Jurnal Abdimas Prakasa Dakara https://doi. org/10. 37640/japd. e-ISSN 2776-768X Biodiversity Art Festival Sebagai Inovasi Kampanye Konservasi Keanekaragaman Hayati Di Ruang Publik Sri Rahayu Pudjiastuti1*. Sri Rumiati2. Moh. Rais 3. Nestiyanto Hadi4. Noer Syarifah Aini5. Iqbal Mujadid6. Program Studi Magister PPKn. STKIP Arrahmaniyah. Depok Program Studi Pendidikan Biologi. STKIP Arrahmaniyah. Depok *yayu. pudjiastuti@gmail. *srirahayu@stkip-arrahmaniyah. Abstrak Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai kampanye konservasi lingkungan dengan memanfaatkan seni dan musik sebagai media utama untuk menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat. Program Biodiversity Art Festival bertujuan meningkatkan pemahaman dan kepedulian publik terhadap pentingnya konservasi keanekaragaman hayati melalui aktivitas kreatif yang edukatif, partisipatif, dan komunikatif. Sasaran kegiatan adalah masyarakat umum, khususnya pengunjung Car Free Day. Pendekatan berbasis seni dipilih karena mampu menyampaikan pesan lingkungan secara emosional dan simbolik sehingga mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang. Kegiatan dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026 di Jl. Margonda. Depok, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day, sebagai ruang publik dengan intensitas interaksi masyarakat yang tinggi. Metode pelaksanaan meliputi tahap perencanaan, pelaksanaan kegiatan seni-edukatif, serta evaluasi partisipasi dan respon masyarakat. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa kampanye konservasi berbasis seni di ruang publik efektif meningkatkan kesadaran ekologis, menarik partisipasi aktif masyarakat, serta membuka ruang dialog yang inklusif mengenai isu keanekaragaman hayati. Kegiatan ini berpotensi menjadi model kampanye konservasi yang inovatif dan berkelanjutan dalam pengabdian kepada Kata kunci: kampanye konservasi, keanekaragaman hayati, ruang publik. Dikirim: 12 Januari 2026 Direvisi: 20 Maret 2026 Diterima: 27 April 2026 PENDAHULUAN Keanekaragaman hayati . merupakan aset penting bagi keberlanjutan kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem. Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan tingkat keanekaragaman hayati tertinggi di dunia, yang mencakup keragaman flora, fauna, dan ekosistem. Namun demikian, tekanan akibat eksploitasi sumber daya alam, alih fungsi lahan, pencemaran lingkungan, serta rendahnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan telah menyebabkan terjadinya penurunan keanekaragaman hayati secara signifikan (Primack, 2. Permasalahan dalam upaya konservasi tidak hanya terletak pada aspek kebijakan dan teknologi, tetapi juga pada rendahnya literasi lingkungan dan partisipasi masyarakat. (NS Ainy,dkk. Banyak masyarakat yang belum memahami nilai ekologis, sosial, dan budaya dari keanekaragaman hayati, sehingga keterlibatan aktif dalam kegiatan konservasi masih terbatas (Iskandar, 2. Kampanye konservasi yang selama ini dilakukan cenderung menggunakan pendekatan ilmiah dan informatif yang kurang menyentuh aspek emosional dan Content from this work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4. International License. 13 | Pudjiastuti. Rumiati. Rais. Hadi. Aini. Mujadid pengalaman masyarakat, sehingga pesan konservasi tidak tersampaikan secara optimal (Clayton & Myers, 2. Dalam konteks tersebut, seni memiliki potensi strategis sebagai medium komunikasi dan edukasi lingkungan. Seni mampu menyampaikan pesan konservasi secara kreatif, simbolik, dan naratif sehingga lebih mudah dipahami dan diinternalisasi oleh berbagai lapisan masyarakat. Melalui seni, isu-isu lingkungan dapat dikemas secara lebih menarik, persuasif, dan partisipatif, serta mendorong terbentuknya empati dan kesadaran ekologis (Curtis, 2. Namun, pemanfaatan seni sebagai media kampanye konservasi masih belum optimal dan belum banyak diintegrasikan secara sistematis dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Inwood, 2. Selain itu, kurangnya ruang kolaboratif antara pelaku seni, pendidik, komunitas lingkungan, dan masyarakat menjadi kendala dalam menghadirkan kampanye konservasi yang inklusif dan berkelanjutan. Padahal, pendekatan berbasis seni memungkinkan terjadinya dialog dua arah dan keterlibatan aktif masyarakat yang dapat mendorong perubahan sikap dan perilaku ramah lingkungan secara berkelanjutan (UNESCO, 2. Berdasarkan permasalahan tersebut, kegiatan Biodiversity Art Festival dirancang sebagai bentuk pengabdian kepada masyarakat yang mengintegrasikan kampanye konservasi keanekaragaman hayati dengan seni sebagai medium utama (Pudjiastuti,dkk. Melalui festival ini, masyarakat diajak untuk mengenal, memahami, dan menghargai keanekaragaman hayati melalui berbagai aktivitas seni seperti pameran, pertunjukan, dan lokakarya. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan literasi lingkungan, menumbuhkan kesadaran kolektif, serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati secara berkelanjutan. METODE PELAKSANAAN Metode pengabdian masyarakat adalah berupa kampanye konservasi lingkungan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dirancang sebagai bentuk kampanye konservasi lingkungan dengan memanfaatkan seni dan musik sebagai medium utama untuk menumbuhkan kesadaran ekologis masyarakat. Melalui kegiatan ini, tim pengabdian mengajak masyarakat, khususnya pengunjung Car Free Day, untuk mengekspresikan kepedulian terhadap alam melalui aktivitas kreatif yang bersifat edukatif, partisipatif, dan komunikatif. Pendekatan berbasis seni dipilih karena seni mampu menyampaikan pesan lingkungan secara emosional dan simbolik, sehingga lebih mudah diterima oleh masyarakat dari berbagai latar belakang (Curtis, 2009. Inwood, 2. Kegiatan ini dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, bertempat di Jl. Margonda. Depok, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day. Pemilihan lokasi ini didasarkan pada tingginya interaksi masyarakat di ruang publik, sehingga kampanye lingkungan dapat menjangkau audiens yang lebih luas dan beragam. Ruang publik dinilai efektif sebagai media edukasi non-formal yang mampu mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam isu-isu sosial dan lingkungan (UNESCO, 2. Adapun rangkaian kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini meliputi: Melukis di Styrofoam Bersama Pengunjung dengan Tema AuHutan dan Sungai KitaAy Biodiversity Art Festival A | 14 Kegiatan melukis dilakukan secara kolaboratif antara tim pengabdian, mahasiswa, dan pengunjung Car Free Day dengan menggunakan media Tema AuHutan dan Sungai KitaAy dipilih untuk mengangkat isu kerusakan lingkungan, khususnya deforestasi dan pencemaran sungai, yang masih menjadi permasalahan serius di Indonesia. Melalui aktivitas ini, masyarakat diajak untuk merefleksikan hubungan manusia dengan alam serta mengekspresikan pandangan dan kepedulian mereka terhadap kelestarian Kegiatan seni partisipatif seperti ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran dan empati lingkungan masyarakat (Dewey, 2005. Curtis, 2. Gambar 1. Aktivitas kegiatan Biodiversity Art Festival Pertunjukan Musik Akustik Bertema Lingkungan Pertunjukan musik akustik disajikan sebagai sarana kampanye konservasi yang bersifat persuasif dan komunikatif. Lagu-lagu bertema lingkungan dipilih untuk menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga alam dan keberlanjutan Musik berperan sebagai media komunikasi sosial yang mampu membangun suasana emosional, memperkuat pesan moral, dan mendorong refleksi kolektif masyarakat terhadap isu lingkungan (Clayton & Myers, 2. Melalui musik, pesan konservasi diharapkan dapat diterima secara lebih mendalam dan berkesan. Pameran Karya Seni Mahasiswa (Lukisan. Poster, dan Foto Ala. Pameran karya seni mahasiswa ditujukan sebagai sarana edukasi visual yang menampilkan representasi keindahan alam sekaligus dampak kerusakan Karya-karya yang dipamerkan meliputi lukisan, poster kampanye lingkungan, dan fotografi alam. Pameran ini diharapkan dapat meningkatkan literasi lingkungan masyarakat serta mendorong dialog antara mahasiswa sebagai agen perubahan dengan masyarakat luas. Seni visual memiliki kekuatan dalam menyampaikan pesan lingkungan secara langsung dan mudah dipahami, sehingga efektif sebagai media edukasi publik (Inwood, 2. Secara keseluruhan, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi masyarakat dalam 15 | Pudjiastuti. Rumiati. Rais. Hadi. Aini. Mujadid upaya pelestarian lingkungan. Melalui integrasi seni dan musik dalam kampanye konservasi, kegiatan ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga sebagai sarana edukasi dan advokasi lingkungan yang berkelanjutan. HASIL DAN PEMBAHASAN Tujuan Kegiatan Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Biodiversity Art Festival bertujuan Meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pentingnya pelestarian keanekaragaman hayati melalui pendekatan seni dan musik. Menjadikan seni sebagai media kampanye konservasi lingkungan yang edukatif, persuasif, dan partisipatif. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengekspresikan kepedulian terhadap isu lingkungan melalui aktivitas kreatif. Memberikan ruang bagi mahasiswa untuk berperan sebagai agen perubahan dalam menyampaikan pesan konservasi kepada masyarakat luas. Pendekatan berbasis seni dan budaya dipilih karena mampu menjangkau aspek kognitif dan afektif masyarakat secara bersamaan, sehingga pesan konservasi dapat diterima secara lebih mendalam (Curtis, 2009. Inwood, 2. Indikator Keberhasilan Kegiatan Keberhasilan kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini diukur berdasarkan beberapa indikator berikut: . Partisipasi Masyarakat. Tingginya keterlibatan pengunjung Car Free Day dalam kegiatan melukis bersama, menyaksikan pertunjukan musik, dan mengunjungi pameran karya seni mahasiswa. Respon dan Antusiasme Peserta. Munculnya antusiasme masyarakat yang ditunjukkan melalui interaksi aktif, diskusi singkat mengenai isu lingkungan, serta ketertarikan terhadap pesan konservasi yang disampaikan. Keterlaksanaan Seluruh Rangkaian Kegiatan. Seluruh rangkaian kegiatan . elukis bersama, musik akustik, dan pameran sen. terlaksana sesuai dengan rencana dan jadwal yang telah . Peningkatan Kesadaran Lingkungan. Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai isu pelestarian lingkungan (SR Pudjiastuti. , hutan dan sungai yang tercermin dari respons verbal dan refleksi peserta selama kegiatan berlangsung (Clayton & Myers, 2. Luaran Kegiatan Luaran yang dihasilkan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini Luaran Utama. Terselenggaranya kegiatan Biodiversity Art Festival sebagai model kampanye konservasi berbasis seni dan musik di ruang . Karya seni kolaboratif hasil melukis bersama pengunjung dengan Biodiversity Art Festival A | 16 tema AuHutan dan Sungai KitaAy. Pameran karya seni mahasiswa berupa lukisan, poster kampanye lingkungan, dan fotografi alam. Luaran Tambahan: Dokumentasi kegiatan . oto dan vide. Publikasi kegiatan pada media sosial sebagai sarana edukasi lingkungan yang Laporan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Publikasi pada jurnal pengabdian masyarakat. Hasil Pelaksanaan Kegiatan Kegiatan Biodiversity Art Festival dilaksanakan pada Minggu, 4 Januari 2026, bertempat di Jl. Margonda. Depok, bertepatan dengan pelaksanaan Car Free Day. Pelaksanaan kegiatan berjalan dengan lancar dan mendapat sambutan positif dari masyarakat. Pada kegiatan melukis di styrofoam bersama pengunjung, masyarakat menunjukkan antusiasme yang tinggi dengan terlibat langsung dalam proses kreatif. Tema AuHutan dan Sungai KitaAy mendorong peserta untuk merefleksikan kondisi lingkungan sekitar serta mengekspresikan kepedulian mereka terhadap pelestarian alam melalui visualisasi seni. Aktivitas seni partisipatif ini terbukti mampu membangun empati dan kesadaran ekologis masyarakat (Dewey, 2005. Curtis, 2. Pertunjukan musik akustik bertema lingkungan menjadi daya tarik utama yang mengundang perhatian pengunjung. Lagu-lagu yang disajikan mampu menciptakan suasana reflektif dan memperkuat pesan moral tentang pentingnya menjaga alam. Musik berperan efektif sebagai media komunikasi sosial yang memperkuat pesan konservasi secara emosional (Clayton & Myers, 2. Sementara itu, pameran karya seni mahasiswa memberikan ruang edukasi visual bagi masyarakat. Karya-karya yang dipamerkan tidak hanya menampilkan keindahan alam, tetapi juga mengangkat isu kerusakan lingkungan. Interaksi antara mahasiswa dan pengunjung selama pameran mendorong terjadinya dialog singkat mengenai isu lingkungan dan peran masyarakat dalam konservasi. Hal ini sejalan dengan pandangan bahwa seni visual merupakan media edukasi lingkungan yang efektif di ruang publik (Inwood, 2013. UNESCO, 2. Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil mencapai tujuan pengabdian kepada masyarakat dengan meningkatkan kesadaran, kepedulian, dan partisipasi masyarakat terhadap isu keanekaragaman hayati melalui pendekatan seni dan musik. SIMPULAN DAN REKOMENDASI KEBERLANJUTAN PROGRAM Kegiatan pengabdian kepada masyarakat Biodiversity Art Festival merupakan upaya konkret dalam mengampanyekan konservasi lingkungan melalui pendekatan seni dan musik sebagai media edukasi yang kreatif, inklusif, dan partisipatif. Rangkaian kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung telah mampu meningkatkan kesadaran, empati, dan kepedulian terhadap pentingnya menjaga keanekaragaman hayati. Seni terbukti menjadi sarana efektif dalam menyampaikan pesan konservasi secara humanis dan menyentuh aspek emosional masyarakat. 17 | Pudjiastuti. Rumiati. Rais. Hadi. Aini. Mujadid Pesan Utama: Konservasi adalah ekspresi cinta terhadap kehidupan. Mari berkarya dan menjadi bagian dari gerakan kecil untuk menjaga keanekaragaman hayati. Agar dampak kegiatan ini dapat berkelanjutan dan memberikan manfaat yang lebih luas, diperlukan beberapa rekomendasi keberlanjutan program, antara lain: Pelaksanaan Kegiatan Secara Berkala. Biodiversity Art Festival direkomendasikan untuk dilaksanakan secara rutin dan berkelanjutan, baik tahunan maupun semesteran, dengan tema lingkungan yang disesuaikan dengan isu aktual seperti konservasi sungai, pengurangan sampah plastik, atau perlindungan hutan. Penguatan Kolaborasi dengan Berbagai Pihak. Program ini perlu melibatkan lebih banyak pemangku kepentingan, seperti pemerintah daerah, sekolah, komunitas lingkungan, pelaku seni, dan media massa, guna memperluas jangkauan kampanye konservasi serta memperkuat dukungan sumber daya dan keberlanjutan program. Pengembangan Program Edukasi Turunan. Kegiatan seni yang telah dilaksanakan dapat dikembangkan menjadi program lanjutan, seperti lokakarya seni lingkungan, kelas kreatif berbasis ekologi, atau pameran keliling di sekolah dan ruang publik lainnya sebagai bentuk edukasi lingkungan berkelanjutan. Pemanfaatan Media Digital Sarana Kampanye. Dokumentasi kegiatan berupa foto, video, dan karya seni peserta perlu dipublikasikan secara konsisten melalui media sosial dan platform digital. Hal ini bertujuan untuk memperluas dampak kampanye konservasi dan menjangkau masyarakat yang lebih luas di luar lokasi kegiatan. Evaluasi dan Pengukuran Dampak Program. Ke depan, kegiatan serupa perlu dilengkapi dengan instrumen evaluasi yang lebih sistematis, seperti angket atau wawancara tindak lanjut, untuk mengukur perubahan sikap dan kesadaran lingkungan masyarakat sebagai dasar pengembangan program yang lebih Dengan adanya rekomendasi tersebut, diharapkan Biodiversity Art Festival tidak hanya menjadi kegiatan insidental, tetapi berkembang menjadi program pengabdian kepada masyarakat yang berkelanjutan, berdampak luas, dan berkontribusi nyata dalam upaya pelestarian keanekaragaman hayati melalui seni sebagai medium kampanye konservasi. DAFTAR PUSTAKA