684 JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Pelatihan Kepemimpinan Pada Siswa SMK Pertanian Mano Manggarai Timur Lena Ellitan1. Lina Anatan2 Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya Universitas Kristen Maranatha Bandung E-mail: lena@ukwms. id, lina. anatan@eco. Article History: Received: 25 Desember 2024 Revised: 24 April 2025 Accepted:01 Mei 2025 Keywords: Jiwa kepemimpinan, generasi muda, pertanian. SMK. Manggarai Barat PENDAHULUAN Abstract: Menumbuhkan jiwa kepemimpinan sejak dini pada generasi muda sangat menentukan keberhasilan kepemimpinan di masa depan mengingat perubahan dan perkembangan dari waktu ke waktu terjadi dengan pesat mengikuti perkembangan teknologi yang ada. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan pelatihan kepemimpinan bagi siswa SMK Mano yang sedang magang di perkebunan x yang berlokasi di Manggarai Barat. Nusa Tenggara Timur. Metode pelaksanaan kegiatan dilakukan dengan metode ceramah dengan menyampaikan materi kepemimpinan generasi muda dari para narasumber, dilanjutkan dengan sesi focus group Discussion kepada peserta pelatihan, dan sharing session mengenai ide dan penerapan kepemimpinan Berdasarkan hasil evaluasi kegiatan berdasarkan komentar dan wawasan peserta serta evaluasi selama pelaksanaan rangkaian kegiatan yang menunjukkan antusiasme peserta, maka dapat pengabdian kepada masyarakat terlaksana dengan baik dan mendapat tanggapan positif yang ditunjukkan melalui komentar dan masukan peserta mengenai perlunya kegiatan lanjutan untuk peserta dalam praktik kepemimpinan. Jiwa kepemimpinan sangat penting bagi generasi muda dalam rangka pembangunan bangsa dan negara. Perlu dipahami setiap orang, kepemimpinan memegang peranan yang dominan, krusial, dan kritikal dalam keseluruhan upaya untuk meningkatkan prestasi kerja, baik pada tingkat individual, kelompok, maupun organisasi, karena semua orang memiliki kesempatan menjadi seorang pemimpin. Apalagi, dengan perbedaan-perbedaan yang dimiliki oleh setiap orang, hal ini dapat menjadi sebuah nilai bagi orang tersebut. Perbedaan karakter yang dimiliki setiap orang menjadi salah satu keunikan masing-masing. Dengan perbedaan tersebut, setiap orang memiliki gaya kepemimpinan yang berbeda-beda. Setiap gaya kepemimpinan memiliki a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 cara-cara tertentu dalam mencari jalan keluar dari suatu masalah. Bagi generasi muda, kepemimpinan juga harus menjadi perhatian. Generasi muda merupakan generasi penerus dan di tangannya harapan akan kemajuan suatu organisasi digantungkan. Dalam suatu artikel. Adhyaksa Dault menyatakan bahwa ibarat mata rantai yang tergerai panjang, posisi generasi muda dalam masyarakat menempati mata rantai yang paling sentral dalam artian bahwa pemuda berperan sebagai pelestari budaya, perjuangan, pelopor, perintisan pembaharuan melalui karsa, karya dan Menumbuhkan dan mengembangkan kepemimpinan pada generasi muda merupakan jawaban atas tantangan yang dihadapi para pimpinan saat ini. Hal ini mendorong perlunya ada suatu cara yang efektif sehingga generasi muda dengan karakteristik demikian mampu menjalankan perannya sebagai pemimpin yang nantinya memiliki kekuatan moral, kekuatan sosial, dan dapat dijadikan sebagai agen perubahan. Desakan globalisasi menjadi salah satu faktor dari hampir seluruh negara di dunia karena globalisasi memberi dampak yang sangat signifikan terhadap kehidupan negara baik dengan segala aspeknya baik ekonomi, sosial, politik, hukum, dan lain sebagainya. Dampak positif dan negatif menjadi bonus yang tidak bisa dilepaskan dari globalisasi ini. Jika dilihat dari sisi positifnya, globalisasi menjadi faktor pendorong untuk menjadikan generasi muda sebagai tonggak pemeran utama dalam menciptakan kemajuan Indonesia. Pesatnya teknologi informasi menjadi sarana bagi generasi muda untuk mampu mengembangkan diri dalam upaya menciptakan generasi muda sebagai pemeran utamanya. Begitu pula kerasnya persaingan dalam era globalisasi ini mendorong pemuda untuk memiliki kompetensi yang mampu membawa generasi muda menjadi kompetitor. Namun, tidak bisa dilepaskan pula dampak negatif dari globalisasi ini terhadap generasi muda. Menyimpangnya perilaku generasi muda yang cenderung dan bahkan jelas bertentangan dengan budaya dan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia menjadi ancaman tersendiri bagi kelangsungan generasi muda yang disiapkan menjadi penerus perjuangan bangsa Indonesia. Permasalahan selanjutnya terletak pada lunturnya sifat atau karekter kepemimpinan pada generasi muda. Mengingat intensitas penyimpangan yang terjadi pada generasi muda mendorong kita untuk mencarikan solusi atas permasalahan tersebut. Tidak hanya terfokus pada dampak negatif yang dihasilkan oleh globalisasi, namun juga dampak positif globalisasi juga menjadi agenda pemikiran kita. Salah satu solusi atas fenomena tersebut adalah melalui pendidikan bagi generasi muda. Pendidikan menjadi salah satu kunci dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Pendidikan ditujukan sebagai sarana terciptanya bangsa yang memiliki intelektualitas kognitif dan moral perilaku. Hal ini menjadi prinsip bagi setiap negara baik negara terbelakang, berkembang, dan bahkan negara maju sekalipun. Pemuda adalah faktor yang mampu memperkuat suatu bangsa. Masa muda punya semangat juang tinggi, potensi luar biasa yang tak terbataskan, dan intelektualitas dengan sejuta Pemuda sebagai generasi yang akan memimpin negara kita dimasa mendatang. Oleh karena itu tidak berlebihan jika dikatakan bahwa maju dan mundurnya sebuah negara ditentukan seberapa berkualitas generasi muda negara tersebut. Hal ini menjadi bukti bahwa pemuda merupakan harapan bagi bangsa mereka untuk maju di masa depan. Negara membutuhkan generasi terbaik yang mempunyai kemampuan memimpin bangsa ini guna mencapai kejayaan di masa depan. Pemuda-pemuda saat ini adalah pemimpin bangsa di masa depan, mereka akan menerima tongkat estapet kepemimpinan bangsa sehingga mereka harus dibekali dengan kecakapankecakapan dasar kepemimpinan. Kita menanti pemuda calon pemimpin bangsa yang berkarakter. Pemimpin tanpa karakter sama artinya pimpinan tanpa moral. Pemimpin ideal. sederhana dalam tampilan, rendah hati dalam bersikap, visioner dalam berpikir. Inilah citacita pemuda yang akan menjadi pemimpin bangsa masa depan. Karakter itulah cerminan pemimpin masa depan bangsa kita. Pemimpin masa depan hanya dapat dicetak dalam a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 proses pendidikan. Pendidikan sebagai tempat untuk mencetak dan mengembangkan potensi generasi bangsa ini menjadi genarasi yang unggul. Pendidikan dalam prosesnya harus senantiasa mengedepankan kompetensi yang sesuai dengan tuntutan globalisasi yang semakin kompetitif. Banyaknya tuntutan peningkatan kompetensi tersebut merupakan langkah nyata Indonesia dalam pencapaian sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas. Kualitas SDM diharapkan mampu meningkatkan Human Development Index (HDI) Indonesia. Kemampuan seorang pemimpin tidak saja diperlukan bagi pejabat dan tingkat struktural baik di swasta ataupun negeri. Setiap orang membutuhkan kepemimpinan, minimal untuk mengarahkan dan memimpin diri sendiri dalam melakukan pengelolaan terhadap kondisi yang sedang dialami. Kebutuhan kepemimpinan ini muncul minimal adalah sebagai seorang kepala rumah tangga. Seorang anak akan menjadi dewasa dan mempunyai sebuah keluarga sehingga akan menjadi role model bagi anak-anak mereka nantinya. Menjadi orang tua membutuhkan jiwa kepemimpinan untuk bisa mengarahkan anak-anak menjadi seseorang yang baik. Jiwa seorang pemimpin yang sudah dibekali sejak dini, akan menjadikan modal dalam kehidupan di masa Pendidikan karakter kepemimpinan ini tidak banyak diterapkan di Pendidikan anak usia dini (Rahmat dkk, 2. Permasalahan yang masih terjadi adalah kurangnya pemahaman guru akan hakikat Pendidikan Nasional yaitu menjadikan manusia holistik dan berkarakter. Sebanyak 16,67% guru di Pontianak masih rendah dalam memahami tentang pendidikan moral dan agama pada peserta didik, 84,38% guru dalam kategori sedang dalam memahami kecerdasan emosional pada peserta didik serta 55,21% guru dalam kategori sedang dalam memahami perkembangan kognitif (Melia dkk, 2. Kecerdasan emosional merupakan salah satu kemampuan yang harus ditumbuhkan dalam kepemimpinan. Permasalahan berikutnya adalah masih rendahnya wawasan guru dalam memberikan metode pembelajaran pendidikan karakter yang sesuai dengan anak usia dini, sehingga kegiatan belajar terkesan pasif dan kurang memberikan pengalaman bagi anakanak. Salah satu metode yang bisa digunakan untuk melatih jiwa kepemimpinan pada anak adalah dengan big puzzle. Media belajar big puzzle ini akan menstimulasi nilai kepemimpinan yang berupa jujur, adil, pemberani dan kerjasama (Rahmat. Ujang, 2. Sesuai dengan Permendikbud nomor 146 tahun 2014 tentang kurikulum PAUD mensyaratkan bahwa harus menggunakan metode saintifik, sehingga media big puzzle ini sangat cocok diterapkan untuk melatih jiwa kepemimpinan. LITERATURE REVIEW Kepemimpinan Pemimpin pada hakikatnya adalah seseorang yang mempunyai kemampuan untuk mempengaruhi perilaku orang lain di dalam kerjanya dengan menggunakan kekuasaan. Kekuasaan adalah kemampuan untuk mengarahkan dan mempengaruhi bawahan sehubungan dengan tugas-tugas yang harus dilaksanakan. Menurut Stone, semakin banyak jumlah sumber kekuasaan yang tersedia bagi pemimpin, akan makin besar potensi kepemimpinan yang efektif. Jenis pemimpin ini bermacam-macam, ada pemimpin formal, yaitu yang terjadi karena pemimpin bersandar pada wewenang formal. Ada pula pemimpin nonformal, yaitu terjadi karena pemimpin tanpa wewenang formal berhasil mempengaruhi perilaku orang lain (Fattah, 2. Secara klasikal, kepemimpinan dalam bahasa Inggris disebut sebagai leadership yang berarti being a leader power of leading: the qualities of leader. Namun secara terminologi, ada beberapa kepemimpinan menurut para ahli yang dipandang dari berbagai perspektif tergantung dari sudut mana para ahli memandang hakikat kepemimpinan. Kepemimpinan diartikan sebagai kegiatan untuk mempengaruhi orang-orang terhadap tercapainya tujuan organisasi. Pengertian lain tentang a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 kepemimpinan adalah cara seorang pemimpin mempengaruhi perilaku bawahan, agar mau bekerja sama dan bekerja secara produktif untuk mencapai tujuan organisasi (Mulyasa, 2. Kepemimpinan biasanya diartikan sebagai kekuatan untuk menggerakkan orang dan mempengaruhi orang. Kepemimpinan hanyalah sebuah alat, sarana atau proses untuk membujuk orang agar bersedia melakukan sesuatu secara suka rela. Berkaitan dengan kesediaan orang lain mengikuti keinginan pemimpin, di sini dikemukakan ada beberapa kekuatan . yang mesti dimiliki pemimpin itu agar orang yang digerakkan tersebut mengikuti keinginannya, yaitu berupa ancaman, penghargaan, otoritas, dan bujukan (Baharudin & Umiarso, 2. Pengertian lain menyatakan bahwa kepemimpinan adalah proses menghargai orang lain untuk memahami dan menyepakati tentang apa yang perlu untuk dilakukan dan bagaimana hal tersebut dapat dilaksanakan secara efektif, dan proses memfasilitasi usaha individu atau kelompok . untuk memenuhi tujuan-tujuan utama. Banyaknya konsep definisi kepemimpinan yang berbeda hampir sebanyak jumlah orang yang telah berusaha untuk mendefinisikannya. Untuk lebih mempermudah pemahaman kita, maka akan diambil satu definisi yang kiranya mampu menjadi landasan untuk membahas konsep kepemimpinan itu sendiri. Kepemimpinan adalah sebuah hubungan yang saling mempengaruhi di antara pemimpin dan pengikut . yang menginginkan perubahan nyata yang mencerminkan tujuan bersamanya. Kepemimpinan Pada Generasi Muda (Model Kepemimpinan Yang Dibutuhka. Kepemimpinan milenial diterjemahkan sebagai kepemimpinan masa kini yang menyesuaikan dengan gaya generasi baru yang lahir pada era 1980-an. Pola kepemimpinan milenial tidak sama dengan pola kepemimpinan lama dari generasi sebelumnya (Hasibuan, 2. Tahun kelahiran 1980-an memegang peran penting karena generasi tersebut saat ini memasuki masa paling Di usia 30- an tahun, generasi inilah yang menggerakkan dunia kerja, dunia kreativitas, dunia inovasi, dan memengaruhi pasar dan industri global yang ada sekarang dan sedang menggelinding di lapangan kompetisi dunia kerja, dunia kreativitas, dan dunia inovasi. Generasi yang lahir pada era 1980-an ke atasbiasa disebut generasi milenial. Dengan merujuk pada generasi itu, gaya kepemimpinan yang dibangun pun perlu beradaptasi dengan pola pikir dan gaya hidup mereka. Dan ketika kepemimpinan yang ada hendak melakukan revolusi mental pada bangsa, generasi inilah yang menjadi target penting untuk disasar. Beberapa karakter generasi milenial ini adalah, pertama, kemampuan mereka mengakses teknologi informasi yang lebih baik dari generasi sebelumnya. Media sosial menjadi bagian kehidupan mereka sehari-hari. Internet pun menjadi sumber informasi dan pengetahuan bagi mereka. Apa pun kebutuhan informasi yang mereka perlukan, sebagian besar mereka peroleh dari internet dan media sosial. Kedua, generasi milenial lebih memiliki keberanian dalam berinovasi. Mereka lebih termotivasi menciptakan startup atau merintis usaha dan bisnis baru. Karena itu merupakan bagian dari tantangan yang membuat adrenalin mereka mengalir. Ketiga, generasi milenial lebih menyukai independensi dan Independensi ini merupakan kebutuhan yang lahir dari gaya hidup yang ingin lebih bebas dan mandiri dalam melakukan sesuatu. Keempat, generasi milenial lebih menyukai sesuatu yang instan. Mungkin ciri ini bisa dipersepsikan secara positif atau negatif. Positifnya, generasi ini menyukai sesuatu yang praktis dan simpel. Negatifnya, generasi ini mungkin memiliki daya tahan yang lebih rendah terhadap tekanan dan stres karena terbiasa melakukan sesuatu dengan cepat dan instan sehingga kurang sabar jika hasil yang diperoleh tidak muncul seketika. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Dengan memahami karakter generasi milenial ini, kepemimpinan yang muncul pun dengan Meski demikian, beberapa yang dapat ditekankan dalam pola kepemimpinan ini antara lain, pertama, kepemimpinan milenial perlu memahami dan memakai pola komunikasi generasi milenial yang dipimpinnya (Bencsik & Machova, 2. Misalnya pemimpin milenial tidak segan menggunakan media sosial seperti Twitter. Facebook. Instagram. YouTube. MeTube, dan saluran komunikasi terbaru yang memang menjadi arus utama dalam kehidupan generasi baru itu. Kedua, kepemimpinan milenial perlu mendorong inovasi, kreativitas, dan jiwa entrepreneurship generasi baru itu. Semua saluran inovasi, kreativitas dan entrepreneurship harus dirancang dengan baik dan konkrit. Tidak hanya berisi wacana saja, tetapi juga terdapat proses yang benarbenar dapat dinikmati oleh generasi milenial untuk mengembangkan dirinya. Misalnya pemimpin milenial perlu membangun pusat-pusat kreativitas di setiap kota, membangun sebanyak mungkin workshop dengan peralatan dan teknologi terbaru dengan maksud agar gagasan dan ide generasi milenial itu tersalurkan. Ketiga, kepemimpinan milenial perlu mendukung kemandirian dan jiwa entrepreneurship generasi milenial. Ni Putu Depi Yulia Peramesti & Dedi Kusmana: Kepemimpinan Ideal pada Era Generasi Milenial Membangun bangsa harus memiliki fondasi utama yakni kemandirian dan Tantangan Kepemimpinan pada Era Generasi Milenial Pada era generasi milenial saat ini pergolakan dan tantangan untuk memiliki pemimpin yang sesuai dengan era saat ini sangatlah besar. Tak terkecuali di Indonesia. Walaupun banyak survei yang menyebutkan bangsa Indonesia sudah ada pada jalur yang benar namun survei-survei tersebut belum menyentuh pada lapisan-lapisan pemimpin pada pemerintahan daerah. Di mana banyak pemimpin-pemimpin yang muncul akibat politik praktis. Akibat biaya politik yang mahal dan sistem politik partai yang mengharuskan pemimpin dari partai yang berkuasa dan memiliki sumber daya yang besar mengakibatkan banyak pemimpin-pemimpn daerah yang tergiur untuk menghalalkan praktik-praktik tidak jujur untuk bisa mengembalikan apa yang telah mereka keluarkan untuk bisa masuk dalam suatu jabatan. Walaupun masih banyak pemimpin-pemimpin daerah yang muncul dan membanggakan dan mampu membawa perubahan pada daerah yang Seorang pemimpin dalam pemerintahan merupakan abdi rakyat walaupun dalam konotasi AuPemerintahAy diartikan sebagai Auperintah penguasaAy yang rata-rata dialami oleh bangsa yang terjajah. Berbeda dengan istilah AugovernmentAy yang berindikasi Aumengelola kesejahteraan AyIndikasi ini mengingatkan orang yang sedang berkuasa agar mengayomi rakyat. Dia sekaligus merupakan abdi rakyat dan abdi negara. Pada akhirnya pemerintahan yang efektif akan terwujud apabila para pemimpin di sebagai pemimpin yang kredibel, mempunyai kemampuan, intelektual, dan visi yang jauh kedepan. Namun pemimpin yang baik juga harus memiliki integritas, kejujuran, kesetiaan pada kepentingan rakyat. Praktek kepemimpinan berkembang mengikuti perkembangan zaman. Kepemimpinan pada era milenial memiliki pendekatan yang khas karena digitalisasi yang merambah dunia kerja tidak lagi memungkinkan pemimpin untuk bertindak secara konvensional. Di samping itu, dibutuhkan karakter kepemimpinan yang mampu mereduksi berbagai sikap negatif dan mampu mengeluarkan semua potensi positif dari kaum milenial seperti melek teknologi, cepat, haus ilmu pengetahuan, dan publikasi. Kepemimpinan yang dibutuhkan pada era generasi milenial adalah memiliki Digital Mindset. Dengan semakin banyaknya orang yang menggunakan smartphone, maka akses komunikasi antar individu pun sudah tidak ruang pertemuan digital. Pemimpin pada era milenial harus bisa memanfaatkan kemajuan teknologi ini untuk menghadirkan proses inovasi. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 METODE Pelatihan: Dengan memberikan materi Kepemimpinan. Peran Kepemimpinan dalam Organisasi. Kepemimpinan Gen Z dan bagaimana meningkatkan Jiwa Kepemimpinan untuk meningkatkan kinerja organisasi. Focus Group Discussion: peserta dibagi menjadi 6 kelompok yang mendiskusikan peran kepemimpinan dalam organisasi dilanjutkan dengan sharing pengalaman kepemimpinan oleh siswa-siswi SMK Mano. Pelaksanaan x Farm untuk siswa magang yang berasal dari Mano Peserta 24 siswa Didampingi 2 orang guru dan 2 orang pengurus Perkebunan x Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat dilaksanakan di Perkebunan x Melo Village. Desa Liang Ndara. Kabupaten Manggarai Barat dilaksanakan pada tanggal 8 Mei 2024. Kegiatan ini dilakukan mulai pukul 9. 00 pagi sampai dengan pukul 16. 00 WITA. Berikut adalah Peserta Pelatihan Kepemimpinan yaitu Siswa Siswi SMK Mano yang magang di Perkebunan x Desa Melo Manggarai Barat yang selengkapnya disajikan di Tabel 1. Tabel 1. Daftar Peserta No Nama Marsiana Celsi Ngamul Marselina Daima Jesika Ailan Rinus Elsiana Marisa Muliana A. Ampu Kristina Usung Yunita Tesa Sumanti Fridolin Muiiana Dedi Fransiska Mamut 10 Anjela A. Lita 11 Jumianus F. Gai 12 Fansiskus K. 13 Aldianus Arsi 14 Laiviingsius Gonsales 15 BenediktusNombos 16 Gregorius Baka Magut 17 Yohanes Matius Wajong 18 Eivantris J 19 Agnes Femajus Santur 20 Yohana Advianty Jerudi 21 Sisilia N. Sedu. Sp 22 Marselinus J 23 Wilibrodus Cengka 24 Damianus E. Hasil Evaluasi a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Setelah dilakukan kegiatan para peserta diberikan ruang dan waktu terkait dengan terlaksananya kegiatan pelatihan dengan topik AuMembangun Jiwa Kepemimpinan Bagi Generasi muda. Ay Adapun tanggapan peserta adalah sebagai berikut: Untuk pembicara hari ini sangat baik karena berbicara dengan jelas Menurut saya kegiatan hari ini sangat baik sehingga kami bisa mengerti tentang kepemimpinan, serta pembicaranya juga sangat baik dalam memaparkan materi Penyampaian materi tentang kepemimpinan sangat bagus sehingga dapat menumbuhkan rasa kepemimpinan saya Penyampaian materi sangat jelas serta memberi contoh-contoh yang gampang Terimakasih kepada ibu karena telah memberikan materi yang baik Menurut saya kegiatan hari ini sangat menyenangkan karena mengetahui bagaimana cara menjadi pemimpin yang terbaik dan kepemimpinan yang unggul Sangat mengerti, karena penjelasannya terperinci dan baik untuk dimengerti Sangat mengerti, karena penjelasannya bagus Terimakasih kepada ibu karena telah memberi materi yang baik Menurut saya cara penyampaian materinya sangat bagus, sehingga mudah untuk Sangat bermanfaat Bagi saya, untuk kedepannya ibu tetap semangat dalam menjalankan tugas. Walaupun susah, tetapi harus tetap semangat dan jangan putus asa Terimakasih kepada ibu yang telah membagikan pengetahuannya kepada kami. Karena dari ibu kami bisa tau bagaimana cara menjadi pemimpin yang baik dan menjadi pengusaha yang sukses Menurut saya kegiatan hari ini sangat menyenangkan karena mengetahui dan memahami kepemimpinan Dimulai dari pelaksanaan kegiatan maupun pembicaraan, saya sangat senang karena bisa mengetahui tentang contoh sebagai pemimpin Saya sangat senang karena saya mempelajari lebih dalam tentang kepemimpinan Sangat bersemangat karna kami dijelaskan tentang jiwa kepemimpinan Yang kami kagumi dari ibu bisa membagikan pengalaman kepada kami semua dan memberikan wawasan kepemimpinan dan kewirausahaan a. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 1. Pelatihan dari Narasumber Sumber : Dokumentasi pelaksana . Gambar 2. FGD Sumber : Dokumentasi pelaksana . ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 Gambar 3. Sharing Session dan Foto Bersama Sumber : Dokumentasi pelaksana . KESIMPULAN Kegiatan Pelatihan Kepemimpinan yang diselenggarakan bagi SMK Mano di Perkebunan x mendapatkan tanggapan yang positif baik dari guru pendamping siswa SMK Mano, maupun dari peserta. Adapun para peserta menyarakan bahwa kegiatan serupa dapat dilakukan secara berkala untuk penyegaran serta menambahkan wawasan bagi para karyawan. Kegiatan FDG yang berlangsung selama 90 menit juga memberikan feedback bagaimana mengenai pengalaman kepemimpinan oleh siswa-siswa peserta Kesempatan magang di perkebunan ini juga memberikan pelajaran yang dapat diterapkan oleh siswa yang semuanya orang tuanya memiliki kebun di tempat asalnya yaitu Mano. Para siswa juga memberikan sharing mengenai pengalaman terkait kepemimpinan yang dirasakan oleh siswa-siswi SMK Mano. Hasil sharing mengindikasikan bahwa kadang-kadang siswa mengalami masalah dalam kepemimpinan, namun demikian sampai sejauh ini masih dapat diatasi. Kuatnya budaya kerja sama antar siswa serta nilai-nilai yang dianut dalam sekolah. Para siswa peserta pelatihan mengemukakan bahwa: . butuh kerjasama dan dedikasi dalam menjalankan kepemimpinan dalam organisasi. perlu ada keseimbangan dalam menjalankan peran kepemimpinan dan kepengikurtan dalam organisasi sekolah. Harus ada struktur kerja yang dialami oleh siswa dalam organisasi sekolah. Adapun saran untuk kegiatan selanjutnya adalah perlunya penyegaran dan kegiatan sejenis secara berkala dengan topik sesuai kebutuhan siswa SMK. Akan ada diskusi-diskusi lebih lanjut antara tim guru pendamping dan pendamping di tempat magang dan para siswa SMK Mano yang magang di Perkebunan x. ISSN : 2828-5700 . JOONG-KI : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. No. Mei 2025 DAFTAR REFERENSI Baharudin. , & Umiarso. Kepemimpinan Pendididkan Islam. Antara Teori dan Praktek. Yogyakarta: Ar-Ruzz Media. Bencsik. , & Machova. Knowledge Sharing Problems from the Viewpoint of Intergeneration Management. In ICMLG2016 - 4th International Conference on Management. Leadership and Governance: ICMLG2016 . Academic Conferences and publishing limited. Fattah. Landasan Manajemen Pendidikan. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya. Hasbi. Pengembangan Media Pembelajaran Nilai Kepemimpinan Bagi Anak Usia Dini. Kemendikbud. Hasibuan. Kepemimpinan Dalam Organisasi. Jakarta: Prenhallindo. Mella, dkk. Analisis Tingkat Pemahaman Guru Terhadap Perkembangan Anak Usia Dini pada Taman Kanak Kanak Di Kota Pontianak. Rahmat. Ujang, dkk. Model Stimulasi Kepemimpinan Melalui Bermain Peran. Bandung : Kemendikbud Rahmat. Ujang. Model Pengembangan Media Belajar Nilai Kepemimpinan Bagi Anak Usia Dini. Bandung : Kemendikbud. ISSN : 2828-5700 .