Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Efektivitas Infusum Daun Durian (Durio zibethinu. sebagai Anestesi Alami Ikan Lele (Clarias gariepinu. Effectiveness of Durian Leaf (Durio zibethinu. Infusion as Natural Anesthesia of Catfish (Clarias gariepinu. Candro Dea Bagaskara Super Yudhistira, *Taufik Budhi Pramono. Purnama Sukardi Program Studi Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Jenderal Soedirman. Purwokerto, 53123. Indonesia *Korespondensi: tb1pram@yahoo. ABSTRAK Bahan anestesi buatan atau alami sangat dibutuhkan dalam transportasi ikan hidup, karena ikan secara fisiologi harus tetap hidup dan sehat sampai tempat Daun durian adalah merupakan salah satu bahan alami yang dapat digunakan sebagai anetesi dalam transport karena mengandung mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin, tanin dan flavonoid. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui konsentrasi efektif infusum daun durian sebagai anestesi ikan lele terhadap waktu induksi dan sedatif, profil glukosa darah dan sintasan. Ikan dengan berat rataan 185,62 A 9,06 g dalam 3 L air dengan konsentrasi bahan anestesi daun durian yang berbeda digunakan untuk mengetahui status pingsan ikan. Rancangan acak lengkap dengan empat perlakuan . onsentrasi infusum daun durian 5%, 15%, 25%, dan 35%. ) dan tiga ulangan digunakan dalam penelitian ini. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa konsentrasi terbaik yang diperoleh adalah 35%, dengan waktu induktif 9 menit-19 detik dan waktu sedatif 1 menit-42 detik. Sintasan ikan lele pada perlakuan terbaik sebesar 88. dengan kadar glukosa darah sebesar 63,23 mg/dL. Kata kunci: Ikan Lele. daun durian. anestesi alami. ABSTRACT Artificial or natural anesthetic ingredients are needed in the transportation of live fish, because fish must be physiologically alive and healthy to their destination. Durian leaf is one of the natural ingredients that can be used as anesthetics in transport because it contains secondary metabolites such as saponins, tannins and The purpose of this study was to determine the effective concentration of durian leaf infusion as catfish anesthesia during transportation on induction and sedative time, blood glucose profile and survival rate. Fish with an average weight of 185,62 A 9,06 g in 3 L of water with different concentrations of durian leaf anesthetics are used to determine the status of fish fainting. A complete randomized design (CRD) with four treatments . %, 15%, 25%, and 35% durian leaf infusion concentration. and three replications were applied in this study. The results of this study indicated that the best concentration obtained was 35%, with an inductive time of 9 min. 19 sec. and a sedative time of 1 min. 42 sec. The survival rate of catfish in the best treatment was 88. 89%, with a blood glucose level of 63. 23 mg/dL. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Keywords: Catfish. durian leaves. natural anesthesia. PENDAHULUAN Ikan lele merupakan komoditas perikanan air tawar unggulan di Indonesia yang memiliki nilai ekonomis dan permintaan pasar yang tinggi (Arief et al. , 2014. Saputra et , 2. Pemenuhan permintaan pasar tersebut perlu disiasati dengan peningkatan produksinya. Peningkatan produksi ikan lele sebagai komoditas unggulan sangat bergantung pada stok, tingkat produksi dan distribusi baik ukuran benih hingga induk dari suatu wilayah ke wilayah lain (Dobsikova, 2009. Saputra et. Distribusi ikan yang umum dilakukan adalah dengan sistem transportasi baik transportasi basah maupun kering (Soedibya dan Pramono, 2. Pendistribusian stok ikan lele perlu dilakukan dengan penanganan yang baik agar tidak mengalami stres fisik dan fisiologis yang tinggi (Mgbenka dan Ejiofor, 1998. Ogretmen dan Gokcek, 2013. Hastiadi et , 2. , menjamin kualitas dan kelulushidupan sampai tujuan hingga pemeliharaan (Temitope, 2. Hal ini mengingat ikan lele dari golongan catfish memiliki sifat pergerakan yang sangat aktif dan secara morfologi memiliki patil yang dapat berdampak pada kerusakan tubuh, transportasi maupun beberapa waktu yang singkat dalam wadah budidaya. Pengurangan resiko akibat proses transportasi dapat dilakukan dengan penggunaan teknis anestesi atau pemingsanan (Septiarusli et al. Teknik anestesi atau pemingsanan mampu mengurangi pergerakan metabolis-me ikan selama transport- tasi (Fazril, et al. , 2. Pemilihan bahan anestesi harus mempertimbangkan seperti, mudah larut dalam air, waktu induksi dan pemulihan yang cepat, tidak meninggalkan residu bagi ikan, serta harga terjangkau dan cara perolehannya mudah (Saskia et al. Temitope, 2. Bahan anestesi alami menjadi suatu alternatif dan pilihan yang tepat dibandingkan bahan kimia (Sukarsa. Teknik pemanfaatan bahan alami dapat dilakukan dengan menggunakan ekstrak (Mgbenka dan Ejiofor, 1998. Septiarusli et al. , 2. dan infusum (Abid et al. , 2. Beberapa memanfaatkan bahan alami untuk anestesi alami untuk ikan seperti buah keben (Barringtonia asiatic. (Septiarusli et al. , 2. , daun jambu (Psidium guajav. (Suwandi et al. , ekstrak umbi teki (Hanum, 2. , daun picung (Pangium edul. (Munandar et al. , 2. , ekstrak tembakau (Nicotinia tobacu. (Arlanda et al. , 2. , daun bandotan (Ageratum conyzoide. (Sulmartiwi et al. , 2. Bahan alami yang berpotensi sebagai anestesi umumnya merupakan bahan-bahan yang mengandung senyawa metabolit sekunder seperti saponin dan rotenone (Kritzon, 2003. Zulfamy, 2. Daun durian (Durio ziberthinu. juga mengandung senyawa tersebut dan dapat dijadikan sebagai bahan anestesi. Pemanfaatan infusum daun durian (Durio zibethinu. saat ini baru dilakukan pada ikan Nila (Abid et al. , dengan waktu induksinya 40 menit dan waktu sedatif atau pemulihannya selama 48 menit, serta pada ikan bawal (Munandar et al. , dengan waktu induksi tercepat AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 selama 100 menit, dan waktu sedatif tercepat selama 1 menit 30 detik. Akan tetapi, pemanfaatan untuk anestesi pada ikan lele hingga saat ini belum pernah dilakukan. Maka dari itu penelitian ini diharapkan dapat mengetahui konsentrasi efektif berdasarkan waktu induksi, waktu sedatif, kadar glukosa darah, dan tingkat kelangsungan hidup ikan lele. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam pengembangan teknik transportasi selanjutnya. dikalikan dengan 100%. Daun durian yang ditimbang selanjutnya dipotongpotong kecil lalu direbus dengan 1 Liter aquades dalam suhu A 90AeC. MATERI METODE Pelaksanaan penelitian Penelitian ini dilakukan pada bulan Februari 2020, di Laboratorium Hatchery dan Teknologi Akuakultur. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Universitas Jenderal Soedirman. Berat dan panjang rata-rata ikan lele sebagai ikan uji masing-masing berukuran 185,62 A 9,06 gram dan 29,23 A 0,98 cm yang diperoleh dari pembudidaya ikan di Purwokerto. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perlakuan yang dilakukan menggunakan konsentrasi larutan infusum daun durian yang berbeda yaitu. P1 . %). P2 . %). P3 . %) dan P4 . %) dengan masing-masing perlakuan diulang sebanyak 3 . Pembuatan Larutan Infusum Pengamatan waktu induksi dan pemulihan dari proses anesstesi Ikan lele yang akan diuji, dipelihara terlebih dahulu selama 3 hari dan dipuasakan selama 24 jam Ikan dimasukkan ke dalam media air pengangkutan sebanyak 3 liter yang telah berisi larutan infusum daun durian sesuai dengan konsentrasi yang telah ditentukan. Perhitungan waktu induktif ikan uji dihitung berdasarkan waktu saat awal ikan diletakkan pada media anestesi, hingga ikan mengalami pingsan Sedangkan perhitungan waktu sedatif . aktu sada. ikan lele dengan menghitung waktu saat ikan mulai diletakkan pada media air dengan aerasi hingga ikan mulai mengalami pergerakkan. Waktu induktif dan sedatif dihitung dalam satuan waktu menit-detik. Selama proses induksi dan pemulihan diamati pula status fisiologi akibat anestesi yang mengacu pada Theinpoint dan Niemegeers . (Tabel . Selain itu dilakukan pengamatan secara deskriptif tingkah laku atau respon morfologis dan ketahanan ikan selama pembiusan menggunakan konsentrasi infusum yang berbeda. Larutan yang digunakan yaitu air dengan rebusan daun durian yang selanjutnya disebut sebagai infusum. Konsentrasi infusum dihitung berdasarkan Nuraini et al. , yang didapat dari perhitungan hasil bagi antara berat daun durian . dengan jumlah air yang digunakan sebagai media anestesi . L) lalu AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tabel 1. Tingkatan anestesi dan recovery. Tingkat Induksi I-I I-II I-i Tingkat Recovery R-I R-II R-i Pengukuran Darah Deskripsi Kehilangan keseimbangan Kehilangan gerakan tubuh tetapi gerakan operculum masih ada Kehilangan gerakan tubuh dan operculum secara total Tubuh mulai bergerak tapi operculum baru mulai Gerakan tubuh dan operculum mulai aktif Keseimbangan mulai kembali dan penampilan seperti praanestesi Analisis Jumlah Ikan Hidup Glukosa SR = Jumlah penebaran awal y 100% Pengukuran kadar gula darah dilakukan sebelum perlakuan anestesi dan setelah perlakuan. Uji glukosa darah pada penelitian ini menggunakan alat GlucoDr AGM 2100 yang merupakan alat portabel dan dapat digunakan untuk mengukur kadar gula darah, hasilnya dapat diketahui dalam waktu 11 detik. Tes strip dimasukkan ke dalam port tes, lalu ditempelkan pada darah yang diuji. Sampel dibutuhkan untuk mengukur kadar gula darah yaitu sebanyak 4 L. Hasil tes kemudian ditampilkan pada layar LCD secara otomatis, meter GlucoDr akan menampilkan hasil kadar gula darah dalam rentang 30 Ae 600 mg/dL. Uji ini dilakukan sebelum diberi larutan anestesi dan setelah proses pembugaran atau pemulihan (Roohi dan Imanpoor, 2. HASIL DAN PEMBAHASAN Tingkat Kelangsungan Hidup Perhitungan kelangsungan hidup dilakukan saat proses anestesi dan pasca pemulihan yang dilakukan selama 3 hari Menurut Effendie . kelangsungan hidup ikan dapat dihitung dengan rumus: Waktu Induktif dan Sedatif Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perlakuan konsentrasi infusum daun durian terhadap waktu induktif berbeda nyata (P<0,. Rerata waktu induktif tercepat terdapat pada konsentrasi 35% dengan waktu 9 menit-19 detik dan terlama pada konsentrasi 5% dengan waktu 72 Pada penelitian ini menunjukkan bahwa waktu induksi semakin cepat seiring peningkatan konsentrasi infusum daun durian. Kondisi serupa juga ditunjukkan pada penelitian (Mbgenka dan Ejiofor Septiarusli et al. , 2012. Abid et , 2014. Munandar et al. , 2. Abid et al. , melaporkan bahwa anestesi ikan lele menggunakan konsentrasi infusum durian antara 1300, 1700, 2300 ppm dalam 10 L air waktu induktifnya lebih dari 60 menit, sedangkan konsentrasi 3100, 4100 dan 5100 ppm dalam 10 L air waktu induktifnya masing-masing yaitu 52, 45 dan 25 menit. Penelitian Saputra et al. , juga melaporkan bahwa waktu induktif ikan lele yang dianestesi dengan ekstrak rebung bambu (Gigantochloa AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 nigrociliat. berkisar antara 20-30 Akan tetapi berbeda halnya dengan Teixeira et al. , ikan lele yang dianestesi menggunakan agen anestesi kimia MS-222 memiliki rentang waktu induktif yang sangat cepat yaitu 4,5- 8 menit. Perbedaan waktu induksi antara bahan anestesi alami dan kimia diduga sangat terkait dengan belum diperolehnya ekstrak murni dan dosis yang tepat serta aman bagi ikan. Menurut Aini et al. waktu yang ideal untuk memingsankan ikan adalah kurang dari 5 Lamanya waktu induktif infusum daun durian dalam penelitian ini diduga karena adanya alat pernafasan tambahan . pada ikan lele. Tingkatan waktu induktif dari proses anestesi berdasarkan Theinpoint dan Niemegeers . , masuk kategori tingkatan ke3 (I-. , yang mana ikan lele kehilangan gerakan tubuh dan operculum secara total. Berdasarkan hasil penelitian ini menandakan bahwa bahan infusum daun durian masuk dalam kriteria efikasi dan efektif dalam memingsankan. Soedibya dan Pramono . menyatakan bahwa bahan anestesi, ukuran, umur dan jenis ikan sangat mempengaruhi kecepatan waktu pingsan. Waktu sedatif atau pemulihan ikan lele hasil dari proses anestesi dengan infusum daun durian dalam penelitian ini menunjukkan tidak ada perbedaan nyata antar perlakuan (P>0,. Rerata waktu sedatif atau waktu pemulihan berada pada rentang 43 detik sampai dengan 1 menit-56 Status fisiologis berdasarkan tingkatan waktu sedatif atau recovery menurut Theinpoint dan Niemegeers . , keempat perlakuan pada penelitian ini masuk dalam kriteria efektif waktu recovery (R. Aini et . menyatakan bahwa waktu sedatif atau pemulihan ikan yang ideal adalah kurang dari 4 menit. Semua perlakuan pada penelitian ini masuk dalam kriteria yang efektif. Kondisi serupa terdapat pada penelitian Munandar et al. yang menggunakan daun durian pada ikan bawal dengan waktu sedatif berada pada rentang 1,5-1,75 menit. Akan tetapi, berbeda halnya pada penelitian Hasan et al. yang menggunakan ekstrak biji karet dengan waktu sedatif berada pada rentang 26,33-40,67 menit. Waktu sedatif atau pemulihan dipengaruhi oleh konsentrasi infusum yang digunakan, tingginya penyerapan senyawa metabolit (Abid et. Tabel 2. Rerata waktu induktif dan sedatif ikan lele yang dianestesi dengan infusum daun durian . = 3. ycuI A SD) Perlakuan (%) Waktu induktif . Waktu sedatif . 72 A 1a 0,83 A 0,28a 60,43 A 2,22 0,72 A 0,25a 23,37 A 0,58c 1,94 A 0,51a 9,32 A 3,28 1,77 A 0,75a Keterangan: Angka yang diikuti huruf kecil superscript yang berbeda menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tingkat penyerapan senyawa metabolit bahan anestesi sangat bergantung pada kandungan lemak dan kondisi darah di jaringan (Soedibya dan Pramono, 2. Faktor yang berpengaruh dalam kecukupan oksigen dan kemampuan ikan untuk membersihkan bahan pembius dari dalam tubuhnya (Aprillia, 2. yang menyatakan bahwa senyawa keseimbangan otak dan mengganggu sistem syaraf serta mengakibatkana hemolisis sel darah merah. NurAoaini . memperkuat bahwa ikatan senyawa saponin dengan sel darah terhambatnya proses respirasi pada ikan, sehingga gerakan operculum Senyawa saponin dari infusum daun durian ini menunjukkan adanya kinerja dan interaksi melalui impuls syaraf yang menghambat terkirimnya ion natrium ke gerbang ion natrium pada membran syaraf yang pada akhirnya metabolism mengalami penurunan (Stoskopf, 1. dan menurunkan kerja otak serta membuat lumpuh system syaraf motorik (Hu, 2. Respon Morfologis Saat Anestesi Pengamatan respon morfologis ikan lele yang dianestesi dengan berbagai konsentrasi infusum daun durian dilakukan dengan merekam aktivitas mulai dari awal pemberian larutan infusum hingga ikan lele Data respon morfologis ikan lele secara deskriptif tersajikan pada Tabel 3. Respon ikan lele secara morfologi dan tingkah laku pada perlakuan beberapa konsentrasi infusum daun durian menunjukkan pola aktifitas yang sama yaitu dari pergerakan aktif kemudian melambat, mengalami hilang keseimbangan, stationer di dasar hingga mengalami Waktu pingsan berbeda untuk masing-masing perlakuan (Tabel . Konsentrasi 35% menunjukkan kemudian diikuti konsentrasi 25%, 15% dan 5%. Hal ini diduga metabolit sekunder saponin pada infusum daun durian dengan sel darah merah yang menghambat pengikatan, penyerapan dan pertukaran oksigen pada filamen insang hingga ikan mengalami gangguan pada system syaraf dan hilangnya keseimbangan. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh Seeman . Tingkat Kelangsungan Hidup Tingkat kelangsungan hidup ikan lele pada penelitian ini telah dihitung 3 hari pasca anestesi infusum daun durian di wadah pemeliharaan budidaya (Tabel . Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan konsentrasi infusum daun durian tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat kelangsungan hidup ikan lele (P>0,. Tingkat kelangsungan hidup pada penelitian ini berada pada 77,78-100%. Namun, penelitian ini menunjukkan hasil yang lebih baik jika dibandingkan dengan penelitian Abid et. , yang melaporkan bahwa kelangsungan hidup ikan lele setelah mendapatkan perlakuan anestesi infusum dan ditransportasikan selama 8 jam AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 Tabel 3. Respon tingkah laku dan morfologi ikan lele yang dianestesi dengan infusum daun durian selama penelitian. Waktu (Meni. Perlakuan Pergerakkan Pergerakkan Pergerakkan melambat dan Pergerakkan melambat dan Pergerakkan Pergerakkan melambat dan Stasioner di Pingsan Stasioner di Stasioner di Pingsan Pingsan Pingsan Tabel 4. Tingkat kelangsungan hidup ikan lele selama 3 hari pemeliharaan dalam wadah budidaya pasca anestesi infusum daun durian. Perlakuan (%) Tingkat Kelangsungan Hidup (%) 88,89a 77,78a 88,89a Keterangan : Angka yang diikuti huruf kecil superscript yang berbeda menunjukkan perbedaan signifikan (P<0,. Penelitian lainnya, kelangsungan hidup ikan lele yang dianestesi dengan ekstrak rebung bambu hanya mencapai 60-78% (Saputra et. Sedangkan penelitian Teixeira et al. yang menggunakan agen anestesi kimia MS-222 pada ikan lele memiliki rentang tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah yaitu antara 20-30%. Hal ini menegaskan bahwa bahan alami seperti daun durian dengan menggunakan metode infusum memiliki potensi untuk Salah satu faktor penyebab tingginya kelangsungan hidup ikan lele yaitu memiliki alat bantu pernafasan yang disebut aborescent. Menurut Ahmadi . aborescent menjadi alat pernafasan tambahan yang mampu membuat ikan lele mengambil oksigen langsung dari Terbukti pada perlakuan konsentrasi ringan . %) infusum daun durian yang diterapkan, ikan lele dapat bertahan dalam waktu yang cukup lama. Peningkatan konsentrasi infusum daun durian menyebabkan terjadinya penurunan yang fluktuatif AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 dalam kelangsungan hidup pada ikan lele selama 3 hari pemeliharaan pasca perlakuan anestesi. Hal ini dapat disebabkan karena terhambatnya pengikatan oksigen dalam pembuluh darah yang berlebihan membuat ikan kehilangan kesadaran berlebih, dan membutuhkan upaya lebih untuk membersihkan kandungan metabolit daun durian dalam tubuhnya. juga menambahkan bahwa interaksi bahan anestesi dengan system syaraf dapat menurunkan kerja otak akibat asupan oksigen yang Kondisi ini serupa dengan apa yang disampaikan oleh Septiarusli et . bahwa saponin sebagai salah satu zat metabolit sekunder memingsankan ikan, akan tetapi dapat bersifat toksik terhadap hewan berdarah dingin dan menghancurkan sel darah merah. Saputra et. , . menegaskan bahwa akibat interaksi bahan anestesi dengan berbagai konsentrasi ikan akan mengalami shock dan berpotensi mengakibatkan Hal tersebut disebabkan karena asam laktat darah mengalami Rerata kadar glukosa darah setelah pemulihan pada penelitian ini . -130 mg/dL) masih tergolong dalam kondisi yang bisa ditolerir dan tergolong rendah jika dibandingkan dengan penelitian Aprilia . dengan rentang 129-187 mg/dL. Tingginya kadar glukosa juga terjadi pada penelitian Lepic et al. yang menggunakan anestesi berbahan MS-222, 2phenoxyethanol untuk anestesi ikan Vimba Bream. Vimba Vimba. kadar glukosa darah setelah proses anestesi berada pada rentang 85-200 mg/dL. Porchas et al. , . mengemukakan bahwa pemberian anestesi pada ikan salah satu tujuannya adalah untuk mengurangi peningkatan stress dan kadar glukosa. Akan tetapi, pemberian anestesi untuk mengurangi stress sangat bergantung pada bahan anestesi, ukuran, umur dan jenis ikan (Soedibya dan Pramono, 2. Berdasarkan dilakukan pada penelitian ini menunjukkan terjadinya kenaikan glukosa darah dari setiap perlakuan (Tabel . Kondisi ini menunjukan bahwa ikan. Selisih kadar glukosa darah tertinggi sebelum perlakuan dibanding setelah perlakuan terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi 35% dengan selisih 63,23 mg/dL, sedang selisih terendah terdapat pada perlakuan dengan konsentrasi 15% dengan selisih 33,67 mg/dL. Hal ini menunjukan bahwa ikan lele melakukan respon secara fisiologis terhadap infusum daun durian sebagai upaya homeostasis atau mencapai titik keseimbangan kembali. Senada dengan yang disampaikan oleh Li . yang menyatakan bahwa kadar glukosa merupakan penanda efek sekunder dari stress selain Kadar Glukosa Darah Pengujian kadar glukosa darah dilakukan sebelum perlakuan dan setelah ikan dipulihkan kembali. Rerata kadar glukosa darah sebelum diberi perlakuan berada pada rentang 61,67 mg/dL - 70,33 mg/dL, sedangkan rerata kadar glukosa darah setelah pemulihan berada pada rentang 101 mg/dL Ae 130 mg/dL (Tabel . Hasil uji statistik menunjukkan bahwa perbedaan perlakuan dalam konsentrasi infusum daun durian terhadap kadar glukosa darah ikan lele tidak berbeda nyata (P>0,. AJurnal Sumberdaya Akuatik Indopasifik. Vol. 4 No. 1 Mei 2020, w. Pramono et al: Efektifitas Infusum Daun Durian Doi: 10. 46252/jsai-fpik-unipa. Vol. No. Enriquez et al. juga menambahkan bahwa perubahan kadar glukosa dalam darah secara fisiologis untuk mengatasi stress diatur pada poros hipotalamuspituitari-interrenal (HPI-Axi. Peningkatan kadar glukosa darah ini merupakan upaya ikan untuk menghasilkan energi yang cukup untuk menyeimbangkan kondisi fisiologis (Inoue dan Moraes, 2006. Li et. p-ISSN 2550-1232 e-ISSN 2550-0929 KESIMPULAN Infusum daun durian dengan konsentrasi 35% menjadi konsentrasi yang paling efektif berdasarkan masa induksinya dengan waktu 9 menit-19 detik, masa sedatifnya dengan waktu 1 menit-46 detik, selisih kenaikan glukosa darahnya sebesar 63,23 mg/dL, dan tingkat kelangsungan hidup sebesar 88,89%. Tabel 5. Rerata kadar glukosa darah ikan lele sebelum dan sesudah dianestesi dengan infusum daun durian. Nilai Glukosa Darah . g/dL) Rata-rata normal Perlakuan (Bittencourt et Sebelum Sesudah Selisih , 2. 70,33 A 113,67 A 23,54a 43,34 16,77a 67,33 A 101 A 23,81a 33,67 13,50a 22,8-150 61,67 A 101,33 A 26,01 39,66 10,59a 66,77 A 130 A 7,81a 63,23 14,97a DAFTAR PUSTAKA