Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-07 Efektifitas Manajemen Keuangan UMKM di Kota Palangka Raya Sebagai Strategi pada Masa New Normal Covid-19 Dicky Perwira Ompusunggu Ekonomi Pembangunan,Universitas Palangka Raya dickyperwira@feb. Melya Nanda Ekonomi Pembangunan,Universitas Palangka Raya melyananda3@gmail. *Email@korespondensi: dickyperwira@feb. Abstract: This journal discusses the effectiveness of financial management in Micro. Small and Medium Enterprises (MSME. in Palangka Raya City as a strategy in dealing with the New Normal period of COVID-19. The purpose of this research is to find out how MSMEs in Palangka Raya City manage their finances during the pandemic and how it affects their business performance. The method used in this study was direct interviews with 3 respondents consisting of MSME owners and their financial managers. The results of the study show that MSMEs in Palangka Raya City apply various financial management strategies such as cost savings and increased efficiency in their business processes. In facing the New Normal period of COVID-19, effective financial management can help MSMEs to continue operating and even improve their business performance. In conclusion, effective financial management is a key factor in maintaining the survival of MSMEs during this pandemic. Keywords: Financial management. MSME. New Normal COVID-19 Abstrak. Jurnal ini membahas tentang efektivitas manajemen keuangan pada Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kota Palangka Raya sebagai strategi dalam menghadapi masa New Normal COVID-19. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana UMKM di Kota Palangka Raya mengelola keuangannya selama masa pandemi dan bagaimana pengaruhnya terhadap kinerja bisnis mereka. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara langsung dengan 3 responden yang terdiri dari pemilik UMKM dan manajer keuangan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Kota Palangka Raya mengadopsi berbagai strategi manajemen keuangan seperti penghematan biaya dan peningkatan efisiensi dalam proses bisnis mereka. Dalam menghadapi masa New Normal COVID-19, pengelolaan keuangan yang efektif dapat membantu UMKM untuk tetap beroperasi dan bahkan meningkatkan kinerja bisnis mereka. Kesimpulannya, manajemen keuangan yang efektif menjadi faktor kunci dalam mempertahankan kelangsungan hidup UMKM di masa pandemi ini. Kata Kunci: Manajemen keuangan. UMKM. New Normal COVID-19 PENDAHULUAN Dalam situasi pandemi COVID-19, manajemen keuangan yang efektif dan efisien menjadi kunci utama bagi kelangsungan usaha, terutama bagi Usaha Mikro. Kecil, dan Received Maret 30, 2023. Revised April 02, 2023. Accepted Mei 04, 2023 * Dicky Perwira Ompusunggu, dickyperwira@feb. Efektifitas Manajemen Keuangan UMKM di Kota Palangka Raya Sebagai Strategi pada Masa New Normal Covid-19 Menengah (UMKM). UMKM merupakan tulang punggung ekonomi di Indonesia dan terdampak secara signifikan oleh pandemi ini. Maka dari itu, penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas manajemen keuangan UMKM di Kota Palangka Raya sebagai strategi menghadapi situasi "new normal" pada masa pandemi COVID-19. Dalam penelitian ini, akan dipaparkan tantangan dan peluang yang dihadapi oleh UMKM di Kota Palangka Raya selama pandemi COVID-19. Selain itu, penelitian ini juga akan mengeksplorasi bagaimana manajemen keuangan yang efektif dapat membantu UMKM dalam mempertahankan kelangsungan usahanya. Hal ini penting karena UMKM perlu mengadaptasi diri dengan situasi yang berubah dan menyesuaikan strategi keuangan mereka untuk tetap beroperasi. Selanjutnya, penelitian ini akan memberikan gambaran tentang praktek manajemen keuangan yang dilakukan oleh UMKM di Kota Palangka Raya. Praktik-praktik ini mencakup pengelolaan arus kas, pengendalian biaya, manajemen persediaan, dan kebijakan pengelolaan hutang-piutang. Dengan memahami praktik-praktik ini, kita dapat melihat bagaimana UMKM mengelola keuangan mereka dalam situasi pandemi. Tidak hanya itu, penelitian ini juga akan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi efektivitas dari praktik manajemen keuangan UMKM. Faktor-faktor ini meliputi aspek internal dan eksternal, seperti keterampilan manajerial, akses terhadap sumber daya keuangan, dukungan pemerintah, dan kondisi pasar. Dengan memahami faktor-faktor ini, kita dapat mengidentifikasi area-area di mana UMKM dapat meningkatkan manajemen keuangan Hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi yang signifikan bagi pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, akademisi, dan pelaku bisnis. Pemerintah dapat menggunakan hasil penelitian ini sebagai dasar untuk mengembangkan kebijakan yang mendukung UMKM dalam menghadapi pandemi. Akademisi dapat menggunakan penelitian ini sebagai referensi untuk penelitian lebih lanjut tentang manajemen keuangan UMKM. Sedangkan pelaku bisnis dapat mengadopsi praktik-praktik terbaik yang diidentifikasi dalam penelitian ini untuk meningkatkan efektivitas manajemen keuangan Dalam konteks Kota Palangka Raya, penelitian ini menjadi penting karena UMKM di daerah ini berperan penting dalam ekonomi lokal. Dengan memahami situasi UMKM di Kota Palangka Raya selama pandemi COVID-19, kita dapat mengidentifikasi langkah-langkah yang diperlukan untuk mendukung keberlangsungan usaha mereka LANDASAN TEORI Manajemen Keuangan Manajemen keuangan melibatkan beberapa keputusan penting, seperti keputusan investasi, keputusan pendanaan atau pemenuhan kebutuhan dana, dan keputusan kebijakan dividen. Keputusan investasi meliputi pemilihan aktiva yang akan diinvestasikan serta strategi investasi yang tepat untuk memaksimalkan keuntungan. Keputusan pendanaan melibatkan pemilihan sumber dana yang tepat untuk memenuhi kebutuhan JVM - VOLUME 9. NO. MEI 2023 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-07 keuangan perusahaan, baik itu melalui sumber dana internal maupun eksternal. Sementara itu, keputusan kebijakan dividen berkaitan dengan bagaimana perusahaan harus membagikan keuntungan kepada pemegang saham. Manajemen keuangan juga mencakup pengelolaan arus kas perusahaan, yang meliputi pengelolaan penerimaan dan pengeluaran dana, serta pengelolaan risiko keuangan. Manajemen keuangan dapat membantu perusahaan mengelola risiko dengan melakukan analisis risiko dan pengambilan keputusan yang berdasarkan pada risiko yang ada. Dalam konteks usaha kecil dan menengah (UKM), manajemen keuangan juga sangat UKM sering mengalami tantangan dalam hal pembiayaan dan pengelolaan keuangan yang tepat. Oleh karena itu, manajemen keuangan yang baik dapat membantu UKM untuk mengelola sumber daya keuangan mereka dengan lebih baik, memaksimalkan penghasilan, serta menghindari risiko keuangan yang tidak perlu. Menurut Musthafa . Manajemen keuangan melibatkan beberapa keputusan penting yang harus diambil, termasuk keputusan investasi, keputusan pendanaan atau pemenuhan kebutuhan dana, dan keputusan kebijakan dividen. Sartono . menjelaskan bahwa manajemen keuangan merujuk pada pengelolaan dana secara efektif dalam berbagai bentuk investasi dan usaha pengumpulan dana secara efisien. Manajemen keuangan dilakukan oleh seorang manajer keuangan, yang bertanggung jawab merencanakan, mencari, dan memanfaatkan dana dengan cara yang berbeda untuk memaksimalkan efisiensi operasi perusahaan. Menurut Darsono . Manajemen keuangan adalah aktivitas pemilik dan peminjam perusahaan untuk memperoleh sumber modal seefektif dan seefisien mungkin dalam rangka menghasilkan laba. Terdapat tiga aktivitas yang berkaitan dengan manajemen keuangan, yaitu penggunaan dana, perolehan dana, dan pengelolaan aktiva. Aktivitas penggunaan dana melibatkan investasi pada berbagai aktiva, sedangkan aktivitas perolehan dana meliputi sumber dana internal maupun eksternal. Terakhir, aktivitas pengelolaan aktiva melibatkan pengelolaan dana yang telah dialokasikan pada bentuk aktiva seefisien mungkin. Dengan demikian, manajemen keuangan merupakan suatu aspek penting dalam operasi perusahaan, yang memungkinkan perusahaan untuk mengambil keputusan keuangan yang bijaksana untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan. UMKM UMKM atau Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah adalah jenis usaha yang memiliki kriteria usaha kecil dan dimiliki oleh individu atau kelompok usaha yang memiliki modal terbatas, memiliki sumber daya manusia yang terbatas, serta memiliki omset atau pendapatan tahunan yang masih dibawah batas tertentu. UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian suatu negara, terutama dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, dan meningkatkan daya saing ekonomi. UMKM juga dianggap sebagai sektor yang strategis karena memberikan kontribusi besar pada pertumbuhan ekonomi dan mengurangi ketimpangan sosial. Oleh karena itu, pemerintah memberikan perhatian dan dukungan khusus kepada UMKM dalam bentuk pelatihan, pembiayaan, dan akses ke pasar, agar dapat memperkuat sektor UMKM dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Efektifitas Manajemen Keuangan UMKM di Kota Palangka Raya Sebagai Strategi pada Masa New Normal Covid-19 Undang-Undang Republik Indonesia No. 20 Tahun 2008 mengatur definisi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Menurut Pasal 1. Usaha Mikro adalah usaha produktif milik orang perorangan atau badan usaha perorangan yang memiliki kriteria usaha mikro. Tulus . Usaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha bukan merupakan anak perusahaan atau bukan anak cabang dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha Sedangkan Usaha Menengah adalah perusahaan dengan nilai kekayaan bersih lebih dari Rp. 500 juta hingga paling banyak Rp. 100 milyar hasil penjualan tahunan di atas Rp. milyar sampai paling tinggi Rp. 50 milyar. Selain menggunakan nilai moneter. Departemen Perindustrian dan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menggunakan jumlah pekerja sebagai ukuran untuk membedakan skala usaha antara usaha mikro, usaha kecil, usaha menengah, dan usaha besar. Usaha mikro adalah unit usaha dengan jumlah pekerja tetap hingga 4 orang, usaha kecil antara 5 sampai 19 pekerja, dan usaha menengah dari 20 sampai dengan 99 orang. Perusahaan dengan jumlah pekerja di atas 99 orang masuk dalam kategori usaha UMKM merupakan pemain utama dalam kegiatan ekonomi di Indonesia, dan masa depan pembangunan terletak pada kemampuan UMKM untuk berkembang mandiri. Kontribusi UMKM pada GDP di Indonesia tahun 1999 sekitar 60%, dengan rincian 42% merupakan kontribusi usaha kecil dan mikro, serta 18% merupakan usaha menengah. Pemberdayaan UMKM sangat penting dan strategis dalam mengantisipasi perekonomian ke depan, terutama dalam memperkuat struktur perekonomian nasional. Strategi Strategi dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang didasarkan pada pengalaman, perasaan, dan intuisi. Namun, strategi juga dapat dilihat sebagai suatu ilmu yang menggunakan data dan fakta. Strategi biasanya difokuskan pada masa depan dan disusun secara bertahap dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang mempengaruhi. Untuk memulihkan ekonomi para pelaku UMKM, terdapat beberapa strategi atau upaya yang dapat dilakukan seperti yang telah dibahas oleh Asmini et al. Keberhasilan suatu usaha dapat dilihat dari kenaikan permodalan, skala usaha, hasil atau laba, jenis usaha, atau pengelolaan dalam jangka waktu tertentu. Di masa pandemi COVID-19 saat ini, para pengusaha menghadapi tantangan dalam mempertahankan usaha mereka dengan pembatasan sosial yang diterapkan oleh pemerintah. Menurut Suryana . , untuk menjadi seorang wirausaha yang sukses, diperlukan ide atau visi bisnis yang jelas, serta kemauan dan keberanian untuk menghadapi risiko baik waktu maupun uang. METODE Pada dasarnya, penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Penulis melakukan wawancara langsung dengan pelaku UMKM di Kota Palangka Raya Untuk mempelajari bagaimana manajemen keuangan diterapkan di UMKM Palangka Raya. Penelitian ini secara sistematis melibatkan identifikasi UMKM di Kota Palangka Raya dan analisis lapangan terkait penerapan manajemen keuangan. Data yang JVM - VOLUME 9. NO. MEI 2023 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-07 digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan sekunder. HASIL DAN PEMBAHASAN Peran Manajemen Keuangan Secara Umum Manajemen keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam keberlangsungan bisnis atau organisasi di Palangkaraya, seperti halnya di tempat lain di Beberapa peran manajemen keuangan yang penting di Palangkaraya adalah sebagai Mengelola dan mengalokasikan dana dengan efisien: Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk mengelola dan mengalokasikan dana dengan cara yang efisien, sehingga perusahaan dapat memaksimalkan laba dan meminimalkan risiko. Hal ini dapat mencakup pengelolaan arus kas, pengelolaan investasi, dan pengelolaan hutang. Mempertahankan kesehatan keuangan: Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk mempertahankan kesehatan keuangan perusahaan dengan memantau dan mengevaluasi kinerja keuangan secara berkala. Hal ini dapat mencakup pembuatan laporan keuangan, analisis rasio keuangan, dan pengembangan strategi keuangan jangka Mengembangkan strategi keuangan jangka panjang: Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk mengembangkan strategi keuangan jangka panjang yang akan membantu perusahaan mencapai tujuannya. Hal ini dapat mencakup pengembangan rencana bisnis, analisis pasar, dan pengembangan strategi pengembangan produk dan layanan. Mengambil keputusan investasi yang bijaksana: Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk mengambil keputusan investasi yang bijaksana, baik dalam hal memilih investasi yang tepat maupun dalam menentukan alokasi dana yang tepat untuk investasi Hal ini dapat membantu perusahaan untuk tumbuh dan berkembang dengan lebih cepat. Mengikuti aturan dan regulasi keuangan: Manajemen keuangan bertanggung jawab untuk memastikan bahwa perusahaan mematuhi aturan dan regulasi keuangan yang berlaku di Palangkaraya dan di Indonesia secara umum. Hal ini meliputi pembuatan laporan keuangan yang akurat, pemenuhan kewajiban pajak, dan pemenuhan persyaratan audit. Dalam keseluruhan, manajemen keuangan memainkan peran yang sangat penting dalam keberhasilan bisnis di Palangkaraya. Dengan mengelola dan mengalokasikan dana dengan efisien, mempertahankan kesehatan keuangan, mengembangkan strategi keuangan jangka panjang, mengambil keputusan investasi yang bijaksana, dan mengikuti aturan dan regulasi keuangan yang berlaku, perusahaan dapat mencapai tujuannya dengan lebih efektif dan efisien. Dalam kenyataannya, penerapan manajemen keuangan di Palangkaraya juga Efektifitas Manajemen Keuangan UMKM di Kota Palangka Raya Sebagai Strategi pada Masa New Normal Covid-19 tidak selalu berjalan dengan sempurna. Beberapa kendala atau hambatan yang mungkin dihadapi dalam penerapan manajemen keuangan di Palangkaraya antara lain: Kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang manajemen keuangan: Beberapa pelaku bisnis di Palangkaraya mungkin kurang memahami betapa pentingnya manajemen keuangan dalam kesuksesan bisnis mereka. Hal ini dapat menyebabkan kurangnya fokus pada manajemen keuangan atau pengabaian terhadap prinsip-prinsip manajemen keuangan yang efektif. Keterbatasan sumber daya manusia: Penerapan manajemen keuangan yang efektif memerlukan sumber daya manusia yang berkualitas dan terlatih. Namun, di Palangkaraya mungkin sulit untuk menemukan sumber daya manusia yang memiliki keterampilan dan pengetahuan yang cukup dalam manajemen keuangan. Tantangan lingkungan bisnis yang unik: Palangkaraya memiliki lingkungan bisnis yang unik, seperti keberadaan perusahaan di daerah yang terpencil atau masalah logistik yang Hal ini dapat menghambat penerapan manajemen keuangan yang efektif. Kurangnya akses ke sumber daya keuangan: Beberapa pelaku bisnis di Palangkaraya mungkin menghadapi kendala dalam mengakses sumber daya keuangan yang diperlukan untuk menjalankan bisnis mereka dengan efektif. Hal ini dapat membatasi kemampuan mereka untuk menerapkan manajemen keuangan yang efektif. Oleh karena itu, penerapan manajemen keuangan di Palangkaraya tidak selalu berjalan dengan sempurna dan mungkin menghadapi beberapa kendala atau hambatan. Namun, dengan kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya manajemen keuangan, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, dan peningkatan akses ke sumber daya keuangan, perusahaan di Palangkaraya dapat memperbaiki penerapan manajemen keuangannya untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih baik. Strategi Manajemen Keuangan Berdasarkan hasil observasi di lapangan, ditemukan kenyataan bahwa tidak semua UMKM di Palangkaraya menerapkan strategi manajemen keuangan dengan baik. Beberapa faktor yang mempengaruhi rendahnya tingkat penerapan strategi manajemen keuangan tersebut di antaranya adalah kurangnya pengetahuan, tidak ada dukungan atau sumber daya yang memadai, kurangnya waktu, dan tidak memiliki sistem atau perangkat lunak yang Meskipun strategi manajemen keuangan yang baik sangat penting untuk keberhasilan UMKM di Palangkaraya, tidak semua pemilik UMKM mampu menerapkannya dengan baik. Oleh karena itu, diperlukan upaya-upaya untuk meningkatkan pemahaman dan pengetahuan tentang manajemen keuangan, serta memberikan dukungan dan sumber daya yang memadai bagi UMKM di Palangkaraya agar dapat meningkatkan kinerja keuangan perusahaan mereka. JVM - VOLUME 9. NO. MEI 2023 Jurnal Visi Manajemen Vol. No. 2 Mei 2023 e-ISSN: 2528-2212. p-ISSN: 2303-3339. Hal 01-07 KESIMPULAN Dalam Kesimpulan nya manajemen keuangan memiliki peran penting dalam keberhasilan bisnis di Palangkaraya, seperti halnya di tempat lain di dunia. Beberapa peran manajemen keuangan yang penting di Palangkaraya adalah mengelola dan mengalokasikan dana dengan efisien, mempertahankan kesehatan keuangan, mengembangkan strategi keuangan jangka panjang, mengambil keputusan investasi yang bijaksana, dan mengikuti aturan dan regulasi keuangan yang berlaku. Namun, penerapan manajemen keuangan di Palangkaraya juga menghadapi beberapa kendala atau hambatan, seperti kurangnya pemahaman dan kesadaran tentang manajemen keuangan, keterbatasan sumber daya manusia, tantangan lingkungan bisnis yang unik, dan kurangnya akses ke sumber daya Oleh karena itu, perlu ada kesadaran yang lebih baik tentang pentingnya manajemen keuangan, pengembangan sumber daya manusia yang berkualitas, dan peningkatan akses ke sumber daya keuangan untuk menerapkan manajemen keuangan yang efektif di Palangkaraya. DAFTAR REFERENSI Agus. Sartono. Manajemen Keuangan Teori dan Aplikasi. Yogyakarta: BPFE. Alfrian. , & Pitaloka. Novembe. Strategi Usaha Mikro. Kecil, dan Menengah (UMKM) bertahan pada kondisi pandemik covid 19 di Indonesia. In Prosiding Seminar Nasional Terapan Riset Inovatif (SENTRINOV) (Vol. No. 2, pp. Asmini. Sutama. Haryadi. , & Rachman. Manajemen business cycle Sebagai basis Peluang Usaha Pasca Covid-19: Suatu strategi pemulihan ekonomi Indonesian Journal of Social Sciences and Humanities, 1. , 121129. Darsono Dan Tjatjuk. Siswandoko, 2011. Manajemen Sumber Daya Manusia. Abad 21. Nusantara Consulting. Jakarta. Musthafa. Manajemen Keuangan. Yogyakarta: CV. Andi Offset. Sarfiah. Atmaja. , & Verawati. UMKM sebagai pilar membangun ekonomi Jurnal REP (Riset Ekonomi Pembanguna. , 4. , 1-189. Sentosa. Norsandi. Karya. Haryani. , & Yanti. UKM BERKAT UHAT KAYU BERBASIS PASAR ONLINE DI KOTA PALANGKA RAYA. Media Abdimas, 2. Suryana. Kewirausahaan Pendoman Praktis: Kiat dan Proses Menuju. Sukses. Jakarta: Salemba Empat. Tulus T. Tambunan. UMKM di Indonesia. Bogor: Ghalia