The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students Al Hudani Marpaung Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan danimarpaung975@gmail. Nurussakinah Daulay Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan nurussakinah@uinsu. Yenti Arsini Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan yentiarsini@uinsu. Corresponding Author: Al Hudani Marpaung Article history: Received: April 23, 2024 | Revised: Juni 27, 2025 | Available Online: July 21, 2025 Abstract This study aims to examine the effectiveness of group guidance services with problem solving techniques in increasing the motivation and learning discipline of tahfidz students in a madrasah environment. This study used a quantitative approach with a quasiexperimental design, involving 20 purposively selected students from MTs Al-Washliyah Lubuk Amat. North Sumatra. Participants were divided into two groups: experimental and control. The experimental group attended six 60-minute structured group guidance sessions designed to foster self-awareness, identify learning barriers and formulate solutions independently. The intervention was designed by integrating the spiritual values and commitment that characterize tahfidz education. Data were collected through pre-test and post-test using a Likert scale questionnaire that has been tested for validity and reliability . = 0. = 0. The paired sample t-test results showed a statistically significant increase in scores in the experimental group . ean difference = p = 0. , with a very large effect size (Cohen's d = 2. These findings prove that problem-solving-based group guidance is effective in supporting the behavioral and cognitive development of students who face academic and spiritual demands Theoretically, this study integrates Bandura's self-efficacy theory with the Islamic counseling framework. Practically, this study presents an intervention model that can be replicated in educational institutions that organize tahfidz programs. This study fills a void in the literature related to structured psychopedagogical interventions in the context of religious value-based education. Keywords: Group Guidance. Motivation. Tahfidz Education. Islamic Counseling Copyright: A 2025. The authors. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam is licensed under a Creative Commons AttributionNonCommercial 4. 0 International License FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Efektivitas Bimbingan Kelompok dengan Problem Solving untuk Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Belajar Siswa Tahfidz Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik pemecahan masalah dalam meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa tahfidz di lingkungan madrasah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasi-eksperimen, melibatkan 20 siswa yang dipilih secara purposif dari MTs Al-Washliyah Lubuk Amat. Sumatera Utara. Peserta dibagi menjadi dua kelompok: eksperimen dan kontrol. Kelompok eksperimen mengikuti enam sesi bimbingan kelompok terstruktur berdurasi 60 menit yang dirancang untuk menumbuhkan kesadaran diri, mengidentifikasi hambatan belajar, dan merumuskan solusi secara mandiri. Intervensi ini dirancang dengan mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan komitmen yang menjadi ciri khas pendidikan tahfidz. Pengumpulan data dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan angket skala Likert yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya . = 0,456Ae0,986. = 0,. Hasil uji paired sample t-test menunjukkan peningkatan skor yang signifikan secara statistik pada kelompok eksperimen . elisih rata-rata = 24,95. p = 0,. , dengan ukuran efek yang sangat besar (CohenAos d = 2,. Temuan ini membuktikan bahwa bimbingan kelompok berbasis problem solving efektif dalam mendukung perkembangan perilaku dan kognitif siswa yang menghadapi tuntutan akademik dan spiritual secara bersamaan. Secara teoritis, penelitian ini mengintegrasikan teori self-efficacy Bandura dengan kerangka konseling Islami. Secara praktis, penelitian ini menyajikan model intervensi yang dapat direplikasi di lembaga pendidikan yang menyelenggarakan program tahfidz. Penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur terkait intervensi psikopedagogis yang terstruktur dalam konteks pendidikan berbasis nilai keagamaan. Kata kunci: Bimbingan Kelompok. Motivasi. Pendidikan Tahfidz. Konseling Islami Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students Pendahuluan Pendidikan memainkan peran strategis dalam membentuk kualitas sumber daya manusia bangsa. Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional mengamanatkan bahwa pendidikan diarahkan untuk mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman, bertaqwa, berakhlak mulia, sehat, cakap, kreatif, dan mandiri. 1 Namun, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada kurikulum dan infrastruktur, tetapi juga pada faktor psikologis siswa, seperti motivasi belajar dan disiplin. Sebuah laporan oleh Amar Upadhyay dan Gervas Karoli menunjukkan bahwa rendahnya kepemimpinan dan dukungan guru berdampak pada antusiasme belajar siswa di negara berkembang. 2 Agnetta Mwikali. Menunjukkan hubungan antara motivasi dan performa akademik siswa di Kenya dengan kondisi pembelajaran fisik. Motivasi belajar merupakan dorongan internal yang memengaruhi intensitas, arah, dan persistensi perilaku belajar siswa. 4 Di sisi lain. Woolfolk mencatat disiplin belajar berkaitan dengan pengelolaan waktu, keteraturan, serta tanggung jawab terhadap tugas 5 Keduanya saling berkaitan dan menjadi fondasi utama dalam pencapaian hasil belajar yang optimal. Para ahli konseling pendidikan, seperti Corey, menekankan pentingnya pendekatan bimbingan kelompok berbasis teknik pemecahan masalah . roblem solvin. untuk menumbuhkan kesadaran siswa dalam mengenali hambatan belajar dan mengembangkan strategi penyelesaian secara mandiri. 6 Pendekatan ini terbukti efektif meningkatkan regulasi diri dan motivasi intrinsik siswa. Permasalahan utama yang dihadapi dalam konteks pendidikan tahfidz di MTs Alwashliyah Lubuk Amat adalah rendahnya motivasi dan disiplin belajar sebagian siswa dalam menyelesaikan target hafalan Al-QurAoan. Data observasi internal madrasah Indonesia Departemen Pendidikan Nasional. AuUndang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional,Ay 2003. Amar Upadhyaya and Gervas Karoli. AuEducational Leadership and LearnersAo Academic Achievement in Secondary Schools in Developing Countries: A Critical Review,Ay Asian Journal of Education and Social Studies 50 (August 19, 2. , https://doi. org/10. 9734/ajess/2024/v50i81558. Dr. Agnetta Mwikali. AuUtilization of School Infrastructure and Its Influence on StudentsAo Academic Performance in Public Secondary Schools in Makueni County. Kenya,Ay Journal of Education 4, no. 6 SEArticles (August 11, 2. : 53Ae73, https://doi. org/10. 70619/vol4iss6pp53-73. Dale H Schunk. Paul R Pintrich, and Judith L Meece. AuMotivation in Education: Theory. Research, and Applications,Ay (No Titl. , 2014. Anita Woolfolk. Educational Psychology, 4th ed (United States of America: Pearson Education, 2. Gerald Corey. Theory & Practice of Group Counseling (Cengage Boston. MA, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 menunjukkan bahwa lebih dari 60% siswa tahfidz tidak mencapai target hafalan 3 juz dalam 3 tahun, dan lebih dari 50% mengalami keterlambatan menyetor hafalan secara Ketiadaan intervensi psikopedagogis seperti layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving menyebabkan siswa mengalami stagnasi motivasional dan kesulitan mengatur waktu antara hafalan dan mata pelajaran umum. Penelitian oleh Hasanah membuktikan bahwa group counseling meningkatkan motivasi belajar siswa SMP secara signifikan setelah lima sesi perlakuan. 7 Penelitian Sanyata & Zatrahadi, menemukan bahwa terapi realitas mampu meningkatkan motivasi dan disiplin siswa secara simultan di lingkungan sekolah umum. 8 Nuha dalam ulasan sistematis menyebutkan bahwa pendekatan group psychoeducation berbasis pemecahan masalah memperkuat soft skills dan motivasi belajar melalui proses refleksi dan dinamika 9 Penelitian Miftahus SaAoadah and Khilman Rofi Azmi, pendekatan problem solving dalam konseling efektif dalam meningkatkan regulasi diri dan motivasi siswa dengan potensi lebih tinggi . Studi-studi di atas menggambarkan penelitian yang sudah ada. Studi-studi ini belum membahas konteks pendidikan tahfidz . afalan Al-Qur'a. , khususnya bagi siswa di madrasah tsanawiyah, yang menghadapi tantangan unik dalam mengintegrasikan hafalan Al-Qur'an dengan mata pelajaran akademik formal. Lebih lanjut, belum ada studi yang secara empiris menguji efektivitas konseling kelompok pemecahan masalah dalam menumbuhkan motivasi dan disiplin belajar, yang berakar pada nilai-nilai dan komitmen spiritual yang menjadi ciri khas siswa tahfidz. Oleh karena itu, kebaruan studi ini terletak pada eksplorasi terpadunya terhadap teknik-teknik pemecahan masalah dan dinamika keterlibatan spiritual dalam konteks siswa tahfidz, suatu kesenjangan dalam literatur ilmiah tentang konseling pendidikan Islam. Muhimmatul Hasanah. AuEffectiveness Group Counseling to Increase Learning Motivation Students,Ay AlIhath: Jurnal Bimbingan Dan Konseling Islam (July 103Ae9, https://doi. org/10. 53915/jbki. Anisa Nurjanah. Sigit Sanyata, and M Zatrahadi. AuThe Effectiveness of Reality Therapy in Improving Learning Motivation and Discipline,Ay PSIKOPEDAGOGIA Jurnal Bimbingan Dan Konseling 9 (December 16, 2. : 87, https://doi. org/10. 12928/psikopedagogia. Moch. Syihabudin Nuha. Henny Indreswari, and Khairul Bariyyah. AuPsycho-Educational Group Leaders through the Homeroom Approach: A Systematic Literature Review,Ay ProGCouns Journal of Professionals in Guidance and Counseling 5 (June 5, 2. : 21Ae32, https://doi. org/10. 21831/progcouns. Miftahus SaAoadah and Khilman Rofi Azmi. AuEfektivitas Bimbingan Karir Berbasis Life Skills Teknik Problem Solving Meningkatkan Motivasi Entrepreneurship Santri Di Pondok Pesantren Entrepreneur AlMawaddah Kudus,Ay Islamic Counseling : Jurnal Bimbingan Konseling Islam 6, no. : 1, https://doi. org/10. 29240/jbk. Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students Tujuan penelitian ini adalah menganalisis efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik pemecahan masalah untuk meningkatkan motivasi dan ketelitian belajar siswa Al-Qur'an di SMP Alwashliyah Lubuk Amat. Secara teoritis, penelitian ini bertujuan untuk memperluas pengetahuan tentang konseling dan bimbingan Islam berbasis pendekatan konstruktivis dan berfokus pada masalah. Secara praktis, temuan penelitian ini dapat menjadi referensi bagi guru bimbingan dan konseling dalam merancang intervensi psikopedagogis yang kontekstual dan relevan bagi siswa yang mempelajari Al-Qur'an, sehingga berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan berbasis integrasi nilai-nilai agama dan akademik. Metode Penelitian Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain kuasieksperimen yang melibatkan dua kelompok: kelompok eksperimen dan kelompok 11 Kelompok eksperimen diberikan perlakuan berupa layanan bimbingan kelompok dengan teknik problem solving, sedangkan kelompok kontrol tidak menerima perlakuan serupa. Penelitian dilakukan di MTs Al-Washliyah Lubuk Amat. Sumatera Utara, dengan partisipan sebanyak 20 siswa tahfidz Al-QurAoan yang dipilih secara Kriteria pemilihan meliputi siswa yang menunjukkan tingkat motivasi dan disiplin belajar yang rendah berdasarkan hasil observasi awal dan masukan guru. Intervensi dilaksanakan melalui enam sesi konseling kelompok yang dijadwalkan secara sistematis. Setiap sesi berdurasi 60 menit dan meliputi identifikasi masalah, analisis masalah, pengembangan solusi alternatif, pemilihan solusi terbaik, penyusunan rencana aksi, serta evaluasi dan refleksi hasil. Semua sesi berfokus pada peningkatan motivasi dan disiplin siswa dalam konteks hafalan Al-Qur'an . , dengan penekanan khusus pada spiritualitas dan keterlibatan, yang merupakan karakteristik utama siswa Untuk mengukur efektivitas terapi, para peneliti menggunakan kuesioner skala Likert yang dikembangkan secara khusus berdasarkan indikator teoritis motivasi dan disiplin dalam belajar. 12 Instrumen motivasi belajar mencakup indikator minat, kegigihan, tanggung jawab, dan konsentrasi dalam belajar tahfidz, sementara instrumen disiplin John W Creswell and Cheryl N Poth. Qualitative Inquiry and Research Design: Choosing among Five Approaches (Sage publications, 2. Sugiyono. Kuantitatif. Kualitatif. Dan R&D, ed. Alfabeta (Bandung, 2. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 belajar mencakup ketepatan waktu, kepatuhan aturan, konsistensi hafalan, dan pengelolaan waktu belajar. Sebelum digunakan, instrumen diuji validitas dan Uji validitas dilakukan dengan teknik korelasi Pearson Product Moment, dan uji reliabilitas menggunakan Alpha Cronbach, yang seluruh hasilnya menunjukkan bahwa instrumen layak digunakan. Pengumpulan data dilakukan dalam dua tahap: uji pra-intervensi dan uji pascaintervensi. Selain itu, peneliti melakukan observasi non-partisipan selama sesi konseling dan mendokumentasikan kegiatan sebagai data tambahan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji-t berpasangan untuk menentukan perbedaan signifikan antara kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Uji normalitas dan homogenitas distribusi telah dilakukan sebelumnya untuk memastikan asumsi parametrik terpenuhi. Hasil analisis statistik digunakan untuk menguji dua hipotesis utama: bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik pemecahan masalah meningkatkan motivasi belajar dan meningkatkan ketelitian siswa dalam menghafal Al-Qur'an. Desain ini memungkinkan pengujian langsung efektivitas intervensi pemecahan masalah dalam konteks unik menghafal Al-Qur'an, yang belum banyak diteliti dalam literatur konseling pendidikan. Hasil Penelitian Tujuan penelitian ini adalah untuk mengevaluasi efektivitas layanan konseling kelompok dengan teknik pemecahan masalah dalam meningkatkan motivasi dan disiplin siswa dalam pendidikan tahfidz . afalan Al-Qur'a. Data dianalisis menggunakan serangkaian uji statistik untuk memvalidasi instrumen, memverifikasi asumsinya, dan menilai efek perlakuan. Instrumen pretes terdiri dari 32 butir soal yang mengukur motivasi dan disiplin belajar. Validitas diperiksa menggunakan korelasi Pearson. Semua butir soal memiliki nilai r hitung di atas nilai r kritis 0,349, dengan koefisien berkisar antara 0,456 hingga 0,986. Hal ini menunjukkan korelasi yang kuat antara setiap butir soal dengan skor total dan validitas konstruk yang baik. Daftar lengkap butir soal yang valid disajikan pada Tabel 1 di bawah ini: Tabel 1. Ringkasan Validitas Butir Instrumen (Pre-Tes. Rentang Butir Nilai r (MinAeMak. r tabel P1AeP32 456 Ae 0. Keterangan Valid Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students Tabel di atas menggambarkan bahwa seluruh butir dinyatakan layak dan digunakan dalam proses pengumpulan dan analisis data selanjutnya. Sedangkan reliabilitas instrumen pre-test diuji menggunakan koefisien CronbachAos Alpha. Hasil menunjukkan nilai = 0,871 untuk 32 butir item, yang menandakan konsistensi internal tinggi serta keandalan instrumen untuk digunakan secara berulang. Tabel 2. Reliabilitas Instrumen Jumlah Butir CronbachAos Alpha 0,871 Skor Pre-Test Berdasarkan Kelompok Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok masing-masing terdiri dari 10 siswa, berdasarkan teknik purposive sampling dan hasil skor pre-test awal. Kelompok Eksperimen: terdiri dari siswa tahfidz dengan tingkat motivasi dan disiplin belajar rendah . erata = 61,. Kelompok Kontrol: terdiri dari siswa dengan tingkat motivasi dan disiplin belajar lebih tinggi . erata = 91,. Tabel 3. Skor Rata-rata Pre-Test per Kelompok Skor Rata-rata Kelompok Eksperimen Kontrol Perbedaan awal ini menjadi dasar penetapan kelompok, di mana kelompok eksperimen secara khusus menunjukkan tingkat konstruk yang lebih rendah dan layak untuk menerima perlakuan. Pengujian Asumsi Statistik Uji KolmogorovAeSmirnov menunjukkan bahwa data pre-test dan post-test terdistribusi normal, masing-masing dengan nilai signifikansi p = 0,200 > 0,05. Uji Pre Post Tabel 4. Hasil Uji Normalitas Mean Std. Dev 43,20 14,27 68,15 5,89 Sig. -taile. 0,200 0,200 FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Sedangkan uji Levene untuk kesamaan varians menunjukkan tidak terdapat perbedaan varians yang signifikan antar kelompok . = 0,130 > 0,. , yang berarti data bersifat Berdasarkan Rata-rata (Mea. Tabel 5. Homogenitas Varians Statistik Levene 2,379 Sig. 0,130 Hasil Uji t Berpasangan (Paired t-Tes. Untuk menilai dampak perlakuan, dilakukan uji paired sample t-test terhadap skor pre-test dan post-test pada kelompok eksperimen. Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan skor yang signifikan secara statistik dengan selisih rata-rata 24,95 poin. Ukuran Pre Ae Post Tabel 6. Hasil Uji Paired t-Test (Kelompok Eksperime. Selisih Rata-rata Std. Dev -24,95 14,93 -7,48 Sig. -taile. 0,000 Rentang interval kepercayaan 95% terhadap perbedaan skor berada antara -31,94 hingga -17,96, yang semakin memperkuat validitas efek perlakuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan pemecahan masalah memberikan pengaruh yang signifikan baik secara statistik maupun praktis. Intervensi ini secara nyata meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa dalam konteks pendidikan tahfidz. Temuan ini menguatkan relevansi pendekatan konseling kelompok yang terstruktur dalam mendukung hasil belajar kognitif dan perilaku, khususnya ketika dipadukan dengan pendekatan reflektif dan nilai-nilai spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan keagamaan. Efektivitas Konseling Kelompok Teknik Pemecahan Masalah dalam Meningkatkan Motivasi dan Disiplin Belajar Tahfidz Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa layanan konseling kelompok dengan teknik pemecahan masalah secara signifikan meningkatkan motivasi dan disiplin belajar hafalan Al-Qur'an. Intervensi yang dirancang selama enam sesi sistematis ini menunjukkan efektivitasnya, terbukti dari peningkatan skor pasca-tes yang signifikan dibandingkan skor pra-tes . elisih rerata 24,95 poin. p = 0,. Besarnya efek yang Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students sangat besar (Cohen's d = 2,. menunjukkan bahwa dampak intervensi ini tidak hanya signifikan secara statistik tetapi juga relevan secara praktis. Temuan ini mendukung hasil penelitian Sa'adah dan Azmi, yang menunjukkan bahwa teknik pemecahan masalah dalam layanan konseling efektif meningkatkan regulasi diri, rasa tanggung jawab belajar, dan motivasi intrinsik siswa. 13 Pendekatan ini sejalan dengan teori konseling perkembangan dari Gerald Corey, yang menyatakan bahwa dinamika kelompok memungkinkan individu mengeksplorasi hambatan pribadi dalam lingkungan yang mendukung, lalu menyusun strategi yang realistis untuk perubahan perilaku. Di sisi lain, penelitian ini memperluas hasil studi Mariani Fitri, yang menunjukkan efektivitas bimbingan kelompok pada siswa SMP dalam konteks umum, dengan membawanya ke ranah pendidikan tahfidz yang sarat dengan beban spiritual, emosional, dan akademik yang unik. 15 Dalam konteks tahfidz, siswa tidak hanya dituntut menghafal Al-QurAoan secara rutin, tetapi juga menyelesaikan kurikulum akademik formal. Ketegangan antara dua tuntutan dalam satu waku menurut Tony Bush sering kali menurunkan motivasi belajar dan menyebabkan kurangnya disiplin harian. Studi ini secara empiris mengisi celah dalam literatur. Sebagian besar studi sebelumnya tentang motivasi dan disiplin belajar dalam pendidikan Islam lebih berfokus pada pengembangan karakter . engembangan mora. atau peningkatan nilai-nilai spiritual, tetapi belum menguji intervensi psikopedagogis terstruktur dalam bentuk Beberapa studi tersebut antara lain: Nuha,17 Arinaitwe & Williamson. Milenia Suci Rachmawati. AuPENGARUH MODEL PEMBELAJARAN MULTILITERASI TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DITINJAU DARI SELF REGULATED LEARNING MAHASISWA PGSD UNS,Ay 2023. Corey. Theory & Practice of Group Counseling. Mariani Fitri Fitri. Wahid Suharmawan Suharmawan, and Ika Romika Mawaddati Mawaddati. AuEfektivitas Bimbingan Kelompok Dengan Teknik Modelling Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Santri Dalam Menghafal Al-QurAoan Angkatan Vi Pondok Pesantren Ibnu Katsir 2 Jember,Ay PANDALUNGAN: Jurnal Penelitian Pendidikan. Bimbingan. Konseling Dan Multikultural 1, no. 146Ae54. Tony Bush et al. AuInstructional Leadership in Sub-Saharan Africa: Policy and Practice,Ay International Journal of Educational Management 36, no. : 14Ae31. Nuha. Indreswari, and Bariyyah. AuPsycho-Educational Group Leaders through the Homeroom Approach: A Systematic Literature Review. Ay Gilbert Arinaitwe and John Williamson. AuThe Challenge of Meeting Sustainable Development Goal 4 in a Developing Country: The Case of Ugandan Secondary Education,Ay 2023, 147Ae67, https://doi. org/10. 1007/978-981-99-3802-5_9. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Penelitian ini menjadi kontribusi baru karena menggabungkan pendekatan teknik problem solving dalam kerangka nilai spiritual-komitmen khas siswa tahfidz. Lebih jauh, pendekatan ini dapat dikaitkan dengan teori motivasi kognitif-sosial dari Bandura yang menekankan pentingnya self-efficacy dalam pembentukan motivasi dan pengambilan keputusan belajar. 19 Melalui teknik problem solving, siswa tahfidz tidak hanya mengenali masalah dan hambatan belajar, tetapi juga terlibat langsung dalam merumuskan dan melaksanakan solusi. Hal ini mendorong peningkatan efikasi diri, tanggung jawab personal, dan ketekunan dalam mencapai target belajar semua aspek penting dari disiplin belajar yang bermakna. Secara praktis, hasil ini merekomendasikan penerapan layanan konseling kelompok pemecahan masalah di lembaga pendidikan Islam, khususnya madrasah dan pesantren, yang menerapkan program tahfidz . enghafal Al-Qur'a. Pendekatan ini terbukti efektif tidak hanya dalam perkembangan kognitif tetapi juga dalam internalisasi nilai-nilai spiritual melalui proses reflektif dalam dinamika kelompok. Hal ini sejalan dengan temuan Hazrul Hizam Karim,21 yang menekankan pentingnya mengintegrasikan strategi konseling dengan nilai-nilai agama dalam pengembangan kepribadian siswa Muslim. Pengembangan Layanan Konseling Islami untuk Siswa Tahfidz Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam ranah pendidikan dan bimbingan konseling Islam, khususnya pada konteks pendidikan tahfidz yang selama ini relatif kurang tersentuh oleh pendekatan intervensi psikopedagogis berbasis empiris. Kontribusi kontekstual dari penelitian ini terletak pada fokusnya terhadap siswa tahfidz yang menghadapi beban ganda berupa tuntutan spiritual dalam bentuk target hafalan AlQurAoan dan tuntutan akademik dari kurikulum umum. Dengan demikian, penelitian ini mengisi kekosongan dalam literatur mengenai strategi intervensi yang relevan dan efektif untuk populasi dengan kebutuhan khusus seperti ini. Secara teoritis, penelitian ini menyumbangkan integrasi pendekatan teknik problem solving dengan teori self-efficacy dari Bandura serta prinsip-prinsip konseling Islami Razieh Tadayon Nabavi and Mohammad Bijandi. AuBanduraAos Social Learning Theory & Social Cognitive Learning Theory,Ay January 1, 2012. Barry J Zimmerman and Dale H Schunk. Self-Regulated Learning and Academic Achievement: Theoretical Perspectives (Routledge, 2. Hazrul Hizam Karim. Muhammad Izzul Syahmi Zulkepli, and Nur Bakri Abd Hamid. AuThe Challenges in the Implementation of Islamic Counseling in Malaysia: A Conceptual Paper,Ay International Journal of Education. Psychology and Counselling (IJEPC) 9 . Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students yang menekankan nilai spiritual, tanggung jawab moral, dan penguatan komitmen diri. Kombinasi ini menawarkan kerangka kerja teoritis yang lebih holistik dalam memahami dan menangani persoalan motivasi serta disiplin belajar dalam konteks pendidikan Islam Kontribusi praktis dari penelitian ini terletak pada tersusunnya model layanan bimbingan kelompok berbasis problem solving yang dapat diadaptasi secara langsung oleh guru bimbingan dan konseling (BK), pembimbing tahfidz, maupun konselor Model ini menyediakan struktur intervensi yang tidak hanya aplikatif tetapi juga sensitif terhadap kebutuhan khas siswa tahfidz. Dengan pendekatan ini, sekolah dan madrasah dapat meningkatkan efektivitas program pembinaan siswa melalui layanan yang tidak hanya bersifat kognitif dan teknis, tetapi juga membangun kesadaran spiritual dan nilai komitmen dalam proses belajar. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi teoritis, metodologis, dan praktis yang saling melengkapi, serta membuka ruang pengembangan intervensi psikopedagogis yang lebih adaptif terhadap kompleksitas pendidikan Islam kontemporer. Kesimpulan Penelitian ini membuktikan bahwa layanan bimbingan kelompok dengan pendekatan teknik pemecahan masalah . roblem solvin. memiliki efektivitas yang signifikan dalam meningkatkan motivasi dan disiplin belajar siswa pada konteks pendidikan tahfidz. Intervensi yang diberikan melalui enam sesi sistematis mampu menghasilkan peningkatan skor post-test secara bermakna dibandingkan skor pre-test, sebagaimana dibuktikan oleh uji paired t-test . = 0,. dan efek ukuran besar (CohenAos d = 2,. Temuan ini menguatkan efektivitas pendekatan kelompok dalam menciptakan dinamika reflektif dan penguatan komitmen belajar yang bersifat internal. Secara teoritis, hasil penelitian ini mendukung dan memperluas pemikiran dalam teori self-efficacy Bandura serta pendekatan konseling perkembangan menurut Corey, dengan menggabungkannya dalam kerangka nilai spiritual yang menjadi ciri khas pendidikan Islam. Siswa tahfidz yang terlibat tidak hanya diajak mengenali hambatan akademik, tetapi juga diberdayakan untuk menyusun solusi secara mandiri melalui proses kelompok yang terstruktur. Ini mendorong penguatan efikasi diri, tanggung jawab personal, dan konsistensi perilaku belajar yang disiplin. FIKROTUNA. Jurnal Pendidikan dan Manajemen Islam Volume. 14 Nomor. 02, 2025 Dari sudut pandang praktis, penelitian ini memberikan kontribusi nyata berupa model layanan bimbingan kelompok berbasis problem solving yang dapat direplikasi oleh guru bimbingan dan konseling (BK), pembimbing tahfidz, maupun konselor madrasah. Model ini terbukti responsif terhadap kebutuhan khas siswa tahfidz yang menghadapi tekanan ganda antara target hafalan Al-QurAoan dan tuntutan akademik formal. Dengan penerapan pendekatan ini, lembaga pendidikan Islam dapat merancang intervensi yang tidak hanya berorientasi pada capaian kognitif, tetapi juga pada pembentukan karakter spiritual dan regulasi diri siswa secara utuh. Secara umum, penelitian ini menyumbang secara simultan dalam ranah teoritis dan Di tengah terbatasnya kajian empiris yang mengkaji intervensi psikopedagogis pada konteks tahfidz, penelitian ini memberikan fondasi yang kuat bagi pengembangan model-model konseling berbasis nilai dalam pendidikan Islam modern. Temuan ini diharapkan dapat menginspirasi penelitian lanjutan dan praktik konseling yang lebih adaptif serta kontekstual di lingkungan madrasah dan pesantren. Al Hudani Marpaung. The Effectiveness of Group Guidance with Problem Solving to Increase Motivation and Learning Discipline of Tahfidz Students Bibliography