Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: Biodiversitas Tumbuhan Yang Dimanfaatkan Oleh Masyarakat Suku Tengger di Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Sebagai Tumbuhan Obat Yusri Juma1*. Sulisetijo2 Fatchur Rohman2 Program Studi Biologi Universitas Nahdlatul Ulama Maluku Utara Jurusan Biologi. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Malang Abstract Tengger tribe community still uses traditional medicine by utilizing plants around the Bromo Tengger Semeru National Park area. This study aims to explore the types of plants utilized by the Tenggerese people in the Bromo Tengger Semeru National Park area as a medicinal plant. Qualitative data was obtained using surveys and interviews with purposive sampling techniques with research locations in the villages of Ngadas. Ranu Pani, and Cemoro Lawang from February to April 2019. Plants that are often used as medicinal plants by the Tengger tribe community are Foeniculum Vulgare . 36%). Eupatorium inofolium . Imperata cilyndrica . 42%), and Solanum betaceum . 88%). Plants that are categorized as important are often used by the Tenggerese people to be used as drugs, namely fennel plants with a percentage value of ICS Key Word: Biodiversity. Traditional. Medicine. Pendahuluan1 Hutan Indonesia Indonesia 000 jenis tumbuhan obat dan 30 jenis diantaranya telah dimanfaatkan sebagai obat tradisional (Hariana, 2. Penggunaan bahan alam sebagai obat tradisional di Indonesia telah dilakukan oleh nenek moyang sejak berabad-abad yang lalu. terbukti dari adanya naskah lama pada daun lontar Husodo (Jaw. Usada (Bal. Lontarak pabbura (Sulawesi Selata. , dokumen serat Primbon Jampi. Serat Racikan Boreh Wulang Dalem dan Candi Borobudur *Corresponding Author: yusri. juma@gmail. menggambarkan orang sedang meracik obat . dengan tumbuhan sebagai bahan bakunya (Sukandar, 2. Suku Tengger merupakan suku asli Jawa yang telah menetap dan mengisolir lingkungannya sendiri. Masyarakat Suku Tengger yang bertempat di Probolinggo. Pasuruan. Lumajang, dan Malang yang budaya dan tradisinya (Dephut, 2. Pengetahuan tradisional masyarakat Suku Tengger terhadap tumbuhan obat cukup baik dan telah diturunkan dari generasi ke generasi, namun saat ini mulai terancam Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: punah akibat perubahan sosial-budaya menggunakan satu atau beberapa jenis yang secara umum mempengaruhi nilai- tumbuhan serta berbagai bagian organ nilai sosial, dimana generasi mudanya tumbuhan yang diperkirakan bermanfaat mencari alternatif pengobatan yang lebih dengan cara bagian tanaman tersebut direbus, ditumbuk, diminum, dibobokkan Pengetahuan obat tradisional mereka Generasi muda cenderung lebih memilih Puskesmas. Polindes, dan bidan. Peran dukun bayi pun hanya terbatas pada pembacaan suwuk . dan perawatan setelah melahirkan. Pengobatan secara tradisional dilakukan lokal pada komunitas tertentu (Bodeker, oleh komunitas tertentu menyebabkan Penelusuran mengenai bahan-bahan obat (Pieroni et al. , 2. Penelitian mengeksplorasi jenis-jenis tumbuhan yang Tengger di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru bagian yang sakit (Batoro et al. , 2. Masyarakat suku Tengger saat ini telah mengalami Modernisasi akibat masuknya kebudayaan dari luar, terutama yang diadopsi oleh generasi muda membuat Metode penelitian Selain itu, kurangnya dokumentasi mengenai penggunaan tumbuhan obat Penelitian ini dilakukan di kawasan taman nasional bromo tengger semeru yang terdiri dari desa ngadas, ranupani, dan cemoro lawang. Pengumpulan data kualitatif menggunakan metode survey, menggunaanmetode purposive sampling. Analisis kuantitatif pemanfaatan setiap kepentingan budaya . ndex of cultural ICS) Turner menggunakan persamaan: tumbuhan obat. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: ycA 1 = terdapat beberapa jenis yang yaOyaCyae = &yeO#ya. a ya ya ya y. ni Karena tumbuhan mempunyai lebih dari ada kemungkinan menjadi pilihan. 0,5 = sumber sekunder atau merupakan bahan yang sifatnya sekunder. menjadi (Batoro, 2. ICS = Oc! "#$ . n x in x en ) n1 . 2 x i2 x e2 ) ni. n x in x en ) ni Keterangan: ICS: Jumlah pemanfaatan suatu jenis tumbuhan dari satu pemanfaatan hingga pemanfaatan q : Nilai kualitas . uality valu. dihitung dengan cara memberikan skor atau nilai kualitas dari suatu jenis tumbuhan: 5 = sumber obat. 4 = sumber bahan ritual . 3 = sumber bahan bangunan. = sumber makanan pokok . 1 = sumber i: Nilai intensitas . ntensity pemanfaatan dari jenis tumbuhan berguna dengan memberikan nilai: 5 = sangat tinggi intensitasnya. 4 = secara moderat tinggi intensitasnya. 3 = sedang intensitas 2 =rendah intensitas penggunaannya sangat jarang. e : Nilai eksklusivitas . xclusive valu. merupakan pilihan utama dan tidak ada Hasil dan Pembahasan Dari Tengger Suku yang berada di tiga desa yaitu desa Ngadas. Ranu Pani, dan Cemoro Lawang, maka jenis-jenis tumbuhan yang saat ini masih dimanfaatkan sebagai obat yaitu wedusan, awar-awar, jahe, kayu putih, kunyit, stroberi tengger, terong belanda, jambu wer, jarak merah, pulosari, jenggot wesi, purweceng, dringu, suri pandak, ampet, tepung otot, sempretan, cipluan, snikir, bawang merah, ganjan, semanggi, alang-alang, dan adas (Lampiran . Untuk mengetahui nilai kegunaan suatu tumbuhan berdasarkan kebutuhan Suku Tengger Index Cultural Significance (ICS). Maka dari itu hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa dari 24 jenis tumbuhan memiliki skor ICS yang (Ageratum Conyzoides L) 0,64%, awarawar (Ficus Septica Burn F) 0,37%, jahe (Zingiber Officinale Roc. 0,52%, kayu Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: putih (Melaleuca Leucadendr. 0,08%, 0,08%, kunyit (Curcuma Long. 0,52%, stroberi 0,19%, tepung otot (Stellaria Saxatili. tengger (Rubus Idaeus L) 0,19%, terong 0,74%, sempretan (Eupatorium Inofoliu. belanda (Solanum Betaceaum Ca. 8,88, 25,60%, (Pimento Dioica L Mer. 4,11%, jambu wer 0,64%, jarak merah (Jatropha Curcas L) 0,19%, (Alyxia Reinwardti. (Pilea Melastomoide. (Physalis (C. Caudatu. Angulat. 0,29%, bawang merah (Allium Cepa L) 0,29%, ganjan (Artemisia Vulgaris L) 0,19%, 0,37%, jenggot wesi (Usnea Berbata Frie. (Pimpinella alang-alang (Imperata Cilyndric. 6,42%. Pruatja. 0,08%, dringu (Acorus Calamus dan adas (Foniculum Vulgar. 78,36% . 0,08%, (Marsilea Crenat. 0,29%. L) 1,02%, suri pandak (Plantago Major L) Gambar 1. Persentase Jenis Tumbuhan yang di Manfaatkan oleh Masyarakat Suku Tengger. Hasil ICS bahwa terdapat 7 spesies 2 kegunaan dan 17 spesies 1 kegunaan. Nilai ICS di Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: penting, penting, kurang penting, dan tidak penting (Tabel . Tabel 1. Kategori Nilai ICS Tumbuhan Berguna Pada Mayarakat Suku Tengger Kategori Signifikansi Indeks Nilai Penting (ICS) Paling penting . and ove. Penting . Kurang penting . Tidak penting . Total Berdasarkan Tabel OcJenis Tumbuhan (Alyxia Reinwardti. (Usnea 0,37%. Berbata Frie. 0,08%, purweceng 0,08%, dringu (Acorus Suku Tengger Calamus L) 1,02%, suri pandak (Plantago untuk dijadikan obat yaitu tumbuhan Adas Major dengan nilai persentase ICS 78,36%. Melastomoide. kemudian untuk tumbuhan yang kategori (Stellaria nilainya kurang penting yang kadang- (Pimpinella (Physalis Angulat. 4,11%, snikir (C. tumbuhan obat oleh masyarakat Suku Caudatu. 0,29%, bawang merah (Allium Tengger yaitu tumbuhan wedusan dengan Cepa L) 0,29%, ganjan (Artemisia Vulgaris nilai persentase ICS wedusan (Ageratum L) 0,19%, semanggi (Marsilea Crenat. Conyzoides L) 0,64%%, awar-awar (Ficus 0,29%. Septica Burn F) 0,37%, jahe (Zingiber Cilyndric. 6,42%. Tidak ada tanaman Officinale (Melaleuca Leucadendr. 0,08%, kunyit (Curcuma Long. 0,52%, stroberi tengger (Rubus Idaeus L) 0,19%, terong belanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger (Solanum Betaceaum Ca. 8,88%, jambu Semeru (TNBTS) dapat di manfaatkan wer (Pimento Dioica L Mer. 0,64%, daun oleh Masyarakat Suku Tengger. Roc. 0,52%, 0,08%, 0,19%. Saxatili. (Pilea 0,74%. Pruatja. 25,60%, cipluan alang-alang (Imperata jarak merah (Jatropha Curcas L) 0,19%. Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: Jenis Suku Tengger diketahui oleh masyarakat Suku Tengger banyak mengkonsumsi sayuran dari pada daging menurut mereka lebih sehat untuk lndriyani et al. , . meliputi 98 jenis tumbuhan yang dimanfaatkan sebagai Analisis ICS Tumbuhan obat tersebut sebagian mengetahui indeks kepentingan nilai suatu besar kelompok tumbuhan jenis pohon spesies dalam budaya tertentu (Batoro. Salah satu jenis tumbuhan obat sulit Nilai ICS adalah hasil perhitungan (Eupatoriun Inufoliu. , berada di kawasan hutan tumbuhan berdasarkan kualitas, intensitas TNBTS maupun hutan lindung, demikian pula purwoceng (Pimpinel/a Pruatja. , penelitian terdapat 24 spesies yang terdiri dan pulosari (Alyxia Reinwardi. Jenis-jenis dari 18 famili berhasil diketahui dari hasil tumbuhan obat pada umumnya digunakan oleh masyarakat Suku Tengger adalah Pengetahuan yang mereka miliki pada diambil di sekitar rumah, lahan, dan hutan umumnya berasal dari penuturan orang untuk mengobati sekitar 11 macam gejala tua mereka dan pengalaman sendiri. Pengetahuan Didalam Berdasarkan Suku Tengger. pengobatan tradisional masyarakat Suku temurun yang disampaikan secara lisan Tengger dan umumnya hanya diturunkan pada tumbuhan atau beberapa jenis . acikan atau ramua. Masyarakat Suku Tengger melakukan pertukaran pengetahuan baik percaya bahwa semua jenis tumbuhan di dari anggotanya sendiri alam mempunyai maksud dan fungsi tertentu, bahkan menurut mereka semua Tamalene, 2. Selain itu Suku Tengger juga mengenal berbagai jenis tumbuhan sebagai obat. Jenis tumbuhan obat dapat berguna sebagai bahan obat-obat herbal, sebagai tanaman budidaya, hias rumah atau gubuk, tanaman ritual, tanaman sayuran, dan tanaman hias. Hanya saja konservasi dan tanaman liar. Masyarakat pengetahuan lokal ini mulai teredukasi atau dengan (M. Nasir Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: seiring dengan perubahan waktu dan peruban lingkungan di sekitar mereka. Hasil analisis ICS Suku Tengger Tengger telah mengalami perubahan pola hidup dalam pengobatan yang modern (Foeniculum Vulgar. dengan nilai ICS (Yudi, 2. akan tetapi jenis tumbuhan tertinggi yaitu 78,36%, karna tumbuhan ini juga mempunyai manfaat sebagai sumber bahan makanan pokok dan juga Suku Tanaman Nasional Bromo Tengger Semeru saat ini masih sumber keindahan. banyak yang tumbuh dan masyarakat juga Menurut Turner banyak yang membudidayakan tumbuhan semakin banyak nilai kegunaan suatu adas di sekitar pekarangan rumah untuk spesies tumbuhan, maka semakin tinggi manfaat sebagai obat tumbuhan adas juga berfungsi sebagai sumber keindahan kepercayaan memegang peran penting yang menghiasi pekarangan rumah pada Suku Tengger. dengan tujuan konservasi biodeversitas Pada kategori nilai ICS kurang Pengetahuan dan pemanfaatan berbagai sumber daya penting yaitu 0-49 yaitu tumbuhan awar- awar, jahe, kayu putih, kunyit, stroberi tengger, terong belanda, jambu wer, daun mencirikan bahwa tumbuhan mempunyai nilai guna yang tinggi bagi manusia purweceng, dringu, suri pandak, ampet, khususnya bagi masyarakat lokal yang tepung otot, sempretan, cipluan, snikir, hidup berdampingan dengan alam. bawang merah, ganjan, semanggi, dan sudah sangat jarang di gunakan oleh Suku Rendahnya dipengaruhi oleh pengetahuan tradisional Nilai ICS juga sewaktu-waktu akan alang-alang. Jenis tumbuhan ini sekarang Tengger Nilai dipertahanankan, jika terjadi pergeseran pengetahuan dengan hadirnya budaya Bioadventure. Journal of Archipelagoes Wildlife and Life Science. Vol. 1 No. 1/Pages: 15-23 E-ISSN: x-x ISSN: kemungkinan setiap spesies tumbuhan ini hanya berlaku pada Suku Tengger memiliki nilai kegunaan yang lebih dari hasil penelitian ini. Maka dari itu, data Nasional Bromo Tengger Semeru. Tanaman manfaat tumbuhan berguna dan nilai ICS Kesimpulan Suku Tengger adalah Foeniculum vulgare. Tumbuhan yang sering di manfaatkan Eupatorium inofolium. Imperata cilyndrica, sebagai tumbuhan obat oleh masyarakat dan Solanum betaceum. Referensi