Jurnal Bindo Sastra 1 . : 121Ae130 PENGEMBANGAN MODUL MENULIS MAKALAH PADA MATA KULIAH PENGEMBANGAN KETERAMPILAN MENULIS Awalludin Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja awalludinawri@yahoo. Yunda Lestari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Baturaja yunda_lestari@fkip. Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk . mendeskripsikan kebutuhan bahan ajar berbentuk modul dalam pembelajaran menulis makalah dan . mengetahui pengaruh potensial pengembangan bahan ajar berbentuk modul menulis makalah terhadap hasil belajar di Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja. Metode penelitian yang digunakan adalah research and development. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kelas A. yang berjumlah 26 orang. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah angket, wawancara, dan tes. Data dalam penelitian ini dianalisis melalui analisis data tingkat kelayakan modul dan pengaruh potensial modul yang dihasilkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa melalui 26 angket terbuka yang disebarkan untuk analisis kebutuhan mahasiswa diperoleh sebanyak 26 orang menginginkan modul menulis makalah yang efektif dan aplikatif, 23 orang menginginkan modul yang fleksibel, 21 orang menginginkan modul yang menyajikan materi secara tepat dan praktis sesuai dengan tujuan pembelajaran, 23 orang membutuhkan modul yang disertai contoh dan latihan, dan 24 orang memerlukan modul yang dilengkapi dengan penilaian. Selanjutnya, hasil analisis kebutuhan dari 2 orang dosen menunjukkan bahwa mereka membutuhkan modul yang dapat meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis makalah. Hasil uji t dengan paired simple test menulis makalah menunjukkan bahwa nilai mean pada pretest dan posttest 808 dengan standar deviasi 4. 665 dan sig . -taile. 000 lebih kecil dari 0. Akhirnya, peneliti menyimpulkan bahwa hasil penelitian yang berbentuk modul menulis makalah ini layak digunakan dalam kegiatan pembelajaran dan memiliki pengaruh yang potensial terhadap peningkatan kemampuan mahasiswa dalam menulis makalah. Kata kunci: pengembangan, modul, makalah, bahan ajar Abstract This study aims to . describe the needs of teaching materials in the form of modules in learning to write papers and . to know the potential effect of teaching materials development in the form of paper writing module on learning outcomes in Language Education Program. Indonesian and Regional Literature. Teacher Training and Education Faculty . University of Baturaja. The method used is research and The subjects of this study were 26 students of class A. Data collection techniques used were questionnaires, interviews, and tests. The data in this research are analyzed through data analysis of module feasibility level and potential effect of the module. The results showed that through 26 open questionnaires distributed for student needs analysis obtained as many as 26 people want effective and applicative paper writing modules, 23 people want a flexible module, 21 people want a module that presents the material appropriately and practically in accordance with the purpose of learning , 23 people need modules with examples and exercises, and 24 people need modules equipped with Furthermore, the results of the needs analysis of 2 lecturers indicate that they need a module that can improve students' ability in writing papers. The result of t test with paired simple test writing paper shows that the mean value at pretest and posttest is 17. 808 with standard deviation 4,665 and sig . -taile. 000 smaller than 0. Finally, the researcher concludes that the research result in the form of the module of writing this paper is suitable for use in the learning activities and has a potential influence on the improvement of the students' ability in writing the paper. Keywords: development, module, paper, instructional material. APendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Muhammadiyah Palembang pAeISSN : 2549-5305 eAeISSN: 2579-7379 Awalludin & Yunda. Pengembangan Modul Menulis Pendahuluan Dalam silabus Mata Kuliah Pengembangan Keterampilan Menulis, salah satu materi yang diajarkan kepada mahasiswa adalah menulis makalah ilmiah. Alex dan Achmad . menyatakan bahwa makalah adalah karya ilmiah yang berisi uraian dari topik yang membahas suatu permasalahan yang akan disampaikan dalam forum resmi . Menulis melengkapi tugas ujian mata kuliah tertentu atau memberikan saran pemecahan masalah secara ilmiah. Oleh sebab itu, keterampilan menulis makalah merupakan sebuah kompetensi yang menghendaki penguasaan berbagai unsur kebahasaan dan unsur di luar bahasa yang harus dimiliki oleh Kenyataannya, sebagian mahasiswa mengganggap menulis karya ilmiah itu Hal ini disebabkan oleh kegiatan menulis secara ilmiah khususnya dalam bentuk menulis makalah merupakan kegiatan rutin yang dilakukan selama masa Oleh sebab itu. Mata Kuliah Pengembangan Keterampilan Menulis hadir sebagai wadah untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut serta mengasah kemampuan dan keterampilan lain yang mahasiswa sebagai calon sarjana bahasa Indonesia. Salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kegiatan pembelajaran dalam rangka mencapai keterampilan menulis tersebut adalah ketersediaan bahan ajar. Bahan ajar adalah seperangkat sarana atau alat pembelajaran yang berisikan materi pembelajaran, metode, batasan-batasan, dan cara mengevaluasi yang didesain secara sistematis dan menarik dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan, yaitu mencapai kompetensi atau subkompetensi dengan segala kompleksitasnya (Widodo dan Jasmadi dikutip Lestari, 2013:. Berdasarkan data yang diperoleh di lapangan melalui wawancara terhadap Mata Kuliah Pengembangan Keterampilan Menulis diketahui bahwa dosen tersebut belum membuat bahan ajar sendiri. Mereka masih menggunakan buku-buku dari beberapa penerbit yang isinya masih bersifat umum. Buku-buku tersebut hanya berfungsi sebagai sebagai buku referensi dan bukan sebagai bahan ajar. Selain itu, kendala yang dihadapi yaitu kegiatan pembelajaran pembelajaran diskusi kelompok yang bersifat teoretis. Kegiatan pembelajaran menulis pada mata kuliah ini masih ditekankan pada teori penulisan bukan praktik menulisnya. Dengan demikian, pembelajaran mata kuliah Pengembangan Keterampilan Menulis khususnya materi menulis makalah belum tercapai secara Seorang menyusun dan mengembangkan bahan ajar sendiri agar sesuai dengan kebutuhan Karena dia lebih tahu apa yang dibutuhkan oleh mahasiswanya. Bahan ajar harus dibuat sebagai sarana pendukung berdasarkan tujuan pembelajaran yang telah Bahan ajar berfungsi sebagai . pedoman bagi guru yang akan mengarahkan pembelajaran, sekaligus sebagai substansi kompetensi yang harus diajarkan kepada siswa, . pedoman bagi siswa yang akan mengarahkan semua aktivitasnya dalam proses pembelajaran dan merupakan substansi kompetensi yang harus dikuasai, dan . sebagai alat evaluasi pencapaian hasil pembelajaran (Depdiknas, 2008:. Bahan dikembangkan dalam penelitian ini adalah bahan ajar berbentuk modul. Dick. Carey, dan Carey . mengemukakan bahwa modul merupakan sebuah inti pembelajaran yang memiliki satu tema terpadu, memberikan sejumlah informasi yang pengetahuan dan keterampilan yang ditentukan, dan berfungsi sebagai salah satu komponen dari kurikulum. Pengembangan modul adalah tugas utama seorang dosen dalam kegiatan Oleh sebab itu, modul sebagai bahan ajar merupakan bagian penting dalam proses pembelajaran di Pengembangan modul ini diharapkan dapat menjadi pedoman dan mengarahkan semua aktivitas dan evaluasi pencapaian Jurnal Bindo Sastra 1 . : 121Ae130 keberhasilan mahasiswa dan dosen dalam melaksanakan proses belajar mengajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk merancang dan mengembangkan bahan ajar berbentuk modul yang dapat memenuhi harapan mahasiswa dan dosen sebagai pengguna di lapangan serta sesuai dengan hasil analisis Dengan harapan, modul yang mahasiswa dalam proses pembelajaran menulis makalah ilmiah. Tinjauan Pustaka Pengertian dan Fungsi Modul Prastowo . 1:104Ai. berpendapat bahwa modul merupakan bahan ajar yang ditulis dengan tujuan agar siswa dapat belajar secara mandiri tanpa atau dengan bimbingan guru. Oleh sebab itu, modul harus berisi tentang petunjuk belajar, kompetensi yang akan dicapai, isi materi pelajaran, informasi pendukung, latihan soal, petunjuk kerja, evaluasi, dan hasil evaluasi. Selanjutnya, modul adalah seperangkat bahan ajar yang disajikan secara sistematis sehingga penggunanya dapat belajar dengan atau tanpa seorang Dengan kata lain, modul adalah seperangkat bahan pembelajaran yang memberikan sejumlah informasi untuk kebutuhan pencapaian pengetahuan atau keterampilan tertentu yang dapat dipelajari secara mandiri atau dengan bimbingan guru (Depdiknas, 2008:. Sebagai simpulan, modul merupakan bahan ajar yang dapat digunakan secara mandiri tanpa ada bimbingan dari guru atau pengajar. Modul dirancang dan disusun secara sistematis dan lengkap agar peserta didik dapat menggunakan modul tersebut secara efektif dan efisien. Modul sebagai bahan ajar mandiri peserta didik untuk belajar sendiri tanpa tergantung kepada kehadiran pendidik. Pengganti fungsi pendidik artinya modul sebagai bahan ajar harus mampu menjelaskan materi pembelajaran dengan baik dan mudah dipahami oleh peserta Berikutnya, sebagai alat evaluasi dengan menggunakan modul, peserta didik dituntut untuk mengukur dan menilai sendiri tingkat penguasaannya terhadap (Prastowo, 2011:107Ai. Menulis Makalah Pengertian dan Ciri Pokok Makalah Dwiloka dan Riana . menyatakan, salah satu tujuan pokok penulis makalah adalah meyakinkan pembaca bahwa topik yang ditulis dengan dilengkapi penalaran yang logis dan pengorganisasian yang sistematis memang perlu diketahui dan diperhatikan. Makalah merupakan salah satu jenis karya ilmiah yang memiliki ciri-ciri . objektif, . tidak memihak, . berdasarkan fakta, . sistematis, dan . Berdasarkan ciriciri tersebut baik tidaknya suatu makalah dapat diamati dari signifikansi masalah atau topik yang dibahas, kejelasan tujuan pembahasan, kelogisan pembahasan, dan Berdasarkan sifat dan jenis penalaran yang digunakan menulis makalah dapat dibedakan menjadi tiga macam yaitu . menulis makalah deduktif, . menulis makalah induktif, . menulis makalah Menulis makalah deduktif penulisannya didasarkan pada kajian teoretis . yang relevan dengan masalah yang dibahas. Menulis makalah induktif adalah menulis makalah yang disusun berdasarkan data empiris yang diperoleh dari lapangan yang relevan dengan masalah yang dibahas. Selanjutnya, menulis makalah campuran adalah menulis digabungkan dengan data empiris yang relevan dengan masalah yang akan dibahas. Dari segi jumlah halaman, dapat dibedakan menjadi menulis makalah panjang dan menulis makalah pendek. Menulis makalah panjang adalah menulis makalah yang jumlah halamannya lebih dari 20 halaman, sedangkan menulis makalah pendek pada dasarnya sama Awalludin & Yunda. Pengembangan Modul Menulis nonpenelitian, kecuali abstrak dan kata kunci yang tidak harus ada. Sistematika Makalah Secara umum, sistematika makalah ilmiah terdiri atas tiga bagian utama, yaitu bagian awal, bagian inti/isi, dan bagian akhir/penutup. (Universitas Negeri Malang, 2000:50Ai55. Suyitno, 2012:. Bagian Awal . Halaman sampul . Daftar isi . Daftar tabel dan gambar . ika ad. Bagian Inti . Pendahuluan, terdiri dari latar belakang, permasalahan atau topik bahasan, dan tujuan penulisan menulis makalah. Teks utama/isi, yang berisi pembahasan topik-topik masalah. Penutup, yang berisi simpulan dan . Bagian Akhir . Daftar rujukan . Lampiran . ika ad. Metode Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah research and Subjek penelitian adalah mahasiswa kelas A. 1 Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. FKIP. Universitas Baturaja. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah angket . , wawancara, dan tes. Teknik analisis data menggunakan teknik statistik uji t yang dideskripsikan melalui program SPSS versi Untuk melakukan penilaian menulis makalah, peneliti menggunakan rubrik pada Tabel 1. Tabel 1. Rubrik Penilaian Menulis Makalah No. Komponen Skor Skor Penilaian Maks Isi Relevansi . udul, 10 Analisis Hasil 10 Pembahasan Ketepatan Simpulan Organisasi Isi Kesatuan Paragraf Kepaduan Paragraf Pengembangan Paragraf Tata Bahasa Penggunaan Kalimat efektif Struktur Kalimat Diksi Ketepatan Pemilihan Kata Kesesuaian Ketepatan Penggunaan Kata Ejaan Ketepatan Penulisan Kata Ketepatan Tanda Baca Notasi Ilmiah Sistematika Penulisan Makalah Ketepatan Menulis Kutipan Ketepatan Penulisan Daftar Pustaka Total Nilai (Sumber: Wardarita, 2012:. Hasil dan Pembahasan Hasil Identifikasi Kebutuhan Mahasiswa Untuk mengidentifikasi kebutuhan mahasiswa, pada tanggal 26 Maret 2016, peneliti menyebarkan angket terbuka kepada 26 subjek penelitian di Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Universitas Baturaja. Subjek penelitian dikumpulkan di ruang kuliah (RK) 12 dan diberikan penjelasan tentang tata cara pengisian angket tersebut. Aspek-aspek informasi kebutuhan mahasiswa terhadap modul menulis makalah meliputi lima aspek, yaitu . kendala yang dihadapi mahasiswa dalam pembelajaran menulis makalah, . bentuk modul yang diinginkan oleh mahasiswa, . topik-topik dalam modul menulis makalah seperti materi, rangkuman, latihan, dan penilaian yang diinginkan oleh mahasiswa, . respons mahasiswa tentang kesulitan yang Jurnal Bindo Sastra 1 . : 121Ae130 dihadapi dalam pembelajaran menggunakan modul yang ada, dan . saran-saran mahasiswa kepada peneliti mengenai modul yang dikembangkan. Berdasarkan kebutuhan mahasiswa tersebut diperoleh data tentang harapan mahasiswa sebagai Sebanyak kemampuan menulis makalah secara efektif dan aplikatif. Sebanyak 23 mahasiswa mengharapkan modul hasil pengembangan dalam pembelajaran menulis makalah hendaknya bersifat fleksibel . udah Hasil membutuhkan modul menulis makalah yang terdiri dari . judul materi, . petunjuk belajar untuk dosen dan mahasiswa, . kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, . materi pokok pembelajaran, . informasi pendukung, . rangkuman, . latihan, . penilaian, . glosarium, dan . daftar pustaka. Berkaitan dengan topik-topik yang diinginkan oleh mahasiswa dalam modul membutuhkan modul yang berisi tentang menulis makalah. Selanjutnya, berkaitan dengan penyajian materi dalam modul menulis makalah, sebanyak 21 mahasiswa berpendapat perlu penyajian materi yang tepat, tujuan pembelajaran yang sesuai dengan indikator, dan sesuai dengan penilaian melalui latihan-latihan soal yang bersifat praktis. Selain itu, mahasiswa menginginkan kegiatan belajar yang menyenangkan dan tidak membosankan. Mereka mengharapkan dosen dapat menjelaskan materi dengan contoh-contoh yang sesuai dengan kemampuan mahasiswa dan menganalisis contoh-contoh tersebut bersama mahasiswa. Lalu, mahasiswa mengerjakan soal-soal latihan terhadap materi yang sudah diberikan oleh dosen. Berkaitan dengan media dalam latihan yang diinginkan mahasiswa dalam modul menulis makalah, yaitu sebanyak 23 mahasiswa menginginkan modul yang diberikan contoh-contoh sesuai dengan kebutuhan mahasiswa sehari-hari dan dua mahasiswa mengharapkan contoh-contoh yang biasa saja. Berkaitan dengan kegiatan latihan dan penilaian, sebanyak 24 mahasiswa membutuhkan modul yang dilengkapi dengan penilaian untuk tiap-tiap kegiatan pembelajarannya. Identifikasi Kebutuhan Dosen Untuk mendapatkan informasi melakukan identifikasi kebutuhan kepada dua dosen di Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP). Universitas Baturaja melalui angket terbuka pada tanggal 29 Maret 2016. Aspek-aspek yang diidentifikasi dalam angket tersebut berkaitan dengan . Sumber modul menulis makalah yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran, . harapan yang diinginkan oleh dosen dalam modul, . kendala-kendala yang dialami oleh dosen dalam menyampaikan materi pembelajaran, . tanggapan terhadap penggunaan modul yang ada, meliputi kendala penggunaan, penyebab penggunaan, dan keunggulan bahan ajar, . saran terhadap pengembangan modul menulis makalah yang berkaitan dengan perwajahan atau sampul modul, dan . harapan dan tanggapan dalam penilaian pembelajaran menulis makalah. Hasil penyebaran kuesioner kepada dosen, diperoleh data berikut ini. Sebanyak dua dosen menyatakan perlu modul menulis makalah yang isinya menyertakan materi, contoh-contoh, rangkuman, latihan, dan Selanjutnya, bentuk modul yang diinginkan meliputi: . judul materi, . petunjuk belajar untuk dosen dan mahasiswa, . kompetensi dasar, indikator, dan tujuan pembelajaran, . materi pokok pembelajaran, . informasi pendukung, . rangkuman, . latihan, . penilaian, . glosarium, dan . daftar pustaka. Berkaitan dengan materinya, dosen berpendapat perlu sedikit penyajian materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran yang dapat dicapai secara cepat dan efektif. Selanjutnya, topik-topik materi yang menyatakan butuh materi tentang menulis makalah yang disertain petunjuk dan instruksi pembelajaran yang jelas serta mudah dipahami. Awalludin & Yunda. Pengembangan Modul Menulis Berkaitan dengan bentuk penyajian materi . egiatan belaja. , sebanyak dua dosen membutuhkan penyajian materi yang sesuai dengan tujuan pembelajaran, penyajian contoh-contoh, penyajian materi yang menyenangkan, dan penyajian latihan yang bersifat aplikatif. Selanjutnya, sebanyak dua orang dosen mengharapkan modul menulis makalah yang bersifat fleksibel, menarik, dan variatif. Berkenaan sebanyak dua dosen mengharapkan evaluasi berupa tes mengerjakan latihan yang keterampilan menulis makalah. Berkaitan dengan penggunaan bahan ajar yang ada, sebanyak dua dosen mempunyai kendala dalam mengajarkan menulis makalah. Kendala tersebut adalah kesulitan dalam penyampaian materi terhadap mahasiswa, khususnya dalam pemberian contoh dan penerapan materimateri menulis makalah. Selain itu, dalam modul yang ada, masih tidak menyertakan Berdasarkan hasil pengamatan dua mengalami kesulitan dalam memahami materi menulis makalah, khususnya yang bersifat analisis dan aplikasi. Hal ini didukung oleh kurangnya buku-buku sumber yang dimiliki oleh mahasiswa dan kurangnya minat baca mahasiswa. Saran-saran yang disampaikan oleh dua orang dosen tersebut adalah sebagai . Hendaknya modul yang dikembangkan dilengkapi dengan panduan penyampaian materi pembelajaran dan penilaian terhadap hasil belajar mahasiswa. Hendaknya modul pengembangan dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, materi, contoh-contoh, dan latihan. Hendaknya petunjuk-petunjuk praktis dalam kegiatan pembelajaran menulis makalah bahasa Indonesia. Hendaknya modul yang dikembangkan menggunakan bahasa yang standar dan mudah dipahami oleh mahasiswa. Hasil Uji Lapangan Uji dilaksanakan terhadap mahasiswa kelas . Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja sebanyak 26 mahasiswa tahun akademik 2015/2016. Hal ini dimaksudkan untuk mengukur kemampuan mahasiswa memahami materi dalam modul. Untuk mengukur mahasiswa, peneliti melakukan tes dengan dua tahap, yaitu pretest dan posttest. Pretest dilaksanakan pada tanggal 30 April 2016 sebelum mahasiswa diberikan modul hasil pengembangan. Selanjutnya, posttest dilaksanakan pada tanggal 4 Juni 2016 sesudah mahasiswa diberikan modul hasil pengembangan berikut penjelasannya. Berdasarkan data nilai pretest dan posttest yang diperoleh dalam tes menulis makalah, secara keseluruhan terlihat bahwa nilai yang diperoleh mahasiswa mengalami Nilai tertinggi pada kegiatan pretest sebelum mahasiswa menggunakan modul menulis makalah adalah 67. Setelah mahasiswa diberikan penjelasan dan menggunakan modul menulis makalah hasil pengembangan, nilai tertinggi mahasiswa Sebaliknya, nilai terendah sebelum mahasiswa menggunakan modul menulis makalah hanya mencapai nilai 36 dan setelah diberikan modul hasil pengembangan nilainya adalah 53. Adapun perincian perolehan nilai mahasiswa tersebut dapat digambarkan pada grafik berikut ini. Grafik 1. Nilai Tes Menulis Makalah Sebelum dan Sesudah Menggunakan Modul Hasil Pengembangan Pretest Posttest Selisih Sesudah Jika dibandingkan dengan hasil tes menulis makalah sebelum mahasiswa menggunakan menggunakan modul menulis makalah hasil pengembangan terlihat nilai rata-rata dan selisih nilai rata-rata yang diperoleh oleh Jurnal Bindo Sastra 1 . : 121Ae130 mahasiswa yang mengikuti kegiatan pretest dan posttest tersebut. Untuk lebih jelasnya, perhatikan grafik berikut ini. Grafik 2. Nilai Rata-Rata dan Selisih Tes Menulis Makalah Sebelum dan Sesudah Menggunakan Modul Hasil Pengembangan. 71,54 52,46 Sebelum Sesudah Rata-Rata Selisih Hasil Uji Statistik Uji Statistik ini dilakukan untuk memperoleh informasi tentang ada tidaknya perbedaan tingkat kemampuan dan pemahaman menulis makalah mahasiswa sebelum mahasiswa menggunakan modul mahasiswa menggunakan bahan ajar hasil Uji dilakukaan dengan menggunakan program SPSS versi 16 melalui uji t . -tes. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, diperoleh data sebagai berikut. Hasil Uji Statistik Deskriptif dan Uji Normalitas Berdasarkan mahasiswa yang diperoleh dari tes menulis makalah, perhitungan statistik menulis makalah dapat digambarkan pada tabel berikut ini. Tabel 2. Statistik Deskriptif dari Pretest dan Posttest Menulis Makalah Posttest Valid N . Tabel tersebut menunjukkan dari nilai tes awal . dan tes akhir . pada materi menulis makalah. Nilai terendah pada pretest adalah 36 dan nilai tertinggi Selanjutnya, nilai terendah pada posttest menulis makalah adalah 53 dan nilai tertinggi adalah 87. Nilai mean pada pretest menulis makalah adalah 53,46 dengan standar deviasi 9,052. Sebaliknya, nilai mean pada posttest menulis makalah adalah 71,27 dengan standar deviasi 7. 19,08 Pretest Ran Maxi Std. Deviati . Hasil Uji t Menulis Makalah Uji t dilakukan untuk mengetahui apakah ada perbedaan nilai yang signifikan antara sebelum dan sesudah treatment yaitu berupa modul Menulis makalah hasil Peneliti menggunakan uji t, yaitu paired simpled Test. Untuk lebih jelasnya, perhatikanlah tabel berikut ini. Tabel 3. Hasil Uji t Menulis Makalah Menggunakan Paired Simples Test Paired Differences Confide Interval of the Differe Std. Std. Erro nce Dev r Lo Me iatio Mea we Up r per Pa Postt ir est 4. 915 92 69 1 Prete Sig. taile df . Simple test pada menulis makalah menunjukkan nilai mean pada pretest dan posttest menulis makalah 17. 808 dengan standar deviasi 4. 665 dan sig . -taile. 000 lebih kecil dari 0. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa adanya perbedaan nilai yang signifikan baik sebelum maupun sesudah menggunakan modul hasil pengembangan. Awalludin & Yunda. Pengembangan Modul Menulis Hasil Wawancara Wawancara dalam penelitian dan bertujuan untuk melengkapi angket dan analisis kebutuhan modul hasil pengembangan. Wawancara tersebut ditujukan kepada dosen dan Wawancara kepada mahasiswa dilakukan pada tanggal 28 Maret 2016, sedangkan wawancara kepada dua orang dosen dilakukan pada tanggal 29 Maret Berdasarkan wawancara dengan Pengembangan Keterampilan Menulis, modul Menulis Makalah dinyatakan sudah Akan tetapi, ada beberapa hal yang perlu diperbaiki di bagian ejaan, tata kalimat, dan latihan. Berkenaan dengan materi dalam modul, nara sumber . memberikan saran yaitu hendaknya materi disesuaikan dengan silabus yang berlaku di Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja. Selain itu, hendaknya modul menyajikan contohcontoh yang lebih mudah dipahami mahasiswa agar modul hasil pengembangan lebih berkualitas. Bentuk evaluasi yang disarankan yaitu hendaknya dilengkapi dengan petunjuk soal yang jelas dan soal hendaknya mengarah pada keterampilan menulis makalah. Berdasarkan wawancara dengan mahasiswa, bahan ajar berupa modul menulis makalah sudah baik. Bahasa yang digunakan mudah dipahami, penyajian materi sudah baik, latihan-latihannya sudah terperinci, rangkuman sudah lengkap, dan ukuran hurufnya juga sudah baik. Oleh sebab itu, mahasiswa merasa senang menggunakan modul Menulis Makalah hasil pengembangan tersebut. Pembahasan Hasil Analisis Kebutuhan Mahasiswa dan Dosen Berdasarkan kebutuhan yang dilakukan peneliti terhadap mahasiswa semester II. Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja diperoleh kesulitan dalam mempelajari materi menulis makalah. Untuk mengatasi mahasiswa membutuhkan modul menulis menyenangkan, dan dilengkapi dengan petunjuk/intruksi pembelajaran, materi yang jelas, contoh-contoh yang dapat memudahkan mahasiswa memahami materi yang disajikan, rangkuman, latihan, penggunaan bahasa sederhana dan praktis, serta latihan atau penilaian untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Untuk menyenangkan, modul ini diberi judul Menulis Makalah dan dilengkapi sampul modul yang didominasi oleh warna biru, dan di sampul tersebut dilengkapi dengan gambar dosen sedang menjelaskan materi menulis makalah dan gambar mahasiswa yang sedang melakukan kegiatan menulis. Selain itu, pada bagian contoh dan rangkuman tiap-tiap materi diberi latar yang juga berwarna biru. Hal ini dilakukan peneliti untuk memberi motivasi dan menarik perhatian mahasiswa dalam membaca serta mempelajari modul menulis makalah yang dikembangkan. Hasil mahasiswa dan hasil identifikasi kebutuhan dosen dapat dikatakan relatif sama. Modul menulis makalah yang dianggap perlu oleh dosen adalah bahan ajar yang bersifat praktis/mudah dipahami, menyenangkan, dan dilengkapi dengan menyajikan petunjuk atau langkah-langkah kegiatan yang jelas, dan menyajikan penilaian yang jelas untuk tiap-tiap kegiatan pembelajaran menulis makalah. Selain itu, untuk memotivasi mahasiswa mempelajari bahan ajar menulis makalah yang dikembangkan, memperhatikan penggunaan bahasa, diksi, penggunaan kalimat, penyajian contoh yang perwajahan yang dapat menimbulkan daya tarik mahasiswa untuk membaca dan mempelajari menulis makalah. Dengan demikian, modul menulis makalah yang dikembangkan ini dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran di perguruan tinggi. Jurnal Bindo Sastra 1 . : 121Ae130 Pengaruh Modul Berdasarkan hasil penghitungan uji-t menggunakan program SPSS versi 16 diketahui bahwa modul yang berjudul Menulis Makalah hasil pengembangan ini memiliki pengaruh yang potensial terhadap peningkatan kemampuan menulis makalah Hasil perhitungan statistik uji-t tersebut memperlihatkan hasil sebelum dan sesudah penggunaan modul berbeda secara Dengan kata lain, peningkatan kemampuan menulis makalah mahasiswa terjadi setelah menggunakan modul hasil Hal ini disebabkan oleh modul yang dikembangkan tersebut sesuai dengan kebutuhan mahasiswa, penyajian materi dan contoh serta latihan yang jelas, penilaian, dan penggunaan bahasa yang sederhana dan praktis. Oleh sebab itu, modul harus dibuat pengalaman mahasiswa, dilengkapi dengan materi yang jelas dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh mahasiswa memahami materi yang Modul harus dibuat pengalaman mahasiswa, dilengkapi dengan materi yang jelas dan mudah dipahami, dilengkapi dengan contoh-contoh untuk memudahkan mahasiswa memahami materi yang Setiawan, dkk. 7:1. menyatakan bahwa contoh dapat membantu dan memudahkan mahasiswa memahami materi yang disajikan, sehingga penyajian contoh di dalam bahan ajar itu menjadi faktor yang sangat penting. Modul harus dilengkapi dengan latihan atau penilaian. Sehubungan dengan hal ini. Wahyuni dan Ibrahim . mengemukakan kegiatan latihan dan penilaian itu berfungsi untuk: . meningkatkan kemampuan dan hasil belajar, . memperbaiki cara belajar, dan . menumbuhkan motivasi belajar bagi Selain Setiawan . 7:1. penggunan bahasa yang praktis dan sederhana yang meliputi pemilihan ragam bahasa, diksi, kalimat efektif, dan penyusunan paragraf yang bermakna sangat berpengaruh terhadap manfaat modul tersebut, sehingga memudahkan mahasiswa memahami ide/konsep yang disajikan dalam materi tersebut. Dengan demikian, kegiatan pembelajaran menulis makalah dapat dilakukan lebih baik dan efektif. Akhirnya, peneliti menyimpulkan mahasiswa dan dosen relatif sama dengan tujuan untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam pembelajaran menulis Modul Menulis Makalah hasil pengembangan ini telah dikembangkan berdasarkan kebutuhan mahasiswa dan dosen pada Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja. Selanjutnya, hasil perhitungan uji-t menunjukkan pengaruh yang potensial terhadap hasil belajar mahasiswa setelah menggunakan modul hasil pengembangan tersebut. Simpulan Berdasarkan hasil penelitian dan sebagai berikut. Pertama, mahasiswa semester II. Program Studi Pendidikan Bahasa. Sastra Indonesia dan Daerah. Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Universitas Baturaja memiliki kebutuhan yang beragam terhadap modul menulis makalah. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan aspek isi dan aspek fisik modul. Dilihat dari aspek isinya, mahasiswa membutuhkan modul yang menyenangkan, materi yang dilengkapi dengan contoh-contoh untuk setiap materi yang disajikan secara jelas, latihan sesuai dengan materi yang terdapat dalam modul, serta isi modul yang dapat menambah dan Dilihat dari aspek fisiknya, mahasiswa membutuhkan modul yang menarik baik dari desain sampulnya, warna yang digunakan, maupun bentuk dan ukuran huruf . yang digunakan, dan dapat memotivasi mahasiswa untuk meningkatkan hasil pembelajaran menulis Kedua, modul hasil pengembangan ini memiliki pengaruh yang potensial mahasiswa terhadap hasil belajar menulis makalah melalui pemberian contoh-contoh Awalludin & Yunda. Pengembangan Modul Menulis untuk memudahkan mahasiswa memahami materi dan pemberian latihan untuk meningkatkan hasil belajar mahasiswa. Peningkatan tersebut dapat dilihat dari hasil nilai ratarata sebelum mahasiswa menggunakan modul hasil pengembangan dan hasil nilai rata-rata tersebut mengalami peningkatan setelah mahasiswa menggunakan modul hasil pengembangan. Ucapan Terima Kasih Penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada Kemristekdikti Republik Indonesia yang telah memberikan dana melalui Penelitian Dosen Pemula (PDP). Artikel ini ditulis berdasarkan hasil Penelitian Dosen Pemula yang didanai oleh Pemerintah Indonesia untuk pendanaan Daftar Pustaka