Vol. No. 3, 2022, pp. DOI: https://doi. org/10. 29210/022317jpgi0005 Contents lists available at Journal IICET JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesi. ISSN: 2541-3163(Prin. ISSN: 2541-3317 (Electroni. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jpgi Membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial pada pembelajaran sosiologi Ayu Widyastuti1*). Syafri Anwar1 Universitas Negeri Padang. Indonesia Article Info ABSTRAK Article history: Received July 25 , 2022 Revised Aug 21th, 2022 Accepted Sept 18th, 2022 Kata Kunci: Motivasi siswa Penelitian sosial Pembelajaran sosiologi Pembelajaran merupakan suatu proses interaksi antara peserta didik dengan pendidik dan sumber belajar pada lingkungan belajar. Kegiatan ini tentunya berkelanjutan dan cukup membosankan untuk siswa. Rutinitas yang selalu dilakukan di dalam kelas dan membuat siswa jenuh dengan suasana yang ada. Hal ini yang justru memadamkan perlahan demi perlahan motivasi siswa dalam Apalagi dengan pembelajaran sosiologi yang mana dalam pemikiran siswa adalah pelajaran yang kurang menyenangkan karena terlalu banyak Tujuan penelitian ini adalah menganalisi serta mengidentifikasi cara membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial pada pembelajaran Metode penelitian menggunakaan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian guru dan siswa SMAN 14 Batam. Teknik pengumpulan datanya menggunakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi siswa dapat terbangun dalam pembelajaran sosiologi khususnya materi penelitian sosial melalui studi lapangan dan kolaborasi guru. Kedua cara ini dapat membangun suasana baru yang dapat memunculkan motivasi siswa dalam belajar khususnya dalam materi penelitian A 2022 The Authors. Published by IICET. This is an open access article under the CC BY-NC-SA license . ttps://creativecommons. org/licenses/by-nc-sa/4. Corresponding Author: Widyastuti. Universitas Negeri Padang. Indonesia Email: widyastutia898@gmail. Pendahuluan Pendidikan adalah usaha sadar yang dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan pemerintah melalui kegiatan bimbingan, pengajaran dan latihan yang berlangsung di sekolah dan di luar sekolah sepanjang hayat, untuk mempersiapkan peserta didik agar dapat memainkan peranan dalam berbagai lingkungan hidup secara tepat di masa yang akan datang (Huda, 2. Kemudian, pendidikan juga merupakan pendewasaan peserta didik agar dapat mengembangkan bakat, potensi dan keterampilan yang dimiliki dalam menjalani kehidupan. Oleh karena itu sudah seharusnya pendidikan di desain guna memberikan pemahaman serta meningkatkan prestasi belajar peserta didik (Daryanto, 2. Menurut Dewey (Kosasi, 2. tujuan pendidikan ialah mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki oleh peserta didik sehingga dapat berfungsi secara individual dan berfungsi sebagai anggota masyarakat melalui penyelenggaraan pendidikan dan pengajaran yang bersifat aktif, ilmiah dan memasyarakatkan serta berdasarkan kehidupan nyata yang dapat mengembangkan jiwa, pengetahuan, rasa tanggung jawab, keterampilan, kemauan dan kehalusan budi pekerti (Sukardjo, 2. Tujuan pendidikan ini tentunya juga sejalan dengan kurikulum yang berlaku di sekolah. Membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial A Kurikulum 2013 menekankan penerapan pendekatan saintifik pada proses pembelajaran, sasaran pembelajaran dengan pendekatan saintifik mencakup pengembangan ranah sikap, pengetahuan, dan keterampilan yang dielaborasi untuk setiap satuan pendidikan (Permata Gita,2. Kurikulum 2013 mengharapkan siswa mampu untuk lebih aktif mencari informasi tentang permasalahan atau materi yang sedang dihadapi sedangkan guru berfungsi sebagai fasilitator yang akan membimbing siswa (Palupi,2. Dalam hal ini kurikulum 2013 yaitu kurikulum yang terintegrasi, maksudnya adalah suatu model kurikulum yang dapat mengintegrasikan skill, themes, concepts, and topics baik dalam bentuk within single disciplines, across several disciplines within and across learners (Poerwati,2. Titik berat kurikulum 2013 adalah bertujuan agar Siswa memiliki kemampuan yang lebih baik dalam melakukan Observasi, bertanya . , bernalar dan mengkomunikasikan . apa yang mereka peroleh atau mereka ketahui setelah menerima materi pelajaran (Daryanto,2. Salah satu mata Pelajaran yang diajarkan di SMA adalah sosiologi. Sosiologi adalah salah satu rumpun ilmu pengetahuan sosial yang mana didalamnya mengajarkan siswa untuk lebih peka terhadap lingkungan sosialnya (Puspitasari, 2. Dengan begitu skill yang akan didapat oleh siswa bukan hanya sekedar pengetahuan saja akan tetapi juga skill komunikasi antara siswa dengan lingkungan sosialnya. Hal tersebut sejalan dengan kurikulum 2013 yang menuntut siswa untuk lebih aktif dan mengeksplorasi pengetahuan yang mereka miliki dan menghubungkan dengan pengalaman belajar mereka masing-masing (Syaparuddin & Elihami,2. Tentunya hal ini akan terwujud ketika Siswa memiliki motivasi dalam belajar terutama dalam belajar sosiologi (Elly Manizar, 2. Motivasi belajar adalah suatu kondisi isi atau status internal . adangkadang diartikan sebagai kebutuhan, keinginan, atau hasra. yang mengarahkan perilaku seseorang untuk aktif bertindak dalam rangka mencapai suatu tujuan (Huitt W, 2. Motivasi dalam belajar sangat diperlukan karena motivasi merupakan suatu dorongan yang harus ada pada diri siswa baik itu dari dalam dirinya maupun dari luar. Akan tetapi lebih bagus jika motivasi ini muncul dari dalam diri siswa sendiri (Adiputra& Mujiyati, 2. Jika motivasi muncul dari diri siswa maka siswa akan lebih semangat dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sebagaimana mestinya telah ditetapkan (Andriani,2. Namun, sebagai guru juga harus menyediakan motivasi berupa stimulus baik itu dari segi media maupun inovatif dalam pembelajaran (Sardiman,2. Berdasarkan observasi awal di lapangan, belum terwujudnya pembelajaran sosiologi yang interaktif di dalam kelas dikarenakan siswa belum termotivasi atau semangat dalam belajar. Ketika pembelajaran dimulai Siswa lebih cenderung fokus dengan kegiatannya masing-masing bahkan ada yang mengerjakan tugas selain tugas sosiologi. Bahkan beberapa siswa ada yang terlihat jenuh atau bosan dalam belajar, sehingga mereka ada yang tidur di dalam kelas. Pembelajaran sosiologi yang baik tidak akan berhasil jika siswa tidak termotivasi dalam belajar Karena ini menunjukkan bahwasanya pembelajaran yang terjadi adalah pembelajaran satu arah bukan dua arah. Hal ini yang menjadi tantangan bagi guru untuk memunculkan kembali motivasi siswa dalam belajar dengan karakteristik siswa yang berbeda-beda. Berikut adalah tabel motivasi belajar siswa dalam belajar dari 43 siswa di kelas XI IPS 1 di SMAN 14 Batam. Tabel 1 No. Indikator Motivasi Mengerjakan tugas Bertanya Mengeluarkan Pendapat Diskusi Sumber: Observasi awal Kelas XI IPS 1 SMAN 14 Batam Siswa yang Termotivasi 20 Siswa 5 Siswa 6 Siswa 15 Siswa Berdasarkan data diatas, motivasi siswa dalam belajar belum terwujud sebagaimana mestinya, hal ini Tentunya menjadi tantangan bagi pendidik Bagaimana memunculkan motivasi siswa agar tujuan dari pembelajaran tersebut tercapai khususnya pada materi penelitian sosial. Sebelum menyediakan media yang cocok bagi karakteristik siswa maka pendidik atau seorang guru juga harus menemukan cara bagaimana memunculkan motivasi siswa tersebut. Selama ini yang terjadi di SMAN 14 Batam guru hanya melangsungkan pembelajaran tanpa melihat bahwa siswa tersebut memiliki motivasi belajar atau tidak, guru hanya memandang bahwa siswa malas atau tidak niat untuk sekolah (Ningrat Sayu Putri, 2. Berdasarkan feonomena tersebut motivasi siswa sangat mempengaruhi dalam keberhasilan pembalajaran. Sehingg diperlukannya motivasi belajar siswa saat mengikuti proses pembelajaran khsusunya pada mata pelajaran sosiologi. Selanjutnya peneliti ini bertujuan untuk menganalisis dan mengindentifikasi cara membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial pada pembelajaran sosiologi. Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jpgi Widyastuti. & Anwar. JPGI (Jurnal Penelitian Guru Indonesi. Vol. No. 3, 2022, pp. Metode Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif di mana pendekatan ini untuk menjelaskan secara dalam dengan menggunakan data kualitatif (Anggito & Setiawan, 2. Jenis penelitian yang digunakaan adalah deskriptif kuantitatif , penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana membangun motivasi belajar siswa pada mata pelajaran sosiologi. Subjek penelitian merupakan guru dan siswa SMAN 14 Batam. pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara serta dokumentasi. Dimana observasi dilakukan saat pembelajaran di kelas XI IPS 1. Sedangkan wawancara dilakukan dengan beberapa narasumber termasuk guru, kurikulum dan beberapa siswa serta diperkuat dengan bukti dokumentasi. Data yang akan didapatkan oleh peneliti nantinya berdasarkan informasi dari informan yang telah ditetapkan sebelumnya. Selajutnya data penelitian dilakukan dengan menganalisis, menggambarkan, dan meringkas berbagai kondisi, situasi dari berbagai data yang dikumpulkan berupa hasil wawacara atau pengamatan mengnai masalah yang diteliti yang terjadi di lapangan. Hasil dan Pembahasan Berdasarkan hasil wawancara dan observasi didapatkan informasi mengenai cara membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial pada pembelajaran sosiologi sebagai berikut. Motivasi Belajar Keberhasilan belajar siswa dapat ditentukan oleh motivasi yang dimilikinya. Siswa yang memiliki motivasi belajar tinggi cenderung prestasinya pun akan tinggi pula, sebaliknya motivasi belajarnya rendah, akan rendah pula prestasi belajarnya (Oktiani Ifni,2. Tinggi rendahnya motivasi dapat menentukan tinggi rendahnya usaha atau semangat seseorang untuk beraktivitas, dan tentu saja tinggi rendahnya semangat akan menentukan hasil yang diperoleh (Monika Adman,2. Motivasi adalah istilah yang paling sering dipakai untuk menjelaskan keberhasilan atau kegagalan hampir semua tugas yang rumit (Mandolang. Gladies. Pangkey. Tawas, & Yance, 2. Hampir semua pakar juga setuju bahwa suatu teori tentang motivasi berkenaan dengan faktor-faktor yang mendorong tingkah laku dan memberikan arah kepada tingkah laku itu, juga pada umumnya diterima bahwa motif seseorang untuk terlibat dalam satu kegiatan tertentu didasarkan atas kebutuhan yang mendasarinya (Idham Kholid, 2. Menurut Sardiman A. M . Dilihat dari sudut asalnya motivasi belajar dibagi menjadi dua yaitu motivasi intrinsik dan motivasi ekstrinsik. Motivasi intrinsik yaitu motivasi atau motif-motif yang menjadi aktif memotivasinya tidak perlu dirangsang dari luar, karena pada diri individu sudah ada dorongan untuk melakukan sesuatu (Zamsir & Fajrin, 2. Motivasi intrinsik dalam belajar adalah sebagai bentuk motivasi belajar yang didorong oleh kesadaran dari diri sendiri dengan tujuan secara esensial, bukan sekedar simbol dan sensasional. Berkenaan dengan motivasi intrinsik, yang memiliki peranan penting adalah siswa itu sendiri dimana siswa dituntut agar dapat menumbuhkan dan mengembangkan motivasi yang ada dalam dirinya (Yanti Supri. Erlamsyah. Zikra,2. Sedangkan motivasi ekstrinsik Yaitu motivasi yang disebabkan oleh faktor-faktor dari luar situasi belajar, seperti angka, ijazah, tingkatan, hadiah, medali, pertentangan dan persaingan. yang bersifat negatif adalah ejekan dan hukuman. motivasi ekstrinsik tetap diperlukan di sekolah, sebab pembelajaran di sekolah tidak semuanya menarik minat, atau sesuai dengan kebutuhan siswa (Loeloek Endah Poerwati & Sofan Amri. Ada kemungkinan siswa belum menyadari pentingnya bahan pelajaran yang disampaikan oleh guru. dalam keadaan ini siswa bersangkutan perlu dimotivasi agar belajar. Guru berupaya membangkitkan motivasi belajar siswa sesuai dengan keadaan siswa itu sendiri (Winarni. Anjariah& Romas, 2. Studi Lapangan Studi Lapangan (Field Researc. adalah pengumpulan data secara langsung ke lapangan dengan mempergunakan teknik pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Adapun Merdalis . menyatakan pengertian studi lapangan yaitu. Austudi lapangan pada hakikatnya merupakan metode untuk menemukan secara specifik dan realitas tentang apa yang sedang terjadi pada suatu saat ditengah-tengah kehidupan Ay Studi lapangan merupakan salah satu bentuk pembelajaran outdoor dimana terjadi kegiatan observasi untuk mengungkap faktaAefakta guna memperoleh data langsung dilapangan. Selain itu, dapat memberikan deskripsi, eksplanasi, prediksi, inovasi dan juga pengembangan pendidikan. Pada materi penelitian sosial, akan sulit bagi siswa untuk memahaminya jika tidak ada pengalaman langsung di lapangan. Hal ini dikarenakan studi lapangan jika diterapkan kepada siswa maka akan memberikan pembelajaran yang Journal homepage: https://jurnal. org/index. php/jpgi Membangun motivasi siswa dalam materi penelitian sosial A bermakna bagi siswa. Jadi dalam membangan motivasi siswa dalam belajar sosiologi terutama materi penelitian sosial dapat dilakukan dengan studi lapangan. Dimana siswa mengamati secara langsung dan dapat mengembangkan rasa ingin tahunya. Selain itu juga dapat meningkatkan siswa dalam menganalisa suatu masalah (Adiputra & Mujiyati,2. Berdasarkan hal tersebut maka siswa seharusnya memiliki daya kreatif dalam menganalisa suatu masalah. Selama ini daya berpikir kritis siswa masih minim dan belum berkembang dengan baik. Dapat dipahami pula bahwa dengan membawa siswa ke lapangan untuk melakukan studi lapangan atau belajar di masyarakat, sangat membantu siswa untuk menambah pengetahuan khususnya fenomena-fenomena ataupun masalahmasalah yang ada dalam kehidupan masyarakat, dengan ini pula ketika siswa melakukan studi lapangan baik secara observasi maupun wawancara siswa secara langsung menemukan suatu informasi dari masyarakat yang merupakan informan atau responden yang dengan mudahnya pula dapat dicerna oleh siswa (Daryanto,2. Bahkan ini juga memunculkan suasana belajar yang baru dan tidak monoton dimana siswa dapat belajar langsung dengan teman sejawat, berdiskusi dengan guru dan mendapatkan informasi dari Kolaborasi Guru Selain studi lapangan, cara lain untuk memotivasi siswa dalam belajar sosiologi khususnya materi penelitian sosial yaitu melalui kolaborasi guru. Kolaborasi yang dimaksud adalah ketika dalam pembelajaran materi sosiologi bisa dikaitkan dengan mata pelajaran lain. Misalkan dalam materi penelitian sosial sangat relevan jika dikaitkan dengan pelajaran geografi dan sejarah (Daud,2. Tentunya ketika kolaborasi ini dilakukan akan menjadi warna baru dalam pembelajaran dan siswa bisa mengaitkan pembelajaran yang satu dengan yang lain dengan syarat harus saling relevan dan dengan adanya kolaborasi guru ini akan mengarahkan siswa (Damanik,2. Kolaborasi guru ini tentunya akan memudahkan tugas guru dimana guru akan bekerja sama untuk memotivasi siswa. Hal ini juga akan mengurangi rasa bosan siswa dalam belajar, karena gaya mengajar guru yang lebih inovatif dan dipadukan satu sama lain. Selain itu, guru juga bisa saling memberi masukan tindakan apa yang harus dilakukan untuk memacu motivasi siswa dalam belajar (Emda,2. Simpulan Motivasi dalam belajar sangat diperlukan karena motivasi merupakan suatu dorongan yang harus ada pada diri siswa baik itu dari dalam dirinya maupun dari luar. akan tetapi akan lebih bagus jika motivasi ini muncul dari dalam diri siswa sendiri. Jika motivasi itu muncul dari diri siswa maka siswa akan lebih semangat lagi dalam mencapai tujuan pembelajaran yang sebagaimana mestinya telah ditetapkan. Namun, sebagai guru juga harus menyediakan motivasi berupa stimulus baik itu dari segi media maupun inovatif dalam Target dalam pembelajaran akan tercapai ketika siswa termotivasi untuk belajar. Belajar bukan untuk membentuk siswa melainkan siswa dapat mengembangkan pemikirannya tentunya dengan memiliki motivasi yang baik untuk mencapainya. Pada pembelajaran sosiologi khususnya materi penelitian sosial, motivasi siswa dapat dibangun melalui studi lapangan dan kolaborasi antar guru mata pelajaran yang relevan. Referensi M.