J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025. Hal. PENYULUHAN TANAMAN OBAT SEBAGAI ANTIHIPERTENSI DI DUSUN KRAJAN DESA TAMANSURUH BANYUWANGI Titis Sriyantia. Stephanie Devi Artemisiab. Abi Mas Udiantoc a,b,c STIKES Banyuwangi. Banyuwangi. Indonesia STIKES Banyuwangi. Jl. Letkol Istiqlah 109. Banyuwangi Email: ping9377@yahoo. Nomer HP: 081225868648 Article Hystory Received: 17-11-2024 Revised: 18-11-2024 Accepted: 23-01-2025 Kata kunci: Hipertensi. Penyakit degeneratif. Obat herbal. Pemahaman masyarakat. Obat Keywords: Hypertension. Degenerative disease. Herbal medicine. Community understanding. Synthetic Abstrak: Latar Belakang: Hipertensi merupakan penyakit degeneratif yang memerlukan pengobatan jangka panjang untuk mengontrol tekanan Penyakit ini ditandai dengan peningkatan tekanan darah sistolik (Ou 140 mmH. dan diastolik (Ou 90 mmH. Berdasarkan data Dinas Kesehatan tahun 2022, prevalensi hipertensi di Kabupaten Banyuwangi meningkat dalam tiga tahun terakhir, dengan 80,8% wanita dan 79,3% pria usia 15 tahun ke atas menderita hipertensi. Penggunaan obat kimia yang tidak tepat dapat menyebabkan efek samping berbahaya, sehingga penting untuk mengenal bahan alami/herbal sebagai alternatif Tujuan: Tujuan kegiatan ini adalah meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang hipertensi, pengobatan sintetis, serta pemanfaatan tanaman herbal. Metode: Kegiatan meliputi pembagian leaflet tentang hipertensi, pemaparan materi mengenai penyakit ini, dampak penggunaan obat kimia, dan pentingnya mengenal bahan alami/herbal. Selain itu, dilakukan pengukuran tekanan darah secara gratis dan pemberian tanaman obat keluarga (TOGA) secara simbolis. Edukasi juga diberikan mengenai cara pengembangan dan pemanfaatan TOGA menjadi obat herbal. Hasil: Materi disampaikan dengan bahasa yang mudah dipahami oleh masyarakat, dan sesi tanya jawab diadakan untuk menilai pemahaman Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 85% peserta memahami dampak hipertensi dan cara pengobatannya, 75% peserta dapat mengembangkan TOGA yang diberikan, dan 70% peserta mampu mengolah TOGA menjadi obat herbal. Kesimpulan: Kegiatan ini berhasil meningkatkan pemahaman masyarakat tentang hipertensi, penggunaan obat sintetis, dan pemanfaatan tanaman herbal sebagai alternatif. Peningkatan kemampuan masyarakat dalam mengembangkan dan mengolah TOGA menjadi obat herbal tercapai, sehingga memberikan kontribusi positif dalam pengendalian hipertensi secara alami. Background: Hypertension is a degenerative disease that requires long-term medication to control blood pressure. The disease is characterized by increased systolic blood pressure (Ou 140 mmH. and diastolic blood pressure (Ou 90 mmH. According to the 2022 data from the Health Office, the prevalence of hypertension in Banyuwangi Regency has increased over the last three years, with 80. 8% of women 3% of men aged 15 years and older suffering from hypertension. Improper use of chemical drugs can cause harmful side effects, making it important to recognize natural or herbal alternatives for treatment. Objectives: The aim of this activity is to enhance the understanding and knowledge of the community about hypertension, synthetic drugs, and the use of herbal plants. Methods: The activities include the distribution of leaflets about hypertension, presentations on the disease, the impact of improper use of chemical drugs, and the importance of recognizing J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025. Hal. natural or herbal alternatives. Additionally, free blood pressure measurements were conducted, and medicinal family plants were symbolically given. Education was also provided on the development and utilization of medicinal family plants as herbal medicine. Results: The material was delivered in language easily understood by the community, and a question-and-answer session was held to assess their The results indicated that 85% of participants understood the impact of hypertension and its treatment, 75% could develop the given medicinal family plants, and 70% could process medicinal family plants into herbal medicine. Conclusion: This activity successfully increased community understanding of hypertension, synthetic drug use, and the utilization of herbal plants as alternatives. The improvement in the community's ability to develop and process medicinal family plants into herbal medicine was achieved, thus providing a positive contribution to the natural control of hypertension. hipertensi sistolik sebesar Health Organization, 2. PENDAHULUAN Hipertensi kelompok penyakit tidak menular, yang ditandai dengan adanya peningkatkan tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dan dikenal sebagai sillent killer, karena dapat menimbulkan kerusakan pada organ tubuh yang lain secara progresif (Terry L. Schwinghammer, 2. Secara umum hipertensi lebih banyak terjadi pada lakilaki daripada perempuan pada usia dibawah 50 tahun. Sedangkan untuk usia di atas 50 tahun laki-laki maupun perempuan memiliki potensi yang sama yaitu sebesar 49%. Hipertensi pada negara-negara maju sudah menurun prevalensinya, namun terjadi peningkatan untuk negara-negara tertentu, salah satunya negara di bagian Asia utara dan Timur (Ghebreyesus, 2. 69%(World Di Banyuwangi hipertensi termasuk dalam 10 penyakit terbanyak dan menduduki urutan kedua. Jumlah estimasi penderita hipertensi di wilayah puskesmas Paspan terdapat 10. 472 masyarakat yang menderita hipertensi dan hanya 87,9% yang mendapatkan pelayanan kesehatan. Desa Tamansuruh merupakan salah satu desa yang berada di wilayah kerja Paspan (Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Dinas Kesehatan. Dari hasil pemeriksaan tekanan darah saat skrining awal di program KKN Tematik Mahasiswa STIKES Banyuwangi, didapatkan 22 warga yang menderita hipertensi di dusun Krajan, desa Tamansuruh. Banyuwangi. Masriadi . menyebutkan bahwa untuk mencegah penderita hipertensi dengan tekanan darah sistol Ou 140mmHg dan tekanan darah diastol Ou 90mmHg harus segera diberikan terapi agar tekanan darahnya kembali turun. Terapi pada penderita hipertensi nonfarmakologi yaitu modifikasi gaya hidup Berdasarkan data dari WHO, profil hipertensi di Indonesia pada usia 30-79 tahun sebesar 40%. Di mana prevalensi hipertensi di Indonesia lebih tinggi dari rata-rata keseluruhan. Angka kejadian hipertensi tidak terkontrol di Indonesia juga memiliki tren yang meningkat hingga tahun Angka kematian akibat dari penyakit kardiovaskular yang berkaitan dengan J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025. Hal. seperti penurunan berat badan pada orang yang kelebihan berat badan, olahraga, mengurangi asupan alkohol, mengonsumsi banyak buah dan sayur, dan mengurangi asupan garam natrium. Setelah semua skrining selesai dilakukan, maka ditentukan metode sosialisasi kepada masyarakat, yaitu melalui penyuluhan terkait tanaman obat. Berkaitan dengan data tersebut, maka perlu dilakukan penyuluhan tentang hipertensi dan pemanfaatan tanaman obat untuk mengatasi kondisi tersebut. Adapun tanaman yang dipilih untuk disosialisasikan adalah tanaman salam atau yang dikenal dengan daun salam. Saat audiens diberi leaflet berisi manfaat TOGA sebagai salah satu tanaman yang dapat digunakan dan mudah didapatkan di Dusun Krajan Desa Tamansuruh. Masyarakat yang hadir juga diberikan materi tentang cara pembuatan minuman herbal berupa Daun Salam (Syzygium Polyanthu. untuk mengontrol hipetensi. Setelah materi disampaikan dilanjutkan dengan sesi diskusi tanya jawab. Sesi akhir adalah penutupan kegiatan penyuluhan oleh ketua pelaksana kegiatan. Tujuan dari kegiatan ini antara lain: masyarakat tentang hipertensi, manfaat daun salam dan pengolahan daun salam membudidayakan tanaman salam. Kegiatan ini dilakukan bersamaan pada kegiatan KKN tematik dalam sesi Waktu pelaksanaan dari kegiatan ini Hari Sabtu, tanggal 20 Juli 2024, pukul 19. 30 di Musholla Al-Karomah. RT 01/RW 01 dusun Krajan Desa Tamansuruh dengan peserta Ibu-ibu JamAoiyyah. METODE Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah pendataan, skrining penyakit pasien, skrining dan penentuan tanaman obat yang akan disosialisasikan dan dilakukan penyuluhan dengan memberikan materi terkait penyakit yang ditemukan. HASIL Setelah masalah kesehatan yang ada di Dusun Krajan. Desa Tamansuruh, didapatkan hasil bahwa penyakit hipertensi banyak terjadi di wilayah tersebut. Adapun hasil yang diperoleh dari pemeriksaan tekanan darah pada Ibu-ibu JamAoiyyah sebagai Pendataan dan skrining penyakit ini dilakukan untuk mengetahui permasalahan penyakit tidak menular terbesar pada masyarakat tersebut. Masyarakat yang menjadi sasaran dalam pengabdian masyarakat ini adalah semua warga yang telah memiliki resiko terjadinya penyakit Setelah dilakukan skrining tanaman yang banyak di dusun Krajan, desa Tamansuruh, dan dapat digunakan untuk terapi penyakit degeneratif yang ditemukan. J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025. Hal. dusun Krajan, desa Tamansuruh ini seperti yang ditampilkan pada gambar 1. Oleh karena penyakit yang banyak diderita oleh masyarakat adalah hipertensi, maka dilakukan sosialisasi tanaman obat yang dapat mengatasi hipertensi. Adapun sosialisasi tanaman obat dilakukan karena masyarakat di dusun tersebut masih lebih menyukai pengobatan dengan herbal. Agar masyarakat dapat melakukan terapi dengan tanaman obat, maka dipilih tanaman yang paling umum terdapat disekitar masyarakat. Gambar 1. Diagram Kategori Hipertensi Diagram di atas menunjukkan bahwa ibu-ibu JamiAoyah memiliki tekanan darah yang mulai meningkat sebesar 15 orang, sedangkan 7 orang lainnya mulai fase yang lebih buruk. Tanaman yang dipilih adalah tanaman salam, dimana tanaman ini sangat familiar di masyarakat karena daun salam secara umum dikenal oleh masyarakat digunakan untuk memasak. Namun, di sisi lain daun salam juga bermanfaat sebagai obat. Ada banyak penelitian yang menyatakan bahwa daun salam memiliki khasiat sebagai obat herbal yang dapat digunakan untuk terapi Pada penelitian Aji . menyatakan bahwa ada pengaruh terapi air rebusan daun salam terhadap penurunan tekanan darah pada penderita dengan p value 0,000. Berdasar dari hasil skrining tersebut, maka dilakukan pendekatan kepada masyarakat di dusun tersebut melalui ketua JamAoiyyah. Tujuan dari pendekatan tersebut untuk meminta ijin melakukan sosialisasi terkait dengan tanaman obat yang dapat digunakan oleh masyarakat untuk membantu terapi menurunkan tekena darah. Sosialisasi penggunaan tanaman obat dari halaman masyarakat itu sendiri. Tanaman disosialisasikan adalah daun salam. Karena tanaman tersebut banyak ditemui di halaman rumah warga. Kegiatan ini tidak hanya dihadiri oleh ibu-ibu JamAoiyyah tetapi juga bapak-bapak dari lingkungan sekitar. Masyarakat mengikuti kegiatan ini dengan Penelitian lain yang dilakukan oleh Silalahi . menyatakan hal yang sama. Alfaini . pengaruh air rebusan daun salam terhadap tekanan darah pada lansia. Sesuai dengan penelitian yang sudah dilakukan, maka rebusan daun salam bermanfaat untuk menurunkan tekanan darah. Kandungan daun salam yang berperan dalam penurunan tekanan darah diantaranya minyak atsiri . eperti sitrat dan eugeno. , tanin serta flavonoid yang efektif menurunkan tekanan darah. Flavonoid PEMBAHASAN Berdasarkan dari hasil skrining pada masyarakat, maka didapatkan hasil penyakit hipertensi merupakan penyakit yang sering ditemui pada masyarakat di J-HICS Journal of Health Innovation and Community Service Vol. 4 No. 1 April 2025. Hal. (ACE. menurunkan systemic vascular resistance (SVR) yang bisa menghalangi transformasi angiotensin I menjadi angiotensin II, sehingga menimbulkan Efek vasodilatasi ACEi berkontribusi pada penurunan tekanan darah (Mukarromah. Aulya, & Suciawati. Sejalan dengan penelitian Asih . mengatakan pemberian rebusan daun salam dengan dosis 1 gelas, dua kali sehari selama 14 hari terbukti menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi di Wisma Seruni UPT PSLU Jember. didapatkan TOGA juga minim efek Hampir penyakit Hipertensi, namun setelah diadakan sosialisasi TOGA pada ibu-ibu jamAoiyyah di Dusun Krajan Desa Tamansuruh. Ibu-ibu jamAoiyyah mengetahui bahwa terdapat tanaman yang dapat mengontrol Hipertensi. Selain melakukan pemaparan materi tentang manfaat dan cara mengonsumsi TOGA Daun Salam (Syzygium Polyanthu. Mahasiswa juga melakukan penanaman TOGA. Sehingga dengan adanya TOGA warga dapat mengatasi rasa ketidaknyamanan pada penderita Hipertensi,selain TOGA mudah didapatkan TOGA juga minim efek Sosialisasi ini memiliki harapan dapat membantu warga untuk menurunkan tekanan darah dengan tanaman obat yang ditanam oleh masyarakat. Selain itu TOGA dari bibit yang diberikan, yang nantinya juga dapat menciptakan suatu budaya membuat dan konsumsi jamu secara benar. Hal tersebut juga dapat mengembangkan desa tersebut sebagai desa wisata TOGA, sehingga dapat meningkatkan sumber pendapatan daerah dan masyarakat di desa tersebut. UCAPAN TERIMAKASIH