Konferensi Nasional dan Call For Paper Fakultas Ekonomi dan Bisnis UNWAHAS x Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama AuDigital Ekonomi dan Pembangunan Berkelanjutan 2023Ay PENGARUH PENGGUNAAN FITUR SHOPEE PAYLATER TERHADAP PERILAKU KONSUMTIF MAHASISWA (STUDI KASUS ALUMNI SYUBBANUL WATHON (ASWA) YANG MELANJUTKAN KULIAH DI UNIVERSITAS WAHID HASYIM (UNWAHAS) SEMARANG) ISA HIDAYATUS SIFYAN Universitas Wahid Hasyim Semarang. Jl Menoreh Utara X No. 22 Sampangan. Semarang. Indonesia, isahidayatus00@gmail. ABSTRAK Berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi diimplmentasikan oleh Shopee dengan membuat fitur seperti Aukartu kreditAy tanpa fisik yang disediakan didalamnya yang dinakaman Shopee PayLater untuk digunakan para konsumen dalam bertransaksi di Shopee. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh adanya fitur PayLater terhadap perlaku konsumtif. Metode yang digunakan penulis adalah metode kuantitatf. Sampel penelitian ini adalah Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) yang melanjutkan kuliah di Universitas Wahid Hasyim Semarang (UNWAHAS). Sedangkan metode pengumpulan data yang digunakan adalah dengan menggunakan kuisoner yang dibuat melalui Google Form yang disebarkan melalui Group WhatsApp dengan jumlah responden 28 orang. Pengolahan data menggunakan SPSS versi 23. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa adanya fitur PayLater dari Shopee berpengaruh terhadap perilaku konsumtif Kata kunci : Marketplace. Fitur Shope e PayLater. Perilaku konsumtif. salah satunya ialah kegiatan jual-beli atau berdagang yang di sebut E-commerce. PENGANTAR E-Commerce atau biasa disebut Autoko onlineAy mempermudah kepada para konsumen untuk membeli sesuatu yang diinginkannya tanpa harus datang langsung ke lokasi tokonya melainkan bisa melalui smartphone masing-masing. Di Indonesia sendiri, sekarang sudah terdapat beberapa platform E-commerce yang dapat dilihat dari gambar berikut. Semakin berkembangnya zaman semakin berkembang pula teknologi yang ada saat ini. Teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu contoh semakin berkembang mengikuti zaman. Berkembang pesatnya teknologi informasi dan komunikasi saat ini menunjukkan bahwa sekarang adalah era digitalisas. Secara umum era digital adalah suatu masa yang sudah kehidupan menjadi serba digital(Satira& Hidriani, 2. Berbagai aspek dalam kehidupan sehari-hari sudah terkena dampak dari era digital saat ini seperti aspek ekonomi Gambar 1 5 E-Commerce dengan pengunjung terbanyak di Indonesia (Kuartal I 2. melakukan pembelian kebutuhan terusmenerus dengan didasarakan keinginan dan hasrat ketidakpuasan atau terpengaruh lingkungan sekitar demi kepuasan diri Hal itu dijelaskan dari lima aspek perilaku konsumtif yaitu . pembelian implusif, . pemborosan, . mudah terbujuk rayuan, . kepuasan, dan . kesenangan (Amri et al. , 2. Mahasiswa merupakan salah satu sasaran utama dari penggunaan fitur PayLater yang disediakan oleh Shopee. Menurut penelitian yang dilakukan oleh MoneySmart. id porsi menjelaskan bahwa persentase pengeluaran gaya hidupterhadap responden yakni 10,8% Hiburan. onton, konse. , 37,7% Travelling . emesanan tiket transportas. , 23,3% Nongkrong . embelian F&B), 7,1% Internet . embelian paket internet dan puls. , 21,1% Shopping . elanja bermer. (Julita et al. sumber : databoks. Dari gambar diatas per-kuartal I 2023 dapat dilihat dari bebeapa platform E- commere. Shopee merupakan paltform yang situsnya paling banyak dikunjungi dengan jumlah rata-rata 158 juta per bulannya. Hal itu menunjukkan dari platform Shopee lebih menarik dan menjadi rekomendasi platform teratas untuk dikunjungi. Tentunya Shopee menawarkan fitur-fitur yang menarik di dalamnya salah satunya ialah Shopee PayLater. TINJAUAN LITERATUR Shopee Paylater Shopee merupakan anak perusahaan dari Sea Group yang didirikan pada tahun 2015 di beberapa negara Asia Tenggara dan Taiwan. Dilansir Shopee adalah sebuah platform yang disesuaikan untuk tiap wilayah dan menyediakan pengalaman berbelanja online yang mudah, aman dan cepat bagi pembayaran dan logistik yang kuat. Visi dari shopee adalah terjangkau, mudah. AuMemahami kepemimpinan yang sukses. Di Shopee, kami percaya bahwa memberikan pengalaman terbaik untuk karyawan, mitra, dan pelanggan adalah hal yang krusialAy Chris Feng Ae Presiden Sea Group. Dalam berbelanja online di Shopee memang konsumen diberikan kemudahan dalam mencari kebutuhan, seperti halnya pakaian, peralatan rumah tangga, top-up elektronik dan lain- Fitur Shopee PayLater sendiri dimaksudkan untuk menawarkan solusi kepada para konsumen yang ingin membeli produk yang diinginkan dengan pembayaran secara tempo atau cicilan. Tentunya dari solusi tersebut juga terdapat resiko pada pembayarannya dengan mendapatkan bunga dari pembayaran cicilannya tersebut. Fitur tersebut mempunyai fungsi dan manfaat yang sama dengan kartu kredit, bedanya fitur PayLater tidak membutuhkan kartu secara fisik melainkan secara digital. Konsep dasar di balik fitur pembayaran modern ini adalah 'Beli Sekarang. Bayar Nanti' (Amri et al. Fitur PayLater salah satunya yang ada pada platform Shopee selain dimaksudkan untuk mempermudah para konsumen untuk mendapatkan produk yang diinginkan, juga untuk terus meningkatkan penggunaan terhadap platform tersebut dengan mendapatakan perilaku konsumtif kepada para konsumen. Perilaku konsumtif dapat disimpulan dimana perilaku seseorang lainnya sampaisekarang di shopee juga menyediakan pemesanan makanan siap saji secara online. Selain itu. Shopee setiap bulannya di tanggal yang sama dengan bulannya selalu memberikan diskon secara besar- besaran namun dengan jumlah yang terbatas, seperti contohnya bulan Januari tanggal 1 diskonnya AuShopee 1. 1Ay, pada bulan Februar tanggal 2 diskonnya AuShopee 2Ay dan seterusnya. Shopee juga menyediakan PayLater, dimana fitur dengan membeli barang dengan pembayaran setelahnya atau sama fungsinya seperti kartu kredit. PayLater adalah metode pembayaran, seperti kartu kredit, di mana perusahaan aplikasi terlebih dahulu membayar tagihan pengguna ke merchant, kemudian pengguna membayar tagihan ke perusahaan aplikasi . ry dean amr. Mungkin fitur tersebut berguna dan bermanfaat ketika dalam keadaan adanyahadiah yang ditawarkan jika membeli barang tersebut. Membeli produk karena kemasannya Konsumen sangat mudah terbujuk untuk membeli produk yang dibungkus dengan rapi dan dihias dengan warna-warna Artinya motivasi untuk membeli produk tersebut hanya karena produk tersebut dibungkus rapi dan Membeli produk demi menjaga penampilan diri dan gengsi. Konsumen membeli yang tinggi, karena pada umumnya konsumen mempunyai ciri khas dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut dan sebagainya dengan tujuan agar konsumen selalu berpenampilan yang dapat menarik perhatian yang lain. Konsumen membelanjakan uangnya lebih banyak penampilan diri. AumendesakAy, tetapi fitur tersebut juga beresiko menimbulkan sifat kecanduan dalam berbelanja online yang akhirnya berujung pemborosan dan hutang yang Oleh karena itu fitur PayLater yang disediakan oleh Shopee harus digunakan dengan cermat dan sesuai Membeli produk atas pertimbangan harga . ukan atas dasar manfaat atau Konsumen cenderung berperilaku yang ditandakan oleh adanya kehidupan menggunakan segala hal yang dianggap paling mewah. Perilaku Konsumtif Menurut Sumartono & Djabar . , perilaku konsumtif dapat diartikan sebagai suatu tindakan memakaiproduk yang tidak tuntas artinya, belum habis sebuah produk yang dipakai seseorang telah menggunakan produk jenis yang sama dari merek lainnya atau dapat disebutkan, membeli barang karena adanya hadiah yang ditawarkan atau membeli suatu produk karena banyak orang memakai barang tersebut (Astuti, 2. Menurut Sumartono & Djabar . indikator perilaku konsumtif yaitu : Membeli produk hanya sekedar menjaga simbol status. Konsumen mempunyai kemampuan membeli yang tinggi baik dalam berpakaian, berdandan, gaya rambut, dan sebagainya sehingga hal tersebut dapat menunjang sifat ekslusif dengan barang yang mahal dan memberi kesan berasal dari kelas sosial yang lebih tinggi. Dengan membeli suatu produk dapat memberikan simbol status agar kelihatan lebih keren dimata orang lain. Membeli produk karena iming-iming Individu membeli suatu barang karena Memakai produk karena unsur terhadap model yang . Non-rational buying, yaitu perilaku Konsumen yang berperilaku non-rational memiliki karakteristik suka membeli barang yang kurang manfaat dan membeli karena gengsi. Konsumen cenderung meniru perilaku tokoh yang diidolakannya dalam bentuk menggunakan segala sesuatu yang dapat dipakai tokoh idolanya. Konsumen juga Variabel Bebas (X) Fitur Shopee PayLater Variabel Terikat (Y) Perilaku Konsumtif Wasteful buying, yaitu perilaku pembelian yang bersifat boros. Perilaku pembelian yang bersifat boros ditandai oleh pembelian barang oleh konsumen kebutuhan yang harus dipenuhi atau berlebihan dalam memenuhi kebutuhan. Karakteristik Responden KERANGKA KONSPETUAL cenderung memakai dan mencoba produk yang ditawarkan bila ia mengidolakan publik figur produk METODE PENELITIAN Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif. Dengan tujuan untuk mendeskripsikan pengaruh penggunaan Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) melanjutkan kuliah di Semarang. Munculnya penilaian bahwa membeli produk dengan harga mahal akan menimbulkan rasa percaya diri yang Konsumen sangat terdorong untuk mencoba suatu produk karena mereka percaya apa yang dikatakan oleh iklan yaitu dapat menumbuhkan rasa percaya Populasi Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Alumni Syubbanul Wathon(ASWA) Semarang yang melanjutkan kuliah di Universitas Wahid Hasyim (UNWAHAS) Semarang dengan jumlah 30 orang. Mencoba lebih dari dua produk sejenis . erek berbed. Konsumen menggunakan produk jenis sama dengan merek yang lain dari produk sebelum ia gunakan, meskipun produk tersebut belum habis dipakainya. Menurut Swasta dan Handoko . dalam penelitian (Rahima & Cahyadi, 2. , perilaku konsumtif terbagi menjadi tiga : Sampel Teknik sampling yang digunakan adalah dengan menggunakan metode yang dikembangkan oleh Issac dan Michael dengan signifiance level 5%. Jadi sampel yang digunakan berjumlah 28 orang dari Teknik pengumpulan data yang digunakan pada peneltian ini adalah melalui penyebaran kuisioner dari google form yang di sebarkan melalui sosial media grup WhatsApp. Data yang didapa kemudian diolah menggunakan SPSS versi 23. Impulsive buying, yaitu perilaku pembelian yang berlebihan. Perilaku konsumen yang berlebihan ditandai dengan sikap berlebihan dalam membeli barang dan membeli barang mahal dalam HASIL DAN DISKUSI Uji Validitas Tabel 1 Varia Indik Fitur Shope PayLa Ketera Valid Uji Normalitas Tabel 3 Unstandardized Residual Mean ,0000000 Std. Deviation 4,45008790 ExtremeAbsolute ,176 Normal Parameters Perila Hit Ite ung X1. X1. X1. X2. X2. X3. X3. X3. X3. X4. X4. X4. Y1. Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Dari output tersebut dapat diketahui nilai signfikansi Asymp. bernilai 0,27 > 0,05. Maka sesuai dengan pengambilan keputusan dalam uji normalitas dengan menggunakan Kolmogrov-Smirnov berdistribusi normal. Uji Linieritas Tabel 4 Defiation from Linearity Sig. = 0. Sumber : Data Olahan Uji Regresi Liner Sederhana Tabel 5 Mean Sum of Squar e Model Squares df Uji Reliabilitas CronbachAos Status Alpha Reliabel Sumber : Data Olahan Dari output tersebut dapat diketahui nilai signifikasi Defiation from Linearity 0,147 > 0,05. Maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas dengan variabel Dari uji validasi pada tabel diatas dinyatakan Valid. Hal itu dijelaskan dari nilai r Hitung lebih besar dari r Tabel dengan level signfikansi sebesar 0,05 . %) Fitru Shopee PayLater Perilaku Konsumtif Positive ,118 Negative -,176 Test Statistic ,176 Asymp. Sig. -taile. ,027c Valid Sumber : Data Olahan Tabel 2 Variabel Most Differences Sig. 1 Regress 1435,41 1 1435, 69, ,000 419 799 b Residua 20,56 534,689 26 Total 1970,10 27 Sumber : Data Olahan Reliabel Sumber : Data Olahan Dari outuput tersebut menunjukkan setiap variabel dikatakan Reliabel karena nilai cronbachAos alpha dari masing- masing variabel lebih besar dari 0,6. Dari output tersebut diiketauhi nilai signifikasi sebesar 0,000 < 0,05, maka model regresi dapat dipakai untuk memprediksi variabel partisipasi atau dengan kata lain ada pengaruh variabel fitur Shopee PayLater (X) terhadap variabel perilaku konsumtif (Y). Amri. Fattahillah. Al. Amanda. Putri. Adila. , & Alkautsar. Pengaruh Penggunaan Paylater terhadap Sikap Konsumtif Mahasiswa Universitas Jambi dalam Perspektif Ekonomi Islam. Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi, 23. , https://doi. org/10. 33087/jiubj. Astuti. Perilaku Konsumtif dalam Membeli Barang Pada Ibu Rumah Tangga di Kota Samarinda. Psikoborneo: Jurnal Ilmiah Psikologi, 1. , 79Ae83. https://doi. org/10. 30872/psikoborn Julita. Idwal, ). Yustati. Ekonomi. Islam. Islam. Fatmawati. & Bengkulu. Konsumtif Mahasiswa Muslim. Jurnal Ilmiah Ekonomi Islam, 8. , 2953Ae2957. http://dx. org/10. 29040/jiei. Rahima. , & Cahyadi. Tabel 6 Adjusted Std. R Square Error of Square Estimate 1 ,854a ,729 ,718 4,535 Sumber : Data Olahan Dari output tersebut menjelaskan besarnya nilai korelasi/hubungan (R) yaitu sebesar 0,854. Dari output tersebut diperoleh koefisien determinasi (R Squar. sebesar 0,729 yang mengandung pengertian bahwa pengaruh variabel fitur Shopee PayLater terhadap variabel perilaku konsumtif adalah sebesar 72,9%. KESIMPULAN Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa pengaruh penggunaan Shopee PayLater terhadap perilaku konsumtif Alumni Syubbanul Wathon (ASWA) Semarang yang melanjutkan kuliah di Unwahas adalah positif atau dengan kata lain berpengaruh. Dan nilai presentase pengaruhnya sebesar 72,9%. Pengaruh Fitur Shopee Paylater terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa Universitas Mataram. Target : Jurnal Manajemen Bisnis, 4. , 39Ae50. https://doi. org/10. 30812/target. Satira. , & Hidriani. Peran Penting Public Relations Di Era Digital. Sadida: Islamic Communications Media Studies, 1. , 179Ae202. REFERENSI