TUTURAN CAMPUR KODE CINTA LAURA DAN MAUDY AYUNDA DALAM PODCAST BICARA CINTA: KAJIAN SOSIOLINGUISTIK Raisa Fidela1 Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia e-mail: raisafidela12@gmail. Agus Syahrani2 Universitas Tanjungpura. Pontianak. Indonesia e-mail: agussyahrani@fkip. Dedy Ari AsfarA Pusat Riset Bahasa. Sastra, dan Komunitas. Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) e-mail: dedy018@brin. ABSTRACT This research aims to analyze the form of code mixing used in Cinta Laura and Maudy Ayunda's speech in the "Bicara Cinta" podcast, as well as identifying the factors behind the use of code mixing using sociolinguistic studies. The method used in this research is descriptive qualitative, considering that the data analyzed is in the form of text and not The data collection technique used in this research is the observe and observe The research data is in the form of dialogue excerpts in the form of words or sentences from the podcast. The data analysis technique used is qualitative discourse analysis technique. The research results show that from the 36 quotes explained, there are four forms of code mixing identified, namely: Intra-Sentential Code-Mixing. Inter-Sentential Code-Mixing. Tag-Switching, and Intra-Word Code-Mixing. Apart from that, this research also reveals several factors that influence the use of code mixing in their speech. These factors include role factors, variety factors, speaker factors, language factors, factors and the desire to explain and interpret. This research provides deeper insight into code-mixing patterns in informal communication and can be used as a reference to learn more about the use of mixed language in further contexts and different cultures. Keywords: Code mixing. Cinta Laura. Maudy Ayunda, podcast, sociolinguistics Pendahuluan Bahasa menjadi elemen yang sangat penting dalam kehidupan sosial masyarakat, karena menjadi sarana komunikasi antarindividu (Klimova & Kozlovtseva, 2. Manusia secara alami terdorong untuk berinteraksi dan menjalin hubungan, baik untuk menyampaikan gagasan, berdiskusi, atau membahas berbagai topik sehari-hari. Dalam konteks ini, bahasa berperan penting sebagai 10 | P a g e jembatan dalam komunikasi, baik lisan maupun tulisan (Holtgraves & Taylor. Penggunaan bahasa dalam masyarakat seringkali melibatkan lebih dari satu bahasa, menciptakan situasi Keadaan ini muncul ketika masyarakat memiliki kemampuan dalam lebih dari satu bahasa, memungkinkan mereka untuk memilih bahasa yang sesuai saat berkomunikasi. Dari perspektif sosiolinguistik, pilihan bahasa menjadi topik yang menarik karena hal ini menggambarkan dinamika dan variasi dalam penggunaan bahasa dalam suatu masyarakat (Edwards, 2. Sosiolinguistik adalah disiplin ilmu yang menggabungkan aspek sosiologi dan linguistik untuk mempelajari hubungan antara simbol bahasa dan penuturnya. Fokus utama kajian ini adalah untuk mengetahui bagaimana bahasa dapat berfungsi sebagai alat interaksi dan komunikasi dalam masyarakat (Oliveira & Souza, 2. Kajian sosiolinguistik mencakup berbagai aspek, seperti komunikasi, peristiwa tutur, jenis bahasa, variasi bahasa, dan penggunaan bahasa dalam konteks sosial (O. et al. , 2. Sosiolinguistik faktor-faktor sosial memengaruhi variasi dalam bahasa dan bagaimana orang memilih bahasa atau gaya bahasa tertentu saat berinteraksi dengan orang dan dalam lingkungan tertentu. Hal ini memberi pedoman tentang jenis bahasa yang sesuai dalam situasi dan konteks tertentu, menggunakan dua variasi bahasa secara bersamaan (Nadeina, 2. Salah satu sub-bagian dalam sosiolinguistik yang membahas penggunaan lebih dari satu bahasa disebut campur kode, yang menunjukkan bagaimana bahasa dapat bercampur dalam satu percakapan atau Campur kode terjadi ketika seseorang mencampur dua atau lebih bahasa dalam satu percakapan, biasanya karena konteks dan karakteristik penutur yang berbeda (Johanson, 2. Setiap pengetahuan yang unik, yang bisa menyebabkan perbedaan dalam cara mereka berkomunikasi. Ketika seorang penutur memiliki keterbatasan dalam satu bahasa, dia mungkin menggabungkan kata, frasa, atau klausa dari bahasa lain (Situmorang et al. , 2. Dengan cara ini, campur kode memungkinkan proses komunikasi yang lebih lancar dan bisa membangun hubungan emosional serta kedekatan antara penutur dan lawan bicara (Adawiah et al. , 2. Selain itu, penggunaan campur kode sering menjadi cara bagi penutur untuk menunjukkan status sosial atau tingkat pendidikan mereka di hadapan orang lain. Orang yang mampu menggunakan dua bahasa berarti fasih dalam kedua bahasa tersebut. Dalam era globalisasi, pengetahuan dan wawasan mereka, termasuk dengan menguasai lebih dari satu bahasa. Akibatnya, fenomena kontak bahasa juga meningkat, melibatkan bukan hanya bahasa nasional dan bahasa daerah, tetapi juga interaksi antara bahasa nasional dengan bahasa asing, serta antara bahasa daerah dengan bahasa Bahkan, ada pula komunikasi yang mencakup ketiga jenis bahasa ini: nasional, daerah, dan asing. Fenomena inilah yang bisa mengarah pada terjadinya alih kode . ode switchin. dan campur kode . ode mixin. (Lipski, 2. Penelitian ini hanya akan berfokus pada permasalahan campur kode . ode mixin. Alasan pemilihan topik ini adalah karena dunia semakin berkembang seiring dengan kemajuan teknologi dan hal ini mempengaruhi perkembangan Teknologi-teknologi baru tidak hanya mempercepat pertukaran informasi 11 | P a g e antarwilayah, tetapi juga memudahkan mobilitas manusia, yang pada gilirannya berdampak pada cara bahasa digunakan dan bercampur (Bada et al. , 2022. Byrsan & Cepraga, 2. Dengan akses informasi yang semakin mudah dan interaksi antarbudaya yang meningkat, fenomena campur kode menjadi lebih umum dan relevan untuk dipelajari dalam konteks komunikasi global saat ini (Vianingrum et , 2. Kemajuan membuka peluang bagi manusia untuk terhubung dengan orang lain di berbagai belahan dunia, terutama melalui media Media sosial saat ini menjadi salah satu platform komunikasi yang paling populer, digunakan oleh banyak orang di seluruh dunia. Selain sebagai sarana komunikasi, media sosial juga berfungsi sebagai media penyebaran informasi dan seringkali menjadi tempat bagi pengguna untuk menyampaikan pendapat atau mencurahkan perasaan mereka (Hariman. Dengan beragam fitur dan jangkauan global, media sosial telah menjadi bagian penting dalam kehidupan sehari-hari, menghubungkan orang-orang dengan cara yang belum pernah terjadi Saat ini, beragam media sosial telah menjamur, masing-masing dengan fungsinya sendiri. Salah satu platform yang banyak digemari oleh masyarakat adalah YouTube. Sebagai bagian dari YouTube memberikan dampak yang signifikan bagi penggunanya, memungkinkan mereka untuk mengunggah dan menonton video secara online dengan berbagai durasi (Colys-Bravo & Quintero-Rodryguez, 2. YouTube juga menawarkan berbagai fitur yang memudahkan pengguna, seperti kemampuan untuk membuat daftar putar, berlangganan saluran, dan memberikan Inilah yang membuat YouTube sangat diminati oleh masyarakat. YouTube juga menjadi rumah bagi berbagai jenis konten, termasuk podcast, yang semakin populer dalam beberapa tahun terakhir. Banyak konten kreator memilih format podcast karena penonton menikmati wawancara dengan tokohtokoh menarik, terutama selebriti atau orang-orang terkenal. Melalui podcast, penonton dapat memperoleh wawasan dan pengetahuan dari narasumber yang inspiratif, yang membuat mereka terus kembali untuk menonton (Kyhler et al. Podcast di YouTube telah menjadi cara yang efektif untuk menyampaikan cerita dan ide dengan cara yang santai pengalaman yang menarik bagi pemirsa. Penelitian ini akan menganalisis salah satu episode podcast dari akun YouTube Puella Id dengan judul konten "Bicara Cinta. " Episode ini menampilkan Cinta Laura sebagai pembawa acara, yang mewawancarai berbagai narasumber, sebagian besar dari kalangan artis Penelitian ini berfokus pada episode podcast di mana Cinta Laura berbincang dengan Maudy Ayunda, membahas topik-topik menarik mulai dari pendidikan, kehidupan sehari-hari, hingga Dari perbincangan ini, ada banyak pelajaran yang dapat diambil oleh Maudy Ayunda sendiri adalah figur yang sangat inspiratif, dikenal karena kecerdasannya dan berbagai prestasinya, meski usianya masih relatif muda. Keberadaan tokoh seperti Maudy Ayunda dalam podcast memberikan wawasan dan inspirasi bagi pendengar, membuat konten ini menjadi menarik dan bernilai bagi banyak orang. Sebelumnya, belum pernah ada yang meneliti tuturan campur kode Cinta Laura dan Maudy Ayunda dalam podcast yang diunggah oleh Puella Id. Hanya saja terdapat beberapa penelitian yang juga mengkaji penggunaan campur kode dalam sebuah podcast di Youtube. Contohnya 12 | P a g e seperti penelitian dari Windyawati Puspita Wardani et al. , . yang mengungkap tuturan Livy Renatta yang menggunakan campur kode dalam bagian yang berbeda. Bentuk campur kode yang paling sering ditemukan adalah penyisipan, diikuti oleh pergantian dan leksikalisasi kongruen. Penelitian ini menggunakan teori Muysken . untuk menganalisis jenis campur kode yang terjadi yang menunjukkan bahwa media sosial, seperti YouTube, dapat menjadi platform pembelajaran Selanjutnya, ada penelitian dari Restyawan et al. , . membahas mengenai campur kode yang digunakan berbentuk kata, campur kode berbentuk frasa, dan campur kode berbentuk klausa. Terdapat beberapa faktor yang menjadi penyebab terjadinya campur kode dalam dialog podcast Deddy Corbuzier dengan Dokter Tirta Youtube, pembicara dan pribadi pembicara, untuk membangkitkan rasa humor, dan untuk sekedar bergengsi saja. Penelitian terakhir yaitu dari Zahra et al. , . , penelitian tersebut ditemukan beberapa jenis alih kode dan campur kode seperti alih kode ekstern dan jenis campur kode keluar. Alih kode ekstern adalah alih kode yang terjadi antara bahasa sendiri dengan bahasa Faktor penyebab terjadinya alih kode dalam podcast yakni penutur dan lawan tutur. Jenis campur kode yang digunakan pada penelitian ini adalah jenis campur kode keluar atau outer code mixing yakni penggunaan bahasa Inggris dalam tuturan bahasa Indonesia. Terdapat beberapa faktor penyebab terjadinya campur kode dalam video podcast tersebut, yakni faktor peran, faktor keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan, faktor prestise, serta faktor kebutuhan mendesak. Penelitian ini dapat menjadi suatu kebaharuan karena akan meneliti bentuk, dan faktor yang memengaruhi terjadinya campur kode tuturan Cinta Laura dan Maudy Ayunda dalam podcast Bicara Cinta, di mana sebelumnya belum pernah ada yang meneliti hal tersebut pada acara Selain itu, fokus penelitian ini adalah pada analisis campur kode saja yang dilakukan oleh Cinta Laura dan Maidy Ayunda. Hal ini berbeda dengan penelitian sebelumnya yang mungkin tidak memiliki fokus yang sama pada individu tertentu atau acara spesifik. Penelitian ini juga menawarkan perspektif sosiolinguistik dalam menganalisis campur kode yang terjadi dalam tuturan mereka. Penelitian ini perlu dilakukan karena akan mengkaji bentuk dan faktor yang menjadi kajian utama dalam campur Dari sudut pandang sosiolinguistik, penelitian ini dapat menunjukkan hubungan antara bahasa dan dinamika masyarakat, termasuk alasan dan konteks di balik penggunaan campur kode. Fenomena campur kode cukup umum dalam masyarakat multibahasa seperti Indonesia, penggunaannya dalam konteks podcast dapat membantu memahami dinamika sosial dan budaya (Anggraeni & Fidiyanti. Baik Cinta Laura maupun Maudy Ayunda merupakan figur publik dengan popularitas yang tinggi dan pengaruh luas, menggunakan bahasa dalam interaksi publik dapat memberikan wawasan Selama bersama Maudy Ayunda, selain berbicara dalam bahasa Indonesia. Cinta juga beberapa kali menggunakan bahasa Inggris dengan lancar. Maudy pun mampu mengikuti alur percakapan dengan Inggris, menunjukkan bahwa mereka berdua merupakan bilingual, yaitu orang yang 13 | P a g e dapat menguasai dan menggunakan lebih dari satu bahasa. Hal ini membuat konten podcast ini menjadi menarik untuk dipelajari dalam konteks fenomena campur kode, karena memberikan kesempatan untuk memahami bagaimana dan mengapa campur kode terjadi dalam percakapan mereka. Dengan menganalisis peristiwa ini, kita bisa mendapatkan wawasan dan mengetahui tentang bentuk campur kode yang digunakan serta faktorfaktor yang memengaruhi terjadinya campur kode dalam tuturan Cinta Laura dan Maudy Ayunda. Penelitian ini ke depannya diharapkan dapat memberikan wawasan baru tentang fenomena campur kode dalam media massa, serta kontribusi terhadap pemahaman tentang bagaimana bahasa digunakan dan dipahami oleh masyarakat Indonesia saat ini. Selain itu, penelitian ini juga diharapkan dapat membuka pemahaman yang lebih dalam tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan identitas (Tri Rahmawati & Laily Zen. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang berkelanjutan dan relevan dalam bidang sosiolinguistik serta mengarah pada pemahaman yang lebih baik mengenai komunikasi dalam masyarakat Kajian Teori 1 Sosiolinguistik Halliday . alam Sumarsono, 2. menyebut sosiolinguistik sebagai linguistik institusional . nstitutional linguistic. , berkaitan dengan pertautan bahasa dengan orang-orang yang memakai bahasa itu. Kita bayangkan perilaku . manusia pemakai bahasa itu tentu mempunyai berbagai aspek, seperti adat-istiadat. Sosiolinguistik dapat mengacu kepada pemakaian data kebahasaan dan menganalisis ke dalam ilmu-ilmu lain yang menyangkut kehidupan sosial, dan kemasyarakatan dan menganalisis ke dalam linguistik (Sumarsono & Partana. Sosiolinguistik adalah bagian dari linguistik yang berkaitan dengan bahasa sebagai gejala sosial dan gejala kebudayaan (Institute of Construction. Housing and Public Utilities. National Research University Ae Higher School of Economics (HSE Universit. Moscow & Grigorieva, 2. Bahasa bukan hanya dianggap sebagai gejala sosial melainkan juga gejala kebudayaan. Implikasinya ialah bahasa yang dikaitkan dengan kebudayaan masih menjadi cakupan sosial linguistik dan ini dapat dimengerti karena setiap masyarakat pasti memiliki kebudayaan Sosiolinguistik merupakan kajian bahasa dalam pemakaian tujuannya untuk menunjukkan kesepakatan-kesepakatan atau kaidah-kaidah penggunaan bahasa yang disepakati oleh masyarakat dikaitkan dengan aspek-aspek kebudayaan dalam masyarakat itu. Sosiolinguistik dapat disimpulkan juga menjadi suatu studi atau sehubungan dengan penutur bahasa itu sebagai anggota masyarakat (Nababan. Sosiolinguistik keseluruhan masalah yang berhubungan dengan organisasi sosial. Perilaku bahasa tidak hanya mencakup pemakaian bahasa saja melainkan juga sikap-sikap bahasa, perilaku terhadap bahasa, dan pemakai Batasan semacam ini ingin menarik sosiolinguistik ke bidang sosiologi daripada ke linguistik. Dalam kajian sosiolinguistik memang ada kemungkinan kemasyarakatan kemudian mengaitkan dengan bahasa tetapi bisa pula berlaku sebaliknya memulai dari bahasa kemudian gejala-gejala 14 | P a g e 2 Campur Kode Sumarsono . menyebutkan bahwa campur kode serupa dengan apa yang dahulu pernah disebutkan dengan interferensi dari bahasa yang satu ke bahasa yang lain. Dalam campur kode penutur menyelipkan unsur-unsur bahasa lain ketika sedang memakai bahasa Unsur-unsur yang diambil dari Aubahasa lainAy itu seringkali berwujud katakata, tetapi dapat juga berupa frasa ataupun kelompok kata jika berwujud kata, biasanya gejala itu disebut Selain itu. Nababan, . juga berpendapat bahwa campur kode merupakan suatu keadaan berbahasa lain bilamana orang mencampurkan dua atau lebih bahasa atau ragam bahasa dalam suatu tindakan bahasa tanpa ada sesuatu dalam situasi berbahasa itu yang menuntut pencampuran bahasa itu. Dalam kesantaian penutur atau kebiasaannya yang dituruti. Jikalau yang berbincangbincang itu adalah orang-orang yang terpelajar kita dapat juga melihat campur kode antara bahasa Indonesia atau bahasa daerah dengan bahasa asing. Ciri yang menonjol dalam campur kode ini ialah kesantaian atau situasi informal. Dalam situasi berbahasa yang formal jarang terdapat campur kode, kalau terdapat campur kode dalam keadaan demikian itu disebabkan karena tidak ada ungkapan yang tepat dalam bahasa yang sedang dipakai itu, sehingga perlu memakai kata atau ungkapan dari bahasa asing dalam bahasa tulisan. Hal ini kita nyatakan dengan mencetak miring atau menggaris bawahi kata atau ungkapan bahasa asing kadang-kadang terdapat juga campur kode ini bila keterpelajarannya atau kedudukannya. Campur kode dalam kajian sosiolinguistik merujuk pada fenomena di mana seorang penutur menggabungkan dua atau lebih bahasa, dialek, atau varian bahasa dalam satu konteks komunikasi atau bahkan dalam satu kalimat. Campur kode sering terjadi di masyarakat yang bilingual atau multilingual, di mana orang memiliki akses ke lebih dari satu bahasa atau variasi bahasa (Salah, 2. Dalam situasi ini, seseorang mungkin secara sengaja atau tidak sengaja memasukkan kata, frasa, atau elemen bahasa dari satu bahasa ke dalam struktur bahasa lain. Hal ini bisa terjadi dalam berbagai konteks, seperti percakapan sehari-hari, media, literatur, atau bahkan komunikasi bisnis. 3 Bentuk Campur Kode Teori yang bisa digunakan untuk memahami bentuk-bentuk dari campur kode yaitu dari teori Suwito dan Muysken. Suwito mengklasifikasikan campur kode menjadi beberapa tipe, seperti intrasentential . alam satu kalima. , intersentential . ntar kalima. , dan tagswitching . enggunaan tag atau frasa dalam bahasa lai. (Situmorang et al. Teori Muysken mendalami motif di balik penggunaan campur kode, yang meliputi alasan sosiokultural, kebutuhan komunikasi, atau gaya bahasa (Sukamto & Idayani, 2. Berikut adalah bentukbentuk umum campur kode: Intra-Sentential Code-Mixing Intra-sentential code-mixing terjadi ketika campur kode dilakukan di dalam satu kalimat atau satuan tuturan yang berkesinambungan. Ini bisa mencakup kata, frasa, atau klausa dari bahasa berbeda yang disisipkan dalam satu kalimat. Contoh umum adalah kalimat yang menggabungkan kata dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam satu tuturan. 15 | P a g e Contoh: "Aku pikir meeting kita dicancel hari ini karena boss-nya nggak Inter-Sentential Code-Mixing Inter-sentential code-mixing terjadi ketika campur kode dilakukan antarkalimat atau antar-tutur dalam satuan wacana yang lebih besar. Dalam bentuk ini, satu kalimat sepenuhnya dalam satu bahasa, kemudian dilanjutkan dengan kalimat dalam bahasa lain. Contoh: "Saya suka banget film ini. It's really amazing!" Tag-Switching Tag-switching penggunaan tag, frasa pendek, atau ekspresi tertentu dari bahasa lain yang disisipkan ke dalam kalimat. Ini biasanya mencakup ungkapan seperti "you know", "right", atau "okay", yang dapat dengan mudah digunakan dalam percakapan tanpa mengubah struktur kalimat. Contoh: "Jadi, kita ketemu lagi besok. Intra-Word Code-Mixing Intra-word code-mixing terjadi ketika ada perubahan dalam struktur kata di dalam satu kata. Ini bisa melibatkan penggabungan elemen dari dua bahasa yang berbeda untuk membentuk kata baru atau kata hasil Contoh: "Saya nge-check email setiap " (Penggunaan awalan bahasa Indonesia dengan kata kerja dalam bahasa Inggri. Mixing Dialect Campur kode juga bisa terjadi antara dua dialek atau variasi bahasa yang berbeda. Ini biasanya ditemukan dalam komunitas bahasa di mana variasi bahasa atau dialek sering digunakan dalam konteks yang berbeda-beda. Bentuk-bentuk campur kode ini sering terjadi dalam situasi komunikasi bilingual atau multilingual, di mana penutur memiliki kemampuan bahasa yang berbeda dan sering beralih di antara bahasa-bahasa tersebut. Campur kode bisa terjadi karena berbagai alasan, seperti menyesuaikan dengan audiens, menunjukkan identitas budaya, atau keterbatasan kosa kata atau ekspresi yang alami dalam dibandingkan bahasa lainnya (Muhardis & Afrinda, 2. 4 Fakor yang Memengaruhi Tuturan Campur Kode Suwito menjelaskan penyebab terjadinya campur kode dapat dibedakan menjadi tiga, yaitu identifikasi peranan . ngin menjelaskan sesuatu atau maksud tertent. , identifikasi ragam . arena situasi atau yang ditentukan oleh bahasa di mana seorang penutur melakukan campur kode yang akan menempatkan dia dalam hierarki status sosialny. , dan keinginan untuk menjelaskan dan menafsirkan . ngin menjalin keaktraban penutur dan lawan tutur atau menandai sikap dan hubugannya terhadap orang lain dan sikap serta hubungan orang lain terhadapny. (Professor. Doctor Of Philological Sciences. Tashkent State University Of Oriental Studies. Uzbekistan & Usmanova, 2. Selanjutnya. Suwito terjadinya campur kode seperti sebagai Faktor Peran Yang termasuk peran adalah status sosial, pendidikan, serta golongan dari peserta bicara atau penutur bahasa Faktor Ragam Ragam ditentukan oleh bahasa yang digunakan oleh penutur pada waktu melakukan campur kode, yang akan 16 | P a g e menempati pada hierarki status Faktor Keinginan untuk Menjelaskan dan Menafsirkan Yang termasuk faktor ini adalah tampak pada peristiwa campur kode yang menandai sikap dan hubungan penutur terhadap orang lain, dan hubungan orang lain terhadapnya. Faktor Penutur Pembicara kadang-kadang sengaja bercampur kode terhadap mitra bahasa karena dia mempunyai Pembicara kadang-kadang melakukan campur kode antara bahasa yang satu ke bahasa yang lain karena kebiasaan dan kesantaian. Faktor Bahasa Penutur dalam pemakaian bahasanya sering mencampurkan bahasanya dengan bahasa lan sehingga terjadi campur kode. Metodologi Penelitian ini menggunakan kaidah kualitatif (Asfar, 2. penelitian kualitatif merupakan fokus perhatian dengan beragam metode dan model kerja yang mencakup pendekatan interpretatif dan naturalistik terhadap subjek kajiannya (Asfar, 2. Penelitian ini juga (Syahrani, et. yang bertujuan untuk non-numerik (Pravitasari, 2. Selanjutnya, metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif yang bertujuan membuat deskripsi secara sistematis, faktual, dan akurat (Asfar, 2. Pendekatan ini fokus pada interpretasi objek sesuai dengan keadaan sebenarnya, dan sering digunakan dalam konteks sosiolinguistik untuk mempelajari pola, makna, serta pengalaman individu dalam konteks sosial. Peneliti juga mengandalkan analisis konten untuk mengidentifikasi konteks spesifik di mana terjadi campuran kode, serta memahami motivasi di balik fenomena linguistik ini. Dengan demikian, pendekatan ini memberikan wawasan mendalam tentang penggunaan bahasa di media Indonesia dan menawarkan perspektif berharga bagi studi komunikasi dan media secara umum. Metode kualitatif yang eksploratif ini mencakup pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan analisis dokumen atau rekaman, yang kemudian dianalisis secara deskriptif untuk menemukan tema dan pola yang muncul. Secara keseluruhan, metode ini terbukti efektif dalam menggali kompleksitas penggunaan bahasa dalam lingkungan media yang dinamis dan 1 Data dan Sumber Data Data penelitian ini adalah kata-kata ataupun kalimat dari tuturan Cinta Laura dan Maudy Ayunda dalam podcast Bicara Cinta untuk mengetahui bentuk dan faktor apa saja yang memengaruhi terjadinya campur kode dalam tuturan mereka. Sedangkan sumber data dalam penelitian ini adalah video podcast antara Cinta Laura dan Maudy Ayunda yang diunggah dalam laman Youtube Puella Id. Berikut adalah tautan video yang sudah di unggah https://youtu. be/sX5a0B3zU8?si=ruoptwnz5ruZeHrE 2 Teknik Pengumpulan Data Proses pengumpulan data untuk penelitian ini melibatkan analisis sampel konten media Indonesia, termasuk program televisi, posting media sosial, dan artikel berita (Jaya et al. , 2. Peneliti menggunakan kombinasi metode kualitatif pencampuran kode dalam bahasa yang Analisis 17 | P a g e mengungkapkan bahwa pencampuran kode sering terjadi sebagai cara untuk menarik para penonton yang beragam dan Teknik pengumpulan data yang digunakan ada dua, yaitu teknik simak dan teknik catat. Teknik simak dilakukan saat menonton video podcast Cinta Laura dan Maudy Ayunda untuk menyimak tuturan campur kode yang digunakan oleh mereka. Selanjutnya adalah teknik catat. Teknik catat dilakukan dengan melakukan pada tabel dengan menggunakan alat tulis Teknik catat ini dilakukan dengan cara mencatat tuturan percakapan antara Cinta Laura dan Maudy Ayunda ke dalam kolom tabel yang telah disiapkan. 3 Teknik Analisis Data Teknik digunakan yaitu teknik analisis wacana Data akan dikumpulkan melalui beberapa langkah. Pertama yang harus dilakukan adalah menonton video podcast dari Cinta Laura dan Maudy Ayunda pada laman Youtube Puella Id. Dengan menonton secara langsung, peneliti dapat mengamati dan mencatat konteks di mana campur kode terjadi, serta interaksi yang terjadi selama acara. Kemudian, peneliti mencatat tuturan percakapan yang mengandung campur kode ke dalam tabel data yang telah disiapkan. Setelah data campur kode ke dalam indikator yang telah disiapkan. Indikator ini dapat mencakup bentuk-bentuk dari campur kode (Menshikh & Morozova, 2. Setelah identifikasi, peneliti menganalisis dan mengklasifikasikan bentuk-bentuk campur kode untuk menemukan pola dan kecenderungan yang muncul dalam tuturan mereka. Langkah menjelaskan bentuk-bentuk campur kode serta faktor-faktor penyebab terjadinya tuturan campur kode. Dalam penjelasan ini, peneliti menyelidiki kemungkinan penyebab campur kode, seperti keperluan komunikasi, audiens yang beragam, atau penciptaan suasana yang lebih santai dan informal (Rahmasari & Rosita, 2. Untuk keakuratan data, langkah terakhir adalah melakukan triangulasi data penelitian. Triangulasi kembali data yang telah diperoleh dengan sumber lain atau metode lain untuk mengonfirmasi keakuratannya. Teknik ini bisa melibatkan analisis ulang terhadap rekaman video. Triangulasi bertujuan untuk meningkatkan kredibilitas dan keandalan hasil penelitian, sehingga kesimpulan yang ditarik dari data dapat Hasil dan Diskusi Berikut adalah kutipan tuturan campur kode dari Cinta Laura dan Maudy Ayunda dalam podcast Bicara Cinta yang sudah di unggah oleh kanal Youtube Puella Id Tabel: Kutipan Tuturan Campur Kode berdasarkan Bentuk-bentuknya. Kutipan Bentuk Campur Kode Menit Cinta: AuBintang tamu yang udah kalian request dari Intra-Sentential Code- Ay Cinta: AuTapi aku pengen bikin orang exited akan apa Mixing 18 | P a g e yang kita akan bicarakan. Ay Cinta: AuAku berharap kamu share sesuatu yang orang belum tahu. Ay (Data . Maudy: AuI dont know. Aku gatau fact ini tuh bakalan Ay Maudy: AuHome really become apa ya semacam safety Ay Cinta: AuTapi sekarang aku mau flashback dulu sedikit. Ay Maudy: AuKayaknya itu membangun rasa ingin tahu yang sangat besar yang akhirnya juga translate ke perjalanan akademis aku. Ay (Data . Maudy: AuSebenarnya orang tua aku tuh bukan yang pushy gitu loh secara akademis. Ay Cinta: AuApa menurut kamu key ingridients atau kualitas yang kamu miliki. Ay Maudy: AuIn someways aku tuh ga pernah ngerasa Ay Cinta: AuKamu sendiri pernah ga sih ngalamin presure dari orang tua kamu untuk kamu harus sukses di bidang pendidikan. Ay Cinta: AuKarena nanti susah untuk mereka bisa enjoy mempelajari apa yang mereka pelajari. Ay Maudy: AuKapan sih seorang anak dalam budaya kita layak atau berhak speak up kalau ada sesuatu yang membuat mereka ga nyaman. Maudy: AuMungkin karena aku introvert jugaAy Cinta: AuSo, can you imagine how long people have Inter-Sentential Code- been a waiting. Dan hari ini topiknya menarik Mixing Ay Maudy: AuKarena kalau waktu aku lagi di sana ya itu kita benar-benar dianggap adult. Kayak people can 19 | P a g e drink, people can do anything that they what at Ay Maudy: AuTapi mau gamau aku juga jadi belajar untuk mengenal konteks. You know the rules that apply really depends on the context true in. Dalam konteks itu tentu kita harus belajar lebih mandiri. Ay Maudy: AuSo i really attribute to books and because. Aku suka banget baca buku, akhirya belajar tuh juga menjadi sesuatu yang menyenangkan. Maudy: AuI dont know with that means to be naturally Kayak pinter tuh menurut aku subjektif Ay (Data . Maudy: AuHow you show up to in front of other people. Tapi kalau pendidikan tu ga terlalu di tekankan. Ay Cinta: AuAnd i think thats so beautiful. Aku gatau ya penonton bicara cinta yang udah jadi orang tua Maudy: AuWe can just think about positivly are parents have live longer they have in more things. Jujur ada beberapa hal yang aku rasakan. Maudy: AuMy momAos is my manager, i have a manager, i have a label, i have a team. Aku waktu itu masih kecil, jadi banyak dalam hidupku yang udah di tata. Cinta: AuBut you know what Maudy, im sure you understand this feeling. Tapi di lingkungan kita, tekanannya itu bukan hanya dari orang tua. Ay (Data . Maudy: AuWait, hang on, like iAom a little bit older now and that was like really hard to go trough. Jadi dulu kesel lah gitu, kayak gabisa menjadi diri aku sendiri. Ay Cinta: AuWelcome di bicara cinta. Ay Cinta: AuIts not, tapi kamu kayaknya mewakili anak- Tag-Switching 20 | P a g e anak muda. Ay Maudy: AuNah, so ini mungkin lumayan kaget juga kalo aku cerita. Ay Cinta: AuKarena yang mereka akan sadari yang penting adalah proses belajarnya bukan hasil belajarnya yes. Ay Maudy: AuAgain, komunikasi tu penting banget. Ay Cinta: AuSama, like gabisa di liat di tempat nongkrong, bajunya harus gimana. Ay Maudy: AuOf course jangan jadi fake juga. Ay Cinta: AuOkay, ini pertanyaan yang aku tunggu untuk ditanyain ke kamu. Ay (Data . Cinta: AuKalau dari pengamatan aku ya guys. Ay (Data . Maudy: AuJust remember and keep in mind intentionnya tu apa. Ay (Data . Cinta: AuSo the best thing we can do adalah selalu me- Intra-Word Code- Mixing respect orang tua kita. Ay (Data . 1 Bentuk-bentuk Campur Kode Intra-Sentential Code-Mixing (Data . termasuk dalam kutipan bentuk campur kode intra-kalimat, yang terjadi dengan penggunaan kata "share. " Kata ini berasal dari bahasa Inggris yang berarti "berbagi" atau "menyebarkan. Penutur menggunakan kata ini dalam konteks kalimat bahasa Indonesia. Ini adalah contoh khas intra-sentential codemixing, di mana kata dari bahasa lain disisipkan dalam satu kalimat yang sebagian besar menggunakan bahasa Indonesia. Penyebab penggunaan campur kode dalam kasus ini bisa jadi karena kata "share" dianggap lebih ringkas atau memiliki makna yang lebih spesifik dibandingkan padanan kata dalam bahasa Indonesia. Alasan lain di balik penggunaan campur kode mungkin terkait dengan pengaruh budaya atau media. Dalam era globalisasi dan penetrasi media sosial, banyak istilah bahasa Inggris yang menjadi populer di kalangan penutur bahasa Indonesia. Kata "share" sering digunakan dalam konteks media sosial dan teknologi informasi, sehingga mungkin lebih akrab dan relevan bagi penutur. Selain itu, penggunaan campur kode dapat menciptakan kesan modern atau internasional dalam komunikasi sehari-hari, yang dapat menjadi alasan lain mengapa penutur memilih untuk menggunakan kata bahasa Inggris dalam percakapan berbahasa Indonesia. (Data . terdapat bentuk campur kode yang mencerminkan intrasentential code-mixing. Penggunaan kata "translate" yang berasal dari bahasa Inggris. Kata ini disisipkan dalam kalimat yang secara umum 21 | P a g e menggunakan bahasa Indonesia. Pada konteks ini, kata "translate" merujuk pada konsep "berpindah" atau "beralih," yang dalam bahasa Inggris mungkin memiliki asosiasi yang lebih langsung atau familiar dibandingkan Indonesia. Ini bagaimana penutur memilih untuk mengadopsi istilah bahasa Inggris untuk menyampaikan gagasan yang dianggap lebih tepat atau lebih umum digunakan dalam konteks tertentu. Kombinasi penggunaan bahasa Indonesia dan kata bahasa Inggris dapat menunjukkan kecenderungan penutur untuk mencampur bahasa untuk memberikan variasi atau kesan modern pada ucapan mereka. Ini juga bisa menunjukkan bahwa penutur mencerminkan lingkungan bilingual atau multilingual di mana bahasa Inggris dan bahasa Indonesia sering digunakan bersamaan dalam konteks sehari-hari, termasuk dalam akademis dan interaksi sosial. Inter-Sentential Code-Mixing (Data . termasuk dalam bentuk campur kode antar-kalimat terlihat dari perpaduan kalimat dalam bahasa Inggris dan bahasa Indonesia dalam satu konteks percakapan. Kalimat pertama, "I don't know what that means to be naturally smart," sepenuhnya menggunakan bahasa Inggris. Kalimat kedua, "Kayak menurut aku pinter tuh subjektif," menggunakan bahasa Indonesia. Peralihan bahasa antara kalimat pertama dan kedua menunjukkan adanya campur kode antar-kalimat. Biasanya, campur kode ini terjadi dalam lingkungan multibahasa, di mana penutur bisa dengan mudah berpindah antara dua bahasa berdasarkan konteks atau kebutuhan Penggunaan campur kode antarkalimat dalam contoh ini mungkin disebabkan oleh beberapa faktor. Salah menyesuaikan bahasa dengan ide atau konsep tertentu. Dalam kalimat pertama, penutur membicarakan konsep yang mungkin lebih umum dipahami dalam bahasa Inggris, terutama istilah "naturally smart. Beralih ke bahasa Indonesia di kalimat kedua bisa jadi merupakan upaya untuk memberikan konteks atau penjelasan yang lebih mudah dipahami oleh pendengar lokal. Selain itu, campur kode antar-kalimat bisa digunakan untuk menciptakan variasi dalam percakapan, memberi kesan mengekspresikan identitas bilingual atau bicultural dari penutur. Ini menunjukkan bagaimana campur kode antar-kalimat bisa menjadi alat yang efektif dalam komunikasi yang fleksibel dan dinamis. (Data . terdapat campur kode antar-kalimat yang terjadi ketika kalimat yang berbeda dalam satu percakapan menggunakan bahasa yang berbeda. Dalam kutipan ini, dua bahasa Inggris, sedangkan kalimat Indonesia. Peralihan bahasa ini merupakan bentuk campur kode antar-kalimat yang jelas. Alasan di balik penggunaan campur kode ini bisa beragam. Salah satu alasannya adalah untuk menekankan bagian tertentu dalam percakapan. Dengan memulai dengan bahasa Inggris, penutur mungkin ingin menarik perhatian atau memberikan kesan tertentu, sebelum kemudian beralih 22 | P a g e ke bahasa Indonesia yang mungkin lebih akrab bagi pendengar. Campur kode antar-kalimat seperti ini sering terlihat dalam lingkungan multibahasa, di mana penutur memiliki kemahiran dalam lebih dari satu bahasa. Dalam kasus ini, campur mengekspresikan ide yang lebih kompleks atau untuk menyesuaikan dengan audiens tertentu. Misalnya, penggunaan bahasa Inggris di awal kutipan mungkin mencerminkan sedangkan bagian bahasa Indonesia dapat mencerminkan aspek lokal atau Dengan menggunakan campur kode antarkalimat, penutur dapat beradaptasi dengan audiens yang beragam dan menciptakan rasa inklusivitas dalam Ini juga menunjukkan bagaimana penutur menggabungkan mengomunikasikan ide mereka secara Tag-Switching (Data . terjadi fenomena tag switching, yaitu perubahan tiba-tiba dari satu bahasa ke bahasa lain hanya pada bagian tertentu dari ucapan. sini, kata "Okay" diucapkan dalam bahasa Inggris, sementara sisanya Indonesia. Tag switching sering terjadi dalam komunikasi bilingual atau multilingual di mana penutur secara alami mencampur bahasa saat berbicara. Dalam konteks ini, penggunaan "Okay" sebagai tag switching mungkin disebabkan oleh kebiasaan atau asosiasi tertentu yang dimiliki kata Mungkin juga penggunaan ini dimaksudkan untuk menambahkan kesan atau nuansa tertentu dalam komunikasi, seperti menekankan ketegasan atau mengekspresikan penegasan yang lebih kuat. Tag switching dalam kutipan tersebut juga bisa dipahami sebagai bentuk adaptasi komunikatif terhadap situasi atau audiens. Penggunaan "Okay" dalam bahasa Inggris mungkin disesuaikan dengan konteks berbicara yang lebih informal atau modern. Indonesia untuk bagian selanjutnya mungkin disesuaikan dengan norma percakapan sehari-hari. Fenomena ini keahlian penutur dalam menavigasi antara dua bahasa, serta kesadaran (Data . terdapat frasa "ya guys" yang merupakan contoh tag switching di mana kata "guys" diambil dari bahasa Inggris, sementara sisanya menggunakan bahasa Indonesia. Penggunaan kata ini biasanya ditemukan dalam komunikasi informal menciptakan kesan akrab atau untuk menarik perhatian audiens tertentu. Penggunaan "ya mencerminkan pengaruh budaya populer dan media sosial, di mana kata "guys" sering digunakan sebagai sapaan umum untuk sekelompok orang atau penonton. Penggunaan tag switching seperti "ya guys" dapat menunjukkan dengan bahasa yang bercampur dalam lingkungan multibahasa. Frasa ini menambah sentuhan kasual dan merespon cara komunikasi yang sering digunakan di media sosial atau komunitas yang lebih muda. Dengan 23 | P a g e menciptakan suasana yang lebih santai dan akrab, sekaligus mengakui penggunaan bahasa Inggris yang sering dianggap trendi atau modern. Dalam konteks ini, penggunaan "ya guys" juga bisa menjadi cara untuk menunjukkan bahwa penutur merasa nyaman menggunakan campuran bahasa dalam percakapan sehari-hari, yang dapat membantu memperkuat dengan audiens yang memiliki latar belakang serupa. Intra-Word Code-Mixing (Data . bentuk intra-word codemixing dapat ditemukan pada kata "intention-nya. Kata "intention" berasal dari bahasa Inggris, sedangkan akhiran "-nya" adalah penanda posesif dalam bahasa Indonesia. Penyisipan akhiran bahasa Indonesia ke kata bahasa Inggris menunjukkan penggunaan intra-word code-mixing. Perubahan ini mungkin dilakukan untuk menjaga konsistensi gramatikal dengan bahasa utama dalam kalimat tersebut, yaitu bahasa Indonesia. Penggunaan "-nya" mengindikasikan makna posesif atau kepemilikan, yang umum dalam bahasa Indonesia. Intra-word codemixing seperti ini sering muncul dalam komunikasi bilingual atau multilingual, di mana penutur ingin menyampaikan konsep dengan kata yang lebih akrab dalam bahasa Inggris, tetapi tetap menjaga aturan gramatikal bahasa Indonesia. Ini juga menunjukkan bagaimana penutur dapat dengan bebas mencampurkan unsur-unsur dari berbagai bahasa untuk menyampaikan ide mereka dengan cara yang paling efektif dan mudah dipahami. (Data . dalam kutipan ini, terjadi intra-word code-mixing pada kata "me-respect. " Kata dasar "respect" berasal dari bahasa Inggris, sedangkan awalan "me-" adalah bentuk morfem bahasa Indonesia yang menandakan pelaku dari kata kerja. Penyisipan awalan bahasa Indonesia ke dalam kata bahasa Inggris menunjukkan penggunaan intra-word code-mixing. Perubahan ini mungkin dilakukan untuk mempertahankan struktur gramatikal yang konsisten dengan tersebut, yaitu bahasa Indonesia. Dengan memasukkan awalan "me-" dari bahasa Indonesia, penutur menciptakan kata yang lebih sesuai dengan tata bahasa Indonesia sambil tetap menggunakan konsep dari bahasa Inggris. Ini mencerminkan elemen-elemen menyampaikan pesan mereka dengan jelas dan efektif. 2 Faktor yang Memengaruhi Campur Kode Dalam kajian sosiolinguistik, faktorfaktor yang mempengaruhi Cinta Laura dan Maudy Ayunda menggunakan tuturan campur kode saat berbicara di podcast mencerminkan dinamika sosial dan budaya yang lebih luas. Berikut adalah beberapa faktor utama yang mungkin berkontribusi pada penggunaan campur kode oleh kedua figur publik ini: Faktor Peran Latar belakang pendidikan dan kehidupan di luar negeri yang sering dijalani bagi tokoh seperti Cinta Laura dan Maudy Ayunda memberikan mereka pengalaman yang luas dengan berbagai bahasa dan budaya. Hal ini membuat mereka lebih terbuka terhadap penggunaan bahasa yang berbeda-beda, baik dalam konteks 24 | P a g e Keterbukaan ini dapat mengarah pada campur kode, di mana seseorang menggabungkan elemen-elemen dari dua atau lebih bahasa dalam komunikasi mereka. Karena mereka merasa nyaman dan mahir dalam menggunakan lebih dari satu bahasa, mereka dapat memilih kata, frasa, atau ungkapan yang paling sesuai dengan situasi, audiens, atau bahkan suasana hati mereka. Sebagai hasilnya, campur kode bukan hanya sebuah kebutuhan, tetapi juga cerminan dari latar belakang mereka yang multikultural dan global. Faktor Ragam Baik Cinta Laura maupun Maudy Ayunda adalah tokoh publik yang berkarier di industri hiburan, di mana penggunaan bahasa Inggris semakin umum, terutama di media sosial dan produk budaya populer lainnya. Mereka sering berinteraksi dengan audiens yang beragam melalui berbagai platform media, seperti Instagram. Twitter, dan YouTube, di mana bahasa Inggris sering digunakan internasional dan menunjukkan aspek modernitas atau globalisasi. Karena itu, ketika berbicara atau menulis, mereka mungkin secara alami memasukkan istilah atau frasa Inggris terhubung dengan audiens yang lebih luas atau untuk mengikuti tren bahasa yang sedang berkembang. Fenomena ini, yang dikenal sebagai campur kode, mencerminkan kecenderungan umum dalam budaya populer, di mana penggunaan campuran bahasa dianggap keren, inovatif, dan mencerminkan gaya hidup yang dinamis dan kosmopolitan. Dengan demikian, faktor ragam dalam industri hiburan dan media sosial memainkan penggunaan campur kode sebagai bagian dari gaya dan identitas mereka sebagai tokoh publik. Faktor Keinginan untuk Menjelaskan dan Menafsirkan Penggunaan terhubung dengan audiens yang lebih luas, termasuk penutur bahasa Indonesia dan Inggris. Dengan menggunakan kombinasi dari kedua bahasa tersebut, mereka dapat menyampaikan pesan dengan lebih fleksibel dan menarik perhatian pendengar dari berbagai latar Dalam konteks seperti podcast atau wawancara publik, ketika mereka berbicara tentang topik mengekspresikan ide dengan cara yang lebih dinamis, campur kode dapat menjadi alat yang efektif untuk menjelaskan dan menafsirkan konsep secara lebih luas. Selain menggambarkan pengalaman atau ide dengan kata-kata yang lebih sesuai atau akrab bagi audiens internasional. Misalnya, istilah-istilah teknis atau frasa umum dalam bahasa Inggris mungkin lebih dikenal oleh pendengar yang memiliki paparan global. Dengan menggunakan campuran bahasa, keterlibatan pendengar. Di sisi lain, campur kode juga bisa menjadi cara untuk memperkaya percakapan dengan menambahkan nuansa budaya. Ketika mereka memilih untuk menggunakan bahasa Inggris atau istilah-istilah tertentu, itu mungkin karena kata-kata tersebut lebih efektif dalam menyampaikan 25 | P a g e pesan yang dimaksud atau karena memberikan konteks tambahan yang dapat membantu dalam penafsiran. Dengan demikian, campur kode menjadi strategi yang efektif untuk menjelaskan dan menghubungkan dengan audiens yang beragam, membantu menciptakan ikatan dan komunikasi yang lebih kuat antara pembicara dan pendengarnya. Faktor Penutur Cinta Laura dan Maudy Ayunda mungkin merasa lebih nyaman pengalaman pribadi dan lingkungan tempat mereka tumbuh dan bekerja. Latar kosmopolitan dan terpapar oleh budaya internasional, baik melalui profesional, memberikan mereka eksposur yang lebih luas terhadap berbagai bahasa. Hal ini membuat campuran bahasa Indonesia dan bahasa Inggris dalam percakapan sehari-hari. Dalam podcast, di mana gaya komunikasi cenderung lebih alami dan personal, campur kode menjadi cara yang mudah untuk berbicara dengan ekspresi dan spontanitas. Ketika berdiskusi tentang topik-topik yang dekat dengan kehidupan pribadi mereka, menggunakan campur kode mengekspresikan diri dengan cara yang lebih natural dan sesuai dengan konteks yang tidak terlalu formal. Secara keseluruhan, faktor penutur memainkan peran penting dalam penggunaan campur kode karena ini terkait langsung dengan pengalaman pribadi, preferensi, dan kenyamanan dalam berkomunikasi. Campur kode menghubungkan berbagai elemen budaya dan memungkinkan penutur untuk mengekspresikan identitas mereka secara lebih bebas dan Faktor Bahasa Campur fleksibilitas dalam memilih kata atau frasa yang paling sesuai untuk menyampaikan makna Dalam sehari-hari, penutur sering kali dihadapkan pada situasi di mana satu bahasa mungkin menyampaikan nuansa atau ekspresi Dengan mengatasi batasan ini dengan memilih kata atau frasa yang lebih tepat dari bahasa lain, seperti bahasa Inggris, diterjemahkan secara harfiah dalam bahasa Indonesia. Selain itu, faktor bahasa dalam campur kode mencerminkan dinamika globalisasi dan penetrasi budaya populer yang terus meningkat. Penggunaan mengadopsi elemen-elemen budaya yang berasal dari bahasa lain tanpa kehilangan identitas bahasa aslinya. Hal ini juga memberikan kesempatan bagi penutur untuk memperkaya kosakata mereka dan menciptakan bentuk komunikasi yang lebih ekspresif dan inklusif. Dengan adanya fleksibilitas ini, penutur dapat menyesuaikan gaya kebutuhan dan preferensi audiens yang beragam. Campur kode menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai budaya, memungkinkan penutur untuk mengekspresikan diri mereka dengan cara yang lebih luwes Pada 26 | P a g e penggunaan campur kode dari faktor bahasa menunjukkan bagaimana bahasa bisa berkembang dan perubahan sosial, budaya, dan Secara keseluruhan, faktor-faktor ini mencerminkan interaksi kompleks antara identitas pribadi, budaya, audiens, dan konteks komunikasi. Campur kode dalam podcast menciptakan lingkungan yang inklusif dan menarik bagi berbagai kelompok pendengar, sambil tetap mencerminkan gaya komunikasi dan identitas kedua figur publik ini. Diskusi Penelitian ini mengungkapkan berbagai bentuk dan faktor yang mempengaruhi terjadinya campur kode dalam tuturan Cinta Laura dan Maudy Ayunda di podcast "Bicara Cinta. " Dari hasil analisis, terdapat empat bentuk utama campur kode yang ditemukan, yaitu: intra-sentential code-mixing, intersentential code-mixing, tag-switching, dan intra-word code-mixing. Penggunaan campur kode yang paling dominan adalah intra-sentential code-mixing, di mana kata atau frasa dari bahasa berbeda digunakan dalam satu kalimat. Hal ini menunjukkan tingkat bilingualisme yang tinggi pada kedua penutur, serta kemampuan mereka untuk secara fleksibel menggabungkan elemen bahasa yang berbeda dalam sehari-hari (Astari Marantika, 2. Contohnya. Cinta Laura sering menggunakan bahasa Inggris dalam kalimat yang sebagian besar berbahasa Indonesia, yang mencerminkan pengaruh global dan latar belakang pendidikan Faktor-faktor yang mempengaruhi penggunaan campur kode dalam tuturan mereka termasuk faktor peran, ragam bahasa, karakteristik penutur, serta keinginan untuk menjelaskan atau menafsirkan suatu konsep dengan lebih tepat (Situmorang et al. , 2. Pengaruh peran sosial dan status keduanya sebagai figur publik yang multibahasa juga Misalnya, penggunaan bahasa Inggris membangun citra kosmopolitan dan modern (Adawiah et al. , 2. Selain itu, analisis menunjukkan bahwa penggunaan tag-switching seperti "okay" dan "ya guys" sering muncul dalam percakapan mereka. Tag-switching ini menunjukkan adaptasi komunikasi dengan audiens yang lebih muda dan lebih akrab dengan bahasa campuran yang sering digunakan di media sosial (Natsir et al. Hal ini juga mencerminkan kecenderungan global di mana bahasa Inggris digunakan sebagai lingua franca dalam komunikasi informal (Aprilianti et , 2. Dalam konteks sosiolinguistik, fenomena campur kode ini memberikan wawasan tentang dinamika sosial dan budaya dalam masyarakat Indonesia. Penggunaan campur kode oleh figur publik seperti Cinta Laura dan Maudy Ayunda menunjukkan bagaimana bahasa dapat digunakan untuk mencerminkan identitas sosial dan budaya yang Penelitian memperlihatkan bahwa dalam masyarakat multibahasa, campur kode bukan hanya alat komunikasi, tetapi juga sarana untuk menavigasi berbagai identitas sosial dan budaya (Dewi et al. , 2. Secara keseluruhan, penelitian ini penggunaan campur kode dalam media massa dan kontribusinya terhadap studi (Hidayatullah. Temuan ini juga membuka peluang untuk penelitian lebih lanjut tentang hubungan antara bahasa, budaya, dan identitas dalam konteks komunikasi digital dan media sosial. Dengan demikian, penelitian 27 | P a g e ini memberikan kontribusi yang berharga terhadap literatur sosiolinguistik dan studi bahasa di Indonesia (Susanti & Hantoro. Simpulan Berdasarkan empat bentuk-bentuk campur kode yang terdapat di dalam Podcast AuBicara CintaAy antara Cinta Laura dan Maudy Ayunda tersebut, maka ditemukan 36 kutipan yang terdiri dari 14 data berada dalam Intra-Sentential CodeMixing, 11 data berada dalam InterSentential Code-Mixing, 9 data berada dalam Tag-Switching, dan 2 data berada dalam Intra-Word Code-Mixing. Dengan mengetahui bentuk-bentuk campur kode yang terdapat di dalam tuturan kedua publik figur tersebut, memberikan wawasan tentang bagaimana bahasa sehari-hari. Penggunaan kemampuan bilingual yang dimiliki dalam menyampaikan ide dan perasaan secara lebih ekspresif dan efektif. Selain itu, melalui analisis ini, kita juga dapat melihat menciptakan kedekatan dan keintiman antara pembicara dan pendengar, karena seringkali penggunaan bahasa campuran dapat membuat percakapan terasa lebih alami dan akrab. Faktor-faktor mempengaruhi penggunaan campur kode ini meliputi latar belakang pendidikan dan kehidupan mereka di luar negeri, yang berbagai bahasa dan budaya, serta peran mereka di industri hiburan di mana bahasa Inggris sering digunakan. Selain itu, campur kode memungkinkan mereka untuk menjelaskan dan menafsirkan konsep dengan lebih fleksibel dan menarik bagi audiens yang beragam. Pengalaman pribadi dan lingkungan juga membuat mereka merasa nyaman menggunakan campuran bahasa dalam percakapan sehari-hari. Secara keseluruhan, campur kode dalam podcast ini mencerminkan interaksi kompleks antara identitas pribadi, budaya, audiens, dan konteks komunikasi, menciptakan lingkungan yang inklusif dan menarik bagi berbagai Hal menunjukkan bahwa campur kode tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sarana identitas budaya dan personal yang penting dalam interaksi sosial. Daftar Pustaka