Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. POTENSI EKSTRAK ETANOL MAHKOTA NANAS (Annanas comosus (L. )) ASAL TANGKIT SEBAGAI AGEN ANTIBAKTERI TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus DAN Escherichia Fathnur Sani Kasmadi*1. Miptakul Jannah1. Muhaimin2. Maimum1. Yuliawati1 Program Studi Farmasi. Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan. Universitas Jambi Departemen Biologi Farmasi. Fakultas Farmasi. Universitas Padjajaran Email: fathnursanik@unja. ABSTRAK Infeksi bakteri yang disebabkan oleh bakteri poten, seperti Staphylococcus aureus dan Escherichia coli, masih menjadi salah satu faktor utama penyebab berbagai penyakit pada manusia. Pemanfaatan bahan alam sebagai sumber antibakteri menjadi salah satu alternatif dalam pengembangan terapi baru. Penelitian ini dilakukan untuk menilai aktivitas antibakteri ekstrak etanol mahkota nanas (Ananas comosus L. ) yang berasal dari Tangkit Provinsi Jambi terhadap kedua bakteri tersebut. Proses ekstraksi dilakukan menggunakan metode maserasi sedangkan pengujian antibakteri menggunakan metode difusi cakram dengan konsentrasi bertingkat yaitu 1%, 2%, 3%, 4%, dan 5%. Sebagai pemabanding digunakan kloramfenikol 30 AAg sebagai kontrol positif dan DMSO 10% sebagai kontrol negatif. Hasil pengujian antibakteri secara statistik memperlihatkan bahwa konsentrasi 4% dan dan 5% mampu menghasilkan zona hambat yang bermakna terhadap bakteri Staphylococcus aureus . % : 9,79 A 2,67. 5%: 17,14 A 3,. dan Escherichia coli . %: 17,68 A 0,662. 5%: 18,33 A 0,. , dengan aktivitas mendekati kontrol positif. Sehingga dapat disimpulkan ekstrak mahkota nanas asal Tangkit berpotensi dikembangkan sebagai agen antibakteri berbahan baku lokal. Kata Kunci: Mahkota Nanas. Antibakteri. Staphylococcus aureus. Escherichia coli. Ekstrak , 2022. Nickyta Sidabutar et al. PENDAHULUAN Indonesia berbagai jenis flora, salah satunya adalah tanaman obat. Provinsi jambi salah satu wilayah yang terletak di pulau Sumatra, memiliki beragam jenis tumbuhan, termasuk perkebunan buah Salah satu sentra produksi nanas terbesar diprovinsi jambi adalah Desa Tangkit Baru Provinsi Jambi (Aini et Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Yuliusman et al. , 2. Data sebanyak 1811 hektar lahan yang digunakan untuk penanaman buah nanas(Nickyta Sidabutar et al. , 2024. Penyakit infeksi telah menjadi salah satu permasalahan global bagi negara-berkembang menimbulkan angka kematian yang cukup singkat. Penyakit ini terus Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. dengan jumlah yang paling banyak di berpotensi sebagai agen antibakteri Penyebab penyakit ini adalah yang baik. Perbedaan parasit(Desrini, 2015. Karyanti & tumbuh akan mempengaruhi kualitas Faisha, 2022. Sari & Thalib, 2. dan aktivitas dari suatu senyawa yang Bakteri Hal ini dipengaruhi salah satunya karena suhu dan struktur tanah. Penelitian yang dilakukan oleh peneliti pencernaan yaitu diare, mual, muntah, sebelumnya juga menunjukkan bahwa dan keracunan makanan. Sedangkan perbedaan jenis pelarut yang digunakan Staphylococcus memiliki pengaruh yang besar terhadap bakteri penyebab bisul, jerawat, dan penarikan kandungan senyawa aktif infeksi luka. Kedua jenis bakteri ini yang terdapat pada tanaman dan Echerichia Sehingga pelarut menjadi poin penting sebagai penunjang untuk optimalisasi kualitas sehari-hari penyaki(Gunawan Makatambah et al. , 2020. Suhartati, (Mahayasih et al. , 2022. Wahyuni et , 2. Tanaman buah nanas merupakan Berdasarkan data diatas maka tanaman yang sangat banyak tumbuh di provinsi jambi terutama di wilayah Tangkir Baru sehingga menjadi icon antibakteri ekstrak mahkota nanas daerah tersebut pengembangan produk berbahan baku Penggunaannya sebagai bahan baku lokal yaitu Daerah Tangkit Baru, oleh-oleh khas jambi menjadi daya Provinsi Jambi. tarik tersendiri bagi wilayah tersebut (Yuliusman et al. , 2. Kandungan alkaloid, quinin, terpenoid, kumarin, dan bromelain membuat tanaman ini Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu METODE PENELITIAN Alat Alat-alat timbangan digital, bunsen, penjepit Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. tabung, kertas saring Whattmann no 1. Kemudian lakukan skrining fitokimia rotary evaporator (IKA). Laminar Air Uji Aktivitas Antibakteri Flow Selurut alat yang digunakan pada (LAF). Oven (Memmer. , grinder, jarum ose, dan pipet tetes. Bahan dilakukan proses sterilisasi autoklaf Ekstrak Nutrient Agar pada suhu 121oC selama 1,5jam atau (NA) dengan oven pada suhu 160-180oC (Himedi. NaCl. DMSO (Merc. , selama 1-3 jam. Media kultur dibuat dengan cara menimbang 10 gram Nutrient Agar Staphylococcus Escherichia cakram, serbuk Mg (Merc. HCl Pekat kemudian dilarutkan dalam 500 mL (Merc. HCl 2N. FeCl3 1% (Merc. , aquadest steril (PT. Ikapharmindo Campuran Putrama. H2SO4 (Merc. , asam asetat anhidrat (Merc. , reagen mayer, pengadukan menggunakan magnetic Erlemenyer. liberman burchad. Selanjutnya autoklaf pada suhu 121oC selama 1,5 Ekstraksi Mahkota Nanas Mahkota nanas yang telah Setelah sterilisasi selesai, media dikeringkan dan dihaluskan kemudian dituangkan kedalam cawan petri steril di masukkan sebanyak 1 kg ke dalam dengan volume 15-20mL per cawan, botol berwarna gelap tambahkan 10L kemudian dibiarkan hingga memadat sebelum digunakan. Kemudian dimaserasi selama 2 x 24 jam sembari Peremajaan Bakteri dilakukan dengan dilakukan pengadukan sebanyak 5-6 tujuan memperoleh sel bakteri yang kali dalam 24 jam. Hasil maserasi aktif karena kultur sebelumnya berada disaring hingga didapatkan maserat. pada fase inaktif. Biakan dilakukan Remaserasi dilakukan 2 pengulangan dengan cara inokulasi satu ose bakteri dengan jumlah pelarut yang sama. murni pada medium Nutrient Agar. Hasil maserat yang didapatkan di Selanjutnya lakukan proses inkubasi dengan suhu 27oC selama 24 jam pada Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Pembuatan Suspensi Bakteri. Pada stok kultur yang sudah tumbuh diambil didalam Laminar Air Flow. Media 1 ose bakteri menggunakan kawat yang telah diberi perlakuan kemudian steril, setelah itu disuspensikan pada diinkubasi pada suhu 37oC selama 24 tabung reaksi yang diisi dengan 10 ml larutan NaCl 0,9% hingga didapatkan pengukuran diameter zona hambat dengan kekeruhan larutan standar Mc. lear zon. yang terbentuk disekitar Farland. cakram menunjukkan adanya aktivitas Uji Potensi Antibakteri Kelompok Setelah Pengukuran dengan ketelitian 0. pada penelitian ini adalah: Analisis Data Kontrol negatif DMSO 10% Kontrol dilakukan menggunakan jangka sorong replikasi adapun pembagian kelompok Hasil yang diperoleh terkait kandungan metabolit sekunder ekstrak kloramfenikol 30 AAg/cakram etanol mahkota nanas di analisis secara P1:Konsentrasi 1%, ekstrak 0,01 g dalam 1 mL DMSO P2:Konsentrasi 2%, ekstrak 0,02 g antibakteri ekstrak etanol mahkota dalam 1 mL DMSO nanas dianalisis menggunakan Anova P3:Konsentrasi 3%, ekstrak 0,03 g Satu Arah program SPSS (Statistical dalam 1 mL DMSO Product and Service Smirno. P4: Konsentrasi 4%, ekstrak 0,04 g tingkat kepercayaan 95% kemudian dalam 1 mL DMSO dilakukan uji lanjut Duncan. P5: Konsentrasi 5%, ekstrak 0,05 g dalam 1 mL DMSO HASIL DAN PEMBAHASAN Determinasi Tanaman Tanaman Nanas pada penelitian menginokulasikan bakteri pada media ini berasal dari daerah Tangkit Provinsi Pengujian Nutrient Agar 30AAL (NA). Selanjutnya, diteteskan pada kertas cakram steril. Jambi. Proses dilakukan dengan tujunan memverifikasi keaslian sampel yang digunakan. Kegiatan ini dilakukan di Laboratorium Taksonomi Tumbuhan. Universitas Tadulako. permukaan media. Proses penempatan Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. Hasilnya didapatkan bahwa sampel yang Hasil pengujian skrining fitokimia digunakan pada penelitian ini benar didapatkan bahwa ekstrak mahkota nanas merupakan spesies Annanas comosus (L. memiliki kandungan metabolit sekunder, alkaloid, flavonoid, terpenoid, saponin dan 241/UN28. 28/BIO/2021. dan tanin. Skrining Fitokimia Ekstrak Hasil Hasil Uji Aktivitas Antibakteri Setelah merupakan serangkaian pengujian yang skrining fitokimia . kemudian dilakukan uji potensi antibakteri ekstrak mahkota senyawa-senyawa kimia yang terkandung nanas menggunakan metode difusi agar dalam suatu tumbuhan yang sering dikenal pengukuran dapat dilihat pada Tabel I. kertas cakram. Hasil (Ginting et al. , 2023. Sukmawaty et al. Tabel I. Diameter Zona Hambat Ekstrak Etanol Mahkota Nanas Terhadap Bakteri Staphylococcus DMSO10% Rata-rata diameter zona hambat . A SEM 30,19 A 0,556 0,00 A 0 0,00 A 0 0,00 A 0 0,00 A 0 9,79 A 2,674 17,14 A 3,333 Eschericia coli DMSO10% 28,01 A 1,676 0,00 A 0 0,00 A 0 0,00 A 0 0,00 A 0 17,68 A 0,662 18,33 A 0,757 Jenis Bakteri Kelompok Perlakuan Kategori Aktivitas Sangat Kuat Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Sedang Kuat Sangat Kuat Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Kuat Kuat Keterangan : Superskrip dengan huruf kecil yang berbeda pada baris yang sama menunjukkan perbedaan yang nyata . <0,. K = Kloramfenikol 30AAg . K- = DMSO 10% . P1 = Ekstrak etanol mahkota nanas 1% . P2 = Ekstrak etanol mahkota nanas 2% . P3 = Ekstrak etanol mahkota nanas 3% . P4 = Ekstrak etanol mahkota nanas 4% . P5 = Ekstrak etanol mahkota nanas 5%. Berdasarkan antibakteri yang sedang hingga kuat didapatkan ekstrak mahkota nanas asal dengan konsentrasi 4% dan 5%. tangkit menunjukkan adanya aktivitas Kontrol positif yang digunakan adalah Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. kloramfenikol dengan dosis 30 AAg ribosom dan asam amino. Obat ini menghasilkan rata-rata zona yang berikatan spesifik pada akseptor tRNA relatif sebanding terhadap bakteri atau bagian peptidil yang merupakan Staphylococcus lokasi terpenting dalam perpanjangan Escherichia Penggunaan rantai peptida(Ervina et al. , 2. kloramfenikol sebagai kontrol positif Staphylococcus berfungsi sebagai pembanding untuk bakteri gram positif yang bersifat non- menilai efektivitas antibakteri dari motil, tidak membentuk spora yang merupakan bakteri anaerob fakultatif Kloramfenikol yang tetap mampu tumbuh tanpa antibiotik spektrum luas dengan sifat kehadiran oksigen. Salah satu ciri khas bakteriostatik, yang efektif terhadap bakteri ini adalah kemampuannya menghasilkan enzim koagulase yang anaerob baik gram positif maupun Mekanisme Dinding sel Staphylococcus aureus tersusun dari peptidoglikan dan asam menghambat sintesis protein bakteri yang kuat. Gambaran hasil diameter zona hambat dapat dilihat pada gambar 1. mencegah terbentuknya ikatan antara Gambar 1. Daya Hambat Ekstrak Mahkota Nanas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Bakteri Escherichia coli adalah bakteri aerob dan anaerob fakultataif. bermanfaat di dalam tubuh salah Bakteri Escherichia coli sudah banyak satunya yaitu membantu menekan diakui sebagai bakteri berbahaya dan pertumbuhan bakteri jahat, membantu proses pembusukan sisa-sisa makanan Strain Escherichia Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. didalam usu besar dan membantu infeksi saluran kemih (ISK), penyakit menghasilkan vitamin k melalui proses entrik, neonatal dan hemolitic uremic pembusukan sisa-sisa makanan dalam syndrome (HUS) (Allocati et al. , 2013. usus besar. Akan tetapi dalam jumlah Gomes et al. , 2. Adapun hasil yang yang besar Escherichia coli akan diperoleh pada penelitian ini yaitu berubah menjadi patogen. Bakteri diameter zona hambat yang terbentuk Escherichia coli pada manusia dapat menyebabkan suatu penyakit dengan sebagai berikut : Eschericia spektrum yang luas, seperti penyakit Gambar 2. Daya Hambat Ekstrak Mahkota Nanas dibandingkan dengan kontrol negatif dan kontrol positif terhadap Bakteri escherichia coli Dari hasil yang diperoleh rata- bakteri staphylococcus aureus adalah rata diameter zona hambat yang bakteri yang mempunyai dinding sel terbentuk pada bakteri escherichia coli terdiri dari peptidoglikan sebesar 95% lebih besar dari bakteri staphylococcus sehingga mampu mengikat senyawa aureus, hal ini dikarenakan senyawa polar dan banyak memberi reaksi bioaktif yang terkandung dalam ekstrak sebagai penghambat terhadap senyawa lebih banyak bersifat non polar yang yang memiliki sifat lebih polar(Magani membuat senyawa tersebut mudah et al. , 2020. Razak et al. , 2. untuk mengikat pada dinding sel Aktivitas penghambat bakteri bakteri gram negatif salah satunya oleh ekstrak mahkota nanas disebabkan bakteri escherichia coli yang lebih oleh pengeruh senyawa bioaktif atau banyak mengandung lipid dan hanya senyawa metabolit sekunder yang terkandung didalam ekstrak mahkota 5-10%. Sedangkan Dari hasil uji skrining fitokimia bakteri gram positif salah satunya yaitu ekstrak diperoleh hasil bahwa ekstrak Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. mahkota nanas mengandung senyawa Tanin mempunyai aktivitas menurut Searle et al . , antibakteri yang berhubungan dengan senyawa flavonoid dapat menghambat kemampuannya untuk menginaktifkan adhesin sel mikroba, menginaktifkan menghambat penggunaan oksigen oleh enzim serta mengganggu transport protein pada lapisan dalam sel. Tanin Energi pembentukan dinding sel menjadi tidak molekul bakteri tersebut tidak akan sempurna hal ini yang menyebabkan berkembang menjadi molekul yang sel bakteri menjadi lisis dikarenakan kompleks, didalam flavonoid juga tekanan osmotik maupun fisik sehingga sel bakteri akan mati(Nikmah et al. merupakan suatu alkohol yang sifatnya Sunani & Hendriani, 2. asam sehingga mempu mendanaturasi Selanjutnya yaitu senyawa saponin sel(Nikmah et al. , 2. Ekstrak etanol mahkota nanas berdifusi melalui membran luar dan juga mengandung senyawa alkaloid dinding sel yang rentang lalu mengikat dimana senyawa tersebut memiliki komponen penyusun kestabilan membran sel. Hal inilah peptidoglikan pada sel bakteri sehingga yang menyebabkan sitoplasma bocor lapisan dinding sel tidak terbentuk keluar dari sel yang mengakibatkan secara utuh dan sel akan mati(Kirana kematian sel. Jati et al. , 2019. Tjandra et al. , 2. KESIMPULAN Senyawa berikutnya yaitu senyawa Kesimpulan yang didapat dari tanin yang mempunyai mekanisme hasil pengujian diatas adalah bahwa ekstrak etanol mahkota nanas asal tangkit memprepitasi protein dengan cara traskriptase dan DNA topoisomerase Sekolah Tinggi Kesehatan Al-Fatah Bengkulu menggunakan metode difusi agar dengan konsentrasi terbaik adalah 4% dan 5%. Jurnal Ilmiah Pharmacy. Vol. 12 No. Oktober 2025 ISSN P. 2406-8071 E. menghasilkan zona hambat yang bermakna terhadap bakteri Staphylococcus aureus . % : 9,79 A 2,67. 5%: 17,14 A 3,. dan Escherichia coli . %: 17,68 A 0,662. 18,33 A 0,. DAFTAR PUSTAKA