Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . PERAN KOMITE SEKOLAH DALAM MENCIPTAKAN HUBUNGAN SINERGIS DENGAN KEPALA SEKOLAH DI SEKOLAH DASAR ISLAM PLUS TUNAS BANGSA BANJARNEGARA Sita Amalia 1. Nur Innayah Ganjarjati 2. Kharis 3 1,2,3 STIT Tunas Bangsa Banjarnegara e-mail : ganjar0409@gmail. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui . Peran Komite Sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah di SD Islam Plus Tunas Bangsa Banjarnegara. Faktor pendukung dan penghambat peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah di SD Islam Plus Tunas Bangsa. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni wawancara, observasi dan dokumentasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah kepala sekolah dan beberapa komite sekolah. Dengan menggunakan uji keabsahan data Hasil penelitian menunjukkan bahwa. Peran komite sekolah sebagai badan pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol dan badan penghubung di sekolah, telah diksanakan sesuai dengan porsinya dari masing- masing peranannya, walaupun masih ada beberapa kendala yang harus digaris bawahi. Faktor Pendukungnya ialah pihak sekolah selalu mengundang komite sekolah untuk rapat bersama dan dimintai kebijakan, serta saling menerima argumen dari kedua pihak. Faktor penghambatnya ialah sulitnya mengumpulkan semua anggota komite sekolah untuk melaksanakn rapat karena kesibukan masing-masing, dan kebijakan dinas pendidikan/pemerintah yang tidak bisa ditoleransi sehingga membatasi inovasi kebijakan sekolah dan komite sekolah. Kata kunci: peran komite sekolah, sinergis, kepala sekolah Abstract This study aims to determine . the role of the School Committee in creating a synergistic relationship with the principal at Islamic Elementary School Plus Tunas Bangsa Banjarnegara. Supporting factor and roleAos obstacle of the school committee in creating a synergistic relationship with the principal at Islamic Elementary School Plus Tunas Bangsa Banjarnegar This research used descriptive qualitative research method. The techniques of data collection used are interviews, observation and documentation. The sources of data in this study were the principal and several school committees. By using the validity of the triangulation data test. The results of the study indicate that the role of the school committee as a consideration, supporting,controlling and connector agency in schools has been running well and based on the procedures,although there are still some obstacles that must be The supporting factor is that the school always invites the school committee to join the meetings and asked for policies, and accepts each other of the arguments from both The obstacles factors are the difficulty of gathering all members of the school committee to hold the meetings because of their own busy lives, and the policies of the education agency/government that cannot be tolerated, thus limiting the innovation of school policies and school committees. Keywords: role school committee, synergist, principal Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . PENDAHULUAN Pendidikan merupakan suatu kegiatan dimana terjadi interaksi transfer ilmu pengetahuan antara orang yang mencari pengetahuan . dengan orang yang memberi pengetahuan . , baik berbentuk pengetahuan umum, agama ataupun pengetahuan yang dapat membentuk karakter siswa. Dalam hal ini, yang disebut siswa itu semata-mata tidak hanya dari usia anak-anak saja ataupun remaja saja. , akan tetapi dibagi menjadi beberapa Menurut UU No. 20 tahun 2003 Bab VI Pasal 13 Ayat 1 Jalur pendidikan terdiri atas pendidikan formal, nonformal, dan informal yang dapat saling melengkapi dan Pendidikan formal adalah jalur pendidikan yang terstruktur dan berjenjang yang terdiri atas pendidikan dasa, pendidikan menengah, dan pendidikan tinggi. Pendidikan nonformal adalah jalur pendidikan diluar pendidikan formal yang dapat dilaksanakan secara terstruktur dan berjenjang. Pendidikan informal adalah jalur pendidikan keluarga dan lingkungan (Wahyono, 2. Dalam interaksi antara siswa dan guru perlu adanya suatu tempat untuk melaksanakan proses pendidikan, yang dalam pendidikan formal sering disebut Jika kita telusuri ulang ke belakang hakikat sekolah, maka kita akan menemukan bahwa sekolah itu pada mulanya dijadikan tempat untuk menggali, mengembangkan ilmu pengetahuan kepada para siswa. Sekolah adalah sebuah lembaga yang dirancang untuk pengajaran siswa/murid dibawah pengawasan guru. Sebagian besar negara memiliki sistem pendidikan formal. Dalam sistem ini, siswa kemajuan melalui serangkaian sekolah. Nama-nama untuk sekolahsekolah ini bervariasi menurut negara, tetapi umumnya termasuk sekolah dasar untuk anakanak muda dan sekolah menengah untuk remaja yang telah menyelesaikan pendidikan dasar (Rahmat, 2016:. Sekolah Dasar adalah sebuah organisasi sosial yang mempunyai tujuan yang telah ditetapkan. Tujuan utama sekolah dasar adalah memberikan pendidikan yang berkualitas kepada peserta didik di sekolah dasar. Sekolah dasar memiliki staf sendiri yang merupakan sumber daya manusia yang dimiliki. Sekolah dasar juga memiliki sumber daya sendiri, yaitu terdiri dari finansial, material, dan fisik. Kepala sekolah dasar merupakan manajer di sekolah dasar tersebut. Manajemen sekolah adalah usaha manusia yang bekerja Walaupun kepala sekolah adalah pengelola sekolah, kerjasama guru, orang tua, siswa, dan anggota masyarakat penting agara sekolah tersebut dapat dikelola secara efektif (Arita, 2014:2-. Perlu kita diketahui, pendidikan adalah tanggung jawab bersama antara pemerintah, orang tua, dan masyarakat. Masyarakat terdiri atas kelompok-kelompok dan individu-individu yang berusaha menyelenggarakan pendidikan atau membantu usaha-usaha Dalam masyarakat terdapat berbagai organisasi penyelenggara pendidikan, organisasi keagamaan, organisasi kepramukaan, organisasi politik, organisasi sosisal, organisasi olahraga, atau organisasi kesenian yang bergerak dalam usaha pendidikan. Dalam masyarakat juga terdapat individu-individu atau pribadi-pribadi yang bersimpati terhadap pendidikan di sekolah. Upaya Kepala Sekolah dalam mengembangkan Pendidikan di Sekolah, baik terkait kegiatan akademik maupun non akademik, salah satunya yaitu menjalin kerjasama dengan orang tua dan masyarakat. Sekolah bukanlah suatu lembaga yang terpisah dari masyarakat. Sekolah merupakan lembaga yang bekerja dalam konteks sosial. Sekolah mengambil siswanya dari masyarakat setempat sehingga keberadaanya bergantung dari dukungan sosial Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . dan finansial masyarakat. Oleh karena itu, hubungan sekolah dan masyarakat merupakan salah satu komponen penting dalam keseluruhan kerangka penyelenggaraan pendidikan. Hubungan sekolah dengan masyarakat sangat besar manfaatnya bagi kepentingan pembinaan dukungan moral dan material terhadap kegiatan di sekolah. Aspirasi mereka ditampung dalam lembaga yang dikenal dengan dewan pendidikan dan komite sekolah. Sedangkan bagi masyarakat dapat mengetahui berbagai hal mengenai sekolah dan pengembangan yang dihasikan . udarto, 2019: . Peran kepala sekolah pada tingkat sekolah dasar, sebagai figur kunci dalam mendorong perkembangan dan kemajuan sekolah. Kepala sekolah tidak hanya meningkatkan tanggung jawab dan otoritasnya dalam program-program sekolah, kurikulum dan keputusan personal, tetapi juga memiiki tanggung jawab untuk meningkatkan akuntabilitas keberhasilan siswa dan programnya. Kepala sekolah harus pandai dalam memimpin kelompok dan pendelegasian tugas serta wewenang. Sementara itu, menurut Wohlstetter dan Mohrman peran kepala sekolah dalam MBS (Manajemen Berbasis Sekola. salah satunya yaitu sebagai lision atau penghubung sekolah dengan dunia di luar sekolah, kepala sekolah harus membawa ide-ide baru dan hasil-hasil penelitian ke sekolah, terutama yang terkait dengan pengajaran dan pembelajaran. Kepala sekolah juga mengkomunikasikan kemajuan dan hasil-hasil yang telah dicapai di sekolah kepada stakeholder di luar sekolah (Nurkolis, 2003:119-. Kepala sekolah merupakan tombak dalam berjalanya program pendidikan di suatu sekolah, karena kepala sekolah sebagai pemimpin yang berwenang memberikan kebijakan atas program yang ada di sekolah. Akan tetapi program sekolah tidak akan berjalan lancar apabila tidak mendapat dukungan masyarakat. Oleh karena itu pemimpin sekolah perlu terus menerus membina hubungan yang baik antara sekolah dan masyarakat. Sekolah perlu banyak memberi informasi kepada masyarakat tentang program-program dan problemproblem yang dihadapi, agar masyarakat mengetahui dan memahami masalah-masalah yang dihadapi sekolah. Harapannya yaitu tumbuhnya rasa simpati dan partisipasi masyarakat. Peran para orang tua siswa dalam MBS adalah menerima pelayanan yang berkualitas melalui siswa-siswi yang menerima pendidikan yang mereka butuhkan. Peran orang tua sebagai partner dan pendukung. Mereka dapat berpartisipasi dalam proses sekolah, mendidik siswa secara kooperatif, berusaha membantu perkembangan yang sehat kepada sekolah dengan memberi sumbangan sumber daya informasi, mendukung dan melindungi sekolah pada saat mengalami kesulitan dan krisis (Nurkholis, 2003: . Ini berarti, segala program yang dilakukan dalam kegiatan hubungan sekolah dengan masyarakat harus mengacu pada peningkatan kualitas pembelajaran, kualitas hasil belajar dan kualitas pertumbuhan atau perkembangan peserta didik. Apabila hal tersebut dapat kita lakukan, maka persepsi masyarakat tentang sekolah akan dapat dibangun secara optimal. Berbicara tentang hubungan sekolah dengan masyarakat tentunya tidak lepas dari Komite Komite sekolah adalah badan mandiri yang mewadahi peran serta masyarakat dalam rangka meningkatkan mutu, pemerataan dan etisiensi pengelolaan pendidikan di satuan pendidikan, baik pada pendidikan pra sekolah, jalur pendidikan sekolah maupun pendidikan luar sekolah. Nama badan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan daerah masing-masing satuan pendidikan, seperti Komite Sekolah. Komite pendidikan. Komite Pendidikan luar sekolah. Dewan sekolah,Majelis sekolah (Kemendikbud RI UU 044/2/20. Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . Sekolah Dasar Islam Plus Tunas Bangsa Bajarnegara (SDIP), merupakan sekolah dasar di bawah naungan Yayasan An Nahdla. SDIP Tunas Bangsa telah memiliki komite sekolah yang beranggotakan wali murid dan tokoh masyarakat. Keanggotaan komite sekolah SDIP dipilih dan dikukuhkan melalui rapat wali murid perwakilan dari semua kelas . s/d . Aturan kerja komite sekolah telah disepakati oleh pihak sekolah dengan komite sekolah dalam menjalankan peran dan fungsinya. Berdasarkan Observasi awal. Menurut Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum Ustadzah Endang Sofiatun. Pd . Sekolah Dasar Islam Plus Tunas Bangsa, pengaruh dan tujuan komite sekolah terhadap perkembangan SDIP Tunas Bangsa adalah, mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pendidikan di SDIP, meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan, menciptakan suasana dan kondisi transparan, akuntabel, dan demokratis dalam penyelenggaraan dan pelayanan pendidikan yang bermutu di SDIP Tunas Bangsa. Berdasarkan wawancara dengan kepala sekolah, komite sekolah yang sudah dibentuk oleh kepala sekolah melalui musyawarah belum maksimal peranya secara penuh dalam berkerjasama dengan kepala sekolah. Jika diundang untuk rapat komite sekolah, anggota komite hanya beberapa orang yang hadir, sehingga kurang memberikan pertimbangan yang sesuai dalam penentu dan pelaksana pendidikan. Sementara, dari tujuan dibentuknya komite sekolah adalah untuk mewadahi dan menyalurkan aspirasi dan prakarsa masyarakat dalam melahirkan kebijakan operasional dan program pedidikan di satuan pendidikan, meningkatkan tanggung jawab dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan. Selain itu, komite sekolah juga dapat memberikan bantuan berwujud material, pemikiran, ide, dan gagasan-gagasan inovatif demi kemajuan suatu satuan pendidikan. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara, dan mengetahui faktor-faktor yang menghambat peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara. METODE PENELITIAN Metode penelitian ini menggunakan metode kualitatif yang sering disebut metode penelitian naturalistik karena penelitianya dilakukan pada kondisi yang alamiah . atural (Sugiyono,2016:. Penelitian kualitatif ditujukan untuk memahami fenomenafenomena sosial dari sudut atau perspektif partisipan. Partisipan adalah orang-orang yang diajak berwawancara, diobservasi, diminta memberikan data, pendapat pemikiran, persepsinya (Sukmadinata, 2020: . Penelitian ini dilaksanakan di SD Islam Plus Tunas Bangsa Banjarnegara yang terletak di Jl. Kalisemi Indah No. Parakancanggah. Kec. Banjarnegara. Kab. Banjarnegara. Penelitian akan dilaksanakan pada tanggal 21 Juni Ae 10 Juli 2021. Subjek utama dalam penelitian ini adalah Kepala Sekolah, dan Anggota Komite Sekolah,SD Islam Plus Tunas Bangsa Banjarnegara. Menurut sumber data utama dalam penelitian kualitatif ialah kata-kata, dan tindakan, selebihnya adalah data tamban seperti dokumen dan lain-lain Lofland dan lofland . Berkaitan dengan hal itu pada bagian ini jenis datanya dibagi ke dalam kata-kata dan tindakan, sumber data tertuli, foto, dan statistik (Moleong, 2019: . Data primer merupakan data sumber utama berupa kata-kata dan tindakan, yang bisa diperoleh dengan wawancara dan observasi dalam penelitian ini di Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . data primer yakni Kepala Sekolah SDIP Tunas Bangsa Bajarnegara, wakil Kepala Sekolah SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara, komite Sekolah SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara. Data sekunder diperoleh dari data tidak langsung yang biasanya berupa data dokumentasi dan arsip-arip atau data yang diperoleh peneliti dari sumber yang sudah ada yakni absensi Rapat komite sekolah, dokumentasi peran komite sekolah, struktur organsasi SDIP Tunas Bangsa. Penelitian ini meggunakan tiga tehnik pengumpulan data, yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Triangulasi adalah teknik pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain. Di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data itu (Moleong, 2019: . Menurut Sugiyono . 6: 273. Triangulasi dalam pengujian kreadibilitas ini diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpulan data, dan waktu. Analaisis data yang dipakai memakai pendekatan Miles & Huberman . 2: . bahwa analisis terdiri dari tiga alur kegiatan yang terjadi secara bersamaan yaitu: reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan/verifikasi. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara merupakan salah satu faktor tercapainya program sekolah yang berkaitan dengan wali murid atau masyarakat sekitar. Wali Murid yang sudah terpilih menjadi komite sekolah berdasarkan kesepakatan beberapa pihak, memiliki tugas dan peranan khusus dibandingkan dengan wali murid yang lain. Komite sekolah dibentuk agar terdapat kelompok dari wali murid/ masyarakat yang fokus, aktif dalam memberikan argumen ataupun masukan kepada pihak sekolah terkait dengan kebijakan sekolah. Sebagaimana wawancara dengan Ustadzah Elviera Zulfida. Pd . 1, 06 Agustus pukul 11:. selaku kepala sekolah SDIP mengatakan bahwa: AuHampir semua kegiatan/kebijakan di sekolah melibatkan komite sekolah, kegiatan yang melibatkan komite sekolah contohnya khataman, harlah, field trip dll, mengenai kebijakan lebih banyak dari sekolah kemudian komite sekolah ACC dan tetap dimintai pendapat akan tetapi keputusan akhir dari sekolahAy. kegiatan yang ada di sekolah tidak 100% ditentukan dari sekolah, tetapi juga melalu musyawarah dengan wali murid/komite sekolah sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan persetujuan. Peran komite sekolah sebagai badan pertimbangan disini dalam mempertimbangkan suatu keputusan yang dimintai oleh sekolah dengan cara mengumpulkan perwakilan wali murid tiap jenjng untuk dimintai voting, dan hasil terbanyak dari hasil voting tersebut yang akan disampaikan ke pihak sekolah. Di SDIP Tunas Bangsa tidak hanya kebijakan sekolah yang melibatkan komite sekolah, akan tetapi ada beberapa kegiatan yang melibatkan komite sekolah secara langsung. Seperti yang disampaikan oleh ketua komite sekolah Bapak pukul Andi Prasetya pada . 1, 22 Agustus 13:. waktu wawancara , bahwa: Auada beberapa kegiatan sekolah yang melibatkan komite sekolah diantaranya: Setiap rapat yang berhubungan dengan wali murid dan rencana/kegiatan di sekolah Temu wali murid dan pihak sekolah sekaligus pengajian rutin di masjid sekolah Pelepasan dan perpisahan siswa kelas 6 Kegiatan lain di waktu senggang seperti family Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . gathering bagi seluruh wali murid. Aykomite sekolah sangat berperan dalam mendukung kegiatan-kegiatan sekolah, baik untuk dimintai kebijakan/masukan, ataupun terjun langsung untuk masuk kepanitiaan. Peran selanjutnya yakni Komite Sekolah Sebagai Badan Pengontrol Bapak Andi Prasetya . 1, 22 Agustus pukul 13:. menyebutkan bahwa upaya komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah, khususnya dalam berperan sebagai badan pengontrol perannya ialah : AuDengan adanya komunikasi dan melihat bersama skedul atau kegiatan selama pembelajaran 1 tahun anggaran serta kegiatan atau acara lainnya, mana yang sudah cukup mana yang masih perlu ditambah mewakilli wali murid sekalian dan meminta kepada kepala sekolah agar setiap kebijakan atau rencana kegiatan agar pengurus komite sekolah dapat diikutkan dalam rapat ataupun pemberitahuan baik tertulis ataupun AyPeran sebagai badan pengontrol dari komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah adalah komunikasi yang baik. Komite sekolah sangat berpengaruh terhadap perbaikan sekolah, yaitu melalui pengawasan dari komite sekolah berdasarkan kritik dan saran dari wali murid yang nantinya akan disampaikan kepada pihak sekolah untuk ditindak lanjuti dan tentunya untuk memperoleh solusi terbaik agar tujuan dan program sekolah dapat tercapai. Selain itu masing-masing pihak memperhatikan rencana kegiatan tahunan, saling bekerja sama dan saling menyampaikan apa yang menjadi anganangan untuk kemajuan sekolah. Peran selanjutnya yakni sebagai Badan Penghubung. Komite sekolah harus mampu menjadi ladang untuk menyalurkan aspirasi masyarakat dalam pembentukan programprogram operasional sekolah. Dalam hal ini komite sekolah SDIP Tunas Bangsa harus mampu melaksanakan tugasnya sebagai penghubung/penyalur aspirasi masyarakat demi kebaikan bersama, karena kemajuan sekolah tidak hanya dipengaruhi oleh pihak dalam lembaga akan tetapi juga dipengaruhi oleh pihak luar lembaga. Sebagaimana wawancara dengan Wakil Komite sekolah Ibu Walmiyati . 1, 27 Agustus pukul 14:. , beliau mengatakan bahwa: AuKita . sebagai jembatan kan terima istilahnya ada masukan dari wali murid nanti kita ke sekolah berbincang-bincang dengan ustadzah sofi, kemudian ustadzah sofi yang menyampaikan kepada kepala sekolah, selanjutnya apabila dari masukan tersebut kepala sekolah memerlukan tindak lanjut untuk menentukan kebijakan bersama berarti nanti dibahas pada waktu rapat rutinan dengan sekolah. Ay Peran komite sekolah adalah tujuan dibentuknya komite sekolah, yaitu salah satunya sebagai badan penghubung antara masyarakat dengan pihak sekolah. Dalam melaksanakan tugasnya sebagai komite sekolah harus mampu menjalin hubungan yang baik dengan kedua Seperti yang disampaikan oleh Bapak Andi Prasetya . 1, 22 Agustus pukul 13:. ketika diwawancarai yaitu : AuProsedur dalam penyampaian aspirasi ataupun persetujuan dari wali murid ke sekolah, biasanya dari sekolah memberikan angket untuk diisi oleh wali murid melalui komite, setelah itu komite menyerahkan kembali kepada kepala sekolahAy Kepala sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan komite sekolah yaitu dengan cara mengadakan temuan rutin antara pihak sekolah dengan komite sekolah dan wali murid, melaksanaan koordinasi setiap akan mengadakan kegiatan yang melibatkan pihak luar, dan bahkan dengan meningkatkan hubungan personalia antara kepala sekolah dengan ketua Komite sekolah di SDIP Tunas Bangsa anggotanya sebagian besar dari wali murid Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . yang setiap harinya sering aktifitas antar jemput anak, tujuanya untuk memudahkan komite sekolah dalam melaksnakan perannya sebagai badan penghubung berkomunikasi langsung dengan kepala sekolah ataupun pihak sekolah yang lain . Komite sekolah SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara dalam melaksanakan perannya tentunya dipengaruhi oleh beberapa faktor, yaitu faktor yang pendukung dan faktor yang Seperti yang disampaikan oleh kepala sekolah Ustadzah Elviera Zulfida. Pd. I . 1, 06 Agustus pukul 11:. bahwa: Aukomite sekolah dalam pelaksanaan perannya belum begitu maksimal kalau dipresentase sekitar baru 75%, itu karena kendala banyak pengurus komite yang mempunya kesibukan untuk mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Ay Komite sekolah dalam menjalankan perannya mempunyai faktor penghambat internal yaitu dari anggota komite itu sendiri, yang sulit hadir bersama untuk rapat rutinan ataupun rapat tertentu dalam menentukan kebijakan bersama, karena faktor kesibukan masing-masing anggota. Komite sekolah dalam melaksanakan perannya terdapat faktor penghambat eksternal yaitu dari Dinas Pendidikan atau Kabupaten yang apabila memberikan kebijakan atau keputusan harus dapat diikuti oleh sekolah dan adanya wabah pandemi yang membatasi kegiatan antara komite sekolah dengan pihak sekolah. Salah satu kebijakan yang memang harus dipatuhi yaitu terkait dengan pandemi saat ini yang belum memperbolehkan pembelajaran disekolah, sehingga membuat komite kurang maksimal dalam melaksanakan perannya karena bagaimanapun masalah disekolah dan diluar sekolah harus mengikuti kebijakan Dinas dan Pemerintah. Kepala sekolah juga menyampaikan bahwa selama pandemi saat ini kegiatan sekolah yang melibatkan komite sekolah secara langsung tidak bisa dilaksanakan, karena faktor peraturan prokes yang tidak diperbolehkannya berkerumun dan mengumpulan banyak masa. Selain Faktor penghambat, terdapat juga faktor pendukung komite sekolah dalam menjalankan perannya. Disampaikan oleh ketua komite sekolah Bapak Andi Prasetya . 1, 22 Agustus pukul 13:. AuFaktor pendukung yaitu adanya undangan atau permintaan dari pihak sekolah setiap ada rapat untuk penentuan kebijakan, rencana pelaksanaan kegiatan atau acara serta hal-hal lain yang membutuhkan saran dan pendapat dari komite sekolah. Ay Faktor pendukung peran komite sekolah di SDIP Tunas Bangsa adalah dari pihak sekolah yang selalu mengikut sertakan komite sekolah untuk andil dalam menentukan kebijakan sekolah, serta anggota komite sekolah sebagian besar sudah menggunakan alat komunikasi yang canggih sehingga komite sekolah akan lebih mudah melaksanakan perannya dan ikut andil dalam mensukseskan visi dan misi sekolah. Komite Sekolah dalam menjalankan perannya memiliki faktor penghambat dan pendukung. Salah satu faktor penghambatnya yaitu susahnya mengumpulkan keseluruhan komite sekolah untuk melaksakan rapat bersama, dan kebijakan Dinas pendidikan atau pemerintah yang tidak bisa ditoleransi. Sedangkan faktor pendukungnya yaitu pihak sekolah selalu mengundang komite sekolah untuk rapat bersama dan dimintai kebijakan. Peran Komite Sekolah dalam Menciptakan Hubungan Sinergis dengan Kepala Sekolah di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara merupakan upaya komite sekolah dalam melaksanakan perannya dengan baik. Selain itu bagaimana komite sekolah bisa menciptakan hubungan yang baik dengan pemimpin sekolah. Berdasarkan kajian sumber menurut Syamsuddin yang menyebutkan bahwa peran komite sekolah ada 4, yaitu sebagai badan Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . pertimbangan, badan pendukung, badan pengontrol dan badan penghubung. Dengan sumber dari syamsuddin maka Peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah telah diterapkan melalui perannya. Peran komite sekolah sebagai badan pertimbangan di SDIP Tunas Bangsa yaitu dengan ikut serta dalam penentuan kebijakan Serta memberi masukan terhadap kebijakan sekolah dalam perancanaan kegiatan sekolah, memberikan masukan apa saja yang dapat memperlancar proses kegiatan dan yang kurang sesuai. Keputusan komite sekolah biasanya langsung disampaikan kepada kepala sekolah maupun melalui forum rapat. Untuk menentukan keputusan bersama komite sekolah sering mengadakan voting dengan wali murid perwakilan perjenjang demi mendapatkan hasil keputusan yang akan disampaikan ke pihak sekolah. Peran komite sekolah sebagai badan pertimbangan kebijakan sekolah apabila dapat dijalankan dengan maksimal maka tentunya akan meningkatkan kesinergisan antara komite sekolah dengan kepala sekolah, dan apabila dari kedua pihak dapat bersinergis maka akan mempermudah memperoleh keputusan sesuai yang di harapkan. Sesuai dengan teori yang diungkapkan oleh Syamsuddin . bahwa Komite sekolah sebagai badan pertimbangan berperan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan pendidikan ditingkat satuan pendidikan, minimal dalam memberikan masukan, pertimbangan dan rekomendasi kepada satuan pendidikan untuk meningkatkan kualitas Komite sekolah sebagai badan pertimbangan mempunyai tiga fungsi yaitu memberikan pertimbangan dalam perencanaan sekolah, pelaksanaan program pendidikan, dan pengelolaan sumber daya pendidikan. Komite sekolah sebagai badan pendukung di SDIP Tunas Bangsa dengan mendukung kegiatan siswa di sekolah yang berkaitan dengan Dukungan yang dilakukan komite sekolah berupa finansial, membantu proses belajar siswa ketika dirumah, mendukung penuh program pembeljaran di sekolah dengan mengisi buku kontrol belajar siswa dan memberikan dukungan kepada siswa untuk melaksanakan kebijkan yang ada di sekolah. Selain itu komite juga mengikuti kegiatankegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat/wali murid ataupun ikut andil dalam Kegiatan yang melibatkan komite sekolah diantaranya family gathering, peringatan hari lahir sekolah maupun pelepasan kelas 6 atau akhirus sanah. Komite sekolah sebagai badan pendukung berperan dalam memberikan dukungan terhadap sekolah dapat berwujud finansial, pemikiran, atau tenaga dalam penyelenggaraan, minimal dalam mendorong tumbuhnya perhatian dan komitmen masyarakat terhadap penyelenggaraan pendidikan yang bermutu. Komite sekolah berperan dalam memberikan dukungan terhadap peningkatan kualitas pengajaran dan pembelajaran. Komite sekolah sebagai badan pengontrol di SDIP Tunas Bangsa, yaitu yang pertama komite sekolah harus mengetahui jadwal kegiatan selama pembelajaran 1 tahun baik berkaitan dengan pembelajaran, anggaran ataupun kegiatan lain yang sudah direncanakan oleh sekolah. Kedua, komite sekolah mengevaluasi program, kegiatan/kebijakn sekolah yang sudah terlaksana dengan melihat situasi pihak luar sekolah terkait kritik dan saran masyarakat yang tentunya untuk memberi masukan yang lebih baik. Komite sekolah sebagai badan pengontrol melakukan perannya dalam menyetujui dan memantau kegiatan penggalangan dana untuk sekolah, membantu dalam sistem monitoring dan evaluasi standar di sekolah, dan memantau pelaksanaan rekomendasi dalam laporan kinerja sekolah. Komite Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . sekolah sebagai badan pengontrol mempunyai tiga fungsi yaitu mengontrol perencanaan pendidikan di sekolah, memantau pelaksanaan program sekolah, dan memantau output Peran komite sekolah sebagai badan penghubung di SDIP Tunas Bangsa, yaitu dengan komite sekolah menyampikan aspirasi masyarakat kepada pihak sekolah. Komite sekolah benar-benar menjadi wadah untuk menampung masukan, kritik dan saran masyarakat baik dalam program sekolah, pelaksanaan program, maupun evaluasi program yang telah dilaksanakan. Prosedur penyampaian aspirasi yang dilakukan komite sekolah dengan cara mengumpulkan masukan dari wali murid melalui rapat rutinan komite sekolah, kemudian hasil rapat disampaikan kepada pihak sekolah. Apabila pihak sekolah akan mengadakan kegiatan yang sangat membutuhkan persetujuan wali murid, dari pihak sekolah memberikan angket kepada komite sekolah untuk dibagikan kepada wali murid, setelah angket terisi kemudian komite sekolah mengembalikan kepada pihak sekolah. Komite sekolah sebagai badan penghubung berperan dalam membantu pertemuan antara wali peserta didik dengan guru dan mengadakan pertemuan rutin setiap bulan dengan semua anggota komite sekolah. Komite sekolah sebagai badan penghubung mempunyai tiga fungsi yaitu menjadi penghubung antara masyarakat dengan sekolah dalam perencanaan pendidikan, pelaksanaan program sekolah, dan pengelolaan sumber daya pendidikan. Dari Peran komite sekolah yang dilakukan di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara memiliki faktor penghambat dan pendukung proses pelaksanaannya. Berdasarkan analisis peneliti, sesuai dengan kajian sumber menurut Sri Panjastuti dalam bukunya lelah disebutkan faktor pendukung dan penghambat peran komite sekolah. Salah satu faktor penghambat peran komite sekolah menurut Sri Panjastuti adalah karena pelaksanaan dan fungsi komite sekolah tidak selalu dapat memenuhi harapan tersebut, dan di satu pihak ada komite yang hanya mengekor/mengikuti apa yang diprogramkan sekolah, sehingga komite sekolah tidak memiliki ide kreatif dan gagasan inovatif untuk meningkatkan hasil belajar Sesuai landasan tersebut di SDIP faktor pengambat peran komite sekolah antara lain sulitnya mengumpulkan semua anggota komite sekolah untuk mengikuti rapat sehingga hasilnya kurang memenuhi harapan, dan adanya kebijakan dinas pendidikan/pemerintah yang tidak bisa ditoleransi sehingga membatasi inovasi dari komite sekolah, serta membatasi terlaksananya program sekolah dan komite sekolah. Selain itu faktor pendukung Peran Komite Sekolah menurut Sri Panjastuti yaitu pembentukan komite sekolah yang demokratis, transparan, dan akuntabel. Pemilihan anggota komite sekolah di SDIP Tunas Bangsa dilaksanakan secara transparan di depan wali murid, masyarakat dan anggota sekolah, demokratis dengan memilih suara terbanyak sebagai ketua dan akuntabel, pemilihan komite sekolah dapat dipertanggungjawabkan. Adapun faktor pendukung yang lain dalam pelaksaan peran komite sekolah ialah Anggota komite sebagian besar sudah menggunakan HP berbasis Android sehingga memudahkan komunikasi, dan pihak sekolah selalu mengundang komite sekolah untuk rapat bersama dan dimintai kebijakan. Jurnal An-Nahdla. Volume. Nomor. Edisi. Nama Penulis. Judul Artikel ISSN . SIMPULAN Setelah peneliti mengadakan penelitian dan menganalisis data yang telah didapat, baik bersifat teori maupun lapangan dengan pembahasan skripsi yang berjudul Peran Komite Sekolah Dalam Menciptakan Hubungan Sinergis Dengan Kepala Sekolah Di Sekolah Dasar Islam Plus Tunas Bangsa Banjarnegara, maka dapat disimpulkan bahwa peran komite sekolah di SDIP Tunas Bangsa Banjarnegara adalah: Komite sekolah sebagai badan pertimbangan diimplemetasikan dengan ikut serta dalam penentuan kebijakan sekolah serta memberi masukan terhadap kebijakan sekolah yang kurang sesuai baik langsung disampaikan kepada kepala sekolah maupun melalui forum Komite sekolah sebagai badan pendukung, diimplementasikan dengan mengikuti kegiatankegiatan sekolah yang melibatkan masyarakat/wali murid ataupun ikut andil dalam Komite sekolah sebagai badan pengontrol, diimplementasikan dengan melihat situasi pihak luar sekolah terkait kritik dan saran masyarakat terhadap kebijakan sekolah dan mengevaluasi kegiatan/kebijakan yang telah dilaksanakan. Komite sekolah sebagai badan penghubung, diimplementasikan dengan aktifnya komite dalam menyampaikan aspirasi masyarakat kepada kepala sekolah atau pihak sekolah. Dalam Proses pelaksanaan peran komite sekolah di SDIP terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi. Faktor pendukung implementasi peran komite sekolah dalam menciptakan hubungan sinergis dengan kepala sekolah adalah anggota komite sudah menggunakan HP berbasis Android sehingga memudahkan komunikasi, pihak sekolah selalu mengundang komite sekolah untuk rapat bersama dan dimintai kebijakan, serta saling menerima argumen dari kedua pihak. Sedangkan faktor penghambatnya adalah sulitnya mengumpulkan semua anggota komite sekolah untuk melaksanakn rapat karena kesibukan masing-masing, dan kebijakan dinas pendidikan/pemerintah yang tidak bisa ditoleransi sehingga membatasi inovasi kebijakan sekolah dan komite sekolah. DAFTAR PUSTAKA