Journal of SERVITE Volume 5 No. Desember 2023, p 105 - 113 ISSN: 2714-5220 . ISSN: 2716-2133 . DOI : https://doi. org/10. 37535/1020054220234 https://journal. edu/index. php/servite/ Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Levyda Levyda1. Giyatmi Giyatmi2, dan Maya Dewi Dyah Maharani3 1,2,3 Universitas Sahid. Jakarta. Indonesia ABSTRAK Kawasan wisata memberikan peluang usaha bagi penduduk Kecamatan Carita, khususnya usaha kuliner. Meskipun telah cukup lama berbisnis, banyak usaha mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang yang belum memiliki merk dagang. Merek menentukan loyalitas, minat beli dan keputusan pembelian. Tujuan pelatihan merek dagang adalah untuk meningkatkan pengetahuan peserta. Peserta pelatihan adalah nasabah PNM Mekaar. Metode pelatihan yang digunakan adalah ceramah dan diskusi, demonstrasi produk dan test tertulis. Hambatan pembuatan merek dagang adalah keterbatasan pengetahuan, biaya dan prosedur pembuatan merek dagang. Dari diskusi terungkap motif peserta yang sudah memiliki merek adalah ingin menjual di e-commerce. Setelah mengikuti pelatihan, ada peningkatan pengetahuan peserta tentang manfaat dan komponen merek dagang. Pelatihan merek masih diperlukan oleh pengusaha terutama membuat merek dan stiker merek. Kata kunci: pemberdayaan. pengusaha kuliner mikro. pantai Carita ABSTRACT The tourist area provides business opportunities for residents of the Carita District, especially culinary Even though they have been in business for quite a long time, many micro businesses in the Carita Pandeglang Beach Tourism Area do not yet have a trademark. Brand determines loyalty, purchasing interest, and purchasing decisions. Brand training aims to increase participants' knowledge. The training participants are PNM Mekaar customers. The training methods used are lectures and discussions, product demonstrations, and written tests. Barriers to creating a trademark are limited knowledge, costs, and procedures for creating a brand. From the discussion, it was revealed that the motive of participants who already had a brand was to want to sell on e-commerce. After attending the training, there was an increase in participants' knowledge about the benefits and components of the brand. Brand training is still needed by entrepreneurs, especially when making brands and brand stickers. Keywords: empowerment. micro culinary entrepreneurs. Carita Beach PENDAHULUAN Kecamatan Carita merupakan salah satu kecamatan di Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten yang berpenduduk 36. 565 jiwa, terdiri dari 18. 529 jiwa penduduk laki-laki dan 036 jiwa penduduk perempuan (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang, 2. Kecamatan Carita berada dipesisir Selat Sunda. Posisi ini menjadikan Kecamatan Carita merupakan destinasi wisata pantai. Kecamatan Carita adalah Kawasan Strategis Pariwisata Pandeglang (KSKP) yang diharapkan dapat mengembangkan potensinya berupa kawasan pesisir, pelabuhan, perikanan laut dan budidaya laut untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi, social dan budaya dan kualitas lingkungan hidup serta keamanan dan pertahanan (Aturan Daerah Kabupaten Pandeglang, 2. Corresponding Author: Levyda. Universitas Sahid. Jl. Prof. DR. Soepomo No. RT. 7/RW. Menteng Dalam. Kec. Tebet. Kota Jakarta Selatan. Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12870. Email: levyda_mm@yahoo. Article History Submitted October 2023. Accepted November 2023. Published December 2023 Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Kecamatan Carita terdapat 18 hotel dan 42 penginapan Kecamatan Carita mendapat 831 orang atau 36,2% wisatawan yang berkunjung ke Kabupaten Pandeglang. Tahun Tabel 1. Jumlah Pengunjung Jumlah Pengunjung Persentase Pengunjung Kecamatan Carita dari Kabupaten Pandegalang 61,837 4,6% 3,8% 12,9% 23,2% 36,2% Sumber:https://simparda. Usaha kuliner di daerah wisata memiliki peluang besar Belanja kuliner wisatawan dalam negeri mencapai 30% dan 18% untuk wisatawan mancanegara (BPS, 2. Belanja kuliner juga merupakan belanja terbesar dalam wisata belanja di Kabupaten Pandeglang . ttps://simparda. id/). Peluang belanja kuliner didukung dengan supply hasil holtikultura dan hasil perikan. Buah-buahan hasil utama yang di hasilkan Kecamatan Carita adalah pisang, melinjo, sukun sedangkan jenis sayur-sayuran ketimun, kacang panjang, dan cabai rawit. Berdasarkan data BPS Kabupaten Pandeglang, . produksi penangkapan ikan laut andalan Kabupaten Pandeglang adalah ikan teri, ikan kurasi, ikan tongkol, ikan selar dan ikan kembung. Hasil holtikultura dan ikan laut banyak dimanfaatkan untuk usaha mikro dan kecil kuliner. Pada Kabupaten Pandeglang terdapat 312 usaha mikro kuliner atau 42,6% dari jumlah usaha mikro, dan 35. 972 atau 83,4%. Usaha mikro dan makro kuliner (Badan Pusat Statistik Kabupaten Pandeglang, 2. Berdasarkan hasil sensus ekonomi yang diselenggarakan BPS tahun 2016, tingkat pendidikan dan jiwa kewirausahan pelaku UKM mayoritas rendah sehingga perlu diberikan pelatihan manajerial seperti pemasaran, produksi. SDM dan keuangan serta kemampuan teknis dan perubahan mindset (BPS, 2. Merek memilik peran strategis bagi produsen dan konsumen. Merek mempengaruhi loyalitas pelanggan (Muhtarom et , 2022. Purwanto & Widodo, 2. ), minat beli (Hidayatulloh & Sudarwanto, 2. dan keputusan pembelian produk kuliner umkm (Lie et al. , 2. , dan salah satu masalah pemasaran yang penting adalah merek. Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2016 tentang merek dan indikasi geografis, merek adalah Autanda yang dapat ditampilkan secara grafis berupa gambar, logo, nama, kata, huruf, angka, susunan warna, dalam bentuk 2 . dimensi dan/atau 3 . dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari 2 . atau lebih unsur tersebut untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi oleh orang atau badan hukum dalam kegiatan perdagangan barang dan/atau jasaAo. American Marketing Association mendefinisikan merek sebagai Aunama, istilah, tanda, simbol, atau desain, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa dari satu penjual atau kelompok penjual dan untuk membedakannya dari produk pesaing. Ay Merek Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek merupakan alat pembeda suatu produk dengan produk lain yang sejenis, baik pembedaan yang bersifat fungsional, rasional atau emosional (Kotler & Keller, 2. (Kotler & Keller, 2. Namun kesadaran untuk mendaftarkan merek dagang masih rendah. Dari 64,I juta pelaku UMKM, baru 10. 664 yang mendaftarkan merek pada tahun 2020 . com, 2. Kesadaran merek merupakan salah masalah umkm kuliner di Desa Labuhan Pandeglang (Rianto & Woestho, 2. Kesadaran merek juga masih menjadi masalah bagi nasabah PNM Carita. Hanya dua orang dari sembilan orang peserta pembinan yang sudah memiliki merek dan belum ada merek terdaftar di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Ada tiga jenis merek yaitu merek dagang, merek jasa dan merek kolektif. Merek dagang merupakan Aumerek yang digunakan pada barang yang diperdagangkan oleh seseorang atau beberapa orang secara bersama-sama atau badan hukum untuk membedakan dengan barang sejenis lainnyaAy. Fokus penyuluhan ini adalah merek Bagi produsen merek merupakan identitas produsen, identitas harga, alat perlindungan hukum, kekayaan intelektual. Merek memudahkan produsen mengelola produk dan pencatatan akuntanis. Bagi konsumen merek memudahkan konsumen untuk mencari, dan membeli produk. Merek juga dapat berperan sebagai identitas dan simbol 20-30 tahun 31-40 tahun 41-50 tahun Lebih dari 50 tahun Gambar 1. Umur Peserta Sebagian besar peserta berusia lebih dari 50 tahun. Umur peserta pelatihan dideskripsikan pada gambar berikut. Sebagian besar peserta adalah tamat sekolah dasar. Pendidikan formal peserta sebagai berikut. Tidak tampat SD Tamat SD Tamat SMP Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Tamat SMA Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Gambar 2. Pendidkan Peserta Sebagian besar peserta memiliki mengalaman usaha 5-10 tahun. Pengalaman usaha dideskripsikan berikut ini kurang dari 5 tahun 5 -10 tahun lebih dari 10 tahun Gambar 3. Pengalaman Usaha Sebagian besar peserta berpenghasilan 1juta sampai 2 juta per minggu. Pendapatan peserta dideskripsikan pada gambar berikut ini Kurang dari Rp 1 juta 1 sampai 2 juta Lebih dari 2 juta Gambar 4. Pendapatan Peserta Per Minggu Sebagian besar peserta menyampaikan tidak memiliki pengetahuan sebagai alasan tidak membaut merek. Alasan tidak membuat merek produk Tidak punya pengetahuan Tidak punya dana Ribet Gambar 5. Alasan Tidak Menggunakan Merek Dari data di atas kesadaran merek masih rendah, oleh karena itu diperlukan pelatihan Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Pelatihan merek bertujuan meningkatkan pengetahuan merek. METODOLOGI PELAKSANAAN Pemberdayaan merupakan upaya . atau penguatan . kemampuan masyarakat untuk peningkatan taraf hidup mereka seperti perbaikan ekonomi, kesejahtareaan sosial, ketertindasan, keamanan, kebebasan dari ketakutan dan kekawatiran (Handini et al. , 2. Handini . mengelompokkan bentuk pemberdayaan dalam lima jenis yaitu tatap muka, percakapan tak langsung, barang cetakan, media masa, dan kampanye. Bentuk pemberdayanan tatap muka percakapan,/dialog, anjang-sana, anjang-karya, pertemuan, ceramah, diskusi. FGD. RRA (Rapid Rural Appraisa. PRA (Participatory Rural Appraisa. PLA (Participatory Learning and Actio. , sekolah-lapang, pelatihan partisipatif dan pameran. Pemberdayaan tatap muka, sesuai untuk kegiatan yang ditujukan pada individu, kelompok dan masa. Pengabdian ini menggunakan metode pelatihan partisipatif. Pendekatan ini dinilai lebih tepat mengingat usia, pengalaman dan peserta pelatiha. Pelatihan partisiatif lebih menekankan pada proses interaksi dan diskusi serta sharing pengalaman antar peserta dan antara peserta an fasilitator. Proses pemberdayaan dimulai dari analisis situasi. Seluruh peserta adalah pengusaha mikro yang memproduksi produk holtikultural dan hasil olahan ikan laut dan memasarkan produk kepada wisatawan di pantai Carita. Tujuan mereka berusaha adalah untuk perbaikan ekonomi keluarga. Sebagian besar tidak ada merek dan produk yang pamerkan relatif sama sehingga menyulitkan pembeli. Persiapan pelatihan dimulai dengan kegiatan koordinasi dengan koordinator PNM Mekaar Carita. Koordinator ini akan menyeleksi peserta pelatihan. Tim pelaksana menyiapkan materi, metode dan alat pendukung pelatihan. Kegiatan dilaksanakan pendopo di Lucia Cottage. Sukarame. Kecamatan Carita, pada tanggal 28-29 Juli 2023. Materi pelatihan merek meliputi manfaat merek bagi pengusaha dan konsumen serta elemen-elemen merek. Metode pelatihan terdiri dari ceramah dan diskusi serta test. Tujuan ceramah adalah untuk menyampaikan informasi sedangkan tujuan diskusi adalah untuk membangun suasana interaktif. Tujuan test adalah untuk mengukur tingkat penyerapan informasi yang disampaikan saat latihan. Media yang digunakan adalah proyektor, soal tertulis dan alat peraga berupa produk yang dihasilkan peserta. Skema pemberdayaan digambarkan berikut ini. Analisis Situasi Persiapan Pelaksanaan Evaluasi Gambar 6. Skema Pelaksanaan Pemberdayaan Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek HASIL DAN PEMBAHASAN Pemahaman peserta tentang difinisi merek, diukur dengan 6 jawaban yang mencerminkan merek. Peserta diminta memberikan tanda centang (O. pada pilihan Hasil pre-test dan post-test sebagai berikut. Tabel 2. Hasil Pre Test dan Post Test Definisi Merek Alternatif Jawaban Hasil Pre-Test Hasil Post-Test Nama Gambar Logo Huruf Angka Susunan warna Suara Kombinasi seluruh jawaban di atas. Sumber: data primer yang diolah Seluruh peserta memahami bahwa merek identik dengan mana. Peserta belum familier dengan jawaban lain yang juga mencerminkan merek. Setelah meningikuti pelatihan, ada pengingkatan kemampuan, namun masih banyak elemen menggambarkan definisi merek yang belum dikenali oleh peserta. Pemahaman peserta pada manfaat merek bagi konsumen. Tabel 3. Manfaat Merek Bagi Produsen Alternatif Jawaban Hasil Pre-Test Hasil Post-Test Identitas produk Pembanding Kepastian hukum Signal kualitas Signal harga Sumber: data primer diolah. Pengetahuan peserta tentang manfaat merek, masih terbatas. Sebelum pelatihan, peserta meahami bahwa merek manfaat sebagai identitas produk. merek yang dipahami. Pengetahuan peserta meningkat setelah mengikuti pelatihan. Ada beberapa krietria dalam membuat merek. Berikut ini deskripsi kriteria merek yang dipahami peserta. Tabel 4. Kriteria Merek Alternatif Jawaban Hasil Pre-Test Mudah diingat Harus bermakna Disukai Dapat dilindungi Kepemilikan merek dapat dipindahkan Hasil Post-Test Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Sumber: data primer yang diolah Sebelum pelatihan, seluruh peserta berpendapat bahwa merek harus mudah diingat konsumen. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan pengetahuan. Setelah pelatihan, ada peningkatan kriteria merek. Peserta belum memahami bila merek adalah asset yang berhaga karena memiliki nilai ekonomis sehingga perlu dilindung dan dapat Dari diskusi interaktif diperoleh informasi dari peserta dengan inisial nama AuAAy yang sudah memiliki merek sebagai berikut: AuSaya membuat merek karena ingin menjual produk di e-commerce. Keinginan menjual di e-commerce karena pengaruh dan bantuan dari anak sayaAy. Merek membuka kesempatan untuk memperluas pasar. Selanjutnya dikemukakan bahwa merek yang dibuat berupa stiker, dilekatkan dikemasan. Biaya stiker dan kemasan mencapai 10%-20ri harga produk. Merek belum diaftarkan di Direktorat Jendral Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan HAM. Menurut pendapat peserta dengan inisal AuBAy, merek penting untuk membedakan dengan produk lain, namun ribet. Peserta tidak memahami mekanisme pembuatan Penyuluhan merek perlu dilakukan secara intensif untuk meningkatkan nilai produk dan penjualan. Selain peningkatkan kesadaran merek, perlu pelatihan membuat merek dan stiker merek Gambar 5. Pelaksana dan peserta PKM Carita Journal of SERVITE | Volume 5 No. December 2023 | p. Pemberdayaan Pengusaha Kuliner Mikro di Kawasan Wisata Pantai Carita Pandeglang Melalui Pelatihan Merek Gambar 6. Pembuakan Pelaksanan PKM di Carita SIMPULAN Merek sangat penting untuk neingkatkan nilai produk dan penjualan. Pengetahuan merek pada usaha mirko kuliner di Carita, masih terbatas. Perlu pelatihan membuat merek dan membuat stiker merek. UCAPAN TERIMA KASIH Ucapan terima kasih disampaikan kepada nasabah PNM Mekaar Carita yang telah mengikuti kegiatan pengabdian. DAFTAR PUSTAKA