El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. Oktober 2025 Volume 24. Nomor P-ISSN 2087-3638. E-ISSN 2655-7746 https://ftkjournal-uinmataram. id/index. php/eltsaqafah GRAMMATICAL HUNTING: STRATEGI KREATIF UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA DALAM BAHASA ARAB Siti Anisatul Azizah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia Corersponding author: sitianisatulazizah. 011504@gmail. Wulan Indah Fatimatul Djamilah Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya. Indonesia wulanindah@uinsa. Syafiul Naqsya Bandiy Madrasah Tsanawiysh Negeri 2 Sidoarjo. Indonesia syaifulnaqsyabbandiy@gmail. Article History Submitted: 04 Aug 2025. Revised: 19 Aug 2025. Accepted: 30 Sep 2025 DOI 10. 20414/tsaqafah. Abstract This study aims to evaluate the effectiveness of the application of the Grammatical hunting strategy in improving the reading ability of class VII D students of MTsN 2 Sidoarjo. This study uses a qualitative approach with a descriptive design, data collected through observation, interviews, and documentation, then analyzed using the interactive model of Miles and Huberman. The Grammatical hunting strategy is implemented through activities to search for grammatical elements . i'il, isim, and huru. in the text that actively involve students, followed by group discussions and presentations of the analysis results. The research findings show a significant increase in students' ability to identify grammatical elements, from 29% to 73. 5%, as well as an increase in reading comprehension completion reaching 61%. In addition, this strategy is proven to be able to foster critical thinking skills, strengthen motivation, and create more interactive learning. Thus. Grammatical hunting can be recommended as an effective, innovative learning method to improve the reading skills and grammatical comprehension of Arabic language students in Islamic junior high schools. The application of this method is expected to be a reference for educators to design more creative, participatory, and sustainable learning, as well as open up opportunities for further research in different educational contexts and levels. Keywords: Arabic, grammatical hunting, grammatical mastery, learning strategies, reading ability This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 267 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penerapan strategi grammatical hunting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif, data-data yang dikumpulkan melalui observasi, wawancara, serta dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles dan Huberman. Strategi grammatical hunting diterapkan melalui kegiatan pencarian unsur gramatikal . iAoil, isim, dan huru. dalam teks yang melibatkan siswa secara aktif, dilanjutkan dengan diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis. Temuan penelitian memperlihatkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan siswa mengidentifikasi unsur gramatikal, dari 29% menjadi 73,5%, serta peningkatan ketuntasan pemahaman bacaan mencapai Selain itu, strategi ini terbukti mampu menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, memperkuat motivasi, dan menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif. Dengan demikian. Grammatical hunting dapat direkomendasikan sebagai metode pembelajaran inovatif yang efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman gramatikal siswa Bahasa Arab di madrasah tsanawiyah. Penerapan metode ini diharapkan menjadi acuan bagi pendidik untuk merancang pembelajaran yang lebih kreatif, partisipatif, dan berkelanjutan, serta membuka peluang penelitian lanjutan pada konteks dan jenjang pendidikan berbeda. Kata-kata kunci: bahasa Arab, grammatical hunting, kemampuan membaca, penguasaan gramatikal, strategi pembelajaran PENDAHULUAN Kemampuan membaca dalam Bahasa Arab merupakan salah satu keterampilan dasar yang esensial dalam pembelajaran di tingkat madrasah tsanawiyah, karena menjadi kunci dalam memahami berbagai teks keagamaan maupun umum. Meskipun demikian, sejumlah penelitian menunjukkan bahwa banyak siswa mengalami hambatan dalam memahami teks Bahasa Arab, terutama yang berkaitan dengan struktur gramatikal yang rumit. (Rahman, 2. menyebutkan bahwa kesulitan utama dalam pembelajaran membaca Bahasa Arab di tingkat MTs terletak pada kurangnya pemahaman siswa terhadap unsur gramatikal yang membentuk teks, sehingga pemahaman mereka cenderung bersifat tekstual. Hal serupa ditemukan di kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo, sehubung dengan hasil observasi awal yang memperlihatkan mayoritas siswa hanya mampu membaca secara lisan tanpa pemahaman mendalam mengenai struktur kalimat dan sebagian lain belum bisa membaca teks berbahasa Arab. Kesulitan ini tampak pada ketidak mampuan siswa mengenali unsur gramatikal seperti fiAoil . ata kerj. , isim . ata bend. , dan huruf . ata sambung/penghubun. Kondisi tersebut mengakibatkan rendahnya kemampuan membaca dan pemahaman siswa bahasa Arab. Sari . dalam penelitiannya mengemukakan bahwa strategi pembelajaran berbasis gramatikal dapat meningkatkan keterampilan membaca melalui penguatan analisis struktur kalimat, namun metode yang digunakan masih cenderung konvensional dan kurang mendorong keterlibatan aktif siswa. | 268 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Untuk mengatasi permasalahan ini, penelitian ini menerapkan strategi grammatical hunting, sebuah pendekatan kreatif yang melibatkan siswa secara langsung dalam kegiatan pencarian dan analisis unsur gramatikal dalam teks. Strategi ini diharapkan mampu membantu siswa menguasai struktur gramatikal sekaligus meningkatkan kemampuan membaca dan pemahaman struktur dalam bahasa arab. Berbeda dari penelitian sebelumnya, penelitian ini menekankan partisipasi aktif siswa melalui eksplorasi teks, sehingga pembelajaran menjadi lebih interaktif serta bermakna. Penelitian yang telah dilakukan oleh (Warda Lathifah & Ainur Rofiq Shofa, 2. mengemukakan bahwa penerapan metode interaktif, yang melibatkan diskusi kelompok dan penggunaan media audiovisual, efektif dalam meningkatkan keterampilan membaca kata dan kalimat dalam bahasa Arab. Hasil penelitian mereka memperlihatkan adanya peningkatan rata-rata kemampuan membaca santri sebesar 23,08% setelah penerapan metode tersebut. Temuan ini selaras dengan hasil penelitian yang sedang dilakukan yaitu strategi grammatical hunting juga terbukti meningkatkan kemampuan siswa dalam mengenali unsur gramatikal sekaligus memahami isi teks. Berdasarkan teori dan hasil penelitian sebelumnya, penguasaan gramatikal memiliki peran penting dalam pengembangan keterampilan membaca. Strategi grammatical hunting, yang memadukan pencarian unsur gramatikal dengan proses membaca, diyakini mampu memperkuat kemampuan analisis siswa terhadap struktur kalimat serta meningkatkan pemahaman bacaan mereka. Penelitian ini difokuskan pada analisis efektivitas penerapan strategi grammatical hunting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Tujuannya adalah mendeskripsikan peningkatan keterampilan membaca siswa melalui strategi ini serta menilai kontribusinya terhadap pemahaman struktur gramatikal. Urgensi penelitian ini terletak pada potensi temuan yang dapat memberikan alternatif metode pembelajaran Bahasa Arab yang lebih efektif di tingkat madrasah tsanawiyah. LANDASAN TEORI Penelitian ini merujuk pada konsep-konsep yang relevan untuk menganalisis peningkatan kemampuan membaca melalui strategi grammatical hunting. Teori-teori ini memberikan kerangka berpikir dalam memahami keterkaitan antara penguasaan gramatikal dengan keterampilan membaca siswa. Pengertian Grammatical Hunting Grammatical hunting adalah strategi pembelajaran inovatif yang dirancang untuk mendorong siswa agar terlibat secara aktif dalam menemukan serta mengenali unsur-unsur gramatikal dalam teks Bahasa Arab. Konsep AuhuntingAy menggambarkan proses eksploratif, di mana siswa berperan sebagai pemburu yang secara sistematis mencari dan menganalisis elemen gramatikal seperti fiAoil. This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 269 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. isim, dan huruf. Penerapan strategi ini tidak hanya terbatas pada kemampuan membaca teks secara verbal, tetapi juga mengajarkan siswa untuk memahami struktur kalimat secara mendalam melalui analisis kontekstual dan kolaborasi. (Syukur & Amalia, 2. menjelaskan bahwa pencarian unsur gramatikal dalam konteks teks mampu meningkatkan keterlibatan serta motivasi belajar siswa, menjadikan pembelajaran lebih interaktif dan bermakna. Sehingga dengan keterlibatan yang tinggi, siswa lebih mudah memahami materi dan terhindar dari pembelajaran yang bersifat monoton. Dengan itu penggabungan analisis gramatikal dengan diskusi kelompok dapat memperkuat pemahaman sekaligus melatih keterampilan berpikir kritis siswa. Selaras dengan hasil penelitian (Warda Lathifah & Ainur Rofiq Shofa, 2. yang juga menyatakan bahwa metode berbasis pencarian langsung terhadap elemen bahasa mampu menumbuhkan rasa percaya diri siswa dalam mempresentasikan pemahaman mereka. Bisa di pahami bahwa rasa percaya diri tersebut muncul karena siswa merasa memiliki pemahaman yang diperoleh dari proses belajar yang aktif dan kolaboratif. Penelitian yang di jelaskan (MuAoallimah dkk. , 2. juga menjelaskan bahwa penggunaan strategi analisis struktur dapat memicu berkembangnya kemampuan berpikir reflektif siswa sekaligus memperluas wawasan mereka mengenai konteks bahasa secara lebih komprehensif. Refleksi ini memperluas wawasan siswa mengenai konteks bahasa, sehingga mereka tidak hanya memahami struktur gramatikal secara teoritis, tetapi juga mampu menerapkannya dalam situasi komunikasi nyata. Teori Membaca dalam Bahasa Arab Membaca dalam Bahasa Arab merupakan keterampilan kompleks yang mencakup lebih dari sekadar pengenalan huruf dan kata. Proses ini menuntut pemahaman mendalam terhadap struktur gramatikal yang membentuk makna kalimat secara keseluruhan. (Al-Jarf, 2. menegaskan bahwa keberhasilan membaca Bahasa Arab sangat bergantung pada penguasaan dua aspek utama, yaitu morfologi, ilmu yang mempelajari bentuk kata serta perubahan bentuknya dan sintaksis suatu ilmu yang mengkaji hubungan antar kata dalam kalimat. Siswa yang memiliki kemampuan untuk mengenali bentuk kata, fungsi, serta kedudukan kata dalam kalimat akan lebih mudah memahami makna teks secara menyeluruh dan akurat. Dalam kajian keterampilan membaca, dikenal berbagai jenis membaca seperti membaca ekstensif, membaca intensif, membaca kritis, membaca skimming, membaca scanning, dan membaca pemahaman . eading for comprehensio. Masing-masing jenis membaca memiliki tujuan dan pendekatan yang berbeda. Dalam konteks penelitian ini, jenis membaca yang paling relevan adalah membaca intensif dan membaca pemahaman. Membaca intensif dilakukan dengan teliti dan mendalam untuk memahami isi teks, mengidentifikasi unsur-unsur bahasa, serta menganalisis | 270 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 hubungan antar kalimat. Sementara itu, membaca pemahaman menitikberatkan pada kemampuan menangkap makna secara utuh, baik tersurat maupun tersirat, yang sangat bergantung pada penguasaan tata bahasa dan kosakata. Strategi grammatical hunting yang digunakan dalam penelitian ini sejalan dengan prinsip membaca intensif dan pemahaman karena menuntut siswa untuk mengidentifikasi fiAoil, isim, dan huruf secara tepat, sekaligus memahami peran unsur-unsur tersebut dalam membentuk makna Proses ini melibatkan keterampilan analitis, konsentrasi, serta kemampuan menghubungkan pengetahuan tata bahasa dengan konteks bacaan. Oleh karena itu, teori membaca yang digunakan dalam penelitian ini tidak hanya mencakup aspek mekanis membaca seperti pengucapan dan kelancaran, tetapi juga melibatkan keterampilan berpikir kritis, analisis struktur kalimat, dan interpretasi makna, yang menjadi fondasi utama keberhasilan pembelajaran Bahasa Arab di tingkat madrasah tsanawiyah. Pentingnya Pemahaman Gramatikal Penguasaan struktur gramatikal memegang peranan yang sangat penting dalam keterampilan membaca Bahasa Arab, sebab susunan kalimat menentukan hubungan antar kata sekaligus memengaruhi makna yang disampaikan. yukur & amalia, 2. menegaskan bahwa pemahaman tata bahasa atau qawaid berfungsi sebagai landasan utama bagi siswa untuk menafsirkan teks secara tepat, mencegah terjadinya kesalahan interpretasi, dan membantu mereka menganalisis kalimat dengan lebih sistematis. Hasil dari observasi di kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo memperlihatkan bahwa siswa yang mampu mengenali dan mengklasifikasikan unsur-unsur gramatikal seperti fiAoil . ata kerj. , isim . ata bend. , dan huruf . ata penghubun. yang cenderung menunjukkan pemahaman bacaan yang lebih mendalam dibandingkan dengan siswa yang belum menguasai keterampilan tersebut. Kemampuan ini tidak hanya berkontribusi pada pemahaman informasi yang tersurat dalam teks, tetapi juga membantu dalam menangkap makna yang tersirat, memahami relasi logis antarkalimat, serta menafsirkan tujuan penulis. Di samping itu, pemahaman gramatikal sangat membantu saat membaca teks tanpa harakat . iraah bila haraka. , yang sering menjadi hambatan bagi pembelajar tingkat awal. Siswa dengan penguasaan tata bahasa yang baik dapat memprediksi arti kata baru berdasarkan struktur kalimat, sehingga proses membaca menjadi lebih efisien dan tidak selalu bergantung pada kamus. Dengan demikian, pemahaman gramatikal tidak dapat dipandang sebagai kemampuan pelengkap, melainkan sebagai inti dari keberhasilan membaca dalam Bahasa Arab. Menggabungkan penguasaan tata bahasa dengan latihan membaca berbasis konteks akan membentuk pembaca yang This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 271 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. tidak hanya lancar secara teknis, tetapi juga cakap dalam memahami, menganalisis, dan mengevaluasi isi teks. Strategi Grammatical Hunting Strategi grammatical hunting adalah salah satu pendekatan kreatif dalam pembelajaran yang bertujuan membantu siswa mengenali, memahami, dan mempraktikkan unsur-unsur gramatikal dalam teks secara langsung. Metode ini mengacu pada prinsip pembelajaran kontekstual, di mana siswa tidak hanya menerima penjelasan, tetapi juga terlibat aktif dalam mencari dan menganalisis struktur bahasa yang mereka temui. (Hasanah, 2. menyatakan bahwa pembelajaran berbasis konteks dapat membuat siswa lebih terlibat dan memahami materi dengan lebih baik karena mereka mempelajarinya dalam situasi yang nyata dan relevan. Dalam penerapannya, siswa berperan layaknya "pemburu" yang menelusuri teks untuk menemukan unsur-unsur bahasa seperti fiAoil . ata kerj. , isim . ata bend. , dan huruf . ata Aktivitas ini umumnya dilakukan secara berkelompok untuk mendorong kerja sama, diskusi, dan saling bertukar ide. Setelah proses pencarian, temuan mereka dipresentasikan di depan kelas agar mendapatkan masukan dari guru maupun teman sekelas. Mengacu pada teori konstruktivisme, keterlibatan aktif semacam ini membantu siswa membangun pengetahuan dan pemahaman secara mandiri melalui interaksi sosial serta refleksi dari pengalaman belajar mereka. Strategi ini juga erat kaitannya dengan konsep membaca intensif, yakni membaca secara teliti dan mendalam untuk menganalisis setiap detail bahasa. Hal ini selaras dengan pendapat . yukur & amalia, 2. yang menegaskan bahwa penguasaan tata bahasa merupakan kunci untuk menafsirkan teks secara akurat, karena struktur kalimat menentukan keterkaitan antar kata. Dengan menggabungkan analisis tata bahasa dan keterampilan membaca, grammatical hunting tidak hanya membantu siswa memahami teks secara lebih baik, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, dan motivasi belajar mereka. Grammatical hunting dapat dipandang sebagai strategi pembelajaran yang relevan dan efektif untuk pembelajaran Bahasa Arab di madrasah tsanawiyah. Metode ini memadukan analisis bahasa, kerja sama kelompok, dan pembelajaran berbasis konteks, sehingga menghasilkan pemahaman teks yang lebih mendalam dan bermakna. METODE PENELITIAN Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Pendekatan ini dipilih untuk mengungkap secara mendalam penerapan strategi grammatical hunting dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Penelitian difokuskan | 272 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 pada penggambaran fenomena yang terjadi di kelas berdasarkan data yang diperoleh selama kegiatan berlangsung. Data penelitian diperoleh dari observasi langsung selama pembelajaran, wawancara dengan guru Bahasa Arab, serta dokumentasi berupa catatan hasil evaluasi siswa. Sumber data meliputi siswa kelas VII D, guru pengampu, dan dokumen terkait proses pembelajaran. Pengumpulan data dilakukan dengan tiga teknik utama, yaitu observasi, wawancara, dan dokumentasi. Observasi digunakan untuk mengamati secara langsung jalannya pembelajaran, di mana strategi grammatical hunting diterapkan oleh peneliti sendiri, bukan oleh guru pengampu. Wawancara dilakukan untuk menggali pandangan guru dan siswa mengenai pelaksanaan strategi tersebut. Dokumentasi berupa foto kegiatan, hasil evaluasi, dan catatan pembelajaran digunakan sebagai bukti pendukung temuan Instrumen yang digunakan meliputi lembar observasi, pedoman wawancara, serta daftar periksa dokumentasi. Lembar observasi membantu mencatat aktivitas selama pembelajaran, pedoman wawancara memandu peneliti dalam memperoleh informasi yang relevan, dan daftar periksa memastikan data yang dikumpulkan lengkap. Proses pengumpulan data dilaksanakan dalam tiga tahap: persiapan, pelaksanaan, dan Tahap persiapan mencakup penyusunan instrumen serta koordinasi dengan pihak sekolah. Tahap pelaksanaan dilakukan oleh peneliti dengan menerapkan strategi grammatical hunting di kelas sekaligus melakukan observasi, wawancara, dan pengumpulan dokumentasi. Tahap evaluasi mencakup pengolahan data hasil evaluasi siswa serta analisis temuan lapangan. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang mencakup reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Informasi yang tidak relevan direduksi, temuan disusun secara sistematis, dan kesimpulan ditarik berdasarkan analisis mendalam. Seluruh tahapan penelitian, mulai dari penerapan strategi hingga analisis data, dilaksanakan secara langsung oleh peneliti dengan keterlibatan penuh pada setiap proses pengumpulan dan pengolahan data. PEMBAHASAN Pada bagian ini disajikan analisis evaluatif secara mendalam terkait penerapan strategi grammatical hunting dalam upaya meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Pembahasan difokuskan pada dua aspek utama: . penjabaran rinci proses penerapan strategi di kelas, dan . evaluasi hasil beserta interpretasi faktor-faktor yang memengaruhi peningkatan keterampilan membaca. Proses Penerapan Strategi Tahap penerapan grammatical hunting diawali dengan pemilihan materi bacaan berupa teks Bahasa Arab yang disesuaikan dengan kemampuan siswa. Guru menyiapkan lembar kerja berisi This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 273 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. panduan untuk mengidentifikasi unsur-unsur gramatikal seperti fiAoil . ata kerj. , isim . ata bend. , dan huruf . ata penghubun. Pembelajaran dimulai dengan penjelasan singkat tentang konsep dan tujuan strategi, memastikan siswa memahami langkah yang akan dijalankan. Siswa kemudian dibagi ke dalam kelompok kecil untuk membaca teks secara teliti, menandai unsur gramatikal, dan mendiskusikan hasil temuan di dalam kelompok. Setelah itu, setiap kelompok mempresentasikan hasil identifikasi di depan kelas. Selama proses berlangsung, guru berperan sebagai fasilitator yang memberikan arahan, mengoreksi kesalahan, dan menekankan keterkaitan antara struktur gramatikal dan pemahaman makna teks. Guru juga memberikan contoh analisis kalimat sebagai referensi. Pendekatan interaktif ini menumbuhkan rasa ingin tahu, menciptakan suasana belajar yang hidup, dan mengurangi kejenuhan siswa. Evaluasi Hasil Penerapan Strategi Hasil observasi dan tes menunjukkan adanya peningkatan yang signifikan. Sebelum penerapan strategi, hanya 29% siswa yang mampu mengidentifikasi unsur gramatikal secara tepat. Setelah tiga kali penerapan, persentase tersebut naik menjadi 73,5%. Kemampuan memahami isi bacaan juga meningkat, dengan ketuntasan belajar mencapai 61%. Faktor-faktor yang mendukung keberhasilan ini meliputi: . metode pencarian langsung yang memfokuskan siswa pada analisis struktur bahasa, . kerja kelompok yang memperkuat pemahaman melalui kolaborasi, . presentasi hasil yang membangun rasa percaya diri dan keterampilan komunikasi, serta . umpan balik langsung dari guru yang mempercepat perbaikan kesalahan. Analisis temuan mengindikasikan bahwa integrasi kegiatan visual . enandaan tek. , analitis . engelompokan kat. , dan verbal . iskusi dan presentas. berkontribusi besar pada efektivitas strategi ini. Selain peningkatan teknis membaca, strategi ini juga meningkatkan motivasi belajar dan sikap positif terhadap Bahasa Arab. Berdasarkan hasil tersebut, grammatical hunting dapat dipandang sebagai metode pembelajaran yang inovatif dan efektif untuk mengatasi kendala rendahnya kemampuan membaca di madrasah tsanawiyah. Strategi ini tidak hanya memperkuat penguasaan tata bahasa, tetapi juga menumbuhkan keterampilan berpikir kritis, kolaborasi, dan komunikasi, sehingga menciptakan pengalaman belajar yang mendalam dan berkelanjutan. Prinsip-Prinsip Dasar Strategi Strategi ini didasarkan pada keterkaitan yang erat antara pemahaman gramatikal dan kemampuan membaca. Dalam penerapannya di kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo, siswa diberikan teks pendek berbahasa Arab untuk ditandai unsur-unsur gramatikalnya, kemudian diminta menjelaskan Proses ini mendorong keterlibatan aktif, diskusi antar siswa, dan presentasi hasil analisis, sehingga meningkatkan rasa ingin tahu, kemampuan analisis, dan pemahaman bacaan. Seperti yang di kemukakan oleh (Syahrita, 2. di hasil skipsinya yang menjelaskan bahwa pembelajaran yang | 274 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 menekankan analisis struktur gramatikal mampu meningkatkan pemahaman bacaan, karena siswa terlibat aktif dalam proses menemukan makna. Kegiatan ini diperkaya melalui diskusi kelompok dan presentasi hasil analisis, yang tidak hanya memperkuat pemahaman teks tetapi juga mengasah kemampuan komunikasi serta kerja sama antar siswa. Adapun tujuan dan kemampuan membaca yang adaptif menurut (Fatmasari & Fitriyah, 2. merupakan aspek penting dalam proses memahami bacaan. Hal ini sangat berkaitan dengan prinsip memahami struktur gramatikal, terutama dalam membaca teks Bahasa Arab. Aktivitas membaca tidak cukup hanya dengan mengenali kata-kata, tetapi juga melibatkan pemahaman makna secara Oleh karena itu, pembaca perlu memilih strategi membaca yang sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai. Salah satu strategi penting yang dapat digunakan adalah dengan memahami struktur tata bahasa dalam teks. Pemahaman terhadap struktur gramatikal memungkinkan pembaca untuk mengetahui keterkaitan antara kata, frase, dan kalimat dalam teks. Jika pembaca mampu mengenali unsur gramatikal seperti fi'il, isim, dan huruf dalam teks Bahasa Arab, maka mereka akan lebih mudah menangkap makna yang dimaksud oleh penulis. Hal ini sejalan dengan gagasan Dalman bahwa strategi membaca harus disesuaikan dengan karakteristik bahan bacaan. Pada bagian ini, struktur kalimat dalam teks Bahasa Arab yang cenderung kompleks menuntut pembaca untuk menerapkan pendekatan analisis gramatikal. Dengan demikian, efektivitas membaca tidak hanya bergantung pada kecepatan atau tujuan membaca semata, tetapi juga pada sejauh mana pembaca memahami struktur gramatikal dari teks yang dibaca. Pentingnya Pemahaman Gramatikal dalam Membaca Pemahaman struktur gramatikal terbukti memiliki pengaruh besar terhadap kemampuan membaca pemahaman. Data penelitian menunjukkan siswa yang mampu mengenali iAorab atau bentuk kata kerja pada berbagai waktu . adhi, mudhariAo, am. dapat memahami isi teks dengan lebih cepat dan akurat. Proses pembelajaran ini membuat siswa menyadari bagaimana susunan kata dalam kalimat menentukan makna keseluruhan. Hal ini memperkuat teori bahwa penguasaan gramatikal merupakan dasar utama dalam membaca Bahasa Arab. Pemahaman struktur gramatikal memiliki peran fundamental dalam meningkatkan kemampuan membaca teks berbahasa Arab. Pada hasil peelitian (Ihwan dkk. , 2. menjelaskan bahwa ilmu nahwu mempelajari susunan dan kedudukan kata dalam kalimat serta harakat akhir setiap kata, sedangkan ilmu sharaf membahas asal-usul dan perubahan bentuk kata. Kedua cabang ilmu ini memiliki peran penting dalam pembelajaran bahasa Arab karena membantu siswa memahami struktur kalimat secara utuh. Peneliti lain juga memperkuat pendapat ini dengan This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 275 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. menyatakan bahwa penguasaan nahwu dan sharaf yang baik akan mempermudah siswa dalam menganalisis teks dan meningkatkan ketepatan interpretasi makna. (Febrianingsih, 2. menjelaskan bahwa seorang pembaca yang efisien perlu memiliki kemampuan memperkirakan isi teks yang akan dibaca, sekaligus memanfaatkan pemahaman gramatikal dalam proses tersebut. Pemahaman terhadap teks bukan hanya membandingkan prediksi awal dengan informasi yang ditemukan, tetapi juga melibatkan kemampuan menganalisis struktur gramatikal untuk memastikan interpretasi yang tepat. Prediksi ini harus terus disesuaikan seiring pembaca menerima informasi baru dan menghubungkannya dengan pengetahuan gramatikal yang dimiliki. Selain itu, pentingnya memahami gramatika juga diperkuat oleh temuan (MuAoallimah dkk. yang menegaskan bahwa kemampuan gramatikal mempengaruhi ketepatan dalam memahami makna teks. Peneliti ini menyatakan bahwa penguasaan struktur gramatikal berperan besar dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa, karena membantu mereka menganalisis susunan kalimat dan memprediksi arti dengan lebih akurat. Hasil penelitian lain juga mendukung pandangan ini, menunjukkan bahwa pemahaman gramatikal memperkuat kemampuan pembaca dalam menafsirkan teks secara menyeluruh. Berdasarkan semua itu dapat diperjelas bahwa integrasi antara penguasaan gramatikal dan latihan membaca kontekstual menjadi sangat penting dalam pembelajaran bahasa Arab. Dengan menggabungkan kedua aspek ini, siswa tidak hanya mampu mengenali struktur kalimat, tetapi juga dapat memahami makna teks dengan lebih cepat dan tepat, baik pada teks yang dilengkapi harakat maupun yang tidak. Manfaat Grammatical Hunting untuk Siswa Kelas VII D Selaras dengan hasil penelitian (Zakiyah & Huda, 2. yang mengidentifikasi sejumlah kelebihan penerapan metode permainan bahasa grammatical hunting Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa metode ini dapat meningkatkan minat serta keaktifan siswa dalam pelajaran Bahasa Arab, mengurangi kebosanan selama proses belajar, serta menumbuhkan semangat kerja sama dan persaingan sehat antar siswa. Hal itu mendukung hasil penelitian ini, bahwa metode tersebut tidak hanya memperkuat pemahaman gramatikal, tetapi juga memberikan dampak positif terhadap motivasi dan partisipasi siswa. Peningkatan Pemahaman Gramatikal Berdasarkan hasil dari aktivitas kegiatan siswa kelas VII D saat mengikuti pembelajaran menggunakan strategi grammatical hunting. Foto ini menunjukkan keterlibatan siswa dalam menandai unsur gramatikal pada teks serta berdiskusi dalam kelompok, memberikan bukti visual yang mendukung pembahasan. | 276 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 Setelah tiga kali penerapan strategi, kemampuan siswa dalam mengenali elemen gramatikal meningkat signifikan. Dari 35 siswa, 25 siswa . ,5%) berhasil mengidentifikasi fiAoil dan isim secara tepat, meningkat dari 10 siswa . %) pada awal observasi. Peningkatan ini menegaskan efektivitas strategi dalam memperkuat penguasaan tata bahasa. Peningkatan Kemampuan Membaca Selain menguatkan penguasaan gramatikal, strategi ini berdampak pada kemampuan membaca pemahaman. Sebelumnya siswa hanya membaca secara verbal, namun setelah penerapan strategi mereka mampu memahami makna kalimat melalui analisis struktur. Evaluasi tertulis memperlihatkan 70% siswa dapat menjawab soal pemahaman bacaan dengan benar, menunjukkan adanya peningkatan yang nyata. Peningkatan Pemahaman Kritis dan Analitis Strategi ini juga melatih siswa berpikir kritis dan analitis. Saat menemukan kata baru, mereka berusaha mengklasifikasikannya sebagai isim, fiAoil, atau huruf berdasarkan konteks Kebiasaan ini menunjukkan berkembangnya keterampilan analitis yang bermanfaat tidak hanya dalam pembelajaran Bahasa Arab, tetapi juga dalam meningkatkan kemampuan berpikir secara umum. Data Hasil Observasi Berikut disajikan dua tabel yang menggambarkan peningkatan kemampuan siswa setelah penerapan strategi dan Persentase Tes Siswa Setelah Penerapan Strategi. Tabel 1 Peningkatan Kemampuan Siswa dalam Mengidentifikasi Unsur Gramatikal Sebelum Setelah Aspek yang Dinilai Peningkatan Penerapan Penerapan Siswa mampu 10 siswa 25 siswa mengidentifikasi fiAoil, isim dan 43,5% 72,5% huruf dengan benar 10 siswa 20 siswa Siswa mampu membaca teks dengan lancar Pada tabel 1 di atas, ditunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali unsur Perbedaan persentase sebesar 43,5% mengindikasikan bahwa strategi ini sangat efektif dalam memperkuat pemahaman tata bahasa siswa. Dan sangat berpengaruh juga dalam meningkatkan kemampuan membaca teks Bahasa arab siswa VII D di MTsN 2 Sidarjo. Tabel 2 Persentase Tes Siswa Setelah Penerapan Strategi Aspek yang Dinilai Sudah Berhasil Belum Berhasil Persentase Ketuntasan 24 siswa 11 siswa Pemahaman isi bacaan 69,5% 30,5% This is an open access article under the CCAeBY-SA license | 277 Grammatical Hunting: Strategi Kreatif A (Azizah. Djamilah. Bandi. Adapun, sesuai data dan hasil dari tabel 2, menunjukkan bahwa sebanyak 61% siswa mampu menjawab pertanyaan pemahaman bacaan dengan benar setelah mengikuti pembelajaran dengan strategi grammatical hunting. Data ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam kemampuan membaca siswa melalui pemanfaatan struktur gramatikal. Secara keseluruhan, analisis menunjukkan bahwa penerapan grammatical hunting mampu meningkatkan penguasaan gramatikal, kemampuan membaca pemahaman, serta keterampilan berpikir kritis siswa. Strategi ini memberikan dampak signifikan dalam mengatasi rendahnya kemampuan membaca Bahasa Arab di kelas VII D. Temuan ini memperkuat kesimpulan bahwa grammatical hunting adalah metode yang relevan, efektif, dan dapat diterapkan secara berkelanjutan. Berdasarkan uraian tersebut, dapat disimpulkan bahwa strategi grammatical hunting berhasil menjawab permasalahan penelitian terkait rendahnya kemampuan membaca Bahasa Arab siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Hasil ini menunjukkan adanya keterkaitan erat antara penguasaan gramatikal dan keterampilan membaca, serta menegaskan efektivitas strategi dalam meningkatkan kualitas pembelajaran Bahasa Arab. PENUTUP Hasil penelitian ini memberikan jawaban yang tegas atas permasalahan rendahnya kemampuan membaca siswa dalam Bahasa Arab yang teridentifikasi sejak awal. Penerapan strategi grammatical hunting terbukti mampu meningkatkan penguasaan struktur gramatikal sekaligus pemahaman teks siswa kelas VII D MTsN 2 Sidoarjo. Strategi ini tidak hanya memperbaiki keterampilan membaca, tetapi juga menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, memotivasi siswa, serta mengasah kemampuan berpikir kritis mereka. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa metode ini menjadi solusi efektif atas hambatan pembelajaran yang selama ini cenderung Oleh karena itu, grammatical hunting layak dipertimbangkan sebagai pendekatan inovatif yang dapat diterapkan secara lebih luas dalam pengajaran Bahasa Arab di madrasah Selain itu, hasil ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pendidik dalam merancang strategi pembelajaran yang lebih kreatif serta mendorong penelitian lanjutan untuk menguji efektivitasnya pada berbagai konteks dan jenjang pendidikan. | 278 This is an open access article under the CCAeBY-SA license El-Tsaqafah: Jurnal Jurusan PBA. Vol. No. 2, 2025 DAFTAR PUSTAKA