JURNAL KEPEMIMPINAN & PENGURUSAN SEKOLAH Homepage : https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/jp Email : jkps. stkippessel@gmail. p-ISSN : 2502-6445 . e-ISSN : 2502-6437 Vol. No. September 2025 Page 881-888 A Author Jurnal Kepemimpinan & Pengurusan Sekolah ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PERENCANAAN STRATEJIK DI SDN RANCAEKEK 05 KABUPATEN BANDUNG Endang Komara1. Derifa Siti Muthia 2. Apen Agustendra3. Rahayu Dwi Lestari4 1,2,3,4 Universitas Islam Nusantara. Indonesia Email: endangkomara@uninus. DOI: https://doi. org/ 10. 34125/jkps. Sections Info Article history: Submitted: 15 July 2025 Final Revised: 5 August 2025 Accepted: 4 September 2025 Published: 21 September 2025 Keywords: Strategic Planning Principal Leadership Organizational Culture Teacher Participation Educational Management ABSTRAK Strategic planning is a key element in educational management that serves as a longterm reference for achieving the school's vision and mission. However, in practice, this planning often does not run optimally because it is influenced by various internal factors that have not been clearly mapped. This study uses a qualitative approach with a case study method. Data collection techniques were carried out through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies of the principal, teachers, and school committee. The results of the study indicate that the success of strategic planning is influenced by four main factors: . the principal's visionary and participatory leadership. teacher involvement in the planning preparation and evaluation process. a school organizational culture that supports collaboration and and . the availability of adequate human resources, facilities, and budget. These four factors interact synergistically and determine the effectiveness of strategic plan implementation. The novelty of this study lies in the identification of interdependent relationships between internal factors that have not been widely studied in the context of public elementary schools. These findings provide practical contributions to strengthening the managerial capacity of school principals and developing a collaborative-based school organizational culture. ABSTRAK Perencanaan stratejik merupakan elemen kunci dalam manajemen pendidikan yang berfungsi sebagai acuan jangka panjang untuk mencapai visi dan misi sekolah. Namun, dalam praktiknya, perencanaan ini sering tidak berjalan optimal karena dipengaruhi berbagai faktor internal yang belum terpetakan secara jelas. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi terhadap kepala sekolah, guru, dan komite sekolah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan perencanaan stratejik dipengaruhi oleh empat faktor utama: . kepemimpinan kepala sekolah yang visioner dan . keterlibatan guru dalam proses penyusunan dan evaluasi perencanaan. budaya organisasi sekolah yang mendukung kolaborasi dan inovasi. ketersediaan sumber daya manusia, sarana, dan anggaran yang memadai. Keempat faktor tersebut berinteraksi secara sinergis dan menentukan efektivitas implementasi rencana stratejik. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan interdependen antar faktor internal yang belum banyak dikaji dalam konteks sekolah dasar negeri. Temuan ini memberikan kontribusi praktis bagi penguatan kapasitas manajerial kepala sekolah dan pengembangan budaya organisasi sekolah berbasis kolaborasi. Kata Kunci: Perencanaan Stratejik. Kepemimpinan Kepala Sekolah. Budaya Organisasi. Partisipasi Guru. Manajemen Pendidikan. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung PENDAHULUAN Pendidikan merupakan fondasi utama dalam pembangunan bangsa, dan keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat dipengaruhi oleh kualitas kepemimpinan di satuan pendidikan (Supandi, 2. , salah satunya ialah kepemiminan dengan gaya transformasional. Dalam dunia pendidikan, kepemimpinan transformasional mengacu pada peran pemimpin yang dapat membangkitkan semangat dan memberikan dorongan kepada para tenaga pendidik untuk meraih kinerja yang lebih optimal serta memacu terciptanya inovasi dalam pelaksanaan layanan pendidikan (Armiyanti et al. , 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin pendidikan memegang peran strategis dalam menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, membangun budaya kerja yang positif, serta mengarahkan seluruh elemen sekolah untuk mencapai visi dan misi institusi secara efektif. Dalam menjalankan tugasnya, kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu memberikan arah, inspirasi, dan dorongan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk berkembang (Andriani et al. , 2. Perubahan lingkungan sosial, teknologi, dan kebijakan pendidikan menuntut kepala sekolah untuk memiliki pendekatan kepemimpinan yang adaptif dan transformatif (Garnika et al. , 2. Kepemimpinan yang mampu menjawab tantangan zaman adalah kepemimpinan yang tidak hanya menekankan pada prosedur, tetapi juga pada pembinaan nilai, pemberdayaan individu, dan penguatan kolaborasi (Tefera & Abebe, 2. Dalam konteks inilah, kepemimpinan transformasional hadir sebagai paradigma yang relevan untuk mendorong perubahan positif di sekolah, terutama dalam upaya meningkatkan kedisiplinan, motivasi, dan profesionalisme guru. Perencanaan stratejik dalam dunia pendidikan merupakan instrumen penting untuk mengarahkan jalannya organisasi sekolah dalam menghadapi berbagai perubahan zaman dan kompleksitas tantangan global (Lourenzani et al. , 2. Tidak sekadar menjadi dokumen formal, perencanaan stratejik harus menjadi pedoman utama dalam pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya, dan pencapaian visi serta misi lembaga pendidikan (Kalliomyki et , 2. Dalam konteks ini, sekolah dasar sebagai institusi pendidikan tingkat awal membutuhkan strategi jangka panjang yang mampu menjawab tantangan lingkungan pendidikan secara adaptif dan berkelanjutan Berbagai teori seperti yang dikemukakan pendapat ahli oleh Bryson yang menyebutkan bahwa keberhasilan perencanaan stratejik sangat bergantung pada faktor internal seperti kepemimpinan, partisipasi guru, budaya organisasi, dan sumber daya yang tersedia (Setiyati et al. , 2. Kepala sekolah sebagai pemimpin strategis harus mampu mengarahkan, memotivasi, dan melibatkan seluruh warga sekolah dalam proses perencanaan secara partisipatif (Al-Twijri et al. , 2. Di sisi lain, budaya organisasi yang mendukung kolaborasi serta ketercukupan sumber daya manusia dan fasilitas menjadi fondasi kuat bagi pelaksanaan rencana jangka panjang yang efektif (Royani et al. , 2. Berdasarkan observasi awal di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung, ditemukan kesenjangan bahwa pelaksanaan perencanaan stratejik di sekolah ini masih menemui beberapa kendala yang berakar dari faktor-faktor internal dan eksternal. Partisipasi guru belum maksimal, perencanaan belum sepenuhnya menjadi alat pengambilan keputusan, serta masih ada kesenjangan antara visi sekolah dan implementasi program di lapangan. Dalam hal ini urgensinya ialah kepala sekolah tidak hanya berperan sebagai manajer administratif, tetapi juga sebagai pemimpin pembelajaran yang mampu memberikan arah, inspirasi, dan dorongan bagi guru dan tenaga kependidikan untuk berkembang. Berdasarkan hasil penelitian (Anggraeni et al. , 2. menggunakan analisis SWOT, namun pembahasannya belum Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung dilakukan secara mendalam dan sistematis terkait dengan factor apa saja yang paling memengaruhi keberhasilan dan kegagalan dalam sebuah perencanaan stratejik. Melalui penelitian ini, penulis berupaya menganalisis secara mendalam faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05. Kajian ini diharapkan dapat memperkuat teori-teori yang telah ada serta memberikan kontribusi baru terhadap pengembangan ilmu manajemen pendidikan, khususnya dalam penerapan perencanaan stratejik di tingkat sekolah dasar. Kebaruan dari penelitian ini terletak pada identifikasi hubungan interdependen antar faktor internal yang belum banyak dikaji dalam konteks sekolah dasar negeri. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi dan menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi efektivitas perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05, termasuk di dalamnya peran kepemimpinan kepala sekolah, tingkat partisipasi guru, budaya organisasi sekolah, dan ketersediaan sumber daya yang dimiliki. METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Pendekatan ini dipilih karena memungkinkan peneliti untuk mengeksplorasi secara mendalam fenomena yang terjadi dalam konteks kehidupan nyata, khususnya mengenai faktor-faktor yang memengaruhi perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung. Studi kasus bukan hanya menjelaskan apa yang terjadi, tetapi juga bagaimana dan mengapa suatu fenomena dapat terjadi dalam suatu organisasi Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah dan enam orang guru yang memiliki pemahaman terhadap perencanaan stratejik di sekolah tersebut. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan tiga metode utama, yaitu observasi, wawancara mendalam, dan studi Observasi dilakukan secara langsung terhadap kegiatan sekolah yang relevan dengan proses perencanaan stratejik, seperti rapat guru dan praktik manajerial kepala sekolah. Wawancara semi-terstruktur dilakukan kepada kepala sekolah dan guru untuk menggali lebih dalam mengenai persepsi dan pengalaman mereka. Studi dokumentasi dilakukan terhadap dokumen-dokumen perencanaan seperti Rencana Kerja Sekolah (RKS). Rencana Kerja Tahunan (RKT), dan KOSP. Instrumen penelitian berupa pedoman wawancara, lembar observasi, serta format analisis dokumen. Untuk menjaga keabsahan data, digunakan teknik triangulasi sumber, member check, dan audit trail. Triangulasi dilakukan dengan membandingkan hasil wawancara, observasi, dan dokumen. Member check dilakukan dengan meminta responden memverifikasi hasil wawancara, sementara audit trail digunakan untuk mencatat seluruh proses penelitian sebagai bentuk pertanggungjawaban. Data yang telah dikumpulkan dianalisis menggunakan teknik interaktif model Miles. Huberman, dan Saldana yang mencakup tiga tahap: reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dan verifikasi. Reduksi data dilakukan untuk menyaring informasi penting dan relevan, penyajian data disusun dalam bentuk narasi deskriptif, dan penarikan kesimpulan dilakukan dengan mencari pola serta tema yang muncul dari data. Melalui metodologi ini, penelitian bertujuan untuk memberikan gambaran utuh dan kontekstual mengenai faktor-faktor yang berpengaruh terhadap perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05, serta menghasilkan rekomendasi yang aplikatif bagi pengembangan manajemen pendidikan di sekolah dasar. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung HASIL DAN PEMBAHASAN Hasil Penelitian ini dilaksanakan di SDN Rancaekek 05, sebuah sekolah dasar negeri yang terletak di Kecamatan Rancaekek. Kabupaten Bandung. Sekolah ini berada di wilayah padat penduduk dengan latar belakang sosial ekonomi masyarakat yang beragam. Visi SDN Rancaekek 05 adalah "Terwujudnya peserta didik yang berakhlak mulia, berbudi pekerti luhur, cerdas, kompetitif, dan kreatif", dengan misi yang antara lain menekankan pada pembentukan karakter religius, penguatan budaya 5S (Senyum. Sapa. Salam. Sopan, dan Santu. , pelaksanaan program akademik dan ekstrakurikuler yang unggul, serta pengembangan potensi peserta didik melalui tenaga pendidik yang profesional. Berdasarkan hasil wawancara, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa terdapat beberapa faktor utama yang memengaruhi perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05. Faktor-faktor tersebut dapat diklasifikasikan ke dalam dua kelompok besar, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internal yang pertama adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah memiliki peran strategis sebagai pemimpin, fasilitator, dan pengarah perencanaan stratejik. Kepemimpinannya bersifat partisipatif, terlihat dari keterlibatan guru dalam penyusunan program kerja dan diskusi visi-misi sekolah. Kedua, keterlibatan guru cukup signifikan dalam forum seperti musyawarah kerja sekolah (MKS), evaluasi tahunan, dan penyusunan kegiatan prioritas. Ketiga, budaya organisasi sekolah mendukung perencanaan melalui suasana kerja yang kolaboratif, kekeluargaan, serta nilai gotong royong yang kuat. Keempat, keterbatasan sumber daya seperti dana BOS dan fasilitas menjadi tantangan dalam implementasi program strategis secara maksimal. Dari sisi eksternal, kebijakan pendidikan nasional seperti Kurikulum Merdeka menjadi faktor yang sangat memengaruhi arah perencanaan stratejik sekolah. Adanya perubahan kebijakan dari pemerintah daerah juga menuntut sekolah untuk cepat beradaptasi. Perkembangan teknologi informasi menjadi tantangan tersendiri karena belum semua guru terbiasa menggunakan perangkat digital dalam perencanaan pembelajaran. Selain itu, dukungan masyarakat khususnya orang tua siswa mulai muncul, meskipun partisipasinya masih terbatas pada aspek-aspek tertentu. Dari keseluruhan temuan tersebut, dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan kepala sekolah merupakan faktor dominan yang sangat menentukan keberhasilan perencanaan Kepemimpinan yang visioner, komunikatif, dan kolaboratif terbukti mampu mendorong keterlibatan seluruh warga sekolah, mengatasi hambatan internal, dan membangun budaya kerja yang produktif. Temuan ini menekankan pentingnya peran kepemimpinan dalam mengarahkan organisasi menuju pencapaian strategis. Narasumber: Kepala Sekolah No. Pertanyaan Jawaban Bagaimana peran kepala Saya terus mengusahakan untuk terus aktif dan terbuka. sekolah dalam menyusun Setiap awal tahun, selalu mengundang seluruh guru dan mengarahkan untuk ikut menyusun program kerja sekolah. Selain itu, perencanaan strategis di sering meminta masukan dalam rapat untuk sekolah ini? menyesuaikan program dengan visi-misi. Apakah guru dilibatkan Guru selalu ikut dalam Musyawarah Kerja Sekolah dalam penyusunan (MKS). Di sana, guru ikut mengevaluasi kegiatan pada rencana strategis sekolah? tahun sebelumnya dan mengusulkan kegiatan baru. Jika ya, bagaimana bentuk Bahkan dalam rapat mingguan, kami sering berdiskusi Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung Bagaimana budaya kerja di sekolah ini berpengaruh terhadap proses perencanaan strategis? Apa kendala utama yang dihadapi dalam melaksanakan program strategis sekolah? soal pelaksanaan program. Budaya gotong royong sangat terasa di sini. Kalau ada program sekolah, semua guru saling bantu. Suasana kekeluargaan juga bikin kami lebih nyaman menyampaikan ide atau masukan. Kami sering kekurangan alat peraga dan perangkat Dana BOS terbatas, jadi kadang beberapa program harus ditunda atau disesuaikan. Tapi kami tetap berusaha semaksimal mungkin. Narasumber: Guru No. Pertanyaan Sejauh mana Bapak/Ibu guru dilibatkan dalam penyusunan rencana strategis sekolah? Bagaimana suasana kerja dan budaya organisasi di SDN Rancaekek 05 mendukung perencanaan Apakah ada kendala dalam pelaksanaan rencana strategis? Jawaban Kami dilibatkan dalam forum Musyawarah Kerja Sekolah (MKS) untuk merumuskan program kerja tahunan dan rencana kegiatan prioritas. Selain itu, kami juga turut mengevaluasi pelaksanaan program Suasana kerja di sekolah kami sangat kekeluargaan dan Ada semangat gotong royong yang kuat, misalnya saat pelaksanaan program sekolah atau perbaikan fasilitas. Budaya ini membantu memperlancar koordinasi antar guru dan pimpinan sekolah. Ya, kendala terbesar adalah keterbatasan fasilitas penunjang seperti laboratorium TIK dan sarana Selain itu, sebagian guru masih butuh pelatihan lebih lanjut dalam penggunaan teknologi untuk pembelajaran. Narasumber: Orang Tua No. Pertanyaan Sejauh mana keterlibatan orang tua dalam kegiatan atau perencanaan di Apakah Bapak/Ibu melihat adanya perubahan yang positif dalam pengelolaan sekolah belakangan ini? Apa harapan orang tua terhadap program strategis sekolah ke Jawaban Selama ini, orang tua terutama terlibat dalam kegiatan sosial, penggalangan dana, dan mendukung program Namun, untuk perencanaan strategis sekolah, belum banyak dilibatkan secara langsung. Ya, dalam beberapa tahun terakhir sekolah semakin aktif dalam melibatkan orang tua. Komunikasi antara pihak sekolah dan orang tua juga meningkat, seperti melalui grup WhatsApp kelas dan forum pertemuan wali murid. Kami berharap sekolah bisa terus mengembangkan fasilitas belajar dan memperluas akses teknologi pembelajaran bagi siswa. Kami juga berharap bisa lebih dilibatkan dalam proses perencanaan agar aspirasi kami Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung Pembahasan Berdasarkan temuan penelitian, dapat disimpulkan bahwa faktor-faktor internal dan eksternal memiliki peran signifikan dalam menentukan efektivitas perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05. Dari sisi internal, kepemimpinan kepala sekolah menjadi elemen kunci yang mengarahkan dan menggerakkan seluruh proses perencanaan. Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga tampil sebagai pemimpin transformasional yang mampu membangun visi bersama, menginspirasi partisipasi, dan memastikan kesinambungan implementasi rencana. Temuan ini sejalan dengan pandangan George R. Terry tentang pentingnya peran manajemen dalam perencanaan, serta teori Bass dan Avolio mengenai kepemimpinan transformasional sebagai motor penggerak perubahan di lingkungan organisasi. Selain itu, keterlibatan guru dan budaya organisasi yang kolaboratif memperkuat proses perencanaan. Guru-guru yang aktif dalam musyawarah sekolah menunjukkan adanya rasa memiliki terhadap program strategis bahwa pelibatan kolektif mendorong konsistensi dan keberlanjutan kebijakan (Yudana et al. , 2. Budaya kerja yang menjunjung tinggi nilai gotong royong, keterbukaan, dan tanggung jawab bersama berkontribusi terhadap terciptanya lingkungan yang kondusif untuk pengambilan keputusan strategis. Namun demikian, terbatasnya sumber daya, baik dalam bentuk anggaran maupun infrastruktur, menjadi tantangan yang harus dihadapi. Seperti dikemukakan oleh (Ranisa et , 2. bahwa strategi hanya dapat berjalan efektif jika didukung oleh sumber daya yang Beberapa program strategis di SDN Rancaekek 05 belum dapat dilaksanakan optimal karena keterbatasan dana dan fasilitas pendukung. Dari sisi eksternal, kebijakan pemerintah memiliki pengaruh besar terhadap arah perencanaan stratejik. Perubahan kebijakan yang dinamis, seperti implementasi Kurikulum Merdeka, menuntut sekolah untuk terus menyesuaikan strategi pengelolaan dan pengajaran. Hal ini sejalan dengan pandangan Huikku et al. bahwa lingkungan eksternal menjadi faktor yang menentukan arah dan keberlanjutan strategi organisasi. Selain itu, perkembangan teknologi informasi memaksa sekolah untuk meningkatkan literasi digital seluruh warga Namun, adanya kesenjangan digital di kalangan guru dan siswa menjadi tantangan yang perlu diatasi melalui pelatihan yang terstruktur, sebagaimana disarankan Susanti . dalam konsep new pedagogies for deep learning. Dukungan masyarakat, dalam hal ini orang tua siswa dan komite sekolah, menunjukkan potensi yang belum sepenuhnya dioptimalkan. Partisipasi yang masih bersifat formal dan administratif perlu diarahkan menjadi keterlibatan substantif dalam pengambilan keputusan strategis sekolah. Dalam pendekatan school-based management, keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam mewujudkan akuntabilitas publik. Dari keseluruhan analisis, dapat ditegaskan bahwa faktor paling dominan yang memengaruhi keberhasilan perencanaan stratejik di SDN Rancaekek 05 adalah kepemimpinan kepala sekolah. Kepala sekolah berperan sebagai aktor sentral yang menjembatani antara visi ideal dan implementasi nyata. Temuan ini konsisten dengan hasil penelitian Dasarja . yang menyebutkan bahwa kualitas perencanaan strategis sekolah sangat ditentukan oleh kapasitas kepemimpinan kepala sekolah dalam menerjemahkan visi ke dalam aksi nyata. depan, penelitian ini dapat menjadi pijakan awal untuk merancang model perencanaan stratejik berbasis penguatan kepemimpinan dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan di tingkat sekolah dasar. Jurnal Kepemimpinan dan Pengurusan Sekolah: https://ejurnal. stkip-pessel. id/index. php/kp Analisis Faktor-Faktor yang Memengaruhi Perencanaan Stratejik di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung KESIMPULAN Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan di SDN Rancaekek 05 Kabupaten Bandung, dapat disimpulkan bahwa efektivitas perencanaan stratejik di sekolah sangat dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, dengan kepemimpinan kepala sekolah sebagai faktor dominan. Gaya kepemimpinan yang visioner, partisipatif, dan komunikatif terbukti mampu menggerakkan kolaborasi guru, membangun budaya organisasi yang kondusif, serta mengoptimalkan keterlibatan dalam proses perencanaan. Keterlibatan aktif guru dan budaya kerja yang kolaboratif menjadi penguat dalam merancang strategi sekolah yang adaptif terhadap perubahan. Di sisi lain, keterbatasan sumber daya serta tantangan kebijakan eksternal dan perkembangan teknologi menuntut penyesuaian yang terus-menerus. Oleh karena itu, kepala sekolah perlu terus mengembangkan kapasitas kepemimpinan transformasional dengan memperkuat visi strategis dan membangun komunikasi yang Guru dan tenaga kependidikan disarankan untuk meningkatkan partisipasi aktif dalam perencanaan dan evaluasi program, sementara dinas pendidikan diharapkan memberikan pendampingan dan dukungan kebijakan yang stabil. Selain itu, penguatan kemitraan dengan masyarakat dan komite sekolah perlu ditingkatkan untuk mewujudkan perencanaan stratejik yang partisipatif dan berkelanjutan. Temuan ini juga menjadi dasar bagi penelitian selanjutnya untuk mengeksplorasi model perencanaan stratejik yang lebih luas dan komprehensif pada berbagai jenjang dan konteks sekolah. REFERENSI