Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 PENGARUH KOMPETENSI DAN LINGKUNGAN KERJA FISIK TERHADAP KINERJA PERAWAT RUMAH SAKIT MEDIKA SANGATTA Alifia Kharisa Rifqarini1. Meita Sondang Riski2 Email : kharismaalifia91@gmail. com1, meitasondang@yahoo. Manajemen. STIE Nusantara Sangatta Manajemen. STIE Nusantara Sangatta Abstrak Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kinerja perawat bagian rawat inap Rumah Sakit Medika Sangatta. Metode Artikel Info analisis yang digunakan adalah regresi linier berganda Sejarah Artikel: dimana datanya diolah dengan menggunakan aplikasi Diterima: 17 September 2024 pemrograman komputer SPSS (Statistical Program For Selesai Revisi: 30 September 2024 Social Scienc. Dari hasil analisis pembahasan Dipublikasi: Oktober 2024 nilai korelasi R sebesar 0,733 dan koefisien determinasi R 2 Kata Kunci: kompetensi, sebesar 0,537 memberikan gambaran bahwa hubungan lingkungan kerja fisik, kinerja antara variabel kompetensi (X. dan lingkungan kerja fisik (X. secara bersama-sama terhadap kinerja perawat (Y) Rumah Sakit Medika Sangatta tergolong kuat. Berdasarkan nilai koefisien regresi masing-masing variabel tersebut, maka hubungan fungsional antara variabel independen terhadap variabel dependen dapat diformulasikan dalam persamaan regresi Y = 2,567 0,694 X 1 0,139 X2. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pengaruh variabel kompetensi, lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta baik secara parsial maupun secara bersama-sama . adalah signifikan. Kata kunci : kompetensi, lingkungan kerja fisik, kinerja PENDAHULUAN Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI Indonesia, 2. mendefinisikan kompetensi sebagai kemampuan yang dimiliki sesorang untuk melakukan pekerjaan didasari oleh pengetahuan, keterampilan dan sikap, sesuai dengan petunjuk kerja yang ditetapkan serta dapat terobservasi. Dalam penelitian di RS (Rumah Saki. Medika Sangatta, peneliti memilih variabel kompetensi dan lingkungan kerja fisik dikarenakan ingin mengetahui pengaruhnya terhadap kinerja perawat. Terkait dengan masalah kompetensi, peneliti melakukan observasi pada RS Medika Sangatta. Jumlah perawat dilihat pendidikannya lebih banyak perawat yang berpendidikan Diploma 3 dari pada Sarjana. Berikut di bawah ini disajikan data perawat pada RS Medika Sangatta. Tabel 1. Jumlah Perawat Bagian Rawat Inap RS Medika Sangatta, 2024 Jenis Kelamin Pendidikan Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 Laki Ae Laki Perempuan Total Perawat 172 Sumber : RS Medika Sangatta . Perawat yang diteliti adalah perawat di bagian rawat inap RS Medika Sangatta. Selain jenjang pendidikan, peneliti menemukan beberapa perawat memiliki watak yang kurang ramah terhadap pasien, cenderung menginginkan pasien cepat keluar dari rumah sakit. Sering kali perawat mengatakan pasien sudah lama di rumah sakit dan harus pulang ke rumah. Pengobatan bisa dilakukan rawat jalan. Disamping meneliti kompetensi, penulis juga meneliti lingkungan kerja fisik perawat pada RS Medika Sangatta. Perawat rawat inap bekerja di lokasi kerja yang disebut nurse station. Lokasi kerja perawat merupakan tempat perawat berkumpul, membagi tugas dalam melayani pasien, mencatat rekam medis, diskusi dengan perawat lain dan dokter dan lainnya. Sedangkan tanggung jawab perawat dalam melayani pasien rawat inap dibagi berdasarkan departemen yang terdiri dari banyaknya jumlah kamar rawat inap. Satu kamar terbagi lagi menjadi beberapa tempat tidur untuk pasien. Pembagian kamar rawat inap berdasarkan kelas kamarnya (Kelas I. II, i atau VIP). Hasil pengamatan awal penulis, ruang nurse station tidak terlalu luas. Perawat memliki fasilitas meja panjang dan kursi untuk bekerja. File-file pasien disusun di atas meja kerja Di ruangan tersebut juga banyak disimpan obat-obatan dan peralatan kesehatan seperti infus, stateskop, alat pengukur tensi dan masih banyak lainnya yang di simpan dalam rak Jika perawat ingin istirahat biasanya mereka duduk di kursi kerjanya sambil makan atau Pada nurse station tidak memiliki ruangan untuk shalat dan beristirahat pada saat malam 1 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang masalah yang ada, maka penulis menentukan rumusan masalah sebagai berikut: Apakah kompetensi berpengaruh terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta? Apakah lingkungan kerja fisik berpengaruh terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta? Apakah kompetensi dan lingkungan kerja fisik secara simultan . ersama-sam. berpengaruh terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta? 2 Tujuan Penelitian Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Medika Sangatta: (Alifia Khansa Rifqarini. Meita Sondang Risk. Berdasarkan latar belakang masalah dan rumusan masalah yang ada, maka penulis menentukan tujuan penelitian sebagai berikut : Menganalisis pengaruh kompetensi terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta Menganalisis pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta Menganalisis pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik secara simultan . terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta KAJIAN TEORI 1 Kompetensi Suparno . menjelaskan pengertian kompetensi adalah kecakapan yang memadai dalam melakukan suatu tugas atau sebagai memiliki keterampilan dan kecakapan yang diisyaratkan. Klemp . alam Edison et al. , 2016:. menulis kompetensi adalah karakteristik yang mendasari seseorang dalam menghasilkan pekerjaan yang efektif dan/atau kinerja yang unggul. Sedangkan Edison et al. menerangkan kompetensi adalah kemampuan individu untuk melaksanakan suatu pekerjaan dengan benar dan memiliki keunggulan yang didasarkan pada hal-hal yang menyangkut pengetahuan . , keahlian . , dan sikap . Indikator kompetensi menurut Spencer . alam Moeheriono, 2014:. Watak Dorongan untuk lebih melatih karakteristik mental karyawan, agar dapat lebih memenuhi peraturan yang ada di dalam organisasi atau instansi. Motif Dorongan dalam bekerja agar dapat lebih giat lagi dalam bekerja, guna memenuhi keinginan dan kebutuhan karyawan. Konsep Diri Dorongan untuk berpenampilan, tutur bahasa, dan perilaku yang baik di dalam instansi. Pengetahuan Dorongan untuk para karyawan agar dapat memperluas pengetahuan tentang tugas atau pekerjaan yang diberikan instansi. Keterampilan Dorongan untuk setiap karyawan memiliki keterampilan dalam bekerja agar mendapatkan hasil kerja yang baik. Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 Lingkungan Kerja Fisik Suwatno dan Priansa . menjelaskan lingkungan kerja fisik adalah yang berada disekitar pekerja itu sendiri. Kondisi di lingkungan kerja dapat mempengaruhi kepuasan kerja karyawan meliputi : Rencana Ruang Kerja Meliputi kesesuaian pengaturan dan tata letak peralatan kerja. Hal ini berpengaruh besar terhadap kenyamanan dan tampilan kerja para karyawan. Rancangan Pekerjaan Meliputi peralatan kerja dan prosedur kerja atau metode kerja, peralatan kerja yang tidak sesuai dengan pekerjaan akan mempengaruhi kesehatan hasil kerja karyawan. Kondisi Lingkungan Kerja Penerangan dan kebisingan sangat berhubungan dengan kenyamanan para pekerja dalam Sirkulasi udara, suhu ruangan dan penerangan yang sesuai sangat berpengaruh terhadap kondisi seseorang dalam menjalankan tugasnya. Tingkat Visual Privacy dan Acoustical Privacy Dalam tingkat pekerjaan tertentu membutuhkan tempat kerja yang dapat memberi privasi bagi Yang dimaksud privasi disini adalah sebagai keleluasan pribadi terhadapa halhal yang menyangkut dirinya dan kelompoknya. Sedangkan acoustical privasi berhubungan dengan pendengaran Yang menjadi indikator lingkungan kerja fisik menurut Sedarmayanti . adalah sebagai berikut : Penerangan Karyawan yang terlibat dalam pekerjaan sepanjang hari rentan terhadap ketegangan mata yang disertai dengan keletihan fisik dan metal, sehingga penerangan yang baik dapat memberikan ketenangan dan kesegaran dalam bekerja. Penerangan dalam hal ini tidak hanya terbatas pada penerangan listrik tetapi juga penerangan matahari. Suhu Udara Suhu udara atau sirkulasi udara sangat mempengaruhi karyawan secara fisik di dalam bekerja, dengan suhu yang sejuk karyawan akan nyaman dalam mengerjakan pekerjaannya dan sebaliknya jika suhu udara panas dan tidak ada sirkulasi udara maka karyawan akan merasa gerah dan tidak nyaman sehingga tidak dapat bekerja secara maksimal. Kebisingan Bunyi suara kebisingan dapat mengganggu konsentrasi karyawan dalam bekerja, karena suara yang timbul bisa membuat pikiran karyawan tidak fokus dan terganggu, karena saat bekerja Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Medika Sangatta: (Alifia Khansa Rifqarini. Meita Sondang Risk. karyawan membutuhkan ketenangan dan keheningan agar pikiran lebih fokus dan optimal dalam menyelesaikan pekerjaannya . Penggunaan Warna Warna ruangan berpengaruh terhadap kemampuan mata melihat objek dan memberi aspek psikologis dan perasaan kepada karyawan, karena warna ruangan bisa menimbulkan semangat kerja atau sebaliknya dapat menimbulkan rasa kurang menyenangkan bagi karyawan sehingga semangat kerja menurun dan kinerja karyawan tersebut juga akan menurun. Ruang Gerak Tata ruang kerja yang baik adalah yang dapat mencegah timbulnya gangguan keamanan dan keselamatan kerja, juga tidak membatasi ruang gerkak karyawan dalam bekerja sehingga karyawan dapat menyelesaikan pekerjaan dengan lancar. Tata letak fasilitas kerja yang sesuai dengan keinginan karyawan juga member kemudahan kepada karyawan untuk melakukan aktivitasnya termasuk tata letak tempat sampah. Keamanan Bekerja Fasilitas kerja dan kondisi pekerjaan haruslah mengutamakan prosedur keamanan yang melindungi fisik maupun psikologis karyawan. Perusahaan harus menyediakan fasilitas keamanan untuk menanggulangi berbagai kecelakaan yang mungkin akan terjadi pada ruangan sehingga membuat karyawan merasa tenang dalam mengerjakan pekerjaannya. 3 Kinerja Menurut Bacal . kinerja merupakan tingkat kontribusi yang diberikan karyawan terhadap tujuan pekerjaannya atau unit kerja dan perusahaan/organisasi sebagai hasil perilakunya dan aplikasi dari keterampilan, kemampuan, dan pengetahuannya. Rivai dan Sagala . menyatakan kinerja adalah perilaku yang nyata yang ditampilkan setiap orang sebagai prestasi kerja yang dihasilkan oleh karyawan sesuai dengan perannya dalam organisasi. Simamora . menjelaskan kinerja mengacu pada kadar pencapaian tugas-tugas yang membentuk sebuah pekerjaan karyawan. Kinerja merefleksikan seberapa baik karyawan memenuhi persyaratan sebuah Menurut Afandi . kinerja adalah hasil kerja yang dapat dicapai oleh seseorang atau kelompok orang dalam suatu perusahaan sesuai dengan wewenang dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya pencapaian tujuan organisasi secara illegal, tidak melanggar hukum dan tidak bertentangan dengan moral dan etika. Menurut Mangkunegara . pengertian kinerja adalah hasil kerja secara kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh karyawan dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan tanggungjawab yang diberikan kepadanya. Menurut Wibowo Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 . kinerja adalah implementasi dari rencana yang telah disusun tersebut. Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan Bagaimana organisasi menghargai dan memperlakukan sumber daya manusianya akan memengaruhi sikap dan perilakunya dalam menjalankan kinerja. Sangadji . menyatakan terdapat 5 . indikator kinerja yaitu: Kualitas kualitas kerja diukur dari persepsi pimpinan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan. Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan, biasanya dinyatakan dalam istilah seperti unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. Ketepatan Waktu merupakan tingkatan aktivitas diselesaikannya pekerjaan dalam waktu tertentu yang sudah ditetapkan sebagai standar pencapaian waktu penyelesaian pekerjaan. Efektivitas merupakan tingkat penggunaan sumber daya oraganisasi . enaga, uang, teknologi, bahan bak. dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber Kemandirian merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya, komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap oraganisasi. 4 Hipotesis Hipotesis penelitian ini adalah sebagai berikut : Ha : Diduga terdapat pengaruh kompetensi terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta H0 : Diduga tidak terdapat pengaruh kompetensi terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta Ha : Diduga terdapat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta H0 : Diduga tidak terdapat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta Ha : Diduga terdapat pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik secara simultan . ersama-sam. terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Medika Sangatta: (Alifia Khansa Rifqarini. Meita Sondang Risk. H0 : Diduga tidak terdapat pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik secara simultan . ersama-sam. terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta i METODE PENELITIAN 1 Populasi. Sampel dan Teknik Sampling Populasi pada penelitian ini adalah seluruh perawat bagian rawat inap pada RS Medika Sangatta yang berjumlah 172 orang. Dengan menggunakan perhitungan teori Slovin, didapat jumlah sampel sebanyak 63 orang. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling karena pengambilan anggota sampel dari populasi dilakukan secara acak tanpa memperhatikan strata yang ada dalam populasi itu (Sugiyono, 2017 : . 2 Teknik Pengumpulan Data Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan wawancara berstruktur mengunakan kuesioner. Jenis kuesioner yang digunakan menggunakan jawaban langsung yang tertutup karena responden menjawab pertanyaan atau pernyataan yang diajukan dengan memberikan tanda pada salah satu jawaban yang dianggap benar. Hasil jawaban responden yang disediakan pada kuesioner akan diberi kode, seperti : Sangat Tidak Setuju (STS) Tidak Setuju (TS) Kurang Setuju (KS) Setuju (S) Sangat Setuju (SS) 3 Alat Analisis dan Uji Hipotesis Alat analisis dan uji hipotesis yang digunakan dala penelitian ini adalah : Uji instrumen . aliditas dan reliabilita. Uji asumsi klasik ( normalitas, multikolinieritas, heteroskedastisita. Analisis regresi linier berganda Uji koefisien determinasi Uji hipotesis . ji t dan uji F) HASIL DAN PEMBAHASAN Berdasarkan hasil analisis regresi linier dari tabel model Summary memperlihatkan nilai korelasi sebesar 0,733 dan koefisien determinasi sebesar 0,537. Nilai tersebut Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 menggambarkan bahwa hubungan variabel kompetensi (X. , lingkungan kerja fisik (X. secara bersama-sama berpengaruh kuat terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Tabel 2. Tabel Model Summary Model Adjusted Std. Error Durbin- Square R Square of the Watson Estimate ,733a ,537 ,522 1,534 1,491 Predictors: (Constan. , x2, x1 Dependent Variable: y Sumber : Data diolah dengan SPSS . Nilai koefisien determinasi pengaruh variabel kompetensi (X . , lingkungan kerja fisik (X. secara bersama-sama terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta sebesar 53,7%, sisanya dijelaskan oleh variabel lain yang belum masuk dalam model penelitian. Artinya variabel yang mempengaruhi kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta tidak terbatas dari dua variabel yang diteliti, masih ada variabel lainnya yang dapat digunakan untuk mengestimasi perawat Rumah Sakit Medika Sangatta, misalnya disiplin, kompensasi, budaya kerja, kepemimpinan dan lainnya. Tabel 3. Uji t Model Unstandardized Standardize Coefficients Sig. 1,111 ,271 Coefficients Std. Beta Error (Constan. 2,567 2,310 ,694 ,096 ,658 7,248 ,000 ,139 ,064 ,197 2,169 ,034 Sumber : Data diolah dengan SPSS . Variabel kompetensi (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Kondisi ini menggambarkan bahwa kompetensi yang memiliki indikator : watak Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Medika Sangatta: (Alifia Khansa Rifqarini. Meita Sondang Risk. dan karakter, motif bekerja, penampilan/tutur bahasa/perilaku, memperluas pengetahuan, keterampilan bekerja memberikan pengaruh yang berarti pada kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Hal ini sejalan dengan pendapat Wibowo . yang menjelaskan kinerja adalah implementasi dari rencana yang telah disusun. Implementasi kinerja dilakukan oleh sumber daya manusia yang memiliki kemampuan, kompetensi, motivasi, dan kepentingan. Pengaruh kompetensi terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta sejalan dengan pendapat Suryandari . yang menjelaskan bahwa kompetensi berpengaruh positif terhadap kinerja perawat IGD RSUD di Yogyakarta. Variabel lingkungan kerja fisik (X. berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Kondisi ini menggambarkan bahwa lingkungan kerja fisik yang memiliki indikator : penerangan, sirkulasi udara, tidak bising, warna dinding, ruangan tidak sempit dan rasa aman memberikan pengaruh yang berarti . pada kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Sunyoto . menjelaskan lingkungan kerja merupakan komponen yang sangat penting ketika karyawan melakukan aktivitas bekerja. Dengan memperhatikan lingkungan kerja yang baik atau menciptakan kondisi kerja yang mampu memberikan motivasi untuk bekerja, maka akan membawa pengaruh terhadap kinerja karyawan dalam bekerja. Pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat Rumah sakit Medika Sangatta sejalan dengan pendapat Fauzi . yang mengatakan terdapat pengaruh lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat rawat inap pada RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Tabel 4. Uji F Model Sum of Squares Mean Sig. 34,812 ,000b Square 1 Regression 163,746 81,873 Residual 141,111 2,352 Total 304,857 Dependent Variable: y Predictors: (Constan. , x2, x1 Sumber : Data diolah dengan SPSS . Sedangkan pembahasan hipotesis secara simultan . ersama-sam. , yaitu variabel kompetensi dan lingkungan kerja fisik terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta, terbukti berpengaruh cukup kuat. Pengaruh kuat memberikan arti bahwa apabila pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik menurun, maka akan berdampak pada menurunnya kinerja perawat, demikian Jurnal Akuntansi Manajemen Madani Vol. No. Oktober 2024 sebaliknya, jika pengaruh kompetensi dan lingkungan kerja fisik meningkat, maka kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta akan meningkat. Hal ini sejalan dengan pendapat Rahman . yang mengatakan secara simultan variabel kompetensi dan lingkungan kerja berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Pada RSUD Petala Bumi Pekanbaru. Tabel 5. Analisis Regresi Linier Berganda Model Unstandardized Standardized Coefficients Coefficients Std. Beta Error (Constan. 2,567 2,310 ,694 ,096 ,658 Lingk. Kerja fisik ,139 ,064 ,197 Sumber : Data diolah dengan SPSS . Tabel 5. menunjukkan bahwa besarnya nilai koefisien regresi B masing-masing variabel, yaitu kompetensi (X. terhadap kinerja sebesar 0,694, lingkungan kerja fisik (X . terhadap kinerja sebesar 0,139. Nilai koefisien regresi masing-masing tersebut memberikan arti bahwa setiap perubahan atau peningkatan variabel dapat menyebabkan pengaruh yang berdampak positif terhadap kinerja perawat RS Medika Sangatta. Hasil analisis yang sama dapat dilihat dari nilai koefisien standard beta masing-masing variabel yang bernilai positif. Dari ke dua variabel tersebut menunjukkan nilai koefisien beta terbesar adalah kompetensi, dengan demikian dapat diartikan bahwa variabel kompetensi berpengaruh dominan terhadap kinerja karyawan. Berdasarkan nilai koefisien regresi masing-masing variabel tersebut, maka hubungan fungsional antara variabel independen terhadap variabel dependen dapat diformulasikan dalam persamaan regresi seperti berikut : Y = 2,567 0,694 X1 0,139 X2 Persamaan di atas menjelaskan bahwa setiap perubahan atau peningkatan masing-masing variabel independen kompetensi (X. , lingkungan kerja fisik (X. terhadap kinerja perawat berdampak meningkatkan nilai Y. Tabel 6. Uji Koefisien Determinasi Model Adjusted Std. Error Durbin- Square R Square of the Watson Pengaruh Kompetensi dan Lingkungan Kerja Fisik terhadap Kinerja Perawat Rumah Sakit Medika Sangatta: (Alifia Khansa Rifqarini. Meita Sondang Risk. Estimate ,733a ,537 ,522 1,534 1,491 Predictors: (Constan. , x2, x1 Dependent Variable: y Sumber : Data diolah dengan SPSS . Tabel 6. menunjukkan bahwa nilai korelasi R sebesar 0,737 dan koefisien determinasi R 2 sebesar 0,537 memberikan gambaran bahwa hubungan antara variabel kompetensi (X . dan lingkungan kerja fisik (X. secara bersama-sama terhadap kinerja perawat(Y) RS Medika Sangatta tergolong kuat. Pengaruh yang dijelaskan oleh variabel kompetensi (X . dan lingkungan kerja fisik (X. secara bersama-sama terhadap kinerja perawat sebesar 53,7%, sisanya 46,3% dijelaskan oleh variabel-variabel lain yang tidak masuk dalam model penelitian. PENUTUP Berdasarkan hasil analisis dan pembahasan yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya, dapat ditarik beberapa kesimpulan yaitu sebagai berikut: Secara parsial kompetensi berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Hipotesis pertama dinyatakan terbukti. Hal ini berarti bahwa kinerja Rumah Sakit Medika Sangatta ditentukan oleh kompetensi perawat. Secara parsial lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Hipotesis kedua dinyatakan terbukti. Hal ini berarti bahwa kinerja Rumah Sakit Medika Sangatta ditentukan oleh lingkungan kerja fisik. Secara bersama-sama . kompetensi dan lingkungan kerja fisik berpengaruh signifikan terhadap kinerja perawat Rumah Sakit Medika Sangatta. Hipotesis ketiga dinyatakan terbukti. Hal ini berarti bahwa kinerja Rumah Sakit Medika Sangatta ditentukan oleh kompetensi dan lingkungan kerja fisik secara simultan . ersama-sam. DAFTAR PUSTAKA