AuraguAy, dan lima Autidak puasAy pada aspek kecepatan. Masalah utama adalah sistem sering error dan loading lama. Kepala Instalasi IT menjelaskan bahwa setiap tahun ada penambahan menu di SIMRS, sehingga beban sistem semakin berat dan memengaruhi kecepatan akses. Kepala Rekam Medis menambahkan bahwa pada jam sibuk, banyak petugas menarik laporan secara bersamaan sehingga membebani sistem dan memperlambat kinerja fitur. AuSaat jaringan lancar, fitur ini cepat. Tapi masalahnya sering lemot, sudah sering lapor kendala ini ke IT. Saya tidak tau yang membuat lemot ini apa. Padahal kan penjaminan ini dikejar deadline. Ay Responden F AuSaya merasa puas karena meskipun beberapa kali dijumpai error atau loading lambat tapi itu tidak memakan waktu lama, tidak lebih dari 15 menit biasanya. Kecuali beberapa waktu yang lalu memang pernah error sampai sehari full tapi itu sudah lama. Ay Responden G Aspek timeliness terkait ketepatan sistem dalam menyediakan kebutuhan pengguna. Semakin cepat sistem menyajikan informasi, maka semakin tinggi tingkat efektivitas dan efisiensi yang dirasakan oleh pengguna. Dengan demikian, keterlambatan sistem dalam menampilkan informasi berdampak langsung pada menurunnya kepuasan pengguna . Ketepatan waktu merupakan faktor penting dalam evaluasi SIMRS dengan metode EUCS. Hal ini menunjukkan bahwa perbaikan pada aspek kecepatan dan stabilitas sistem menjadi kebutuhan mendesak agar implementasi fitur One Click Claim dapat berjalan optimal . 6 Dimensi Ease of Use (Kemudahan Penggunaa. Tabel 5. Hasil Analisis Dimensi Ease of Use Item Pernyataan Sangat Puas Ragupuas Fitur One Click Claim mudah 12,5% Tidak Puas 12,5% Sangat Tidak Puas 32585/jmiak. JMIAK: Jurnal Manajemen Informasi dan Administrasi Kesehatan Vol. No. Bulan Juni Tahun 2026, hlm. eISSN: 2622-6944 pISSN: 2621-6612 URL : https://journal. id/index. php/jmiak-rekammedis/ Fitur One Click Claim mudah Pada dimensi ini mengenai fitur One Click Claim yang mudah digunakan mayoritas responden menyatakan puas . nam responde. , satu AuraguAy, dan satu Autidak puasAy. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum fitur mudah digunakan. Namun, keluhan masih muncul terkait loading lama yang membuat sistem menjadi tidak praktis. Pada kemudahan aksesnya 100% responden menyatakan puas. AuFitur menurut saya masih belum lengkap, perlu diperbaiki, kita juga harus mencari rekam medis satu satu, masalah dengan jaringan perlu diperbaiki karena sering lemot, ini yang menjadi masalah dan menjadikan tidak mudah untuk digunakan. Ay Responden H Terdapat pengaruh signifikan dari kemudahan penggunaan terhadap kepuasan pengguna. Pengukuran ease of use digunakan untuk menilai seberapa mudah operasional system, termasuk kemudahan dalam mencari data, memasukkan data, dan menampilkan hasil keluaran data . Secara umum, hasil penelitian menunjukkan bahwa fitur One Click Claim di RSUD Kota Yogyakarta cukup membantu pengguna, terutama dari sisi isi informasi dan kemudahan Namun, terdapat masalah serius pada dimensi accuracy dan timeliness, yang perlu segera diperbaiki karena berpotensi menghambat kelancaran klaim BPJS. Kepuasan pengguna memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perkembangan sistem informasi selanjutnya, untuk mengukur kualitas suatu sistem yang berjalan, maka organisasi harus mengetahui bagaimana kepuasan pengguna sebagai umpan balik untuk mengembangkan sistem . KESIMPULAN Penelitian ini menunjukkan bahwa implementasi fitur One Click Claim di RSUD Kota Yogyakarta secara umum telah meningkatka efisiensi proses klaim BPJS, terutama pada dimensi content dan ease of use. Namun. Tingkat kepuasan pengguna masih rendah pada dimensi accuracy dan timeliness akibat masalah data tidak lengkap, error sistem, dan performa sistem yang lambat. Temuan ini menegaskan bahwa keberhasilan implementasi sistem informasi tidak hanya ditentukan oleh kemudahan pengguna, tetapi juga oleh kualitas data dan performa sistem. Sehingga disarankan untuk perbaikan integrasi dan validasi data, optimasi performa sistem dan server, penguatan mekanisme feedback user, dan evaluasi berkala menggunakan EUCS. Untuk peneliti selanjutnya disarankan menggunakan jumlah sampel lebih besar dan analisis inferensial untuk menguji hubungan antar variabel. REFERENSI